cover
Contact Name
Munirah
Contact Email
rcsdjournal@gmail.com
Phone
+6282296197872
Journal Mail Official
rcsdjournal@gmail.com
Editorial Address
BTN. Anggoro, Kel. Kadolokatapi, Blok K No. 11, Bau Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Room of Civil Society Development
ISSN : -     EISSN : 28288076     DOI : https://doi.org/10.59110/rcsd
Room of Civil Society Development (RCSD) is a community service-oriented journal. RCSD Journal covers the development and application of Science and Technology as a result of community service activities in the form, model, concept, and/or implementation of community service as an effort to increase community participation in development and community empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
Empowering Women Through Contraceptive Education Makes Responsible Family Decisions A Reality Kasim, Jamila; Hasifah, Hasifah; A, Alfiah; Kadrianti, Erna; Jamaluddin, Maryam
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 1 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.307

Abstract

Empowering women through contraceptive education is an effort to provide knowledge, skills and access to various contraceptive methods to women to provide control to women regarding decisions regarding their reproductive health. The aim of community service is to increase the knowledge of women of childbearing age regarding appropriate contraceptive knowledge. with health conditions in Taraweang village in the form of counseling by providing material about types of contraceptives, disadvantages and advantages and side effects, the activity method is by distributing leaflets to participants then conducting counseling and evaluating using a pre-post test questionnaire. The results of activities regarding contraception were an increase in the knowledge of women of childbearing age. Where the knowledge of women of childbearing age before good knowledge education was 22%, and after good knowledge counseling it was 81%. Providing contraceptive knowledge to women of childbearing age has a positive social and health impact, giving them greater control over their bodies and reproductive lives.
Breaking Barriers: Women's Empowerment Through Online Education Platforms Khaliqi, Horia; Qaderi, Karishma; Akrami, Sonya; Akrami, Khatera; Quraishi, Tamanna
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 2 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.325

Abstract

This study investigates the intersection of online education platforms and women's empowerment through a mixed-methods approach. The research addresses the problem of gender disparities in education by examining the role of digital technologies in promoting women's empowerment. The purpose of the study is to comprehensively explore various aspects of online education platforms and their impact on women's empowerment, focusing on factors examined, primary study focuses, aspects of women's empowerment, policy objectives, institutional support, and challenges in gender equality policies implementation. The research methodology involves a population consisting of students, educators, policymakers, and stakeholders in online education, with a targeted sample size of 160 participants. A structured survey questionnaire is utilized for data collection, employing both quantitative and qualitative analysis techniques. Quantitative data analysis includes descriptive statistics to summarize survey responses, while qualitative data interpretation involves thematic analysis of open-ended responses and interviews. The findings provide insights into the effectiveness of digital literacy programs, challenges faced, and the impact of policy interventions on women's empowerment. The study contributes to the existing literature by offering a comprehensive understanding of the multifaceted dynamics between online education platforms and women's empowerment, with implications for policy, practice, and future research directions.
Pendampingan Mahasiswa Asistensi Mengajar Mandiri (AjarMI) sebagai Kegiatan MBKM Mandiri di SMP Negeri 5 Makassar Sakkir, Geminastiti
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 2 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.328

Abstract

Kegiatan mahasiswa dalam program Asistensi Mengajar Mandiri (AjarMI) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan BKP Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) mandiri yang ditawarkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar untuk mewadahi mahasiswa yang tidak lulus program Kampus Mengajar. Sama halnya dengan program Kampus Mengajar kegiatan AjarMI berisikan kegiatan asistensi mengajar bagi para pendidik di sekolah. Dalam hal ini kegiatan AjarMI dilakukan di SMP Negeri 5 Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini memberikan tanggungjawab kepada mahasiswa untuk membantu pihak sekolah dalam hal meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, membantu adaptasi teknologi, dan membantu administrasi sekolah. Hasil dari pendampingan kegiatan AjarMI ini, mahasiswa dapat melakukan 10 program kegiatan dengan baik dalam kurun waktu 4 bulan yang berlangsung pada bulan Februari sampai Mei 2023. Program kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain: Asistensi guru dalam proses belajar mengajar; Pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dalam lingkungan sekolah; Pemeriksaan atribut pakaian sekolah; Jumat rohani dan BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an); Pembuatan bimbingan belajar bahasa Inggris (English Club); Pendampingan IT untuk peserta didik; Pesantren kilat Ramadhan; Pembuatan majalah dinding; Pembuatan video kegiatan; dan Membantu administrasi sekolah.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Kuliah Kerja Amaliah (KKA) di Desa Sampuabalo Kabupaten Buton Slamet, Agus; Syahrul , Jundi; Ronaldin; Nursalam, Ahmad; Alda; Asrita; Natasari, Elma; Anwar, Fitria; Salsabila, Ghina; Harliyani; Sumardiana, Jako; Al Mutaqqin, LM. Rezsky; Mulawati; Hasana, Nessha
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 2 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.335

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kuliah kerja amaliah (KKA) dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan menangani permasalahan masyarakat pesisir Desa Sampubalo Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton. Pemberdayaan ini bertujuan melatih kemampuan mahasiswa dalam berpikir, bekerja lintas bidang ilmu, dan berkolaborasi dalam pemecahan masalah di masyarakat, juga sebagai wadah edukasi dalam mengembangkan potensi desa, SDM dan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal serta sebagai wujud pelaksanaan catur darma perguruan tinggi Muhammadiyah. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan edukasi. Hasil kegiatan ini adalah program di bidang pendidikan meliputi kelas calistung & literasi alquran, program di bidang lingkungan meliputi pengadaan tempat sampah, WCD serta pemberian bibit sayur & polybag, program di bidang kesehatan meliputi PHBS dengan mencuci tangan dan sikat gigi serta program di bidang pemerintahan meliputi pemasangan batas-batas desa, pemasangan nama perangkat desa serta pembuatan video profil desa. Program KKA di Desa Sampubalo ini tergolong berhasil karena didukung oelh pemerintah desa dan segenap masyarakat Desa Sampubalo Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton.
Edukasi Keamanan Pangan Bagi Siswa MI Maarif Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Gunawan, Muhammad Iqbal Fanani; Nugraheni, Martha Arum; Putri, Soraya Kusuma; Wulan, Rahayu; Pramono, Pradipta Bayuaji; Reyhan, Akmal
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 2 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.343

Abstract

Foodborne disease merupakan penyakit akibat makanan yang terpapar oleh bahaya kimia, fisik, maupun mikrobiologis pangan. Pada tahun 2010 diperkirakan terdapat lebih dari 500 juta pasien terkena foodborne disease dan menyebabkan kematian pada lebih dari 1 juta pasien di dunia, dan lebih dari 30% terjadi pada anak-anak. Risiko tinggi penularan foodborne disease pada anak-anak terutama terjadi di lingkungan tertutup seperti tempat penitipan anak dan sekolah. Gejala yang dialami anak-anak jika terkena foodborne disease berupa mual, muntah, demam, dan diare. Hal-hal tersebut akan mengganggu kegiatan belajar siswa di sekolah. Jika tidak ditindak lanjuti, foodborne disease bisa mengakibatkan gangguan pada organ dan juga metabolisme tubuh anak, bahkan bisa menyebabkan kematian. Diare di Kabupaten Magelang merupakan salah satu dari 10 kasus penyakit terbanyak di Kabupaten Magelang pada tahun 2019-2021 (BPS, 2021). Edukasi keamanan pangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak dalam keamanan pangan, sehingga mampu memilih makanan yang higienis, sehingga tidak mengganggu kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di MI Maarif Gunungpring Muntilan, Kabupaten Magelang, dengan peserta sebanyak 479 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6. Pelaksanaan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan pangan, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (Sig. 2 tailed = 0,000).
Pemberdayaan Masyarakat Desa Saliong Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring Berbahan Dasar Pandan Lisaholit, Syafa; Susiati, Susiati; Bugis, Riki; Bunga, Herlina; Taufik, Taufik
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 2 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.345

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa Saliong melalui pelatihan pembuatan sabun cair cuci piring dari bahan dasar daun pandan. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat Desa Saliong memahami dan mempraktikkan cara pembuatan sabun cair cuci piring dari daun pandan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang mencakup edukasi berbasis teori dan praktik tentang pembuatan sabun cair. Pelatihan ini terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan ini adalah 25 warga Desa Saliong, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Hasil kegiatan dicapai melalui fase-fase tersebut, termasuk edukasi teori tentang potensi desa, dasar-dasar pembuatan sabun cair, dan kewirausahaan, diikuti dengan sesi praktis pembuatan sabun. Para peserta sangat antusias dan senang dengan pelatihan ini, yang menghasilkan pembentukan kelompok usaha kecil di desa untuk memproduksi dan menjual sabun cuci piring berbahan dasar daun pandan, yang berpotensi meningkatkan ekonomi lokal.
Zero Waste-Based Organic and Non-Organic Waste Sorting Education Prodyanatasari, Arshy; Diasandy, Deva Raka Satria; Azizah, Laila Nur; Izati, Lufia Elen Ayu; Hidayat, Abdullah Farikh
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 3 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.347

Abstract

Waste is generated from the activities of living organisms and is divided into organic, inorganic, and hazardous categories. Proper disposal of waste is crucial for minimizing environmental pollution. One effective approach is educating people about Zero Waste principles and implementing the 3Rs: reduce, reuse, and recycle. This activity involved repurposing mineral water gallons as bins for organic and inorganic waste. The PkM activity took place at SD YBPK Kota Kediri on April 26, 2024, targeting all students from grades I to VI, totaling 70 participants. The PkM was conducted using the Participatory Action Research (PAR) method and work performance evaluations. The outcomes of this PkM activity included increased knowledge among participants about identifying organic and inorganic waste, as well as heightened awareness of proper waste disposal according to waste classification.
Revitalisasi Budaya Pulau Buru Melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah: Pelatihan Menulis Sastra Lisan di SMPN 21 Buru sebagai Upaya Edukatif Susiati, Susiati; Taufik; Azwan; Bahta, Fida; Ami, Iin Sulastri Ode
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 3 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.351

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan menulis dan praktik materi sastra lisan kepada siswa SMPN 21 Buru. Metode dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research), yakni pelatihan berupa edukasi berbasis teori dan praktik terkait pelatihan menulis dan praktik materi sastra lisan yang meliputi tiga tahapan, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Sasaran pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah siswa SMPN 21 Buru kelas VII dan kelas VIII. Peserta pelatihan berjumlah 12 orang. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini digiatkan pada tiga tahap, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanakan meliputi edukasi berbasis teori dan edukasi berbasis praktik, dan tahap evaluasi. Melalui edukasi berbasis teori, para siswa GSMS memperoleh pengetahuan terkait materi etika budaya (etika budaya pulau Buru), materi Gebarpolo (pengetahuan tradisional masyarakat pulau Buru), materi dongeng dan cerita rakyat pulau Buru, pengenalan permainan rakyat, ungkapan (idiom) masyarakat pulau Buru, dan materi dasar-dasar gerak/acting. Selanjutnya, pada edukasi berbasis praktik, para siswa GSMS memperagakan materi sastra lisan sesuai dengan gestur, intonasi, mimik, dan penjiwaan yang tepat. Kemudian itu, pada tahap evaluasi, para siswa GSMS mementaskan hasil pembelajaran melalui pagelaran akbar yang dilaksanakan oleh pengelola GSMS Kabupaten Buru dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru. Dari hasil kegiatan ini, para siswa GSMS sangat senang dan antusias karena berkat pelatihan ini mereka mendapatkan wawasan yang luas tentang sastra lisan Pulau Buru.
Sosialisasi Perkembangan Sosial Emosional Anak untuk Menghadapi Tantangan di Lingkungan Sekolah PAUD Ningsih, Sulastya; Sari, Mita; Jamin, Nunung Suryana; Sutisna, Icam; Arif, Rifda Mardian; Rafi’ola, Ryan Hidayat; Ibrahim
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 3 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.352

Abstract

Masa kanak-kanak dini adalah masa di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari usia 0-6 tahun. Anak-anak tumbuh dengan karakteristik yang berbeda sesuai dengan aspek perkembangan anak. Pada tahap ini, aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial-emosional, memiliki peran penting dalam perkembangan anak karena anak belajar berinteraksi dengan lingkungannya, bermain, berbagi, dan bersosialisasi. Tentu saja, mereka harus dibiasakan sejak dini agar anak dapat menghadapi tantangan yang terjadi di sekolah dan lingkungan rumah mereka. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Timbuolo Tengah, Kecamatan Botupinge, Kabupaten Bone Bolango, dihadiri oleh kepala desa beserta stafnya, orang tua murid TK dan guru PAUD serta masyarakat setempat. Kegiatan ini memberikan pemahaman tentang perkembangan sosial emosional anak dalam menghadapi tantangan di lingkungan pra sekolah. Perkembangan adalah proses di mana pertumbuhan berubah seiring waktu, tergantung pada kematangan dan interaksi dengan lingkungan. Perkembangan sosial emosional anak perlu dikembangkan sedini mungkin karena jika sulit untuk berkembang maka anak akan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain dan anak akan kesulitan menghadapi tantangan di lingkungan sekitarnya.
Menjelajahi Dunia Tari Nusantara Melalui GSMS: Pelatihan Seni Tari Balumpa Gambus Bagi Siswa SD Al-Hilaal 2 Namlea Taufik; Susiati; Harziko; Pina, Wa Ode; Salamun, Asmita
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 3 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.354

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan seni tari Balumpa Gambus kepada siswa. Peserta pelatihan berjumlah  sembilan orang siswa perempuan yang berasal dari kelas 4 dan 5 SD Al-Alhilaal 2 Namlea. Pelaksanaan kegiatan ini melalui tiga tahap, yaitu tahap awal, kedua, dan akhir. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan mengatur jadwal dan tempat pelatihan. Hasil kesepatannya adalah pembelajaran dilaksakan di sekolah pada hari dan jam yang tidak mengganggu aktivitas belajar formal. Selajutnya melakukan seleksi bakat siswa dalam bidang seni tari. Tahap kedua, yaitu memberikan materi dan pelatihan tari Balumpa Gambus selama enam belas kali pertemuan. Tahap akhir adalah persentasi hasil pembelajaran dalam bentuk pagelaran seni dan budaya di Aula Kantor Bupati Buru. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa telah menguasai dan mampu memperagakan setiap gerakan tari Balumpa Gambus dengan baik di depan umum serta dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah sangat bermanfaat bagi siswa dan pihak sekolah yang ingin mengembangkan bakat seni siswa.