cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pendampingan Pembuatan Nama Store dan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Usaha Sarung BHS Eka Farida; Ifa Khoiria Ningrum; Dewi Endah Fajariana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4834

Abstract

ABSTRACTIn facing the current very open and competitive market mechanism, market dominance is a prerequisite for increasing business competitiveness. The problem faced and the weakness of the MSME group is the lack of access to information, especially market information. This is an obstacle because limited access to market information can result in low market reviews which can lead to weakened competitiveness. The method we use is direct observation of MSME actors. Through the assistance program for creating store names and digital marketing, we hope to be able to help MSME actors to create brand names that can build business image and reputation, and gain recognition from the public as consumers of marketed products. ABSTRAKDalam menghadapi mekanisme pasar yang sangat terbuka dan kompetitif saat ini, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing usaha. Masalah yang dihadapi dan menjadi kelemahan kelompok UMKM adalah kurangnya akses informasi, khususnya informasi pasar. Ini menjadi kendala karena dengan keterbatasan akses informasi pasar tersebut dapat mengakibatkan rendahnya peninjauan pasar sehingga dapat menyebabkan melemahnya daya saing. Metode yang kami pakai yaitu observasi langsung kepada pelaku UMKM. Melalui program pendampingan pembuatan nama store dan digital marketing, kami berharap dapat membantu pelaku UMKM untuk membuat nama brand yang dapat membangun citra dan reputasi usaha, serta memperoleh pengakuan dari masyarakat selaku konsumen produk yang dipasarkan.
Penguatan Peran Orang Tua dalam Pengawasan Penggunaan Gadget dan Manajemen Waktu di Desa Dawung Karanganyar Suranto Suranto; Dhany Efita Sari; Moh. Chairil Asmawan; Indah Pratiwi; Ima Rahayu; Surani Dwi Astuti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.5137

Abstract

ABSTRACTThe uncontrolled use of gadgets by children has become a serious challenge for parents, especially in managing time and monitoring technology usage at home. This community service program aims to strengthen the role of parents in Dawung Village, Matesih District, Karanganyar Regency, in supervising gadget use and improving children’s time management skills. This activity was conducted through socialization, education, and training in gadget monitoring technology applications. The program involved around 80 participants who were given a pre-test, material socialization, and a post-test to measure changes in understanding. The results showed a significant increase in parents' understanding of the importance of time management and gadget monitoring, with an average post-test improvement of 40%. Parents also adopted the introduced monitoring technology applications to facilitate digital oversight for their children. Additionally, active participation in group discussions helped strengthen social support and improved parents' practical skills in monitoring their children's gadget use. Challenges in maintaining consistent monitoring were addressed by recommending follow-up activities, such as online discussions and additional training. This program effectively improved parents' understanding and skills in managing children’s gadget use wisely. With this knowledge, parents are expected to guide their children toward positive and responsible technology use in everyday life.Keywords: Gadget monitoring, time management, parental role learningABSTRAKPenggunaan gadget yang tidak terkontrol pada anak-anak menjadi tantangan serius bagi orang tua, terutama dalam mengelola manajemen waktu dan pengawasan penggunaan teknologi di rumah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran orang tua di Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, dalam mengawasi penggunaan gadget dan meningkatkan keterampilan manajemen waktu pada anak-anak. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi, edukasi, dan pelatihan aplikasi teknologi pengawasan gadget. Program ini melibatkan sekitar 80 peserta yang diberikan pre-test, sosialisasi materi, serta post-test untuk mengukur perubahan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua terhadap pentingnya manajemen waktu dan pengawasan penggunaan gadget, dengan peningkatan rata-rata hasil post-test sebesar 40%. Orang tua juga mengadopsi aplikasi teknologi yang diajarkan untuk memudahkan pengawasan digital pada anak. Selain itu, partisipasi aktif dalam diskusi kelompok membantu memperkuat dukungan sosial dan meningkatkan keterampilan praktis orang tua dalam mengawasi gadget anak. Kendala dalam konsistensi penerapan pengawasan disikapi dengan merekomendasikan tindak lanjut berupa diskusi daring dan pelatihan tambahan. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mengelola penggunaan gadget oleh anak-anak secara bijak. Dengan pengetahuan ini, diharapkan orang tua dapat membimbing anak-anak mereka menuju penggunaan teknologi yang positif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Pengawasan gadget, manajemen waktu, peran orang tua
Pelatihan Pengembangan Pembelajaran berbasis Entreprenuership bermuatan Kearifan Lokal Hairida Hairida; Masriani Masriani; Eny Enawaty; Rini Muharini; Ira Lestari; Andi Ifriany; Erlina Erlina; Rachmat Sahputra; Maria Ulfah; Eni Mayasari; Risya Sasri; Muhammad Farras Leonasa Agusta
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4617

Abstract

ABSTRACTImplementing entrepreneurship as part of the Merdeka Curriculum is considered suboptimal due to the numerous challenges schools face. This is consistent with the survey results among chemistry educators in the Singkawang, which showed that while most have implemented entrepreneurship in their teaching, it has not yet incorporated local wisdom and has not been included in their teaching tools. The purpose of this community service program (PKM) is to enhance educators' ability to develop entrepreneurship-based learning that incorporates local wisdom and to describe educators' responses to the training activities conducted. The method used in this PKM is a training method for 24 chemistry educators in Singkawang, consisting of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the PKM activities showed increased knowledge and helped Singkawang's chemistry educators integrate these two concepts into their teaching.Keywords: Learning Development, Entreprenuership, Local Wisdom  ABSTRAKPelaksanaan kewirausahaan sebagai implementasi kurikulum merdeka dirasa belum optimal dikarenakan terdapat banyak kendala yang harus dihadapi oleh sekolah. Hal tersebut sesuai dengan hasil survei pada pendidik kimia Kota Singkawang yang sebagian besar sudah mengimplementasikan kewirausahaan dalam pembelajarannya akan tetapi belum bermuatan kearifan lokal dan belum dituangkan dalam perangkat pembelajarannya. Tujuan PKM ini ialah untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang berbasis entrepreneurship bermuatan kearifan lokal serta untuk mendeskripsikan respon pendidik terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan. Metode yang digunakan pada PKM ini ialah metode pelatihan untuk 24 pendidik kimia Kota Singkawang yang terdiri dari 3 tahap. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini ialah tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM diketahui dapat meningkatkan pengetahuan dan membantu pendidik kimia Kota Singkawang dalam mengintegrasikan kedua konsep tersebut ke dalam pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan Pembelajaran, Entreprenuership, Kearifan Lokal
Pengelolaan Limbah Pelapah Pisang Menjadi Produk Handycraft Bernilai Jual untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Malang Esy Nur Aisyah; Yona Octiani Lestari; M. Fatkhur Rozi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.4991

Abstract

ABSTRACT Banana trees (stems) whose fruit has ripened will be cut to take the fruit, and the trunk will be thrown away as waste. If excessive, this waste can pollute the environment. It triggers our creativity to utilize the potential of banana stem waste to make it a creative work with high sales value—trying to instil an entrepreneurial spirit in the surrounding community for its natural potential. In Malang Regency, community service activities are carried out using a participatory action research (PAR) approach for millennials. Based on the performance of community service using banana stem waste, it can be concluded that: 1. Processing banana stems into raw materials can be done in several stages, including the process of searching and cutting banana trees, the process of removing banana stem stems, the drying process and the process of selecting banana stems as raw materials 2. Crafts from dried banana stems can be made by opening an event and providing material on banana stem waste, practising making crafts, assisting in making handicrafts, and closing and evaluating the practice results 3. The marketing system for handicraft products is carried out with offline marketing with word of mouth (wom) method, a marketing strategy carried out by parties independently to prospective customers, online marketing using Facebook and Instagram, and online marketing is a marketing communication activity using the internet media.Keywords: Separated Banana Stem Waste, Handicrafts, Participatory Action Research (PAR), Entrepreneurship, Community Empowerment  ABSTRAK Pohon pisang (pelepah) yang buahnya telah matang akan dipotong untuk diambil buahnya dan batangnya akan dibuang begitu saja menjadi limbah. Jika berlebihan limbah ini dapat mencemari lingkungan. Dan hal inilah yang menjadi pemicu kreatifitas kita untuk berupaya memanfaatkan potensi limbah pelepah pisang Menjadikannya sebuah karya cipta yang bernilai jual tinggi. Mencoba untuk menanamkan jiwa kewirausahaan Masyarakat sekitar atas potensi alamnya. Kegiatan pengabdian Masyarakat di lakukan di Kabupaten Malang, dengan pendekatan Participatory action research (PAR) pada generasi millenial. Berdasarkan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan limbah pelepah pisang dapat disimpulkan bahwa: 1. Pengolahan pelepah pisang menjadi bahan baku dapat dilakukan dengan beberapa tahaoan antara lain adalah proses pencarian dan proses penebangan pohon pisang, proses pelepasan pelepah batang pisang, proses penjemmuran dan proses pemilihan pelepah pisang sebagai bahan baku 2. Pembuatan handycraft dari pelepah pisang kering dapat dilakukan dengan membuka acara dan memberikan materi mengenai limbah pelepah pisang, melakukan praktek pembuatan handycraft dan melakukan pendampingan dalam proses pembauatan handycraft dan penutupan dan evaluasi hasil praktek 3. Sistem pemasaran produk handycraft dilakukan dengan pemasaran secara offline dengan metode word of mouth (wom) adalah sebuah strategi pemasaran yang dilakukan oleh pihak-pihak secara independen kepada calon pelanggan, pemasaran secara online menggunakan facebook dan instagram, pemasaran online adalah kegiatan komunikasi pemasaran dengan menggunakan media internet.Kata Kunci: Limbah Pelepah Pisah, Handycraft, Participatory action research (PAR), Kewirausahaan, Pemberdayaan masyarakat
Konservasi Budaya Kesenian Thengul melalui Pengembangan Wisata Budaya Ima Isnaini Taufiqur Rohmah; Dwi Erna Novianti; Ifa Khoiria Ningrum; Sherly Aisyia Anggraeni; Day Ramadhani Amir
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4871

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan, permasalahan yang telah ditangani antara lain: Pada kelompok kesenian, adalah bagaimana kelompok ini memiliki peningkatan level keberdayaan baik pada ketrampilan kesenian thengul itu sendiri & ketrampilan sebagai pemandu wisata budaya. Pada kelompok pengrajin batik, antara lain pada bagaimana kelompok pengrajin ini memiliki diversitas produk baru berupa batik motif thengul & pernak pernik thengul serta bagaimana kelompok pengrajin ini dapat memperluas pemasaran produknya. Diperlukan upaya penanganan secara kolektif pengembangan kompetensi individu masyarakat agar terbentuk pola pikir dan sikap proaktif dalam menggali potensi diri melalui program inisiasi konservasi budaya thengul melalui pengembangan desa wisata berbasis budaya kesenian thengul dengan pengkonsentrasian pada kampung thengul. Tujuan dari program ini adalah Penguatan konsentrasi kampung thengul di Dusun Krajan, penguatan skill masyarakat sasaran akan kesenian thengul, peningkatan value added usaha berbasis kesenian thengul, dan teridentifikasinya perencanaan pengembangan wisata budaya kampung thengul. Program ini dikemas dalam beberapa aktivitas pokok antara lain pengkonsentrasian kampung thengul, pendampingan perencanaan pengembangan wisata budaya kampung thengul, dan pendampingan peningkatan value added usaha berbasis kesenian thengul
Rencana Penyusunan Infrastruktur Desa Wisata Budaya Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Sekar Ayu Kuncaravita; Nurul Jannah Asid; Rizki Astri Apriliani; Wisnu Abiarto; Moch. edra Aurick Aryanta
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4475

Abstract

ABSTRACTLocal cultural tourism village is a tourism concept that aims to promote and preserve local culture in the region. Villages that have potential have the potential to be developed into local cultural tourism villages or can be developed into educational tourism. One area that has the potential to be developed into an educational tourism village with the potential to preserve local culture is Tlemang Village, Ngimbang Sub-district, Lamongan Regency. Tlemang Village is one of the villages in Lamongan Regency that has a cultural heritage tradition commonly called Nyanggring. However, the unique history and traditions owned by Tlemang Village have not been recognized by the public, and there has been no development towards a cultural tourism village. Seeing these problems, the community service team is interested in helping in making an infrastructure development plan based on the uniqueness of traditions and tourism potential in Tlemang Village to be developed into a Local Cultural Tourism Village in Lamongan Regency. The methods used in this community service activity are Participatory Rural Appraisal (PRA) and Focus Group Discussion (FGD). The results of this community service activity are the development strategy of Tlemang Village, including the arrangement of plantations, marketing of MSME products, supporting building criteria, village branding, area landscape, and tourist packages contained in the Master Plan.Keywords: Plan, Infrastructure, Village, Tourism, Culture. ABSTRAKDesa wisata budaya lokal merupakan konsep pariwisata yang bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal di daerah. Desa yang yang memiliki potensi, berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata budaya lokal atau dapat dikembangkan menjadi edukasi wisata. Salah satu daerah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata edukasi dengan potensi pelestarian budaya lokal adalah Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Desa Tlemang merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Lamongan yang memiliki peninggalan budaya tradisi yang biasa disebut Nyanggring. Namun, sejarah dan tradisi unik yang dimiliki oleh Desa Tlemang belum dikenal oleh khalayak dan belum serta belum adanya pengembangan menuju desa wisata budaya. Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat tertarik untuk membantu dalam pembuatan rencana pengembangan infrastruktur yang berdasarkan keunikan tradisi dan potensi wisata  yang ada di Desa Tlemang untuk dapat dikembangkan menjadi Desa Wisata Budaya Lokal di Kabupaten Lamongan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dan  Focus Grup Discussion (FGD). Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersusunnya strategi pengembangan Desa Tlemang di antaranya adalah penataan perkebunan, pemasaran produk UMKM, kriteria bangunan pendukung, branding desa, landscape kawasan, dan tourist package yang tertuang dalam Master Plan.Kata Kunci: Rencana, Infrastruktur, Desa, Wisata, Budaya.
Pemanfaatan Media Manipulatif “Mata Uanga” untuk Pembelajaran Siswa Di Sekolah Inklusi Karawang Attin Warmi; Karunia Eka Lestari; Dela Amelia Putri; Melisa Kusumawardani; Wiwin Wiwin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4841

Abstract

ABSTRACTThis service takes the theme of currency introduction which is motivated by the importance of a student knowing money because money is a medium of exchange that is closely related to daily life. The media used in this activity are props / manipulative currency which consists of metal and paper money and displays from the smallest to the largest value. The purpose of this Abdimas activity is to introduce the types of money and practice their use. This Abdimas activity was carried out in one of the Inclusion schools in Karawang City. The methods used in this activity are in the form of discussions, lectures, mentoring and demonstrations of the use of money as a tool for buying and selling. The results obtained from this Abdimas activity are that students feel happy in learning money calculations using interesting props / manipulatives so that they are able to perform basic calculation operations using money. This media can attract students' attention, so that in its implementation it can run well and students quickly understand it. The school is happy with this activity and as a motivation for teachers to create interesting media for learning both mathematics and other subjects.Keywords: currency, manipulative moneyABSTRAKPengabdian ini mengambil tema pengenalan mata uang yang dilatarbelakangi oleh pentingnya seorang siswa mengenal uang karena uang merupakan alat tukar yang sanagt erat hubungannya dengan kehidupan sehari hari. Media yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu alat peraga/manipulatif mata uang yang mana terdiri dari berupa uang logam dan kertas serta menampilkan dari yang bernilai terkecil hingga besar. Tujuan dari kegiatan Abdimas ini adalah untuk memperkenalkan jenis-jenis uang dan praktek penggunaanya. Kegiatan Abdimas ini dilaksanakan di salah satu sekolah Inkliusi di Kota Karawang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa diskusi, penyuludan, pendampingan dan demonstrasi penggunaan uang sebagai alat untuk jual beli. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Abdimas ini yaitu siswa merasa senang dalam belajar perhitungan uang dengan menggunakan  alat peraga/manipulatif yang menarik sehingga mereka mampu melakukan operasi perhitungan dasar dengan menggunakan uang. Media ini dapat menarik perrhatian siswa , sehingga dalam pelaksnaanya dapat berjalan dengan baik dan siswa cepat memahaminya. Sekolah merasa senang dengan adanya kegiatan ini dan sebagai motivasi untuk para guru untuk membuat media yang menarik untuk pembelajaran baik matematika maupun pelajaran lainnya.Keywords: Mata uang, alat peraga uang
Pelatihan Tindakan Kelas Berbasis Student-Centered Learning untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Siti Sri Wulandari; Waspodo Tjipto Subroto; Susanti Susanti; Dwi Yuli Rahmawati; Luqman Hakim; Norida Canda Sakti; Retno Mustika Dewi; Meylia Elizabeth Ranu; Agung Listiadi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i1.5091

Abstract

One of the Indonesian Schools Abroad (SILN) is Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) which was established on July 10, 1969, located at Jalan No. 1 Lorong Tun Ismail 50480, Federal Territory of Kuala Lumpur Malaysia. SKIL consistently takes part in providing educational services to the Indonesian people in Malaysia which refers to the basis of national education.The profile conditions of the target group provide an overview that the potential teachers at SIKL are already bachelors and the majority are already civil servants, making it easier to be improved and empowered to be more potential and professional. The objectives of the implementation of Community Service (PKM) are 1) The implementation of PTK for teachers using the innovative Student Centered Learning (SCL) learning model. 2) PTK produces an active and interactive learning process so that learning is more interesting and not boring. The implementation method uses aspects of knowledge through the PTK module, Aspects of Skills through the practice of drafting PTK, Implementation Evaluation. The result of the implementation of PKM is that teachers can apply strategies or learning models of Student Centered Learning (SCL). SCL-based PTK practice can improve the quality of learning. The understanding of participants in identifying problems, formulating learning problems, compiling literature reviews, PTK cycles, PTK Methods, and steps in determining the conclusion of PTK is good. Participants were very enthusiastic from the beginning to the end in the process of making a draft PTK proposal for the implementation of PKM, namely teachers can apply strategies or learning models of Student Centered Learning (SCL). SCL-based PTK practice can improve the quality of learning. The understanding of participants in identifying problems, formulating learning problems, compiling literature reviews, PTK cycles, PTK Methods, and steps in determining the conclusion of PTK is good. Participants were very enthusiastic from the beginning to the end in the process of making a draft PTK proposal. Salah satu Sekolah Indonesia yang berada di Luar Negeri (SILN) adalah Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang didirikan pada 10 Juli 1969, beralamat di jalan No. 1 Lorong Tun Ismail 50480, wilayah Persekutuan Kuala Lumpur Malaysia. SKIL konsisten berkiprah memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat Indonesia di Malaysia yang mengacu pada dasar pendidikan nasional. Kondisi profil kelompok sasaran memberikan gambaran bahwa potensi guru di SIKL tersebut telah sarjana dan mayoritas sudah PNS, sehingga memungkinkan lebih mudah untuk ditingkatkan dan diberdayakan menjadi lebih potensial dan profesional. Tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yaitu 1) Penerapan PTK bagi guru menggunakan inovasi model pembelajaran Student Centered Learning (SCL). 2) PTK menghasilkan proses pembelajaran aktif dan interaktif sehingga pembelajaran semakin menarik dan tidak membosankan. Metode pelaksanaan menggunakan aspek pengetahuan melalui modul PTK, Aspek Ketrampilan melalui praktek membuat draft PTK, Evaluasi Pelaksanaan. Hasil pelaksanaan PKM yaitu guru dapat menerapkan strategi-strategi atau model-model pembelajaran Student Centered Learning (SCL). Praktek PTK berbasis SCL dapat  meningkatkan kualitas pembelajaran. Keterpemahaman peserta dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan permasalahan pembelajaran, menyusun kajian pustaka, siklus PTK, Metode PTK, dan langkah-langkah dalam menentukan kesimpulan PTK sudah baik. Peserta sangat antusias dari awal sampai akhir dalam pengerjaan membuat draft proposal PTK.
Optimalisasi Peran Guru dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual dan Intoleransi Melalui E-Comic ‘Bhineka’ Berbasis Literasi Digital Sebagai Perwujudan Profil Pelajar Pancasila Mixghan Norman Antono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4775

Abstract

The educational environment is a place to develop children's character. Apart from that, education is also used as a forum for developing various aspects that support human life, including economics, social, culture, technology, morality and the glory of the nation. Schools that are considered a comfortable and safe place for children are not entirely true. In fact, in the world of education, there is still a lot of sexual violence, intolerance and bullying carried out by education staff and students. This can have an impact on a person's physical and psychological well-being, especially students who attend elementary school because they are still in the process of character formation. Therefore, it is necessary to hold community service to increase the awareness of teachers to prevent sexual violence, intolerance and bullying from occurring in the teaching environment which is carried out at Putren 1 State Elementary School. The results obtained from this community service activity were an increase in teachers' understanding of the importance of preventing sexual violence, intolerance and bullying, in addition to the result of a 60% change in mindset after receiving the material and responses provided by the teacher.Keywords: sexual violence, intolerance, bullying, community serviceABSTRAKLingkungan pendidik merupakan wadah untuk mengembangkan karakter anak. Selain itu pendidikan juga digunakan sebagai wadah untuk mengembangkan berbagai aspek yang menunjung kehidupan manusia, meliputi ekonomi, sosial, budaya, teknologi, moralitas, dan kejayaan bangsa. Sekolah yang dianggap sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi anak ternyata tidak sepenuhnya benar. Pada faktanya di dunia pendidikan masih banyak ditemui perilaku kekerasan seksual, intolerasi, dan perundungan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan maupun peserta didik. Hal tersebut dapat berdampak pada fisik dan psikis seseorang, terutama pada peserta didik yang bersekolah di sekolah dasar karena masih dalam proses pembentukan karakter. Maka dari itu perlu diadakannya pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran para guru untuk mencegah kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan terjadi di lingkungan pendidik yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Putren. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru dalam pentingnya mencegah kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan, selain itu hasil dari perubahan pola pikir  sebesar 60% setelah menerima pemberian materi dan respon tanggapan yang disampaikan oleh guru.Kata Kunci: kekerasan seksual, intoleransi, perundungan, pengabdian masyarakat
Penguatan Keterampilan Guru dalam Implementasi Projek Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja di SMK Dhany Efita Sari; Joko Suwandi; Ramlee Mustapha; Tiara Tiara; Nadia Fauzi Asila; Seli Fatmahwati; Septi Setianingrum
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4846

Abstract

                                                       ABSTRACTThis community service activity aims to enhance the skills and competencies of vocational high school (SMK) teachers in implementing the Student Profile Strengthening Project on Pancasila Values and Work Culture (P5BK), designed to provide tangible benefits for SMK stakeholders, particularly in fostering a strong work culture among students. The service model employed includes an intensive workshop followed by continuous training and mentoring for SMK teachers. The activity was conducted at SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar with 50 teachers participating from four major study areas: Accounting and Financial Institutions (AKL), Office Management and Administration (OTKP), Digital Business and Marketing, and Culinary Arts. The workshop involved hands-on training to strengthen teachers' understanding and skills in applying this project within the school environment. Based on program evaluation, 86% of participants demonstrated a strong understanding of the P5BK concepts and goals during the presentation phase. Furthermore, the training and mentoring phase revealed that 80% of participants felt prepared and capable of implementing P5BK in their teaching activities. These results indicate that the community service activity successfully increased teachers’ readiness to support the strengthening of the student profile on Pancasila values and the development of an applicable and relevant work culture at SMK.Keywords: project for strengthening pancasila student profiles, work culture, vocational school                                                           ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (P5BK), yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi para pemangku kepentingan SMK, khususnya dalam membangun budaya kerja yang kuat di kalangan siswa. Model pengabdian yang digunakan meliputi workshop intensif yang diikuti dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi guru-guru SMK. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar dengan partisipasi 50 guru dari empat bidang studi utama: Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), Bisnis Daring dan Pemasaran, serta Tata Boga. Workshop ini melibatkan pelatihan praktik untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan projek tersebut di lingkungan sekolah. Berdasarkan evaluasi program, 86% peserta menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap konsep dan tujuan P5BK selama tahap penyampaian materi. Selain itu, pada tahap pelatihan dan pendampingan, 80% peserta merasa siap dan mampu melaksanakan P5BK dalam kegiatan pembelajaran mereka. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berhasil meningkatkan kesiapan guru dalam mendukung penguatan profil pelajar Pancasila serta pengembangan budaya kerja yang relevan dan aplikatif di SMK.Kata Kunci: proyek untuk penguatan profil pelajar pancasila, budaya kerja, sekolah menengah kejuruan