cover
Contact Name
Husna Nashihin
Contact Email
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Phone
+6283817990006
Journal Mail Official
jurnaljipsi.amorfati@gmail.com
Editorial Address
Kantor Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta Alamat: Siwil RT.05/RW.20, Siwil, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
ISSN : -     EISSN : 29629187     DOI : -
Education Science. The Islamic Education Science. Educational Psychology. Learning Psychology. Educational Philosophy. Islamic Educational Philosophy. Lesson Plan. Lesson Design. Lesson Media Development of Resources and Learning Media. Learning Theory of Islamic Education. Learning Strategies of Islamic Education. Islamic Education Curriculum Development. Objectives and Evaluations of Educational Curriculum. Tafsir Tarbawi. Hadist Tarbawi.
Articles 171 Documents
Hubungan Frekuensi Sholat Berjama’ah dengan Karakter Tanggung Jawab dan Kedisiplinan Siswa Kelas V Mi Islamiyah Pakel Montong Dito Amanda Putra; Ziana Dhurrotul Aniyah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi sholat berjama’ah dengan karakter tanggung jawab dan kedisiplinan siswa kelas V MI Islamiyah Pakel Montong Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 26 siswa dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji prasyarat, uji korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara frekuensi sholat berjama’ah dengan tanggung jawab (r =0,931) dan kedisiplinan (r = 0,873) dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Selain itu, hasil uji regresi menunjukkan bahwa frekuensi sholat berjama’ah berpengaruh positif terhadap kedisiplinan (β = 0,746) dan tanggung jawab (β = 0,824). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi sholat berjama’ah, maka semakin tinggi pula tingkat tanggung jawab dan kedisiplinan siswa. Oleh karena itu, sholat berjama’ah dapat dijadikan sebagai strategi efektif dalam pembentukan karakter siswa. Kata Kunci: sholat berjama’ah, tanggung jawab, kedisiplinan.
Students’ Moral Crisis in the Digital Era: A Tarbawi Hadith Analysis from the Perspective of Character Education Erna Marstiyaningtiyas; M Suparta; Romlah Abubakar Askar
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.819

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed students’ behavior and social interaction patterns. Besides providing easier access to information and learning resources, the digital era has also triggered various moral crises, including declining communication ethics, cyberbullying, reduced respect for teachers, and the misuse of social media. This study aims to analyze the crisis of students’ adab (moral conduct) in the digital era through the perspective of hadith tarbawi and to examine the relevance of prophetic educational values in strengthening character education. This study employed a qualitative approach using library research methods. Data sources were obtained from hadith tarbawi, scientific journal articles, books, and relevant studies published within the last five years. The data were analyzed using content analysis techniques through data reduction, categorization, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that hadith tarbawi possesses strong relevance to character education in the digital era through values such as honesty, responsibility, respect for teachers, self-control, compassion, discipline, and exemplary behavior. These values serve as moral and spiritual foundations in shaping students with ethical digital behavior, noble character, and the ability to respond wisely to technological advancements. Therefore, the integration of hadith tarbawi into modern education is essential to strengthen holistic and sustainable character education.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Penipuan Berkedok Investasi Aset Kripto Oleh Financial Influencer Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Muhammad Hafidh Al Amien; Deny Guntara; Muhamad Abas
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.820

Abstract

Perkembangan teknologi finansial membuat investasi aset kripto semakin populer di Indonesia. Namun, hal ini juga diiringi maraknya penipuan berkedok investasi yang dilakukan financial influencer di media sosial. Modusnya menawarkan investasi kripto dengan janji keuntungan tetap, tanpa risiko, dan hasil pasti yang menyesatkan, sehingga merugikan masyarakat. Terdapat diskrepansi yang nyata antara realitas di lapangan dengan kerangka regulasi yang berlaku saat ini. Atas dasar tersebut, studi ini diarahkan untuk membedah kualifikasi delik serta mekanisme pertanggungjawaban hukum bagi financial influencer yang terlibat dalam praktik penipuan aset kripto di Indonesia. Dengan mengadopsi metode yuridis normatif, penelitian ini menitikberatkan pada analisis literatur dan penelaahan mendalam terhadap berbagai instrumen perundang-undangan yang relevan. Hasilnya menunjukkan perbuatan influencer yang menawarkan investasi kripto dengan tipu muslihat dan kebohongan memenuhi unsur tindak pidana penipuan Pasal 378 KUHP, Pasal 492 UU No. 1 Tahun 2023, serta Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A ayat (1) UU ITE. Tindakan tersebut juga melanggar UU Perdagangan Berjangka Komoditi karena menjanjikan keuntungan pasti tanpa izin Bappebti. Pelaku dapat dipidana jika terbukti ada kesalahan dan sifat melawan hukum.Karena itu, diperlukan penegakan hukum yang konsisten dan penguatan regulasi khusus terkait promosi investasi digital oleh influencer untuk melindungi masyarakat. Penelitian ini juga menemukan kekosongan hukum mengenai aturan spesifik bagi influencer yang mempromosikan komoditas berjangka
The Role of Islamic Religious Education in the National Education System : Kurikulum Samia Novera; Alfi Lutfiyah; Fauzan; Hanifah Safitri
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.826

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) is a key component of Indonesia’s national education system, serving not only as a means of transmitting religious knowledge but also as an instrument for shaping students’ character and moral values. This article aims to analyze the role of PAI in the national education system amidst the challenges of globalization, digitalization, and rapid social change. The research method employed is qualitative, utilizing a literature review approach (library research), by examining various recent scientific literature indexed in SINTA and other academic sources. The results of the study indicate that PAI continues to hold a strategic position in building national character, despite facing various challenges such as the dominance of cognitive approaches, low levels of technology integration, and issues of intolerance. Therefore, a reconstruction of the PAI paradigm is needed one that is more integrative, contextual, and adaptive to the times to ensure its continued relevance in national education. Keywords: Islamic Religious Education, National Education, Character, Religious Moderation, Digitalization
Reconstructing Islamic Religious Education in The Global Era: Addressing The Challenges of Digitalization and Radicalism in Indonesia Fadhilah Husna Nurbaiti; Samia Novera; Erba Rozalina Yulianti; Alfi Lutfiyah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.827

Abstract

The development of digital technology in the global era has brought about significant changes in the education system, including Islamic Religious Education (IRE). On the one hand, digitalization provides easy access to information and religious learning resources; on the other hand, it also presents various challenges, such as a shift in scholarly authority, low digital literacy, and the increasing spread of radical ideologies through social media. These conditions indicate that PAI education in Indonesia still faces problems in the form of a dominance of cognitive and formalistic approaches, as well as a weak internalization of religious values in the social lives of students. This study aims to analyze the dynamics and challenges of Islamic Religious Education in the global era and to formulate a relevant reconstruction of Islamic Religious Education to address digitalization and radicalism in Indonesia. This study employs a qualitative approach using library research methods. Data were collected from various books, scientific journals, articles, and academic sources related to Islamic Religious Education, digital literacy, religious moderation, and digital radicalism. Data analysis techniques were conducted through data reduction, categorization, interpretation, and drawing conclusions in a descriptive-analytical manner. The results of the study indicate that the reconstruction of Islamic Religious Education (PAI) needs to be directed toward the development of a critical, contextual, and moderate learning paradigm through the integration of digital literacy, the strengthening of religious moderation, the development of a critical religious mindset, and the transformation of the teacher’s role as a learning facilitator in the digital era. Furthermore, a learning approach based on reflection, dialogue, and critical thinking is essential in shaping students who are religious, tolerant, and adaptable to the changing times. Thus, Islamic Religious Education serves not only as a means of transferring religious knowledge but also as an ideological bulwark in confronting the challenges of digitalization and radicalism in Indonesia. Keywords: Islamic Religious Education, digitization, digital literacy, religious moderation, radicalism.
Pengaruh Pembelajaran Tajwid Dasar terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Juz 30 Peserta Didik Kelas IV–VI MI Tamrinussibyan 02 Al-Hikmah Bulakwungu Kharisma risma; Solekhul Amin; Dzul Arsil; Fahmi Rizka Apipi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran tajwid dasar terhadap kemampuan membaca Al-Qur'an Juz 30 peserta didik kelas IV–VI MI Tamrinussibyan 02 Al-Hikmah Bulakwungu, Brebes. Metode yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV–VI yang berjumlah 60 peserta didik dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes praktik membaca Al-Qur'an Juz 30 mencakup lima aspek: ketepatan makhraj huruf, penerapan hukum tajwid, panjang-pendek bacaan, kelancaran membaca, dan ketartilan bacaan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 59,58 meningkat menjadi 73,25 pada posttest dengan selisih 13,67 poin. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. > 0,05). Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai Sig. (2-tailed) < 0,001 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Uji N-Gain menghasilkan nilai 0,34 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, pembelajaran tajwid dasar berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an Juz 30 peserta didik. Kata Kunci: pembelajaran tajwid dasar; kemampuan membaca Al-Qur'an; Juz 30; Madrasah Ibtidaiyah; one-group pretest-posttest
Nilai-nilai Moderat dalam Pancasila: telaah konseptual atas Wasathiyah Islam dan Ideologi Kebangsaan Indonesia AHMAD RIO FEBBYANTO; Saeful Anam
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.832

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis korespondensi nilai-nilai Islam moderat dalam Pancasila serta implikasinya bagi penguatan moderasi beragama di tengah tantangan globalisasi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh munculnya pandangan yang menempatkan Islam dan Pancasila secara dikotomis, padahal keduanya memiliki titik temu substantif dalam membangun kehidupan berbangsa yang religius, adil, toleran, dan berkeadaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder yang relevan, meliputi dokumen moderasi beragama, kajian Pancasila, dan pemikiran tokoh Islam wasathiyah. Analisis dilakukan secara normatif-filosofis melalui teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip tawazun, tasamuh, i‘tidal, syura, dan maslahah dalam Islam moderat berkorespondensi dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam Pancasila. Pancasila dapat dipahami sebagai ruang aktualisasi nilai Islam moderat dalam kehidupan publik Indonesia. Korespondensi tersebut berimplikasi pada penguatan komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Artikel ini menegaskan bahwa Islam moderat dan Pancasila bukan dua entitas yang bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam menjaga persatuan bangsa di era globalisasi. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan wacana moderasi beragama, pendidikan Islam, dan penguatan ideologi kebangsaan yang inklusif, kontekstual, serta relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia kontemporer di tengah arus perubahan sosial, budaya, teknologi, dan keagamaan global.
Contextual Study of Religious Moderation Values in Islamic Education for Multicultural Social Behavior in the Sukra Village Community Rofik Hijazi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.835

Abstract

This study aims to analyze the implementation of religious moderation values in Islamic education and their contribution to shaping the multicultural social behavior of the community in Sukra Village, Sukra District, Indramayu Regency. Sukra Village is an area with a relatively high level of social heterogeneity in terms of culture, ethnicity, and religion. The research employs a qualitative-descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the internalization of religious moderation values such as tawasuth (moderation), tasamuh (tolerance), tawazun (balance), and ta’adul (justice) has been implemented in various formal and non-formal Islamic educational activities, including religious study gatherings, family education, and the roles of religious leaders. This implementation has had a significant impact on strengthening attitudes of tolerance, willingness to deliberate, and rejection of extreme religious ideologies within the community. Supporting factors for the implementation of religious moderation include the role of religious leaders, educational institutions, and the community’s open social culture. Meanwhile, the inhibiting factors include the influence of social media, limited digital literacy, and the presence of certain exclusive groups. This study recommends strategies for strengthening religious moderation through contextual, collaborative Islamic education models based on local wisdom values.
Student management in improving the quality of graduates at MTs islamiyah Barbaran Siti Maisyaroh Nasution; Ali Yusron; Marwah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.837

Abstract

Student management is the arrangement of all student activities related to the proces from the time students enter to the time they leave. Student management activities are part of on educational institution. Student management activities are also an important part that must be constidered in its implemention. This paper raises the title of student answer the question of haw student management improves the quality graduates at MTs Islamiyah Barbaran and what are the supporting and inhibiting factors in improving the quality of graduates. The purpose of this reseacrh is do describe and analyze the role of student management in improving the quality of graduates at MTs Islamiyah Barbaran. Student management is an important part of educational management, encompassing planning, organizing, implementing, and supervising all student activities throughout the educational process. Through a qualiative approach, data was collected through observation and interviews with the principal, the deputy principal for curriculum, the deputy principal for student affairs, administration, and students. The results show that student management at MTs Islamiyah Barbaran has been implemented systematically, starting from the new student admission process, character development, academic guidance, to the management of guidance and counseling. These efforts contribute to improving academic achievement, discipline, and the readiness of graduates to continue their education to a higher level. With effeictive management, the madrasag is able to produce graduates who excel not only in cognitive aspects, but also in affective and pysychomotoror aspects.
Penerapan Dadu Pintar Dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Dan Sains Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Paud Ar-Rohmah) Intan Permata Sari; Putri Maslia Ali; Suci Amanah; Riski Adelina Matondang; Selvi Septiani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.839

Abstract

This study aims to describe and analyze the application of smart dice media in increasing interest in learning mathematics and science in early childhood. This study uses a field research method with a qualitative descriptive approach supported by simple quantitative data. The subjects of the study were 20 children aged 5–6 years at PAUD Ar-Rohmah. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation during the learning process. The media used were smart dice combined with tree-shaped props and pictures of fruits, such as apples and bananas, to help children understand the concept of simple addition and recognize tastes as part of science learning. The results of the study showed that the use of smart dice media was able to increase children's interest in learning, which was indicated by increased activity, participation, self-confidence, and enthusiasm in participating in learning. In addition, children's abilities in understanding the concept of simple addition and recognizing the taste of fruit also increased. However, there were still some children who needed guidance in understanding the learning material.