cover
Contact Name
ABDUL KHER
Contact Email
abdulkher@radenfatah.ac.id
Phone
+6281271310210
Journal Mail Official
abdulkher@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
ISSN : 28096401     EISSN : 28090500     DOI : https://doi.org/10.19109/jsq
Jurnal Semiotika Q Kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir is a biannual and peer reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of Qur’an from many different perspectives.
Articles 135 Documents
Interpretasi Pembagian Waris dalam QS. An-Nisa [4]: 11: Analisis Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman Habib Arrasyid
Jurnal Semiotika Quran Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v3i2.26766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembagian warisan dalam QS. An-Nisa [4]: 11 dengan mempertimbangkan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat modern. Fokus utama penelitian ini adalah menemukan interpretasi yang lebih kontekstual terhadap ayat tersebut dengan menggunakan metode hermeneutika Double Movement yang diperkenalkan oleh Fazlur Rahman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosio-historis untuk mengkaji konteks historis pewahyuan ayat dan mengaitkannya dengan situasi kontemporer. Data primer dalam penelitian ini adalah teks QS. An-Nisa [4]: 11, sementara data sekunder diperoleh dari tafsir ulama klasik dan kontemporer serta literatur terkait hukum kewarisan Islam dan adat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis, dengan menginterpretasikan makna ayat berdasarkan prinsip-prinsip universal Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nisa [4]: 11 dapat diinterpretasikan secara fleksibel dengan mempertimbangkan prinsip keadilan dan kemaslahatan. Dalam praktiknya, pendekatan ini memungkinkan penyesuaian hukum waris untuk menjawab tantangan perubahan sosial, seperti peran perempuan yang semakin aktif dalam perekonomian. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan dialogis antara hukum Islam dan adat lokal serta tashaluh (perdamaian) sebagai solusi praktis dalam menyelesaikan sengketa pembagian waris. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan hukum kewarisan Islam yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai fundamental Islam.
Konsep Halalan Thayyiban dalam Produksi Daging Kultur dengan Teknologi Stem Cell: Studi Al-Qur’an Tematik Ariningtyas, Niken; Syarifah, Umaiyatus; Retna Duhita, Maharani; Mochamad Imamudin
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26425

Abstract

Konsep makanan halalan thayyiban dalam al-Qur'an dan Hadis memberikan panduan konsumsi yang tidak hanya halal secara hukum syariat, tetapi juga baik bagi kesehatan dan keselamatan manusia. Seiring kemajuan teknologi, daging kultur berbasis stem cell muncul sebagai inovasi bioteknologi pangan yang dirancang menyerupai daging konvensional. Namun, isu kehalalan dan etika menjadi sorotan, terutama di kalangan Muslim. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk menelaah penerapan konsep halalan thayyiban dalam produksi daging kultur berbasis stem cell. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk ini masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi prinsip tersebut secara menyeluruh. Dari aspek halal, penggunaan sel punca dari hewan hidup tanpa penyembelihan syar’i serta media kultur yang mengandung unsur haram menjadikannya berpotensi haram. Dari sisi thayyib, kandungan gizi, aroma, dan rasa masih belum sebanding dengan daging konvensional, sehingga memerlukan pengembangan teknologi lebih lanjut. Oleh karena itu, daging kultur berbasis stem cell saat ini belum memenuhi kriteria halalan thayyiban. Meskipun demikian, perkembangan teknologi di masa depan membuka peluang untuk mengatasi hambatan ini melalui penggunaan bahan baku yang halal, peningkatan nilai gizi, dan penerapan proses produksi sesuai prinsip-prinsip syariat Islam.
Relevansi Al-Qur’an dan Sains: Analisis Tafsir Audiovisual Ayat-Ayat Semesta oleh Felix Siauw dan Risco Aditama di Akun YouTube @YukNgajiTV Masruro, Uliyatul; Uliyatul Masruro; Ahmad Zaidanil Kamil
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26432

Abstract

Diskursus tentang hubungan al-Qur’an dan sains modern telah banyak dikaji, namun kajian mengenai tafsir audiovisual di media sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi ayat-ayat al-Qur’an dengan sains modern melalui analisis tafsir audiovisual Felix Siauw dan Risco Aditama di kanal YouTube @YukNgajiTV. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi hubungan antara ayat-ayat al-Qur’an dengan teori ilmiah modern menggunakan tipologi hubungan agama dan sains John F. Haught, yang mencakup Konflik, Kontras, Kontak, dan Konfirmasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Data primer berupa video interpretasi ayat-ayat semesta, sementara data sekunder diperoleh dari literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara ayat-ayat semesta dengan teori ilmiah modern, seperti QS. aẓ-Ẓāriyât [51]: 47 dengan teori Expanding Universe, QS. Fuṣṣilat [41]: 11 dengan konsep Gas Earth, QS. al-Ḥadīd [57]: 25 dan QS. al-Ḥajj [22]: 5 dengan konsep Iron dan Water, serta QS. an-Naml [27]: 88 dengan teori Continental Drift. Interpretasi Felix Siauw dan Risco Aditama cenderung mengadopsi model Konfirmasi, meskipun terdapat elemen model Kontak dalam dialog mereka antara agama dan sains. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan integrasi al-Qur’an dan sains dalam konteks media digital, serta menyediakan kerangka analitis untuk kajian tafsir audiovisual di masa mendatang.
Reinterpretasi Kesetaraan Gender dalam Pernikahan: Analisis Penafsiran Ibnu Asyur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir Asmita Harahap, Seri; Ida Kurnia Shofa
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26853

Abstract

Pernikahan dalam Islam dipandang sebagai sebuah ikatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai upaya untuk membangun keharmonisan dan kelangsungan keturunan. Kesetaraan gender dalam pernikahan menjadi isu penting yang sering diperdebatkan, terutama dalam kaitannya dengan hak dan kewajiban antara suami dan istri menurut al-Qur'an. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji reinterpretasi kesetaraan gender dalam pernikahan dengan analisis penafsirah Ibnu Asyur dalam Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan serta teknik analisis konten. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Asyur dalam karyanya al-Tahrir wa al-Tanwir, telah menawarkan pandangan progresif terkait kesetaraan gender, dengan menekankan keadilan dalam pembagian hak dan kewajiban yang disesuaikan dengan perbedaan peran biologis dan sosial antara pria dan wanita. Ia mengajarkan bahwa kesetaraan tidak berarti persamaan mutlak, melainkan keadilan yang tercermin dalam penghormatan terhadap hak masing-masing pihak dalam hubungan pernikahan. Ibnu Asyur juga menegaskan pentingnya keadilan dalam poligami, di mana suami yang berpoligami harus memastikan perlakuan yang adil terhadap istri-istri mereka, meskipun tidak harus memperlakukan mereka secara identik. Secara keseluruhan, pandangan Ibnu Asyur mengarah pada pemahaman bahwa syariat Islam mendukung kesetaraan gender dalam pernikahan, namun dengan penyesuaian terhadap peran masing-masing individu, yang tetap menghormati perbedaan biologis, sosial, dan emosional antara pria dan wanita. Prinsip ini sejalan dengan tujuan syariat Islam untuk menjaga moralitas, keseimbangan sosial, dan keutuhan keluarga.
Meyakini Qadha’ dan Qadar dalam Al-Qur’andan Relevansinya dengan Ketenangan Jiwa Maulidya, Fariha Putri; Fariha Putri; Wiwin Ainis Rohtih; Ahmad Zainuddin; Miftara Ainul Mufid
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26915

Abstract

Qadha’ dan qadar merupakan konsep penting dalam ajaran Islam yang berkaitan dengan takdir atau ketentuan Allah terhadap segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Iman kepada qadha’ dan qadar merupakan rukun iman ke-6 dan umat Islam wajib mengimaninya. Qadha’ merupakan suatu ketentuan Allah SWT atas segala sesuatu yang di dalamnya terdapat suatu kehendak Allah SWT. Sedangkan qadar merupakan suatu perwujudan atas kehendak, ketentuan maupun ukuran Allah SWT atas segala sesuatunya. Tulisan ini bertujuan mengulas mengenai konsep qadha’ dan qadar dalam al-Qur’an dan kolerasinya dengan ketenangan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-kepustakaan, dengan sumber data primer dari al-Qur’an serta menggunakan metode tafsir maudhu’i. Dengan demikian, tulisan ini menunjukkan bahwa konsep ketenangan jiwa sangat berpengaruh terhadap keyakinan kepada qadha’ dan qadar yang dijelaskan al-Qur’an, di mana seseorang akan merasa lebih tenang dalam menerima segala ketentuan dan ketetapan yang dialaminya. Keimanan kepada qadha’ dan qadar memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari karena memungkinkan seseorang untuk menerima takdir dengan ikhlas, mengatasi stres dan tetap sabar menghadapi tantangan hidup. Tulisan ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman nilai-nilai keislaman yang dapat berpengaruh terhadap ketenangan pikiran dan pengelolaan kekhawatiran.
Implementasi Konsep TIGA-SA dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Siswi di MTs Al-Ishlahiyyah Wonorejo Pasuruan Zahrotul Laili; Ali Muhtarom; Muhammada
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi konsep TIGA-SA (Dipaksa, Terpaksa, Terbiasa) dalam meningkatkan hafalan al-Qur'an siswi di sekolah. Konsep TIGA-SA memanfaatkan tahapan perubahan perilaku yang diawali dengan unsur paksaan (dipaksa), diikuti dengan kebiasaan yang tumbuh dari keterpaksaan (terpaksa), hingga akhirnya membentuk kebiasaan positif (terbiasa) dalam menghafal al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan siswi dan guru sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses implementasi dan hasil dari konsep TIGA-SA. TIGA-SA ini merupakan salah satu inovasi yang dimunculkan oleh para guru di MTs Al-Ishlahiyyah Wonorejo Pasuruan untuk memperbaiki dan meningkatkan    hafalan al-Qur’an siswi disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep TIGA-SA secara signifikan membantu siswi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan al-Qur'an. Melalui tahapan dipaksa dan terpaksa, siswi berhasil membangun disiplin, sementara pada tahap terbiasa, proses hafalan menjadi lebih mandiri dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep TIGA-SA benar-benar meningkatkan kualitas hafalan al-Qur'an siswi. Salah satu kontribusinya adalah meningkatnya keinginan dan minat siswi untuk mempe-lajari dan menghafal al-Qur'an. Hal ini terlihat dari peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan tahfidz harian, peningkatan jumlah setoran hafalan secara sukarela, dan peningkatan jumlah siswi yang memiliki kemampuan untuk menambah target hafalan di luar jadwal yang ditentukan. Selain itu, siswi lebih disiplin dalam hal hafalan dan akademik secara keseluruhan. 
Wanita Karir dalam Surah al-Ahzab Ayat 33: Analisis Perspektif Qur’an: a Reformist Translation Karya Edip Yuksel Agustin, Junita; Ida Kurnia Shofa
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26937

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tafsir surah al-Ahzab ayat 33 dalam karya The Qur’an: A Reformist Translation oleh Edip Yuksel, dengan fokus pada pemahaman peran wanita dalam dunia karir. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka, yang mencakup pengumpulan, pembacaan, pencatatan, dan pengelolaan bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Yuksel, tafsir tradisional yang mengharuskan wanita tetap di rumah perlu diperbarui. Ia menafsirkan ayat 33 dari surah al-Ahzab dengan penekanan pada penghormatan terhadap martabat wanita, bukan pembatasan peran mereka dalam ranah domestik. Dalam konteks kontemporer, di mana wanita berperan aktif dalam berbagai sektor kehidupan, tafsir ini memungkinkan wanita untuk berkarir dengan tetap mempertahankan prinsip moral, etika, dan tanggung jawab sosial yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini penting dalam memperkenalkan perspektif reformis yang relevan dengan perkembangan zaman, memperluas pemahaman tentang peran wanita dalam masyarakat modern, serta mendukung kesetaraan gender. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan tafsir yang lebih inklusif, menjembatani teks klasik dengan realitas sosial masa kini, dan mendorong interpretasi yang lebih sesuai dengan konteks kontemporer.
Makna Lā Taqrabū al-Zinā dalam QS. al-Isra’ [17] Ayat 32: Tinjauan Bertrand Russell Atika, Elok; Raisa Zuhra Salsabila Awaluddin
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.27246

Abstract

Ditinjau dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mengungkapkan, kasus pergaulan remaja seperti hubungan seksual, hamil diluar nikah, dan aborsi pada tahun 2023 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Penelitian ini mengkaji QS. al-Isra’ [17] ayat 32 dengan menggunakan teori atomisme logis Bertrand Russell pada tahapan isomorfis, yaitu menye-laraskan bahasa Al-Qur'an dengan realitas modern. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analitis data. Sumber data primer diperoleh dari buku Betrand Russel, sedangkan sumber data sekunder berupa tafsir, artikel, dan web. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dari QS. al-Isra’ [17] ayat 32 dalam persepktif teori atomisme Bertrand Russell, menawarkan reinterpretasi ayat tersebut untuk memberikan solusi terhadap tantangan sosial modern, menekankan pentingnya pendidikan moral dan agama yang mendalam bagi generasi muda sebagai langkah preventif. Penelitian ini menemukan bahwa QS. al-Isra’ [17] ayat 32 secara logis dan empiris sejalan dengan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat al-Qur’an dapat dimaknai secara kontekstual, baik secara literal maupun sosial. Ayat tersebut telah mengandung konsekuensi ketika seseorang melakukan zina akan menimbulkan dampak dari kesehatan fisik dan gangguan mental seseorang hingga menyebabkan kematian
Toleransi dalam Perspektif Al-Qur’an: Refleksi terhadap Sinkretisme di Era Modern Lukmanul Hakim; Saidul Amin; Rini Maharini; Silva Khayrani; Siti Khoiriah Hasibuan
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.27412

Abstract

Penelitian ini membahas konsep toleransi dalam perspektif al-Qur’an dan relevansinya dalam menghadapi fenomena sinkretisme di era modern. Toleransi merupakan salah satu pilar utama dalam interaksi antarumat beragama terutama di tengah kompleksitas masyarakat modern yang begitu beragam. Dengan membahas toleransi dalam perspektif al-Qur’an, maka yang menjadi rujukan pada pembahasan ini ialah QS. al-An’am: 108; QS. al-Ma’idah: 48; dan QS. al-Kafirun: 6, serta meninjau penafsiran para mufassir dan kajian yang relevan. Melalui analisis mendalam terhadap ayat-ayat al-Qur’an, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai toleransi dapat diterapkan ditengah keberagaman, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi umat Islam  dalam mempertahankan identitas agama di tengah arus sinkretisme. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali bagaimana al-Qur’an mengatur hubungan umat Islam dengan umat beragama lainnya dan bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi kebera-gaman di era modern sehingga tidak mencampurkan yang hak dan batil. Jenis penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Qur'an mengajarkan toleransi yang bersifat inklusif namun tetap menegaskan batasan-batasan dalam hal akidah. Refleksi terhadap sinkretisme modern menganjurkan umat Islam  tetap perlu memperta-hankan identitas keIslam annya sembari tetap menghormati keragaman. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan toleransi berbasis al-Qur'an untuk menyikapi pluralitas agama di era globalisasi.
Aplikasi Yasin dan Tahlil dengan Tanda Waqaf Mushaf Standar Indonesia Nafisah, Isra Afra; Yon Machmudi; Thobib al-Asyhar; Mohammad Izdiyan Muttaqin; Surury, Nurul Azizah
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.27506

Abstract

Penelitian ini menguji kesahihan tanda waqaf di surah Yasin pada aplikasi Yasin dan Tahlil populer, dengan membandingkannya terhadap Mushaf Standar Indonesia (MSI). Rasm, harakat, dhabt, dan tanda waqaf merupakan aspek krusial dalam kesahihan penulisan Al-Qur'an, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan analisis komparatif, penelitian ini menemukan bahwa: Mayoritas aplikasi (5 dari 9) memiliki persentase kesesuaian di atas 90% dengan MSI. Dua aplikasi bahkan mencapai 100% kesesuaian: aplikasi Yasin Full Offline MP3 (Yuk Ngaji) dan aplikasi Surah Yasin dan Tahlil Lengkap (Pustaka Muslim). Menariknya, keduanya memiliki jumlah pengguna kurang dari 100 ribu. Dua aplikasi menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat rendah, dengan salah satunya hanya 2% kesesuaian, meskipun memiliki lebih dari 1 juta pengguna. Temuan ini menyoroti bahwa popularitas aplikasi tidak menjamin kesahihan tanda waqafnya. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menggunakan aplikasi Al-Qur'an yang sesuai dengan MSI.