cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 356 Documents
Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Azzahara, Natasya; Dr. Teguh Yuliadi, S.Si, M.Si; M. Fazlurahman Anshar,SKom. I, MA
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4633

Abstract

ABSTRAK Nama : Natasya Azzahara Program Studi : Kedokteran Umum Judul Skripsi : Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) diatas normal dengan Forced Expiratory volume in one second / Forced Vital Capacity (FEV1/FVC) pada komunitas pria disekitar universitas Yarsi dan Tinjauannya dalam Islam Latar Belakang : Obesitas, yang semakin meningkat secara global, berdampak signifikan pada berbagai fungsi organ, termasuk paru-paru. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan untuk mengukur dan mengklasifikasikan obesitas, yang diketahui dapat mengurangi fungsi paru-paru, terutama rasio FEV1/FVC. Peningkatan prevalensi obesitas, yang dipicu oleh pola makan dan gaya hidup tidak sehat, berdampak buruk pada kesehatan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara IMT dan fungsi paru-paru pada pria dengan obesitas di Indonesia, guna memahami lebih dalam dampak obesitas terhadap kesehatan pernapasan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan IMT diatas normal pada fungsi paru dengan parameter spirometry FEV-1/FVC pada masyarakat disekitar Universitas Yarsi. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik secara cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pria yang berada disekitar Universitas YARSI berjumlah 40 orang. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat spirometri dan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% responden memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, yang menunjukkan kondisi paru-paru dalam keadaan baik. Sebaliknya, 7,5% responden memiliki rasio FEV1/FVC di bawah 75%, yaitu responden O17 (73,90%), O25 (60,10%), dan O29 (55%), yang menunjukkan kondisi paru-paru yang tidak baik. Responden O25 dan O29 dengan rasio FEV1/FVC di bawah 70% mengalami penyakit paru obstruktif, sementara responden O17 dengan rasio di bawah 75% mengalami penyakit paru restriktif ringan. Simpulan : Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan umum antara IMT di atas normal dengan rasio FEV1/FVC. Namun, pada tiga responden dengan rasio FEV1/FVC di bawah 75%, tidak ditemukan hubungan langsung antara IMT di atas normal dengan rasio FEV1/FVC, karena kondisi mereka lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok (perokok pasif), Riwayat sesak, Riwayat hipertensi dan obesitas. Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik. Kata Kunci : FVC, FEV-1, IMT, Pria, Spirometri, Fungsi Paru
Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Iksir, Fadhila Dyna Putri Maharani; Batubara, Lilian; Poerwanto, Eko
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4677

Abstract

Pendahuluan: Neuropati diabetik merupakan komplikasi umum pada pasien diabetes melitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Banyak faktor yang yang mempengaruhi timbulnya neuropati yaitu durasi menderita diabetes, terkontrol-tidaknya hemoglobin A1c (HbA1c), dan usia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran neuropati diabetik berdasarkan usia, jenis kelamin, terkontrol-tidaknya, dan lamanya menderita diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan mencakup usia, jenis kelamin, durasi diabetes, dan kadar Hemoglobin A1c (HbA1c). Data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari data rekam medis populasi diabetes melitus pada poli penyakit dalam Rumah Sakit X Jakarta Pusat dan diolah menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah sebanyak 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%. Gambaran penderita neuropati diabetik adalah paling banyak terjadi pada perempuan dengan rentang usia 45-64 tahun, dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 6,5%), dan durasi menderita DM selama < 2 tahun. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah sebanyak 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%. Kejadian neuropati paling banyak pada pasien perempuan dengan rentang usia 45-64 tahun, dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 6,5%), dan durasi menderita DM selama < 2 tahun.
Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 – Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fidelia Putri, Alisa; Wan Nedra; Firman Arifandi; Elsye Souvriyanti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4685

Abstract

Pendahuluan: Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 14.8%. Stunting pada bayi laki-laki ditandai dengan PB ≤ 46,1 cm dan pada bayi perempuan ≤ 45,4 cm. Salah satu faktor risiko stunting yaitu kehamilan remaja. Di Indonesia, angka perkawinan usia dini masih cukup tinggi sehingga berdampak pada peningkatan angka kehamilan remaja. Al-Qur’an dan sunnah tidak mengatur secara konkrit mengenai batas usia melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid al-shariah untuk menghindari kemudharatan yang akan ditimbulkan. Dengan demikian, penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting di RS YARSI tahun 2023 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control dengan populasi berjumlah 1801 kelahiran di RS YARSI tahun 2023. Penetapan sampel menggunakan simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 95 bayi stunting dan 95 bayi tidak stunting. Data dikumpulkan melalui rekam medis elektronik kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan bantuan software SPSS versi 29. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting pada bayi di Rumah Sakit YARSI periode Januari 2023 – Desember 2023 dengan p-value = 0,534 dan OR = 1,810 (95% CI 0,512-6,399). Simpulan: Kehamilan remaja merupakan salah satu faktor tidak langsung yang menyebabkan stunting pada bayi. Terdapat faktor risiko lain yang menyebabkan stunting, meliputi tinggi badan ibu, pemenuhan nutrisi, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi ibu. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa kehamilan remaja tetap berisiko 1,810 kali lebih tinggi menyebabkan stunting. Kata Kunci: stunting, kehamilan remaja, bayi, maqashid al-shariah
Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Hanifah, Rania Siti; Aditama, Tjandra Yoga; Fazlurrahman, Muhammad; Sachrowardi, Qomariyah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4705

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kematian global mencapai sekitar 3 juta jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK mencapai 3,7%, setara dengan sekitar 9,2 juta jiwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013. Merokok menjadi faktor risiko utama dalam pengembangan PPOK, di mana perokok menunjukkan prevalensi gejala pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Namun, kurang dari 50% perokok berat mengalami PPOK, menunjukkan bahwa faktor risiko lain, seperti paparan asap rokok pasif, juga berperan. Dengan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 33,8%, kondisi ini memperburuk angka kejadian PPOK. Menariknya, sekitar 60-85% penderita PPOK tidak menyadari penyakit yang diderita, termasuk di Indonesia, di mana banyak pasien tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hasil menunjukkan bahwa didapatkan 82.1% tidak risiko PPOK dan 17.9% risiko PPOK. Oleh karena itu, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejadian PPOK di kalangan personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung berdasarkan Kuesioner PUMA, yang baru dikembangkan untuk mendeteksi risiko PPOK dengan hasil lebih baik dibandingkan alat sebelumnya.
Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo Selviani, Lovika; Indra, Ryan
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4729

Abstract

Pendahuluan : Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memperlukan ananmesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIA sering kali membaik kurang dari 24 jam dan tidak progresif. Tetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24-29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan stroke menyerang sekitar 13,7 juta orang dan membunuh sekitar 5,5 juta orang setiap tahunnya. Insiden stroke meningkat dua kali lipat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah selama 1990-2016. Tujuan utama penelitian ini ialah untuk mengetahui tentangGambaran Modalitas CT-Scan Non Kontras pada pasien TIA di RSUD Pasar Rebo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis TIA dengan pemeriksaan CT-scan kepala non-kontras yang melakukan pemeriksaan radiologi CT-Scan Non Kontras. Sampel penelitian ini sebanyak 54 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan terhadap kelompok usia, jenis kelamin, dan kesan gambaran CT-Scan Non Kontras. Hasil : Kelompok umur yang menunjukan mayoritas pasien TIA menunjukan hasil CT-Scan Non Kontras tidak tampak lesi dengan total 33 pasien (61,1%) sedangkan lesi hipodens terdeteksi mulai kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien (38,9%) di dominasi kelompok umur 46-55 tahun 10 pasien (18,5%). Dari 54 sampel, 23 orang diantaranya berjenis kelamin laki-laki (42,6%) dan 31 orang (57,4%) perempuan. Gambaran lesi hipodens ditemukanpada mayoritas jenis kelamin laki-laki sebanyak 11 pasien (20,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien (18,5%). Simpulan : Hasil CT-Scan Non Kontras pasien TIA mayoritas memiliki kesan tidak tampak lesi dengan total 33 pasien (61,1%) dan lesi tampak hipodens kelompok usia lebih atau sama dengan 46 tahun dengan total 21 pasien (38,9%). Meskipun mayoritas sampel berjenis kelamin perempuan lesi hipodens di dominasi laki laki dengan persentase (20,4%) sedangkan jenis kelamin perempuan 10 pasien (18,5%)
Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam nafizha; Syarif, Irfan; Mukhtar, Diniwati; M Istiwara, Endy
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4742

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan denyut nadi sistolik dan diastolik dari tekanan darah normal menjadi 140/90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan rentang waktu lima menit dalam keadaan benar-benar istirahat/tenang. Pravelensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang diberikan Allah SWT. Kita harus selalu menjaga kesehatan kita agar kita dapat melaksanakan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya dan menghindari apa yang dilarang oleh Allah SWT. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, dengan sampel dalam penelitian ini yaitu lansia di posyandu lansia RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat yang berjumlah 55 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square nilai p-value 0.001 (p<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan aktivitas fisik dan kejadian hipertensi pada lansia. Hasil penelitian ini mendukung pentingnya aktivitas fisik dalam mencegah hipertensi pada lansia, yang sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk menjaga kesehatan fisik melalui aktivitas yang teratur.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ghaffar, Aldo Syarahil; Trisiswati, Maya; TW, Afrizal; Amiarno, Yudi
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4743

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 82 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi (48,8%), dan sikap yang positif (95,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,004), serta sikap dan perilaku kesehatan reproduksi (p = 0,003). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut di pondok pesantren untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam.
Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rahmawati Purnama, Yasmine Mutia; Wulansari, Rifda; Hidayat, Roni; Ernawati, Kholis
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4761

Abstract

Pendahuluan: 2 tahun pertama anak merupakan periode emas pertumbuhan otak anak. Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, seperti datang ke posyandu untuk penimbangan berat badan setiap bulan guna memantau status gizi anak. Agama Islam juga menekankan agar orang tua bertanggung jawab terhadap perawatan anak, seperti menafkahi, merawat, dan memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu pada masa ini dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak di masa depan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan survey cross sectional. Penelitian dilakukan di posyandu balita Wijaya Kusuma 2 di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dengan menggunakan data primer dan data sekunder berupa kuestioner dan KMS balita periode Desember 2023-Mei 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 48 sampel. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 48 sampel terdapat sebanyak 11 balita (39.3%) yang melakukan kunjungan posyandu secara teratur mengalami peningkataan status gizi dan 17 balita (60.7%) yang tidak teratur melakukan kunjungan posyandu tidak mengalami peningkatan status gizi. Pada uji Chi-Square didapatkan tidak ada hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi (p=0.269). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Wijaya kusuma 2 kelurahan sumur batu RW 07 Jakarta Pusat. Selain itu Berdasarkan tinjauan Islam orang tua memiliki berkewajiban untuk memberi makanan yang bergizi terhadap anak tak hanya bergizi harus memenuhi standar halal dan thayyib.
Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Kannisa Ashri Wulandari; Basbeth, Ferryal; TW, Afrizal; Sari, Wening
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4779

Abstract

Pendayagunaan dokter WNA dalam UU RI No. 17 Tahun 2023 telah resmi disahkan meskipun sebelumnya mendapat banyak penolakan dari organisasi profesi kesehatan. Namun, rasio dokter terhadap penduduk di Indonesia masih jauh dari standar WHO, dengan distribusi dokter yang tidak merata di daerah terpencil menjadi masalah utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dokter di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol Indramayu terhadap pendayagunaan dokter WNA serta penerapan aturan Islam dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dokter memahami isi UU RI No. 17 Tahun 2023 dan mengakui manfaat pendayagunaan dokter WNA, seperti transfer ilmu dan teknologi, tetapi mengkhawatirkan dampak negatif seperti hambatan komunikasi dan persaingan kerja. Aturan Islam dianggap berfungsi sebagai panduan etis yang meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan. Penelitian ini merekomendasikan agar pendayagunaan dokter WNA diatur dengan regulasi yang ketat, difokuskan di daerah terpencil yang kekurangan tenaga medis, serta dilengkapi dengan perlindungan untuk dokter Indonesia. Secara keseluruhan, mayoritas dokter memiliki pandangan negatif terhadap pendayagunaan dokter WNA namun mendukung penerapan aturan Islam di rumah sakit karena dianggap membantu pelayanan kesehatan.
Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Dwi Cahyani, Intan; Armelia, Linda
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4783

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kerusakan ginjal yang terjadi akibat kelainan struktur dan fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 bulan. PGK menyebabkan penurunan laju fungsi ginjal secara progresif. Hemodialisis adalah salah satu bentuk terapi pengganti ginjal (TPG) dengan menggunakan teknologi inovatif untuk meningkatkan pembersihan zat terlarut yang berperan dalam menyaring darah dilengkapi dengan peralatan buatan untuk membuang kelebihan air dan racun dan menjamin terpeliharanya homeostatis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komplikasi intradialitik yang dapat terjadi pada pasien yang rutin menjalani hemodialisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RS Hermina Bekasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS Hermina Bekasi berjumlah 68 orang menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian paling banyak yaitu 25 orang (36,8%) responden memiliki usia lansia awal, paling banyak yaitu 36 orang (52,9%) responden dengan jenis kelamin perempuan dan paling banyak yaitu 18 orang (26,5%) responden memiliki komplikasi hiperglikemia. Saran dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisa secara komperhensif faktor lain yang dapat menimbulkan komplikasi pada pasien menjalani hemodialisis.