cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Martabat Manusia dan Komodifikasi Diri: Melihat Fenomena Self-Branding di Media Sosial Melalui Mata Immanuel Kant Luqmansyah, Arlie; Oktaviani, Tri Utami
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4629

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara individu berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun identitas diri, melalui proses yang dikenal sebagai self-branding. Fenomena ini memberikan peluang bagi individu untuk memperkenalkan diri, meningkatkan pengaruh sosial, serta meraih peluang ekonomi yang lebih besar. Namun, praktik ini juga menimbulkan tantangan etis yang signifikan, terutama dalam konteks komodifikasi identitas. Self-branding sering kali mengharuskan individu untuk menampilkan citra tertentu yang sesuai dengan tuntutan pasar atau audiens, sehingga menempatkan martabat dan otonomi individu pada posisi yang terpinggirkan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak etis dari self-branding di media sosial melalui perspektif etika Kantian, yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia dan otonomi individu dalam konteks digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks untuk menganalisis literatur yang relevan mengenai self-branding, kapitalisme digital, dan prinsip-prinsip etika Kantian. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun self-branding dapat meningkatkan karier dan memperluas jaringan profesional, ia juga berkontribusi pada komodifikasi identitas, di mana individu lebih dipandang sebagai objek yang dapat dimanipulasi untuk tujuan eksternal seperti popularitas dan pengakuan. Praktik ini bertentangan dengan prinsip Kantian yang menyatakan bahwa individu harus diperlakukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri, bukan sebagai alat untuk tujuan eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang etika digital, dengan menyoroti implikasi moral dari self-branding dan menyarankan pendekatan yang lebih etis dalam membangun identitas digital yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga menghormati martabat dan otonomi manusia.
Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Kemanfaatan AI Auto-Chat Terhadap Penurunan Kualitas Pembelajaran Akuntansi Sania, Firyal Nazla; Mardi, Mardi; Fauzi, Achmad; Lestari, Wahyu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4630

Abstract

Perkembangan artificial intelligence (AI), khususnya teknologi AI auto-chat seperti ChatGPT, telah membawa perubahan signifikan dalam pola pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk pada mata kuliah akuntansi. Kehadiran AI auto-chat memberikan kemudahan akses informasi, bantuan penyelesaian tugas, serta efisiensi waktu belajar. Namun, di sisi lain, pemanfaatan AI yang tidak terkontrol berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran, terutama apabila mahasiswa menjadi terlalu bergantung pada teknologi tersebut dan mengurangi proses berpikir kritis serta pemahaman konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemudahan (perceived ease of use) dan persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan AI auto-chat terhadap penurunan kualitas pembelajaran akuntansi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin kepada sekitar 60 mahasiswa yang telah menggunakan AI auto-chat dalam kegiatan pembelajaran akuntansi. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemanfaatan penggunaan AI auto-chat berpengaruh positif dan signifikan terhadap penurunan kualitas pembelajaran akuntansi. Selain itu, persepsi kemudahan penggunaan AI auto-chat juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap penurunan kualitas pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin mudah dan bermanfaat AI auto-chat dirasakan oleh mahasiswa, semakin besar kecenderungan terjadinya ketergantungan dalam proses belajar, yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas pemahaman dan keterlibatan akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan dan pemanfaatan AI auto-chat secara pedagogis dan etis oleh institusi pendidikan dan dosen agar teknologi ini dapat mendukung pembelajaran tanpa mengurangi kualitas akademik mahasiswa.
Pengaruh Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur Wulansari, Sagita; Nazarina, Ellisa; Huda, Achmad Miftachul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4632

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komprehensif yang digunakan untuk menilai kualitas pembangunan manusia melalui dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Provinsi Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan IPM dari tahun ke tahun, namun capaian tersebut masih dihadapkan pada berbagai permasalahan sosial ekonomi, seperti ketimpangan pendidikan, kemiskinan, dan dinamika inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  menggunakan data sekunder time series periode 2010–2022 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas dan akses pendidikan berperan penting dalam mendorong pembangunan manusia. Sementara itu, Tingkat Kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, menunjukkan bahwa kemiskinan menjadi faktor penghambat utama dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sisi lain, Inflasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap IPM. Secara simultan, Indeks Pendidikan, Tingkat Kemiskinan, dan Inflasi berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan koefisien determinasi sebesar 99,5 persen. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan yang terintegrasi, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pengendalian inflasi guna mendorong pembangunan manusia yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Analisis Motivasi Belajar Biologi Pada Siswa SMA Negeri 7 Bengkulu Utara Eriyanto, Eriyanto; Fitriani, Apriza
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi belajar Biologi peserta didik di SMA Negeri 7 Bengkulu Utara dalam konteks penerapan media dan perangkat pembelajaran berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 167 peserta didik kelas X, XI, dan XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang terdiri atas 19 pernyataan dengan skala Likert lima tingkat. Instrumen tersebut mencakup lima indikator utama, yaitu minat dan perhatian, keinginan berprestasi, keterlibatan dalam pembelajaran, respon terhadap penggunaan media digital, serta dukungan lingkungan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar Biologi peserta didik tergolong tinggi. Sebanyak 84,4% responden menyatakan memiliki keinginan kuat untuk memperoleh nilai yang optimal, sedangkan 88% peserta didik merasa guru telah memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif, berpikir kritis, dan berkreasi dalam menyelesaikan tugas pembelajaran. Meskipun demikian, masih terdapat 74,2% peserta didik yang mengaku mengalami kesulitan dalam memahami beberapa konsep Biologi yang bersifat abstrak. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa tingginya motivasi belajar belum sepenuhnya diimbangi dengan efektivitas penyampaian materi. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pemanfaatan media pembelajaran digital yang lebih interaktif, visual, dan kontekstual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran Biologi yang inovatif, relevan, serta berorientasi pada penguatan motivasi intrinsik peserta didik sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.
Evaluasi Penggunaan Crowdfunding sebagai Alternatif Pendanaan bagi Startup Fintech UMKM di Sulawesi Selatan Merdekawati, Eka; Nasrun, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dan tantangan penggunaan crowdfunding, khususnya securities crowdfunding (SCF) dan fintech peer-to-peer lending (P2P Lending), sebagai alternatif sumber pendanaan bagi startup fintech yang berfokus pada pemberdayaan UMKM di Sulawesi Selatan. Akses pembiayaan yang terbatas menjadi kendala bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dimana lebih dari 888 ribu pelaku UMKM di wilayah ini belum tersentuh layanan kredit perbankan. Startup fintech lokal berpotensi menjembatani kesenjangan ini, namun sering kali menghadapi tantangan permodalan untuk mengembangkan skema pembiayaan digital yang inklusif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan menganalisis data sekunder dari laporan OJK, media lokal, regulasi terbaru, serta inisiatif dari platform fintech seperti Amartha dan Modalku yang telah beroperasi di Sulawesi Selatan. Selain itu, digunakan juga analisis tematik terhadap wacana publik dan opini pelaku industri diperoleh dari berbagai sumber daring seperti forum komunitas finansial. Hasil penelitian menunjukkan  crowdfunding dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan akses permodalan UMKM, terutama melalui pendekatan berbasis teknologi yang cepat dan efisien. Keunggulan dari SCF dan P2P Lending meliputi proses pendanaan yang lebih fleksibel, potensi kolaborasi antara fintech dan perbankan daerah, serta kemampuan menjangkau segmen usaha mikro yang tidak dilayani bank konvensional. Namun, implementasi crowdfunding di Sulawesi Selatan menghadapi sejumlah kendala seperti rendahnya literasi keuangan digital, ketidakpastian regulasi di tingkat lokal, rendahnya penetrasi infrastruktur digital di daerah pedesaan, serta minimnya pemahaman terhadap risiko investasi oleh UMKM maupun investor ritel. Hasilnya menunjukkan crowdfunding memberi jalur inklusif bagi pelaku fintech-UMKM, namun efektivitasnya bergantung pada edukasi keuangan, dukungan regulator, dan adopsi model lokal.
Urgensi Pengaturan Larangan Rangkap Jabatan Pimpinan Partai Politik Sebagai Pejabat Eksekutif Ripsy, Marcellino Carlos Putra; Ruslie, Ahmad Sholikhin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kekosongan pengaturan hukum mengenai larangan rangkap jabatan antara pimpinan atau ketua partai politik dengan jabatan eksekutif dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan di bawahnya. Selain itu, kajian ini menyoroti urgensi pembentukan norma hukum yang secara tegas mengatur larangan tersebut dalam kerangka sistem ketatanegaraan Indonesia. Isu rangkap jabatan menjadi penting untuk dikaji karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, melemahkan prinsip netralitas kekuasaan eksekutif, serta mengaburkan batas antara kepentingan publik dan kepentingan partai politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan. Pendekatan perundang-undangan dilakukan dengan menelaah ketentuan konstitusi dan regulasi terkait, sementara pendekatan konseptual digunakan untuk mengkaji prinsip-prinsip dasar konstitusionalisme, pemisahan kekuasaan, dan tata kelola pemerintahan yang baik. Adapun pendekatan perbandingan dimanfaatkan untuk melihat bagaimana negara lain mengatur larangan rangkap jabatan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga saat ini belum terdapat pengaturan yang secara eksplisit dan tegas melarang pimpinan atau ketua partai politik merangkap jabatan sebagai pejabat eksekutif, baik dalam UUD NRI Tahun 1945 maupun dalam peraturan perundang-undangan turunannya. Ketiadaan norma tersebut menimbulkan kebutuhan mendesak akan pembentukan pengaturan yang jelas dan tegas guna memperkuat integritas penyelenggaraan pemerintahan, mencegah konflik kepentingan, membatasi potensi penyalahgunaan kewenangan, menjamin netralitas jabatan eksekutif sebagai representasi kepentingan publik, memberikan kepastian hukum, serta mencegah berkembangnya praktik kekuasaan yang berpotensi mengarah pada otoritarianisme.
Kontribusi Dinas Sosial Kota Surabaya Dalam Mendukung Program Veteran Mengajar Di Wilayah Surabaya Selatan Hardianto, Reynaldi; Tohari, Amin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4637

Abstract

Program Veteran Mengajar merupakan salah satu inisiatif edukatif yang melibatkan para veteran sebagai narasumber dalam kegiatan pembelajaran sejarah di sekolah, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air kepada generasi muda. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna melalui penyampaian langsung kisah perjuangan bangsa oleh para pelaku sejarah. Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial Kota Surabaya berperan sebagai fasilitator utama dengan menyediakan narasumber veteran, dukungan logistik, serta melakukan koordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan keberlangsungan dan efektivitas program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi yang dilakukan di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Surabaya Selatan. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran Dinas Sosial dalam mendukung pelaksanaan Program Veteran Mengajar serta dampaknya terhadap siswa dan para veteran yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran aktif Dinas Sosial Kota Surabaya menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program, baik dari aspek teknis, emosional, maupun edukatif. Dukungan yang terencana memungkinkan kegiatan berjalan dengan lancar, sekaligus menciptakan interaksi yang bermakna antara siswa dan veteran. Program ini terbukti memberikan dampak positif bagi siswa dalam meningkatkan pemahaman sejarah dan penguatan pendidikan karakter. Di sisi lain, keterlibatan veteran juga menjadi sarana aktualisasi diri serta bentuk penghargaan atas jasa mereka. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan dan dukungan pendanaan yang berkelanjutan agar Program Veteran Mengajar dapat terus dilaksanakan, diterima secara luas, dan berkembang lebih maju di masa mendatang.  
Peran Artificial Intelligence Support dalam Memediasi Pengaruh Kompetensi Digital terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin Fatih, Hardika Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi digital terhadap kinerja pegawai dengan artificial intelligence support sebagai variabel intervening. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tuntutan organisasi terhadap pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam mendukung efektivitas serta produktivitas kerja pegawai. Kompetensi digital dipandang sebagai kemampuan penting yang harus dimiliki pegawai, namun dalam praktiknya belum tentu secara langsung berdampak pada peningkatan kinerja tanpa adanya dukungan sistem teknologi yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan pegawai dalam suatu organisasi, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Evaluasi terhadap model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh konstruk penelitian telah memenuhi kriteria reliabilitas dan validitas, yang ditunjukkan oleh nilai Cronbach’s Alpha, Composite Reliability, dan Average Variance Extracted (AVE) yang berada di atas batas minimum yang direkomendasikan. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa kompetensi digital tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai. Namun demikian, kompetensi digital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap artificial intelligence support. Selanjutnya, artificial intelligence support juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa artificial intelligence support berperan sebagai variabel intervening yang penting dalam menjembatani hubungan antara kompetensi digital dan kinerja pegawai.
Analisis Efektivitas Peer Coaching dan Clinical Supervision terhadap Peningkatan Kompetensi Profesional Guru dalam Konteks Pembelajaran Blended putri, fatika adelia; Likia, Nurdin; Putri , Fatika Adelia; Asy’ari, Hasyim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4643

Abstract

Transformasi pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 dan pascapandemi telah mendorong penerapan pembelajaran blended sebagai model pembelajaran yang dominan. Perubahan ini menuntut peningkatan kompetensi profesional guru yang tidak hanya mencakup penguasaan materi dan pedagogik, tetapi juga literasi digital, kemampuan reflektif, dan adaptasi teknologi pembelajaran. Dalam konteks tersebut, supervisi pembelajaran memegang peran strategis sebagai instrumen pengembangan profesional guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas Peer Coaching dan Clinical Supervision terhadap peningkatan kompetensi profesional guru dalam konteks pembelajaran blended. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan sintesis literatur komparatif. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data google schoolar dan SINTA terhadap artikel jurnal bereputasi yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2017–2024. Dari 92 artikel awal, diperoleh 22 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan 12 artikel utama dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Peer Coaching efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik reflektif, kompetensi sosial, serta kolaborasi profesional guru, khususnya pada tahap adaptasi awal pembelajaran blended. Sementara itu, Clinical Supervision menunjukkan dampak yang lebih kuat terhadap peningkatan kompetensi profesional teknis dan kinerja mengajar melalui umpan balik terstruktur dan berbasis data observasi. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa tidak terdapat satu teknik supervisi yang sepenuhnya unggul dalam semua konteks. Oleh karena itu, kombinasi adaptif antara Peer Coaching dan Clinical Supervision direkomendasikan sebagai strategi supervisi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran blended yang kompleks dan dinamis.
Pengaruh Penguasaan Microsoft Excel dan Penguasaan Microsoft Word terhadap Kemampuan Penyelesaian Tugas Administratif dengan Efikasi Diri Digital sebagai Variabel Mediasi Jakiroh, Jakiroh; Fatih, Hardika Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4644

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki kemampuan aplikasi perkantoran yang memadai, khususnya Microsoft Excel dan Microsoft Word, untuk mendukung penyelesaian tugas-tugas administratif secara efektif. Dalam konteks perkuliahan dan dunia kerja, keterampilan tersebut menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa program studi Manajemen. Namun demikian, penguasaan keterampilan teknis saja belum tentu menjamin kemampuan penyelesaian tugas administratif secara optimal apabila tidak disertai dengan keyakinan diri dalam menggunakan teknologi digital. Banyak mahasiswa yang secara teknis memahami fungsi aplikasi, tetapi masih mengalami keraguan dan keterbatasan dalam mengaplikasikannya secara mandiri dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengaruh penguasaan Microsoft Excel dan Microsoft Word terhadap kemampuan penyelesaian tugas administratif mahasiswa dengan efikasi diri digital sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research untuk menjelaskan hubungan kausal antar variabel yang diteliti. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 200 mahasiswa aktif semester 1 dan 3 yang sedang menempuh mata kuliah Pengantar Aplikasi Komputer. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan Microsoft Excel dan Microsoft Word berpengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi diri digital mahasiswa. Selanjutnya, efikasi diri digital terbukti berpengaruh positif dan kuat terhadap kemampuan penyelesaian tugas administratif. Namun, penguasaan Microsoft Excel dan Microsoft Word tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kemampuan penyelesaian tugas administratif, sehingga efikasi diri digital berperan sebagai variabel mediasi utama dalam model penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan aspek psikologis digital dalam pembelajaran aplikasi komputer.