cover
Contact Name
ABDUL KHER
Contact Email
abdulkher@radenfatah.ac.id
Phone
+6281271310210
Journal Mail Official
abdulkher@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
ISSN : 28096401     EISSN : 28090500     DOI : https://doi.org/10.19109/jsq
Jurnal Semiotika Q Kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir is a biannual and peer reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of Qur’an from many different perspectives.
Articles 154 Documents
Analisis Tematik Psikoterapi Al-Qur’an dalam Antisipasi Skizofrenia Paranoid Elfira Abidatul Maula; Wiwin Ainis Rohtih; Miftara Ainul Mufid; Amir Mahmud
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34538

Abstract

Skizofrenia paranoid merupakan gangguan mental kronis yang ditandai dengan delusi, halusinasi, dan gangguan berpikir. Skizofrenia termasuk salah satu dari penyebab utama kecacatan, meskipun jumlah kejadiannya relatif lebih rendah dibanding dengan beberapa gangguan mental lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep psikoterapi Al-Qur’an sebagai upaya antisipasi gejala skizofrenia paranoid. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model studi kepustaan (library research), yaitu dengan cara menelaah dan menganalisis secara tematik ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan konsep waswas, dzikir, membaca dan mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an. Hasil kajian menunujukkan bahwa konsep waswas dalam Al-Qur’an memiliki relevansi fenomenologis dengan halusinasi audiotorik pada penderita skizofrenia paranoid. Selain itu, praktik psikoreligius seperti dzikir, membaca dan mendengarkan murottal Al-Qur’an berpotensi membantu menenangkan emosi, menurunkan intensitas halusinasi. psikoreligius dapat menjadi upaya komprehensif dalam mengantisipasi gejala skizofrenia paranoid. Kontribusi penelitian ini ada pada Pembangunan kerangka psikoterapi al-Qur’an yang integratif antara tafsir dan psikologis klinis, serta menwarkan pendekatan pendamping dalam penanganan skizofrenia paranoid.
Penafsiran Ibnu Asyur terhadap Ayat-Ayat Kesehatan Mental dan Relevansinya dengan Psikologi Humanistik Lailatul Badriyah; M. Agus Mushodiq; Eka Prasetiawati
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34632

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu isu global yang semakin mendapat perhatian dalam berbagai disiplin ilmu. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 970 juta orang di dunia mengalami gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Fenomena ini mendorong perlunya pendekatan multidisipliner dalam memahami kesehatan mental, termasuk melalui perspektif keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesehatan mental dan mengkaji relevansinya dengan teori psikologi humanistik Carl Rogers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan, serta teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat seperti QS. Ar-Ra’d: 28, QS. Al-Fajr: 27–30, QS. Yunus: 57, dan QS. Al-Baqarah: 286 memuat konsep ketenangan jiwa, penyembuhan batin, dan ketahanan psikologis. Konsep tersebut memiliki relevansi dengan teori psikologi Carl Rogers dalam hal pencapaian kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi tafsir Al-Qur’an dengan psikologi humanistik memberikan perspektif komprehensif dalam memahami kesehatan mental. Kontribusi utamanya terletak pada kerangka integratif antara konsep al-Qur’an dengan teori Carl Rogers, rekomendasi praktis bagi terapi konseling berbasis Al-Qur’an, serta landasan bagi pengembangan psikologi Islam kontemporer yang holistik dan empiris.
Dimensi Spiritual dalam Tafsir Al-Azhar: Analisis Konseptual dengan Pendekatan Qur’ani terhadap Gangguan Kecemasan Liana Isma Aprianti; Nur Rofiah; Nurbaiti Nurbaiti
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34635

Abstract

Abstrak Gangguan kecemasan merupakan fenomena psikologis yang semakin meningkat dalam kehidupan masyarakat modern, terutama pada remaja dan dewasa muda. Kompleksitas tekanan hidup, tuntutan sosial yang tinggi, serta percepatan perubahan zaman berkontribusi terhadap munculnya kecemasan kolektif dan krisis eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep penanganan kecemasan melalui pendekatan spiritual Islam dalam perspektif Hamka, serta relevansinya dengan psikologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kecemasan dan penafsiran Hamka, kemudian dikaji secara konseptual menggunakan kerangka psikologi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual seperti tauhid, tawakal, keikhlasan, pemaknaan hidup, dan orientasi ketuhanan berperan sebagai mekanisme koping yang adaptif dalam mereduksi kecemasan, memperkuat resiliensi psikologis, serta menciptakan ketenangan batin yang stabil. Pendekatan Hamka secara konseptual sejalan dengan temuan psikologi modern, khususnya dalam aspek makna hidup, harga diri, dan dukungan sosial. Maka, pendekatan Qur’ani melalui perspektif Hamka menawarkan penanganan gangguan kecemasan yang holistic, integrative, dan relevan bagi konteks kehidupan masyarakat modern. Kata kunci: kecemasan, psikologi Islam, Tafsir Hamka, Spiritualitas, Kesehatan mental.  
Konsep Decluttering dalam Tafsir Rasâil An-Nûr: Refleksi Spiritualitas Kesederhanaan Said Nursi Fina Nuqoyatul Millah; Abdur Rokhim Hasan; Ali Nurdin
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34639

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi konsep decluttering dalam perspektif tafsir Rasâil An-Nûr karya Said Nursi sebagai refleksi spiritualitas kesederhanaan Islam di tengah arus konsumtivisme modern. Dengan pendekatan kepustakaan dan analisis tafsir tematik terhadap Q.S. al-A‘raf/7:31, studi ini menyoroti konsep iqtishâd sebagai fondasi etika dalam mengelola nikmat sekaligus sebagai bentuk penghindaran dari perilaku isrâf. Hasil kajian menunjukkan bahwa iqtishâd dalam pemikiran Said Nursi tidak terbatas pada pengendalian konsumsi material, tetapi berkembang menjadi disiplin spiritual yang mengarahkan pengelolaan keinginan, memperdalam rasa syukur, serta menyelaraskan dimensi fisik, psikologis, sosial, dan ketuhanan dalam kehidupan manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada reinterpretasi decluttering yang tidak hanya dipahami sebagai metode penataan ruang atau pendekatan psikologis kontemporer, melainkan sebagai praktik spiritual berbasis nilai-nilai Qur’ani yang bersumber dari tradisi tafsir. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Rasâil An-Nûr menawarkan kerangka kesederhanaan hidup yang bersifat transformatif dan tetap relevan dalam merespons tantangan budaya konsumtif masyarakat modern.