cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,414 Documents
Health Promotion Media Creation Education Using Canva Application for Community Health Volunteers in Karangmulyo Village, Tegalsari District, Banyuwangi Regency Dice Shafira Nendrasari; Yedida Gracia Sandika; Ayik Mirayanti Mandagi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7880

Abstract

Promosi kesehatan merupakan upaya penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital. Program pengabdian masyarakat “Upgrading Kader” dilaksanakan di Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, dengan tujuan meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam membuat media promosi kesehatan menggunakan aplikasi Canva. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi dan pelatihan langsung yang melibatkan 14 kader. Kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, serta praktik pembuatan media secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 31,82 menjadi 50,91, namun secara statistik tidak signifikan (p=0,072). Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, variasi media pembelajaran, dan perbedaan kemampuan peserta. Secara umum, program ini berdampak positif, namun perlu pengembangan metode dan durasi pelatihan agar hasil lebih optimal.
Analisis Postur Menggunakan Metode RULA dan OWAS di Kilang Padi Setia Budi Citra Dewi; Suliawati Suliawati; Mahrani Arfah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7881

Abstract

Pekerjaan manual pada Kilang Padi Setia Budi berpotensi menimbulkan postur kerja tidak ergonomis yang dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal pada pekerja. Aktivitas memindahkan beban secara berulang menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko cedera. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko postur kerja serta memberikan rekomendasi perbaikan ergonomi pada aktivitas operasional. Analisis dilakukan melalui observasi langsung di lapangan dan penyebaran kuesioner keluhan muskuloskeletal kepada pekerja. Penilaian postur kerja menggunakan metode Ovako Working Analysis System sebagai tahap awal untuk mengidentifikasi tingkat risiko, kemudian dilanjutkan dengan metode Rapid Upper Limb Assessment pada postur dengan tingkat risiko tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja mengalami keluhan dominan pada punggung, pinggang, leher, bahu, lengan, serta ekstremitas bawah akibat aktivitas kerja yang tidak ergonomis. Penilaian awal menunjukkan aktivitas memanggul padi berada pada tingkat risiko tertinggi yang memerlukan tindakan perbaikan segera, sementara aktivitas pengeringan dan pengepakan berada pada tingkat risiko yang lebih rendah. Analisis lanjutan pada aktivitas dengan risiko tertinggi menunjukkan bahwa postur kerja yang dilakukan memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi menimbulkan cedera jika dilakukan secara terus-menerus. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan perbaikan prosedur kerja, dan perbaikan postur kerja untuk mengurangi beban fisik pekerja. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal serta meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan kerja.
Analisis Kontribusi Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Makassar Siti Aisyah Putri Maharani; Nur Afiah; Nurafni Oktaviyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dengan memanfaatkan data primer berupa laporan target dan realisasi penerimaan PBB-P2 serta PAD dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar selama periode 2020–2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan rasio kontribusi untuk menilai sejauh mana PBB-P2 berperan dalam meningkatkan PAD Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi penerimaan PBB-P2 secara nominal terus meningkat setiap tahun, mencapai puncaknya pada 2024 sebesar 258.988 juta rupiah. Meskipun memberikan sumbangan positif, rata-rata rasio kontribusi PBB-P2 selama periode penelitian hanya sebesar 18,36%, yang diklasifikasikan dalam kriteria kurang. Fenomena ini disebabkan oleh pertumbuhan sektor pajak lain, seperti BPHTB dan Pajak Restoran, yang jauh lebih pesat dibandingkan PBB-P2. Selain itu, kebijakan fiskal seperti relaksasi pajak akibat pandemi COVID-19 turut memengaruhi efektivitas penerimaan jangka pendek. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pengelolaan PBB-P2 melalui pemutakhiran data objek pajak, penguatan digitalisasi layanan melalui aplikasi seperti PAKINTA, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta evaluasi kebijakan NJOP dan target penerimaan secara berkala. Penguatan koordinasi antarperangkat daerah sangat krusial guna meningkatkan kontribusi PBB-P2 terhadap PAD secara berkelanjutan. Dengan demikian, PBB-P2 tetap menjadi instrumen vital dalam memperkuat kemandirian fiskal dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar.
Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Peserta Didik Tunanetra di SLB A YAPTI Makassar Nurfadillah Nurfadillah; Ayu Andini Putri; Sudjuliana Sudjuliana; Nur Wulandani; Dwiyatmi Sulasminah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada peserta didik tunanetra di SLB A YAPTI Makassar, dengan fokus pada modifikasi kurikulum, strategi pembelajaran, serta metode evaluasi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu guru yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui adaptasi kurikulum nasional dengan menekankan pada aksesibilitas bagi siswa tunanetra. Modifikasi dilakukan terutama pada penggunaan media pembelajaran yang beralih dari visual ke media taktil dan auditif, seperti realia dan pengalaman langsung. Selain itu, diferensiasi juga diterapkan dalam proses pembelajaran melalui pendekatan individual, khususnya dalam penyesuaian jumlah tugas dan durasi belajar sesuai dengan kemampuan siswa. Evaluasi pembelajaran lebih menekankan pada penilaian autentik melalui pemahaman lisan dibandingkan tes tertulis. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, terutama dalam menyampaikan konsep abstrak seperti matematika serta keterbatasan kosakata siswa. Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengembangkan media taktil dan strategi linguistik yang mampu menjembatani keterbatasan sensorik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berdiferensiasi menjadi kebutuhan esensial dalam pendidikan tunanetra untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna.
Manajemen Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Alham Arrahman; Nadyta Natasya; Natasya Surya Putri; Nur Izzati; Tita Adhaha Febriana; Victriani Sitohang; Violla Febriani; Yeni Karlina; Zaviqa Varhanna; Silvia Yolanda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7885

Abstract

Obat merupakan salah satu komponen penting penunjang fungsi rumah sakit yang di harapkan selalu tersedia dalam jenis, jumlah yang cukup dan mutu terjamin. Pada ketersediaan obat di rumah sakit menjadi salah satu indikator mutu utama manajemen rumah sakit yang wajib dikelola secara efektif dan efisien. Penelitian ini berupaya memahami gambaran sistem manajemen logistik perbekalan farmasi seperti perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, pencatatan dan pelaporan serta berbagai permasalahan yang terjadi pada setiap tahap pelaksanaan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umun Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Selama kegiatan, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aspek pelayanan kefarmasian, meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, yang mencakup tahap pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, hingga pengendalian. Hasil penelitian menemukan komponen manajemen logistik telah dilakukan dengan baik dan sesuai standar kefarmasian rumah sakit. Hasil pengamatan selama PKPA di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, penulis mendapatkan ilmu tentang perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian di rumah sakit, tetapi masih terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti masih ada kardus obat yang terletak di depan gudang dan masih ada beberapa yang tidak ada pelabelan nama baik penyimpanan obat, alkes dan BMHP (Barang Medis Habis Pakai).
Analisis Deskriptif Kualitatif Kebijakan E-Government Di Indonesia Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Muhamad Alfayat; Wenty Zahrati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan E-Government di Indonesia dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pemerintah untuk melakukan transformasi digital melalui penerapan E-Government guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas layanan kepada masyarakat. Namun demikian, implementasi kebijakan E-Government di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta belum optimalnya integrasi sistem pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah, kebijakan pemerintah, serta dokumen terkait. Analisis dilakukan dengan mengkaji dimensi kualitas pelayanan publik dalam implementasi E-Government yang meliputi efisiensi, kepercayaan, reliabilitas, dan dukungan terhadap masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan E-Government di Indonesia telah mengarah pada peningkatan kualitas pelayanan publik, namun belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Beberapa aspek yang masih perlu diperhatikan adalah keamanan data, aksesibilitas layanan, serta interaksi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, masih diperlukan sinkronisasi antara kebijakan dan implementasi di lapangan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan E-Government sangat bergantung pada perumusan kebijakan yang berorientasi pada kualitas layanan serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat regulasi, meningkatkan literasi digital, serta memastikan keberlanjutan sistem pelayanan berbasis elektronik.
Pengaruh Digitalisasi dan Literasi Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Persepsian Umkm Dengan Inovasi Sebagai Pemediasi Pada UMKM Di Kabupaten Sragen Syabillah Alvega Resmaya; Faiz Rahman Siddiq; Agus Endrianto Suseno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi dan literasi keuangan terhadap kinerja keuangan persepsian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan inovasi sebagai variabel mediasi pada UMKM di Kabupaten Sragen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional serta berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya dalam aspek pemanfaatan teknologi digital, rendahnya literasi keuangan, dan kurangnya inovasi usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 398 pelaku UMKM. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja keuangan UMKM, namun berpengaruh signifikan terhadap inovasi. Sementara itu, literasi keuangan terbukti memiliki pengaruh positif terhadap inovasi dan kinerja keuangan UMKM. Inovasi juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja keuangan. Selain itu, hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa inovasi mampu memediasi pengaruh digitalisasi terhadap kinerja keuangan UMKM, sehingga digitalisasi akan memberikan dampak optimal apabila diikuti dengan kemampuan inovasi yang baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja keuangan UMKM tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi juga memerlukan pemahaman keuangan yang memadai serta kemampuan berinovasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara digitalisasi, literasi keuangan, dan inovasi sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di era digital.
Perlindungan Hak Asasi Manusia Terhadap Korban Cyberbullying Di Media Sosial Reysha Septiana Andhini; Indah Septriani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak asasi manusia terhadap korban cyberbullying di media sosial dalam konteks perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Fenomena cyberbullying menjadi isu penting karena tidak hanya berkaitan dengan komunikasi digital, tetapi juga menyangkut perlindungan martabat, keamanan, dan hak individu di ruang siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber seperti literatur ilmiah, dokumen hukum, serta referensi relevan lainnya. Analisis dilakukan secara interpretatif untuk memahami bentuk, dampak, serta upaya perlindungan terhadap korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying memiliki dampak yang signifikan terhadap korban, terutama dalam aspek psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, serta penurunan kepercayaan diri. Selain itu, dampak sosial yang ditimbulkan meliputi isolasi sosial dan menurunnya kualitas interaksi di lingkungan digital maupun nyata. Dari sisi hukum, meskipun telah terdapat berbagai regulasi yang mengatur perlindungan terhadap korban, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan pembuktian, anonimitas pelaku, serta keterbatasan kapasitas penegak hukum. Peran platform media sosial dalam melakukan moderasi konten juga dinilai belum optimal. Secara keseluruhan, efektivitas perlindungan terhadap korban cyberbullying dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kualitas regulasi, efektivitas penegakan hukum, tingkat literasi digital masyarakat, serta sinergi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi guna menciptakan lingkungan digital yang aman serta menjamin perlindungan hak asasi manusia secara optimal di era digital.
Pengaruh Kompetensi Tenaga Kerja terhadap Produktivitas pada Konveksi Cindy Collection Tasikmalaya Viki Priyanda; Arifah Rosmayudi; Dian Herlina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7891

Abstract

Perkembangan industri konveksi di Kota Tasikmalaya yang bersifat padat karya menjadikan kompetensi tenaga kerja sebagai faktor penentu utama dalam meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi tenaga kerja terhadap produktivitas kerja pada Konveksi Cindy Collection Tasikmalaya. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah masih tingginya tingkat cacat produksi, keterlambatan penyelesaian pesanan, serta adanya perbedaan kemampuan antar tenaga kerja yang berdampak pada hasil produksi secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja Konveksi Cindy Collection sebanyak 83 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh (sensus), sehingga jumlah sampel sebanyak 83 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linier sederhana, uji t, serta koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,438, nilai t hitung 8,946 (sig. 0,000 < 0,05), dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,497 atau 49,7%. Artinya, semakin tinggi kompetensi tenaga kerja, semakin tinggi pula produktivitas kerja yang dihasilkan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan teknis dan pengembangan SDM secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas dan efisiensi produksi di sektor UMKM konveksi.
Analisis Nilai OEE untuk Meningkatkan Produktivitas Mesin Thermoforming Cup di PT SAP Heri Cahyono; Syarah Rizkia Feriaty; Ikhsan Romli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7893

Abstract

Perkembangan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk menjaga efektivitas dan keandalan mesin produksi guna mencapai target produktivitas dan kualitas. PT SAP menghadapi permasalahan penurunan kinerja Mesin Thermoforming Cup yang ditunjukkan oleh nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang berada di bawah standar World Class (85%), terutama akibat tingginya downtime tidak terencana (breakdown). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai OEE aktual, mengidentifikasi jenis kerugian dominan berdasarkan Six Big Losses, menganalisis akar penyebab Breakdown Losses menggunakan Fishbone Diagram 4M1E, serta merumuskan usulan perbaikan berbasis preventive maintenance. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian Mesin Thermoforming Cup dan data operasional periode Juli–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE sebelum perbaikan (Juli–September 2025) rata-rata sebesar 67,8%, sedangkan setelah perbaikan (Oktober–Desember 2025) meningkat menjadi 86,1% dan telah mencapai standar World Class. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa Breakdown Losses dan Setup & Adjust Losses merupakan kerugian dominan yang paling memengaruhi nilai availability. Akar masalah breakdown didominasi oleh faktor mesin, metode, dan manusia. Usulan perbaikan difokuskan pada penerapan preventive maintenance terstruktur dan pengendalian aktivitas operasional untuk menjaga ketersediaan mesin dan mempertahankan efektivitas produksi secara berkelanjutan. Selain itu, diperlukan adanya evaluasi berkala terhadap kinerja mesin serta peningkatan koordinasi antar bagian terkait guna memastikan implementasi perbaikan berjalan secara optimal dan konsisten.