cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pendampingan Mahasiswa terhadap Metamorfosis Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid 19 Diana Kartika; Oslan Amril; Ali Mardius; Andika Prajana; Yuni Astuti; Zulbahri Zulbahri
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.004 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.1281

Abstract

ABSTRACTThis community service program aims to provide assistance to college students in learning process that changes due to the impact of the Covid-19 Pandemic. There has been a change in learning that was initially offline or carried out at the campus but because of the pandemic it was directed into online learning of course has weaknesses and shortcomings. The continuity of this program is to understand and prepare for online learning both in terms of IT, immunity, ethics and others in the future so that learning outcomes can still be achieved even though the process is online Keywords: Speaking Ethics, Mastery of IT, enhancing body immunity ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada mahasiswa dalam proses pembelajaran yang berubah karena dampak Pandemi Covid 19. Terjadinya perubahan pembelajaran yang awalnya luring atau dilakasanakan di kampus tetapi karena pandemi maka di arahkan pada daring yang tentunya memiliki kelemahan dan kekurangan. Keberlanjutan dari program ini adalah agar mamahami dan mempersiapkan diri untuk pembelajaran daring baik dari segi IT, imun tubuh, etika dan lainnya pada masa berikutnya sehingga capaian pembelajaran tetap tercapai walaupun prosenya daring.  Kata Kunci: Etika Berbicara, Penguasaan IT, peningkatan imun Tubuh
Pelatihan Penggunaan SPSS Bagi Guru untuk Penelitian Kuantitatif Nora Surmilasari; Rohana Rohana; Putri Fitriasari; Novita Sari; Jayanti Jayanti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.071 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.199

Abstract

In general this training aims to motivate teachers to conduct quantitative research. The specific purpose of this training aims to improve teachers' understanding of the use of SPSS applications in quantitative research.This training was conducted at Al Amalul Khair High School Palembang. Training participants are high school Al Amalul Khoir Palembang teachers and MTs Al Amalul Khoir Palembang Teachers. The training method consists of three parts, namely planning, implementing, and evaluating training. The analysis technique is questionnaire analysis. Questionnaires were given before and after training. Based on the evaluation results, the participants' responses showed a positive response.Keywords: SPSS, Training, Quantitative research.ABSTRAKSecara umum pelatihan ini bertujuan untuk  memotivasi guru melakukan penelitian kuantitatif. Secara khusus bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang penggunaan aplikasi SPSS dalam penelitian kuantitatif. Metode pelaksanaan pelatihan terdiri dari tiga bagian, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data angket yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Berdasarkan  hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa respon guru-guru SMA dan MTs Al Amalul Khair Palembang setelah diberikan kegiatan pelatihan penggunaan program SPSS menunjukkan respon yang positif.Kata Kunci: SPSS, Pelatihan, Penelitian kuantitatif.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat melalui Bank Sampah di Desa Cinanjung Aditya Candra Lesmana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.874 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1530

Abstract

The issues regarding garbage to this day is still a fascinating study to discuss. Various methods of handling the garbage problems have been carried out. The amount of waste that caused by the growing of population, need various sectors involved in its handling. Waste management problems also occur in the Cinanjung Village where there are still many people who do not care about good waste management efforts. As one of the efforts to deal with the waste problem, a community-based independent waste management was carried out in Cinanjung Village, which was pioneered by Eco Village. Community based waste management can help reduce waste by raising awareness about the waste consumed by each household. This community service subject is general public on the Cinanjung Village. The method used in this activity is to conduct community-based independent waste management training. The results of this community service is increasing public awareness about the importance of community-based independent waste management. In addition, the results of this service activity also show an increase in public knowledge about waste management. The people who participated in the training became more aware of alternative waste management for a cleaner and healthier environment. Keywords: Waste bank Independent Waste Management, , Community ABSTRAKIsu mengenai sampah hingga kini masih menjadi kajian menarik untuk dibahas. Berbagai metode penanganan masalah terkait sampah pun telah dilakukan. Semakin banyaknya sampah yang disebabkan akibat populasi yang semakin bertambah, juga memerlukan keterlibatan berbagai sektor dalam upaya penanganan sampah. Permasalahan terkait dengan sampah juga terjadi di Desa Cinanjung dimana masih banyak masyarakat yang kurang rasa peduli terhadap upaya pengelolaan sampah yang baik. Sebagai salah satu upaya menangani permasalahan sampah, dilakukan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat di Desa Cinanjung yang dipelopori oleh Eco Village. Pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat dapat membantu mengurangi sampah dengan memberikan penyadaran terhadap sampah yang dikonsumsi oleh masing-masing rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini dilakukan terhadap masyarakat yang ada di Desa Cinanjung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan pelatihan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Selain itu hasil dari kegiatan pengabdian ini juga menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Masyarakat yang mengikuti pelatihan menjadi lebih mengetahui bagaimana alternatif pengelolaan sampah untuk lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Kata Kunci : Bank Sampah, Pengelolaan Sampah Mandiri, Masyarakat
Pendampingan Siswa SMK Palapa Mojokerto dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara sebagai Bentuk Dimensi Kreatif dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Rani Jayanti; Tri Ratna Rinayuhani; Cahyo Hasanudin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.677 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2841

Abstract

ABSTRACTPKM activity has a background in the creative dimensions of the Pancasila Student Profile strengthening project (P5), which is a phase where you can find out the abilities and needs of students in accordance with learning objectives. Speaking skills with creative dimensions P5 are used as an increase in creative education in speaking skills which can be contributed when speaking. In speaking, one must pay attention to skills, ideas, ideas, actions and flexibility of thinking to develop the abilities possessed by each student. The purpose of the activity is to increase the creative dimensions of students in speaking skills which can understand the topics to be discussed according to the abilities and contexts of each student. The method of implementing this activity uses the lecture method. The results of the activities in this service, students produce original ideas and have flexibility of thinking in finding alternative problems. Keywords: Speaking skill, P5, creative dimension ABSTRAKKegiatan PKM ini memiliki latar belakang dimensi kreatif proyek penguatan profil pelajar pencasila (P5) yang merupakan fase dimana dapat mengetahui kemampuan dan kebutuhan peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Keterampilan berbicara dengan dimensi kreatif P5 digunakan sebagai peningkatan pendidikan kreatif dalam kecakapan berbicara yang mana dapat dikonstribusikan saat berbicara. Dalam berbicara harus memperhatikan keterampilan, ide, gagasan, tindakan dan keluwesan berfikir untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa. Tujuan kegiatan untuk peningkatan dimensi kreatif peserta didik dalam keterampilan berbicara yang mana dapat memahami topik yang akan dibicarakan sesuai kemampuan dan konteks yang dimiliki setiap peserta didik. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah. Hasil kegiatan dalam pengabdian ini peserta didik menghasilkan gagasan yang orisinal dan memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif permasalahan. Kata Kunci: Keterampilan berbicara, P5, dimensi kreatif
Penggunaan Alat Peraga Timbangan pada Materi Bilangan Asli dan Kesetimbangan Tika Karlina Rachmawati; Ehda Farlina; Winda Setya; Tutut Widiastuti A
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.579 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.645

Abstract

Natural Numbers is one of many Mathematics subjects given in elementary school. One of material that is learned in Natural Numbers is the Numerical Count Operations, Lack of use of teaching aid by the teacher to explain the material Operations to Calculate Natural Numbers makes students not really get what is taught. Therefore, one of the solutions is to conduct training on teaching aidsequilibrium. The purpose of this training is to introduce the concept of equilibrium uses the teaching aid of the scales in the operation of calculating natural numbers in mathematics as it ison equilibrium material in science lessons. This Community service activity use straining methods. It is a training using the teaching aid. This community service that is based on training aimed to grade IIIA and IIB students at MI At Taqwa Rancaekek, Bandung Regency. This activity was done July 31, 2019. On this activity most students already understood the operation of natural numbers is addition, subtraction, multiplication, and equilibrium by using scales. While mistakes that many students did was when students tried the teaching aid, they hung on the beam's position wrong either the right arm or the left armKeywords: teaching aid, scales, natural numbers, equilibrium ABSTRAKBilangan Asli merupakan salah satu materi mata pelajaran Matematika yang diberikan di SD. Salah satu yang dipelajari pada Bilangan Asli adalah Operasi Hitung Bilangan Asli. Kurangnya penggunaan alat peraga untuk menjelaskan materi Operasi Hitung Bilangan Asli membuat siswa mengalami kebingungan. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah mengadakan pelatihan tentang alat peraga timbangan. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah mengenalkan konsep kesetimbangan dengan menggunakan alat peraga timbangan pada operasi hitung bilangan asli di pelajaran matematika sekaligus pada materi kesetimbangan di pelajaran IPA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan. Pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan dengan menggunakan alat peraga timbangan. Pengabdian kepada masyarakat berbasis pelatihan ini ditujukan kepada siswa kelas IIIA dan IIIB MI At Taqwa Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2019. Pada kegiatan ini, sebagian besar siswa sudah memahami operasi bilangan asli yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan kesetimbangan dengan menggunakan alat peraga timbangan. Sedangkan kesalahan atau kekeliruan yang banyak dilakukan siswa adalah pada saat siswa mencoba alat peraga timbangan yaitu kesalahan siswa dalam menggantungkan posisi balok baik di lengan kanan atau lengan kiri.Kata Kunci: alat peraga, timbangan, bilangan asli, kesetimbangan
VERTICAL GARDEN MEWUJUDKAN SEKOLAH DASAR BERBASIS LINGKUNGAN Abdulrasyid Tolangara; Rohima Wahyu Ningrum
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.763 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.192

Abstract

ABSTRACTSchool yard is the most appropriate learning media to support learning creativity for learners. The narrow use of school yard has not been well implemented so that the students' ignorance towards the environment is closely related to the decreasing environmental quality in schools. To improve the quality of education and learning achievement of learners about environmental knowledge can provide a direct understanding to learners about the environment by applying the concept of vertical garden in the yard of the school. Vertical concept of this garden becomes an alternative in getting around the yard or narrow land. The school plays an important role in this devotion program at the time of making the garden vertical garden, where the school proposes the implementation of maintenance activities and planting new plant species in the annual plan of SDN 34 Kota Ternate. Socialization and workshops that have been done with the school together with community service team Unkhair can provide an early description of the use of a narrow school yard by applying the garden vertical garden. Another target of this program is that students and teachers feel the benefits of this school park in classroom learning so that they can apply the concept of farming obtained for the home.Keywords: Garden vertical garden, environment, school yard.ABSTRAKPekarangan sekolah merupakan media belajar yang paling tepat untuk menunjang kreativitas belajar bagi peserta didik. Pemanfaatan pekarangan sekolah yang sempit masih belum terlaksana dengan baik sehingga ketidakpedulian peserta didik terhadap lingkungan sangat berkaitan dengan menurunnya kualitas lingkungan di sekolah. Untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi belajar peserta didik tentang pengetahuan lingkungan dapat memberi pemahaman langsung kepada peserta didik tentang lingkungan hidup dengan menerapkan konsep vertical garden di pekarangan sekolah. Konsep vertikal garden ini menjadi sebuah alternatif dalam menyiasati pekarangan atau lahan yang sempit. Pihak sekolah sangat berperan penting dalam program pengabdian ini pada saat pembuatan taman vertical garden, dimana pihak sekolah mengusulkan pelaksanaan kegiatan perawatan dan penanaman jenis tanaman baru dalam rencana tahunan SDN 34 Kota Ternate. Sosialisasi dan workshop yang telah dilakukan bersama pihak sekolah bersama tim pengabdian masyarakat Unkhair dapat memberikan gambaran awal tentang pemanfaatan pekarangan sekolah yang sempit dengan menerapkan taman vertical garden. Target lain luaran program ini adalah diharapkan peserta didik dan guru merasakan manfaat dari taman sekolah ini pada pembelajaran di kelas sehingga dapat menerapkan konsep bercocok tanam yang diperoleh untuk dirumah.  Kata Kunci: Taman vertical garden, lingkungan, pekarangan sekolah.
SISTEM PENANGGULANGAN TINDAKAN KEKERASAN OLEH WALI SISWA TERHADAP PENDIDIK SMK NEGERI 2 MAKASSAR Aan Aswari; Salim Basamalah; Amar Bachti; Muhammad Rinaldy Bima
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.562 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.72

Abstract

The high school / vocational school situation is following the modern school model in order to adapt its existence to technology era. Synchronization can make more excellence, including in the form of cross-border regional relationships and forming a competitive atmosphere between schools, and build new subsystems to improving the quality of schools, but in fact also poses an additional challenge in running the subsystems within the school, thus requiring a legal approach as a solution to potential conflicts. The method of implementation in this devotion uses a lecture socialization technique in order to create a legal awareness for students, teachers and parents in order to prevent legal problems. Socialization and application of legal symbols for transfer of knowledge to school elements isn’t biased after the dedication to the students has been completed. This dedication emphasizes four important points, including: (1) Religious Approach, (2) Student Moral & Ethics Development, (3) The Importance of Discipline, and (4) Embedding Legal Awareness, which is believed to help keep the school process to its goals any time. Finally, all these important points become the reference for the implementation of concrete activities in the environment of SMK Negeri 2 Makassar.Keywords: violence, vocational students, student trusteeABSTRAKSituasi sekolah setingkat SMU/Kejuruan telah mengikuti perkembangan model sekolah moderen dalam rangka menyesuaikan eksistensinya diera teknologi. Sinkronisasi diyakini dapat meningkatkan keunggulan, diantaranya dalam bentuk pergaulan lintas batas kewilayahan dan membentuk suasana kompetitif antar sekolah. Hal itu menumbuhkan berbagai subsistem baru dalam peningkatan mutu sekolah, namun sesungguhnya menimbulkan sebuah tambahan tantangan dalam menjalankan subsistem dalam sekolah tersebut, sehingga perlu pendekatan hukum sebagai solusi terhadap potensi konflik. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini menggunakan tehnik ceramah/sosialisasi agar terciptanya sebuah kesadaran hukum bagi siswa, guru dan wali siswa demi mencegah permasalahan hukum. Sosialisasi dan penerapan simbol hukum agar transfer ilmu pengetahuan kepada unsur dalam sekolah tidak bias setelah pengabdian pada siswa telah selesai. Pengabdian ini menekankan pada 4 poin penting, diantaranya: (1) Pendekatan Keagamaan, (2) Pengembangan Moral & Etika siswa, (3) Pentingnya Kedisiplinan, dan (4) Menanamkan Kesadaran Hukum, yang diyakini mampu membantu menjaga proses sekolah meraih tujuan-tujuannya setiap saat. Akhirnya, keseluruh poin penting ini menjadi acuan untuk dilaksanakannya berbagai kegiatan kongkrit dalam lingkugan sekolah SMK Negeri 2 Makassar.Kata kunci: kekerasan, siswa SMK, wali siswa
Pengembangan Usaha Kelompok Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) PDA Sukoharjo Melalui Pemasaran Digital Berbasis Internet Joko Suwandi; Surya Jatmika; Ahmad Chamsudin; Faizal Makhrus
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.917 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2499

Abstract

The Covid-19 pandemic has been able to change consumer behavior in shopping. From those who have to go directly to traders to market stalls, shops or stalls, now with the help of sophisticated high-tech internet-based equipment, they can choose products through digital tracking facilities, transact and make payments through online applications and e-payments. This change was addressed by the UMS PKM team together with the Sukoharjo PDA Economic and Employment Council as partners to empower the businesses of Aisyiyah women assisted by BUEKA to change service strategies according to consumer demands. The programs carried out include; increasing human resources in carrying out marketing strategies for business products in the digital era, digitizing marketing and product placement on the Shopee and Facebook Marketplaces. The PKM program was successful; 1) Increase the insight of BUEKA fostered business actors about the demands of modern marketing and the interest in implementing them in their business development; 2) As many as 46% of BUEKA fostered businesses have been able to create digital advertisements and place their products on the Shopee marketplace and display them on Youtube; and 3) Increase sales volume by 20%.Pandemi Covid-19 telah mampu mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja. Dari yang harus mendatangi pedagang langsung ke lapak pasar, toko atau warung, sekarang dengan bantuan kecanggihan peralatan berteknologi tinggi berbasis internet bisa memilih produk lewat fasilitas lacak digital, bertransaksi dan melakukan pembayaran melalui aplikasi online dan e-payment.  Perubahan ini disikapi oleh tim PKM UMS bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PDA Sukoharjo sebagai mitra untuk memberdayakan usaha ibu-ibu Aisyiyah binaan BUEKA untuk merubah strategi layanan sesuai tuntutan konsumen. Program yang dilakukan meliputi; peningkatan SDM dalam melakukan strategi pemasaran produk usaha di era digital, digitalisasi pemasaran dan penempatan produk di Marketplace Shopee dan Facebook. Program PKM ini berhasil; 1) Meningkatkan wawasan pelaku usaha binaan BUEKA tentang tuntutan pemasaran modern dan minat untuk menerapkan dalam pengembangan usahanya; 2) Sebanyak 46% pelaku usaha binaan BUEKA telah mampu membuat iklan digital dan menempatkan produknya di marketplace Shopee dan menampilkan di Youtube; dan 3) Meningkatkan volume penjualan sebesar 20%.
Pelatihan Kinemaster bagi Guru TK Sekarwangi Cirebon untuk Meningkatkan Literasi dalam Pembuatan Video Pembelajaran Daring Latipah Latipah; Syifaul Fuada
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.852 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i1.1696

Abstract

ABSTRACTBased on observations, the Kindergarten school of Sekarwangi-Cirebon carried out online learning ineffectively; teachers only gave assignments or text-based worksheets to students than the students collected their answers through WhatsApp messenger. This method was simultaneously carried out because most of teachers had low competence in ICT, they did not have enough understanding about creating online learning media independently. Therefore, it was necessary to provide a workshop in creating video-based learning media for the primary material during the Covid-19 pandemic. The Kinemaster application was chosen as a medium for creating videos because it could be accessed on a Smartphone and was also relatively easy to operate. The workshop was carried out online using a WhatsApp group. Two senior teachers were the target of program. The workshop was held for one day, i.e., 3 December 2020, for 2 hours duration. The workshop results showed that despite the training materials delivered on the WhatsApp group, the teacher was able to follow instructions very well because of their enthusiasm in accepting new things, in this case, creating videos with the Android-based Kinemaster application. Teachers were able to use the Kinemaster application to produce simple learning videos. It was hoped that teachers could create online learning media to provide optimum learning process to students during the Covid-19 Pandemic.Keywords: Android, Kinemaster Application, Learning Videos ABSTRAKBerdasarkan observasi, TK Sekarwangi Cirebon melaksanakan pembelajaran daring dengan tidak efektif, guru hanya memberikan tugas/lembar kerja kepada siswa yang kemudian dikumpulkan melalui WhatsApp. Metode ini secara simultan dilakukan karena sebagian besar guru memiliki kemampuan IT yang rendah, mereka tidak memiliki cukup pemahamam tentang pembuatan media pembelajaran daring secara mandiri. Oleh karena itu, perlu diberikan pelatihan pembuatan video pembelajaran untuk materi utama selama pandemi Covid-19 berlangsung. Aplikasi Kinemaster dipilih sebagai media pembuatan video karena dapat diakses di Smartphone dan juga cukup mudah dalam pengoperasiannya. Pelatihan dilakukan secara daring, yaitu pada grup WhatsApp dengan 2 orang guru senior yang menjadi sasaran program. Kegiatan diselenggarakan satu hari saja, yaitu 3 Desember 2020 dengan durasi kegiatan selama 2 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun penyampaian materi pelatihan di WhatsApp group, guru mampu mengikuti instruksi dengna sangat baik karena adanya antusiasme dalam menerima hal-hal baru, dalam hal ini adalah membuat video dengan aplikasi Android Kinemaster. Guru mampu menggunakan aplikasi Kinemaster untuk menghasilkan video pembelajaran daring. Materi yang disampaikan adalah Diharapkan, guru memiliki kemampuan dalam membuat media pembelajaran daring guna memberikan pembelajaran yang lebih maksimal kepada anak didik selama Pandemi Covid-19.Kata Kunci: Android, Aplikasi Kinemaster, Video Pembelajaran
Pemanfaatan Benda-benda Bekas sebagai Alat Permainan Edukatif (APE) untuk Anak Usia Dini I Wayan Arsana; Made Ayu Anggreni; Sepbianti Rangga Patriani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.679 KB)

Abstract

ABSTRACTIn improving the quality of Early Childhood Education, educational facilities, educators and adequate education personnel are needed. One of them is by providing Play Group Learning Materials and Media. Implementation in the field is a problem faced by teachers who are less skilled and creative in the provision of fun Educational Game Tools (APE). The purpose of this PKM activity is to improve the knowledge of the Play Group teachers' knowledge, skills and creativity in implementing Educational Game Tools (APE) in early childhood through training. There are 3 stages of the PKM Implementation Method: the planning stage, the implementation phase, and the assessment phase. The results of this PKM activity are that the training or socialization in the making of the Educational Game Tool can provide a skill experience to the Learning Group teachers and parents in applying Educational Game Tools to Early Childhood. In addition, as a new insight and skills for early childhood to play creative and educational activities.Keywords: Educational Game Tool, Early Childhood ABSTRAKDalam meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini diperlukan sarana pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan yang memadai. Salah satunya adalah dengan penyediaan Bahan dan Media Pembelajaran Kelompok Bermain. Pada pelaksanaan di lapangan terdapat masalah yang dihadapi yakni guru kurang terampil dan kreatif dalam hal pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) yang menyenangkan. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas guru Kelompok Bermaindalam menerapkan Alat Permainan Edukatif (APE) pada anak usia dini melalui pelatihan. Metode Pelaksanaan PKM ini ada 3 tahap yakni: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian. Hasil kegiatan PKM ini adalah dengan adanya pelatihan atau sosialiasi dalam pembuatan Alat Permainan Edukatif dapat memberikan pengalaman keterampilan pada guru Kelompok Belajar dan orang tua dalam menerapkan Alat Permainan Edukatif pada Anak Usia Dini. Selain itu, sebagai wawasan baru dan keterampilan bagi anak usia dini untuk melakukan aktifitas bermain secara kreatif dan edukatif. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif (APE), Anak Usia Dini