cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 255 Documents
Efektivitas Pemberian Teh Daun Salam terhadap Tingkat Nyeri Pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari: The Effectiveness of Bay Leaf Tea in Reducing Pain Levels in Patients with Gouty Arthritis in Umbulsari Village Muhamad Syafaat; Ro’isah; Ana Fitria Nusantara; R. Endro Sulistyono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.356

Abstract

Latar Belakang: Tingginya beban kerja dan bertambahnya usia masyarakat di Desa Umbulsari menjadi faktor pemicu munculnya Gout Arthritis. Kondisi ini memerlukan penanganan yang efektif dan mudah diterapkan. Salah satu alternatifnya adalah mengkonsumsi rutin teh daun salam yang memiliki kandungan antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teh daun salam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari. Penelitian dilaksanakan pada 21–27 Juli 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest pada 30 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan skala nyeri menjadi 1–3 (nyeri ringan) setelah pemberian teh daun salam. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value = 0,01 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pemberian teh daun salam terbukti efektif menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis. Kandungan antiinflamasi dan analgesik pada daun salam berperan dalam mengurangi peradangan dan rasa sakit. Terapi ini mudah diterapkan secara mandiri dan dapat menjadi pilihan nonfarmakologis dalam mengontrol nyeri Gout Arthritis.
Analisis Kualitas Layanan Rawat Inap Berdasarkan Persepsi Pasien di RSUD Jailolo: Analysis of Inpatient Service Quality Based on Patient Perceptions at Jailolo Regional General Hospital Arlita Nyanyi; Musthika Wida Mashitah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.359

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan rawat inap merupakan salah satu komponen utama dalam pelayanan rumah sakit yang berperan penting dalam membentuk persepsi dan kepuasan pasien terhadap mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan rawat inap berdasarkan persepsi pasien di RSUD Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 95 pasien rawat inap yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengacu pada model SERVQUAL, dengan fokus pada tiga dimensi kualitas layanan, yaitu keandalan, daya tanggap, dan jaminan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.                 Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas layanan rawat inap dalam kategori baik, terutama pada dimensi keandalan (69,5%). Dimensi daya tanggap dinilai baik oleh 61% responden, sedangkan 39% menilai kurang. Dimensi jaminan menunjukkan hasil paling rendah, dengan 54,8% responden menilai baik dan 45,2% menilai kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun layanan inti telah berjalan cukup baik, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada daya tanggap dan jaminan layanan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan rawat inap di RSUD Jailolo secara umum telah dinilai baik, namun peningkatan mutu layanan yang berorientasi pada pasien pada daya tanggap dan jaminan layanan untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien.
Gambaran Emotional Labor pada Petugas Pemadam Kebakaran: The Description of Emotional Labor of Firefighters Shena Ravina Anjani; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.251

Abstract

Pendahuluan: Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam mengatur emosi pribadi agar sesuai dengan tuntutan peran profesionalnya, yang sering terjadi pada profesi yang menuntut interaksi langsung dengan orang lain, salah satunya adalah pemadam kebakaran. Emotional labor pada petugas pemadam kebakaran muncul ketika mereka menghadapi situasi traumatis seperti evakuasi korban, ancaman kebakaran, dan tekanan publik, sementara pada saat yang sama mereka dituntut untuk tidak mengekspresikan emosi yang sebenarnya karena ekspektasi profesional dan kebutuhan masyarakat akan sosok yang tenang serta dapat diandalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran emotional labor pada petugas pemadam kebakaran khususnya di Sektor X. Metode: Deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan 77 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Emotional Labor Scale. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan nilai mean, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa emotional labor berada pada kategori tinggi, dengan deep acting yang berada pada kategori tinggi, sedangkan surface acting berada pada kategori sedang. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pola adaptif dari regulasi emosi petugas pemadam kebakaran yang cenderung menginternalisasi emosi sebagai tuntutan profesi daripada sekadar memalsukannya.
Hubungan Trauma Masa Kecil dengan Perilaku Self-harm pada Remaja: The Link between Childhood Trauma and Self-harming Behaviors in Adolescents Vina Prihatini; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.257

Abstract

Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri yang sering terjadi pada remaja dan berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi akibat pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak. Trauma masa kecil dapat memengaruhi perkembangan psikologis individu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku self-harm pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara traum Pendahuluan: Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri yang sering terjadi pada remaja dan berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi akibat pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak. Trauma masa kecil dapat memengaruhi perkembangan psikologis individu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku self-harm pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trauma masa kecil dengan perilaku self-harm pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 494 remaja usia 12–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan instrumen Childhood Trauma Questionnaire-Short Form (CTQ-SF) dan Self-harm Inventory (SHI). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank Correlation Coeffient. Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan antara trauma masa kecil dan perilaku self-harm (r = 0,570; p < 0,001).         Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat trauma masa kecil yang dialami, semakin besar kecenderungan remaja untuk melakukan self-harm. Trauma masa kecil merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku self-harm pada remaja, sehingga deteksi dini pengalaman traumatis perlu mendapat perhatian sebagai upaya pencegahan.
Studi Kasus Penerapan Relaksasi Autogenik sebagai Intervensi Keperawatan pada Masalah Kecemasan Pasien Ulkus Diabetikum: Case Study on the Application of Autogenic Relaxation as a Nursing Intervention for Anxiety in Patients with Diabetic Ulcers Rizky Fadila Rasyid; Hardono; M Farhan Al Farisi1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.258

Abstract

Pendahuluan: Pasien diabetus melitus dengan ulkus kaki cenderung mengalami kecemasan dan kualitas hidup lebih rendah dibandingkan pasien diabetes mellitus tanpa komplikasi. Relaksasi autogenik merupakan sebuah terapi non farmakologi berupa kalimat pendek atau kata-kata singkat yang dapat membuat pikiran tenang. Tujuan penelitian melakukan studi kasus asuhan keperawatan pada pasien dengan ulkus diabetikum dengan intervensi terapi relaksasi autogenic. Metode: Studi kasus dilakukan secara diskriptif kualitatif pada  Ny.P sebagai sampel penelitian, kecemasan diukur dengan kuisioner Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS sebelum dan sesudah intervrnsi. Intervensi relaksasi autogenik dilakukan 2x dalam sehari selama 3 hari berturut turut. Hasil: Implementasi didapatkan penurunan score kecemasan dari 80 (kecemasan berat) sebelum intervensi diberikan menjadi 49 (kecemasan ringan) setelah intervensi. Kesimpulan: Perawat dan keluarga dapat menerapkan intervensi relakasi autogenik untuk pasien saat dirumah sakit maupun dirumah.    
Study Kasus: Asuhan Keperawatan pada Klien Fraktur dengan Penerapan Progressive Muscle Relaxation untuk Menurunkan Ansietas : Case Study: Nursing Care for Clients with Fractures Using Progressive Muscle Relaxation to Reduce Anxiety Yuni Dian Septianingsih; Eko Wardoyo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.274

Abstract

Latar Belakang: Ansietas sebagai reaksi emosional fisik dan psikologis klien akan meningkat saat mereka menjalani prosedur pembedahan untuk memperbaiki fraktur. Salah satu upaya non farmakologis untuk mengurangi ansietas pra prosedur pembedahan adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan studi kasus ini melakukan asuhan keperawatan pada pasien fraktur dengan pemberian Progressive Muscle Relaxation (PMR) dalam menurunkan ansietas di RSU Muhammadiyah Metro Tahun 2025.   Metode: Studi kasus deskriptif, penggumpulan data menggunakan wawancara, dan observasi. Intervensi PMR dilakukan 2 kali sehari dalam 3 hari selama 20 menit.  Hasil:  Evaluasi asuhan keperawatan didapatkan skor ansietas APAIS sebelum implementasi pada Tn. S yaitu 17 dalam kategori cemas sedang, sedangkan pada Sdr. R yaitu 18 dalam kategori kecemasan sedang. Setelah dilakukan implementasi PMR selama 3 hari terjadi penurunan skor ansietas pada kedua pasien menjadi 7 (kategori cemas ringan). Kesimpulan: Penerapan intervensi  PMR menurunkan ansietas pada klien fraktur pra prosedur pembedahan.
Hubungan Durasi Duduk dan Aktivitas Fisik dengan Nyeri Muskuloskeletal Siswa SMPN Fullday di Sumedang: Corellation between Sitting Duration and Physical Activity with Musculoskeletal Pain Among Full-Day Junior High School Students in Sumedang Syiffa Nurhalimah; Nunung Siti Sukaesih; Delli Yuliana Rahmat1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.280

Abstract

Latar belakang: Durasi duduk panjang dan minimnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama yang dapat mempengaruhi munculnya gangguan muskuloskeletal pada usia remaja, yang merupakan fase penting dalam perkembangan postur dan sistem muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi duduk dengan aktivitas fisik terhadap nyeri muskuloskeletal pada siswa SMPN Fullday di Sumedang.  Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode survei cross-sectional. Sampel berjumlah 306 siswa dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), dan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tergolong durasi duduk tinggi mencapai (49.0%), aktivitas fisik siswa sebanyak (60.5%) memiliki aktivitas fisik kategori sedang, serta nyeri muskuloskeletal didominasi (93.1%) berada pada kategori rendah. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara durasi duduk dengan nyeri muskuloskeletal (p= 0,971), namun terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan nyeri muskuloskeletal (p<0,024). Kesimpulan : aktivitas fisik lebih berpengaruh langsung dengan nyeri muskuloskeletal dibandingkan durasi duduk.
Pengaruh Health Education Metode Emo Demo terhadap Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Anak Pasein Demam Tifoid: The Effect of Health Education Using the Emo-Demo Method on the Knowledge and Attitudes of Parents of Children with Typhoid Fever Siti Mabruroh; Iin Aini Isnawati; Ainul Yaqin Salam; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.295

Abstract

Pendahuluan: Penyakit menular gastrointestinal yang paling umum terjadi pada anak adalah demam tifoid. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua dan anak dalam menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh health education metode emo demot terhadap pengetahuan dan sikap orang tua anak pasien demam tifoid.             Metode: Penelitian ini mengunakan metode pre eksperimental dengan penerapan helth education metode emo demo, one group pre-post test. Penelitian dilakukan di Klinik Husada Mulia Tunjung Lumajang. Variabel independen menggunakan SOP tentang health education metode emosional demonstration  dan variabel dependen menggunakan kuesioner kognisi dan sikap orang tua pada pasien demam tifoid anak dengan 12 pernyataan terkait pengetahuan dan sikap 10 pertanyaan. Analisis data yang digunakan ada 2 yaitu Analisis univariat dan Analisis bivariat. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan total sampling pengambilan sampel 42 dengan jumlah populasi yang ada 30 responden. Hasil: Penelitian menunjukkan sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan/kognisi rendah (63,4%) dan sikap cukup (80%) terhadap penanganan demam tifoid pada anak akibat kurangnya informasi. Setelah diberikan health education dengan metode Emo Demo, terjadi peningkatan signifikan pada kognisi dan sikap seluruh responden (100%), ditunjukkan dengan jawaban benar yang lebih banyak serta sikap positif yang konsisten mendekati atau melebihi nilai 90, tanpa adanya penurunan skor. Hasil uji Wilcoxon dengan p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terjadi perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi, sehingga metode Emo Demo efektif meningkatkan kognisi dan sikap orang tua anak pasien demam tifoid. Peneliti merekomendasikan pengembangan modul pelatihan ini bagi tenaga kesehatan untuk memperluas penggunaan metode ini.
The Hubungan Kesiapan dengan Kemampuan Perawat dalam Mengahadapi Situasi Kegawatdaruratan di Ruang IGD Bintang Amin Hospital Bandar Lampung: Corellation between Readiness and Nurses’ Ability in Handling Emergency Situations in the Emergency Department of Bintang Amin Hospital Bandar Lampung Saneti Ananda; Sulistia Nur; Dian Arif Wahyudi; Hardono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.334

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan faktor krusial dalam upaya penyelamatan nyawa pasien. IGD sebagai unit pelayanan yang menangani pasien dengan kondisi kritis atau kegawatdaruratan medis menuntut setiap tindakan dilakukan berdasarkan kemampuan dan kesiapan tenaga kesehatan, khususnya perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan dengan kemampuan perawat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan di ruang IGD RS Bintang Amin Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapan dan kemampuan perawat, yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 15 perawat, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025, dan analisis data dilakukan menggunakan program komputer dengan uji statistik Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesiapan dengan kemampuan perawat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan, dengan nilai p-value sebesar 0,001 (< 0,05). Kesimpulan: Berdasarkan temuan ini, perawat IGD maupun rumah sakit untuk meningkatkan pengembangan kompetensi perawat melalui pelatihan –pelatihan kegawatdaruratan secara berkala.
Perilaku Dan Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru: Measures to Prevent the Spread of Pulmonary Tuberculosis Among Patients Ida Yatun Khomsah; Sarinah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.335

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis Paru merupakan penyakit infeksi menular yang dapat mengakibatkan kematian. Hingga kini, penyakit Tuberkulosis Paru tetap menjadi tantangan sebagai masalah kesehatan teratas di dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pasien terkait pencegahan penularan penyakit Tuberkulosis Paru sebagai data awal pemahaman pasien tentang perilaku pencegahan penularan pasien. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung, pada bulan  Agustus sampai dengan  September 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Seluruh pasien Tuberkulosis Paru berjumlah 62 responden menjadi populasi dalam penelitian ini dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup tiga aspek, yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan.  Hasil: Penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden (59,7%) menunjukkan perilaku yang buruk dalam pencegahan penularan, sementara (40,3%) menunjukkan perilaku yang baik. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis Paru masih tergolong rendah, sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan dukungan semua elemen masyarakat untuk membantu memutus rantai penularan penyakit ini.