cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Exploring the Impact of Curriculum Design, Socioeconomic Status, Emotional Support, and Technology Integration on Social and Cognitive Development in Early Childhood in Indonesia Zakiyah, Zakiyah; Muhtadi, Muhamad Ammar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3752

Abstract

This study examines the influence of curriculum design, socioeconomic status, emotional support, and technology integration on the social and cognitive development of early childhood learners in Indonesia. Using a quantitative research approach, data were collected from 150 respondents through a structured questionnaire based on a five-point Likert scale. Data analysis was conducted using SPSS version 25, including descriptive statistics, reliability and validity testing, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that all four independent variables—curriculum design, socioeconomic status, emotional support, and technology integration—have significant and positive effects on children’s social and cognitive development. Curriculum design emerges as the strongest predictor, followed by emotional support, technology integration, and socioeconomic status. The model explains 61.1% of the variance in early childhood development, demonstrating the combined importance of educational quality, family background, emotional climate, and digital learning tools in shaping early learning outcomes. These findings highlight the need for early childhood education programs that integrate well-structured curricula, responsive family engagement, and meaningful use of technology to support children’s holistic growth. The study provides practical implications for educators, school leaders, and policymakers in designing inclusive and contextually relevant early childhood education policies and classroom practices. Future research is recommended to include larger and more diverse samples, apply longitudinal designs, and integrate qualitative approaches to capture deeper insights into how these factors interact over time in different regional and cultural settings in Indonesia.
Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa SD Darmawan, Didit; Khoiroh, Zuhrotul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3754

Abstract

Kualitas pendidikan adalah fondasi kemajuan nasional, dan capaian akademik siswa dipengaruhi secara krusial oleh lingkungan pembelajaran mereka. Studi ini dilakukan untuk menguji sejauh mana lingkungan belajar memengaruhi hasil studi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD). Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi literatur yang melibatkan tinjauan teoritis dan analisis jurnal yang mendeskripsikan keterkaitan antara indikator lingkungan belajar (fisik, sosial, psikologis) dengan hasil belajar siswa. Pembahasan dalam studi ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang kondusif tidak hanya mendorong peningkatan prestasi akademik, namun juga berkontribusi terhadap pembentukan kerakter, kemandirian belajar, dan kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran. Lingkungan fisik yang tertata seperti pencahayaan, fasilitas, serta ventilasi ruang kelas terbukti mempengaruhi fokus dan retensi informasi siswa. Selain itu, interaksi sosial yang positif antara guru dan siswa memperkuat rasa percaya diri, partisipasi aktif, serta motivasi intrinsic dalam mengikuti pembelajaran. Analisis literatur juga menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang variative serta pemanfaatan media ajara yang relevan menjadi faktor penguatan yang mempercepat peningkatan hasil belajar siswa disemua ranah (psikologis, sikap, dan keterampilan). Maka dari itu, studi ini menekankan bahwa sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua sangat krusial, kolaborasi ketiga pihak ini menjadi faktor utama dalam membentuk atmosfer belajar yang optimal, yang pada akhirnya mendorong siswa mencapai potensi maksimal mereka baik dalam prestasi akademis maupun pengembangan pribadi.
Analisis Sosial Ekonomi terhadap Pengangguran Usia Muda (Desa Sonuo, Bolangitan Barat) Usman, Sintia; Hatu , Ratih Ikawaty R.; Blongkod, Harun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3756

Abstract

Pengangguran usia muda merupakan persoalan penting dalam dinamika sosial ekonomi Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki potensi sumber daya namun belum dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan, keterampilan, dan upah terhadap tingkat pengangguran muda di Desa Sonuo, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei, melibatkan 161 responden yang ditentukan melalui purposive sampling berdasarkan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen—pendidikan, keterampilan, dan upah—berpengaruh signifikan terhadap pengangguran muda, baik secara parsial maupun simultan. Uji t menunjukkan pendidikan (t = 2,957; p = 0,004), keterampilan (t = 2,183; p = 0,030), dan upah (t = 9,538; p = 0,000) berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Secara simultan, ketiga variabel menghasilkan nilai F sebesar 88,440 dengan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,628 menunjukkan bahwa 62,8% variasi pengangguran muda dapat dijelaskan oleh ketiga faktor tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa ketidaksesuaian pendidikan, rendahnya keterampilan kerja, serta struktur upah yang tidak kompetitif menjadi faktor utama yang mempertahankan tingginya pengangguran muda di Desa Sonuo. Hasil penelitian ini memberikan dasar empiris bagi pemerintah daerah dalam merancang program peningkatan kompetensi pemuda dan pengembangan lapangan kerja berbasis potensi lokal guna menekan angka pengangguran secara lebih efektif.
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja, terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Budi Gadai Indonesia Hulu, Samali; Sari, Tika Nirmala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3758

Abstract

Kinerja karyawan merupakan faktor kunci dalam keberhasilan perusahaan. Berdasarkan hasil penilaian Key Performance Indicator (KPI) PT. Budi Gadai Indonesia, kinerja karyawan dalam tiga tahun terakhir belum optimal, khususnya pada aspek produktivitas, ketepatan waktu, kualitas kerja, inovasi, dan kerja sama tim. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja non fisik, serta disiplin kerja karyawan. Lingkungan kerja fisik yang kurang memadai, seperti ruangan sempit, fasilitas kerja rusak, serta peralatan yang sering mengalami kendala, menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja. Sementara itu, lingkungan kerja non fisik ditandai dengan rendahnya komunikasi antara atasan dan bawahan, sehingga menghambat efektivitas kerja. Disiplin kerja juga masih menjadi permasalahan, terlihat dari keterlambatan hadir akibat jarak tempat tinggal karyawan yang jauh dari lokasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja non fisik, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 65 responden, serta dianalisis dengan regresi linier berganda melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,686 menunjukkan 68,6% variasi kinerja karyawan dijelaskan oleh variabel penelitian, sedangkan 31,4% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini.
Dinamika dan Problematika Sistem Pembuktian dalam Proses Hukum Peradilan Tata Usaha Negara Christian, Geal Aditya; Fodhi, Azhari Sellomitha; Lestari, Eky; Pangaribuan, Neysa Natalie; Ghustomi, Muhammad Imam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3759

Abstract

Artikel ini membahas secara komprehensif dinamika dan problematika sistem pembuktian dalam Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai instrumen fundamental dalam mengontrol legalitas tindakan administrasi pemerintahan. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menelaah ketentuan hukum acara PTUN dan bagaimana aturan tersebut diterapkan dalam praktik penyelesaian sengketa tata usaha negara. Kajian menunjukkan bahwa proses pembuktian di PTUN masih menghadapi berbagai tantangan serius yang berpengaruh terhadap efektivitas peradilan. Salah satu kendala utama adalah ketimpangan akses informasi antara warga dan pejabat pemerintahan, di mana pihak pemerintah sering memiliki dokumen dan data yang lebih lengkap. Dominasi bukti tertulis juga menjadi persoalan karena dokumen yang diajukan sering kali tidak utuh atau sulit diverifikasi. Selain itu, penggunaan diskresi oleh pejabat publik menimbulkan kesulitan pembuktian karena tindakan tersebut kerap tidak terdokumentasi dengan baik. Permasalahan lainnya mencakup keterbatasan pemanfaatan bukti elektronik serta kurang optimalnya kehadiran dan peran ahli dalam memberikan keterangan yang objektif. Perluasan objek sengketa pasca UU Administrasi Pemerintahan Tahun 2014 semakin menambah kompleksitas pembuktian, terutama pada perkara fiktif-positif dan fiktif-negatif yang membutuhkan standar pembuktian lebih ketat dan prosedur yang jelas. Rendahnya transparansi birokrasi turut memperdalam kesenjangan antara teori dan praktik peradilan. Artikel ini menegaskan bahwa reformasi hukum acara, peningkatan kapasitas hakim dan advokat, serta modernisasi mekanisme pembuktian termasuk optimalisasi bukti digital sangat diperlukan untuk mewujudkan peradilan administrasi yang lebih adil, transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan administrasi pemerintahan modern.
Antara Komitmen dan Realita: Studi Kualitatif Terhadap Kebijakan Pemerataan Pendidikan di Wilayah Terpencil Merauke Wika, Martinus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 1 (2025): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i1.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil Merauke, khususnya di Distrik Okaba, serta mengungkap dinamika, tantangan, dan respons lokal terhadap kebijakan tersebut secara mendalam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi secara kontekstual pelaksanaan kebijakan pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive berdasarkan indikator seperti keterbatasan akses transportasi, minimnya guru tetap, dan rendahnya capaian pendidikan dasar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan informan kunci (kepala sekolah, guru, dinas pendidikan, tokoh masyarakat, dan orang tua), observasi partisipatif di lingkungan sekolah, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan dan data pendidikan daerah. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil masih terkendala oleh persoalan struktural, geografis, dan kelembagaan. Ketimpangan distribusi guru, keterbatasan infrastruktur, serta pendekatan kebijakan yang belum kontekstual menjadi hambatan utama. Selain itu, kurangnya pelibatan masyarakat lokal dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan menyebabkan intervensi pemerintah tidak efektif dan kurang berkelanjutan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan partisipatif berbasis komunitas, penguatan kapasitas lokal, serta penyediaan sumber daya pendidikan yang memadai untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang adil dan inklusif di wilayah terpencil seperti Okaba, Merauke
Pengaruh Lingkungan Kampus, Dukungan Sosial, dan Pola Belajar terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa dengan Motivasi Belajar sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar Sahabuddin, Romansyah; Zahrawati, Zahrawati; Asnidar, Asnidar; Qalbi, Aulia; Desinta, Runy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3760

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana Lingkungan Kampus, Dukungan Sosial, dan Pola Belajar memengaruhi Kesehatan Mental mahasiswa, serta mengevaluasi apakah Motivasi Belajar dapat berfungsi sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Kesehatan mental menjadi perhatian penting karena mahasiswa menghadapi berbagai tekanan, seperti tuntutan akademik, proses adaptasi terhadap lingkungan baru, serta dinamika sosial yang tidak selalu mudah dihadapi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis sehingga diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang berpengaruh.Penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling agar representasi setiap program studi tetap seimbang. Untuk menganalisis hubungan antarvariabel, digunakan metode Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 3.0, karena model penelitian memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi dan melibatkan variabel mediasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lingkungan Kampus dan Dukungan Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesehatan Mental mahasiswa. Hal ini berarti bahwa suasana kampus yang kondusif dan dukungan dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, maupun dosen, mampu meningkatkan kondisi mental mahasiswa. Sebaliknya, Pola Belajar tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental, sehingga cara belajar mahasiswa tidak secara langsung menentukan kondisi psikologis mereka. Selain itu, Motivasi Belajar terbukti berpengaruh positif terhadap Kesehatan Mental, namun tidak dapat berfungsi sebagai mediator antara Lingkungan Kampus, Dukungan Sosial, maupun Pola Belajar terhadap Kesehatan Mental.
Dampak Persepsi Harga dan Visual Merchandising terhadap Omset Penjualan Produk Oh! Some di Surabaya Minarko, Anggit Yuanita; Kusmayati, Nindya Kartika; Fatchurrohman, Mochammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3761

Abstract

Riset ini mempunyai tujuan guna menelaah seberapa jauh persepsi harga serta tampilan visual merchandising berpengaruh terhadap peningkatan omset penjualan produk OH! SOME di wilayah Surabaya. Pendekatan yang diterapkan ialah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, yang diolah memanfaatkan software SPSS versi 23 sebagai alat bantu pengolahan data. Jumlah responden sebanyak 63 orang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Perolehan uji validitas memperlihatkan semua item dinyatakan valid (r hitung > 0,2480 dan sig. < 0,05) serta reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,60). Uji parsial (uji t) mengindikasikan bahwa persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap omset penjualan pada koefisien t hitung 7,611 > t tabel 2,000 serta sig. 0,000 < 0,05. Disisi lain, visual merchandising berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung 5,401 > t tabel 2,000 serta sig. 0,000 < 0,05. Uji simultan (uji F) memperkuat temuan tersebut pada koefisien F hitung 170,779 > F tabel 3,15 serta sig. 0,000, hingga mampu ditarik kesimpulan bahwasanya kedua variabel secar simultan berpengaruh signifikan pada omset penjualan. Nilai koefisien determinasi (R²) sejumlah 0,851 memperlihatkan bahwasanya 85,1% varians omset penjualan mampu diinterpretasikan oleh persepsi harga serta visual merchandising, sedangkan 14,9% sisa disebabkan oleh penyebab berbeda di luar riset. Perolehan ini menegaskan bahwasanya penerapan strategi pemasaran yang mengombinasikan penetapan harga yang tepat dengan tampilan visual yang menarik dapat mendorong peningkatan penjualan secara optimal. Oleh karena itu, pihak OH! SOME disarankan untuk mempertahankan strategi harga yang kompetitif melalui penawaran seperti program diskon atau paket pembelian, serta memaksimalkan efektivitas visual merchandising melalui penggunaan signage yang informatif dan atraktif.
Solidaritas Masyarakat dalam Pemenuhan Air Bersih di Masyarakat Dulamayo (Suatu Studi Desa Dulamayo Selatan Kec. Telaga Kab. Gorontalo) Itani, Rifanto; Bumulo, Sahrain; Latare, Sainudi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana solidaritas masyarakat dalam pemenuhan air bersih Di Masyarakat Dulamayo (Suatu Studi Desa Dulamayo Selatan kec. Telaga Kab. Gorontalo). Penelitian ini menggunakan metode deskriftif Kualitatif dengan Teknik Pengumpulan Data Penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Solidaritas masyarakat Dulamayo Selatan tumbuh dari kesadaran kolektif terhadap pentingnya air bersih sebagai kebutuhan dasar. Masyarakat memiliki semangat kebersamaan yang kuat dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi semua warga, baik melalui kegiatan gotong royong, kerja bakti, maupun saling membantu antarwarga. Pada masa sebelum adanya PAMSIMAS, masyarakat menunjukkan bentuk solidaritas mekanik.Hal ini terlihat dari kebersamaan warga dalam membersihkan, mengganti, dan memperbaiki saluran bambu yang digunakan sebagai alat untuk menyalurkan air dari sumber mata air ke rumah-rumah warga. Kesamaan kegiatan, nilai, dan tujuan mencerminkan hubungan sosial yang didasarkan pada keseragaman fungsi dan kebutuhan bersama. Setelah hadirnya program PAMSIMAS, solidaritas masyarakat mengalami perubahan ke arah solidaritas organik. Keterlibatan warga dalam pengelolaan air bersih mulai berkurang karena adanya pembagian fungsi antara pengurus PAMSIMAS dan masyarakat pengguna. Masyarakat menjadi lebih bergantung pada sistem teknis dan lembaga pengelola, namun tetap terikat dalam hubungan saling ketergantungan sosial yang baru. Meskipun pola gotong royong rutin berkurang, nilai-nilai solidaritas sosial tidak hilang. Masyarakat tetap menunjukkan kerja sama dalam situasi darurat seperti banjir atau longsor yang merusak sumber mata air. Pada kondisi tersebut, warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki saluran dan menjaga kelestarian sumber air. Perubahan bentuk solidaritas ini mencerminkan adaptasi sosial masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan sistem pengelolaan air modern.
Adaptasi Sosial Pengguna (QRIS) (Di Kantin Maskam Kampus UNG) Baadi, Nurainun; Latare, Sainudin; Hatu, Rauf A.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses adaptasi sosial pedagang dan mahasiswa dalam menggunakan system pembayaran digital QRIS di area kantin Mesjid Kampus Unversitas Negeri gorontalo. Latar belakang penelitian didasari oleh perubahan pola transaksi dari tunai ke non-tunai yang semakin meluas di era digital. termasuk dalam sector usaha mikro di lingkungan kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumntasi terhadap pedagang serta mahasiswa sebagai pengguna QRIS. informan ditentukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam aktivitas transaksi menggunakan QRIS. hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pedagang dakntin telah menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi. Proses adaptasi berlangsung dalam berbagai bentuk, sesuai dengan tipelogi Robert K. Merton, yakni Konformitas, Inovasi, Ritualisme, Retrearisme, dan Pmeberontak. Factor pendorong utama adopsi QRIS adalah tuntutan konsumen, kemudahan penggunaan, serta dukungan lingkungan sosial. Sementara itu, kendala utama berupa gangguan jaringan internet danketerbatasan literasi digital pada sebagian pedagang. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, teteapi juga membantu dinamika adaptasi sosial baru di lingkungan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sosiologi digital dan dapat juga menjadi referensi praktis bagi pemerintah maupun pelaku UMKM dalam memperluas inklusi keuangan berbasis teknologi