cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Pengaruh Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use dan Place terhadap Kepercayaan dan Pendapatan pada Digital Marketing UMKM Tujuh Saudara di Palembang Anggraeni, Jamaliah; Hikmah, Marifatul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), dan Place terhadap Trust serta dampaknya terhadap Pendapatan UMKM Tujuh Saudara di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang diolah melalui aplikasi SmartPLS. Data penelitian dikumpulkan dari 50 responden melalui kuesioner berskala Likert, yang dirancang untuk mengukur persepsi dan pengalaman konsumen terhadap penggunaan teknologi serta strategi distribusi UMKM tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara langsung, hanya variabel Place yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Trust, sedangkan Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa aspek lokasi dan strategi distribusi masih menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan pelanggan pada konteks UMKM lokal. Selain itu, ditemukan bahwa Trust memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Pendapatan, menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen menjadi penentu penting dalam keberhasilan penjualan dan kinerja keuangan UMKM. Dalam pengujian efek mediasi, Place terbukti berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan melalui Trust, sementara Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use tidak menunjukkan efek mediasi yang berarti. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi distribusi (Place) merupakan faktor dominan dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan pendapatan. Sementara itu, aspek manfaat dan kemudahan penggunaan teknologi perlu diperkuat melalui pelatihan dan inovasi digital agar mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja UMKM di masa mendatang.
Transformasi Digital Dalam Kewirausahaan Kesehatan: Peluang Dan Tantangan Bagi Kesehatan Masyarakat Yunus, Muh. Yusri; syukur, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3164

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk kesehatan masyarakat. Transformasi digital tidak hanya mengubah cara pelayanan kesehatan diberikan, tetapi juga melahirkan bentuk baru kewirausahaan berbasis teknologi yang berpotensi meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas layanan kesehatan. Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana kewirausahaan kesehatan digital berkembang, peluang yang dihadirkan bagi kesehatan masyarakat, serta tantangan yang muncul dalam implementasinya.Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah, laporan lembaga internasional, dan artikel akademik periode 2018–2025. Data dianalisis secara tematik dengan menyoroti tiga aspek utama: (1) bentuk inovasi digital dalam kewirausahaan kesehatan; (2) dampaknya terhadap efektivitas dan pemerataan layanan kesehatan; serta (3) hambatan regulatif, etis, dan sosial yang menyertai proses digitalisasi.Hasil kajian menunjukkan bahwa kewirausahaan kesehatan berbasis digital (digital health entrepreneurship) mampu memperluas akses layanan kesehatan melalui pemanfaatan telemedicine, artificial intelligence (AI), mobile health (m-health), big data, dan Internet of Medical Things (IoMT). Transformasi ini mendorong efisiensi biaya, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam manajemen kesehatan pribadi, serta menciptakan peluang ekonomi baru di sektor kesehatan. Namun demikian, terdapat tantangan serius berupa kesenjangan digital, privasi data, literasi teknologi yang belum merata, serta lemahnya regulasi dan standar etika dalam implementasi teknologi kesehatan digital. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam kewirausahaan kesehatan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Diperlukan kebijakan publik yang mendukung inovasi, penguatan infrastruktur digital, serta pengembangan literasi digital masyarakat agar manfaat teknologi kesehatan dapat dinikmati secara inklusif dan berkelanjutan.
From Functional to Aesthetic: Capitalism, Consumerism, and the Formation of Social Identity in the Campus Environment-A Literature Review Akhiruddin, Akhiruddin; Nur, Muhammad Khaerul; Yunus, Muh.Yusri; Suhaeb, Firdaus W
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3165

Abstract

Transformasi kapitalisme di era digital telah menggeser orientasi konsumsi dari fungsi menuju estetika, menciptakan dinamika baru dalam pembentukan identitas sosial mahasiswa. Kajian literatur ini bertujuan menelaah bagaimana kapitalisme bekerja melalui budaya konsumtif di lingkungan kampus dan bagaimana hal tersebut membentuk identitas sosial mahasiswa sebagai subjek estetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 30 sumber ilmiah terbitan 2015–2025 yang mencakup teori sosiologi budaya, konsumsi simbolik, dan kapitalisme kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa kini berperan sebagai bagian dari ekonomi simbolik, di mana citra diri, gaya hidup, dan eksposur digital menjadi penanda status sosial baru. Kapitalisme menggunakan estetika melalui media sosial, iklan digital, dan budaya visual untuk menanamkan nilai-nilai konsumtif di ruang akademik. Kampus, yang seharusnya menjadi arena refleksi intelektual, bertransformasi menjadi ruang performatif yang menonjolkan representasi gaya hidup dan citra sosial. Pergeseran dari nilai fungsional ke estetis menunjukkan bahwa konsumsi kini menjadi sarana ekspresi diri dan legitimasi sosial. Identitas mahasiswa tidak lagi ditentukan oleh prestasi akademik, melainkan oleh kemampuan menampilkan diri dalam lanskap budaya visual yang dikonstruksi oleh logika kapitalistik. Kajian ini menegaskan perlunya literasi kritis dan kesadaran reflektif dalam pendidikan tinggi agar mahasiswa mampu menavigasi dan menafsir ulang pengaruh kapitalisme terhadap pembentukan identitas sosial di era digital.
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Rangkuti, Dina Amaliyah; Risal, Taufiq
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3166

Abstract

Era birokrasi modern menjelaskan bahwa tuntutan terhadap kinerja optimal aparatur sipil negara (ASN) semakin tinggi. Pemerintah dituntut untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang efisien, transparan, dan akuntabel. Tentunya hal ini berdampak pada semua instansi pemerintahan salah satunya ialah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (DLHK SUMUT) yang merupakan salah satu instansi pemerintah daerah yang memegang peranan strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan kawasan hutanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai DLHK Provinsi Sumatera Utara yang berjumlah 100 orang, sekaligus dijadikan sebagai sampel dengan metode sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, begitu juga dengan Kompetensi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Secara simultan, Lingkungan Kerja Fisik dan Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada DLHK Provinsi Sumatera Utara. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,672 menunjukkan bahwa 67,2% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya 32,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Manajemen Konflik Dalam Implementasi Kebijakan Dana Desa Di Kabupaten Bandung: Perspektif Administrasi Publik Huda, Agnia Nurul; Prayoga, Indra Aditya; Untari, Dewi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3167

Abstract

Kebijakan Dana Desa yang diimplementasikan sejak 2015 bertujuan memperkuat desentralisasi fiskal dan mendorong pembangunan desa, namun praktiknya kerap memunculkan konflik akibat lemahnya tata kelola, minimnya transparansi, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen konflik dalam implementasi Dana Desa di Kabupaten Bandung melalui perspektif administrasi publik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus digunakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik utama yang terjadi dalam bentuk perbedaan kepentingan antara kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan masyarakat terkait penentuan prioritas anggaran serta distribusi manfaat program. Faktor penyebab dominan meliputi keterbatasan kapasitas aparatur desa, intervensi politik lokal, dan rendahnya kepercayaan masyarakat. Strategi penyelesaian yang umum diterapkan meliputi musyawarah desa, mediasi informal melalui tokoh lokal, serta intervensi pemerintah kabupaten. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi musyawarah efektif menurunkan ketegangan jangka pendek, namun belum menyelesaikan akar permasalahan sehingga keberlanjutan konflik masih terjadi secara potensial. Artikel ini berkontribusi dengan mengintegrasikan teori manajemen konflik, prinsip good governance, dan collaborative governance untuk menjelaskan dinamika konflik di tingkat desa, sekaligus memberikan implikasi praktis berupa pentingnya penguatan kapasitas aparatur, peningkatan transparansi, dan perluasan partisipasi masyarakat dalam tata kelola Dana Desa.  
Sistem Informasi Pengelolaan Stok Barang Gudang HSSE-Environment PT. Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju Wiguna, Aditya Surya; Putra, Imamulhakim Syahid
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3168

Abstract

Sistem Informasi Pengelolaan Stok Barang pada Gudang HSSE-Environment PT Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan pengelolaan stok yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Proses manual tersebut menimbulkan berbagai kendala seperti keterlambatan penyampaian informasi, ketidakakuratan pencatatan, serta minimnya transparansi data antarbagian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sistem ini dibangun menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang berfokus pada kecepatan pengembangan melalui tahapan iteratif serta melibatkan pengguna secara aktif dalam setiap tahap perancangan dan pengujian. Sistem ini berbasis web dengan menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL, yang dirancang untuk mengelola proses pencatatan barang masuk, barang keluar, serta peminjaman barang secara digital dan real-time. Fitur utama yang dikembangkan meliputi integrasi barcode/QR code untuk mempercepat proses input data, dashboard interaktif untuk memantau ketersediaan stok, serta pembuatan laporan otomatis dalam format PDF guna mendukung proses pelaporan yang efisien dan terdokumentasi dengan baik. Melalui pengujian menggunakan metode Black-Box Testing, seluruh fungsi sistem terbukti berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi kerja, akurasi data, serta transparansi dalam pengelolaan stok barang. Secara keseluruhan, sistem ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kegiatan operasional HSSE agar lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis teknologi informasi modern.
Empowerment of Zakat Maal in Improving the Welfare of Mustahik from the Perspective of Islamic Economics at Baznas Sintang Regency Fatmawati, Ela; Sumar’in, Sumar’in; Arnadi, Arnadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3169

Abstract

Zakat is a mandatory wealth that must be issued by every Muslim who is considered capable, with certain conditions that must be met. In Indonesia, zakat is distributed by the National Amil Zakat Agency (BAZNAS). Unfortunately, in the management of zakat at BAZNAS Sintang Regency, there are still many pending proposal requests, resulting in many mustahik (zakat recipients) not receiving zakat. The research focuses on: 1) How is the planning of zakat management at BAZNAS Sintang Regency? 2) What is the strategy for collecting zakat at BAZNAS Sintang Regency? 3) How is the distribution of zakat at BAZNAS Sintang Regency? and 4) What are the supporting and inhibiting factors for zakat at BAZNAS Sintang? The method used is field research, which is a qualitative descriptive study. The research was conducted through direct interviews with the Head of BAZNAS and several mustahik. The results show that the zakat funds distributed must be in accordance with the 8 asnaf (categories of zakat recipients). The distribution of zakat maal managed by BAZNAS Sintang Regency is based on the amount of zakat funds received, and is adjusted according to Islamic principles using two methods: consumptive and productive methods. However, the distribution of zakat has not been optimal because it does not fully meet the principles of Islamic Economic Law, such as justice, tauhid, al-maslahah, and others.
Tanggung Jawab Hukum Marketplace terhadap Kebocoran Data Pribadi Pengguna dalam Perspektif UU ITE dan UU Perlindungan Data Pribadi Budiandru, Budiandru; Hidayat, Rahmad Sujud
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3170

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pesatnya pertumbuhan ekonomi berbasis daring, khususnya melalui marketplace. Di balik kemudahan transaksi elektronik, terdapat ancaman serius berupa kebocoran data pribadi pengguna yang menimbulkan risiko hukum dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab hukum marketplace terhadap kebocoran data pribadi pengguna dalam perspektif Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketplace sebagai penyelenggara sistem elektronik berkewajiban melindungi, menjaga, dan menjamin keamanan data pribadi pengguna sesuai prinsip perlindungan data. Dalam hal terjadi kebocoran, marketplace dapat dimintai pertanggungjawaban secara administratif, perdata, maupun pidana berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. UU PDP memperkuat posisi hukum pengguna dengan memberikan hak untuk memperoleh pemberitahuan dan ganti rugi atas pelanggaran data. Oleh karena itu, tanggung jawab hukum marketplace tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif melalui penerapan sistem keamanan yang memadai. Penegakan hukum yang efektif membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyelenggara sistem elektronik, dan masyarakat guna mewujudkan keamanan siber yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Pengaruh Digitalisasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Era E-Filing Barri, Ahmad; Hidayat, Rahmad Sujud
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3171

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap sistem administrasi perpajakan di Indonesia. Salah satu bentuk nyata dari transformasi digital tersebut adalah penerapan sistem e-filing, yakni sarana pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik melalui jaringan internet. Digitalisasi perpajakan melalui e-filing tidak hanya mempermudah proses pelaporan pajak, tetapi juga meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi perpajakan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di era e-filing. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 Wajib Pajak Orang Pribadi di wilayah Jakarta Selatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan antara digitalisasi dan tingkat kepatuhan pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi perpajakan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak. Faktor-faktor seperti kemudahan akses, efisiensi waktu, keamanan data, serta transparansi pelaporan terbukti mampu meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Selain itu, penerapan e-filing juga memperkuat konsep kepatuhan sukarela (voluntary compliance), di mana Wajib Pajak secara sadar dan mandiri melaporkan pajaknya tanpa tekanan eksternal. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam hal literasi digital dan stabilitas sistem elektronik. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi, melakukan sosialisasi berkelanjutan, serta menyediakan layanan bantuan digital yang ramah pengguna agar manfaat digitalisasi perpajakan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Wajib Pajak di Indonesia.
Analysis of Halal Certification Process for Micro and Small Enterprises in Putussibau District Istiqomah, Istiqomah; Deti, Sri; Susilawati, Susilawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3172

Abstract

This study is motivated by the low rate of halal certification ownership among Micro and Small Enterprises (MSEs) in Putussibau District, despite the government’s mandate requiring halal certification for all food and beverage products. Preliminary observations revealed that many business actors lack an understanding of the certification procedure, do not possess legal business documents such as NIB (Business Identification Number) and PIRT (Home Industry Food Production Certificate), and have not received guidance from Halal Product Process Assistants (P3H). These conditions indicate several barriers preventing MSEs from engaging in the halal certification process. This research aims to analyze: (1) the steps undertaken by MSEs in the halal certification process, (2) the obstacles encountered during the process, and (3) the underlying factors that prevent some business actors from applying for halal certification. A qualitative approach was used, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving 15 business actors with varying backgrounds and certification statuses. The findings show that MSEs that have undergone certification followed the self-declare scheme through the SiHalal application, completing steps such as registration, document submission, assistance by P3H, and verification. However, they still face technical difficulties, such as filling out digital forms, document revisions, and limited digital literacy. On the other hand, those who have not applied for certification often lack legal documentation, information, or perceive the certification as unnecessary or burdensome. The study recommends strengthening technical education, expanding mentorship, and simplifying the halal certification process to make it more accessible to MSEs in Putussibau District.