cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
TRAINING OF SCIENTIFIC PAPERS WRITING FOR HIGH SCHOOL TEACHER TO IMPROVE THE QUALITY OF THE TEACHER Rina Herowati; Gunawan Pamuji Widodo; Supriyadi Supriyadi; Sunarti Sunarti; Yane Dila Keswara; Nuraini Dewi Purnamasari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.43 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.176

Abstract

ABSTRACTThe professional development of the teachers through the writing of scientific papers needs to be improved. The obstacle faced by teachers so they did not write scientific paper mainly are caused by limitation of time and not understanding the rules of writing a scientific paper. This devotional activity aims to improve  teachers' motivation to write scientific papers and improve the ability for the teachers to write scientific papers to produce as many articles as published in scientific journals. The method used is situational analysis by interviewing the principal and distributing questionnaires. Furthermore, the preparation of materials, lectures and discussions, as well as accompaniment of scientific writing until the participants successfully publish their articles in scientific journalsKeywords: quality improvement, scientific papers, teachers ABSTRAKPengembangan profesionalitas guru melalui penulisan karya ilmiah perlu ditingkatkan. Kendala yang dihadapi guru sehingga tidak menulis karya ilmiah terutama adalah belum ada waktu dan belum paham aturan penulisan karya ilmiah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru menulis karya ilmiah dan  meningkatkan kemampuan guru menulis karya ilmiah hingga dihasilkan sebanyak mungkin artikel yang dipublikasikan di jurnal ilmiah. Metode yang dilakukan adalah analisis situasi dengan wawancara dengan kepala sekolah dan penyebaran kuesioner.  Selanjutnya dilakukan penyusunan materi, ceramah dan diskusi, serta pendampingan penulisan karya ilmiah hingga peserta berhasil menerbitkan artikelnya di jurnal ilmiah.KataKunci: guru, karya ilmiah, peningkatan kualitas
Pemanfaatan Keijibutsu sebagai Media Edukasi Karakter pada Siswa SD Maarif NU Mendiro Ungaran Ai Sumirah Setiawati; Danny Buyung Yudha Prasetya; Budi Setiarjo
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.66 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2551

Abstract

ABSTRACTCharacter education is a hotly discussed issue among educators and the public. According to the observations by conducting visits and observations to schools in Japan, there is one concrete, simple, cheap and easy-to- find media in teaching students in schools to have good character. The media is keijibutsu, namely works in the form of pictures or writings that are affixed to the classroom walls. One form of keijibutsu applied at SD Maarif NU Mendiro Ungaran is “thank you” and “my target” written on "Post-it" paper. In the activity of making a ‘thank you’ note and “my target”, at firts, the students seemed to have difficulty expressing their gratitude (looking for what kindness they had received from other people) and what their short-term and long-term targets were. However, after mentoring and discussing with students, they were finally able to remember even the smallest kindnesses they had ever received. Then, from the activity of making targets, it can be concluded that students are not familiar with activities that are planned and based on targets. They usually carry out activities, especially learning at school, tend to accept whatever is taught or ordered by the teacher. This is a follow-up plan that will be carried out in the next community service activity. Keywords : Keijibutsu, Character education, Elementary school students, Arigatoo Post-it, My target ABSTRAKPendidikan karakter menjadi isu yang hangat dibicarakan di antara kalangan pendidik dan masyarakat. Menurut pengamatan dengan melakukan kunjungan dan observasi ke sekolah-sekolah di Jepang, ada salah satu media konkret dan sederhana serta murah dan mudah mendapatkannya dalam mengajarkan siswa- siswa di sekolah agar memiliki karakter yang baik. Media tersebut adalah keijibutsu yaitu karya berupa gambar ataupun tulisan yang ditempel pada dinding kelas. Salah satu bentuk Keijibutsu diterapkan di SD Maarif NU Mendiro Ungaran yaitu ucapan ‘terima kasih’ dan ‘targetku’ yang ditulis pada kertas “Post-it”. Pada kegiatan membuat ucapan ‘terima kasih’ dan ‘targetku’ ini pada awalnya siswa terlihat kesulitan mengungkapkan baik rasa terima kasih (mencari kebaikan apa yang pernah ia terima dari orang lain) dan apa target mereka baik jangka pendek maupun jangka panjang. Namun setelah dilakukan pendampingan dan diskusi dengan siswa, akhirnya mereka bisa mengingat kebaikan-kebaikan yang terkecil sekalipun yg pernah mereka terima. Kemudian, dari kegiatan membuat target dapat disimpulkan bahwa siswa tidak terbiasa dengan kegiatan yang terencana dan berdasarkan target. Mereka biasanya melakukan kegiatan terutama belajar di sekolah cenderung menerima apa saja yang diajarkan atau diperintahkan guru. Hal ini menjadi rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan pada kegiatan pengabdian berikutnya. Kata Kunci: Keijibutsu, Pendidikan Karakter, Siswa SD, Arigatoo Post-it, targetku
Pelatihan Teknik Crochet untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Bagi Ibu-Ibu Dawis Septi Fajarwati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.278 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i1.1322

Abstract

In Bantarwuni Village RT 3 RW 3 Kembaran Subdistrict, there are 3 Dawis groups with a total of 35 family heads and 75% of Dawis members are housewives who have no income.  So far there has never been any training activity from the village or any party to increase productivity and welfare in the Dawis group.  Therefore, one alternative is to provide home-based business opportunities for dawis members who wish to develop themselves and enrich themselves with useful knowledge and skills such as handicrafts.  This service also provides motivation to foster an entrepreneurial spirit.  Based on the partner's problems, this service aims to provide handicraft training using crochet techniques and foster an entrepreneurial spirit in an effort to achieve financial independence.  The method of implementing the activity includes 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. The community service activities were carried out well and enthusiastically. It was attended by 18 participants. From the activity, 3 crochet mask connectors were produced.  Based on the results of the evaluation, there is an increase in the knowledge and skills of the training participants who wish to become entrepreneurs by selling crochet products and by utilizing the skills obtained so that they will eventually be able to achieve financial independence for dawis members in particular and welfare in the dawis group in general. Desa Bantarwuni RT 3 RW 3 Kecamatan Kembaran terdapat 3 kelompok Dawis dengan total anggota 35 kepala keluarga dan 75% anggota Dawis adalah ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan. Selama ini belum pernah ada kegiatan pelatihan apapun dari pihak desa atau pihak manapun guna meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan di kelompok Dawis tersebut. Maka dari itu, salah satu alternatifnya adalah dengan memberikan peluang usaha rumahan bagi ibu-ibu dawis yang berkeinginan untuk mengembangkan diri dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat seperti halnya kerajinan tangan. Pengabdian ini juga memberikan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Berdasarkan permasalahan mitra maka pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kerajinan tangan dengan menggunakan teknik crochet serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam upaya mencapai kemandirian finansial. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dan diikuti oleh 18 peserta dengan sangat baik dan antusias. Telah dihasilkan produk crochet sebanyak 3 konektor masker. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dari peserta pelatihan dan peserta berkeinginan untuk berwirausaha menjual produk crochet dengan memanfaatkan ketrampilan yang didapatkan sehingga akhirnya akan mampu untuk mencapai kemandirian finansial ibu-ibu dawis pada khususnya dan kesejahteraan di kelompok dawis tersebut pada umumnya.
Pelatihan Pembuatan Puding Siwalan: Inovasi Produksi Pasca Panen Buah Siwalan Dhina Mustikaningrum; Kristiawan Kristiawan; Maimunah Maimunah; Suprayitno Suprayitno
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.715 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2061

Abstract

Women are generally spend their time with activities at the domestic level, such as cooking, taking care of children and other household activities. There are many productive activities that can be developed at the domestic level, both micro and medium scale that can be done. So it is necessary to introduce activities that can improve the family economy done by women. One of them is the innovation of post-harvest production of Tuban siwalan fruit by making siwalan pudding. The purpose of this Community Service activity is to increase the insight of the PKK of Bandungrejo Village, Plumpang Subdistrict, Tuban Regency as a partner in terms of innovation to improve the economy through training. The method used is a situational analysis assessment and training. The partner's level of understanding of the material was assessed using a pre-test and post-test. The results show that there is an increase in the understanding of the training participants on information related to the nutrition of the siwalan, the economic potential of the siwalan, the distribution of the siwalan and the lack of innovation in the processing of the siwalan. In order to increase the low selling value of the results of siwalan pudding making, it is necessary to study the packaging and marketing strategies of the siwalan pudding products. PKK must collaborate with other parties to improve their knowledge on packaging and marketing. Kaum perempuan umumnya disibukkan dengan kegiatan di level domestik, seperti memasak, mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga lain. Banyak aktivitas produktif yang dapat dikembangkan di level domestik, baik skala mikro maupun menengah yang dapat dikerjakan. Sehingga perlu mengenalkan aktivitas yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan. Salah satunya adalah inovasi produksi pasca panen buah siwalan khas Tuban dalam bentuk pudding siwalan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan wawasan PKK Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban sebagai mitra dalam hal inovasi untuk meningkatkan perekonomian melalui pelatihan. Metode yang digunakan adalah asesmen analisis situasi dan pelatihan. Tingkat pemahaman mitra terhadap materi dinilai menggunakan pre-test dan post-test. Hasilnya meninjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta pelatihan terhadap informasi gizi siwalan, potensi ekonomi siwalan, sebaran siwalan dan minimnya inovasi pengolahan siwalan. Guna meningkatkan nilai jual yang masih rendah terhadap hasil pembuatan pudding siwalan, diperlukan kajian terhadap pengemasan dan strategi marketing dari produk puding siwalan
Pelatihan penulisan buku ajar bagi guru di MA Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara Subaidi Subaidi; Maswan Maswan; Purwo Adi Wibowo
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.44 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.862

Abstract

ABSTRACTTextbook writing training is one form of teacher professional development, especially NU teachers as part of local content subjects in the madrasa environment Aliyah Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara. Many MA Safinatul Huda teachers experienced difficulties in writing the textbook. This community service activity is in the form of training in writing textbooks for MA Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara teachers with the aim of; 1) increase teacher motivation in writing good and quality NU textbooks; 2) provide an understanding for teachers about the method of writing good and quality NU textbooks; 3) produce the NU textbook as a learning module. This activity was attended by 30 MA Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara teachers, and was held for 7 times face to face, with details: opening, presenting material 3 times, practicing 2 times and closing. This activity is carried out using the lecture, discussion, question and answer method, and practice. These community service activities have been able to encourage teachers to understand material about textbooks; understand the procedures for the preparation; and made the NU textbook in the Aliyah Safinatul Huda madrasa environment in Kidow Kedung Jepara. Keywords: training, textbooks, teachers ABSTRAKPelatihan penulisan buku ajar merupakan salah satu bentuk dari pengembangan profesi guru, khususnya guru Ke-NU-an sebagai bagian dari mata pelajaran muatan lokal dilingkungan madrasah Aliyah Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara. Guru-guru MA Safinatul Huda banyak yang mengalami kendala dalam penulisan buku ajar tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan penulisan buku ajar bagi guru MA Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara dengan tujuan; 1) meningkatkan motivasi guru dalam menulis buku ajar Ke-NU-an yang baik dan berkualitas; 2) memberikan pemahaman kepada guru tentang metode penulisan buku ajar Ke-NU-an yang baik dan berkualitas; 3) menghasilkan naskah buku ajar Ke-NU-an sebagai modul pembelajaran. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang guru MA Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara, dan dilakukan selama 7 kali tatap muka, dengan rincian: pembukaan, penyajian materi 3 kali, prktik 2 kali dan penutupan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah mampu mendorong guru dalam memahami materi tentang buku ajar; memahami tata cara penyusunan; dan membuat buku ajar Ke-NU-an dilingkungan madrasah Aliyah Safinatul Huda Sowan Kidul Kedung Jepara.  Kata Kunci: pelatihan, buku ajar, guru
PELATIHAN TEKNIK PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA GURU PPKn MTs DI KABUPATEN PONOROGO Prihma Sinta Utami; Sutrisno Sutrisno
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.726 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.91

Abstract

The government program in establishing the Teachers Subject (MGMP) forum in each district is a forum for subject teachers to exchange information on the latest policies and programs of the government. Regulation of Permendiknas No 35/2010 regarding technical guidance on the implementation of functional position of teachers which one of the requirements must conduct Classroom Action Research (PTK) becomes one of the problems for teachers of MGMP PPKn especially in Kabupaten Ponorogo. This is supported by the low interest of teachers in making Classroom Action Research caused by a lack of understanding about the making of the PTK itself. The purpose of this PKM activity is to provide a general overview of the steps of the implementation of PTK activities that lead to the subjects of PPKn in particular and provide mentoring classes in the making of PTK proposals. Method of implementation of activities undertaken in this PKM activity is the main implementation of the training workshop making of PTK as well as conducting a class of assistance making the PTK proposal. The results of this activity include: 1) Obtaining titles of PTK submitted by teachers MGMP PPKn Ponorogo District; 2) PTK proposal from teachers of MGMP PPKn Kabupaten Ponorogo; 3) The results of the presentation of proposals for some teachers MGMP PPKn Ponorogo District and improvements together in the classroom.Keyword: Classroom Action Research, MGMP, PPKn Subject ABSTRAKProgram pemerintah dalam membentuk forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di setiap kabupaten merupakan satu wadah bagi guru mata pelajaran untuk bertukar informasi tentang kebijakan dan program-program terbaru dari pemerintah. Adanya tuntutan peraturan Permendiknas No 35/2010 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru yang salah satu persyaratannya harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menjadi salah satu problema bagi guru-guru MGMP PPKn khususnya di Kabupaten Ponorogo. Hal ini didukung dengan rendahnya minat guru dalam pembuatan Penelitian Tindakan Kelas yang disebabkan oleh pemahaman yang kurang tentang pembuatan PTK itu sendiri. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan gambaran secara umum tentang langkah-langkah pelaksanaan kegiatan PTK yang mengarah pada mata pelajaran PPKn khususnya serta menyediakan kelas pendampingan dalam pembuatan proposal PTK. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini yang utama adalah pelaksanaan kegiatan workshop pelatihan pembuatan PTK serta melakukan kelas pendampingan pembuatan proposal PTK. Hasil dari kegiatan ini antara lain: 1)Memperoleh judul-judul PTK yang diajukan oleh guru-guru MGMP PPKn Kabupaten Ponorogo; 2) Proposal PTK dari guru-guru MGMP PPKn Kabupaten Ponorogo; 3) Hasil presentasi proposal bagi beberapa guru MGMP PPKn Kabupaten Ponorogo serta perbaikan secara bersama di dalam kelas.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, MGMP, Mata Pelajaran PPKn
Psikoreligi untuk Pelajar terdampak Bencana Erupsi Gunung Semeru Tahun 2021 di Desa Sumberwuluh Lumajang Muhlasin Amrullah; Ghozali Rusyid Affandi; Mahardhika Dharmawan Kusumawardhana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.75 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2532

Abstract

ABSTRACTMount Semeru is an active volcano in Java island. Its eruption in 2021 has a wide impact on the lives of surrounding community, including the people of Sumberwuluh village which is located on the path of eruption. It causes them lose their properties and gets psychological impact such as excessive form of worry and fear. This community service aims to overcome the eruption disaster through psychoreligious activity. It is hoped to overcome the psychological impact of its eruption in 2021. The participants are the students of SMP, SMA, and Karangtaruna youth. The method of this community service includes planning and implementation. Planning stage includes situation analysis and analysis of partner needs. The implementation stage includes counseling, psychosocial with psychoreligious model. This activity can improve the well being viewed from the increase after giving psychoreligion. The students’ anxiety decreases from level 9 to level 2 of the total average level of anxiety felt by students which means that it is effective to reduce the anxiety due to the Mount Semeru eruption in 2021. Keywords:  eruption, psychosocial, wellbeing ABSTRAKGunung Semeru merupakan gunung berapi yang aktif di pulau jawa, erupsi Gunung Semeru tahun 2021 berdampak luas pada kehidupan masyarakat sekitar, termasuk masyarakat desa Sumberwuluh secara lokasi berada tepat di jalur erupsi yang berdampak pada hilangnya harta benda serta dampak psikologis berupa rasa khawatir dan takut berlebih yang timbul. abdimas ini bertujuan untuk berkontribusi dalam penangulangan bencana erupsi melalui kegiatan psikoreligi diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan dalam penanggulangan dampak psikis dari erupsi Gunung Semeru tahun 2021 mitra abdimas adalah pelajar di Desa Sumberwuluh seperti pelajar SMP, SMA, dan Karangtaruna . Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan yaitu analisa situasi dan analisa kebutuhan mitra, sedangkan pelaksanaan meliputi penyuluhan, psikososial dg model Psikoreligi. Kegiatan abdimas psikoreligi pada pelajar di desa sumeberwuluh dapat meningkatkan well being (kesejahteraan) yang dilihat dari peningkatan well being sebelum dan sesudah pemberian psikoreligi, kecemasan pelajar menurun dari tingkat 9 ke tingkat 2 dari total rata-rata tingkat kecemasan yang dirasakan pelajar yang bermakna psikoreligi efektif dalam mengurangi kecemasan yang dirasakan pelajar akibat erupsi Gunung Semeru Tahun 2021 Kata Kunci: erupsi, psikososial, welbeing
Olahan Pisang sebagai Penunjang Ekonomi Masyarakat di Sekitar Gunung Rajabasa Lampung Rommy Qurniati; Duryati Duryati; Hendra Prasetia; Ferli Hartati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.553 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.1217

Abstract

ABSTRACTBanana is one of the local fruit potentials that optimally have not been used. Many banana producers have complained about the low selling price. This is due to the lack of community knowledge on the food diversification products which made from banana as an alternative to improve the quality and price of bananas. The purpose of this community service activity was to increase knowledge and develop community creativity through the food diversification product of bananas by making the banana nuggets and flour. This activity was conducted on November 2019 in Banding and Sukaraja Village, Rajabasa District, South Lampung Regency. The applied method of this activity was a group meeting which the implementation includes three stages that was socialization, discussion, and evaluation. The results of the community service showed that community knowledge have been increased significantly after comparing the pretest and posttest results. The community was very enthusiastic about the activity because it was able to open their mindset about local fruit potentials that optimally have not been utilized, thus it was encouraged the community's desire to be creative on promoting local products that could increase the income.Keywords: Banana, Local Potential, Nuggets, Flour, Community  ABSTRAKPisang merupakan salah satu potensi buah lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Produsen pisang masih banyak yang mengeluhkan harga jualnya yang rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang diversifikasi produk pangan berbahan baku pisang yang dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan kualitas dan harga jual pisang. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kreatifitas masyarakat melalui diversifikasi produk pangan berbahan baku pisang yaitu pembuatan nugget dan tepung pisang. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 di Desa Banding dan Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pertemuan kelompok yang pelaksanaannya meliputi tiga tahapan yaitu sosialisasi, diskusi, dan evaluasi. Hasil pengabdian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat meningkat secara signifikan setelah membandingkan hasil pretest dan posttest. Masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan ini karena mampu membuka pola pikirnya mengenai potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga mendorong keinginan masyarakat untuk berkreasi dalam mengedepankan produk lokal yang mampu meningkatkan pendapatan.Kata Kunci: Pisang, Potensi Lokal, Nugget, Tepung, Masyarakat
Pendampingan Penyusunan Konsep Kampung Kranggan sebagai Kampung berbasis Ekowista Refranisa Refranisa; Kusriantari Fenny Aprilia; Abi Maulana Hakim
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.771 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1256

Abstract

ABSTRACTThe Cisadane River flood that occurred in 2017 had an impact on the damage to tourism facilities and infrastructure in Kranggan Village. This also causes a decrease in the interest and attractiveness of visitors to travel to Kranggan Village. The community hopes that there will be efforts to improve the image and concept that can be packaged by Kranggan Village to restore the function of Kranggan Village as a rural tourism place. The concept offered is an ecotourism-based village because Kranggan Village has the potential of attractive natural resourcesand attraction. Seeing this situation, the team provided a solution in the form of assistance to the community so that they could channel conceptual ideas and directed ideas to develop tourism in the village. The method of implementing this service is to use a transformative approach to community resources. The method used is to provide direction, insight, knowledge and change views about the importance of the sustainability of Kranggan Village so that it can manage independently. The result of community service carried out in Kranggan Village, is that the enthusiasm of the residents who want to advance the village is very good, it showed by their active involvement in every stage carried out by the team.  Keywords: Assistance, Ecotourism Village, Management ABSTRAKPeristiwa banjir Sungai Cisadane yang terjadi pada tahun 2017 berimbas pada rusaknya sarana dan prasarana wisata di Kampung Kranggan. Hal ini juga menyebabkan menurunya minat dan daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Kampung Kranggan. Masyarakat berharap adanya upaya peningkatan citra dan konsep yang dapat dikemas oleh Kampung Kranggan agar mengembalikan fungsi Kampung Kranggan sebagai tempat wisata pedesaan. Konsep yang ditawarkan adalah kampung berbasis ekowisata dikarenakan Kampung Kranggan memiliki potensi sumber daya alam yang menarik sebagai daya tarik dan atraksi. Melihat situasi tersebut maka tim abdimas memberikan solusi berupa pendampingan kepada masyarakat agar dapat menyalurkan ide konsep dan gagasan yang terarah untuk melakukan pengembangan wisata pada kampung tersebut. Metode pelaksaan pengabdian ini adalah menggunakan pendekatan transfomatif terhadap sumber daya masyarakatnya. Metode yang digunakan adalah memberikan arahan, wawasan, pengetahuan dan merubah pandangan tentang pentingnya keberlanjutan Kampung Kranggan agar dapat melakukan pengelolaan secara mandiri. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan di Kampung Kranggan, adalah antusias warga yang ingin memajukan Kampung tersebut sangatlah baik, hal itu terlihat dari adanya keterlibatan mereka secara aktif dalam setiap tahapan yang dilakukan oleh tim. Kata Kunci: Pendampingan, Kampung Ekowisata, Pengelolaan 
Program home industri produksi jilbab syar’i bagi PKK Kampung Bunsur untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Feranita Feranita; Ery Safrianti; Nurhalim Nurhalim; Dian Yayan Sukma; Yusnita Rahayu; Salhazan Salhazan; Linna Oktaviana Sari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.796 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.680

Abstract

ABSTRACTThe hijab sewing skills training program is seen as a strategic educational skill to be implemented for women because hijab sewing can be applied for their own needs or become a side business. This skill, if properly trained and mastered, can become a form of business that can help the family economy and create jobs for the community. The village community service activities were carried out in Bunsur Village, Sungai Apit Subdistrict, Siak Regency, Riau Province with the target audience is the housewives of the village. They have given basic knowledge in choosing materials for the hijab. Then skills trained was held, starting how to make pet and headscarves, cutting fabrics according to the patterns that have been made, and sewing headscarves with various existing patterns. After the stitches are finished, then an examination of the results of the stitches so that they are suitable for sale and market. Keywords: Bunsur Village, home industry, sewing training, hijab  ABSTRAKProgram pelatihan keterampilan menjahit jilbab dipandang sebagai sebuah skill pendidikan yang strategis untuk dilaksanakan bagi wanita karena menjahit jilbab dapat diaplikasikan untuk kebutuhan sendiri ataupun menjadi usaha sampingan. Keterampilan ini bila dilatih dan dikuasai dengan baik dapat menjadi bentuk usaha yang dapat membantu perekonomian keluarga dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa ini dilaksanakan di Desa Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Propinsi Riau dengan khalayak sasarannya adalah Ibu-ibu rumah tangga desa tersebut. Mereka diberi pengetahuan dasar dalam memilih bahan untuk jilbab. Kemudian diadakan pelatihan keterampilan, mulai cara membuat pola pet dan jilbab, memotong kain sesuai dengan pola yang sudah dibuat, dan menjahit jilbab dengan bermacam pola yang telah ada. Setelah jahitan selesai, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap hasil jahitan sehingga layak untuk dijual dan dipasarkan. Kata Kunci: Desa Bunsur, home industri, pelatihan menjahit, jilbab