cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 239 Documents
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tanaman Averrhoa spp. (Belimbing): Literature Review Firdaus, Nafisa Arifa; Triyandhi, Ramadhan; Rahayu, Ihsanti Dwi; Iqbal, Muhammad
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.932

Abstract

Tanaman dari genus Averrhoa (belimbing) dikenal dalam pengobatan tradisional karena kandungan fitokimianya. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengonsolidasikan temuan ilmiah terkait aktivitas antibakteri ekstrak berbagai bagian tanaman Averrhoa spp. terhadap bakteri patogen. Metode yang digunakan adalah penelaahan sistematis terhadap tujuh artikel penelitian eksperimental. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri sangat bervariasi, bergantung pada spesies, bagian tanaman, dan bakteri target. Ekstrak daun Averrhoa bilimbi (belimbing wuluh) menunjukkan aktivitas tertinggi, dengan diameter zona hambat mencapai 17,07 mm terhadap Propionibacterium acnes dan bersifat dose-dependent. Kombinasi ekstrak daun A. bilimbi dan A. carambola (belimbing manis) menunjukkan efek sinergis terhadap Staphylococcus aureus. Namun, ekstrak buah A. carambola tidak menunjukkan aktivitas terhadap Streptococcus pneumoniae. Secara umum, ekstrak Averrhoa spp. lebih aktif terhadap bakteri Gram-positif. Disimpulkan bahwa daun A. bilimbi memiliki potensi antibakteri yang paling menjanjikan, sementara efektivitasnya dipengaruhi oleh konsentrasi dan metode formulasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk isolasi senyawa aktif murni, uji toksisitas, dan pengembangan formulasi yang stabil.
Literature review: Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Penggunaan Obat Off-label Misoprostol dengan Oksitosin Sebagai Induksi Persalinan Faliha, Raisati Hikmah; Suri, Nurma; Andrifianie, Femmy
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.933

Abstract

Perubahan fisiologis selama kehamilan memengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat, sehingga penggunaan obat pada ibu hamil memerlukan kehati-hatian. Misoprostol, analog prostaglandin E1 dengan indikasi resmi yang diperbolehkan oleh FDA untuk terapi tukak lambung akibat pemakaian obat antiinflamasi non-steroid (AINS), sering diresepkan secara off-label sebagai agen induksi persalinan, sementara oksitosin merupakan agen resmi untuk induksi persalinan. Artikel ini bertujuan meninjau efektivitas dan keamanan misoprostol dibandingkan oksitosin dalam induksi persalinan. Kajian ini merupakan literature review, penelusuran artikel melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate. Kriteria inklusi meliputi artikel yang menggunakan misoprostol atau oksitosin sebagai objek, tujuan penggunaan misoprostol dan oksitosin untuk induksi persalinan, desain studi eksperimental, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan diterbitkan pada tahun 2015-2025. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak dapat diakses secara lengkap. Hasil kajian menunjukkan bahwa misoprostol memiliki efektivitas yang sebanding hingga lebih baik dibandingkan oksitosin, terutama dalam mempercepat waktu persalinan (p<0,05), meningkatkan keberhasilan induksi, dan meningkatkan kepuasan ibu (p<0,001). Angka persalinan pervaginam dan seksio sesarea bervariasi antarstudi. Berdasarkan aspek keamanan, misoprostol lebih sering dikaitkan dengan demam dan mual, sedangkan oksitosin memiliki risiko lebih tinggi terhadap takisistol (p=0.002) dan hiperstimulasi uterus (p=0.003). Luaran neonatal umumnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulannya misoprostol memberikan efektivitas dan keamanan yang sebanding hingga lebih baik dari pada oksitosin dalam menginduksi persalinan serta mempercepat proses persalinan.
Hubungan MPASI dan Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian Balita Wasting Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur Rahmah, Amelia; Aprianti; Mahpolah; Syainah, Ermina
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.938

Abstract

Wasting merupakan salah satu bentuk malnutrisi akut pada balita yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada usia 6–23 bulan. Praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai serta ketidaklengkapan imunisasi dasar diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya wasting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan praktik pemberian MP-ASI dan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Sampel sebanyak 78 balita terdiri dari 39 balita wasting (kasus) dan 39 balita dengan status gizi normal (kontrol) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara menggunakan kuesioner terkait praktik MP-ASI, serta penelusuran buku KIA dan rekam medis untuk status imunisasi dasar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita wasting menerima MP-ASI yang tidak sesuai (79,5%) dan memiliki status imunisasi dasar tidak lengkap (71,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pemberian MP-ASI dan kejadian wasting (p = 0,001; OR = 2,1), serta antara kelengkapan imunisasi dasar dan kejadian wasting (p = 0,001; OR = 1,9). Praktik pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dan ketidaklengkapan imunisasi dasar berhubungan signifikan dengan kejadian wasting pada balita usia 6–23 bulan.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit X Kabupaten Kediri Tahun 2023-2024 Dianita, Syarofina; Siswidiasari, Arifani; Agus P, Tridoso Sapto
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.957

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) adalah infeksi menular yang terutama mempengaruhi organ paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis yang ditularkan melaui perantara ludah atau dahak pada saat batuk. Keberhasilan terapi TB tidak hanya bergantung pada ketepatan pemberian obat, tetapi juga pada kepatuhan pasien selama terapi dan rasionalitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rasionalitas pengobatan pasien TB dengan terapi obat antituberkulosis (OAT) di Rumah Sakit X Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan deskriptif retrospektif berdasarkan rekam medis pasien rawat inap TB. Teknik pengambilan sampel secara total sampling sehingga diperoleh sebanyak 81 pasien. Hasil dianalisa secara deskriptif univariat yang disajikan secara distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan rasionalitas penggunaan OAT pada pasien TB diperoleh hasil yaitu tepat indikasi 81 pasien (100%), tepat pasien 81 pasien (100%), tepat pemilihan obat 81 pasien (100%), tepat dosis 81 pasien (100%), tepat cara pemberian 81 pasien (100%), dan tepat interval waktu 81 pasien (100%). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan OAT di Rumah Sakit X Kabupaten Kediri telah dilaksanakan secara rasional dan sesuai pedoman pengobatan TB.
Gambaran Biaya Non Medis Langsung Dan Biaya Tidak Langsung Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Kupang Kota Sinuor, Christiani M. Odi; Nani, Maria Ifoni Melani
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.964

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB paru di lakukan selama 6 Bulan menggunakan terapi OAT yang dibagi dalam 2 fase, yaitu fase awal dan fase lanjutan. Durasi pengobatan tuberkulosis yang cukup lama mempengaruhi beban ekonomi. Biaya non medis langsung adalah biaya untuk pasien dan keluarga yang berkaitan langsung dengan perawatan tetapi tidak berkaitan langsung dengan pengobatan sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya hilangnya produktivitas akibat suatu penyakit atau karena kematian. Dalam bidang farmasi, farmakoekonomi menggambarkan dan menganalisis biaya pengobatan bagi masyarakat atau sistem layanan kesehatan. Mengatasi biaya langsung dan tidak langsung akibat TB sangat penting untuk mengatasi hambatan akses, kepatuhan pengobatan, dan meminimalkan beban ekonomi pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata biaya non medis langsung dan biaya tidak langsung yang di keluarkan oleh pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study dan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang diperoleh sebanyak 12 pasien yang sedang menjalani pengobatan pada periode 2024-2025. Beban ekonomi yang harus di tanggung oleh pasien untuk biaya non-medis langsung mencakup beberapa komponen, yaitu biaya transportasi sebesar Rp 2.572.000, biaya konsumsi sebesar Rp 320.000, dan biaya lain-lain sebesar Rp 413.500. Selain itu, terdapat juga biaya tidak langsung berupa kerugian akibat hilangnya produktivitas selama masa pengobatan, yang mencapai Rp 68.600.000. Dari seluruh komponen tersebut, kerugian terbesar berasal dari hilangnya upah produktif, yakni Rp 68.600.000, sedangkan pengeluaran terkecil adalah untuk konsumsi sebesar Rp 320.000.
Hubungan Standar Pelayanan Minimal Gizi dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan Asiah, Nur; Yanti, Rusmini; Hariati, Niken Widyastuti; Abdurrachim, Rijanti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.968

Abstract

Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan rumah sakit, termasuk pelayanan gizi. Pelayanan gizi rawat inap di rumah sakit wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) gizi, seperti ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah 62 pasien rawat inap di ruang Penyakit Dalam yang memenuhi kriteria inklusi (total sampling). Variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien, sedangkan variabel independen adalah ketepatan pemberian diet dan ketepatan waktu pemberian makanan. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien sebesar 87,1%, ketepatan pemberian diet sebesar 88,7%, dan ketepatan waktu pemberian makanan sebesar 83,9%. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara ketepatan pemberian diet dengan kepuasan pasien (p = 0,001; r = 0,40) serta terdapat hubungan antara ketepatan waktu pemberian makanan dengan kepuasan pasien (p = 0,001; r = 0,59). Disarankan rumah sakit memperkuat alur pelayanan gizi dan koordinasi antarprofesi untuk meningkatkan ketepatan diet dan ketepatan waktu pemberian makanan, sehingga kepuasan pasien dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Mengwi II Dewi, I Gusti Ayu Sri Kumala; Lisnawati, Ketut; Asdiwinata, I Nyoman
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.982

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berisiko menimbulkan komplikasi serius sehingga memerlukan kepatuhan diet yang baik, namun kepatuhan penderita seringkali masih rendah. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan perilaku diet penderita. Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi di Puskesmas Mengwi II Badung. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 135 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori cukup (67,4%) dan kepatuhan diet kategori cukup (51,9%). Uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,558. Terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada penderita hipertensi.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Tentang Perilaku Bullying di SD Negeri 11 Pedungan Tri Sutrisna Manuaba, Ida Bagus; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Wahyudi, Hendro
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.990

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, serta perkembangan sosial anak. Perilaku bullying yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan gangguan emosional, menurunnya prestasi belajar, serta terganggunya hubungan sosial antar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan anak tentang perilaku bullying di SD Negeri 11 Pedungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI di SD Negeri 11 Pedungan dengan jumlah sampel sebanyak 75 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun untuk menilai tingkat pengetahuan siswa mengenai bullying, meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian berdasarkan 75 siswa di SD Negeri 11 Pedungan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak tentang perilaku bullying berada pada kategori cukup sebanyak 36 siswa (48,0%), kategori baik sebanyak 27 siswa (36,0%), dan kategori kurang sebanyak 12 siswa (16,0%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai bullying, namun pengetahuan tersebut belum sepenuhnya optimal. Pengetahuan pada kategori cukup menunjukkan bahwa siswa telah mengenal pengertian dan bentuk-bentuk bullying, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam memahami dampak jangka panjang serta upaya pencegahan perilaku bullying secara menyeluruh.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Usia Sekolah Dasar tentang Diare di SD Negeri 4 Sidan Cut Wulan Sariyanti, Dewa Ayu; Asdiwinata, I Nyoman; Resiyanthi, Ni Komang Ayu
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.991

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah dasar akibat daya tahan tubuh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan anak tentang diare di SD Negeri 4 Sidan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 62 siswa kelas III-VI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berisi 20 pertanyaan yang mencakup definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (45,2%), diikuti kategori rendah (38,7%), dan baik (16,1%). Hasil crosstabulation menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih baik cenderung ditemukan pada anak dengan usia lebih muda dan kelas bawah, sedangkan pengetahuan rendah lebih banyak ditemukan pada anak usia lebih muda. Berdasarkan jenis kelamin, tidak ditemukan perbedaan yang mencolok antara siswa laki-laki dan perempuan terhadap tingkat pengetahuan diare. Analisis menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan siswa dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi kesehatan, kebilsaan personal hygiene yang belum optimal, serta lingkungan sekolah dan rumah yang kurang mendukung penerapan perilaku hidup bersih. Kurangnya paparan media edukatif dan minimnya program kesehatan terstruktur juga turut berkontribusi pada rendahnya pemahaman terkait diare. Program edukasi di sekolah perlu menitikberatkan pada praktik cuci tangan yang benar, penggunaan air bersih, serta pencegahan penularan penyakit. Upaya promotif dan preventif ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan berkontribusi pada penurunan angka kejadian diare di lingkungan sekolah.
Profil Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Matoa (Pometia pinnata Forst) Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Rahmah, Aulia; Julianti, Army; Ulpah, Nor Sipa Aulia
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.1000

Abstract

Penelitian ini membahas profil flavonoid pada ekstrak etil asetat daun matoa (Pometia pinnata), yang dikenal kaya akan senyawa bioaktif, khususnya flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil senyawa flavonoid daun matoa yang diekstraksi secara ultrasonik menggunakan pelarut etil asetat. Metode yang digunakan meliputi penggunaan alat spektrofotometer UV-Vis, ultrasonic cleaner, serta KLT silika gel untuk karakterisasi senyawa. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat daun matoa mengandung flavonoid. Hasil identifikasi KLT dari ekstrak etil asetat daun matoa menggunakan eluen Kloroform : etanol (2:8) didapatkan nilai Rf 0,73; 0,77; 0,91. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dengan 3 kali replikasi, diperoleh rata-rata kadar flavonoid total sebesar 63.256 ± 8.858 mgQE/g. Daun matoa yang diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat secara ultrasonik menghasilkan kadar flavonoid yang cukup tinggi.