cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2025)" : 10 Documents clear
Peningkatan Kesadaran Dan Peran Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Tuberkulosis Di Lingkungan Sekitar Manno, Mohamad Reski; Makkulawu, Andi; Suryadi, A. Mu'thi Andy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.29613

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama dalam hal pencegahan dan pengendaliannya. Pengendalian TB memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengenali tanda, gejala, serta langkah-langkah pencegahan yang efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat dalam pengendalian TB melalui sosialisasi di Puskesmas Kota Barat, Gorontalo. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas sosialisasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait TB, dengan skor pre-test sebesar 40% meningkat menjadi 80% pada post-test. Namun, masih terdapat kurangnya pemahaman mengenai pencegahan TB pada balita dan pentingnya asupan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TB. Untuk keberlanjutan program, diperlukan sosialisasi yang lebih mendalam dan berkelanjutan guna memperluas cakupan informasi serta memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pencegahan dan pengendalian TB
Edukasi Keamanan Pangan: Deteksi Boraks dalam Jajanan Sekolah di SDIT Al Islah Gorontalo Taupik, Muhammad; Nurrohwinta Djuwarno, Endah; Adam Mustapa, Mohamad; Aprianto Paneo, Mohamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.30678

Abstract

Food safety is an important issue that must be considered, especially in children's food consumption. The use of borax in food is still found in various snacks sold in school environments, even though this substance can cause serious health disorders. This community service activity aims to increase awareness among students, teachers, and parents at SDIT Al Islah Kota Gorontalo regarding the dangers of borax in food. The method used is lectures and practical borax detection using turmeric as an indicator. If the food contains borax, the color of the turmeric-stained stick changes from yellow to purple. The results of the activity show an increase in participants' understanding of the dangers of borax, as well as higher awareness in choosing safer food. This education is expected to be an initial step in monitoring children's snacks and reducing the use of borax in food.
Edukasi Kebersihan Diri Bagi Siswa-Siswi SD Negeri 2 Salakan Banguntapan Bantul DIY Patramurti, Christine; Nastiti, C.M Ratna Rini; Primawan, A. Bayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.30947

Abstract

Menjaga kebersihan diri atau personal hygiene merupakan hal yang sangat penting terutama untuk menjaga diri tetap sehat, dan mengurangi risiko diri maupun orang terdekat terserang penyakit. Penamaman pola kebersihan diri ini harus dimulai sejak dini, bahkan dari usia batita. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan siswa-siswi akan pentingnya menjaga dan memperhatikan mereka, sehingga  bisa lebih fokus dalam belajar. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan kualitas hidup siswa-siswi di SD Negeri 2 Salakan pada hari Jumat, 31 Mei 2024 telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan pentingnya menjaga kebersihan diri bagi siswa-siswi SD Negeri 2 Salakan, Banguntapan, Bantul DIY. Pelaksanaan dimulai dengan pemberian kuis tentang kebersihan diri dan dilanjutkan dengan ceramah tentang kebersihan diri untuk seluruh siswa. Secara umum, siswa-siswi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa-siswi sudah sangat baik. Siswa-siswa juga dapat mempraktekkan  cara-cara menjaga kebersihan diri sesuai arahan yang diberikan saat kegiatan berlangsung. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah siswa-siswi bisa menularkan kebiasaan baik mereka kepada teman-teman. Kegiatan ini juga dihadiri oleh semua guru SD Negeri 2 Salakan, melalui Kepala Sekolah, guru-guru berharap kegiatan ini dapat mengubah perilaku siswa-siswi menjadi lebih baik lagi, terutama dalam menjaga kebersihan diri, sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Herbal Antidiabetes di Desa Ombulo Kabupaten Gorontalo Uno, Wiwit Zuriati; Pakaya, Mahdalena Sy; Hunawa, Rachmawaty D; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31309

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo. Desa Ombulo memiliki potensi tanaman obat keluarga (TOGA) seperti daun sirsak, miana, sambiloto, dan kumis kucing yang terbukti memiliki aktivitas antidiabetes, namun pemanfaatannya masih rendah akibat kurangnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA sebagai produk herbal antidiabetes sekaligus membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui edukasi dan pelatihan kepada anggota PKK Desa Ombulo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo meliputi ceramah interaktif, diskusi, pre-test dan post-test, serta praktik pembuatan produk herbal seperti teh celup daun sirsak, permen daun miana, dan simplisia sambiloto serta kumis kucing. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah kegiatan edukasi. Sebagian besar peserta juga mampu mengikuti proses pembuatan produk herbal dengan baik. Produk hasil pelatihan dikemas secara sederhana dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumah tangga. Program pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA sebagai solusi preventif dan terapi pendukung diabetes, serta membangun semangat wirausaha berbasis pemanfaatan tanaman obat lokal
Design Aplikasi Emergency : Gorontalo Emergency Sistem PSC JID Sebagai Upaya Tanggap Tindakan Kegawatdaruratan Berbasis Lokasi Di Gorontalo Suleman, Ibrahim; Mustaki, Moh. Firgiyawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31069

Abstract

Masalah kegawatdaruratan masih menjadi hal yang perlu di perhatikan, utamanya terkait respon time yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup pasien. Pertolongan pertama tindakan kegawatdaruratan yang berbasis manual membutuhkan waktu yang lama. Di era revolusi society 5.0 dan tuntutan berkembangnya teknologi, maka pelayanan keperawatanpun harus mampu beradptasi agar dapat memberi pelayanan yang maksimal sehingga tercapainya mutu pelayanan keperawatan, utamanya yang perlu dikembangkan pelayanan keperawatan jarak jauh yang berbasis data dan teknologi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan penanganan kondisi kegawatdaruratan di wilayah Gorontalo melalui pengembangan dan implementasi aplikasi digital tanggap darurat berbasis lokasi. Metode pengembangan sistem menggunakan model pengembangan sistem Analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan kode, dan uji coba aplikasi. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa aplikasi Gorontalo Emergency System PSC JID mencakup fitur utama seperti menu login, halaman utama, em-ambulance, em-blood, em-fire, em-police, em-basarnas, dan info aplikasi. Proses desain menggunakan model SDLC dengan pendekatan waterfall, dan hasil uji efisiensi menunjukkan waktu respon 2–5 detik dengan rating “Good”. Aplikasi dapat dijalankan pada perangkat Android dengan spesifikasi minimal prosesor 4GHz dan RAM 4GB, sehingga dinyatakan telah memenuhi aspek efisiensi dalam mendukung pelayanan kegawatdaruratan di wilayah Gorontalo. Aplikasi ini masih memiliki kekurangan terutama pada keamanan aplikasi yang belum sempurna dan untuk aksesbilitasnya masih minim dan terbatas berdasarkan lokasi.
Sosialiasasi Guna Meningkatkan Pengetahuan Tentang Penyakit Diabetes Melitus pada Siswa SMPN 1 Tulungagung Jawa Timur Putri, Elsa Mahardika; Mawarni, Okky Intan; Winartiana, Winartiana; Pertiwi, Maharani Dwi; Hidayati, Evi Nurul; Dhafin, Anis Akhwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31087

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengelolaan yang tepat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai diabetes melitus, termasuk penyebab, gejala, pencegahan, dan pengelolaan penyakit ini. Metode kegiatan ini yaitu dengan penyampaian materi/ceramah, leaflet sebagai medianya dan diskusi tanya jawab dengan sasaran yaitu SMPN 1 Tulungagung. Serta memberikan pretest dan posttest yang diolah dengan deskriptif kuantitatif serta analisa data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata pada data pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa siswi mengenai diabetes melitus, termasuk pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, serta pengelolaan kadar gula darah yang optimal. Sebagian besar peserta menunjukkan minat untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus, serta mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat untuk menurunkan prevalensi diabetes di masyarakat.
Terapi Kognitif Memory Games Mencocokkan Gambar dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif Lansia Maryadi, Maryadi; Mursyidah, Andi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31259

Abstract

Prevalensi lansia terus mengalami peningkatan yang juga diiringi dengan peningkatan lansia yang mengalami penurunan kemampuan fungsi kognitif. Hal ini disebabkan karena fungsi kognitif dan memori juga ikut mengalami penurunan bertahap seiring bertambanya usia yang memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sehari-hari lansia. oleh karena itu perlu adanya tindakan preventif dan rehabilitatif yang tepat untuk meningkatkan maupun menjaga fungsi kognitif pada lansia. Beberapa studi melaporkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan permainan memiliki dampak positif terhadap kemampuan kognitif lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif lansia. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Griya Jannati Kota Gorontalo kepada seluruh lansia. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi ceramah dan diskusi interaktif yang dikombinasikan dengan permainan memory games mencocokkan gambar. Penggunaan gambar telah dipilih berdasarkan benda-benda yang biasa digunakan dan dijumpai oleh lansia. Hasil tes pendahuluan menunjukkan sebagian lansia mampu menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang telah diberikan saat dilakukan tes pendahuluan. Akan tetapi masih ada beberapa lansia yang kesulitan mengingat nama panti tempat mereka tinggal, beberapa nama pengurus panti, dan beberapa benda beserta pasangannya. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan kognitif pada lansia dalam mengingat. Masih ada beberapan lansia yang kesulitan dalam mengingat, tetapi sebagian besar lansia mampu menjawab dengan tepat setiap pertanyaan evaluasi yang diberikan. Beberapa studi merekomendasikan kegiatan ini menjadi terapi pendamping bagi lansia, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam program kegiatan rutin lansia karena memiliki manfaat positif bagi lansia.
Upaya Penguatan Intervensi Dalam Pencegahan Dbd Dengan Metode Problem Solving Cycle Pada Masyarakat Desa Karya Baru Pohuwato Liputo, Gusti Pandi; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji; Mohamad, Rini Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31242

Abstract

Pencegahan yang dapat dilakukan dengan memberantas jentik-jentik nyamuk DBD dengan cara melakukan PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk) upaya ini merupakan cara terbaik, ampuh, murah, mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat dan 3M (menguras, menutup dan mengubur), untuk mendukung optimalisasi intervensi pencegahan DBD dengan menerapkan metode Problem Solving Cycle (PSC). PSC adalah suatu cara berpikir secara ilmiah dan kritis dalam mencari pemecahan suatu masalah. Dalam pengabdian ini metode yang dilakukan adalah PSC yang merupakan suatu cara untuk menganalisa dan melakukan sintesa dalam kesatuan struktur atau situasi dimana masalah itu berada atas inisiatif sendiri untuk mengatasi masalah DBD. Dalam pelaksanaan kegiatan yang berkolaborasi dengan mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan diselenggarakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang melibatkan Kepala Desa, Kepala Puskesmas dan Masyarkat terdampak DBD maka masyarakat menginginkan program 1) penanggulangan sampah, edukasi tentang DBD, dan pembuatan Biopori. Seluruh program yang disepakati bersama masyarakat telah dilaksanakan dalam penanggulangan atau penguatan intervensi pencegahan DBD di Desa Karya Baru, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Pelaksanaan kegiatan penguatan intervensi pencegahan DBD dapat terselenggara dan berdampak dalam peningkatan program pencegahan DBD di Desa Karya Baru.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Di Desa Windujaya Kurniasih, Khamdiyah Indah; Samodra, Galih; Setianingsih, Siti; Nurkholis, Fiqih; Hakim, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31247

Abstract

Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan secara berulang-ulang hingga 3-4 kali penggorengan. Dampak negative dari minyak goreng bekas jika dibuang begitu sajatanpapengolahanakanmenjadilimbahdanakanmerusaklingkungansekitar.Salahsatubentuk  produk hasil pengolahan minyak goreng bekas adalah lilin aromaterapi. Sasaranmitra  pengabdian ini adalah masyarakat ekonomi non produktif di desaWindujaya yang bekerja bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki penghasilan. UrgensiPemberdayaan Masyarakat Pemula ini meningkatkan keterampilan Kelompok Kader DesaWindujaya dalam Pelatihan Pembuatan lilin aromaterapi yang berbahan dasar limbah minyak jelantah. Tujuan kegiatan ini yaitu, meminimalisasipembuangan minyak jelantah, berubahnya pola hidup masyarakat untuk mengolah limbahminyak jelantah berbasis zero waste industry, berkurangnya pembuangan minyak jelantahdisembarang tempat dapat mengurangi resiko pencemaran air tanah, dan erciptanya produklilinaromaterapidansabunbernilaiekonomis. Kegiatan ini telah terlaksana pada tanggal 18 agustus 2024 dengan peserta ibu rumah tangga yang ada di Desa Winduajaya, Banyumas. Metode Kegiatan ini menggunakan metode difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (ipteks) dengan tahapan berupa tahapan persiapan dan koordinasi terkait dengan pengetahuan Masyarakat terhadap lombah minyak jelantah ,Pemberdayaan Masyarakat, monitoring dan evaluasi serta sasaran pelatihan.  Hasil pengabdian didapat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan terkait pemanfaatan limbah minyak jelantah dalam bentuk lilin aromaterapi.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat dan Pencegahan Bahaya Malaria di Desa Padengo Kecamatan Popayato Barat Bahri, Ratni Bt. Hj.; Hi Palla, Wahyu Fikriansyah; Maharani, Andi Fathiah Rizky; Lasindrang, Moh. Tri Loisen; Samuel, Siti Nurhasana; Dunggio, Anggriyani; Laiya, Nurmiftatul; Ishak, Agil; Mamonto, Vita Sari; Sitohang, Malika Elta Gracia; Pakaya, Moh. Zulfikar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i1.31202

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi tantangan di dunia kesehatan termasuk di Indonesia. Kabupaten Pohuwato menjadi salah satu provinsi di Gorontalo termasuk zona merah malaria dengan 1816 kasus dalam 3 tahun terakhir, dengan 13 kasus di Kecamatan Popayato Barat dan 1 kasus di Desa Padengo. Observasi menunjukkan masih banyak pekarangan rumah dengan genangan air berisi jentik-jentik, dan masih banyak Masyarakat yang belum memahami bahwa demam dapat menjadi salah satu gejala malaria, sehingga kerap dianggap sebagai penyakit ringan biasa. Tujuan program pengabdian ini adalah melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan melakukan upaya pencegahan sumber penyakit malaria di Desa Padengo. Metode yang digunakan adalah edukasi upaya pencegahan malaria melalui dua tahap, yakni: (1) sosialisasi rumah ke rumah tentang upaya pencegahan dan cara penyebaran malaria terkait tempat tinggal dan gaya hidup, serta (2) Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Program dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 15-16 Maret 2025 untuk kegiatan sosialisasi kesehatan dan pada 21 Maret 2025 untuk kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk. Mahasiswa KKS-T IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan Puskesmas Popayato Barat berhasil membersihkan 15 lokasi genangan air dan menaburkan lebih dari 20 bungkus obat Abate. Adapun kegiatan sosialisasi kesehatan berhasil menambahkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya malaria dan cara mencegahnya, mulai dari pemberantaan sarang nyamuk hingga pengobatan dini terhadap gejala awal malaria. Diharapkan masyarakat tetap menjaga dan berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan bahaya malaria baik di lingkungan keluarga, rumah, hingga masyarakat luas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10