cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 613 Documents
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA EDUKATIF DI TK FALAH ALMUNTAZIR DUSUN III TANJUNG GUSTA SUMATERA UTARA Emma Marsella; Winny R.E. Tumanggor; Nurhayati Harahap
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2594

Abstract

Abstract: The general problems in this Community Service are first: the lack of educational teaching aids made by PAUD teachers in the classroom learning process, second: the lack of ideas for PAUD teachers in developing educational teaching aids in the classroom learning process so that teachers always use the same media in learning process in the third class: there is a lot of waste from used goods that can be utilized in the learning process so that the teacher automatically becomes an agent of change in reducing waste from used goods because it has been utilized optimally in making media in learning. Making educational teaching aids is not as easy as imagined because teachers have to consider aspects starting from planning the selection of learning media which includes (1) Learning planning in Kindergarten/PAUD (2) Learning targets, namely children (3) Whether the media's readability level meets technical requirements. such as clarity, size, and color arrangement. (4) Suitability to the situation and conditions of the place, such as land area, institutional environment, and community resources around the institution and fourth: Objectivity must avoid choosing media based solely on personal pleasure.  Keywords: Educational Teaching Aids, PAUD, Development Abstrak: Permasalahan umum dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah pertama: masih minimnya pembuatan Alat Peraga Edukatif oleh guru PAUD dalam proses pembelajaran di kelas , kedua : kurang nya ide bagi guru PAUD dalam mengembangkan Alat Peraga Edukatif dalam proses pembelajaran di kelas sehingga guru selalu nenggunakan media yang sama dalam proses pembelajaran di kelas ketiga: banyak nya llimbah barang bekas yang bisa di manfaatakan dalam proses pembelajaran sehingga dengan sendirinya maka guru menjadi agen of Change dalam pengurangan limbah barang bekas karena telah dimanfaatkan dengan maksimal dalam pembuatan media di dalam pembelajaran. Dalam Pembuatan Alat Peraga Edukatif memang tidak semudah yang dibayangkan karena guru harus mempertimbangkan aspek mulai dari perencanaan pemilihan media pembelajaran yang meliputi (1) Perencanaan pembelajaran di TK/ PAUD (2) Sasaran belajar yaitu anak (3) Tingkat keterbacaan media apakah sudah memenuhi syarat teknis seperti kejelasan, ukuran, dan pengaturan warna.(4) Kesesuaian dengan situasi dan kondisi tempat , seperti luas lahan, lingkungan lembaga, dan sumber daya masyarakat di sekitar lembaga dan keempat: Objektivitas harus terhindar dari pemilihan media yang didasari oleh kesenangan pribadi-pribadi semata. Kata kunci: Alat Peraga Edukatif, PAUD, Pengembangan
PEMANFAATAN BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MEDIA SCRAPBOOK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA SISWA DI SLB SWASTA OSAKALI ASAHAN Anim Anim; Putri Lidiana Permatasari; Syahriani Sirait; Muhammad Tuah Anggana Manulang; Bella Norma Iona
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2728

Abstract

Abstract: This article discusses the introduction of local culture in mathematics learning,designed in the form of a scrapbook media, to enhance mathematical literacy skills of students at SLB Swasta Osakali, focusing on flat shapes material. The scrapbook media is designed to link the learning material with local cultural elements familiar to the students, aiming to strengthen mathematical literacy. This service is specifically conducted for students with hearing impairments to observe changes in mathematical literacy skills before and after the implementation of the scrapbook, as well as to evaluate its effectiveness in stimulating students' mathematical literacy. The method used in this activity is a training approach, which includes the dissemination of the material, demonstration of scrapbook media usage, and training skills to relate mathematical concepts to local culture. A quasi-experimental approach with a pretest-posttest design is also applied to measure the improvement in students' mathematical literacy. The target group consists of 9 senior high school students with hearing impairments at SLB Swasta Osakali Asahan, assisted by class teachers as communication intermediaries. Evaluation is conducted at the end of the training by distributing questionnaires to assess participants' understanding of the material and the scrapbook media. The evaluation results show that all students demonstrated improved knowledge, both from individual questionnaire calculations and students' participation and enthusiasm during the scrapbook activity. Thus, the use of scrapbook media based on local culture can be an innovative strategy in inclusive education for children with special needs. Keywords: mathematical literacy; local culture; scrapbook media; inclusive education. Abstrak: Artikel ini membahas pengenalan budaya lokal dalam pembelajaran matematika yang dirancang dalam bentuk media scrapbook untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa di SLB Swasta Osakali, pada materi bangun datar. Media scrapbook ini dirancang untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan elemen budaya lokal yang dikenal oleh siswa, guna memperkuat literasi matematika. Pengabdian ini difokuskan pada siswa penyandang tunarungu untuk menganalisis perubahan kemampuan literasi matematika sebelum dan sesudah penerapan scrapbook, serta mengevaluasi dampaknya. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang meliputi penyuluhan substansi materi, demonstrasi penggunaan media scrapbook, serta pelatihan keterampilan mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal. Pendekatan kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest juga diterapkan untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi matematika siswa. Target pelatihan adalah 9 siswa tunarungu tingkat SMA di SLB Swasta Osakali Asahan, yang didampingi oleh guru kelas sebagai perantara komunikasi. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi dan media scrapbook. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh siswa mengalami peningkatan pengetahuan, dilihat dari skor kuesioner dan antusiasme siswa selama pelatihan. Dengan demikian, penggunaan media scrapbook berbasis budaya lokal dapat menjadi strategi inovatif dalam pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus. Kata kunci: literasi matematika, budaya lokal, media scrapbook, pendidikan inklusif.
PEMANFAATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PENGELOLAAN DISKON PAKAIAN DISTRO Muhammad Ardiansyah Sembiring; Mustika Fitri Larasati Sibuea; Rivaldi Rivaldi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2762

Abstract

Abstract: Arif Distro is a business engaged in the sale of distro clothing. So far, what Arif Distro has done to make clothing prices discounted is still looking at how long the item has been sold. It is possible that there are still people interested in the item and there is no need to give a price cut or discount. Based on the problems that have been presented and the explanation, a decision support system is recommended that can help Arif Distro to choose which products to give distro clothing discounts to increase sales. The implementation of this community service utilizes a decision support system with the MOORA (MultiObjective Optimization by Ratio Analysis) method which is a decision-making model that uses a collective approach to its decision-making process. The criteria for the MOORA (MultiObjective Optimization by Ratio Analysis) method at Arif Distro include time (initial purchase), size, color, stock and type of clothing. The purpose of this activity is to be able to apply the MOORA (MultiObjective Optimization by Ratio Analysis) method in determining distro clothing discounts at Arif Distro and to be able to design a decision support system in determining distro clothing discounts at Arif Distro using the PHP programming language and MySQL database.Keywords: SPK; Discount; Distro Clothing Abstrak: Arif Distro merupakan suatu usaha yang bergerak dibidang penjualan pakaian distro. Selama ini yang dilakukan Arif Distro untuk membuat harga pakaian menjadi diskon masih melihat berapa lama barang tersebut laku terjual. Kemungkinan barang tersebut masih ada orang yang minat dan tidak perlu untuk diberikan potongan harga atau diskon. Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan dan penjelasan tersebut, maka direkomendasikan sebuah sistem pendukung keputusan yang mampu membantu pihak Arif Distro untuk memillih produk mana yang hendak diberikan diskon pakaian distro untuk meningkatkan penjualan. Pelaksanaan pengabdian ini memanfaatkan sistem pendukung keputusan dengan metode MOORA (MultiObjective Optimization by Ratio Analysis) yang merupakan model pengambilan keputusan yang menggunakan pendekatan kolektif dari proses pengambilan keputusannya. Kriteria metode MOORA (MultiObjective Optimization by Ratio Analysis) pada Arif Distro diantaranya waktu (pembelian awal), size (ukuran), warna, stok dan jenis pakaian. Tujuan kegiatan ini adalah dapat menerapkan metode MOORA (MultiObjective Optimization by Ratio Analysis) dalam penentuan diskon pakaian distro di Arif Distro dan dapat merancang sistem pendukung keputusan dalam penentuan diskon pakaian distro di Arif Distro menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.Kata kunci: SPK; Diskon; Pakaian Distro
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL Sri Rahmah Dewi Saragih; Putri Lidiana Permata Sari; Raihana Tresna Suciati; Riska Amelia Putri; Rizki Aulia; Sri Dita Arianti; Ayu Safira; Hikmatun Hasanah; Hariyanti Hariyanti; Ramona Harahap; Amalia Amalia; Intan Zarina Manurung; Hilya Putri
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2776

Abstract

The training for creating digital technology-based mathematics learning media at SMA N 1 Pulau Rakyat on October 2, 2024, aimed to enhance the quality of mathematics education in the digital era. Involving one lecturer and eleven students, this activity adopted interactive methods to foster better student engagement in learning. Initial observations revealed that many students struggled to understand mathematical concepts due to conventional teaching methods. This training focused on introducing digital tools, where students learned to create learning media such as interactive posters and infographics. Evaluation results showed an increase in students' confidence in using technology and their interest in mathematics. Thus, this program not only improves mathematical understanding but also develops relevant technological skills, making students active creators in the learning process.Keywords: Learning media, Digital technology, Mathematics education, Student engagement.
PENINGKATAN KREATIVITAS DIGITAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KARAKTER AI MENGGUNAKAN MIDJOURNEY PADA SISWA SMK NEGERI 8 PEKANBARU Fajrizal Fajrizal; Ahmad Zamsuri; Mhd Arief Hasan; Muhammad Al Fajar
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2814

Abstract

Abstract: This program aimed to introduce and enhance students' understanding of artificial intelligence (AI), with a focus on using MidJourney in digital character creation. The training, attended by 10 students and 1 teacher, covered material from basic to advanced levels regarding AI technology and its application in creative industries. The training methodology included theory introduction, MidJourney tool demonstrations, and hands-on practice in creating digital characters. Evaluation was conducted through pre-test and post-test questionnaires, showing significant improvement in participants' understanding of AI and MidJourney. The pre-test results indicated that 70% of participants had limited foundational knowledge of AI, while the post-test results revealed a 40% increase, with participants now able to create more effective prompts for generating digital characters. Additionally, a post-training satisfaction survey showed high satisfaction levels regarding the delivery of material and the overall quality of the training. This training successfully improved the participants' technological literacy and prepared them for the challenges of the creative industry, which increasingly relies on AI technology. Overall, this activity made a positive contribution in enhancing students' skills in AI-based digital design. Keyword: training; artificial intelligence; midjourney; character design; SMK Negeri 8 pekanbaru; creative technology  Abstrak: Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman siswa tentang kecerdasan buatan (AI) dengan fokus pada penggunaan MidJourney dalam pembuatan karakter digital. Peserta pelatihan, yang terdiri dari 10 siswa dan 1 guru pendamping, diberikan materi dari dasar hingga mahir mengenai teknologi AI dan penerapannya dalam dunia kreatif. Metode pelatihan meliputi pengenalan teori, demonstrasi penggunaan MidJourney, serta sesi praktik pembuatan karakter digital. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap AI dan MidJourney. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 70% peserta memiliki pemahaman dasar yang terbatas tentang AI, sementara hasil post-test menunjukkan peningkatan sebesar 40% dengan peserta mampu menyusun prompt yang lebih efektif untuk menghasilkan karakter digital. Selain itu, survei kepuasan yang dilakukan setelah pelatihan juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap penyampaian materi dan kualitas pelatihan. Pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi teknologi peserta, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia kerja di industri kreatif yang semakin bergantung pada teknologi AI. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mengasah keterampilan peserta didik di bidang desain digital berbasis AI.. Kata kunci: pelatihan; kecerdasan buatan; midjourney; desain karakter; SMK Negeri 8 pekanbaru; teknologi kreatif 
PELATIHAN PENGGUNAAN GADGET SEBAGAI ALAT BANTU BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN FOKUS ANAK DENGAN ADHD DI SEKOLAH INKLUSIF Elvira Asril; Rizki Novendra; Zamzami Zamzami; Yogi Yunefri; Yogo Turnandes
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2881

Abstract

Abstract: ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) is a common psychiatric condition characterized by symptoms of inattention and/or hyperactivity that are not developmentally appropriate, causing impairment in social, academic and professional contexts. There is a need for learning media that are tolerant of children with ADHD, especially in inclusive schools. TK/Paud Lilik as one of the inclusive schools in Pekanbaru has issues related to learning for ADHD students. How to utilize interactive applications on social media, such as alphabet and number recognition tutorials. The easiest and most flexible media to utilize is gadgets. So this learning can be used by teachers at school and by parents/guardians at home. This activity was held at the inclusive school TK/Paud Lilik Pekanbaru, attended by 8 teachers and 2 educators as well as several parents and their children. After this activity took place, a questionnaire was distributed as an evaluation of this training activity. The results were very positive, with more than 80% agreeing or disagreeing with each question. And most of the participants wanted a follow-up activity. This training activity has contributed significantly to schools, teachers and parents, reminding teachers to be more creative and utilize technology and online learning media in learning. Keywords: ADHD; Gadget; Inclusive School; Learning Tools; Training Abstrak: ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) adalah kondisi kejiwaan umum yang ditandai dengan gejala kurang perhatian dan atau hiperaktivitas yang tidak sesuai dengan perkembangan sehingga menyebabkan gangguan dalam konteks sosial, akademis dan profesional. Dibutuhkan media pembelajaran yang toleran terhadap anak-anak ADHD. TK/Paud Lilik sebagai salah satu sekolah inklusif yang ada di Pekanbaru memiliki persoalan terkait dengan pembelajaran terhadap peserta didik ADHD. Bagaimana memanfaatkan aplikasi yang interaktif yang ada, seperti tutorial mengenal abjad dan angka. Media yang paling mudah dan fleksibel dimanfaatkan adalah gadget. Jadi pembelajaran ini bisa digunakan oleh guru di sekolah maupun oleh orang tua/wali murid di rumah masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah inklusif TK/Paud Lilik Pekanbaru, dihadiri oleh 8 guru dan 2 tenaga pendidik serta beberapa orang tua dan anak-anak mereka. Usai kegiatan ini berlangsung, disebarkan angket sebagai evaluasi dari kegiatan pelatihan ini. Hasilnya sangat positif dan memberikan penilaian sangat setuju atau setuju sebanyak lebih dari 80% untuk setiap pertanyaan. Dan kebanyakan dari peserta menginginkan kegiatan lanjutan. Kegiatan pelatihan ini telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi sekolah, guru dan orang tua murid dalam memanfaatkan gadget sebagai media bantu belajar bagi anak-anak dengan ADHD. Selain itu mengingatkan agar guru lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi dan media belajar daring dalam pembelajaran. Kata kunci: ADHD; Alat Bantu Belajar; Gadget; Pelatihan; Sekolah Inklusif 
PENGENALAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS (IoT) BAGI SISWA SISWI SMA NEGERI 1 AIR JOMAN Riki Andri Yusda; Sahren Sahren; Junaidi Sholat; Bima Aditya; Muhammad Rafly
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2924

Abstract

Abstract: The internet has transformed not only data exchange through standard devices such as PCs, laptops, or smartphones, but also shifted to various tools in our surroundings. This concept is known as the Internet of Things (IoT). IoT is defined as a system consisting of networks of sensors, actuators, and smart objects aimed at connecting all items, including everyday objects and those used in industry, making them intelligent, programmable, and capable of interacting with humans. IoT has been widely implemented in various sectors, such as smart cities, innovative healthcare, smart agriculture, smart education, and others. Introducing IoT at an early age, particularly in high schools, is essential, with the hope of fostering students' interest in this field. In this community service initiative, IoT technology was introduced at SMA Negeri 1 Air Joman, by delivering materials on IoT technology and its applications.Keywords: high school, IoT. Abstrak: Penggunaan internet telah mengalami transformasi, tidak hanya untuk pertukaran data melalui perangkat umum seperti PC, laptop, atau smartphone, tetapi juga beralih ke berbagai alat yang ada di sekitar kita. Konsep ini dikenal sebagai Internet of Things (IoT). IoT didefinisikan sebagai sistem yang terdiri dari jaringan sensor, aktuator, dan objek pintar yang bertujuan untuk menghubungkan semua barang, termasuk objek sehari-hari dan yang digunakan dalam industri, sehingga menjadikannya pintar, dapat diprogram, dan mampu berinteraksi dengan manusia. IoT telah banyak diterapkan di berbagai sektor, seperti kota pintar, kesehatan pintar, pertanian pintar, pendidikan pintar, dan bidang lainnya. Pengenalan IoT perlu dilakukan sejak dini, terutama di sekolah menengah atas, dengan harapan dapat meningkatkan minat siswa untuk mendalami bidang ini. Dalam pengabdian masyarakat ini, dilakukan pengenalan teknologi IoT di SMA Negeri 1 Air Joman, melalui penyampaian materi tentang teknologi IoT dan aplikasinya.Kata kunci: IoT, SMA.
EKSPLORASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI: MENINGKATKAN KETERAMPILAN SPASIAL DENGAN GEOBOARD Elfira Rahmadani; Ely Syafitri; Khairun Nisa; Putri Andini; Gladis Syaharani Putri
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2943

Abstract

This community service research aims to improve the spatial skills of elementary school students through local wisdom-based geometry learning with geoboard media. The main problem faced is the low understanding of students towards geometry concepts due to the abstract and less contextual learning approach. The method used is Participatory Action Research (PAR) which actively involves teachers and students in planning, implementation, and evaluation. The activity was carried out at UPTD SDN 014686 Sidomulyo, with the participation of 90 grade III students. The results showed a significant increase in students' spatial skills: 88% of students found it easier to understand geometric shapes, 91% showed active involvement, and 94% hoped that this method would continue to be used. In addition, 100% of teachers stated that this method was effective and increased their confidence in teaching. The use of geoboards and the integration of local cultural motifs have been proven to create contextual, enjoyable, and meaningful learning experiences. The conclusion of this activity is that local wisdom-based geometry learning with the help of geoboards is effective in improving students' spatial skills and is relevant to be applied widely
DIGITAL PARENTING: PELATIHAN STRATEGI PENGAWASAN ANAK DI ERA GADGET BAGI IBU RUMAH TANGGA DI DESA KELAMBIR V Virdyra Tasril; Ade Rizka; Indri Sulistianingsih; Sri Novida Sari
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3004

Abstract

Abstract: The advancement of digital technology has influenced the way parents raise their children, especially amid the widespread use of gadgets today. From an early age, children are becoming accustomed to using digital devices, and without adequate supervision, this can negatively impact their development. This community service activity was designed to enhance the knowledge and skills of housewives in Kelambir V Village in applying a digital parenting approach, particularly in supervising their children's use of gadgets. The activities were carried out through counseling sessions, focused group discussions (FGD), and supervision simulations based on case studies. The training successfully improved the mothers' understanding of the impacts of gadget use, while also fostering their commitment to establishing rules for digital device usage within the family environment. This initiative also supports the creation of a healthy technology use culture at home and strengthens the role of mothers as primary caregivers in today’s digital era. It is hoped that this training can serve as a model of community-based family empowerment practices in rural areas. Keyword: digital parenting; gadgets; digital literacy; housewives Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah memengaruhi cara orang tua membesarkan anak, terutama di tengah maraknya penggunaan gadget saat ini. Sejak usia dini, anak-anak mulai terbiasa menggunakan perangkat digital, dan tanpa pengawasan yang memadai, hal ini dapat berdampak buruk pada perkembangan mereka. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan ibu rumah tangga di Desa Kelambir V dalam menerapkan pendekatan digital parenting, khususnya terkait pengawasan penggunaan gadget pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan simulasi pengawasan berbasis studi kasus. Pelatihan tersebut berhasil meningkatkan pemahaman para ibu mengenai dampak penggunaan gadget, sekaligus menumbuhkan komitmen mereka untuk menerapkan aturan penggunaan perangkat digital dalam lingkungan keluarga Kegiatan ini turut mendukung terciptanya budaya penggunaan teknologi yang sehat di rumah, sekaligus memperkuat peran ibu sebagai pengasuh utama di zaman era digital sekarang. Pelatihan ini diharapkan menjadi contoh praktik pemberdayaan keluarga berbasis komunitas di daerah pedesaan. Kata kunci: digital parenting; gadget; literasi digital; ibu rumah tangga
SOSIALISASI PENGEMBANGAN MODUL AJAR BAHASA INGGRIS BERBASIS DIGITAL BAGI GURU DI SMP SWASTA AL-AZHAR MEDAN Rizky Vita Losi; Ahmad Fadli Harahap; Roobby Hamdanur; Ghustiva Liani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3010

Abstract

Abstract: The development of digital English teaching modules is urgent in the context of globalization and rapid technological advances. The socialization activities in the implementation of this community service aimed to increase the understanding and knowledge of English teachers in creating and using digital-based teaching modules in English subjects at SMP Swasta Al-Azhar Medan. This activity provides insight into effective teaching strategies and how to design modules that are interactive and interesting, so as to increase student engagement. The development of English teaching module uses several digital applications such as Canva, Flipbook Maker, and Barcode Generator to create an innovative and interactive digital-based teaching module. The method used in this activity is organized in several stages, namely: (1) situation analysis, (2) observation and initial interviews, (3) instrument preparation, (4) pre-test and material presentation, and (5) post-test, question and answer session and evaluation. The success of this community service activities is measured using the percentage of pre-test and post-test results, where the results show a significant increase, almost reaching an average of 87% in the post-test results. These results indicate that quantitatively the understanding and knowledge of English teachers at SMP Swasta Al-Azhar Medan on digital-based teaching modules has increased after participating in the socialization held by the service team. This socialization activity is expected to be the first step in transforming teaching methods that are more modern and effective, and support students in achieving optimal learning outcomes. Keyword: digital-based teaching module; English language skills; interactive learning Abstrak: Pengembangan modul ajar digital bahasa Inggris sangat mendesak dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi yang cepat. Kegiatan sosialisasi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru bahasa Inggris dalam membuat dan menggunakan modul ajar berbasis digital pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP Swasta Al-Azhar Medan. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang strategi pengajaran yang efektif dan cara merancang modul yang interaktif serta menarik, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Modul ajar bahasa Inggris yang dikembangkan menggunakan beberapa aplikasi digital seperti Canva, Flipbook Maker, dan Barcode Generator hingga terciptanya modul ajar berbasisi digital yang inovatif dan interaktif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini disusun dalam mbeberapa tahapan, yaitu: (1) analisis situasi, (2) observasi dan wawancara awal, (3) penyusunan instrumen, (4) pre-test dan pemaparan materi, serta (5) post-test, sesi tanya jawab dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan PKM diukur menggunakan persentase hasil pre test dan post test, dimana hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signikan hampir mencapai rerata 87% pada hasil post test. Hasil ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif pemahaman dan pengetahuan guru-guru bahasa Inggris di SMP Swasta Al-Azhar terhadap modul ajar berbasis digital mengalami peningkatan setelah mengikuti sosialisasi yang diadakan oleh tim pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam transformasi metode pengajaran yang lebih modern dan efektif, serta mendukung siswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Kata kunci: modul ajar berbasis digital; keterampilan bahasa Inggris; pembelajaran interaktifÂ