cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.H. Umar, Kampung Ceger, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, 17147
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
KENDALI: Economics and Social Humanities
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29625459     DOI : https://doi.org/10.58738/kendali
Core Subject : Economy,
KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities (E-ISSN 2962-5459) is a high-quality, open-access peer-reviewed scientific journal published three times a year (July, November, April) by Asian Publisher. KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities periodic scientific journals published based on scientific journal principles that aim to publish scientific works resulting from research, development, and literature studies in the economic and social humanities fields.
Articles 137 Documents
PERAN KONTEN MEDIA SOSIAL ISLAMI DALAM PROMOSI MASJID JAMI’ AL-ITTIHAD Alawiyah, Bunga Hafifah; Simamora, Emely Laury; Nuha, Ginayah Fatin; Sahra, Gladisia Anjelita; Mulia, Octabrina Shilva; Zain, Rizki Zahraini; Wulandari, Vani
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konten media sosial Islami dalam mempromosikan Masjid Jami’ Al-Ittihad di tengah perkembangan teknologi komunikasi digital. Media sosial, khususnya TikTok, dimanfaatkan sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan masjid sekaligus menyebarkan nilai-nilai keislaman yang edukatif dan persuasif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap konten digital yang diunggah pada akun TikTok @ittihadbugel_. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten Islami yang dikemas secara kreatif, visual, dan relevan dengan budaya digital generasi muda mampu membangun citra positif masjid sebagai pusat dakwah dan aktivitas keagamaan. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan masjid, konten tersebut juga mendorong partisipasi jamaah, keterlibatan komunitas, serta penguatan identitas masjid di ruang digital. Dengan demikian, pemanfaatan media sosial Islami terbukti efektif sebagai strategi promosi masjid yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.
PENGARUH TEKANAN EKSTERNAL, TATA KELOLA DAN LITERASI NAZHIR WAKAF DALAM IMPLEMENTASI PSAK 112 TENTANG AKUNTANSI WAKAF Hasanah, Mauizah; Pramono, Sigid Eko; Avivy, Ahmad Levi Fachrul
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1265

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan eksternal nazhir wakaf dalam implementasi PSAK 112 tentang akuntansi wakaf, pengaruh tata kelola nazhir wakaf dalam implementasi PSAK 112, pengaruh literasi nazhir dalam implementasi PSAK 112, serta faktor tekanan eksternal, tata kelola dan literasi nazhir wakaf menjadi pendukung atau penghambat dalam implementasi PSAK 112. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik atau dengan cara-cara kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada 3 nazhir wakaf. Sumber data berasal dari 3 nazhir wakaf yang sudah tersertifikasi baik secara lembaga maupun perorangan oleh Badan Wakaf Indonesia. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, validasi data menggunakan triangulasi. Penelitian ini menunjukkan adanya tekanan eksternal terlihat dari adanya kewajiban bagi seluruh pegawai untuk memahami PSAK 112 namun belum ada pendampingan terkait hal tersebut sehingga dalam implementasi PSAK 112 terlihat belum maksimal. Sedangkan tata kelola yang baik terlihat dari aspek keadilan, transparansi, akuntabilitas. Beberapa faktor pendukung dalam implementasi PSAK 112 yakni adanya pedoman dan dasar hukum sistem akuntansi wakaf yang dibuat Badan Wakaf Indonesia dan juga tersedianya platform digital akan memudahkan para wakif untuk berwakaf. Kendala atau faktor penghambat diantaranya yaitu literasi para nazhir/pengelola wakaf tentang PSAK 112 masih minim yakni masih banyak nazhir yang belum memahami sepenuhnya isi dari PSAK 112 tentang akuntansi wakaf. Kendala berikutnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang jenis-jenis wakaf.
PERAN EMPATI SOSIAL DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF DI RUANG DIGITAL Kartasamita, Anna Mariani; Nardo, Rio
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1274

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial masyarakat, namun juga menimbulkan peningkatan perilaku agresif di ruang digital seperti cyberbullying, flaming, dan ujaran kebencian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran empati sosial dalam menurunkan perilaku agresif di ruang digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Data diperoleh secara purposif dari 13 artikel penelitian nasional dan internasional yang terbit pada periode 2020–2025 dengan kata kunci “social empathy”, “digital empathy”, dan “cyber aggression”. Hasil analisis menunjukkan bahwa empati sosial berperan sebagai mekanisme psikososial multidimensi yang melibatkan aspek kognitif, afektif, moral, dan sosial budaya. Secara kognitif-afektif, empati membantu individu memahami serta merasakan kondisi emosional orang lain, sehingga menurunkan kecenderungan perilaku agresif. Secara moral, empati sosial berfungsi menghambat Moral Disengagement yang memungkinkan pembenaran terhadap perilaku menyakiti. Sementara secara sosial budaya, empati diperkuat oleh nilai gotong royong, spiritualitas, dan dukungan keluarga yang mendorong perilaku prososial di dunia maya. Integrasi teori Empathy (Davis, 2018), Moral Disengagement (Bandura dalam Chen & Chen, 2025), dan Social Information Processing (Talalu et al., 2022) menunjukkan bahwa empati sosial berfungsi sebagai pengendali moral dan sosial dalam interaksi digital. Dengan demikian, empati sosial menjadi fondasi penting dalam membangun budaya digital yang etis, beradab, dan berlandaskan nilai kemanusiaan.
RETORIKA TRANSPARANSI DIGITAL VS REALITA KORUPSI: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP PENERAPAN E-BUDGETING DI PEMERINTAH DAERAH INDONESIA Dida, Marimbi Liebe Na’illah; Ihsan, Adieb Nur; Utomo, Decky Dwi
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1277

Abstract

Penerapan E-Budgeting sering digemakan sebagai solusi pamungkas (panacea) untuk mengatasi asimetri informasi dan memberantas korupsi dalam tata kelola keuangan daerah di Indonesia. Namun, persistensi skandal korupsi di daerah yang telah berstatus "digital" memunculkan paradoks kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar kesenjangan antara klaim pemerintah dan realitas praktik anggaran menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA). Studi ini menyandingkan narasi formal dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD dan LAKIP) dengan narasi investigatif dari laporan media dan lembaga pengawas independen. Hasil analisis mengungkap fenomena "decoupling" (pemisahan), di mana adopsi teknologi hanya berfungsi sebagai legitimasi prosedural untuk membangun citra transparansi ("simbolik"), sementara praktik moral hazard beradaptasi menjadi lebih canggih dan tersembunyi. Temuan menunjukkan bahwa retorika digitalisasi seringkali mengaburkan bentuk korupsi baru yang bergeser ke ranah non-sistem (off-chain), seperti transaksi tunai di luar sistem dan pengaturan proyek pra-input. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa reformasi kelembagaan yang substantif, transparansi digital hanyalah ilusi administratif yang gagal menyentuh akar asimetri kekuasaan antara elit birokrasi dan publik.
ANALISIS MASLAHAH MURSALAH DALAM IMPLEMENTASI MEKANISME PASAR Safira, Isti; Bahrudin, Moh.; Hilal, Syamsul
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka evaluatif sistematis yang mengintegrasikan analisis kegagalan pasar dari teori ekonomi konvensional dengan prinsip normatif Syariah, khususnya Maslahah Mursalah dalam implementasi mekanisme pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka dan analisis konten dari berbagai sumber terpercaya untuk menganalisis penerapan Maslahah Mursalah dalam regulasi pasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa Maslahah Mursalah berfungsi sebagai instrumen ijtihadi yang vital dan memberikan legitimasi filosofis bagi intervensi negara yang melampaui efisiensi belaka, membenarkan regulasi pasar untuk menolak kezaliman (zulm) dan melindungi Maqasid Syariah khususnya Hifz al-Mal dan Hifz al-Nafs sekaligus mengatasi market failure kontemporer.
JUAL BELI AMPAS HASIL OLAHAN GELUNDUNG PERTAMBANGAN EMAS TRADISIONAL: ANALISIS KEABSAHAN AKAD DALAM PRAKTIK EKONOMI SYARIAH Akhyar, Akhyar
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1219

Abstract

Praktik pertambangan emas tradisional dengan menggunakan gelundung tidak hanya menghasilkan emas sebagai produk utama, tetapi juga menyisakan ampas hasil olahan yang dalam praktiknya masih memiliki nilai ekonomis dan diperjualbelikan. Jual beli ampas gelundung dilakukan meskipun kandungan emas di dalamnya tidak diketahui secara pasti, sehingga menimbulkan persoalan terkait keabsahan akad dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli ampas hasil olahan gelundung pertambangan emas tradisional serta menilai keabsahan akad yang digunakan dalam praktik ekonomi syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pelaku transaksi, observasi langsung di lapangan, dan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli ampas gelundung berlangsung berdasarkan kesepakatan, pengalaman, dan kepercayaan antar pihak, dengan kesadaran bersama terhadap risiko dan ketidakpastian hasil. Ditinjau dari perspektif ekonomi syariah, praktik jual beli ampas hasil olahan gelundung pada prinsipnya dapat dinilai sah selama dilakukan secara jujur, transparan, dan atas dasar kerelaan para pihak, serta tidak menimbulkan kerugian sepihak. Praktik ini mencerminkan penerapan prinsip ekonomi syariah yang kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat pertambangan tradisional.
KONSTRUKSI MAKNA TEMPAT TINGGAL BAGI WARGA WILAYAH RAWAN BANJIR: SEBUAH KAJIAN FENOMENOLOGI DI DESA KARANGLIGAR, KABUPATEN KARAWANG Ramadhani, Sella Noviyah; Mayasari, Mayasari; Anggara, Reddy
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1323

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena warga yang tetap bertahan di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, meskipun wilayah tersebut mengalami banjir berulang akibat luapan Sungai Cibeet dan Citarum dengan intensitas mencapai lebih dari dua puluh kali dalam setahun. Pertanyaan penelitian dirumuskan untuk mengungkap motif warga tetap bertahan dan tidak melakukan relokasi, mendeskripsikan makna tempat tinggal yang mereka konstruksi, serta menganalisis bagaimana pengalaman hidup menghadapi banjir berulang membentuk konstruksi makna terhadap tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipan moderat, dan studi dokumentasi. Dua informan dipilih secara purposif dari Desa Karangligar Ibu Indah (warga dan pemilik warung) dan Ibu Bocih (Ketua RT) dengan kriteria pernah mengalami dampak langsung banjir, tinggal minimal lima tahun, dan bersedia menceritakan pengalaman secara terbuka. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan bertahan didorong oleh because motive yang bersumber dari pengalaman masa lalu (rumah warisan, keterikatan emosional sejak lahir, ingatan akan kondisi bebas banjir di masa kecil, dan pengalaman adaptasi selama empat puluh tahun) serta in order to motive yang berorientasi pada tujuan masa depan (keberlangsungan ekonomi keluarga melalui usaha warung, stabilitas pendidikan anak, dan harapan terhadap perbaikan infrastruktur pemerintah). Makna tempat tinggal dikonstruksi secara multidimensional sebagai ruang emosional dan kelekatan keluarga yang menyimpan sejarah hidup lintas generasi, simbol identitas dan keberlangsungan hidup yang merepresentasikan warisan leluhur, ruang solidaritas dan jejaring kekerabatan yang memperkuat ikatan komunitas, ruang adaptasi dan ketahanan dalam menghadapi bencana berulang, serta ruang ambivalen yang dicintai sekaligus menjadi sumber kerentanan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tindakan bertahan di wilayah rawan banjir merupakan tindakan sosial yang rasional dan bermakna, bukan semata bentuk keterpaksaan. Pengalaman banjir berulang tidak melahirkan keputusasaan, melainkan membentuk kesadaran reflektif dan strategi adaptif yang justru memperkuat keterikatan warga terhadap tempat tinggalnya.