cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 23 Documents
Search results for , issue "vol 5, no 2 (2026)" : 23 Documents clear
Peningkatan Literasi Green Pharmacy melalui Pemanfaatan Limbah dan Bahan Rumah Tangga menjadi Kosmetik Alami Erma Pranawati; Pradhani Dhaneswari; Arie Dwi Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38028

Abstract

Limbah rumah tangga seperti ampas kopi, air cucian beras, dan teh hijau seringkali belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi digunakan sebagai bahan kosmetik alami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap pemanfaatan limbah tersebut melalui pendekatan green pharmacy. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Dusun Cabeyan RT 05, Panggungharjo, Sewon, Bantul dengan melibatkan 19 ibu-ibu dasawisma. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah dan leaflet, pemberian produk toner teh hijau serta scrub dari ampas kopi dan endapan air cucian beras, serta evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert (10 pertanyaan tertutup dan 2 pertanyaan terbuka). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor penerimaan toner sebesar 3,89 dan scrub sebesar 3,58, keduanya termasuk dalam kategori tinggi (diterima). Secara kualitatif, toner dinilai lebih disukai karena memberikan sensasi segar, nyaman, dan tidak lengket, sedangkan scrub memberikan manfaat dalam menghaluskan kulit meskipun memerlukan perbaikan pada aspek tekstur. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk kosmetik alami sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, diperlukan pengembangan pelatihan berbasis praktik langsung, penyempurnaan formulasi produk, serta pendampingan produksi skala rumah tangga untuk meningkatkan nilai guna dan potensi ekonomi produk
Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Mencegah Penyakit Ginjal di SMP Suluh Jakarta Latirah Latirah; Junie Suriawati; Ruth Elenora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38535

Abstract

Penyakit ginjal kronis menjadi salah satu ancaman kesehatan serius yang dipicu oleh pola hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi pangan siap saji, yang kini mulai menjangkiti usia remaja. Kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan dini seperti sosialisasi berbasis komunitas, khususnya di lingkungan sekolah sangat diperlukan. SMP Suluh Jakarta, sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran kesehatan lingkungan dan mandiri kepada siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMP Suluh Jakarta mengenai manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya preventif penyakit ginjal. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif, demonstrasi pembuatan jamu herba, dan edukasi pemanfaatan TOGA yang sehat bagi fungsi ginjal (seperti daun kumis kucing, seledri, atau kelor) kepada siswa. Evaluasi dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan mengenai potensi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk mencegah penyakit ginjal dari rerata 51,2 menjadi 74,4.Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa SMP Suluh Jakarta mampu menerapkan gaya hidup sehat dan memanfaatkan TOGA secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari, guna mengurangi risiko penyakit ginjal sejak dini, yang pada akhirnya dapat mengurangi risiko gagal ginjal di masa depan. Kegiatan ini mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan pendekatan lingkungan yang hijau.   
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Obat Generik di Desa Bumijawa Salsabila Destifira Amalia; Akhmad Aniq Barlian; Susiyarti Susiyarti; Erlita Mugi Hartika; Salsa Putri Utami; Tasya Yufida Laela
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38536

Abstract

Obat generik memiliki mutu keamanan dan efektifitas yang setara dengan obat bermerek. Obat generik merupakan alternatif pengobatan dengan harga yang lebih terjangkau, karena Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan kebijakan pemakaian obat generik untuk menurunkan biaya pembelian obat tanpa mengurangi kualitas. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi negatif terhadap obat generik akibat kurangnya pengetahuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Bumijawa mengenai obat generik agar dapat digunakan secara rasional, aman, dan efektif. Metode yang digunakan berupa edukasi melalui leaflet, penyampaian materi secara langsung, diskusi, serta evaluasi menggunakan kuesioner post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 14 April 2026 dengan melibatkan 23 peserta ibu-ibu posyandu di Dukuh Keseran. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pengetahuan peserta berada pada kategori baik sebesar 48%, cukup 43%, dan kurang 9%. Dibandingkan penelitian sebelumnya, terjadi peningkatan pada kategori baik (dari 45% menjadi 48%) dan cukup (dari 36% menjadi 43%), serta penurunan kategori kurang (dari 19% menjadi 9%). Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai obat generik. Keberhasilan kegiatan ini di dukung oleh peran tenaga kesehatan, kader posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan demikian sosialisasi ini menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penggunaan obat generik, meskipun diperlukan edukasi lanjutan agar pemahaman masyarakat lebih merata.
Peningkatan Literasi Keamanan Kosmetik Remaja melalui Edukasi Interaktif di SMAN 1 Sedayu Idlohatud Dilalah; Jarot Yogi Hernawan; Hanita Christiandari; Edy Suprasetya; Wahyu Kumil Laila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38002

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan kosmetik di kalangan remaja yang belum diimbangi dengan tingkat literasi keamanan produk yang memadai. Rendahnya pemahaman mengenai kandungan, legalitas, dan potensi risiko kosmetik dapat berdampak pada kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi interaktif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pemilihan kosmetik yang aman. Metode yang digunakan berupa penyuluhan berbasis ceramah interaktif dan diskusi, diikuti dengan evaluasi menggunakan kuesioner pasca intervensi. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Sedayu Bantul dengan melibatkan 30 responden yang dipilih secara acak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 83,3% responden memperoleh skor 100 dan 16,7% memperoleh skor 90, yang mengindikasikan tingkat pemahaman yang sangat baik setelah edukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait keamanan kosmetik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model intervensi promotif-preventif dalam meningkatkan kesadaran penggunaan kosmetik yang aman di kalangan remaja.
Optimalisasi Pengelolaan Diabetes dan Hipertensi Melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan dengan Implementasi Modul DIAHIP di Desa Toto Selatan Rachmawaty D Hunawa; Ika Wulansari; Sitti Fatimah Meylandri Arsad; Gusti Pandi Liputo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.34205

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memberikan beban signifikan terhadap kesehatan masyarakat, termasuk di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila. Data awal menunjukkan adanya 20 penderita diabetes dan 74 penderita hipertensi di desa tersebut, yang menggambarkan tingginya prevalensi penyakit ini. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait pencegahan, deteksi dini, dan pengelolaan penyakit menjadi dasar dilaksanakannya program pengabdian masyarakat melalui implementasi Modul Diabetes dan Hipertensi (DIAHIP). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif meliputi survei awal, penyusunan modul, pelatihan kader kesehatan, edukasi masyarakat, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan edukasi serta pemeriksaan sederhana, meningkatnya kesadaran masyarakat melalui edukasi interaktif, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah dasar, serta terlaksananya kegiatan skrining kesehatan dan senam DIAHIP bagi lansia. Program ini berhasil memberdayakan kader sebagai agen kesehatan, menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini, serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis. Dengan demikian, implementasi Modul DIAHIP terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengoptimalkan pengelolaan diabetes dan hipertensi di masyarakat.
Edukasi Dan Pemeriksaan Tekanan Darah Sebagai Upaya Deteksi Dini Hipertensi Ibu Pkk Desa Hajimena Pudji Rahayu; Ani Hartati; Yulyuswarni Yulyuswarni; Siti Julaiha; Isnenia Isnenia; Endah Ratnasari Mulatasih; Elma Viorentina Sembiring; Ageng Hasna Fauziyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37642

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin menyebabkan banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan serta skrining tekanan darah di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu PKK Desa Hajimena tentang hipertensi serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah dengan desain one group pre-test–post-test pada 40 peserta ibu PKK Desa Hajimena pada bulan Oktober 2025. Kegiatan meliputi pengukuran tekanan darah, pemberian pre-test, penyuluhan mengenai hipertensi dan pola hidup sehat, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kelompok usia ≥40 tahun (82,5%) yang merupakan kelompok berisiko hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah menunjukkan 47,5% peserta berada pada kategori hipertensi dan 37,5% pada kategori pre-hipertensi. Evaluasi pengetahuan menunjukkan 33 peserta (82,5%) mengalami peningkatan skor setelah edukasi, sedangkan tidak terdapat penurunan skor. Mayoritas peserta (87,5%) memiliki tingkat pengetahuan kategori baik setelah kegiatan edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai skrining tekanan darah mampu meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini hipertensi. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam mengidentifikasi faktor risiko serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Disarankan agar kegiatan edukasi dan pemeriksaan tekanan darah dilakukan secara berkala melalui kerja sama antara kader kesehatan, pengurus PKK, dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat guna meningkatkan deteksi dini dan pengendalian hipertensi di Masyarakat.
Sosialisasi Konsep 5T Dalam Swamedikasi Sebagai Strategi Peningkatan Literasi Penggunaan Obat Pada Masyarakat Desa Bua, Kabupaten Gorontalo Madania Madania; Nur Rasdianah; Hamsidar Hasan; Faradila Ratu Cindana Moo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.36654

Abstract

Swamedikasi merupakan praktik kesehatan yang umum dilakukan masyarakat untuk menangani keluhan ringan secara mandiri, namun praktik ini sering disertai risiko penggunaan obat yang tidak tepat akibat rendahnya literasi obat, keterbatasan pemahaman terhadap aturan pakai, dan kurangnya kewaspadaan terhadap efek samping. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kegagalan terapi, munculnya reaksi obat yang merugikan, serta keterlambatan rujukan ke fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab melalui sosialisasi konsep 5T dalam swamedikasi, meliputi Tahu Obatnya, Tahu Dosisnya, Tahu Aturannya, Tahu Efeknya, dan Tahu Waktunya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi partisipatif di Desa Bua, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, dengan melibatkan 30 peserta, berupa ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi membaca informasi pada kemasan obat selama ±1 jam, serta penguatan pesan melalui leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab pada akhir kegiatan untuk menilai pemahaman peserta serta mengidentifikasi isu praktis swamedikasi yang muncul.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan terlibat aktif dalam diskusi, terutama terkait pemilihan obat untuk keluhan umum, batasan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas, serta pengenalan risiko efek samping dan tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan. Sosialisasi konsep 5T dinilai aplikatif dan mudah dipahami karena menyederhanakan prinsip penggunaan obat rasional ke dalam kerangka praktis yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, edukasi 5T berpotensi menjadi strategi efektif untuk memperkuat literasi penggunaan obat dan mendorong praktik swamedikasi yang lebih rasional pada komunitas pedesaan.
Edukasi Pemanfaatan dan Pembuatan Produk Minuman Bawang Dayak Tanaman Khas Kalimantan Untuk Penyakit Degeneratif Di SMA Negeri 12 Pontianak Ressi Susanti; Clara Ritawany Sinaga; Enggy erwansani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.35464

Abstract

Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, salah satunya adalah tanaman Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang dikenal memiliki potensi tinggi sebagai obat tradisional untuk membantu pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung. Pemahaman generasi muda, khususnya siswa di SMAN 12 Kota Pontianak, terhadap tanaman ini masih sangat minim. Tujuan dari Kegiatan PKM iniuntuk memberikan edukasi mengenai khasiat Bawang Dayak sebagai tanaman obat khas daerah serta mendorong penggunaannya secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan edukatif, sesi diskusi, pelatihan pembuatan minuman herbal siap seduh, serta pengukuran pemahaman siswa dengan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 72,24, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 80,08. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 7,84 poin atau peningkatan sekitar 10,85% pengetahuan setelah peserta mengikuti kegiatan edukasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan kesimpulan bahwa kegiatan bukan hanya sekadar memberi informasi, tetapi untuk mencetak kader kesehatan muda yang melek akan potensi lokal. Capaian utama yang diharapkan adalah terwujudnya komunitas belajar di SMAN 12 Kota Pontianak yang menjadi pelopor (pioneer) dalam pemanfaatan Bawang Dayak. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memicu sebuah gerakan sadar kesehatan yang memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal Kalimantan Barat
Pengaruh Edukasi Penyimpanan dan Konsumsi Suplemen Mikronutrien Ganda terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Untuk Pencegahan Oksidasi Suplemen di Puskesmas Salmah Handayani Lubis; Wiji Sri Kusumaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37463

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan salah satu penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi. Suplemen Mikronutrien Ganda atau Multiple Micronutrient Supplement (MMS) direkomendasikan sebagai strategi pencegahan anemia, namun di tingkat masyarakat ditemukan keluhan perubahan warna MMS menjadi coklat tua atau kehitaman setelah penyimpanan beberapa bulan. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran dan berpotensi menurunkan kepatuhan konsumsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai mekanisme oksidasi zat besi pada MMS serta cara penyimpanan dan konsumsi yang benar guna mencegah degradasi sediaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan quasi-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test pada 16 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kebumen II, Jawa Tengah. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet edukatif. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menyimpan MMS di dapur (62,5%) dan memindahkan tablet dari kemasan Botol (56,25%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat secara signifikan dari 57,5 menjadi 88,8 (p0,001) setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan terkait stabilitas sediaan dan faktor-faktor yang memengaruhi oksidasi. Disimpulkan bahwa perubahan warna MMS lebih banyak dipengaruhi oleh praktik penyimpanan yang tidak tepat dibandingkan kualitas produk, dan edukasi terstruktur merupakan solusi efektif untuk menjaga mutu serta mendukung keberhasilan program pencegahan anemia pada ibu hamil
Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat Desa Baumata Timur Kabupaten Kupang Provinsi NTT Melalui Pemanfaatan Tanaman Lokal menjadi sediaan Instan dan Minuman Kesehatan untuk Stamina serta Pemulihan Penyakit Hepatitis Jefrin Sambara; Yulius Baki Korassa; Yorida Maakh; Satria Mandala Pua Upa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.34761

Abstract

Pendampingan masyarakat desa Baumata Timur merupakan upaya untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pembangunan desa serta program pemberdayaan masyarakat agar lebih berdaya, mandiri dan sejahtera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk memberikan informasi dan keterampilan kepada masyarakat desa Baumata Timur dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi sediaan instan dan minuman kesehatan untuk stamina serta pemulihan penyakit hepatitis dengan metode pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami tanaman untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan stamina seperti: faloak, pasak bumi, jahe merah dan temulawak yang dibuat menjadi minuman instan dengan penambahan madu hutan sebagai pemanis alami. Selain itu juga mampu memanfaatkan tanaman untuk mengobati hepatitis seperti: kunyit, jahe, sereh dan daun kelor. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan masyarakat Desa Baumata Timur mendapat respon yang baik dan memahami pentingnya pemanfaatan tanaman lokal di pekarangan rumah untuk di manfaatkan menjadi produk instan dalam meningkatkan stamina dan mengobati hepatitis.

Page 1 of 3 | Total Record : 23