cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pendampinga Pembuatan Bahan Ajar Responsif Gender pada Kelompok Guru Bahasa Indonesia di MTS Kabupaten Kediri Erawati Dwi Lestari; Mahfudhotin Mahfudhotin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.4980

Abstract

ABSTRACTGender mainstreaming in education is a strategic effort to achieve equality and fairness in the roles of men and women. However, teaching materials used in Indonesian Language instruction at the Madrasah Tsanawiyah (MTs) level still contain gender biases that reinforce traditional role stereotypes. This program aims to assist teachers in the Indonesian Language Subject Teacher Forum (Musyawarah Guru Mata Pelajaran or MGMP) in Kediri Regency to understand, analyze, and develop gender-responsive teaching materials. The Participatory Action Research (PAR) method was applied in several stages: needs analysis, identification of gender bias in teaching modules, conducting workshops on material development, implementation, and evaluation. The results revealed significant improvements in teachers' understanding of gender bias concepts and their skills in creating inclusive and gender-equitable teaching materials. The newly developed modules incorporate texts, illustrations, and examples that reflect gender diversity in a balanced manner. This activity positively contributes to fostering a more inclusive and open learning environment, where students can embrace gender equality values free from societal role stereotypes.Keywords: gender mainstreaming, gender bias, gender-responsive teaching materials, Indonesian Language MGMP, inclusive education
Upaya Peningkatan Daya Jual Produk UMKM Desa Kusamba Bali Melalui Strategi Branding Desak Made Febri Purnama Sari; Putu Cintya Dewi; Ida Ayu Oka Martini
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.3089

Abstract

ABSTRACTEfforts to increase the selling power of products through a branding strategy can be done by emphasizing the brand in the marketing of the products produced. Branding is a communication activity in creating the character or identity of a product image to customers. One way to promote it is through social media and the marketplace. The activity method uses several stages: permitting the implementation of the program to partners; preparation and preparation of strategies to be used; implementation of program activities; and preparation of reports. The marketing strategy used is making branding videos and promoting using Instagram social media, because social media and sales through marketplaces are said to be the best way to approach yourself with consumers. Because almost all people have social media accounts and people shop more on the marketplace ABSTRAKUpaya meningkatkan daya jual produk melalui strategi brading dapat dilakukan dengan menekankan merek dalam pemasaran produk UMKM yang dihasilkan. Kegiatan branding merupakan aktivitas komunikasi dalam membuat karakter atau identitas suatu produk untuk menciptakan dan memperahankan image produk pada pelanggan. Salah satu cara mempromosikannya yaitu melalui sosial media dan marketplace. Metode kegiatan menggunakan beberapa tahapan: perizinan pelaksanaan program kepada mitra; persiapan dan penyusunan strategi yang akan digunakan; pelaksanaan program kegiatan; dan penyusunan laporan. Strategi pemasaran yang digunakan adalah pembuatan video branding dan melakukan promosi menggunakan media sosial instagram, sebab  media sosial dan penjualan melalui marketplace disebut sebagai cara  terbaik dalam pendekatan diri dengan konsumen. Karena hampir seluruh masyarakat memiliki akun sosial media dan masyarakat lebih sering berbelanja di marketplace.
Peningkatan Literasi Digital Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence Tali Bambuapus Giri bagi Komunitas Belajar Guru SD Islam 01 YMI Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Evi Chamalah; Aida Azizah; Meilan Arsanti; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat; Andi Maulana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.5129

Abstract

ABSTRACTImproving digital literacy is an urgent need in the modern era, especially for educators who must be ready to face technology-based learning. This community service activity aims to improve the digital literacy of teachers at SD Islam 01 YMI Wonopringgo, Pekalongan Regency, by utilizing the Tali Bambuapus Giri Artificial Intelligence (AI) platform. This program is implemented through training, mentoring, and monitoring/evaluation. Indicators of the success of this program include improving teachers' digital literacy, drafts of AI-based teaching modules that are developed, and the level of participation in the learning community. This program is expected to improve teachers' digital skills, create more interactive learning, and build a solid and sustainable learning community. Thus, teachers will not only improve their understanding of technology, but will also be able to utilize technology to support a more effective and interesting learning process for students.Keywords: digital literacy, AI, Bambuapus Giri ABSTRAKPeningkatan literasi digital adalah kebutuhan mendesak di era modern, terutama bagi pendidik yang harus siap menghadapi pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru SD Islam 01 YMI Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, dengan memanfaatkan platform Artificial Intelligence (AI) Tali Bambuapus Giri. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan monitoring/evaluasi. Indikator keberhasilan program ini meliputi peningkatan literasi digital guru, draf modul ajar berbasis AI yang dikembangkan, dan tingkat partisipasi dalam komunitas belajar. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan digital guru, menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, serta membangun komunitas belajar yang solid dan berkelanjutan. Dengan demikian, guru tidak hanya akan meningkatkan pemahaman teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.Kata Kunci: literasi digital, AI, Bambuapus Giri 
Sinergi Pentahelix Pengembangan Wisata Desa Berbasis Edu-Herbalic Tourism dalam Kerangka RPJM Partisipatif Desa Junarti Junarti; Taufiq Hidayat; Ria Indah Kusuma Pitaloka
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4874

Abstract

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tentang inisiasi 100 Desa Wisata, maka tim melakukan identifikasi awal terhadap kondisi, struktur masyarakat dan potensi yang dapat dikembangkan di Desa Binaan yang dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melalui observasi, wawancara dan diskusi dengan pemangku kepentingan desa. Berdasarkan data hasil observasi lapangan awal kelompok memperoleh jumlah industri rumah tangga paling sedikit dengan presentase peningkatan hasil usaha masyarakat paling rendah namun memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Isu prioritas yang disepakati untuk diselesaikan adalah pendekatan dengan sinergi pentahelix dari 5 elemen yang terlibat dalam pengembangan desa wisata berbasis Edu-Herbalic Tourism. Melalui pengembangan Edu-Herbalic Tourism pada desa wisata, permasalahan kedua masyarakat sasaran telah terpecahkan. Target luaran wajib yang dicapai dari program ini adalah meningkatnya tingkat keberdayaan mitra dalam aspek sosial, kemasyarakatan, pengelolaan, produksi dan pemasaran.
Pelatihan Menulis Kreatif bagi Siswa Sanggar Bimbingan di Pondok An-Nahdloh Selangor, Malaysia Syamsul Ghufron; Nafiah Nafiah; Fifi Fitriyah; Pance Mariati; Tiyas Saputri; Rudi Susanto
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4832

Abstract

ABSTRACTWriting skills require continuous and intensive training until beautiful writing and aesthetic value are produced. Writing skills must be developed in the world of education because they can train students to think critically. Creative writing training for Guidance Studio Students at Pondok An-Nahdloh Selangor, Malaysia aims to (1) familiarize students with literacy culture, (2) teach students to have literacy skills, especially creative writing skills, especially poetry in Indonesian, (3) motivate students to write creatively in everyday life, (4) assist teachers in teaching literacy skills. The partner for this community service activity is Pondok An-Nahdloh Selangor, Malaysia. The method of this activity is training and mentoring partners with stages of socialization, lectures on poetry writing methods, poetry writing practice, and mentoring poetry improvements. The results of this service can be concluded that this training and mentoring activity was very successful and was able to improve the creative writing skills of the training participants.Keywords: Training, creative writing, guidance studio students, pondok An-NahdlohABSTRAKKeterampilan    menulis memerlukan pelatihan  terus-menerus dan intensif sampai dihasilkan tulisan yang indah dan memiliki nilai estetika. Keterampilan menulis harus  ditumbuhkembangkan dalam dunia pendidikan karena dapat melatih siswa   berpikir kritis. Pelatihan menulisan kreatif bagi Siswa Sanggar Bimbingan di Pondok An-Nahdloh Selangor, Malaysi bertujuan untuk (1) mengakrabkan peserta didik dengan budaya literasi, (2) membelajarkan peserta didik agar memiliki keterampilan literasi khususnya keterampilan menulis kreatif khususnya puisi dalam bahasa Indonesia, (3) memotivasi peserta didik   untuk menulis kreatif dalam kehidupan sehari-hari, (4) membantu tugas para guru dalam membelajarkan keterampilan literasi. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pondok An-Nahdloh Selangor, Malaysia. Metode kegiatan ini yaitu pelatihan dan pendampingan mitra dengan tahapan sosialisasi, ceramah tentang metode penulisan puisi, praktik menulis puisi, dan pendampingan perbaikan puisi. Hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan ini sangatlah berhasil dan mampu meningkatkan kemampuan menulis kreatif para peserta pelatihan.Kata Kunci: Pelatihan, menulis kreatif, siswa sanggar bimbingan, pondok An-Nahdloh
Pelatihan Penggunaan Bahasa Komunikatif: Membekali Siswa Kuliner dengan Keterampilan Kewirausahaan yang Kompetitif Aida Azizah; Evi Chamalah; Cahyo Hasanudin; Heru Muh Yasin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.5128

Abstract

ABSTRACT Training on the use of communicative language in creative project product packaging is a strategic effort to equip culinary students with competitive entrepreneurial skills. Product packaging not only functions as a protector, but also as an effective communication medium to attract consumer attention and build brand image. Through this training, students are invited to understand the importance of clear, persuasive, and informative language in product packaging. The training methods used include direct practice with the aim of providing students with a deep understanding of the importance of effective communication in packaging creative project products produced by culinary students. This can also improve students' ability to design attractive and communicative packaging. The results of the training showed a significant increase in the skills of using communicative language in product packaging.Keywords:    Communicative Language; Product Packaging; Culinary Students ABSTRAK Pelatihan penggunaan bahasa komunikatif dalam kemasan produk projek kreatif merupakan upaya strategis untuk membekali siswa kuliner dengan keterampilan kewirausahaan yang kompetitif. Kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai media komunikasi yang efektif untuk menarik perhatian konsumen dan membangun citra merek. Melalui pelatihan ini, siswa diajak untuk memahami pentingnya bahasa yang jelas, persuasif, dan informatif dalam kemasan produk. Metode pelatihan yang digunakan meliputi praktik langsung dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa tentang pentingnya komunikasi yang efektif dalam mengemas produk projek kreatif yang diproduksi oleh siswa kuliner. Hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam merancang kemasan yang menarik dan komunikatif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menggunakan Bahasa komunikatif pada kemasan produk.Kata Kunci: Bahasa Komunikatif; Kemasan Produk; Siswa Kuliner
Pengembangan Program Desa Cinta Statistik dan Inovasi Pewarnaan Batik Mangrove Masyarakat Pesisir untuk Meningkatkan Potensi Ekonomi dan Kesejahteraan Lokal Desa Socorejo Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Kresna Oktafianto; Raka Nur Sukma; Eriska Fitri Kurniawati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4791

Abstract

 The priority problem in Socorejo Village lies in the area of a lack of understanding of statistics or data which results in the village's potential not being optimally utilized, especially in the area of processing mangroves into finished materials or Batik. This activity aims to increase the economic potential and welfare of local communities by integrating the use of statistical data for more targeted planning and decision making with batik coloring innovations using natural materials from mangrove plants which are abundant in the coastal area of Socorejo Village. The method used in this activity is 3 stages. The stages are Counseling, Application of Appropriate Technology and Product Marketing and Financial Management. As a result, partners have stated that the Village Love Statistics program for village progress is very much in agreement, which will also provide benefits in developing the village economy where the use of statistics also helps in making better aacoloring for the economy of coastal communities, we strongly agree because it can increase family economic income. Nearly all of the Bunga Samudra PKK group are interested in developing batik businesses with mangrove coloring innovations. Permasalahan prioritas di Desa Socorejo terletak pada bidang kurangnya pemahaman mengenai statistik atau data yang mengakibatkan potensi desa belum optimal untuk dimanfaatkan terutama dibidang pemanfaatan pengolahan mangrove menjadi bahan jadi atau Batik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal yang mengintegrasikan pemanfaatan data statistik untuk perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran dengan inovasi pewarnaan batik menggunakan bahan alami dari tanaman mangrove yang melimpah di wilayah pesisir Desa Socorejo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan 3 tahapan. Adapun tahapannya adalah Penyuluhan, Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Pemasaran Produk dan Pengelolaan Keuangan. Hasilnya mitra telah menyatakan bahwa program Desa Cinta Statistik untuk kemajuan desa itu sangatlah setuju, yang juga akan memberikan manfaat dalam pengembangan ekonomi desa dimana penggunaan statistik juga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik yaitu dengan pembangunan desa serta kemajuan desa. Dalam hal inovasi pewarnaan batik mangrove bagi ekonomi masyarakat pesisir sangat setuju karena bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Kelompok PKK Bunga Samudra hampir semuanya tertarik untuk mengembangkan usaha batik dengan inovasi pewarnaan mangrove. 
Pelatihan Bisnis Rintisan Mahasiswa Melalui Research dan Design Thinking Pusvita Yuana; Aulia Azzardina
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.2899

Abstract

ABSTRACTDuring the Covid-19 pandemic, the number of MSMEs in Indonesia has decreased and weakened. The increase in the number of MSMEs will affect the economy in a positive way. Therefore, the government encourages increasing the number of young entrepreneurs to help grow the national economy. This is also the concern of universities to become a source of strengthening and developing productive entrepreneurship among young people. It is essential to train students in research and design thinking because young entrepreneurs who start businesses need assistance in advancing their business knowledge. Community service activities are carried out in collaboration with the Melusinau Community which actively provides learning opportunities in various fields and shares experiences with experts. Activities will be carried out in three meetings for two weeks using the zoom application. On the first day of the meeting delivered material on design thinking introduction and user understanding, the second day was concept generation and prototyping, and the third day was sample presentation and pitching tips. Through this community service activity, it is expected that each activity carried out can increase student knowledge and strong basic abilities to minimize the risk of failure. Based on the results of the evaluation of the implementation of the activities of the participants, 80.26% of the participants gave very satisfying results and 19.74% of the participants were satisfied during the workshop.ABSTRAKSelama pandemi Covid-19, jumlah UMKM di Indonesia mengalami penurunan dan melemah. Padahal dengan meningkatnya UMKM, perekonomian di Indonesia juga akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong peningkatan jumlah wirausaha muda guna membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini juga menjadi perhatian perguruan tinggi untuk menjadi sumber penguatan dan pengembangan wirausaha produktif dari kalangan anak muda. Dikarenakan wirausaha muda yang merintis bisnis memerlukan bantuan untuk memperkuat dasar pengetahuan bisnis, sehingga pelatihan kepada mahasiswa mengenai Research dan Design Thinking melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu untuk dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan melakukan kerjasama dengan Komunitas Melusinau yang secara aktif memberikan kesempatan belajar pada beragam bidang dan berbagi pengalaman dari para pakar. Pelaksanaan kegiatan sebanyak tiga kali pertemuan dalam dua minggu dan menggunakan aplikasi zoom. Pada pertemuan hari pertama menyampaikan materi tentang design thinking introduction and understanding user, hari kedua yaitu concept generation and prototyping, dan hari ketiga yaitu presentation sample and pitching tips. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dari masing-masing kegiatan yang dijalankan dapat memberikan peningkatan baik pada pengetahuan mahasiswa maupun kemampuan dasar yang kuat sehingga mahasiswa dapat meminimalkan terjadinya risiko kegagalan. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan dari peserta, 80,26% peserta memberikan hasil yang sangat puas dan 19,74% dari peserta merasa puas selama berlangsungnya workshop.
Pendampingan Penyusunan Lkpd Berbasis Case Method Bagi Guru Ekonomi SMA Muara Enim Dwi Hasmidyani; Siti Fatimah; Dian Eka Amrina; Muhammad Akbar Budiman
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.4879

Abstract

Pelaksanaan penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis case method pada pembelajaran ekonomi dirasa belum optimal, terutama karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan ketua MGMP Ekonomi SMA Kabupaten Muara Enim, didapat informasi bahwa pendidik ekonomi di SMA Kabupaten Muara Enim jarang membuat sendiri LKPD dalam proses pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru ekonomi SMA di Kabupaten Muara Enim dalam menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis case method. LKPD berbasis case method dinilai efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa melalui analisis kasus nyata. Kegiatan ini menggunakan model pendampingan teknis yang dilaksanakan melalui tiga tahapan. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini ialah tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan guru dengan skor 0,78 (kategori tinggi), serta produk LKPD berbasis case method yang terkategori baik dengan tingkat capaian sebesar 78,2%. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan guru terkait penyusunan LKPD  berbasis case method meningkat sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi di sekolah.
Pelatihan Implementasi Pendidikan Karakter dalam Upaya Penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat di SDN Betahwalang Sari Yustiana; Muhamad Afandi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.3681

Abstract

                                                          ABSTRACTCharacter education is one of the important things implemented in schools, because one of the essences of school is to form character. One of the characteristics that can be applied is Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) its mean clean and healthy living behavior. Even though it is important, PHBS is not a priority for implementing character in schools. Therefore, it is necessary to carry out training on the application of character education in efforts to implement PHBS. Training is carried out in 5 stages:  preparation, planning, material development, implementation and evaluation. The result of this training is that teachers understand the implementation of PHBS, and are also able to guide students. Apart from that, students also understand about PHBS and can apply it at school. It is hoped that teachers and students will carry these habits into society, so that a society will be created that is aware of clean and healthy living behavior.Keywords: Character education, PHBS, elementary school.                                                          ABSTRAKPendidikan Karakter merupakan salah satu hal penting yang diterapkan di sekolah, karena salah satu hakekat dari sekolah ialah membentuk karakter. Salah satu karakter yang bisa diterapkan ialah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Meskipun penting, PHBS sendiri kurang menjadi prioritas penerapan karakter di sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan tentang penerapan Pendidikan karakter dalam Upaya penerapan PHBS. Pelatihan dilakukan dalam 5 tahap, yaitu tahap persiapan, perencanaan, pengembangan materi, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini ialah guru telah memahami mengenai penerapan PHBS, dan juga telah dapat membimbing siswa. Selain itu, siswa juga memahami tentang PHBS dan dapat menerapkannya di sekolah. Diharapkan guru dan siswa, akan membawa kebiasaan tersebut di masyarakat, sehingga akan tercipta masysrakat yang sadar akan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci: Pendidikan karakter, PHBS, Sekolah Dasar