cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 239 Documents
Review Artikel: Ekstrak Sebagai Antihiperlipidemia Anjani, Siti Monica; Agustina, Ani
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.981

Abstract

Hiperlipidemia adalah gangguan metabolisme lipid yang meningkatkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL. Meskipun terapi farmakologi seperti statin efektif, penggunaan jangka panjang sering memicu efek samping, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Review ini bertujuan mengidentifikasi senyawa kimia dan penggunaan tradisional berbagai tumbuhan yang memiliki aktivitas antihiperlipidemia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka melalui basis data Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci spesifik seperti “Aktivitas antihiperlipidemia” dan “Antihyperlipidemic activity”. Pencarian dilakukan menggunakan operator Boolean dan filter lanjutan untuk memperoleh referensi yang akurat dan relevan. Berdasarkan sintesis terhadap 10 artikel penelitian in vivo, ditemukan bahwa ekstrak berbagai tanaman secara signifikan mampu menurunkan kadar kolesterol total pada tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak dibandingkan dengan kontrol negatif. Senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid diidentifikasi sebagai komponen utama yang berperan dalam aktivitas tersebut. Mekanisme kerjanya meliputi penghambatan penyerapan lemak dan regulasi enzim metabolisme kolesterol. Hasil ini menegaskan potensi besar tanaman herbal sebagai agen antihiperlipidemia alami yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang.
Profil Farmakokinetika: Uji In Vitro Ekstrak Etanol Daun Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn) sebagai Antihipertensi Dengan Metode Disolusi Aryzki, Saftia; Asyiah; Permatasari, Bulan Ela; Anggraini, Sally Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.984

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan terapi jangka panjang. Captopril sebagai obat antihipertensi golongan ACE inhibitor banyak digunakan, namun penggunaannya berpotensi menimbulkan interaksi ketika dikombinasikan dengan obat herbal. Daun ulin (Eusideroxylon zwageri) secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai antihipertensi, sehingga perlu dikaji potensi interaksinya dengan captopril pada tahap farmakokinetika, khususnya disolusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil disolusi captopril 25 mg, ekstrak etanol daun ulin, serta kombinasi keduanya secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain posttest only control group design. Uji disolusi dilakukan menggunakan alat dissolution tester dengan medium dapar 900 mL pada suhu 37°C dan kecepatan 100 rpm selama 390 menit. Sampel diambil setiap 30 menit dan dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 236 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa captopril tunggal memiliki profil disolusi yang relatif stabil dan meningkat seiring waktu. Kombinasi captopril dengan ekstrak etanol daun ulin menunjukkan nilai absorbansi dan konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan captopril tunggal pada seluruh interval waktu. Hal ini mengindikasikan adanya interaksi pada tahap disolusi yang diduga dipengaruhi oleh senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak daun ulin. Simpulan penelitian ini adalah kombinasi captopril dan ekstrak etanol daun ulin berpotensi menimbulkan interaksi farmakokinetika pada tahap disolusi, sehingga penggunaannya secara bersamaan tidak disarankan tanpa pengaturan jeda waktu konsumsi.
Hubungan Kebiasaan Makan, Pengetahuan Gizi, Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Overweight Pada Remaja (Studi di SMAN 2 Martapura) Aisya Amalia; Rosihan Anwar; Meilla Dwi Andrestian; Rusmini Yanti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.992

Abstract

Overweight menjadi masalah gizi yang semakin meningkat pada remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Prevalensi overweight di wilayah Kabupaten Banjar pada tahun 2024 menunjukkan angka yang signifikan, dengan beberapa sekolah seperti SMAN 2 Martapura memiliki persentase remaja dengan status gizi lebih mencapai 25,3%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja di SMAN 2 Martapura. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2025 di SMAN 2 Martapura, Kabupaten Banjar. Jumlah responden sebanyak 97 remaja yang terdiri dari remaja dengan status gizi overweight dan status gizi normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, pengetahuan gizi, maupun aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja. Meskipun demikian, remaja dengan pola makan yang kurang baik, pengetahuan gizi yang terbatas, serta tingkat aktivitas fisik yang rendah tetap memiliki risiko mengalami overweight, meskipun secara statistik hubungan tersebut tidak signifikan. Diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya aktivitas fisik secara teratur bagi remaja, untuk menjaga status gizi yang optimal dan mencegah risiko overweight di masa depan.
Konsumsi Minuman Berkafein sebagai Faktor Risiko Tekanan Darah Diatas Normal pada Pra Lansia di Posbindu UPT Puskesmas Dabo Lama Junita, Murni; Rizma, Amalina; Desy
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.997

Abstract

Pra lanjut usia (45–59 tahun) dan lanjut usia (60–69 tahun) memiliki risiko tinggi terhadap masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang dialami lansia dan pra lansia adalah penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara konsumsi minuman kafein dengan tekanan darah pra lansia. Penelitian menggunakan metode observasional analitik pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 37 orang pra lansia sehat dengan menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Semi-Quantitatif Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Rank Spearman. Mayoritas responden memiliki konsumsi minuman kafein cukup. Adapun rata-rata konsumsi minuman kafein yaitu 183 mg/hari. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi minuman kafein (p<0,05) dengan tekanan darah pra lansia di posbindu UPT Puskesmas Dabo Lama.
Tinjauan Literatur: Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mahasiswa dalam Penggunaan Kosmetik Pencerah Kulit Fahmi, Amanda Triana; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Ulandari, Atri Sri
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.1009

Abstract

ABSTRAK. Kosmetik pencerah kulit masih banyak digunakan di berbagai negara dan menjadi perhatian dalam bidang kesehatan karena dipengaruhi oleh faktor sosial serta berpotensi menimbulkan dampak pada kesehatan. Mahasiswa merupakan kelompok usia dewasa muda yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan paparan media, sehingga penggunaan kosmetik pencerah kulit masih ditemukan pada kelompok ini. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa dalam penggunaan kosmetik pencerah kulit. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel penelitian asli yang dipublikasikan dalam bahasa Indonesia atau Inggris dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya telah mengenal kosmetik pencerah kulit, namun pemahaman mengenai risiko penggunaannya masih bervariasi. Sikap mahasiswa cenderung menerima penggunaan kosmetik pencerah kulit dan dipengaruhi oleh persepsi kecantikan serta lingkungan sosial. Praktik penggunaan tetap ditemukan meskipun terdapat pengetahuan mengenai risiko penggunaan produk tersebut. Tinjauan ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa terkait penggunaan kosmetik pencerah kulit tidak selalu berjalan searah.
Profil Tekanan Darah Masyarakat Banda Neira Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Indriyani, Reny; Hajar, Siti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.1028

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global utama yang sering tidak terdiagnosis, namun data epidemiologis spesifik pada masyarakat wilayah kepulauan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil tekanan darah masyarakat Banda Neira ditinjau dari karakteristik usia dan jenis kelamin. Penelitian deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 95 responden yang terdiri dari kelompok usia dewasa dan lansia. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah standar dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (70,5%) mengalami hipertensi. Secara spesifik, hipertensi mendominasi kelompok lansia (29 dari 34 responden), namun prevalensi pada kelompok dewasa juga tergolong tinggi (38 dari 61 responden). Berdasarkan jenis kelamin, proporsi kejadian hipertensi ditemukan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Hipertensi merupakan beban kesehatan masyarakat yang serius di Banda Neira, yang menyerang usia produktif maupun lansia. Temuan ini menekankan urgensi intensifikasi program skrining rutin dan edukasi gaya hidup sehat berbasis komunitas untuk mencegah komplikasi kardiovaskular di wilayah kepulauan.
Review Artikel: Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri di Pelayanan Kesehatan Primer Angelica Dwita Handayani; Rani Himayani; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti; Asep Sukohar
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1036

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi, terutama pada pasien geriatri, dan sering kali memerlukan terapi jangka panjang menggunakan obat antihipertensi. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, evaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertensi menjadi penting, khususnya di pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di pelayanan kesehatan primer. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif terhadap artikel ilmiah yang diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang tahun 2015–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri umumnya telah memenuhi kriteria rasionalitas, terutama pada aspek tepat indikasi, tepat pasien, dan tepat dosis. Obat yang paling banyak digunakan adalah amlodipin dari golongan calcium channel blocker (CCB), baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi. Namun, masih ditemukan ketidaktepatan pada pemilihan obat dan regimen terapi pada beberapa kasus. Kesimpulannya, penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di pelayanan kesehatan primer secara umum sudah rasional, tetapi tetap diperlukan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi.
Efektivitas Penerapan Video Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Hipertensi Di UPT Puskesmas Sungai Iliran Vera Dadeska; Suci Amin; Rahmaniza Rahmaniza
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1040

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, termasuk faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaannya, menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya prevalensi penyakit ini. Edukasi yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat guna mencegah dan mengendalikan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan video edukasi terhadap pengetahuan hipertensi di UPT Puskesmas Sungai Iliran. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada 16 responden yang dipilih dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan hipertensi yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan setelah diberikan video edukasi, dengan hasil analisis statistik dengan nilai prevalensi didapatkan hasil p value 0,00 < 0,005. Hal ini membuktikan bahwa penerapan video edukasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi. Oleh karena itu, penggunaan video edukasi dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam program edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi.
Pengaruh Edukasi Keluarga Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Pada Pasien Hiperbilirubin Di Ruangan SCN Rsia Zainab Tahun 2025 Fini Andrika; Suci Amin; Ahmad Redho; Arya Ramadia
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1044

Abstract

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat jumlah kematian neonatal tahun 2022 sebanyak 416 kasus, yang menjadi penyebab kematian neonatal di antaranya hiperbilirubin sebanyak 13,1%. Data yang diperoleh dari ruang perina RSIA Zainab Kota Pekanbaru menunjukkan jumlah kejadian hiperbilirubin pada neonatus tahun 2023 sebanyak 398 dari 912 bayi yang dirawat karena hiperbilirubin. Pengetahuan dan tindakan yang kurang pada ibu menyebabkan penanganan ikterus pada neonatus menjadi lebih lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin di Ruang SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan one-group test and post test. Penelitian ini dilakukan di Ruang SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang bayinya dirawat di Ruangan SCN dengan hiperbilirubin pada bulan Juli–Oktober, dengan jumlah 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 22 orang . Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data diolah dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan uji Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menemukan bahwa sebelum diberikan edukasi sebanyak 50,0% orang tua bayi berpengetahuan rendah, sesudah diberikan diberikan edukasi, sebanyak 77,3% berpengetahuan baik. Terdapat pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin. (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah terdapat  pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin di Ruangan SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Disarankan kepada manajemen RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru untuk  membuat program edukasi tentang  hiperbilirubin terhadap ibu yang akan bersalin sehingga ibu bayi dapat melakukan upaya pencegahan dan  penanganan yang tepat pada bayi yang mengalami hiperbilirubin.
Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Peningkatan Kepatuhan Terapi Pasien DM: Narrative Review Melisa Yasmin; Dwi Aulia Ramdini; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1047

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang serta kepatuhan pasien yang optimal. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi pada pasien diabetes meningkatkan risiko komplikasi serius, menurunkan kualitas hidup, serta membebani sistem pelayanan kesehatan. Salah satu intervensi penting untuk meningkatkan kepatuhan adalah konseling oleh apoteker yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakitnya, kepatuhan dalam penggunaan obat, serta perbaikan hasil klinis. Tujuan dari narrative review ini adalah mengulas pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan terapi pada pasien DM berdasarkan bukti empiris terkini. Artikel ditelusuri melalui database Google Scholar dan PubMed, menggunakan kata kunci yang relevan dan dibatasi pada tahun publikasi 2020–2025. Total terdapat 32 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi: tersedia dalam full-text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan secara spesifik meneliti intervensi konseling apoteker pada pasien diabetes. Hasil narrative review menunjukkan bahwa konseling apoteker secara signifikan meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, menurunkan kadar glukosa darah puasa, menurunkan HbA1c, memperbaiki profil lipid, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode konseling bervariasi, mulai dari kunjungan rumah (home pharmacy care), pendekatan individual, hingga program komunitas seperti Prolanis. Secara keseluruhan, konseling apoteker terbukti efektif dan layak diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam layanan kefarmasian untuk mendukung keberhasilan terapi pada pasien DM.