cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Merancang Pembelajaran yang Menyenangkan di Era New Normal Eka Damayanti; Nirwana Permatasari; Arie Gunawan H.Z; Heni Gerda Pesau; Andi Halima
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.287 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.1712

Abstract

This community service-based research aimed to determine the level of use of knowledge transfer activities in making learning design that fun for educators, students, and parents in the new normal era. This research activity was carried out through a zoom meeting room with the number of total participants was 446 people consisting of various professions and educational levels (SMA - S3). Instruments in data collection used evaluation questionnaires that were distributed to participants by a google form. The collected data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that designing joyful learning as in the seminar met the needs of participants. The content of the learning material is fun and beneficial for students and educators. Almost all participants agreed that they understood the material presented by the experts. The results indicated that the community needs joyful learning for children to avoid learning boredom. Fun learning based on the students' needs consisted of creativity, critical thinking, communication, cooperation, and empathy. The synergy between the school and the families of students determined the success of learning.Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebermanfaatan kegiatan transfer pengetahuan dalam membuat rancangan pembelajaran yang menyenangkan bagi para pendidik, peserta didik dan orang tua di era new normal. Kegiatan penelitian pengabdian ini berlangsung melalui media zoom meeting room dengan jumlah partisipan yang terlibat sebanyak 446 orang yang terdiri dari beragam profesi dan tingkat pendidikan (SMA – S3). Instrumen dalam pengumpulan data menggunakan kusioner evaluasi yang dibagikan ke partisipan melalui google form. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian pengabdian menunjukkan tema dalam kegiatan seminar sesuai dengan kebutuhan peserta. Isi materi pembelajaran menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta didik dan pendidik. Hampir seluruh peserta menyatakan sangat memahami materi yang disampaikan oleh narasumber.  Hasil penelitian pengabdian mengindikasikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan rancangan pembelajaran yang menyenangkan supaya anak tidak mengalami kebosanan dalam belajar. Pembelajaran yang menyenangkan berbasis pada kebutuhan peserta didik yakni kreativitas, berfikir kritis, komunikasi, bekerjasama, dan empati. Sinergitas antara pihak sekolah dengan keluarga peserta didik menentukan keberhasilan pendidikan.
ASEAN class program bagi guru di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang, Jawa Timur Najamuddin Khairur Rijal; Haryo Prasodjo; Rizki Amalia Tri Cahyani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.146 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.600

Abstract

ABSTRACTThis community service program is intended to provide knowledge and understanding to SMA Diponegoro Tumpang teachers related to ASEAN and the ASEAN Community. SMA Diponegoro Tumpang was chosen because the school was being tried to develop ASEAN schools through the Smadita ASEAN School tagline. The activities carried out through this ASEAN Class Program is discussing ASEAN, the ASEAN Community with its three pillars and the opportunities and challenges of the era of the ASEAN Economic Community and the Industrial Revolution 4.0. Through this community service program, by conducting a pre-test and post-test, showing the knowledge of SMA Diponegoro Tumpang teachers about ASEAN and the ASEAN Community is increasing. Keywords: ASEAN, ASEAN Community, teachers, SMA Diponegoro Tumpang ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada guru SMA Diponegoro Tumpang terkait ASEAN dan Masyarakat ASEAN (ASEAN Community). SMA Diponegoro Tumpang dipilih karena sekolah tersebut tengah berupaya mengembangkan sekolah berwawasan ASEAN melalui tagline Smadita ASEAN School. Kegiatan yang dilakukan melalui ASEAN Class Program ini adalah pemberian penjelasan tentang ASEAN, Masyarakat ASEAN dengan tiga pilarnya serta peluang dan tantangan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Revolusi Industri 4.0. Melalui program pengabdian yang telah dilakukan, dengan melakukan pre-test dan post test, menunjukkan bahwa pengetahuan guru SMA Diponegoro Tumpang tentang ASEAN dan Masyarakat ASEAN mengalami peningkatan.  Kata Kunci: ASEAN, Masyarakat ASEAN, guru, SMA Diponegoro Tumpang
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ikan menjadi Pakan Ikan pada Pengrajin Bandeng Presto Kuningan Semarang Ferina Agustini; Mudzanatun Mudzanatun; Ika Indriasari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.877 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.273

Abstract

ABSTRACTPresto milkfish craftsmen in Kuningan, Semarang are craftsmen who are processing presto milkfish that are typical foods from Semarang. Before being made into presto milkfish, the raw material of milkfish must be cleaned first by cleaning / separating the milkfish’s waste. The waste of milkfish dung is just thrown away in the environment and cannot be utilized properly. This is due to the lack of understanding and knowledge of the milkfish crafters group about the utilization of milkfish waste. This has encouraged the Community Service Team to carry out activities that can utilize fish waste, especially milkfish dung as fish feed. In addition, this activity also aims to increase the knowledge of presto milkfish craftsmen groups so that milkfish waste can be useful as fish feed. The methods of carrying out this activity are carried out by training method. The result of this activity is that milkfish waste can be used as fish feed.Keywords: waste, milkfish,  fish feedABSTRAKPengrajin bandeng presto di Kuningan Kota Semarang merupakan pengrajin pengolah bandeng presto yang merupakan makanan khas dari kota Semarang. Sebelum dibuat bandeng presto, bahan baku ikan bandeng harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara membersihkan/memisahkan limbah ikan bandeng. Limbah ikan bandeng yang dihasilkan hanya dibuang begitu saja di lingkungan dan belum bisa termanfaatkan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman dan pengetahuan kelompok perajin bandeng presto mengenai pemanfaatan limbah ikan bandeng. Hal ini yang mendorong Tim Pengabdi untuk melakukan kegiatan yang dapat memanfaatkan limbah ikan khususnya kotoran ikan bandeng sebagai pakan ikan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok pengrajin bandeng presto sehingga limbah ikan bandeng dapat bermanfaat sebagai pakan ikan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan. Hasil dari kegiatan ini adalah limbah kotoran ikan bandeng dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan.Kata Kunci :  limbah,  ikan bandeng, pakan ikan
PELATIHAN KORESPONDENSI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT PADA PENGURUS KARANG TARUNA DESA CANDIREJO KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR Agus Hermawan; Sri Utami; Saptono Hadi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.966 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.160

Abstract

Language skill which lacks of attention is writing skill. It can be seen from the following evidence, the committe of Karang Taruna in Candirejo Village, Ponggok Sub-District, Blitar Regency has not been skilled in writing an official letter by using the systematics and the use of Indonesian language in terms of spelling application. The difficulty of writing letters is in accordance with the rules, so that they only write the letter and they  do not pay attention systematics. It proved that there are many mistakes which made by the committe of Karang Taruna in Candirejo Village, Ponggok Sub-District, Blitar Regency in writing a letter, is in the systematical error and the use of Indonesian language.Kata Kunci: korespondensi, surat, karang tarunaABSTRAKKeterampilan berbahasa yang kurang mendapatkan perhatian adalah keterampilan menulis. Hal ini dapat dilihat dari bukti berikut, Pengurus Karang Taruna Desa Candirejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar  belum terampil menulis surat resmi dengan menggunakan sistematika dan penggunaan bahasa Indonesia dalam hal penerapan ejaan. Kesulitan menulis surat sesuai dengan kaidah sehingga hanya asal jadi surat dan belum memeperhatikan sistematika. Hal ini terbukti masih banyak kesalahan yang dibuat oleh pengurus Karang Taruna Desa Candirejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar  dalam menulis surat, yakni kesalahan sitematika dan penggunaan bahasa Indonesia.Kata Kunci: korespondensi, surat, karang taruna
Transfer Knowledge Robot Sederhana untuk Mengenalkan Teknologi Robot bagi Anak-Anak di Dusun Galingan, Boreng, Lumajang, Jawa Timur Syifaul Fuada; Hendriyana Hendriyana; Nuur Wachid Abdul Majid; Nadia Tiara Antik Sari; Ovie Ayunda Rahmaputri Isnawan; Zhaza Nabila Zahra; Muhammad Dzikri Danuarteu; Sarah Agustin; Dita Dwi Andriyani
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.871 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2161

Abstract

ABSTRACTAnalog Line Follower Robot is one of the use cases from various simple electronic circuit applications. Robotics technology continues to be upgraded over time. On the other hand, it is necessary to prepare human resources from an early age to have the competence (skills in hardware and software) in this field for those who live in urban and rural areas. This community service program aims to introduce a simple robot technology to village children who study in elementary/junior high schools. This program took place at Galingan village, Lumajang city, East Java province, by one-day workshop. This program is divided into five major activities: (1) problem formulation based on field observation, (2) planning and preparation, (3) main activities, (4) evaluation, and (5) publication. We utilize robots available in online stores as a pilot in this program. The reason is as follows: it can cut preparation & implementation time, and they are also more affordable other than a DIY robot. The results showed that the participants were enthusiastic about a simple analog Line Follower robot. As an implication, this program can prepare children with competencies in the Robotics field. Children of Galingan village were selected as pilot projects for implementing a similar program with broader targets in the future. Hopefully, this village will become a central base in Lumajang city for children's hobbies in robotics. Keywords: Robotics, Line Follower robot, Village kids ABSTRAKRobot Line Follower analog merupakan salah satu use case dari beragam aplikasi rangkaian elektronika sederhana. Teknologi robotika terus dimutakhirkan dari waktu ke waktu. Disisi lain, perlu disiapkan SDM sedari dini agar memiliki kompetensi dibidang robotika, baik skill pada hardware maupun bagian software, baik bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun desa. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi robot sederhana pada anak-anak desa yang sekolah di SD/SMP. Program ini dilaksanakan di desa Galingan, Kabupatan Lumajang provinsi Jawa Timur melalui workshop sehari. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi lima aktivitas besar: (1) perumusan masalah berdasarkan tinjauan kondisi sasaran program (problem statement), (2) perencanaan dan persiapan, (3) kegiatan inti, (4) evaluasi, dan (5) publikasi. Pelaksana memanfaatkan robot yang tersedia di toko online sebagai percontohan dalam kegiatan, selain dapat memangkas waktu persiapan & pelaksanaan, juga lebih terjangkau dibandingkan membuat sendiri. Hasil menunjukkan, peserta antusias dengan robot sederhana Line Follower analog. Sebagai implikasinya, pengabdian ini mampu membekali anak-anak dengan kompetensi dalam bidang Robotika. Anak-anak di desa Galingan dipilih sebagai pilot project untuk referensi pelaksanaan kegiatan pengabdian serupa beberapa tahun kedepan, dengan sasaran yang lebih luas. Diharapkan, desa ini akan menjadi kampung percontohan dan central base untuk hobi anak-anak dibidang robotika. Kata Kunci: Robotika, Line Follower, Anak-anak Desa
Pendampingan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis Web Learning Kahoot! Casmudi Casmudi; Sugianto Sugianto; Ryan Angga Pratama; Tutik Yuliani; Retnowaty Retnowaty
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.107 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i1.1099

Abstract

ABSTRACTThe success of learning and its evaluation is determined by whether or not learning planning. Minister of Education and Culture Circular Letter Number 14 of 2019 states that the current lesson plan used by teachers is only 1 sheet and contains 3 core components, including Learning Objectives, Learning Activities, and Assessment. So teachers need to be up to date, and innovate in implementing learning activities, for example using Kahoot! which has several features including games, quizzes, discussions, and surveys. The Community Service Team (PkM) of the Faculty of Teacher Training and Education Balikpapan University realizes the need to increase coaching in the form of mentoring for teachers to compile and develop their One Sheet RPP independently. The results obtained were that the teacher felt greatly helped by the assistance and training in making One Sheet RPP which contained the Kahoot! in it, although not all teachers can complete it during the activity due to limited time and there will be further assistance from the Supervisor of the Education and Culture Office of Kutai Kartanegara Regency.Keywords: RPP, Kahoot!, learning ABSTRAKKeberhasilan pembelajaran beserta evaluasinya ditentukan dari baik atau tidaknya perencaan pembelajaran. Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 tahun 2019 menyebutkan bahwa RPP saat ini yang digunakan guru hanya 1 lembar dan memuat 3 komponen inti, diantaranya Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian. Sehingga guru perlu up to date, serta berinovasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, misalnya saja menggunakan Kahoot! yang memiliki beberapa fitur diantaranya game, kuis, diskusi, dan survey. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Balikpapan menyadari perlunya peningkatan pembinaan berupa pendampingan bagi guru untuk menyusun dan mengembangkan RPP Satu Lembar secara mandiri. Adapun hasil yang diperoleh adalah guru merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan dan pelatihan pembuatan RPP Satu Lembar yang terkandung inovasi pembelajaran Kahoot! di dalamnya, meskipun tidak semua guru dapat menyelesaikannya selama kegiatan berlangsung dikarenakan terbatasnya waktu dan akan ada pendampingan lanjutan dari Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara.Kata kunci: RPP, Kahoot!, pembelajaran
ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA DENGAN APLIKASI KLASIKA Destiniar Destiniar; Dina Octaria; Anggria Septiani Mulbasari
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.792 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.180

Abstract

ABSTRACTThis current Community Service Activities (PkM) is based on the lack of ability and willingness of teachers to analyze multiple choice items. The objectives of PkM are to (1) improve teachers 'ability to perform student data processing using classical applications, (2) increase teachers' willingness and ability in analyzing multiple choice items, (3) to assist teacher to analyze item analysis with classical program, (4) improve the ability of teachers to analyze the items so as to obtain a good question.  The current PkM activity was held by short training for twice meeting with 20 teachers in SMA Negeri 1 Jejawi. The researcher used lectute, discussion, question and answer, simulation, and demonstration method for this PkM activity. The result showed that there was  an increas of teacher’s will and ability in processing  and analyze multiple choice items using clasical applications. Keywords: analysis, clasical application, item ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat PkM ini dilatarbelakangi dari kurangnya kemampuan dan kemauan guru untuk menganalisa butir soal pilihan ganda. Tujuan PkM adalah untuk (1) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan pengolahan data jawaban siswa menggunakan aplikasi klasika, (2) meningkatkan kemauan dan kemampuan guru dalam menganalisa butir soal pilihan ganda (3) membantu guru untuk melakukan analisis butir soal dengan program klasikal, (4) meningkatkan kemampuan guru menganalisis butir soal sehingga diperoleh soal yang baik. Kegiatan PkM ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan singkat selama dua kali pertemuan dengan banyaknya peserta berjumlah 20 orang guru di SMA Negeri 1 Jejawi. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan PkM ini adalah dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi dan demonstrasi. Hasil yang diperoleh selama kegiatan PkM  yaitu adanya peningkatan kemauan dan kemampuan guru dalam melakukan pengolahan data dan  menganalisa butir soal pilihan ganda menggunakan aplikasi klasika. Kata Kunci :analisis,aplikasi Klasika, butir soal
Pengolahan Limbah Kulit Kopi sebagai Cascara dalam Meningkatkan Kreativitas Kelompok PKK di Desa Wonodadi Blitar Dwi Wahyuni; Cahyo Tri Atmojo
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.052 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i1.2541

Abstract

ABSTRACTThe lack of community empowerment activities involving the participant of women in Wonodadi Village has resulted in PKK community becoming passive. From the results of observations, the PKM team found the large number of coffee husks that became household waste caused organic waste to accumulate. The purpose of this PKM activity is to provide training to the Wonodadi Village community with the target of training PKK community. The PKM implementation methods used by the PKM team include: (1) training activities in making tea from coffee husks; (2) a workshop on us-how to become a productive and creative society in the era of the covid-19 pandemic. The results of this PKM activity include: (1) 80% of PKK community increase their knowledge, skill and creativity in making tea products from coffee husks; (2) reduced organic waste of coffee skin around the home environment; (3) PKK community have the motivation to process other garden products into beverage products. Keywords: coffe skin waste treatment, creativity ABSTRAKKurangnya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan peran serta wanita di Desa Wonodadi ini menyebabkan kelompok PKK menjadi pasif. Dari hasil observasi, tim PKM menemukan banyaknya kulit kopi yang menjadi limbah rumah tangga menyebabkan sampah organik menumpuk. Adapun tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Wonodadi dengan sasaran pelatihan pada kelompok PKK. Adapun metode pelaksanaan PKM yang digunakan oleh tim PKM antara lain: (1) kegiatan pelatihan dalam membuat teh dari kulit kopi; (2) workshop tentang kita-kiat menjadi masyarakat yang produktif dan kreatif di era pandemi covid-19. Adapun hasil dari kegiatan PKM ini antara lain: (1) 80% kelompok PKK bertambah pengetahuan, ketrampilan dan kreatifitasnya dalam membuat produk Cascara; (2) berkurangnya limbah organik kulit kopi disekitar lingkungan rumah; (3) kelompok PKK memiliki motivasi untuk mengolah hasil kebun lainnya menjadi produk minuman. Kata Kunci: pengolahan limbah kulit kopi, kreativitas 
Peningkatan Produktivitas UMKM Kopi Muria melalui Pelatihan Pengolahan Kopi Khusna Dwijayanti; Noor Azizah; Mahmudatus Sa'diyyah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.292 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.671

Abstract

ABSTRACTToday's muria coffee has a universal appeal to many people from different walks of life. Coffee lovers in Indonesia and abroad are also increasing. This triggered to develop the production of coffee muria as a regional superior product that should be lifted nationally. The problems faced by the perpetrators of SMEs coffee martia is the post-harvest processing of coffee, from the stage of sorting coffee, roasting, grinding, packaging, until the technique of coffee marketing. The purpose of this activity is to advance the muria coffee SMEs by educating SME players through coffee processing training and improving the coffee production process from manual to automatic using machines. The target of this activity was the coffee SMEs in Colo village, Dawe district. The method is done by giving machines and training on coffee processing. The output of this community service activity is the increasing in productivity of muria coffee from 3 kg / day to 15 kg / day. In addition, through coffee processing training, the quality of coffee is increasing by the uniformity of roasted coffee been, by using a roasting machine. Therefore, this activity is expected to encourage muria coffee products as the regional superior products.Keywords: coffee, muria, productivity, umkm ABSTRAKSaat ini kopi  muria memiliki daya tarik universal bagi banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat. Penikmat kopi di Indonesia maupun mancanegara juga terus meningkat. Hal tersebut memicu untuk mengembangkan produksi kopi muria sebagai produk unggulan daerah yang patut di angkat secara nasional. Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM kopi muria adalah pengolahan pasca panen kopi, mulai tahap penyortiran kopi, roasting, grinding, packaging, sampai pada teknik pemasaran kopi. Tujuan kegiatan ini adalah memajukan UMKM kopi muria dengan melakukan edukasi kepada pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan pengolahan kopi dan perbaikan proses produksi kopi dari manual menjadi otomatis menggunakan mesin. Sasaran kegiatan ini adalah para pelaku UMKM kopi di kelurahan Colo kecamatan Dawe. Metode kegiatan dilakukan dengan cara pemberian mesin dan pelatihan pengolahan kopi. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya produktivitas UMKM kopi muria dari 3 kg/ hari menjadi 15 kg/hari. Selain itu melalui pelatihan pengolahan kopi, dihasilkan peningkatan kualitas kopi yaitu hasil kematangan biji kopi sangrai yang seragam, dengan penggunaan mesin penyangrai kopi. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong produk kopi muria sebagai produk unggulan daerah.Kata Kunci: kopi, muria, produktivitas, umkm
Pelatihan Penggunaan Bahasa Persuasif dengan Memanfaatkan Media E-Commerce untuk Memasarkan Produk Anyaman Bambu Khas Masyarakat Desa Balagedog Elin Rosmaya; Mira Nuryanti; Nunung Nurjanah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.783 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v5i2.1654

Abstract

ABSTRACTThe use of persuasive language in everyday life is very necessary, especially to support economic activity (business). Nowedays e-commerce media is commonly used by Indonesian youth, including the younger generation in Balagedog village. Most of Balagedog villagers are being craftsmen of woven bamboo and rattan. Unfortunately they are more interested in weaving rattan. In fact the natural resources of Balagedog village support it because there are so many bamboo plantations in the Balagedog village. However, due to the lack of marketing, the market demand or interest in woven bamboo crafts is very lacking. This makes people less interested in producing woven bamboo. For this reason, the role of the younger generation of Balagedog Village is needed to help market woven bamboo products. This training will be carried out with the Balagedog village government partners. The training was carried out in three stages, namely training in using persuasive language, mentoring the use of e-commerce media, and reflecting on training activities by looking at the efforts of the younger generation in marketing bamboo plant products. Through this training, the villagers are being more anthusiastic to recreate woven bamboo. Keywords: Persuasive Language, E-commerce Media, Woven Bamboo. ABSTRAKPenggunaan bahasa persuasif dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan, terutama untuk menopang kegiatan perekonomian (bisnis). Pada saat ini, media e-commerce sudah biasa digunakan genarsi muda Indonesia, termasuk generasi muda di desa Balagedog. Sebagian besar masyarakat Desa Balagedog bermata pencaharian sebagai pengrajin anyaman bambu dan rotan. Hanya saja, masyarakat lebih tertarik menganyam rotan. Padahal sumber daya alam desa Balagedog sangat mendukung, karena banyak sekali perkebunan bambu di wilayah desa Balagedog. Namun, karena faktor kurangnya pemasaran mengakibatkan permintaan atau minat pasar terhadap kerajinan anyaman bambu sangat kurang. Untuk itu diperlukan peran generasi muda Desa Balagedog untuk membantu memasarkan produk anyaman bambu. Pelatihan ini dilaksanakan dengan mitra pemerintah desa Balagedog. Pelatihan dilakukan dengan tiga tahapan, yakni pelatihan penggunaan bahasa persuasif, pendampingan penggunaan media e-commerce, dan refleksi kegiatan pelatihan dengan melihat upaya generasi muda dalam memasarkan produk anyaman bambu. Dengan pelatihan ini, masyarakat menjadi antusias untuk kembali memproduksi anyaman bambu. Kata Kunci: Bahasa Persuasif, Media E-commerce, Anyaman Bambu