cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 507 Documents
Dampak Buku Mewarnai Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Calistung Siswa Kelas 2 SDN 1 Kalijaga Selatan Ochsania, Bina; Mukti, Husnul; Ramdan, Ahmad Yasar; Yazid, Muhammad
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.19871

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to produce a product in the form of a coloring book based on differentiated learning and to see the impact of the book on students’ abilities in learning to read, write, and count (calistung) based on the diversity of learning styles of students in grade 2 of elementary school, by using Civics learning materials as the material used in the coloring book. The research method used in this research is Reseach and Development (R&D), with the ADDIE model. The final result of this research is a coloring book based on differentiated learning on the reading, writing, and arithmetic abilities of the 2nd grade students of SDN 1 Kalijaga Selatan. Based on the analysis of the results of the material experts and media experts on the product developed, it was categorized as Very Good from both the material results and the valid results of the media. And based on the result of the questionnaire responses of the students given to 25 students, a total score of 229 was obtained from a maximum of 250. The average score per student was 9,16. If converted into a percentage, the result was 91,6%, which is included in the Very Practical category. Increase in the average value 80,60 points before treatment to 82,48 points after treatment still provides an indication that the method applied was able to provide a positive impact on students learning outcomes. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilakan produk berupa buku mewarnai berbasis pembelajaran berdiferensiasi dan untuk melihat dampak buku tersebut terhadap kemamapuan peserta didik dalam pembelajaran calistung (membaca, menulis, berhitung) berdasarkan keanekaragaman gaya belajar peserta didik di kelas 2 Sekolah Dasar, dengan menggunakan materi pelajaran PKN sebagai materi yang digunakan dalam buku mewarnai tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan model ADDIE. Hasil akhir dari penelitian ini berupa buku mewarnai berbasis pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan calistung peserta didik di kelas 2 SDN 1 Kalijaga Selatan. Berdasarkan analisis hasil validasi tim ahli materi dan ahli media terhadap produk yang dikembangkan memperoleh kategori Sangat Baik. Dan berdasarkan hasil angket respon peserta didik yang diberikan kepada 25 peserta didik, diperoleh total skor keseluruhan sebesar 229 dari maksimal 250. Jika dikonversikan kedalam bentuk persentase, diperoleh hasil sebesar 91,6%, yang termasuk dalam kategori Sangat Praktis. Peningkatan nilai rata-rata dari 80,60 poin sebelum diberikan perlakuan menjadi 82,48 poin setelah diberikan perlakuan, hal ini tetap memberikan indikasi bahwa metode yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik.
Pengaruh Media Video Interaktif Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Sekolah Dasar Maknun, Baiq Lu'luil; Sulastri, Andi; Rohini
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17803

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of using interactive video-based learning media on the learning outcomes of fifth-grade students in Civics Education at SDN 1 Montong Tangi. This study used a quantitative pre-experimental design, employing a one-group pretest-posttest design. The subjects of this study were 20 fifth-grade students selected using saturated sampling. The data collection instrument was a multiple-choice test consisting of 20 questions. Data analysis was conducted through normality tests, homogeneity tests, and paired t-tests. The results showed a significant increase in student learning outcomes after being given treatment in the form of interactive video-based learning media. This proves that interactive video media can increase student motivation, understanding of the material, and involvement in learning. Thus, the use of interactive video-based media can be an innovative alternative for teachers in improving the quality of Civic Education learning in elementary schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif berbasis video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SDN 1 Montong Tangi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, menggunakan model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas V yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar pilihan ganda sebanyak 20 soal. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan berupa penggunaan media interaktif berbasis video pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa media video interaktif mampu meningkatkan motivasi, pemahaman materi, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media interaktif berbasis video dapat menjadi alternatif inovatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PKn di sekolah dasar.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV MI NW Kelayu Jorong Husna, Agustina Maulidiana; Hadi, Yul Alfian; Mukti, Husnul
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17804

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine whether parents' socioeconomic status influences fourth-grade students' learning motivation at MI NW Kelayu Jorong. This research was quantitative. The design used was correlation. The research location was at MI NW Kelayu Jorong, Jorong Village, Selong District. The population consisted of all fourth-grade students at MI NW Kelayu Jorong. The sample used was a saturated sample because all members of the population were used as samples, consisting of 31 students from two classes: Class IVA and Class IVB. Data collection techniques used were questionnaires, observation, and documentation. The Shapiro-Wilk test was used to test for data normality. The normality test showed that the population was normally distributed. The hypothesis was calculated using a simple linear regression test and an F-test. Based on the results of the normality test, the data were found to be normally distributed. The simple linear regression hypothesis test yielded Y = 111.278 + 0.006, and the F-test showed a calculated F of 13.944 with a significance level of 0.001 <0.05 at the 5% significance level. Therefore, Ha is accepted and Ho is rejected. This indicates a significant influence between parents' economic conditions and students' learning motivation. This study recommends that teachers, parents, and students consistently support each other in the educational process to achieve optimal learning outcomes. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengeruh status sosial ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa kelas IV MI NW Kelayu Jorong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain dalam penelitian yang digunakan adalah Korelasi. Tempat penelitian ini di MI NW Kelayu Jorong, Desa Jorong Kecamatan Selong. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas IV MI NW Kelayu Jorong. Sampel yang digunakan adalah sampel Jenuh karena semua anggota populasi digunakan sebagai sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas IVA dan IVB sebanyak 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi. Uji prasyarat yang digunakan adalah Saphiro-Wilk untuk menguji normalitas data, berdasarkan uji normalitas diperoleh bahwa populasi terdistribusi normal. Perhitungan hipotesis menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji F. Berdasarkan hasil uji normalitas diproleh bahwa data berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji hipotesis regresi linier sederhana adalah Y = 111.278 + 0,006 dan Uji F menunjukkan F hitung didapat sebesar 13,944 dengan sig 0,001 < dari 0,05 pada taraf signifikansi 5% dengan demikian, Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kondisi ekonomi orang tua terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menyarankan agar guru, orang tua, dan siswa secara konsisten saling mendukung dalam proses pendidikan untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Makna Bahasa Sasak di Era Global: Kajian Kesopanan Berbahasa Siswa di SD Negeri 1 Sukadana Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur Innayatussoliha, Baiq Ulya; Habibuddin; Mukti, Husnul
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18062

Abstract

Abstract: This study was motivated by the declining interest in using the Sasak language due to the dominance of Indonesian, foreign languages, and the influence of digital media. The purpose of this research was to describe the meaning and function of base alus Sasak, explain the process of preserving and maintaining base alus Sasak, and analyze its impact at SD Negeri 1 Sukadana. The research employed a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data validity was tested using source triangulation, technique triangulation, and time triangulation. The data analysis involved four stages: data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that the use of the Sasak language, particularly base alus, was still practiced in daily school communication, especially in interactions between teachers and students. Teachers used Sasak as an additional medium of communication alongside Indonesian, particularly when explaining topics related to local culture or giving moral guidance. Efforts to preserve and maintain base alus at school were carried out through local content subjects, extracurricular activities, and habitual use of base alus in both formal and informal settings, such as traditional games, storytelling, and religious events. The impact of these efforts was the increased awareness among students of the importance of preserving local languages as part of their cultural identity. Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh menurunnya minat penggunaan bahasa Sasak akibat dominasi bahasa Indonesia, bahasa asing dan pengaruh media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan arti dan fungsi base alus Sasak, menjelaskan proses pelestarian dan pemertahanan base alus Sasak dan menganalisis dampak pelestarian dan pemertahanan base alus Sasak di SD Negeri 1 Sukadana. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan tringualasi sumber, tringualasi teknik dan tringualasi waktu. Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Sasak, khususnya base alus, masih dipraktikkan dalam komunikasi sehari-hari warga sekolah, terutama dalam interaksi antara guru dan siswa. Guru memanfaatkan bahasa Sasak sebagai media komunikasi tambahan selain bahasa Indonesia, terutama saat menjelaskan materi yang berkaitan dengan budaya lokal atau ketika memberikan nasihat moral kepada siswa. Upaya pelestarian dan pemertahanan base alus di sekolah dilakukan melalui mata pelajaran muatan lokal, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembiasaan penggunaan base alus dalam kegiatan formal maupun nonformal seperti permainan tradisional, mendongeng, dan kegiatan keagamaan. Sedangkan dampak yang ditimbulkan yaitu meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai identitas budaya.
Partisipasi Ibu Rumah Tangga dalam Mengikuti Majelis Taklim di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar Hanisah; Putra, M. Jaya Adi; Muryanti
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18121

Abstract

Abstract: This study aims to determine the level of participation of housewives in participating in the Majelis Taklim activities at Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar. This study is a quantitative study with a descriptive approach. The population in this study were 344 housewives who participated in the Majelis Taklim activities at Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar. In sampling using the Simple Random Sampling method. So, the sample in this study amounted to 78 housewives who participated in the Majelis Taklim activities at Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar.. with a 10% error rate using the Slovin Formula. This study proves that the level of participation of housewives in participating in the Majelis Taklim at Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar. is relatively high. Viewed from all indicators, namely the attitude indicator with a value obtained of 3.82 and the mean on the knowledge indicator with a mean value of 3.90 and the mean value on the skills indicator obtained a value of 3.93. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Partisipasi Ibu yang Rumah Tangga dalam Mengikuti Kegiatan Majelis Taklim di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu Rumah Tangga yang Mengikuti Kegiatan Majelis Taklim di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar sebanyak 344 orang. Dalam pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Jadi, sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 Ibu Rumah Tangga yang Mengikuti Kegiatan Majelis Taklim di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar. dengan taraf kesalahan 10% yang menggunakan Rumus Slovin. Penelitian ini membuktikan tingkat Partisipasi Ibu Rumah Tangga dalam Mengikuti Majelis Taklim di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar tergolong tinggi. Dilihat dari semua indikator yaitu indikator sikap dengan nilai yang diperoleh sebanyak 3,82 dan mean pada indikator pengetahuan dengan nilai mean sebesar 3,90 serta nilai mean pada indikator keterampilan diperoleh nilai sebesar 3,93.
Body Shaming dan Self-Confidence pada Remaja Karang Taruna di Kampung Tengah, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis Alvina Damayani; Muhammad Jais; Viony Syafitra
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18396

Abstract

Abstract: Body shaming refers to comments, judgments, or treatment that demean individuals based on physical appearance and may be associated with the development of adolescents’ self-confidence. This study aimed to describe the levels of body shaming and self-confidence and to examine the predictive contribution of body shaming to self-confidence among youth organization members in Kampung Tengah, Pinggir District, Bengkalis Regency. A quantitative ex-post facto design was employed. The population consisted of 110 adolescents, and 87 respondents were selected using the Slovin formula at a 5% margin of error and simple random sampling. Data were collected using five-point Likert questionnaires. The self-confidence instrument comprised 40 valid items with a Cronbach’s alpha of 0.954, while the body-shaming instrument comprised 39 valid items with a reliability coefficient of 0.963. Descriptive statistics, normality and linearity tests, Pearson correlation, and simple linear regression were applied. Body shaming was classified as moderately high (M=3.69), whereas self-confidence was moderate (M=3.39). The variables were positively and significantly correlated (r=0.512; p<0.001). Regression analysis produced B=0.503 (t=5.499; p<0.001) and R²=0.262, indicating that body shaming explained 26.2% of the variance in self-confidence. This positive direction contradicts the theoretical expectation and indicates that the coding of positively and negatively worded items should be verified before substantive inference. Youth organizations should promote anti-body-shaming education, inclusive communication, and positive body-image development. Abstrak: Body shaming merupakan komentar, penilaian, atau perlakuan yang merendahkan individu berdasarkan penampilan fisik dan berpotensi berkaitan dengan pembentukan kepercayaan diri remaja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat body shaming dan self-confidence serta menganalisis kontribusi prediktif body shaming terhadap self-confidence pada remaja Karang Taruna di Kampung Tengah, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Populasi berjumlah 110 remaja dan sampel sebanyak 87 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5% serta dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat. Instrumen self-confidence terdiri atas 40 item valid dengan reliabilitas Cronbach’s alpha 0,954, sedangkan instrumen body shaming terdiri atas 39 item valid dengan reliabilitas 0,963. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa body shaming berada pada kategori cukup tinggi (M=3,69), sedangkan self-confidence berada pada kategori sedang (M=3,39). Kedua variabel berkorelasi positif dan signifikan (r=0,512; p<0,001). Regresi menghasilkan koefisien B=0,503 (t=5,499; p<0,001) dan R²=0,262, sehingga body shaming menjelaskan 26,2% variasi self-confidence. Arah positif ini tidak sejalan dengan ekspektasi teoritis dan mengindikasikan perlunya verifikasi pengodean item positif-negatif sebelum inferensi substantif dibuat. Secara praktis, Karang Taruna perlu mengembangkan edukasi anti-body shaming, komunikasi inklusif, dan penguatan citra diri positif.
Pelaksanaan Pelayanan di Taman Bacaan Masyarakat Tambelan Pekanbaru: Analisis Kualitas Layanan dalam Penguatan Literasi Masyarakat Novia Rahma; Daeng Ayub; Muhammad Jais
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18397

Abstract

Abstract: Community reading centers play an important role in expanding access to literacy resources and supporting non-formal learning, particularly at the community level. However, the effectiveness of these institutions depends not only on the availability of reading materials but also on the quality of services provided to users. This study examines the implementation of services at Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Tambelan in Pekanbaru, Indonesia, using five dimensions of service quality: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. A qualitative naturalistic approach was employed. Data were collected through direct observation, semi-structured interviews, and document analysis involving two core informants who were TBM users and one supporting informant representing the management. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and source triangulation. The findings indicate that TBM Tambelan generally provides favorable service across the five dimensions. Tangible aspects are reflected in clean reading spaces, maintained collections, and supporting facilities. Reliability is demonstrated through consistent operating hours and orderly borrowing procedures. Responsiveness is evident in prompt assistance and efficient circulation services, while assurance is supported by courteous staff behavior and measures designed to maintain user and collection security. Empathy is reflected in personal attention and openness to users’ needs and feedback. Nevertheless, limitations remain, particularly regarding digital facilities, the diversity of materials for adult readers, systematic mechanisms for collecting user feedback, and broader community participation. The study demonstrates that service quality is an important institutional mechanism through which community reading centers can strengthen accessibility, user experience, and community-based literacy development. Abstrak: Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berperan menyediakan akses terhadap sumber informasi, bahan bacaan, dan aktivitas pembelajaran sepanjang hayat. Keberhasilan TBM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan koleksi, tetapi juga oleh kemampuan pengelola menyediakan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pelayanan di Taman Bacaan Masyarakat Tambelan Pekanbaru berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Informan terdiri atas dua pengunjung sebagai informan inti dan satu pengelola sebagai informan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan TBM Tambelan secara umum berjalan dengan baik. Dimensi bukti fisik tercermin pada kebersihan lingkungan, penataan koleksi, dan keberadaan sarana pendukung. Keandalan ditunjukkan oleh konsistensi jam pelayanan dan ketertiban proses sirkulasi. Daya tanggap terlihat dari kecepatan pengelola membantu pengunjung, sedangkan jaminan tercermin melalui keramahan, kesopanan, kompetensi, dan keamanan. Dimensi empati ditunjukkan melalui perhatian terhadap kebutuhan individual pengunjung dan keterbukaan terhadap masukan. Meskipun demikian, masih ditemukan kebutuhan peningkatan fasilitas digital, diversifikasi bahan bacaan, sistem umpan balik pengunjung, dan inovasi program untuk memperluas partisipasi masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan merupakan elemen strategis dalam memperkuat fungsi TBM sebagai pusat literasi dan pembelajaran masyarakat.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Pendampingan Intensif Berkelompok pada Siswa Kelas II MIS Darunniyah NW Pancor Manis Wahyu Akbar Ansori; Sarapina; Baiq Puput Ilna Zahwa
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18416

Abstract

Abstract: Beginning reading is a foundational competence for learning across subjects, yet a number of lower-grade students still experience difficulties in letter-sound recognition, syllable blending, word reading, fluency, and basic comprehension. This classroom action research examined the improvement of beginning reading skills through an intensive small-group mentoring program in Grade II of MIS Darunniyah NW Pancor Manis. The class consisted of 27 students; initial screening identified 15 students who scored below the minimum mastery criterion of 70 and became the primary targets of the intervention. The study was conducted in two cycles from September to November 2025. The intervention used homogeneous groups of four to five students, 45-minute sessions from Monday to Thursday, syllable-based instruction, graded reading materials, letter and word cards, guided oral reading, and short-sentence comprehension activities. Data were collected through reading tests, observation, interviews, and documentation, and were analyzed descriptively. Based on the assessment scores, the mean score of the targeted students increased from 80.00 in Cycle I to 91.43 in Cycle II, while mastery increased from 80.0% (12 of 15 students) to 93.3% (14 of 15 students). The findings indicate that intensive, adaptive, small-group support is a promising classroom strategy for strengthening beginning reading, although the single-school action-research design limits causal and broader generalization claims. Abstrak: Membaca permulaan merupakan kompetensi dasar yang menentukan keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran, tetapi sebagian siswa kelas rendah masih mengalami kesulitan mengenali hubungan huruf-bunyi, menggabungkan suku kata, membaca kata, menjaga kelancaran, dan memahami kalimat sederhana. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan melalui program pendampingan intensif berkelompok pada siswa kelas II MIS Darunniyah NW Pancor Manis. Kelas terdiri atas 27 siswa; hasil skrining awal menunjukkan 15 siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70 dan menjadi sasaran utama pendampingan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada September-November 2025. Pendampingan dilakukan dalam kelompok homogen beranggotakan 4-5 siswa selama sekitar 45 menit, Senin-Kamis, dengan metode suku kata, bahan bacaan berjenjang, kartu huruf dan kata, membaca terbimbing, serta latihan pemahaman kalimat pendek. Data diperoleh melalui tes membaca, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan skor penilaian, rata-rata siswa sasaran meningkat dari 80,00 pada Siklus I menjadi 91,43 pada Siklus II, sedangkan ketuntasan meningkat dari 80,0% (12 dari 15 siswa) menjadi 93,3% (14 dari 15 siswa). Temuan menunjukkan bahwa pendampingan yang intensif, adaptif, dan berkelompok berpotensi menjadi strategi perbaikan pembelajaran membaca permulaan, dengan keterbatasan pada desain tindakan kelas satu sekolah yang belum memungkinkan generalisasi luas.
Kontribusi Berpikir Positif terhadap Kesejahteraan Emosional Anak Asuh di Dua Panti Asuhan di Pekanbaru Ryeni Yusvita Saragih; Azhar; Dafetta Fitrilinda
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18553

Abstract

Abstract: Children and young people living in residential care may face emotional challenges associated with loss, disrupted family relationships, and limited individualized support. Although positive thinking has been linked to well-being in student and general adolescent populations, evidence from Indonesian residential-care settings remains limited. This study examined the statistical contribution of positive thinking to emotional well-being among residents of Rumah Bintang and Maranatha orphanages in Pekanbaru. A quantitative, non-experimental ex post facto correlational design was employed. Of a population of 51 residents, 46 participants aged 8–24 years were included through proportionally allocated purposive sampling. Positive thinking was measured using a 30-item scale covering positive expectations, self-confidence, and religiosity (Cronbach’s α = .892), while emotional well-being was assessed using a 29-item scale covering life satisfaction, emotion regulation, and social relationships (Cronbach’s α = .885). Both constructs were at a high level (M = 4.07 and M = 3.99 on a five-point scale, respectively). Religiosity was the strongest positive-thinking dimension (M = 4.25), whereas emotion regulation was the lowest emotional-well-being dimension (M = 3.81). Positive thinking correlated positively with emotional well-being, r = .680, p < .001. Simple linear regression was significant, F(1, 44) = 37.947, p < .001, with R² = .463 and an unstandardized slope of B = .794. Thus, positive thinking explained 46.3% of the variance in emotional well-being, without establishing causality. The findings support structured mentoring, self-confidence development, emotion-regulation training, and context-sensitive spiritual support in residential care. Abstrak: Anak asuh yang tinggal dalam pengasuhan institusional dapat menghadapi tantangan emosional yang berkaitan dengan kehilangan, terputusnya relasi keluarga, dan keterbatasan dukungan individual. Meskipun berpikir positif telah dikaitkan dengan kesejahteraan pada populasi pelajar dan remaja umum, bukti pada konteks panti asuhan di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini menganalisis kontribusi statistik berpikir positif terhadap kesejahteraan emosional anak asuh di Panti Asuhan Rumah Bintang dan Panti Asuhan Maranatha Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional ex post facto yang bersifat non-eksperimental. Dari populasi 51 anak asuh, sebanyak 46 responden berusia 8–24 tahun dipilih melalui purposive sampling dengan alokasi proporsional. Berpikir positif diukur menggunakan 30 butir yang mencakup harapan positif, percaya diri, dan religiusitas (Cronbach’s α = 0,892), sedangkan kesejahteraan emosional diukur menggunakan 29 butir yang mencakup kepuasan hidup, kemampuan mengelola emosi, dan hubungan sosial (Cronbach’s α = 0,885). Kedua variabel berada pada kategori tinggi, masing-masing dengan mean 4,07 dan 3,99 pada skala lima poin. Religiusitas merupakan dimensi berpikir positif tertinggi (M = 4,25), sedangkan kemampuan mengelola emosi merupakan dimensi kesejahteraan emosional terendah (M = 3,81). Berpikir positif berkorelasi positif dengan kesejahteraan emosional, r = 0,680, p < 0,001. Regresi linear sederhana signifikan, F(1,44) = 37,947, p < 0,001, dengan R² = 0,463 dan koefisien B = 0,794. Dengan demikian, berpikir positif menjelaskan 46,3% variasi kesejahteraan emosional, tetapi tidak membuktikan hubungan kausal. Temuan mendukung penguatan mentoring, kepercayaan diri, keterampilan regulasi emosi, dan dukungan spiritual yang kontekstual di panti asuhan.
Pola Asuh Orang Tua dalam Mendukung Kemampuan Komunikasi Oral Anak Tunarungu pada Satuan Pendidikan Khusus di Kota Serang Aisyah Nur Azizah; Reza Febri Abadi; Neti Asmiati
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18665

Abstract

Abstract: This qualitative multiple-case study examined how parenting practices relate to oral communication among deaf children in three special education settings in Serang City. Participants were three children aged 13-18 years, three hearing parents, and three teachers. Observations, interviews, documentation, and field notes were analyzed through within-case coding, cross-case comparison, and triangulation. Two families showed predominantly authoritative parenting, whereas one showed a permissive tendency. Children A and I demonstrated functional oral communication through speech supported by hearing aids, lip-reading, sign, or writing. Child F showed limited articulation and instruction comprehension alongside intellectual disability and discontinued hearing-aid use. Responsive guidance and consistent multimodal communication appeared supportive, although auditory access, cognition, intervention continuity, and school support also shaped outcomes. Family–school collaboration and individualized strategies are recommended. Abstrak: Penelitian kualitatif studi multikasus ini mengkaji keterkaitan pola asuh dengan komunikasi oral anak tunarungu pada tiga satuan pendidikan khusus di Kota Serang. Partisipan terdiri atas tiga anak berusia 13-18 tahun, tiga orang tua dengar, dan tiga guru. Data observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan dianalisis melalui pengodean dalam kasus, perbandingan lintas kasus, dan triangulasi. Dua keluarga menunjukkan kecenderungan pola asuh demokratis/otoritatif, sedangkan satu keluarga cenderung permisif. Anak A dan I memperlihatkan komunikasi oral fungsional melalui ujaran yang didukung alat bantu dengar, gerak bibir, isyarat, atau tulisan. Anak F memiliki keterbatasan artikulasi dan pemahaman instruksi disertai hambatan intelektual serta penghentian penggunaan alat bantu dengar. Bimbingan responsif dan komunikasi multimodal yang konsisten tampak mendukung, meskipun akses auditori, kondisi kognitif, kesinambungan intervensi, dan dukungan sekolah turut membentuk hasil. Kolaborasi keluarga–sekolah dan strategi individual direkomendasikan.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2026): September Vol. 12 No. 1 (2026): Maret Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol 10, No 2 (2024): September Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol 9, No 2 (2023): September Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol 8, No 2 (2022): September Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Vol 8, No 1 (2022): Maret Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Vol 6, No 2 (2020): September Vol. 6 No. 2 (2020): September Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol. 5 No. 2 (2019): September Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Vol 4, No 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Vol 3, No 2 (2017): September Vol. 3 No. 2 (2017): September Vol 3, No 1 (2017): Maret Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 2, No 2 (2016): September Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): September Vol 2, No 1 (2016): Maret Vol. 2 No. 1 (2016): Maret Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 More Issue