cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/about/editorialTeam
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 20851049     EISSN : 25498118     DOI : https://doi.org/10.32583
Core Subject : Health,
Jurnal keperawatan (JK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. JK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, : meliputikeperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan. JK diterbitkan pertama kali dengan ISSN versi cetak pada Volume 1 No 1 Maret 2009 dan ISSN versi online pada Volume 9 No 1 Maret 2017. JK awalnya terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret dan September. JK mulai Desember 2018 terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JK telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 772 Documents
Studi Komparasi Pengetahuan tentang Sadari Sesudah Pemberian Intervensi Pendidikan Kesehatan Melalui Buklet Print dan Animasi Video Mawardika, Tina; Suwanti, Suwanti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1907

Abstract

Salah satu penyakit pada wanita didunia yang mematikan adalah kanker payudara, termasuk Indonesia. Hal tersebut dapat dicegah dengan Pemeriksaan Payudara Sediri (SADARI). Belum banyak orang mengetahui cara melakukan SADARI maka diperlukan pendidikan kesehatan melalui buklet print dan animasi video. Mengidentifikasi perbedaan pengetahuan tentang SADARI sesudah pemberian intervensi pendidikan kesehatan melalui  bukklet print dan animasi video pada remaja putri. Desain penelitian ini adalah quasi exsperiment. Pada penelitian ini populasi sebanyak 242 remaja putri, sedangkan sampel 19 responden diberikan buklet prin dan 19 responden diberikan buklet print.  Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Pengukuran menggunakan kuesioner pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Data dianalisis menggunakan t-test. Ada perbedaan pengetahuan tentang SADARI sebelum dan sesudah pemberian intervensi pendidikan kesehatan dengan media buklet print  p value (0,004) < α (0,05). Ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang SADARI sebelum dan sesudah pemberian intervensi pendidikan kesehatan dengan media animasi video p value (0,000) < α (0,05). Ada perbedaan yang signifikan tentang  pengetahuan SADARI setelah pemberian intervensi pendidikan kesehatan dengan media buklet print dan animasi video pada remaja putri dengan p value (0,000) <  α (0,05).  
Efektivitas Leaflet Pempasi terhadap Pengetahuan Orangtua pada Pemberian Mpasi Makan Pisang Usia 1 Bulan untuk Pertumbuhan Anak Yusfika, Putri Sari; Riyaningrum, Wahyu
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1917

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang terlalu dini pada bayi memiliki potensi risiko diare dan infeksi saluran pencernaan akibat belum berkembangnya sistem pencernaan bayi. Observasi awal di Posyandu Gebangudik mengungkapkan kurang optimalnya penyuluhan mengenai pemberian MPASI, khususnya makan pisang, kepada bayi di bawah usia 6 bulan, di mana penyuluhan hanya berupa ceramah pada orang tua yang memiliki bayi berusia 1 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan Orangtua tentang pemberian MPASI pada anak usia 0-6 bulan. Namun, banyak orang tua yang tetap memberikan MPASI makan pisang pada bayi usia 1 bulan. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada bayi usia 1 bulan. Penelitian menggunakan metode Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 40 responden yang adalah orang tua bayi usia 0-6 bulan. Analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.01, lebih rendah dari tingkat signifikansi 0.05, yang berarti hipotesis penelitian dapat diterima. Hal ini menandakan adanya perbedaan signifikan antara hasil Pre Test dan Post Test setelah penggunaan leaflet PeMpasi. Leaflet PeMpasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI pada bayi usia 1 bulan dan merupakan salah satu media yang efektif untuk promosi kesehatan dalam konteks pemberian MPASI yang tepat.
Pengalaman Keluarga dalam Upaya Penanganan Dini Merawat Anggota Keluarga dengan Gangguan Jiwa Reong, Antonia Rensiana; Mane, Gabriel; Wega, Marianus Oktavianus; Wa’a, Faleria A. S. Ruing; Sulastien, Herni
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1922

Abstract

Gangguan pemikiran, kognisi, dan perilaku yang menghalangi seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungannya, orang lain, masyarakat, atau dirinya sendiri dikenal sebagai gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam setiap aspek keperawatan kesehatan anggota keluarganya, untuk itu keluarga berperan dalam menentukan cara asuhan yang diperlakukan oleh keluarga. Tujuan penelitian yaitu untuk menggali lebih dalam pengalaman keluarga dalam upaya penanganan dini merawat pasien dengan gangguan jiwadi Desa Lela Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. Pada penelitian ini pendekatan yang dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam (Indeepth Interview). Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita gangguan jiwa yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Nanga yaitu sebanyak 66 keluarga dari 68 orang dengan gangguan jiwa. Pada  penelitian ini sampel yang diambil adalah 10 anggota keluarga dengan menggunakan metode proposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya.Dari hasil penelitian ditemukan 2 tema yaitu (1) Pemahaman kognitif keluarga tentang gangguan jiwa, (2) Upaya dini merawat ODGJ.Pemahaman keluarga tentang gangguan jiwa (tema 1) dilihat dari dua sub tema yaitu yang pertama ciri dimana menurut informan adanya perubahan tingkah laku yang tidak sesuai dengan normal dimana ciri awal terbanyak yang ditunjukan 5 keluarga  (55,5%) dari 9 keluarga yaitu jalan sembarang, Selanjutnya pada sub tema kedua  faktor penyebab yang paling banyak ditemukan adalah faktor keturunan yaitu sebanyak 5 keluarga (55,5) dari 9 keluarga. Upaya dini dalam merawat Orang Dengan Gangguan JIwa dilihat dari dua sub tema yaitu yang pertama pengobatan modern terbanyak yang ditunjukan 2 keluarga (22,2%) dari 9  keluarga  yaitu  membawa pasien ke Rumah Sakit, Selanjutnya sub tema kedua  Pengobatan sendiri terbanyak yang ditunjukan  6 keluarga (66,6%) dari 9 keluarga yaitu membawa pasien ke Dukun.
Gambaran Sanitasi Lingkungan pada Tempat Tinggal Balita Penderita Diare Gaharpung, Mediatrix Santi; Wega, Marianus Oktavianus; Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Nggato, Katarina Rati; Sulastien, Herni
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1924

Abstract

Masa balita merupakan masa yang paling rentan terhadap serangan penyakit. Penyakit yang perluh  diwaspadai adalah diare. Diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita. Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Sanitasi Lingkungan Pada Tempat Tinggal Balita Penderita Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Feondari dalam penggunaan air bersih, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah dan penggunaan jamban. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga balita yang menjadi responden sebanyak 72 orang dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, dengan daftar pertanyaan dibuat sendiri dan dikembangkan dari penelitian. Diketahui bahwa penelitian menunjukan bahwa keluarga balita penderita diare di Wilayah kerja Puskesmas Feondari dalam penggunaan air bersih berada pada mayoritas kategori kurang 48 responden (66,7%), Pengelolaan sampah berada pada mayoritas kategori kurang 69 responden (96%), pengelolaan limbah berada pada mayoritas kategori kurang 72 responden (100%), dan penggunaan jamban berada pada kategori mayoritas kurang 49 responden (68%). Gambaran sanitasi lingkungan pada tempat tinggal balita penderita diare di Wilayah kerja Puskesmas Feondari dalam penggunaan air bersih terdapat 48 (66,7%) dan berada di kategori kurang, Pengelolaan sampah terdapat 69 (96%) dan berada di kategori kurang, pengelolaan limbah terdapat 72 (100%) berada di kategori kurang, dan Penggunaan jamban 40 (68%) berada di kategori kurang.
Gambaran Pola Asuh Orang Tua yang Memiliki Remaja Perokok Wega, Marianus Oktavianus; Gaharpung, Mediatrix Santi; Reong, Antonia Rensiana; Mbari, Susana Susanti; Nufus, Lale Syifaun
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1927

Abstract

Merokok merupakan suatu masalah didalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan bahkan kematian. Merokok dapat memberikan dampak negatif seperti permasalahan kesehatan, sosial, psikologi, dan ekonomi. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua yang memilki remaja perokok. Tujuan Khusus, Untuk mengidentifikasi pola asuh otoriter orang tua yang memiliki remaja perokok, mengidentifikasi pola asuh demokratif orang tua yang memiliki remaja perokok, mengidentifikasi pola asuh permitif orang tua pada remaja yang perokok. Metode yang digunakan penelitian adalah metode Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua di Dusun Lisabheto, Desa Begu sejumlah 40 orang, dimana teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling untuk memenuhi kriteria adalah 40 orang responden, alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner dari 40 responden didapatkan pengetahuan orang tua tentang bagaimana pola asuh orang tua terhadap anak yang merokok didusun Lisabheto Desa Begu, pola asuh demokratis 15 responden (37,5%), pola asuh otoriter 14 responden (35%), pola asuh permisif 11 responden (27,5%). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan presentase Pola asuh orang tua yang memilih pola asuh otoriter sebanyak 14 responden dengan persentasi (35 %). Pola asuh orang tua yang memilih pola asuh demoktaris sebanyak 15 responden dengan persentasi (37,5% ). Pola asuh orang tua yang memilih permisif adalah sebanyak 11 responden dengan persentase (27,5%).  
Gambaran Perilaku Ibu dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Balita Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Mane, Gabriel; Gaharpung, Mediatrix Santi; Vilatri, Gaudensia Cindi; Sulastien, Herni
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1928

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang masih tinggi di Indonesia adalah gizi pada balita. Gizi adalah salah satu elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Masalah gizi kurang ataupun gizi lebih masih menjadi tantangan dalam perbaikan kesehatan masyarakat Indonesia, hal ini disebabkan karena balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap kelainan gizi.. Dalam penelitian ini, menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dari balita di Posyandu Lowolabo berjumlah 36 orang dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 36 orang responden. Berdasarkan hasil pengisisan kuesioner dari 36 responden didapatkan ibu balita yang berpengetahuan baik berjumlah 35 responden (97, 2%),  sikap ibu balita yang positif berjumlah 33 responen (91, 7%) dan untuk tindakan ibu balita yang mendukung sebanyak 29 responden (80, 6%).Berdasarkan hasil penelitian didapatkan presentasi terbanyak adalah ibu di Posyandu Lowolabo yang memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebnayak 35 responden (97, 2%), sikap yang positif yaitu sebanyak 33 responden (91, 7%) dan tindakan yang mendukung sebanyak 29 responden (80, 6%). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diharapkan kepada tempat penelitian agar bisa mempertahankan kondisi yang telah dicapai berkaitan dengan pengetahuan sikap dan tindakan ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada anak balitanya, karena status gizi anak balita sangat bergantung cara ibu menyiapkan makanan gizi seimbang bagi anak balitanya.
Gambaran Tingkat Depresi pada Pasien GGK yang Menjalani Terapi Hemodialisa Mane, Gabriel; Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Eda, Laurentina Nona; Bluden, Maria Nona Lili; Sulastien, Herni
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1929

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik dengan laju filtrasi glomerulus <15 mL/ menit harus menjalani terapi hemodialisis untuk mengganti fungsi ginjal. Pasien yang menjalani terapi hemodialisa dapat mengalami masalah psikologis salah satunya adalah depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkatan depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Unit Hemodialisa Maumere Kabupaten Sikka Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif menggunakan data primer, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan variabel yang diteliti yaitu tingkat depresi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Unit Hemodialisa Maumere Kabupaten Sikka. Populasi pada penelitian ini 110 responden dengan sampel 86 responden.Teknik pengambilan sampel didalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Analisa data menggunakan univariat. Diketahui bahwa penelitian menunjukan  bahwa kelompok umur responden terbanyak berada di rentang usia 55-65 tahun sebanyak 34 responden (40%), jenis kelamin sebagian besar laki-laki sebanyak 50 responden (58%), pendidikan sebagian besar SMA sebanyak 26 responden (30%), jenis pekerjaan sebagaian besar IRT sebanyak 25 responden (29%), lama hemodialisa sebagian besar baru menjalani terapi hemodialisa sebanyak 38 responden (44%). Dari 86 responden, yang mengalami depresi dengan kategori paling banyak adalah depresi ringan sebanyak 52 responden (60%).
Efektifitas Buerger Allen Exercise terhadap Sensitivitas Kaki Pasien DM Tipe II Harli, Kurnia; Megawaty, Irna; Yulianti, Yulianti; Yunding, Junaedi
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1931

Abstract

Perawatan yang tidak baik pada penderita diabetes berisiko mengalami yaitu neuropati dan ulkus kaki. Salah satu terapi latihan fisik buerger allen exercise menjadi penatalaksanaan neuropati yang relatif mudah dan cost-effective. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas buerger allen exercise terhadap sensitivitas kaki pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan quasi experiment pre-test and post-test with control group design. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas wilayah Kabupaten Majene. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe II  yang telah didiagnosis oleh dokter. Penentuan besar sampel dalam dalam penelitian ini menggunakan rumus Federer didapatkan adalah 36 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi penderita DM tipe II yang telah didiagnosa oleh dokter dan mengalami neuropati perifer, tidak memiliki ulkus kaki dan bersedia menjadi responden. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu responden yang tidak mengikuti intervensi BAE minimal 1 kali selama proses pengambilan data serta mengalami keterbatasan fisik anggota gerak bawah. Terdapat dua kelompok dalam penelitian ini yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan perlakuan buerger allen exercise, dan kelompok kontrol sebagai pembanding. Intervensi buerger allen exercise dilakukan selama 4 hari dan 5 kali dalam sehari dibawah pendampingan tim peneliti.  Analisa data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata pada sensitivitas kaki kiri dan kanan sebelum dan setelah pemberian intervensi buerger allen exercise dibanding kelompok yang tidak diberikan perlakuan yaitu nilai p<0,005. Maka dapat disimpulkan buerger allen exercise efektif mempengaruhi sensitivitas kaki pasien DM tipe II.
Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Angka Kejadian Stunting pada Balita Haerianti, Masyita; Ananda, Rusda; Shabir, Achmad Mawardi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1932

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan global yang perlu perhatian dari semua kalangan. Hasil studi pendahuluan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat terjadi peningkatan prevalensi angka stunting yang signifikan. Tinggi angka prevalensi maka harus dicari tahu akar penyebab masalahnya agar penangan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi peningkatan angka kejadian stunting di Kabupaten Majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik. Teknik pengambilan data menggunakan cluster random sampling. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Pamboang, Puskesmas Tammerodo, dan Puskesmas Totoli. Populasi kasus dalam penelitian ini sebanyak 1.163 balita stunting pada tahun 2022, dengan menggunakan rumus maka didapatkan sampel penelitian 25 responden dari wilayah Puskesmas Pamboang, 24 responden di wilayah Puskesmas Tammerodo, dan 22 responden di wilayah Puskesmas Totoli sehingga jumlah sampel yaitu 71 responden. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas balita berada pada rentang usia 24-59 bulan, berjenis kelamin perempuan, lahir dengan berat badan normal namun mayoritas balita mengalami stunting, sementara mayoritas ibu berada pada rentang usia dewasa dengan pendapatan <2.871.794,82/bulan, berpendidikan dasar, pekerjaan sebagai IRT dan jumlah anggota keluarga berada pada skala keluarga besar. Hasil Analisa mayoritas pola asuh yang ditunjukkan ibu baik namun memiliki sanitasi lingkungan yang tidak sehat, kurang mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan dan tidak memiliki ketahanan pangan. Hasil uji menunjukkan tidak ada variabel yang mempengaruhi kejadian stunting di Kabupaten Majene.
Implementasi Pursed Lips Breathing untuk Menurunkan Respiratory Rate pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Karnianti, Retti; Kristinawati, Beti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1933

Abstract

Sesak napas merupakan sensasi subjektif pernapasan yang tidak normal dimana pasien mengalami kesulitan bernapas akibat kurangnya pasokan udara ke paru-paru, sehingga mengakibatkan perubahan kecepatan pernapasan, terutama pada pasien PPOK. Salah satu intervensi untuk mengurangi sesak napas pada pasien PPOK adalah pernapasan bibir. Teknik ini memungkinkan pasien menghirup lebih banyak oksigen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik pernafasan bibir terhadap penurunan frekuensi pernafasan pada penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien PPOK yang mengalami peningkatan RR dan menjalani intervensi pernapasan Pursed Lips Breathing. Hasil studi kasus ini adalah setelah dilakukan intervensi pernafasan Pursed Lips Breathing selama 3 hari, pasien mengalami penurunan RR rata-rata sebesar 2,5 x/m. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah pernapasan bibir efektif dalam menurunkan sesak napas dan frekuensi pernapasan pada pasien PPOK. Pernapasan berkepanjangan selama PLB membuka sumbatan saluran napas, mengurangi resistensi pernapasan, dan memperlancar inhalasi dan ekshalasi udara.