cover
Contact Name
Risko
Contact Email
risko@physics.untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
manfishjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Manfish Journal
ISSN : 27212815     EISSN : 27212939     DOI : https://doi.org/10.31573/manfish.v2i3
Marine Science, Aquaculture, Fishery Product Processing, Capture Fisheries, Marine Biology, Oceanography, Fishery Biotechnology, Marine and Coastal, Remote Sensing, Conservation
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 98 Documents
Evaluasi Suplementasi Kombinasi Minyak Nabati dan Minyak Hewani terhadap Kinerja Reproduksi Awal Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Betina Shobrina Silmi Qori Tartila; Tholibah Mujtahidah; Muh. Azril; Sultan Jibran Risqulloh; Muhammad Abizar Sakti Oktavian; Rifky Tsabitul Azmi; Amelia Fatikasari
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v7i1.1156

Abstract

nabati (minyak ikan dan minyak sawit) dalam pakan yang dapat meningkatkan proses kematangan awal gonad pada calon induk betina ikan beong (206,88±31,84 g; 26,18±2,04 cm). Seluruh ikan betina dipelihara dalam delapan unit keramba jaring berukuran 2×1×1 m³ dengan kepadatan 2 ekor/keramba. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu pakan kontrol (tanpa kombinasi minyak ikan dan minyak sawit/K) dan kombinasi minyak ikan serta minyak sawit masing-masing 2% (IS). Parameter yang diamati meliputi: (1) kinerja reproduksi (bobot akhir/Wt, panjang akhir/Pt, konsumsi pakan/JKP, indeks gonadosomatik/GSI, dan indeks hepatosomatik/HSI); (2) profil kimia darah (high density lipoprotein/HDL, trigliserida/TG, kolesterol total/TC, dan glukosa/GLU). Seluruh data dianalisis menggunakan uji t-sampel independen dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan IS berbeda nyata dibandingkan perlakuan K pada FI dan Wt (p<0,05), dimana nilai Wt pada perlakuan IS (233±49,82 g) lebih tinggi daripada perlakuan K (179±16,27 g). Namun, nilai JKP pada perlakuan IS (95,5±40,73 g) lebih rendah daripada perlakuan K (169,8±21,82 g; p<0.05). Seluruh parameter profil kimia darah menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata (p>0,05), kecuali pada nilai TG, dimana perlakuan IS (94,27±9,76 mg/dL) lebih tinggi daripada perlakuan K (103,08±10,93 mg/dL). Suplementasi pakan berupa minyak ikan (2%) dan minyak sawit (2%) dapat mempercepat tingkat pematangan gonad awal pada calon induk betina ikan beong, berdasarkan peningkatan nilai TG dan bobot akhir dengan tingkat konsumsi pakan yang lebih rendah.
Analisis Spasial Kerapatan dan Kondisi Ekologis Mangrove Menggunakan Citra Sentinel-2A di Desa Dusun Kecil Kabupaten Kayong Utara Robin Saputra; Zan Zibar; Rizqan Khairan Munandar; Hendi Santoso; Dodi Dodi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v7i1.1167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesehatan ekosistem mangrove di Desa Dusun Kecil, Kabupaten Kayong Utara, melalui integrasi data penginderaan jauh Sentinel-2A, indeks vegetasi NDVI, klasifikasi berbasis piksel, serta pengukuran kualitas air. Pengolahan citra meliputi koreksi atmosferik dan geometrik, perhitungan NDVI, serta klasifikasi (SVM) untuk membedakan mangrove, non-mangrove, dan perairan. Data lapangan digunakan sebagai sampel validasi untuk menilai akurasi hasil klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove di wilayah kajian mencakup luas ±5.708,53 ha dengan delapan spesies utama, didominasi oleh Rhizophora apiculata yang mencerminkan kondisi substrat berlumpur dan dinamika pasang surut yang mendukung. Analisis NDVI mengidentifikasi tiga kelas kerapatan mangrove, yaitu rapat (3.357,59 ha), sedang (2.164,76 ha), dan jarang (186,18 ha), dengan dominasi kelas rapat yang menunjukkan kondisi ekologi yang relatif baik. Kualitas air di sekitar mangrove juga berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan, dengan suhu 29,72–32,69°C, DO 3,50–6,68 mg/L, salinitas 11,21–29,04 ppt, dan pH 7,69–8,29. Klasifikasi SVM menghasilkan nilai Akurasi Keseluruhan 75,73% dan Kappa 0,6579, sehingga dapat dikategorikan cukup baik untuk pemetaan tutupan lahan menggunakan citra resolusi menengah. Secara keseluruhan, integrasi NDVI, klasifikasi SVM, dan data kualitas air mengenai kondisi ekosistem mangrove yang masih relatif stabil, serta mengidentifikasi area berkerapatan rendah yang memerlukan perhatian konservasi dan pemantauan lebih lanjut.
Pemetaan Zona Potensi Penangkapan Ikan Teri Berbasis Citra Satelit dan Aktivitas Kapal Perikanan di Perairan Teluk Lampung Mulkan Nuzapril; Dona Setya; Mestiria Harbani Sitepu
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v7i1.1168

Abstract

The captured fisheries resource in Lampung Province have significant potential, particularly for anchovies. Anchovy is a small pelagic fish species commonly caught by fishermen in Lampung and holds significant economic value. This study aims to identify the spatial pattern of potential anchovy fishing zones based on satellite imagery and to integrate the spatial modeling results with information on fishing activities conducted by local fishermen. The satellite data used in this study include sea surface temperature (SST) and chlorophyll—a concentration derived from MODIS-Aqua imagery to represent environmental parameters, while vessel detection data (VBD) are used to indicate fishing activities. Data processing was conducted through spatial analysis to determine potential fishing zones based on a multi-parameter weighting approach. Validation was carried out by overlaying the modeling results with actual fishing locations obtained from fishermen. The results show that chlorophyll-a distribution ranges from 0.25 to 3.8 mg/m³, with the highest concentrations found in the northern coastal area of the bay, while sea surface temperature ranges from 28.63 to 30.86 °C. Potential anchovy fishing zones were largely identified around Pahawang Island, Pasaran Island, Sebesi Island, and the Krakatau archipelago, supported by high primary productivity and suitable temperature conditions. Interview results also indicate that fishermen consistently catch fish in these areas, with anchovies being the dominant catch throughout the year. This study confirms that satellite image analysis can provide accurate spatial information to support anchovy fishing activities in an effective, efficient, and sustainable manner.
Karakteristik Distribusi Fraksi Sedimen Sebagai Indikator Dinamika Hidrodinamika di Muara Sungai Kapuas Kecil Kalimantan Barat Tia Nuraya; Apriansyah; Yusuf Arief Nurrahman
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi fraksi sedimen dasar di Muara Sungai Kapuas Kecil Kalimantan Barat serta menginterpretasikan implikasinya terhadap karakter lingkungan pengendapan. Sampel sedimen  permukaan diambil dari dasar perairan pada 8 stasiun penelitian, kemudian dianalisis untuk menentukan persentase fraksi pasir, lanau, dan liat menggunakan metode analisis ukuran butir sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen dasar didominasi oleh fraksi lanau dan pasir, sedangkan fraksi liat memiliki kisaran yang sedikit. Nilai lanau tertinggi ditemukan pada Stasiun 9 (89,375%) dan Stasiun 16 Sed 3(85,58%), sedangkan yang terendah terdapat pada Stasiun 1 (35,22%). Fraksi pasir menunjukkan variasi yang cukup besar dengan kisaran 2,88–60,78%, di mana nilai tertinggi terdapat pada Stasiun 1 (60,78%). Fraksi liat relatif rendah di seluruh stasiun dengan kisaran 2–10%, dengan nilai tertinggi pada Stasiun 2 (10%). Sebagian besar stasiun didominasi oleh sedimen lanau yang mengindikasikan bahwa Muara Sungai Kapuas merupakan lingkungan dengan energi hidrodinamika rendah hingga sedang yang mendukung proses pengendapan partikel halus. Keberadaan pasir yang tinggi pada Stasiun 1 menunjukkan adanya pengaruh energi arus yang lebih kuat secara lokal. Secara umum, Muara Sungai Kapuas Kecil dicirikan sebagai sistem estuari dengan kecenderungan zona deposisi sedimen halus yang berpotensi mengalami akumulasi dan perubahan morfologi dasar perairan.
Pemeliharaan larva arwana silver (Osteoglossum bicirrhosum) pascatransportasi dengan padat tebar berbeda Hasrah Hasrah; Windu Sukendar; Eki Juanda; Budiyanti Budiyanti
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i2.1109

Abstract

Arwana silver merupakan salah satu ikan hias bernilai ekonomis tinggi yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kegiatan distribusi larva dan benih dari daerah produksi ke wilayah perkotaan memerlukan teknik transportasi yang tepat, salah satunya padat tebar yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji padat tebar optimal pada transportasi tertutup larva arwana silver selama 12 jam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan padat tebar, yaitu A (10 ekor/L), B (13 ekor/L), dan C (16 ekor/L). Larva arwana silver berukuran 4–6 cm dipelihara pascatransportasi selama 21 hari dan diberi pakan cacing darah serta ulat hongkong sesuai fase pertumbuhan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, konsumsi pakan, tingkat kelulushidupan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan A (10 ekor/L) dan berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Tingkat kelulushidupan larva mencapai 100% pada seluruh perlakuan. Konsumsi pakan meningkat seiring pemulihan stres pascatransportasi hingga hari ke-21, terutama pada perlakuan C. Hasil ini menunjukkan bahwa padat tebar selama transportasi lebih berpengaruh terhadap respons stres dibandingkan terhadap kelulushidupan larva. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masih berada dalam kisaran toleransi larva arwana silver, yaitu DO 5,4–7,8 ppm, suhu 27–30 °C, pH 6,5–8,79, dan amonia 0,03–0,18 ppm. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pembudidaya dalam menentukan padat tebar optimal untuk meminimalkan stres dan risiko mortalitas larva arwana silver selama transportasi jarak menengah.
The FEEDING WITH DIFFERENT LOCAL RAW MATERIAL FORMULATIONS ON THE GROWTH AND SURVIVAL PERFORMANCE OF PEARL CATFISH (Clarias gariepinus Var. Mutiara): FEEDING WITH DIFFERENT LOCAL RAW MATERIAL FORMULATIONS ON THE GROWTH AND SURVIVAL PERFORMANCE Budiman Budiman; Suparmin Suparmin; Ridwan Salim
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i2.1110

Abstract

Potensi dan prospek budidaya ikan, khususnya ikan lele ( Clarias sp. ), di wilayah Kalimantan Barat sangat menjanjikan. Namun demikian, kegiatan budidaya ikan lele masih menghadapi berbagai kendala, antara lain penyediaan pakan bermutu, harga pakan yang relatif mahal, serta ketersediaan pakan yang terbatas. Pakan yang baik dan berkualitas merupakan komponen penting dalam usaha budidaya ikan lele karena berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, mendukung pertumbuhan bobot dan aktivitas ikan, serta meningkatkan sistem imun dan daya tahan ikan terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bahan baku tepung ikan lokal dalam berbagai formulasi pakan terhadap performa pertumbuhan, sintasan, dan rasio konversi pakan ikan lele mutiara. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan berupa kombinasi bahan pakan antara tepung ikan lokal dan bahan pakan lainnya, masing-masing dengan tiga ulangan. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance/ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tepung ikan, dedak beras, dan dedak padi dalam formulasi pakan memberikan hasil yang berbeda terhadap parameter yang diuji. Pertumbuhan bobot relatif rata-rata ikan lele terbaik diperoleh pada perlakuan AR1 (22,51 ± 0,17a) dan AR4 (22,39 ± 0,54a). Tingkat kelangsungan hidup ikan lele selama penelitian menunjukkan nilai tertinggi pada perlakuan AR1 (88,06 ± 2,10a) dan AR3 (87,22 ± 4,11b). Sementara itu, pemberian pakan selama penelitian menghasilkan nilai rasio konversi pakan (FCR) terendah pada perlakuan AR3 (1,08 ± 0,16).
Identifikasi Daerah Potensial Penangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) di Perairan Bengkayang Kalimantan Barat Risko Risko; Franky F. Tumion; Sadri Sadri; Juliana Juliana; Muhammad Farhan Rahmat
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i2.1141

Abstract

Perairan Pulau Lemukutan merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang tinggi, khususnya ikan pelagis kecil seperti ikan teri (Stolephorus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah potensial penangkapan ikan teri berdasarkan dinamika suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan integrasi data penginderaan jauh dan observasi lapangan. Data SPL dan klorofil-a diperoleh dari citra satelit Aqua MODIS 2013–2023 yang diolah menggunakan SeaDAS, sedangkan analisis spasial dilakukan dengan ArcGIS melalui teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi parameter lingkungan perairan relatif stabil dan berada dalam kisaran optimal, dengan suhu 29,1–30,4°C, salinitas 27,18–27,65‰, pH 8,35–8,47, oksigen terlarut 11,07–14,65 mg/L, serta kecepatan arus 0,156–0,231 m/det. Konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,54–10,6 mg/m³ dengan rata-rata 1,92 mg/m³ yang mengindikasikan perairan tergolong produktif, dengan sebaran lebih tinggi di wilayah pesisir akibat masukan nutrien dari daratan. Hasil integrasi parameter oseanografi menunjukkan bahwa daerah potensial penangkapan ikan teri berada pada wilayah dengan klorofil-a >0,7 mg/m³ dan SPL 29–30°C. Secara temporal, potensi penangkapan cenderung meningkat pada musim barat dan peralihan I, serta menurun pada musim timur
EVALUASI SISTEM BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) PADA TAMBAK PT. ENVIRO AQUAFARM SUKSES (EAS) KALIMANTAN BARAT Hylda Khairah Putri; M. Idham Shilman; Irzal Effendi; Eddy Supriyono; Sri Warastuti
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i2.1142

Abstract

Permintaan pasar global yang tinggi terhadap udang vaname menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk terus meningkatkan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem budidaya udang vaname ( Litopenaeus vannamei ) yang diterapkan di PT. Enviro Aquafarm Sukses, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu ekologi, biologi, finansial dan sosial untuk mengevaluasi sistem dan manajemen budidaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya yang diterapkan telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Aspek ekologi menunjukkan bahwa wadah dan media budidaya dikelola sesuai dengan SNI 8037.1:2014. Aspek biologi menunjukkan produktivitas udang vaname dengan Average Daily Gain (ADG) 0,2-0,3 g/hari, Average Body Weight (ABW) 25 g/ekor dan tingkat kelangsungan hidup 80 %. Total panen 7.400 kg/siklus, dengan size 40 ekor/kg. Hasil analisis finansial yang  menunjukkan nilai yang menguntungkan. Pada aspek sosial diperlukan peningkatan kompetensi tenaga kerja yang konsisten. Secara keseluruhan, sistem budidaya udang vaname di PT Enviro Aquafarm Sukses dinilai efisien dan produktif.

Page 10 of 10 | Total Record : 98