cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 388 Documents
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik pada Lansia dengan Hipertensi di Komunitas Lansia Kelapa Gading yesha febriyanti; Eri Dian Maharsi; Endah Purnamasari
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5560

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serius dan menjadi penyebab utama morbiditasserta mortalitas di dunia, termasuk Indonesia, dengan prevalensi mencapai 34,1% pada populasi umum dan 69,5% pada lansia usia ≥75 tahun (WHO, 2023; Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2023). Penyebab hipertensi multifaktorial meliputi faktor genetika, penuaan vaskular, pola makan tidak sehat, sertakurangnya aktivitas fisik, yang secarasignifikan memengaruhi kejadian hipertensi pada lansia (Widiyono et al., 2022; Meher et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Komunitas Kelapa Gading. Metode: Penelitian ini merupakan studianalitik observasional desktiprif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 lansia di Komunitas Kelapa Gading menggunakan teknik convenience sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanandarah serta kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Analisismenggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 62,5% responden mengalami hipertensi. Terdapathubungan signifikan antara pola makan denganhipertensi (p<0,001) dan aktivitas fisik denganhipertensi (p<0,001). Lansia dengan polamakan buruk dan aktivitas fisik rendahcenderung memiliki tekanan darah yang lebihtinggi. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah serius pada lansia di Komunitas Kelapa Gading, terutama pada tahap 2 dengan risiko komplikasi tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara polamakan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi, di mana lansia dengan pola makanburuk dan aktivitas fisik rendah lebih rentan mengalami hipertensi. Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup melalui edukasi polamakan sehat dan peningkatan aktivitas fisik perlu menjadi fokus utama intervensi kesehatan.
Intervensi Pengetahuan Terkait ASI dan MPASI terhadap Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara Hasanatul Fitriani; Ida Ayu Kirtiasih
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5762

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh intervensi pengetahuan ibu yang memiliki bayi dan balita di posyandu dusun Lendang Mamben terkait ASI dan MPASI. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan non randomized pre test and post test noncontrol design. Responden penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki bayi balita di posyandu dusun Lendang Mamben, desa Anyar, Kecamatan Bayan. Analisis data dengan menggunakan uji Willcoxon dikarenakan distribusi data tidak normal. Intervensi pengetahuan ibu terkait ASI dan MPASI dilakukan menggunakan media penyuluhan menggunakan Power Point dan pamphlet serta workshop menunjukkan secara langsung bagaimana membuat MPASI yang baik dan benar sesuai tekstur berdasarkan usia anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pre dan post intervensi sebesar 5.081 (p=0,000). Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan intervensi dengan metode yang lebih dikembangkan dan lebih kreatif agar ibu-ibu lebih antusias pada saat intervensi. Kata kunci: Pengetahuan,Ibu, ASI, MPASI. ABSTRACT The purpose of this study was to examine the effect of an intervention on the knowledge of mothers with infants and toddlers at the integrated health post (Posyandu) in Lendang Mamben Hamlet regarding breastfeeding and complementary feeding (MPASI). The study used a quasi-experimental method with a non-randomized pre-test and post-test non-controlled design. The study respondents were mothers with infants and toddlers at the integrated health post (Posyandu) in Lendang Mamben Hamlet, Anyar Village, Bayan District. Data analysis used the Willcoxon test due to the non-normal distribution of the data. The intervention to assess mothers' knowledge regarding breastfeeding and complementary feeding (MPASI) was conducted using PowerPoint presentations and pamphlets, as well as workshops that directly demonstrated how to prepare good and correct MPASI, according to the texture and age of the child. The results showed an increase in knowledge of 5,081 points before and after the intervention (p=0.000). Future researchers are advised to develop more creative intervention methods to increase mothers' enthusiasm during the intervention. Keywords: Knowledge, Mothers, Breastfeeding, Complementary Feeding.
Uji Aktivitas Antibakteri Madu Fermentasi Ragi Tempe terhadap Pertumbuhan Escherichia coli pada Agar Plate dan Tinjauan dalam Perspektif Islam Muhammad Ammar Muhammad Ammar; Ike Irmawati Purbo Astuti; Pratami Adityaningsari; Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5851

Abstract

Penyakit diare sering terjadi, salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri Escherichia coli. Madu, yang dikenal sebagai obat tradisional, memiliki potensi sebagai antibakteri untuk menekan pertumbuhan bakteri tersebut, dan penambahan metode fermentasi dapat meningkatkan fungsinya dalam kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakterial madu fermentasi ragi tempe terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain post-test only control group design. Uji efektivitas dilakukan dengan metode difusi agar cara cakram menggunakan variasi konsentrasi madu fermentasi ragi tempe (25%, 50%, 75%, 100%) dan kontrol positif (Ciprofloxacin) serta kontrol negatif (madu tanpa fermentasi). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri pada media MHA. Hasil: Berdasarkan hasil, madu fermentasi ragi tempe pada semua konsentrasi (25%, 50%, 75%, dan 100%) tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Zona hambat pada kontrol positif (Ciprofloxacin) sebesar 36,66 mm, menunjukkan kategori sangat sensitif. Simpulan: Madu fermentasi dengan ragi tempe tidak menunjukkan aktivitas antibakteri secara langsung (in-vitro) terhadap pertumbuhan E. coli. Namun, ditinjau dari pandangan Islam, status madu sebagai Syifa' (obat) dalam Al-Qur'an dan Thibbun Nabawi tetap tidak terbantahkan, dan proses fermentasi untuk peningkatan manfaat dapat dibenarkan melalui prinsip Istihalah untuk menghasilkan produk yang thayyib
Gambaran Indeks Massa Tubuh dan Luas Lesi Foto Toraks Pasien Tuberkulosis Paru Dewasa di RSUD Pasar Rebo dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Aulia Rahma Isnaeni; Erlina Wijayanti; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.4210

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular penyebab utama kesehatan yang buruk dan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penyakit tuberkulosis disebabkan oleh aktivitas bakteri mycobacterium tuberkulosis yang umumnya menyerang paru-paru karena cara penularannya melalui percikan. Keadaan status gizi dan penyakit tuberkulosis saling berhubungan. Pada pasien TB paru umumnya status gizinya mengalami penurunan. Diagnosis TB paru salah satunya menggunakan foto toraks yang dimana akan ditemukan lesi. Pasien tuberkulosis dengan lesi yang luas memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan yang memiliki lesi minimal. Tujuan penelitian ini adalah melihat distribusi gambaran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Luas lesi foto toraks pasien tuberkulosis paru dewasa di awal pengobatan periode Januari-Desember 2023. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sampel dengan teknik purposive sampling dari pasien Tuberkulosis paru dewasa di RSUD Pasar Rebo yang berjumlah 102 orang. Hasil: Karakteristik berdasarkan jenis kelamin menunjukkan 52 (51%) orang adalah laki-laki, 76 (74,5%) orang berusia produktif (18-55 tahun). Karakteristik berdasarkan pekerjaan sebanyak 53 (52%) orang bekerja. Simpulan: Status gizi terbanyak berdasarkan IMT adalah berat badan kurang sebanyak 41 (40,2%) orang dan luas lesi yang didapatkan sebanyak 41 (40,2%) orang memiliki kriteria lesi luas.
Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap Infertilitas di Wilayah RT 6/RW 4, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nabila Fatimah Azzahra; Mirfat; Irwandi M. Zen; Etty Widayanti
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.4865

Abstract

Pendahuluan: Pasangan yang mengalami infertilitas adalah mereka yang belum berhasil hamil setelah setahun berhubungan seksual secara teratur. Kondisi ini tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan reproduksi, tetapi juga membawa dampak psikologis yang signifikan. Dalam pandangan masyarakat, memiliki anak sering dianggap sebagai salah satu tujuan utama dalam membangun keluarga yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap pasangan usia subur terhadap infertilitas di wilayah RT 6/RW 4, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian survei bersifat analitik dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Sampel penelitian ini adalah pasangan usia subur di wilayah RT 6/RW 4, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling dengan menggunakan data primer dari sebaran kuesioner fisik. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 29.0., uji Chi-Square dan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 100 responden, 80 responden (80%) memiliki pengetahuan kurang terhadap infertilitas, sedangkan responden yang memiliki sikap buruk terhadap infertilitas sebanyak 66 responden (66%). Pengetahuan (p<0,001) dan sikap (p=0,001) pasangan usia subur mengenai infertilitas antara laki-laki dan perempuan di wilayah penelitian memiliki perbedaan yang signifikan. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap buruk terhadap infertilitas pada pasangan usia subur, serta terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap infertilitas pada laki-laki dan perempuan di wilayah penelitian (p<0,05).
Gambaran Kejadian Nyeri Leher dengan Lamanya Berkendara Motor Serta Rutinitas Olahraga pada Ojek Online di Kawasan Cempaka Putih Ananda Fatimah Ramadhani; Edi Prasetyo; Ida Ratna Nurhidayati; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5023

Abstract

Background: Online motorcycle taxi drivers have a high risk of neck pain due to static posture when driving for a long time. This condition is exacerbated by the lack of physical activity and stretching habits. This study aims to analyze the relationship between driving duration and exercise routine with the incidence of neck pain in online motorcycle taxi drivers in Cempaka Putih, Jakarta. Methods: This study used a quantitative approach with a cross sectional design. The study sample consisted of 152 online motorcycle taxi drivers in Cempaka Putih who were selected using purposive sampling technique based on inclusion criteria. Data on respondents' characteristics, driving duration, exercise routine, and incidence of neck pain were collected through questionnaires. Neck pain level was measured using Neck Disability Index (NDI). Data were analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between the independent variables (driving duration and exercise routine) and the dependent variable (neck pain incidence). Results: The results showed that the majority of respondents (77%) had a driving duration of more than 4 hours per day and 73% rarely exercised. Chi-Square test showed a significant association between driving duration and the incidence of neck pain (p=0.02). Drivers with a driving duration of more than 4 hours per day have a higher risk of experiencing neck pain. Although the majority of respondents (96.71%) experienced neck pain, the severity was classified as mild based on the NDI. Conclusion: Long driving duration is a risk factor for neck pain in online motorcycle taxi drivers in Cempaka Putih.
Gambaran Prevalensi dan Faktor Risiko Hiperkolesterolemia pada Guru di SMP Negeri 2 Sukaraja Andi Dewitya Andini; Eri Dian; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5047

Abstract

Latar Belakang: Kolesterol adalah metabolit alami yang berperan penting dalam tubuh, diperlukan untuk sintesis membran sel, hormon steroid, dan asam empedu untuk pencernaan lemak. Kelebihan kolesterol dapat menyebabkan hiperkolesterolemia, ditandai dengan peningkatan kadar low-density lipoprotein (LDL), yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor penyebab hiperkolesterolemia meliputi konsumsi lemak jenuh tinggi, gaya hidup, merokok, obesitas, dan usia. Di Indonesia, prevalensi hiperkolesterolemia cukup signifikan, terutama di kalangan guru berusia 50-59 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi dan faktor risiko hiperkolesterolemia pada guru di SMP Negeri 2 Sukaraja. Metode: Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional untuk menilai prevalensi dan faktor risiko hiperkolesterolemia pada 47 guru di SMP Negeri 2 Sukaraja. Sampel penelitian ini ditetapkan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data primer melalui kuesioner wawancara, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan kolesterol total. Hasil: Penelitian pada guru di SMP Negeri 2 Sukaraja menunjukkan bahwa 32% memiliki kadar optimal, 32% dalam batas tinggi, dan 36% kadar tinggi. Faktor risiko meliputi usia, BMI, Tekanan, kurangnya aktivitas fisik, dan kurangnya konsumsi sayur dan buah. Simpulan: Prevalensi hiperkolesterolemia pada guru yaitu 32% memiliki kadar optimal, 32% dalam batas tinggi, dan 36% kadar tinggi. Dengan faktor risiko yaitu 38,30% meliputi guru dengan usia 45-60 tahun, diikuti dengan guru BMI overweight dan hipertensi menunjukkan prevalensi tertinggi mengalami hiperkolesterolemia. Guru disarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan sehat dan meningkatkan frekuensi olahraga setidaknya 4–6 kali per minggu untuk membantu mengurangi risiko hiperkolesterolemia.
Frekuensi Pola Sidik Bibir dan Hubungan Antara Pola Sidik Bibir dengan Kejadian Hipertensi pada Civitas Akademik Universitas YARSI dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Faiza Syakira Ramadhina; Endang Purwaningsih; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5440

Abstract

Pendahuluan: Pola sidik bibir, yaitu pola garis alami pada permukaan bibir, kini mulai diteliti sebagai indikator risiko kesehatan, termasuk hipertensi. Pembentukan pola tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik yang bersifat konstan dan tidak mengalami perubahan meskipun terjadi cedera. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam perkembangan hipertensi. Oleh karena itu, analisis pola sidik bibir dapat berfungsi sebagai alat deteksi dini hipertensi. Dalam pandangan Islam, hubungan antara pola sidik bibir dan hipertensi dianggap sebagai bagian dari hikmah penciptaan manusia, yang memungkinkan pemanfaatannya untuk meningkatkan kualitas hidup melalui deteksi dini penyakit. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik deskriptif dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan setelah responden menandatangani informed consent, dilanjutkan dengan pengambilan cetakan pola sidik bibir menggunakan teknik cheiloscopy. Analisis data dilakukan dengan uji statistik SPSS menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel. Hasil: Frekuensi pola sidik bibir tertinggi penderita hipertensi adalah Tipe V (reticulated groove) dan terendah adalah Tipe II (short vertical groove) pada pose normal dan tersenyum, baik pada laki-laki maupun perempuan serta hasil uji Chi-square menunjukan p<0.05 Simpulan: Frekuensi pola sidik bibir tertinggi penderita hipertensi adalah Tipe V dan terdapat hubungan yang bermakna antara pola sidik bibir dengan kejadian hipertensi pada civitas akademik Universitas YARSI.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dan Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Dewasa Usia 30-50 Tahun di Puskesmas Kecamatan Senen: The Relationship Between Body Mass Index and the Risk of Type 2 Diabetes Mellitus in Adults Aged 30–50 Years at Senen Subdistrict Public Health Center and Its Review from an Islamic Perspective Haninthya Nurul Izzati; Aryenti; Fitri
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5488

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok usia produktif. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan status berat badan seseorang. Peningkatan IMT diketahui dapat meningkatkan resistensi insulin dan berkontribusi terhadap terjadinya DM Tipe 2. Sementara itu, faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor genetik, jenis kelamin, dan usia. Di Indonesia khususnya di wilayah perkotaan besar termasuk wilayah Ibukota Jakarta, berdasarkan temuan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), data survey nasional Indonesia tahun 2013 menunjukan bahwa prevalensi obesitas meningkatkan resiko dua kali lipat mengalami diabetes mellitus tipe 2, serta empat kali beresiko mengalami komorbid diabetes mellitus-hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien dewasa usia 30-50 tahun di Puskesmas Senen Periode 2022-2023. Sampel berjumlah 150 responden yang diambil secara total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Dari 150 responden, berusia 30-40 dan 41-50 tahun, Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan Indeks Massa Tubuh kategori overweight dan obesitas memiliki risiko tinggi mengalami Diabetes Mellitus Tipe 2. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada dewasa usia 30–50 tahun di Puskesmas Kecamatan Senen periode 2022-2023. Diperlukan upaya promotif dan preventif, serta tinjauannya menurut Islam yang berupa edukasi mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal untuk menurunkan risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 pada usia produktif.
Analisis Manfaat Edukasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Swamedikasi Diare Perumahan Benua Indah Kota Tangerang dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Wening Sari; Firza Azaria Syerin; Lilian Batubara; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5518

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang. Swamedikasi sering menjadi pilihan masyarakat dalam menangani diare, namun masih banyak dilakukan tanpa pengetahuan dan sikap yang tepat. Edukasi kesehatan dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman dan sikap yang benar dalam swamedikasi diare. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 59 responden yang pernah mengalami diare atau memiliki keluarga dengan riwayat diare, dipilih secara consecutive sampling di Perumahan Benua Indah Kota Tangerang. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 43,05 menjadi 54,24 setelah edukasi, dengan nilai signifikansi p = 0,019. Nilai rata-rata sikap juga meningkat dari 40,97 menjadi 44,27 dengan signifikansi p = 0,040. Hal ini menunjukkan edukasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap swamedikasi diare. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap (p < 0.05) masyarakat terhadap swamedikasi diare. Intervensi edukatif serupa dapat dijadikan strategi preventif dalam pengendalian diare di masyarakat. Islam menekankan pencegahan diare dengan menjaga kebersihan, sanitasi yang baik, konsumsi makanan yang halal dan bergizi, serta peningkatan pengetahuan.