cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 455 Documents
Dampak Media Sosial Tiktok Pada Perilaku Bullying Siswa di SDN 6 Selong Lombok Timur Nadia, Zalwa; Habibuddin; Muspita, Zalia; Burhanuddin
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17889

Abstract

Abstract: This study aims to describe teachers’ perceptions of TikTok use at SD Negeri 6 Selong, explain the forms of bullying that occur, and analyze their impacts on students. The background of this research arises from the increasing use of TikTok among elementary school students without adequate supervision, which may influence their social behavior, including bullying. This study employed a qualitative descriptive approach conducted at SD Negeri 6 Selong, East Lombok Regency, for two months (July–August 2025). Data were collected through observation, interviews, and documentation, involving teachers and students as participants. The findings reveal that teachers perceive TikTok as having both positive and negative aspects: it can be educational and entertaining, yet also introduces inappropriate language and behavioral trends. The most common forms of bullying are verbal bullying (mocking, name-calling, laughing at peers) and social bullying (exclusion from groups). The impacts on victims include decreased self-confidence, fear of interaction, and reduced learning concentration. The study concludes that unsupervised use of TikTok tends to strengthen verbal and social bullying behaviors among elementary school students. Thus, active supervision from teachers and parents, digital literacy programs, and character education are crucial to ensure responsible use of social media. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penggunaan media sosial TikTok di SD Negeri 6 Selong, menjelaskan bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi, serta menganalisis dampak yang ditimbulkan terhadap siswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan TikTok di kalangan siswa sekolah dasar tanpa pengawasan yang memadai, yang berpotensi memengaruhi perilaku sosial mereka, termasuk munculnya tindakan bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SD Negeri 6 Selong, Kabupaten Lombok Timur, selama dua bulan (Juli–Agustus 2025). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menilai TikTok memiliki dua sisi: positif sebagai media hiburan dan edukatif, serta negatif karena memunculkan perilaku meniru tren yang tidak pantas bagi usia anak, seperti ejekan dan penggunaan bahasa kasar. Bentuk bullying yang dominan ialah bullying verbal (ejekan, julukan, tertawaan) dan bullying sosial (pengucilan). Dampak yang dialami korban meliputi penurunan kepercayaan diri, ketakutan berinteraksi, dan gangguan konsentrasi belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok tanpa pengawasan dapat memperkuat kecenderungan bullying verbal dan sosial di kalangan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru dan orang tua dalam melakukan pengawasan, literasi digital, serta pembinaan karakter agar media sosial digunakan secara bijak.
Pengaruh Strategi SQ3R dalam Meningkatkan Hasil Belajar Membaca Siswa Kelas III di SD Negeri 1 Teko Kecamatan Pringgabaya Selviana, Rani; Hadi, Yul Alfian; Hidayati, Baiq Rizki; Sururuddin, Muhammad
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17891

Abstract

Abstract: The main problem in this study is the low reading learning outcomes of third-grade students at SD Negeri 1 Teko, Pringgabaya District. This study aims to determine the effect of the SQ3R strategy in improving reading learning outcomes of third-grade students at SD Negeri 1 Teko, Pringgabaya District. The research method used was an experiment with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study was all 20 students of grade 3B of SD Negeri 1 Teko, Pringgabaya District. Data collection techniques were conducted using pretests and posttests in the form of multiple-choice tests. Data analysis in this study included normality testing using the Lilliefors test and hypothesis testing using the paired sample t-test. The results of the study showed that the pretest obtained the lowest score of 15 and the highest score of 85 with an average score of 51, while the posttest obtained the lowest score of 35 and the highest score of 95 with an average score of 65. Based on the results of the normality test, the pretest scores showed that Lhitung < Ltabel (0.0818 < 0.190), while the posttest scores showed that Lhitung < Ltabel (0.1560 < 0.190), indicating a normal distribution of the data. Furthermore, based on the results of the hypothesis test, the obtained thitung > ttabel (6,140 > 2.093), therefore the hypothesis "Ha" is accepted and "Ho" is rejected. Therefore, it can be concluded that the SQ3R strategy has an effect on improving the reading learning outcomes of third-grade students at SD Negeri 1 Teko, Pringgabaya District. Abstrak: Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar membaca siswa kelas III di SD Negeri 1 Teko Kecamatan Pringgabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi SQ3R dalam meningkatkan hasil belajar membaca siswa kelas III di SD Negeri 1 Teko Kecamatan Pringgabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest desain. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 3B SD Negeri 1 Teko Kecamatan Pringgabaya yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data di ambil dengan memberikan pretest dan posttest berupa tes pilihan ganda. Analisis data dalam penelitian ini adalah uji normalitas dengan menggunakan uji lilliefors dan uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretest diperoleh data nilai terendah 15 dan nilai tertinggi 85 dengan nilai rata-rata 51, sedangkan posttest diperoleh data nilai terendah 35 dan nilai tertinggi 95 dengan nilai rata-rata 65. Berdasarkan hasil uji normalitas pada nilai pretest menunjukkan bahwa Lhitung < Ltabel (0,0818 < 0,190), sedangkan nilai posttest menunjukkan bahwa Lhitung < Ltabel (0,1560 < 0,190) sehingga artinya data berdistribusi normal. Selanjutnya berdasarkan hasil uji hipotesis yang diperoleh thitung > ttabel (6,140 > 2,093), maka hipotesisnya berbunyi “Ha” di terima dan “Ho” ditolak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh strategi SQ3R dalam meningkatkan hasil belajar membaca siswa kelas III di SD Negeri 1 Teko Kecamatan Pringgabaya.
Metode Pembelajaran Matematika Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Ringan di SDLB Negeri 1 Lombok Barat Tahun Ajaran 2025/2026 Izzah, Nadiatul; Akbar, Lalu Awaludin; Halimatussa'diah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17893

Abstract

Abstract: This study aims to identify the mathematics teaching methods used by teachers as well as the obstacles faced in teaching children with mild intellectual disabilities at SDLB Negeri 1 Lombok Barat in the 2025/2026 academic year. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that teachers use various teaching methods, including drill methods (practice), recitation (assignments), practice, lectures, question-and-answer sessions, and demonstrations. Drill and demonstration methods are the most frequently used because they align with the characteristics of students with mild intellectual disabilities, who require repetition and concrete examples. The obstacles faced by teachers include students' limited concentration, low memory retention, significant differences in individual abilities, and limitations in teaching facilities and media. However, these obstacles can be overcome through the use of concrete media, repetition of material, individual approaches, as well as support from the school in the form of training and the provision of teaching aids. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran matematika yang digunakan guru serta hambatan yang dihadapi dalam pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus tunagrahita ringan di SDLB Negeri 1 Lombok Barat tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai macam metode pembelajaran, diantaranya metode drill (latihan), resitasi (pemberian tugas), praktik, ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Metode drill dan demonstrasi merupakan metode yang paling sering digunakan karena sesuai dengan karakteristik siswa tunagrahita ringan yang membutuhkan pengulangan dan contoh konkret. Hambatan yang dihadapi guru antara lain keterbatasan konsentrasi siswa, daya ingat yang rendah, perbedaan kemampuan individu yang cukup signifikan, serta keterbatasan sarana dan media pembelajaran. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui penggunaan media konkret, pengulangan materi, pendekatan individual, serta dukungan dari pihak sekolah berupa pelatihan dan penyediaan alat peraga.
Implementasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Sikap Positif Siswa Wahyuni, Sri; Amrulloh, Roni; Hamdi, Zulfadli
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17907

Abstract

Abstract: Indonesian language learning has not been optimal in instilling character values. Students still often lack discipline, procrastinate on assignments, and lack responsibility. This occurs because learning emphasizes cognitive aspects rather than the formation of attitudes and character values. This study aims to: 1) Identify effective strategies in integrating character values ​​in Indonesian language learning at SDN 4 Menceh. 2) Analyze the challenges faced in implementing character values ​​in Indonesian language learning at SDN 4 Menceh. 3) Evaluate the impact of implementing character education-based Indonesian language learning on students' positive attitudes. This study used a qualitative approach with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. Data sources were the principal, teachers, and third-grade students of SDN 4 Menceh. The results showed that the implementation of character values ​​in Indonesian language learning for third-grade students of SDN 4 Menceh was quite effective. The strategies used included active learning, group discussions, story-based learning, and teacher role models in terms of discipline, responsibility, and cooperation. The obstacles faced were differences in student character, limited time and resources, but most students still showed active participation, discipline, responsibility, and cooperation, so that character values ​​could begin to form in the learning process. Abstrak: Pembelajaran Bahasa Indonesia belum optimal dalam menanamkan nilai karakter. Siswa masih sering kurang disiplin, menunda tugas, dan kurang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi strategi yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 4 Menceh. 2) Menganalisis tantangan yang dihadapi dalam implementasi nilai-nilai karakter pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 4 Menceh. 3) Mengevaluasi dampak penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis pendidikan karakter terhadap sikap positif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data adalah kepala sekolah, guru dan siswa kelas 3 SDN 4 Menceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SDN 4 Menceh berjalan cukup efektif. Strategi yang digunakan meliputi pembelajaran aktif, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis cerita, serta keteladanan guru dalam bersikap disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja sama. Kendala yang ditemui berupa perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu, dan sumber daya, namun sebagian besar siswa tetap menunjukkan partisipasi aktif, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama, sehingga nilai-nilai karakter dapat mulai terbentuk dalam proses pembelajaran.  
Analisis Nilai-Nilai Sosial Tradisi Begawe dalam Membangun Sikap Solidaritas Sosial Peserta Didik di SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Mulyana, Asri; Habibuddin; Muspita, Zalia
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18011

Abstract

Abstract: The Begawe tradition, as a cultural heritage of the Lombok people, plays an important role in shaping social attitudes, yet its relationship to primary education is rarely studied. This study aims to (1) describe the school community's perceptions of the Begawe tradition, (2) identify the social values ​​contained within the Begawe tradition, and (3) analyze the implementation of the Begawe tradition's social values ​​in building social solidarity among students at SD Negeri 1 Gereneng Timur, Sakra Timur District, East Lombok Regency. This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was achieved using source triangulation techniques.The results of the study indicate that: (1) the school community's perception of the Begawe tradition is very positive, where the principal views it as a cultural heritage, teachers consider it a means of character education and solidarity, while students consider it a collective activity that strengthens social relationships; (2) the Begawe tradition contains social values ​​such as mutual cooperation, mutual assistance, friendship, empathy, and sympathy that are able to build social solidarity in students; (3) the implementation of the social values ​​of the Begawe tradition is seen through group work activities, community service, collaborative learning, and student involvement in local culture-based activities, even though they are still faced with the challenges of modernization and a lack of routine habits. Abstrak: Tradisi begawe sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Lombok memiliki peran penting dalam membentuk sikap sosial, namun keterkaitannya dengan pendidikan dasar masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan persepsi warga sekolah mengenai tradisi begawe, (2) mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi begawe, dan (3) menganalisis implementasi nilai-nilai sosial tradisi begawe dalam membentuk solidaritas sosial peserta didik di SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi warga sekolah terhadap tradisi begawe sangat positif, di mana kepala sekolah memandangnya sebagai warisan budaya, guru menilainya sebagai sarana pendidikan karakter dan solidaritas, sedangkan siswa menganggapnya sebagai kegiatan kebersamaan yang mempererat hubungan sosial; (2) tradisi begawe mengandung nilai-nilai sosial seperti gotong royong, tolong-menolong, silaturahmi, empati, dan simpati yang mampu membentuk solidaritas sosial siswa; (3) implementasi nilai-nilai sosial tradisi begawe tampak melalui kegiatan kerja kelompok, kerja bakti, pembelajaran kolaboratif, serta keterlibatan siswa dalam aktivitas berbasis budaya lokal, meskipun masih dihadapkan pada tantangan modernisasi dan kurangnya pembiasaan rutin.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengurangan Risiko Stunting Deswita, Dilaviony; Ayub, Daeng; Ramadhani, Masyitha
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18034

Abstract

Abstract: This study aims: 1) to determine and analyze the level of health education in Perawang Indah Village, Tualang District, Siak Regency, 2) to determine and analyze the reduction of stunting risk by Posyandu members in Perawang Indah Village, Tualang District, Siak Regency, 3) to determine the effect of health education on reducing the risk of stunting by Posyandu members in Perawang Indah Village, Tualang District, Siak Regency. This type of research is ex-post facto with a quantitative approach. The population in this study were 138 housewives of childbearing age (Posyandu members). The sampling technique used simple random sampling, this selection was due to the homogenous demographics of the study, namely housewives of childbearing age (Posyandu members) in Perawang Indah Village, Tualang District, Siak Regency, using the Slovin formula, the sample was 103 people. The results of this study indicate that there is an influence of health education on reducing the risk of stunting by Posyandu members in Perawang Indah Village, Tualang District, Siak Regency, amounting to 50.2% with a moderate interpretation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui dan menganalisis tingkat penyuluhan kesehatan di kampung perawang indah kecamatan tualang kabupaten siak, 2) untuk mengetahui dan menganalisis pengurangan risiko stunting oleh anggota posyandu di kampung perawang indah kecamatan tualang kabupaten siak, 3) untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengurangan risiko stunting oleh anggota posyandu di kampung perawang indah kecamatan tualang kabupaten siak. Jenis penelitian ini bersifat ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga usia subur (anggota posyandu) sebanyak 138 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, pemilihan ini dikarenakan demografi penelitian homogen yakni ibu rumah tangga usia subur (anggota posyandu) di kampung perawang indah  kecamatan tualang kabupaten siak, dengan menggunakan rumus slovin, maka sampel 103 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengurangan risiko stunting oleh anggota posyandu di kampung perawang indah kecamatan tualang kabupaten siak, sebesar 50,2% dengan tafsiran sedang.
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Berbasis Assemblr Edu Pada Pembelajaran IPAS Kelas V di SDN 1 Sepit Husna, Asmaul; Alwi, Mijahamuddin; Fadilah, Dina
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18073

Abstract

Abstract: This study aims to develop Augmented Reality (AR) learning media based on assemblr edu in science learning for grade V at SDN 1 Sepit. This study is a type of Research and Development (R&D) research using the ADDIE development model which consists of 5 stages, namely: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. This research was conducted on all grade V students of SDN 1 Sepit, with a total of 30 students. The data collection techniques used in this study were in the form of expert team validation questionnaires and student response questionnaires on assemblr edu-based AR learning media which were analyzed using descriptive analysis techniques using a five-point scale for expert team validation and a four-point scale for student response questionnaires. The results of this study indicate that the validation of material experts is in the "Very Good" category with a score range of X> 54.48 and a total score of 60 and an average of 4.61. The results of the media expert validation test are in the "Very Good" category with a score range of X> 54.48 with a total score of 58 and an average of 4.46. Meanwhile, the results of the student response questionnaire that has been conducted with a total of 30 students are in the "Very Good" category with a percentage of 87%, a total score of 1,263, and an average value of 42.1. So it can be concluded, the Augmented Reality (AR) learning media based on assemblr edu in class V Science learning at SDN 1 Sepit is suitable for use as a support for learning activities at school. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis assemblr edu pada pembelajaran IPAS kelas V di SDN 1 Sepit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu: 1) Analysis (Analisis), 2) Design (Desain), 3) Development (Pengembangan), 4) Implementation (Implementasi), 5) Evaluation (Evaluasi). Penelitian ini dilakukan pada seluruh siswa kelas V SDN 1 Sepit yaitu dengan jumlah 30 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa angket validasi tim ahli dan angket respon siswa terhadap media pembelajaran AR berbasis assemblr edu yang dianalisis dengan teknik analisis deskriptif menggunakan skala lima untuk validasi tim ahli dan skala empat untuk angket respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validasi ahli materi berada pada kategori “Sangat Baik” dengan rentang skor X > 54,48 dan jumlah skor 60 serta rata-rata 4,61. Hasil uji validasi ahli media berada pada kategori “Sangat Baik” dengan rentang skor X > 54,48 dengan jumlah skor 58 dan rata-rata 4,46. Sedangkan hasil angket respon siswa yang sudah dilakukan dengan jumlah responden 30 siswa berada pada kategori “Sangat Baik” dengan persentase 87%, jumlah skor 1.263, serta nilai rata-rata 42,1. Sehingga dapat disimpulkan, media pembelajaran Augmented Reality (AR) berbasis assemblr edu pada pembelajaran IPAS kelas V di SDN 1 Sepit layak digunakan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran di sekolah.
Profil Kelembagaan Pendidikan Nonformal Kampung Perawang Indah, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau Riyadi, Muhammad; Ayub, Daeng; Jais, Muhammad; Raja, Faisal Hamid Maka
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18106

Abstract

Abstract: Education is the key to forming intelligent, character-based, and competitive individuals. Non-formal education plays a vital role in complementing formal education in shaping the character and skills of the community. However, limited facilities and access remain major challenges. The educational profile serves as an important basis for formulating policies and improving the quality of education in a region. This research is a descriptive study using a qualitative approach that aims to provide an in-depth overview of the institutional profile of non-formal education in Kampung Perawang Indah, including the type of institution, number of participants, instructor qualifications, and its impact on the community. Based on the results of the research, it can be concluded that non-formal education in Kampung Perawang Indah is quite active and plays an important role in shaping the character of the community through two institutions, namely Pondok Tahfidz Syafa'atul Qur'an (28 students) and MDTA Nurul Jannah (42 students). Although the instructors are highly dedicated, limited facilities and support remain obstacles. In general, non-formal education in this area is effective as a complement to formal education, but requires policy support to improve its quality and access. Abstrak: Pendidikan adalah kunci pembentuk manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Pendidikan nonformal berperan penting melengkapi pendidikan formal dalam membentuk karakter dan keterampilan masyarakat. Namun, keterbatasan fasilitas dan akses masih menjadi tantangan utama. Profil pendidikan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan dan meningkatkan kualitas pendidikan di suatu wilayah. Adapun Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mmempunyai tujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang profil kelembagaan pendidikan nonformal di Kampung Perawang Indah, termasuk jenis lembaga, jumlah peserta, kualifikasi instruktur, dan dampaknya terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pendidikan nonformal di Kampung Perawang Indah cukup aktif dan berperan penting dalam membentuk karakter masyarakat melalui dua lembaga, yakni Pondok Tahfidz Syafa’atul Qur’an (28 siswa) dan MDTA Nurul Jannah (42 siswa). Meski para instruktur berdedikasi tinggi, keterbatasan fasilitas dan dukungan masih menjadi kendala. Secara umum, pendidikan nonformal di daerah ini efektif sebagai pelengkap pendidikan formal, namun perlu dukungan kebijakan untuk peningkatan kualitas dan aksesnya.
Identifikasi Kebutuhan Belajar Ibu Rumah Tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Siroja, Adhim; Ayub, Daeng; Fitrilinda, Daffeta; Raja, Faisal Hamid Maka
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18107

Abstract

Abstract: This research is motivated by the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah, Tualang District, Siak Regency. The phenomena that indicate the need to identify the learning needs of housewives include; a) some housewives in the area have not used their time productively, b) do not understand optimal childcare patterns, c) the time management skills of housewives are still low and there are no life skills education programs. The purpose of this study is to determine the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah, Tualang District, Siak Regency. The population in this study was 75 people. Therefore, the researcher took a total of 43 people for the research sample and 20 people for the trial using a simple random sampling technique. Data analysis through quantitative descriptive analysis. The research results show that the learning needs of housewives in Kampung Perawang Indah overall fall into the high category with an average score of 3.91. Demographic analysis indicates that learning needs are higher in the age group of 36–45 years, with a junior high school education level, and among housewives with 0–1 children. This confirms that the learning needs of housewives are indeed urgent to be met according to the conditions they face. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi kebutuhan belajar ibu rumah tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Fenomena yang menunjukkan perlunya dilakukan identifikasi kebutuhan belajar bagi ibu rumah tangga diantaranya; a) sebagian ibu rumah tangga di wilayah tersebut belum memanfaatkan waktu secara produktif, b) belum memahami pola asuh anak secara optimal, c) kemampuan manajemen waktu para ibu rumah tangga masih rendah belum terdapat program pendidikan kecakapan hidup (life skill education). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan belajar Ibu Rumah Tangga di Kampung Perawang Indah Kecamatan  Tualang Kabupaten Siak. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 75 orang. Maka peneliti mengambil seluruhnya untuk sampel penelitian 43 orang untuk penelitian dan 20 orang untuk uji coba dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data analisa melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan belajar ibu rumah tangga di Kampung Perawang Indah secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,91. Analisis demografi memperlihatkan bahwa kebutuhan belajar lebih tinggi pada kelompok usia 36–45 tahun, tingkat pendidikan SMP, serta ibu rumah tangga dengan jumlah anak 0–1. Hal ini menegaskan bahwa kebutuhan belajar ibu rumah tangga memang mendesak untuk dipenuhi sesuai kondisi yang mereka hadapi.  
Pendekatan Deep learning Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar Raja, Faisal Hamid Maka; Ayub, Daeng; Ramadani, Rika Fitri; Fahmi, Rahmat; Pramono, Basuki
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18111

Abstract

Abstract: Learning in elementary school is an important foundation for developmentcognitiveand affective. Currently, the approachdeep learningIt is increasingly gaining attention because it emphasizes conceptual understanding, reflection, and problem solving. The aim of this research is to obtain an objective picture of elementary school teachers' understanding, application, and perceptions of this learning approach.deep learningThis study used a descriptive survey method, conducted by distributing questionnaires to 50 elementary school teachers in Wolowaru sub-district. This study was conducted in 10 elementary schools in Wolowaru sub-district for approximately one month. In addition, a literature review was conducted from national and international journals discussing the implementation ofdeep learningin basic learning. The research results show thatdeep learningIn the context of education, it refers not only to artificial intelligence technology, but also to an in-depth learning approach that encourages holistic, reflective, and meaningful conceptual understanding. Despite its potential to improve students' conceptual understanding and critical thinking, its implementationdeep learningstill facing challenges in terms of curriculum, teacher training, and supporting facilities. Abstrak: Pembelajaran di SD menjadi dasar penting bagi perkembangan kognitif dan afektif. Saat ini, pendekatan deep learning semakin dilirik karena menekankan pemahaman konsep, refleksi, dan pemecahan masalah. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran yang objektif tentang pemahaman, penerapan, dan persepsi guru SD terhadap pendekatan pembelajaran deep learning. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 50 guru SD di wilayah kecamatan wolowaru. Penelitian ini dilaksanakan di 10 (Sepuluh) Sekolah Dasar kecamatan wolowaru selama kurang lebih satu Bulan. Selain itu, dilakukan kajian literatur dari jurnal nasional dan internasional yang membahas penerapan deep learning dalam pembelajaran dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa deep learning dalam konteks pendidikan bukan hanya merujuk pada teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga pada pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong pemahaman konsep secara holistik, reflektif, dan bermakna. Meskipun potensial meningkatkan pemahaman konsep dan berpikir kritis siswa, implementasi deep learning masih menghadapi tantangan dalam hal kurikulum, pelatihan guru, dan sarana pendukung.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026): Maret Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol 10, No 2 (2024): September Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol 9, No 2 (2023): September Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol 8, No 2 (2022): September Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol 8, No 1 (2022): Maret Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol 6, No 2 (2020): September Vol. 6 No. 2 (2020): September Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 2 (2019): September Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Vol 3, No 2 (2017): September Vol. 3 No. 2 (2017): September Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 3, No 1 (2017): Maret Vol 2, No 2 (2016): September Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): September Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 Vol 2, No 1 (2016): Maret Vol. 2 No. 1 (2016): Maret More Issue