cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 373 Documents
Hubungan Sedentary Life dan Durasi Screentime Terhadap Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Pegawai RS Insan Permata, Kota Tangerang Selatan 2024 Bagaskara, muhammad; Intan Farida Yasmin; Komalasari, Rita
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4892

Abstract

Sekitar 31% populasi global yang berusia ≥15 tahun tidak cukup aktif secara fisik, sehingga menyebabkan 3,2 juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, gaya hidup sedenter meningkat dari 26,1% (2013) menjadi 33,5% (2018), dengan 24,1% penduduk menjalani perilaku sedenter ≥6 jam per hari. Perilaku sedenter menyumbang sepertiga kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) di AS, dengan 1,9 juta kematian dini menurut WHO. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara gaya hidup sedenter dan screentime gawai terhadap risiko PJK terhadap pegawai di RS Insan Permata, Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan kuesioner Framingham Risk Score (FRS), 18 items screen time questionnare”, Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ). Penelitian ini menunjukkan bahwa 66,3% pegawai memiliki gaya hidup sedenter, 88,1% memiliki screentime tinggi, dan 98% berisiko rendah terhadap PJK. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara durasi tidur (p = 0,086) maupun screentime (p = 0,604) dengan risiko penyakit jantung koroner (PJK), karena kedua nilai p melebihi 0,05. Sebaliknya, faktor usia dan jenis kelamin menunjukkan hubungan signifikan terhadap risiko PJK, dengan nilai p masing-masing di bawah 0,05.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Prevalensi Anemia pada Remaja Putri di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Julitiana, Anandra; Donanti, Elita; Purnamasari, Endah; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4915

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja dengan rentang usia 10-19 tahun adalah fase penting untuk membangun kualitas tidur yang baik. Tidur berkualitas mendukung regenerasi sel, metabolisme, serta pembentukan hemoglobin, protein penting pengangkut oksigen dalam darah. Data menunjukkan prevalensi gangguan tidur di Indonesia adalah 10% dari jumlah penduduk, yaitu sekitar 28 juta jiwa. Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin, umum terjadi pada remaja putri akibat faktor seperti menstruasi dan kurangnya asupan zat besi. Data menunjukkan prevalensi anemia meningkat dari 21,7% pada 2013 menjadi 32% pada 2018% di Indonesia. Penelitian sebelumnya membuktikan hubungan antara kualitas tidur buruk dengan anemia. Oleh karena itu, studi ini mengkaji hubungan kualitas tidur dengan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang. Responden dalam penelitian ini adalah 30 remaja putri desa Medong, kabupaten Pandeglang yang berusia 12-18 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan data primer melalui kuesioner dan pemeriksaan hb menggunakan alat ukur yang mencakup variabel kualitas tidur dan status anemia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur yang buruk dengan prevalensi anemia (p<0,05). Faktor lingkungan dan aktivitas sehari-hari, serta pola tidur yang tidak teratur, seperti tidur larut malam dan durasi tidur yang kurang, menjadi faktor utama yang mempengaruhi risiko anemia. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas tidur yang buruk berkontribusi pada tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Implementasi nilai-nilai Islam terkait pola tidur dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah anemia.
Pengaruh Konsumsi Kopi Hitam terhadap Daya Ingat pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan 2023 Rozi, Afiansa Airul Rozi; Eko Poerwanto; Muhammad Arsyad; Qomariyah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4928

Abstract

Pendahuluan Mahasiswa kedokteran sering menghadapi tekanan akademik dalam sistem blok yang padat, sehingga membutuhkan cara untuk tetap fokus, salah satunya dengan konsumsi kopi hitam. Kopi hitam kaya akan kafein berfungsi untuk mendukung daya ingat dan kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kopi hitam terhadap kualitas daya ingat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022-2023. Metode Penelitian Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Metode yang diambil peneliti menggunakan metode probability sampling dengan teknik yang digunakan adalah teknik convenience sampling dan pengambilan sampel sebanyak 340 orang. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square.Hasil Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh frekuensi dan jumlah konsumsi kopi hitam terhadap kualitas daya ingat (p=0,047), terdapat pengaruh jenis konsumsi kopi hitam terhadap kualitas daya ingat (p=0,017), tidak ada pengaruh rutinitas konsumsi kopi hitam terhadap kualitas daya ingat (p=0,763). Kesimpulan Mahasiswa yang mengkonsumsi kopi hitam memiliki kualitas daya ingat yang baik bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan 2023 karena kopi hitam dapat memberikan efek stimulasi pada kafein yang optimal untuk meningkatkan fokus, menjaga keseimbangan antara kognitif dan Kesehatan tubuh.
Gambaran Strategi Mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2021 dalam Menghadapi Stres Akademik dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Azmy, Muhammad Ravie Azmy; Kenconoviyati; Anshar, Fazlurrahman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi belajar dan tingkat stres akademik yang dialami oleh mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Dalam konteks pendidikan tinggi, pemahaman mendalam tentang strategi belajar yang efektif dan dampak stres akademik sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Data dikumpulkan melalui survei yang menggali informasi tentang jenis-jenis strategi belajar yang digunakan oleh mahasiswa, sekaligus tingkat stres akademik yang mereka alami. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam penggunaan strategi belajar, dengan beberapa mahasiswa lebih cenderung menggunakan pendekatan aktif seperti membaca ulang dan diskusi kelompok, sementara yang lain lebih memilih pendekatan pasif seperti hanya mengandalkan kuliah dan membaca sekilas. Selain itu, analisis data juga mengungkap tingkat stres akademik yang bervariasi di antara responden, dengan beberapa mahasiswa melaporkan tingkat stres yang tinggi yang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan penyediaan layanan dukungan yang lebih baik bagi mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2021. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang strategi belajar yang efektif dan faktor-faktor yang menyebabkan stres akademik, institusi pendidikan dapat merancang program-program pendidikan dan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas belajar dan kesejahteraan mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi strategi belajar dan tingkat stres akademik di kalangan mahasiswa kedokteran. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi pemahaman kita tentang dinamika belajar dan kesejahteraan mahasiswa dalam konteks pendidikan kedokteran
Hubungan Kelahiran Prematur dengan Tumbuh Kembang Bayi Usia Kurang dari 2 Tahun di RS YARSI Subaihatynnur Rahmadini; Nedra, Wan; Nur Riani, Siti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4947

Abstract

Kelahiran prematur didefinisikan sebagai kelahiran anak di bawah 37 minggu masa kehamilan. Kelahiran prematur dihubungkan dengan small for gestational age (SGA) dan memiliki resiko yang lebih tinggi dalam mengalami gangguan tumbuh kembang. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai deteksi dini gangguan tumbuh kembang pada bayi di masa emas (golden period). Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data kualitatif dan desain cross-sectional pada bayi kurang dari 2 tahun dengan Riwayat lahir premature di RS YARSI. Jumlah smapel sebanyak 58 bayi dan data diambil menggunakan kuesioner KPSP dan kurva pertumbuhan WHO. Data dianalisi secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square dan p-value < 0,05. Hasil : Penelitian menunjukkan mayoritas bayi mengalami pertumbuhan yang sesuai baik dalam aspek BB/U (86,2%), PB/U (84,5%), dan BB/PB (86,2%) sementara dalam aspek perkembangan bayi dengan gangguan sebanyak 26 bayi (44,8%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara prematur dengan pertumbuhan tetapi terdapat hubungan yanh signifikan antara premature dengan perkembangan bayi.
Distribusi Faktor Risiko Kejadian Abortus Pada Ibu Hamil di RS YARSI Tahun 2023 Anggraini, Wiwik; Arif, Ahmad; Septina, Selly
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4970

Abstract

Abortus merupakan salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, dengan 20 juta kasus terjadi setiap tahun, menyebabkan sekitar 70.000 kematian ibu. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa angka kematian ibu (AKI) Indonesia pada tahun 2017 mencapai 177 kematian per 100.000 kelahiran hidup, meskipun ada penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Faktor yang mempengaruhi terjadinya abortus, seperti kelainan kromosom pada janin, usia ibu, riwayat abortus sebelumnya, infeksi, serta penyakit kronis pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor risiko yang mempengaruhi kejadian abortus pada ibu hamil di Rumah Sakit Yarsi pada tahun 2023, guna membantu pencegahan dan penanganan abortus serta menurunkan angka kematian ibu di Indonesia. jenis penelitian adalah observasi analitik dengan desain pendekatan cross sectional, subjek penelitian adalah ibu hamil dengan sampel 105 orang dari total populasi 1847 orang. Teknik pengambilan sampel teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan pengecekan dokumen berupa rekam medik. Analisis data dilakukan 3 tahap, analisis univariat, bivariate dan multivariate. Hasil penelitian didapatkan 69 orang (65,7%) yang mengalami abortus, umur yang berisiko 60 orang (57,1%), dan 60 orang (57,1%) dengan multipara, serta 56 orang (53,3 %) yang memiliki riwayat abortus. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antar semua variabel baik umur, paritas dan riwayat abortus dengan kejadian abortus. Analisis multivariat menunjukan variabel usia adalah faktor yang paling dominan terhadap kejadian abortus yaitu sebesar 8,500. KEYWORDS: Umur Ibu, Paritas, Riwayat Abortus, Kejadian abortus.
Hubungan Faktor Individu dengan Kejadian Sick Building Syndrome pada Karyawan PT Wira Sandi Jakarta dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Afif Aziz Firdausy; Risdawati Djohan; Firman Arifandi; Erlina Wijayanti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4975

Abstract

Pendahuluan Sick Building Syndrome (SBS) adalah kondisi di mana bangunan industri, kantor, dan rumah berdampak buruk pada kesehatan orang dan menyebabkan berbagai gejala yang dialami oleh karyawan yang bekerja di gedung perkantoran. Gejalanya termasuk iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta kelelahan. Faktor individu seperti gender, usia, masa kerja dan kebiasaan merokok dapat memengaruhi risiko terkena Sick Building Syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor individu yang mempengaruhi kejadian Sick Building Syndrom di PT Wira Sandi Jakarta.Metode Penelitian Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Metode yang diambil menggunakan metode probability sampling dengan teknik yang digunakan adalah Stratefied Random Sampling dan pengambilan sampel sebanyak 78 orang. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square.Hasil Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara usia dengan gejala SBS (p=0,025), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan gejala SBS (p=0,372), tidak ada hubungan antara masa kerja dengan gejala SBS (p=0,339), ada hubungan riwayat merokok dengan kejadian Sick Building Syndrom (p=0,029).Kesimpulan Usia dan merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian Sick Building Syndrom di PT Wira Sandi. Maka dari itu karyawan dihimbau untuk merelaksasi otot tubuh dengan berjalan keluar ruangan setiap 1-2 jam untuk mencari udara segar serta menghindari merokok di lingkungan kantor. PT Wira Sandi perlu menyesuaikan jam istirahat dan jam kerja sesuai dengan kondisi usia dan fisik karyawan serta membuat kebijakan merokok di lingkungan kantor
Prevalensi Keputihan Akibat Trichomonas vaginalis pada Wanita Berdasarkan Usia di Puskesmas, Kecamatan Cemapa Putih, Jakarta Pusat Periode Januari - September 2024 Rafly, Rafly; Ferlianti, Rika
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5020

Abstract

Keputihan patologis akibat Trichomonas vaginalis merupakan infeksi parasit yang menyerang saluran reproduksi wanita, ditandai dengan keluarnya cairan abnormal yang dapat menyebabkan peradangan, rasa tidak nyaman, dan komplikasi kesehatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi keputihan akibat T. vaginalis berdasarkan usia di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, periode Januari–September 2024, serta tinjauannya dalam perspektif Islam. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, mengolah data sekunder dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kasus T. vaginalis sepenuhnya ditemukan pada kelompok usia dewasa (19–59 tahun) dengan proporsi 100%, sementara tidak ditemukan kasus pada kelompok remaja (10–18 tahun) maupun lansia (>60 tahun). Parasit T. vaginalis menyerang organ reproduksi wanita, menyebabkan kerusakan jaringan epitel dan memanfaatkan bakteri serta leukosit untuk berkembang biak. Dalam pandangan Islam, menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi adalah kewajiban untuk mencegah gangguan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya edukasi kesehatan berbasis nilai-nilai agama dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan keputihan patologis. Upaya preventif seperti menjaga kebersihan organ reproduksi dan deteksi dini perlu ditingkatkan untuk mengurangi prevalensi infeksi ini, khususnya di kalangan wanita usia produktif
Profil Penggunaan Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia dengan Sindrom Metabolik di RS. Soeharto Heerdjan Grogol Jakarta 2024 dan Tinjauanya menurut Islam Syifa, Syifa Aziza; Fitri, Citra; Eliana, Fatimah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5034

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang sering mempengaruhi cara berpikir, persepsi, emosi, dan perilaku, yang dapat menyebabkan dampak sosial yang signifikan bagi penderitanya. Pengobatan utama untuk skizofrenia adalah penggunaan antipsikotik, baik tipikal maupun atipikal. Meskipun antipsikotik atipikal lebih sering digunakan karena efek samping yang lebih ringan, mereka tetap berisiko menyebabkan sindrom metabolik, yang merupakan kumpulan kondisi seperti obesitas, dislipidemia, hipertensi, dan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil penggunaan antipsikotik dan keterkaitannya dengan sindrom metabolik pada pasien skizofrenia yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Herdjan Grogol Jakarta pada tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional, yang mengumpulkan data dari rekam medis pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Software Statistical Package For Social Science (SPSS) versi 29.0., uji fisher exact. Hasil: Berdasarkan analisis deskriptif terhadap 58 responden pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, umur rata-rata adalah 35.33 tahun dengan rentang 15-83 tahun. Sebanyak 50% responden adalah laki-laki dan 50% perempuan, sementara 79.3% tidak mengalami sindrom metabolik. Penggunaan antipsikotik didominasi oleh jenis atipikal (87.9%). Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara jenis antipsikotik dan sindrom metabolik, dengan (p>0,05.) Hal ini menunjukkan bahwa profil antipsikotik tidak mempengaruhi kejadian sindrom metabolik pada pasien tersebut. Simpulan: Berdasarkan analisis pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas efek samping antipsikotik terjadi pada pasien tanpa sindrom metabolik. Antipsikotik atipikal, terutama risperidone, adalah yang paling banyak digunakan, meskipun kombinasi dengan clozapine juga terlihat. Tidak ada hubungan signifikan antara jenis antipsikotik dengan sindrom metabolik. Saran meliputi pentingnya monitoring rutin untuk deteksi dini sindrom metabolik dan peran apoteker dalam edukasi pasien. Penelitian mendatang disarankan untuk melibatkan lebih banyak sampel dan mengkaji lebih dalam tentang sindrom metabolik pada pasien ini. Schizophrenia is a psychotic disorder that often affects thinking, perception, emotions, and behavior, causing significant social impacts on sufferers. The primary treatment for schizophrenia is the use of antipsychotics, both typical and atypical. While atypical antipsychotics are more commonly used due to milder side effects, they still carry the risk of causing metabolic syndrome, a collection of conditions such as obesity, dyslipidemia, hypertension, and diabetes. This study aims to analyze the profile of antipsychotic use and its correlation with metabolic syndrome in schizophrenia patients treated at Dr. Soeharto Herdjan Psychiatric Hospital in Grogol, Jakarta, in 2024. The research method employed is a descriptive observational study with a cross-sectional design, utilizing patient medical records for data collection. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) version 29.0, employing the Fisher's exact test. Based on a descriptive analysis of 58 schizophrenia patients at Soeharto Heerdjan Hospital, the average age was 35.33 years, with a range of 15 to 83 years. Fifty percent of the respondents were male and 50% were female, while 79.3% did not experience metabolic syndrome. The use of antipsychotics was predominantly atypical, accounting for 87.9% of cases. Chi-Square testing revealed no significant relationship between the type of antipsychotic used and the occurrence of metabolic syndrome (p>0.05). This indicates that the antipsychotic profile does not influence the incidence of metabolic syndrome in these patients.Based on the analysis of schizophrenia patients at Soeharto Heerdjan Hospital, it can be concluded that the majority of antipsychotic side effects occur in patients without metabolic syndrome. Atypical antipsychotics, particularly risperidone, were the most commonly used, although combinations with clozapine were also observed. There was no significant relationship between the type of antipsychotic used and the presence of metabolic syndrome. Recommendations include the importance of routine monitoring for early detection of metabolic syndrome and the role of pharmacists in patient education. Future research is suggested to involve a larger sample size and to further investigate metabolic syndrome in these patients.
Hubungan Penyalahgunaan Narkoba terhadap Gejala Gangguan Jiwa Mantan Pengguna di Yayasan Sahabat Rekan Sebaya dan Tinjaunnya Menurut Pandang Islam Akbar, Ghozy; Djannatun, Titiek; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penyalahgunaan narkoba dan gejala gangguan jiwa pada mantan pengguna yang tergabung dalam komunitas Sahabat Rekan Sebaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penyalahgunaan narkoba dan munculnya gejala gangguan jiwa. Seluruh responden dalam penelitian ini adalah laki-laki dengan rentang usia terbanyak antara 24–29 tahun. Sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan SMA/SLTA/SMK dan penghasilan di bawah UMR. Dukungan sosial dan lingkungan positif, seperti yang disediakan oleh komunitas Sahabat Rekan Sebaya, terbukti memainkan peran penting dalam mendukung pemulihan dan stabilisasi kondisi mental mantan pengguna narkoba. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik, termasuk dukungan sosial, dalam proses pemulihan dari penyalahgunaan narkoba.