cover
Contact Name
Rina Saputri
Contact Email
apt.rinasaputri@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
sainsmedisina@wpcpublisher.com
Editorial Address
Komplek Kelapa Sawit No.13 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sains Medisina
ISSN : -     EISSN : 29641853     DOI : -
Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Articles 250 Documents
Tinjauan Literatur: Potensi Drug-Drug Interactions pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Intan Herawati; Citra Yuliyanda Pardilawati; Femmy Andrifianie; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1274

Abstract

Pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 umumnya mengalami berbagai penyakit penyerta yang memerlukan penggunaan banyak obat secara bersamaan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji gambaran potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan interaksi obat, geriatri, dan diabetes melitus tipe 2. Kriteria inklusi dalam penelitian ini berupa penelitian asli, tersedia dalam bentuk full-text, diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2016–2026. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi ditelaah lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 berkisar antara 51,5% hingga 96%. Sebagian besar interaksi termasuk ke dalam kategori moderate dengan mekanisme farmakodinamik. Polifarmasi dilaporkan berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko interaksi obat. Kelompok obat yang sering digunakan oleh pasien meliputi antidiabetes, antihipertensi, dan antiplatelet. Potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 masih tergolong tinggi sehingga diperlukan pemantauan terapi dan evaluasi penggunaan obat secara berkala untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi.
Analisis Potensi Interaksi Obat Antihipertensi pada Resep Polifarmasi Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Tipe C Kota Bandung Evelyn Stepania Emamia; Dolih Gozali; Nimas Ayu Sari
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1335

Abstract

Penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan sering disertai polifarmasi sehingga meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat antihipertensi pada resep polifarmasi pasien rawat jalan di rumah sakit tipe C Kota Bandung. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan sumber data berupa kajian resep pasien rawat jalan periode September–November. Seluruh resep yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat dan diklasifikasikan berdasarkan golongan obat, tingkat keparahan, serta implikasi klinisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi interaksi obat antihipertensi paling banyak melibatkan golongan calcium channel blocker, khususnya amlodipin. Sebagian besar interaksi berada pada tingkat keparahan moderat, diikuti oleh interaksi mayor. Interaksi yang sering ditemukan melibatkan kombinasi antihipertensi dengan obat antihipertensi, antiinflamasi nonsteroid (NSAID), statin, obat antidiabetes, benzodiazepine, dan nitrat. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining interaksi obat dan peran apoteker dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional pada pasien hipertensi rawat jalan.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) dan Perkembangan Formulasinya Dalam Sediaan Farmasi: Literatur Review Vanesya Naya Larrassati; Afriyani Afriyani; Femmy Andrifianie; Citra Yuliyanda Pardilawati
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1368

Abstract

Infeksi bakteri dan resistensi obat merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Salah satu pilihan potensial adalah pemanfaatan tanaman obat, seperti daun tapak liman (Elephantopus scaber L.), yang menunjukkan sifat antibakteri. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki kemanjuran antibakteri ekstrak daun tapak liman dan pengembangan formulasinya dalam aplikasi farmasi melalui tinjauan literatur. Pendekatan yang digunakan melibatkan pencarian artikel ilmiah melalui Google Scholar yang mencakup periode dari tahun 2016 hingga 2026. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tapak liman menunjukkan kemanjuran antibakteri terhadap bakteri Gram-negatif, dengan zona inhibisi maksimum 27 mm terhadap Escherichia coli, dan terhadap bakteri Gram-positif, dengan maksimum 20 mm terhadap Staphylococcus aureus. Dalam formulasi farmasi, efikasi maksimum terhadap bakteri Gram-negatif adalah 17,57 mm terhadap Pseudomonas aeruginosa dalam formulasi gel, sedangkan aktivitas tertinggi terhadap bakteri Gram-positif adalah 13,60 mm terhadap Streptococcus mutans dalam formulasi obat kumur. Kesimpulannya adalah daun tapak liman memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami dan dapat dikembangkan menjadi formulasi farmasi.
Analisis Volumetri Resorsinol Secara Bromometri Bromatometri Dalam Bidang Farmasi Arya Angga Putra; Tatu Amelia Putri; Nita Rusdiana
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1433

Abstract

Resorsinol merupakan senyawa fenolik yang banyak digunakan dalam bidang farmasi sebagai keratolitik dan antiseptik pada sediaan dermatologis. Pengawasan mutu resorsinol sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas sediaan farmasi. Bromatometri dan bromotometri merupakan metode analisis volumetri berbasis reaksi brominasi yang digunakan untuk penetapan kadar senyawa fenolik termasuk resorsinol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip, mekanisme, kelebihan, dan keterbatasan metode bromatometri dan bromotometri berdasarkan literatur 2020 - 2025. Metode yang digunakan adalah reviu naratif dengan penelusuran literatur dari basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua metode bekerja berdasarkan reaksi substitusi elektrofilik aromatik antara brom dan gugus fenol resorsinol. Metode ini memiliki keunggulan berupa prosedur sederhana, biaya rendah, serta tidak memerlukan instrumen canggih. Namun demikian, metode ini memiliki keterbatasan dalam hal sensitivitas dan selektivitas dibandingkan dengan metode instrumental seperti HPLC dan voltametri. Kesimpulannya, bromatometri dan bromotometri masih relevan digunakan dalam analisis farmasi terutama pada laboratorium pendidikan dan pengujian rutin.
Analisis Komparatif Parameter Fisika, Kimia, dan Biologi pada Berbagai Sumber Perairan di Indonesia: Sebuah Telaah Literatur Nazira Ramadani; Nita Rusdiana
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1443

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan parameter fisika, kimia, dan biologi pada berbagai sumber perairan di Indonesia berdasarkan telaah literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan pendekatan deskriptif komparatif terhadap delapan artikel jurnal nasional yang diterbitkan pada tahun 2016–2026 dan diperoleh melalui basis data Google Scholar. Data diekstraksi berdasarkan lokasi penelitian, karakteristik sampel, metode pengambilan dan analisis sampel, parameter kualitas air yang diukur, serta hasil utama dari masing-masing penelitian. Hasil telaah menunjukkan bahwa kualitas air di Indonesia memiliki kondisi yang beragam sesuai dengan karakteristik wilayah dan aktivitas manusia di sekitarnya. Sungai Citarum dan Sungai Petanu menunjukkan indikasi pencemaran yang cukup tinggi akibat aktivitas domestik, industri, dan pertanian, yang ditandai dengan meningkatnya kadar BOD, COD, fosfat, dan fecal coliform melebihi baku mutu. Sebaliknya, kualitas air di kawasan Universitas Bengkulu masih berada dalam kategori tercemar ringan dan layak digunakan untuk keperluan higiene dan sanitasi. Sementara itu, perairan Selat Malaka dan kawasan budidaya rumput laut di Desa Panaikang umumnya masih mendukung fungsi ekologis dan pemanfaatan perairan. Kesimpulannya, kualitas perairan di Indonesia dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik dan kondisi lingkungan setempat, sehingga diperlukan upaya pengelolaan limbah, pemantauan kualitas air secara berkala, serta pengawasan terhadap sumber pencemar untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Review Artikel: Analisis Formulasi Dan Evaluasi Tablet Effervescent Dengan Metode Granulasi Basah Fina Salsabila Nur Aini; Iftitah Nakhlah Sani; Seylin Zavira Ananta; Auliya Ika Putri; Anisa Khanif Khusnia; Ryan Satria Pranata; Mulia Maharani; Dewi Rahmawati; Dzakiya Dzihrotulwida
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1453

Abstract

Tablet effervescent merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang banyak diminati karena praktis digunakan, memiliki rasa yang lebih dapat diterima, serta mampu larut dengan cepat dalam air sebelum dikonsumsi. Meskipun demikian, pengembangan tablet effervescent sering menghadapi kendala akibat sifat bahan penyusunnya yang mudah menyerap kelembapan dan rentan mengalami reaksi prematur. Salah satu metode yang banyak diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah granulasi basah karena dapat meningkatkan kualitas granul sebelum proses pencetakan tablet. Kajian ini bertujuan mengevaluasi berbagai penelitian terkait formulasi dan karakteristik fisik tablet effervescent yang dibuat menggunakan metode granulasi basah. Artikel dikumpulkan melalui penelusuran pustaka dari Google Scholar, Google, dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan granulasi basah mampu menghasilkan granul dengan kemampuan alir dan kompresibilitas yang baik sehingga mendukung terbentuknya tablet dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Perbedaan komposisi sumber asam, basa, maupun bahan pengikat terbukti memengaruhi karakteristik produk, seperti kekerasan, keseragaman bobot, kadar air, pH, dan waktu larut. Secara keseluruhan, metode granulasi basah dinilai efektif untuk menghasilkan tablet effervescent yang stabil, seragam, dan memiliki kualitas fisik yang baik.
Analisis Fungsi Perencanaan Kepala Ruangan Terhadap Semangat Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Tahun 2026 Wahid Sofian; Susanti Susanti
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1518

Abstract

Semangat kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh sikap moral kerja, kedisplinan dan prestasi kerja. Dengan semangat kerja yang tinggi, maka kinerja akan meningkat karena pegawai akan bekerja secara lebih tekun sehingga hasil dari pekerjaannya dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Untuk meningkatkan semangat kerja yang baik maka diperlukan penerapan manajemen keperawatan yang baik karena memiliki dampak langsung terhadap semangat kerja perawat. Dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara efektif, tenaga keperawatan dapat merasa lebih dihargai, termotivasi, dan berkomitmen dalam pekerjaannya.penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi perencanaan manajemen keperawatan dengan semangat kerja perawat.Penelitian ini megunakan desain kuantitatif dan teknik pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang dipilih sebagai sampel dengan mengunakan total sampling. Data dikumpulkan mengunakan kuisioner dan dianalisis mengunakan uji gamma. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi perencanaan kepala ruangan (p= 0,010 ; r 0.451) fungsi perencanaan mempengaruhi semangat kerja perawat dikarenakan untuk menumbuhkan semangat kerja perawat harus ada perencanaan yang baik, dengan perencanaan yang baik pembagian tanggung jawab dan wewenang yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan perawat serta terjalin hubungan antara perawat pelaksana dan kepala ruangan dengan baik.
Literature Review: Potensi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dalam Inovasi Sediaan Topikal serta Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ni Komang Sumantri; Ramadhan Triyandi; Femmy Andrifianie; Tri Umiana Soleha
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1188

Abstract

Penyakit infeksi dan stres oksidatif merupakan permasalahan kesehatan yang terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik dan kebutuhan akan sumber antioksidan alami. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan tanaman obat asli Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif, meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri, yang diketahui memiliki beragam aktivitas farmakologis. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak daun sirih merah dalam inovasi sediaan topikal, serta mengkaji aktivitas antibakteri dan antioksidannya berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate menggunakan kata kunci yang relevan, dengan batasan tahun publikasi 2022-2026. Dari 101 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel utama dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah berhasil diformulasikan ke dalam berbagai sediaan topikal, yaitu gel, nano spray gel, krim, dan salep, dengan evaluasi fisik yang memenuhi standar kefarmasian. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 90% dengan nilai IC₅₀ sebesar 34,53 ppm (kategori sangat kuat). Aktivitas antibakteri menunjukkan efektivitas terhadap berbagai patogen termasuk MRSA, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, dan Propionibacterium acnes, dengan pola dose-dependent yang konsisten. Berdasarkan hasil kajian literatur, ekstrak daun sirih merah memiliki potensi farmakologis yang signifikan sebagai bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal berbasis bahan alam. Aktivitas antioksidan yang kuat serta kemampuan menghambat berbagai bakteri patogen menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi alami untuk infeksi kulit dan kondisi yang berkaitan dengan stres oksidatif.
Literatur Review: Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Di Indonesia Terhadap Beyond Use Date Obat Haya Avia Aunillah; Eka Aurya Agustina; Elit Juwita Ratu; Savillah Rensyanawati; Bella Fevi Aristia; Amellya Oktafiani; Ainul Ghurri
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1390

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional merupakan aspek krusial dalam menjamin keamanan serta efektivitas terapi. Namun demikian, masih terdapat kesalah pahaman terkait beyond use date (BUD), terutama setelah kemasan obat dibuka atau dilakukan peracikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan masyarakat di Indonesia terhadap konsep BUD melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan berupa penelusuran literatur dari berbagai basis data ilmiah, seperti Google Scholar, dan ResearchGate dengan rentang publikasi tahun 2023–2025 menggunakan kata kunci yang relevan, seperti “beyond use date”, “tingkat pengetahuan masyarakat”, dan “penyimpanan obat”. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap BUD masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi tingkat pendidikan, sumber informasi, serta peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi. Rendahnya tingkat pemahaman tersebut berpotensi menyebabkan kesalahan dalam penyimpanan dan penggunaan obat, yang pada akhirnya dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi yang berkelanjutan dari tenaga kesehatan, khususnya apoteker, guna meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penggunaan obat yang aman dan rasional.
Evaluasi Pemberian (DOPS) Pada Perawatan Water Seal Drainage (WSD) Mahasiswa Keperawatan Semester 6 Universitas Aisyah Pringsewu Susanti Susanti; Desti Kurnia Putri; Wahid Sofian
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1403

Abstract

Kompetensi pendidikan perawat  merupakan investasi dan jaminan kesehatan masyarakat di masa depan. Penerapan DOPS dalam pendidikan kesehatan di Indonesia masih relatif baru dan belum banyak diintegrasikan ke dalam kurikulum terutama dalam bidang keterampilan prosedural seperti pemeriksaan fisik dan perawatan WSD. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pemberian metode DOPS terhadap peningkatan keterampilan pemeriksaan fisik dan perawatan WSD pada mahasiswa keperawatan semester 4 di Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasy ekperimental Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan One Group Pre-Post Test Without Control Group Design. Sampel berjumlah 32 responden yang dipilih melalui teknik Total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Standar Oprasional Prosedur (SOP) dengan uji t test independent. Hasil Menunjukan bahwa uji paired sample t-test di atas, diketahui nilai sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,001 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai DOPS terhadap ketrampilan pemeriksaan fisik dan Perawatan WSD. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebelum dan sesudah dilakukan DOPS  keterampilan pemeriksaan fisik dan WSD.