cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Gambaran Makna Kerja pada Pekerja Kreatif Digital Rumangkang, Filadelfia; Suyasa, P. Tommy Y. Sumatera
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5685

Abstract

Sektor kreatif digital menempatkan pekerja pada kondisi kerja dengan tenggat waktu ketat, tuntutan multitasking, serta budaya kerja yang selalu aktif. Namun demikian, banyak pekerja kreatif digital tetap melaporkan tingkat pemaknaan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna kerja pada pekerja kreatif digital dengan menelaah dimensi-dimensinya serta proses pembentukan makna kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 103 pekerja kreatif digital, dengan instrumen Work and Meaning Inventory (WAMI; Steger et al., 2012) dan Tarumanagara Meaning in Life Scale versi adaptasi (TaruMiLS; Suyasa, 2008). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memetakan kecenderungan pemaknaan kerja pada tingkat dimensi, sekaligus memahami sumber makna kerja yang dominan dalam pengalaman kerja sehari-hari. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa, meskipun dihadapkan pada tuntutan kerja yang signifikan, pekerja kreatif digital memersepsikan pekerjaannya sebagai sesuatu yang bermakna secara personal. Makna kerja terutama terbentuk melalui keterlibatan yang konsisten dalam proses kerja kreatif, bukan semata-mata melalui ketiadaan tuntutan atau kondisi kerja yang ideal. Persepsi berbasis proses ini selanjutnya diperkuat oleh penilaian positif terhadap pekerjaan, rasa berkembang, serta pengalaman bahwa aktivitas kreatif yang dijalani memiliki arah dan nilai bagi diri. Selain itu, makna kerja juga berkaitan dengan perasaan berkontribusi melampaui kepentingan pribadi, misalnya ketika karya dianggap bermanfaat bagi orang lain, mendukung tujuan organisasi, atau memberi dampak sosial yang lebih luas. Secara keseluruhan, temuan penelitian menegaskan pentingnya peran proses kreatif dalam mempertahankan makna kerja di tengah tuntutan kerja digital yang tinggi.
Kunci Kinerja Optimal: Studi Disiplin Kerja, Etos Kerja, dan Motivasi Kerja Mitra Rider Kopi Sejuta Jiwa di Tangerang Selatan Darmawan, Muzakki; Nuraeni, Nuraeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, etos kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja mitra rider Kopi Sejuta Jiwa di wilayah Tangerang Selatan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya kajian empiris yang membahas faktor-faktor penentu kinerja dalam konteks hubungan kemitraan, khususnya pada mitra rider di industri franchise kopi modern. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak berfokus pada karyawan perusahaan formal dengan hasil temuan yang belum konsisten, sehingga menimbulkan adanya research gap. Padahal, peran mitra rider sangat penting dalam mendukung kelancaran operasional, ketepatan distribusi, serta kualitas pelayanan kepada konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 132 responden yang ditentukan berdasarkan rumus Hair dkk., dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel dan diukur menggunakan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial disiplin kerja, etos kerja, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja mitra rider Kopi Sejuta Jiwa. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja mitra rider dapat dicapai melalui penerapan disiplin kerja yang baik, penguatan etos kerja, serta peningkatan motivasi kerja. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan manajerial bagi pihak Kopi Sejuta Jiwa dalam merumuskan strategi pengelolaan kemitraan guna meningkatkan kinerja mitra rider secara berkelanjutan.
Pengaruh Herding dan Loss Aversion terhadap Keputusan Investasi dengan Literasi Keuangan sebagai Variabel Moderasi Arlita, I.G.A. Desy; Prianti, Ni Kadek Ayu; Indraswari, I Gusti Agung Ayu Pramita; Kusuma, Putu Sri Arta Jaya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5691

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh signifikan bias perilaku, khususnya herding dan loss aversion, terhadap keputusan investasi Generasi Z di Bali. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena paradoks meningkatnya partisipasi investor muda di pasar modal yang tidak diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai. Berdasarkan data yang tersedia, tingkat literasi keuangan Generasi Z baru mencapai 44,04%, sehingga menimbulkan kerentanan terhadap pengambilan keputusan investasi yang kurang rasional. Kondisi tersebut mendorong munculnya perilaku herding, yaitu kecenderungan investor mengikuti keputusan mayoritas atau tren pasar tanpa analisis yang memadai, yang sering dipicu oleh Fear of Missing Out (FoMO). Selain itu, Generasi Z juga rentan terhadap bias loss aversion, yakni kecenderungan individu merasakan kerugian secara lebih intens dibandingkan kepuasan atas keuntungan yang setara, sehingga memengaruhi keberanian dalam mengambil risiko investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh herding dan loss aversion terhadap keputusan investasi Generasi Z di Bali, dengan fokus utama pada peran literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa tingkat literasi keuangan yang tinggi mampu memitigasi dampak negatif kedua bias perilaku tersebut, sehingga mendorong pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional dan berbasis informasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada investor Generasi Z di Bali dan dianalisis menggunakan regresi moderasi. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi perancangan program edukasi keuangan yang tepat sasaran, serta menjadi referensi bagi regulator dan institusi keuangan dalam meningkatkan kualitas dan stabilitas pasar modal di Indonesia.
Transformasi Tata Kelola dan Pengambilan Keputusan Melalui Decission Support System (DSS) Arista, Sista; Jamhari, Jerry; Amri, Amri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5694

Abstract

Transformasi tata kelola pendidikan pada era digital menuntut adanya mekanisme pengambilan keputusan berbasis bukti yang bersifat sistematis, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis. Namun demikian, institusi pendidikan masih menghadapi kesenjangan epistemik antara ketersediaan data operasional yang melimpah dengan keterbatasan kapabilitas manajerial dalam mengonversi data tersebut menjadi informasi strategis yang dapat ditindaklanjuti. Penelitian ini bertujuan mengembangkan artefak teknologi berupa Decision Support System (DSS) melalui pendekatan Design Science Research (DSR) sebagai solusi yang mampu mengintegrasikan, memodelkan, dan mengkontekstualisasikan data institusional untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Artefak yang dikonstruksi, yaitu Edu-Decision v1.0, menerapkan arsitektur multi-lapisan yang mencakup integrasi data akademik, keuangan, dan sumber daya manusia, serta mengimplementasikan algoritma Analytic Hierarchy Process (AHP) sebagai mekanisme penentuan bobot prioritas kebijakan secara kuantitatif. Evaluasi empiris menunjukkan bahwa sistem mampu menurunkan durasi pemrosesan informasi strategis hingga 85% serta menghasilkan tingkat konfirmasi keputusan sebesar 92% terhadap kebijakan pimpinan. Evaluasi Technology Acceptance Model (TAM) mengindikasikan tingkat akseptabilitas teknologi yang tinggi, khususnya pada dimensi perceived usefulness dan perceived ease of use. Secara ilmiah, penelitian ini memperluas disiplin ilmu manajemen pendidikan dengan memposisikan DSS bukan sekadar sebagai alat administratif, tetapi sebagai entitas epistemik yang memperkuat transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas pengambilan keputusan. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis terhadap institusi pendidikan dalam membangun budaya tata kelola berbasis data, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan melalui integrasi kecerdasan buatan untuk skenario keputusan preskriptif di masa mendatang.
Peran Supervisi, Etika Kerja, dan Pelatihan terhadap Kepatuhan Kerja Satuan Pengamanan PT Putra Mandiri Purabaya Sudrajat, Rendi; Muttaqin, Ridlwan; Ismail, Gurawan Dayona
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5700

Abstract

Kepatuhan kerja merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung efektivitas dan keberhasilan organisasi, khususnya pada sektor jasa pengamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran supervisi, etika kerja, dan pelatihan terhadap kepatuhan kerja satuan pengamanan di PT Putra Mandiri Purabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang merupakan karyawan satuan pengamanan PT Putra Mandiri Purabaya. Teknik analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan peran supervisi, etika kerja, dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan kerja karyawan. Namun, secara parsial hanya etika kerja yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan kerja, sedangkan peran supervisi dan pelatihan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variasi kepatuhan kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa etika kerja merupakan faktor dominan dalam membentuk kepatuhan kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memprioritaskan penguatan etika kerja guna meningkatkan kepatuhan kerja secara berkelanjutan.
Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Citra Merek Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Mediasi Pada Lubake Donut Di Surabaya Amaniah, Nailiatul; Tamonsang, Matheous
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5701

Abstract

Penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana kualitas produk, harga, dan citra merek memengaruhi atau berdampak pada loyalitas pelanggan Lubake Donut di Surabaya, dengan menempatkan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Melalui macam teknik yang purposive sampling, data dikumpulkan dari 120 responden yang memenuhi atau mencukupi kriteria spesifik, yaitu pelanggan yang pernah membeli Lubake Donut di Surabaya. Pengumpulan data dilakukan secara digital menggunakan kuesioner Google Form, yang kemudian diolah secara komprehensif menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil analisis statistik melalui uji t mengungkapkan dan menunjukkan temuan krusial bahwa ketiga variabel independen yaitu kualitas produk, harga, dan citra merek memiliki kontribusi positif serta signifikan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan secara langsung. Lebih lanjut, penelitian ini membuktikan bahwa tingkat kepuasan yang dirasakan konsumen berperan penting dalam mendorong loyalitas mereka terhadap merek. Dalam konteks mediasi, kepuasan pelanggan terbukti secara efektif dan konkrit mampu menjembatani pengaruh kualitas produk, harga, dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan Lubake Donut. Hal ini memberikan petunjuk bahwa untuk membangun kesetiaan jangka panjang di pasar Surabaya, perusahaan tidak hanya perlu fokus pada atribut produk dan harga yang kompetitif saja, tetapi juga harus memastikan bahwa elemen-elemen tersebut mampu menciptakan dan memberikan pengalaman kepuasan yang mendalam bagi setiap konsumennya agar tercipta loyalitas yang berkelanjutan selanjutnya.
Dongeng Menuju Realitas pada Dekonstruksi Lirik Lagu Tónghuà (童话) Karya Guāng Liáng (光良) Atas Romantisme yang Ilusif Novriko, Daffa Khaidar; Wulan, Diah Ayu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5706

Abstract

Penelitian ini mengkaji dekonstruksi makna romantisme dalam lirik lagu Tónghuà (童话) karya Guāng Liáng (光良), yang secara harfiah berarti “dongeng”, dengan menyoroti pergeseran wacana dari idealisme cinta menuju realitas yang penuh keterbatasan dan kontradiksi. Lagu ini selama ini dipahami sebagai representasi cinta romantis yang tulus dan berakhir bahagia, namun melalui penerapan teori dekonstruksi Jacques Derrida, penelitian ini berupaya membongkar makna-makna tersembunyi yang kerap terabaikan dalam pembacaan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik, menjadikan lirik lagu sebagai teks utama yang dianalisis melalui pemetaan oposisi biner dan ambiguitas makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tónghuà secara simultan membangun dan meruntuhkan narasi romantisme ilusif. Di satu sisi, liriknya merepresentasikan harapan akan cinta ideal, kebahagiaan abadi, dan peran penyelamat ala dongeng. Namun di sisi lain, lagu ini justru mengungkap kegagalan komunikasi, rasa bersalah, keraguan, serta pengakuan atas ketidakmampuan manusia untuk mewujudkan akhir bahagia yang sempurna. Oposisi biner seperti dongeng versus realitas, keajaiban versus pengorbanan manusia, serta keyakinan versus keraguan memperlihatkan ketegangan makna yang terus bergerak dan tidak pernah stabil. Dengan demikian, Tónghuà dapat dipahami sebagai monolog batin yang berada di antara penyangkalan dan penerimaan, di mana romantisme berfungsi sebagai mekanisme bertahan menghadapi kenyataan yang pahit. Penelitian ini menegaskan bahwa cinta dalam lagu tersebut tidak bersifat absolut, melainkan rapuh, ambigu, dan sangat manusiawi.
Implementasi Career Readiness Approach Untuk Meningkatkan Kompetensi Lulusan Program Kejuruan Tataboga Di SMK Negeri 3 Kota Sukabumi Kurnia, Rita; Chyntia, Chika; Qomariyah, Siti; Salsabila, Salsabila; Tresnawati, Emi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5709

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memiliki kesiapan karir yang matang serta kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri. SMK Negeri 3 Kota Sukabumi, khususnya pada Program Kejuruan Tataboga, menghadapi tantangan dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki soft skills, etos kerja, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan dunia kerja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menjembatani kebutuhan pendidikan dengan tuntutan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Career Readiness Approach (CRA) dalam proses pembelajaran Program Kejuruan Tataboga serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru produktif dan siswa, observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran teori dan praktik, serta analisis dokumen kurikulum, perangkat pembelajaran, dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Career Readiness Approach melalui pembelajaran berbasis proyek, pelatihan soft skills, pembiasaan etos kerja, serta kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri mampu meningkatkan kesiapan kerja siswa secara signifikan. Lulusan Program Kejuruan Tataboga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kedisiplinan, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Dengan demikian, Career Readiness Approach efektif diterapkan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan karir lulusan Program Kejuruan Tataboga di SMK Negeri 3 Kota Sukabumi.  
Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan Aplikasi Gojek: Studi pada Generasi Z di Kota Bandung Hidayat, Hafidz; Akbar, Ridho Riadi; Siddiq, Andhika Mochamad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan aplikasi Gojek terhadap tingkat kepuasan pelanggan dari kalangan Generasi Z di Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pesatnya perkembangan layanan transportasi dan jasa berbasis aplikasi digital, khususnya Gojek, yang menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mempertahankan kepuasan pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden merupakan pengguna aktif aplikasi Gojek dari Generasi Z. Instrumen penelitian disusun berdasarkan model E-Service Quality (E-SERVQUAL) yang mencakup tujuh dimensi, yaitu efficiency, system availability, fulfillment, privacy, responsiveness, compensation, dan contact. Analisis data dilakukan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara tingkat harapan (importance) dan tingkat kinerja (performance) dari setiap atribut pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tingkat kesesuaian kualitas pelayanan Gojek masih berada di bawah nilai ideal, yang menandakan bahwa pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan pelanggan Generasi Z. Beberapa atribut yang berada pada Kuadran I (prioritas utama) didominasi oleh aspek stabilitas sistem aplikasi serta responsivitas layanan pelanggan, sehingga memerlukan perhatian dan perbaikan segera. Sementara itu, atribut yang berada pada Kuadran II menunjukkan kinerja pelayanan yang telah sesuai dengan harapan pelanggan dan perlu dipertahankan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan strategis bagi pihak Gojek dalam meningkatkan kualitas pelayanan guna meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan Generasi Z.
Pengembangan Model Pendukung Keputusan Pemilihan Proyek Konstruksi pada Tahap Pra-Tender Berbasis Multi-Kriteria Abdurrahman, M. Asad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5712

Abstract

Pemilihan proyek konstruksi pada tahap pra-tender merupakan keputusan strategis yang berpengaruh langsung terhadap kinerja, profitabilitas, dan keberlanjutan perusahaan kontraktor. Namun, dalam praktiknya, proses pengambilan keputusan masih sering didominasi oleh intuisi dan subjektivitas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kerugian serta ketidaksesuaian proyek dengan kapasitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendukung keputusan pemilihan proyek konstruksi pada tahap pra-tender berbasis multi-kriteria yang sistematis, terukur, dan objektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 88 responden praktisi konstruksi yang memiliki pengalaman dalam proses tender, serta dilengkapi dengan tahapan validasi dan penilaian konsistensi oleh pakar di bidang manajemen konstruksi. Lima kriteria utama yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi aspek keuangan, teknik, komersial, hukum, dan pemasaran, yang masing-masing diuraikan ke dalam beberapa sub-kriteria penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria keuangan memiliki bobot kepentingan tertinggi sebesar 0,239, dengan sub-kriteria sistem pembayaran sebagai faktor paling dominan dalam pengambilan keputusan pada tahap pra-tender. Model pendukung keputusan yang dikembangkan mampu memberikan panduan kuantitatif yang terstruktur, transparan, dan konsisten dalam mengevaluasi kelayakan proyek konstruksi, sehingga dapat membantu perusahaan kontraktor dalam meningkatkan kualitas keputusan, meminimalkan risiko proyek, serta menyelaraskan pemilihan proyek dengan strategi bisnis dan kapasitas internal perusahaan.