cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 388 Documents
Gambaran Obat Antihipertensi yang digunakan pada Pasien Lansia di Puskesmas Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Rofiqoh Rofiqoh; Dharma Permana; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5536

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada lansia dan memerlukan terapi farmakologis jangka panjang. Pemilihan jenis dan kombinasi obat antihipertensi harus mempertimbangkan kondisi pasien, efektivitas obat, serta aspek kehalalan dan kemanfaatan (halal dan thayyib) menurut ajaran Islam. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, untuk menganalisis data rekam medis pasien lansia hipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada periode Januari–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 97 pasien lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Pasien perempuan lebih dominan (63,92%). Kelompok usia terbanyak adalah 60–70 tahun (58,76%). Penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh golongan CCB (Amlodipin 46,63%), diikuti furosemid (20,22%) dan captopril (19,13%). Pola terapi paling banyak adalah kombinasi dua obat (49,48%), terutama Amlodipin + Captopril. Efek samping yang dilaporkan mencakup hipotensi (6,19%), pusing (4,12%), batuk dan edema perifer (masing-masing 3,09%), serta 76,4% pasien tidak mengalami efek samping. Dari tinjauan Islam, obat-obatan yang digunakan telah sesuai prinsip halal dan thayyib karena tidak mengandung unsur haram dan bermanfaat bagi kesehatan, serta diberikan dengan dosis yang sesuai dan diawasi penggunaannya. Kesimpulan: Penerapan terapi antihipertensi di Puskesmas Tanjung Bumi pada pasien lansia didominasi oleh kasus hipertensi stadium 1 kemudian Hipertensi Sistolik Terisolasi (ISH) dan disusul oleh hipertensi stadium 2. Pendekatan pengobatan ini mengacu pada pedoman klinis yang berlaku dan juga selaras dengan nilai-nilai syariah, khususnya prinsip hifzh an-nafs (menjaga jiwa) serta konsep halalan thayyiban dalam pengobatan. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Antihipertensi, Efek Samping, Halal, Thayyib, Islam.
Analisis Hubungan Antara Pola Hidup Sedentari dengan Kejadian Low Back Pain pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022-2024 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Athifah Nayyara Kamila; Zakiyah; Amir Mahmud Mahmud
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5683

Abstract

Pendahuluan: Low Back Pain (LBP) merupakan keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi, salah satunya akibat pola hidup sedentari. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko tinggi mengalami pola hidup sedentari karena aktivitas akademik yang menuntut duduk dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola hidup sedentari dengan kejadian LBP pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022–2024 serta tinjauannya menurut pandangan Islam. Metodologi: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 90 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan dipilih melalui simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Sedentary Behaviour Questionnaire (SBQ) dan Roland-Morris Disability Questionnaire (RMDQ). Analisis univariat digunakan untuk distribusi data, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik untuk analisis lanjut. Hasil: Mayoritas responden memiliki pola hidup sedentari tinggi (85,6%), sedangkan prevalensi LBP sebesar 27,8%. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,358 yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara pola hidup sedentari dengan kejadian LBP. Analisis regresi logistik menghasilkan OR=1,78 (p=0,357), yang mengindikasikan bahwa responden dengan pola hidup sedentari tinggi memiliki kemungkinan 1,78 kali lebih besar mengalami LBP dibandingkan dengan pola hidup sedentari rendah, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Simpulan: Pola hidup sedentari tidak berhubungan dengan kejadian LBP pada mahasiswa kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022-2024. Menurut pandangan Islam, gaya hidup sedentari bertentangan dengan ajaran menjaga kesehatan jasmani, sehingga penerapan aktivitas fisik yang seimbang dianjurkan sebagai upaya pencegahan LBP sekaligus bentuk syukur atas nikmat kesehatan.
Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hubungannya dengan Status Sosial Ekonomi di RS Baiturrahim Kota Jambi Periode 2021-2024 Ditinjau dari Perspektif Islam Muhammad Thariq; Diniwati Mukhtar; Fitri
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5847

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik kronis yang memerlukan kontrol jangka panjang. Status Sosial Ekonomi (SSE) yang meliputi pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan diduga memngaruhi kemampuan pasien dalam mengontrol kadar gula darah (HbA1c). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara SSE dengan kadar HbA1c serta tinjaunnya dalam pandangan islam. Penelitian ini menggunakan desain Observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi adalah pasien DMT 2 di RS Baiturrahim Kota Jambi periode 2021-2024. Sampel berjumlah 50 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol (66%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,001), Pekerjaan (P=0,0046), dan penghasilan (p=0,0034) dengan kadar Hba1c. Kesimpulannya, terdapat hubungan bermakna antara SSE dengan kadar HbA1c. Dalam pandangan Islam, Mengontrol kesehatan merupakan kewajiban sebagai bentuk Hifdz an-Nafs (memelihara jiwa) dan Hifdz al-Mal (memelihara harta).
Hubungan Profil Lipid dengan Gangguan Pendengaran di RSUD Koja Periode 2021-2024 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Muhammad irvan; Sonny Pamudji Laksono; Qomariyah Sachrowardi
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.5865

Abstract

Profil lipid merupakan gambaran kadar lemak dalam darah yang terdiri dari kolesterol total, Low-Density Lipoprotein (LDL), High-Density Lipoprotein (HDL), dan trigliserida. Ketidakseimbangan profil lipid dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah kecil yang mensuplai koklea sehingga menyebabkan kerusakan sel rambut sensori dan gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara profil lipid dengan gangguan pendengaran pada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja periode 2021–2024 serta meninjaunya dalam perspektif Maqashid Syariah. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) berdasarkan data rekam medis 108 pasien. Hasil menunjukkan bahwa 54,63% pasien memiliki profil lipid abnormal, dan 71,30% pasien mengalami gangguan pendengaran. Analisis menunjukkan bahwa profil lipid tidak berhubungan secara signifikan dengan gangguan pendengaran pada pasien RSUD Koja. Dalam sudut pandang Islam, menjaga kesehatan pendengaran merupakan bagian dari menjaga jiwa (hifzh al-nafs) dan menjaga akal (hifzh al-‘aql). Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan profil lipid sebagai upaya pencegahan gangguan pendengaran, baik secara medis maupun spiritual.
Hubungan antara Usia dan Jenis Kelamin dengan Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) Formula Chronic Kidney Disease Epidemiology Collaboration (CKD-EPI) pada Pasien di Rumah Sakit YARSI Tahun 2024 Salsabila Normalitha; Endah Purnamasari; Syukrini Bahri
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6046

Abstract

Ginjal merupakan organ vital yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, asam-basa, serta pembuangan sisa metabolisme. Penurunan fungsi ginjal dapat dinilai melalui Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR), yang merupakan indikator penting dalam evaluasi fungsi ginjal. Nilai eGFR dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia dan jenis kelamin. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hubungan usia dan jenis kelamin dengan eGFR penting untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal secara dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder dari rekam medis pasien Rumah Sakit YARSI tahun 2024 yang menjalani pemeriksaan kreatinin serum. Sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji Spearman Rank digunakan untuk menilai hubungan usia dengan nilai eGFR, sedangkan uji Mann–Whitney U digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai eGFR berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara usia dengan nilai eGFR CKD-EPI (r = -0,761; p < 0,001), di mana peningkatan usia berhubungan dengan penurunan nilai eGFR. Selain itu, terdapat perbedaan nilai eGFR CKD-EPI yang bermakna berdasarkan jenis kelamin (p = 0,003), dengan nilai eGFR pada pasien laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan pasien perempuan. Usia dan jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai eGFR CKD-EPI pada pasien di Rumah Sakit YARSI tahun 2024. Oleh karena itu, faktor usia dan jenis kelamin perlu diperhatikan dalam evaluasi fungsi ginjal serta dalam upaya deteksi dini penurunan fungsi ginjal.
Efektivitas Ekstrak Daun Gedi Merah (Abelmoschus Manihot L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysenteriae serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Tazkia Aqilah; Intan Keumala Dewi; Eri Dian Maharsih; Afrizal TW
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6151

Abstract

Gedi merah (Abelmoschus Manihot L.) merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi optimal ekstrak daun gedi merah terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian yang digunakan Adalah eksperimental laboratorium dengan Teknik difusi cakram (disc diffusion). Ekstrak diperolah melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya diuji pada lima variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 15. 000 ppm, 20.000 ppm, 25.000 ppm, dan 30.000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada seluruh konsentrasi ekstrak tidak terbentuk zona hambat (clear zone) yang dapat diukur, melainkan munculnya granul atau endapan di sekitar cakram uji yang menutupi area observasi. Sebaliknya, kontrol positif ciprofloxacin menunjukan zona hambat yang luas sebesar 40 mm. terbentuknya granulasi ini mengindikasikan adanya kendala pada proses difusi molekul aktif yang dipengaruhi oleh karakteristik senyawa molekul besar, faktor teknis aplikasi volume ekstrak, serta kondisi lingkungan selama masa pengerjaan. Simpulan dari penelitian ini Adalah aktivitas antibakteri ekstrak daun gedi merah belum dapat ditentukan secara kuantitatif melalui metode difusi cakram akibat hambatan fisik difusi. Gagasan selanjutnya Adalah melakukan pengujian ulang menggunakan metode mikrodilusi atau Kadar Hambat Minimum (KHM) dalam media cair untuk mendapatkan hasil yang lebih homogen dan akurat. Menjaga kesehatan adalah cara kita menjalankan ide dasar Maqashid Syariah, yaitu melindungi iman, nyawa, pikiran, keturunan, serta kekayaan dari hal buruk. Semua usaha ini harus dilakukan setiap muslim demi mencapai kebaikan hidup dan merawat raga sebagai titipan dari Tuhan.
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri dalam Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara di Pesantren Attaqwa Bekasi dan Tinjaunnya Menurut Agama Islam Najma Kaysa; Edward Syam; Lilian Batubara; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6205

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan insiden tertinggi di Indonesia dan menyumbang sekitar 16,6% dari seluruh kasus kanker baru berdasarkan data Globocan 2020. Rendahnya kesadaran terhadap deteksi dini, khususnya pada remaja putri, menjadi salah satu faktor tingginya morbiditas dan mortalitas akibat kanker payudara. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini yang sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara di Pesantren Attaqwa Bekasi serta hubungannya dengan pengetahuan tentang kanker payudara dalam perspektif Islam. Metodologi: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 150 responden berusia 13–16 tahun menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 83,3% responden memiliki pengetahuan baik tentang kanker payudara dan 84% memiliki pengetahuan baik tentang SADARI. Terdapat hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara pengetahuan kanker payudara dengan pengetahuan SADARI (r = 0,636; p < 0,05). Dalam perspektif Islam, pelaksanaan SADARI sejalan dengan prinsip hifzh an-nafs sebagai upaya menjaga jiwa. Simpulan: Pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara dan SADARI tergolong baik serta memiliki hubungan yang signifikan. Edukasi mengenai SADARI perlu terus ditingkatkan sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dengan Jenis Pola Asuh Ibu Terhadap Balita serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Zahra Redina Gusty; Elita Donanti; M. Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6259

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan yang baik dan sejahtera karena dengan latar belakang pendidikan yang baik seseorang akan memiliki pengetahuan yang luas, salah satunya pendidikan pada seorang perempuan yang akan menjadi ibu. Namun tidak banyak orang tua yang menyadari akan pentingnya penerapan pola asuh anak yang sesuai dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan jenis pola asuh ibu terhadap balita balita dalam kerangka amanah pengasuhan anak dan maqasid al-syari'ah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang berusia 12 – 59 bulan di wilayah di RT 01/01 wilayah Pengadegan Jakarta Selatan sebanyak 65 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi aquare. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari pendidikan menengah (SMA/sederajat) yaitu 41,5%. Jenis pola asuh ibu terhadap balita sebagian besar demokratis (50.8%), terdapat hubungan tingkat pendidikan ibu dengan jenis pola asuh terhadap balita dengan p value 0,001. Dalam perspektif islam, pendidikan ibu berperan penting dalam menjalankan amanah pengasuhan anak. Ibu yang berpengetahuan lebih mampu menerapkan pola asuh yang baik, seimbang, dan bertanggung jawab. Pola asuh tersebut sejalan dengan maqasid al-syari’ah, terutama dalam menjaga jiwa, akal, dan keturunan anak.