cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Guntur Saputra; Putri Mulia; Dwi Kurnia Putri; Ikhsan Ikhsan; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1267

Abstract

Penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada pangan masih ditemukan pada tahu putih yang dijual di pasar tradisional dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya formalin serta menentukan kadar formalin pada tahu putih di pasar tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 12 tahu putih yang diambil dari tiga pasar tradisional yaitu Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Kaget Pematang Gubernur. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi KMnO₄, asam kromatofat, dan pereaksi Schiff, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 12 sampel (25%) positif mengandung formalin, sedangkan 9 sampel (75%) negatif formalin. Kurva kalibrasi menghasilkan persamaan regresi linear y = 0,0775x + 0,0957 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,998 yang menunjukkan linearitas sangat baik. Hasil penetapan kadar formalin pada sampel positif berturut-turut sebesar 6,02%, 6,56%, dan 9,36%. Keberadaan formalin pada tahu putih menunjukkan masih adanya penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih terdapat tahu putih yang mengandung formalin di pasar tradisional Kota Bengkulu sehingga diperlukan peningkatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Kulit Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Riani Apriwindi; Oktoviani Oktoviani; Suci Rahmawati; Ikhsan Ikhsan; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol 70% kulit jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diikuti dengan penetapan kadar flavonoid menggunakan pereaksi AlCl₃ dan standar kuersetin. Analisis dilpenuliskan melalui pembuatan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum, kemudian nilai absorbansi sampel diukur dan dihitung menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 30,871% dan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan uji fitokimia. Penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa kulit jeruk Gerga Lebong berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan kesehatan. Metode spektrofotometri UV-Vis terbukti efektif, sensitif, dan penulisrat dalam analisis kuantitatif flavonoid. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan alami bernilai tambah.
Analisis Medication Error Fase Prescribing, Transcribing, Dispensing, dan Administration Terapi Intravena Pasien Anak: Review Naratif Kadek Dina Feronica Philip; Wahyu Utaminingrum; Erza Genatrika
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1269

Abstract

Medication error merupakan ancaman signifikan terhadap keselamatan pasien yang masih sering terjadi dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit. Kesalahan pengobatan dapat terjadi pada berbagai tahapan penggunaan obat, yaitu prescribing, transcribing, dispensing, dan administration. Pasien anak merupakan kelompok yang rentan mengalami medication error karena memerlukan perhitungan dosis yang disesuaikan dengan berat badan, usia, serta kondisi klinis. Risiko tersebut dapat meningkat pada penggunaan terapi intravena yang memerlukan ketelitian tinggi dalam proses penyiapan dan pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian medication error pada berbagai fase penggunaan obat pada pasien anak di rumah sakit, dengan penekanan pada terapi intravena apabila data tersedia. Penelitian dilakukan menggunakan metode narrative review terhadap 50 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa medication error ditemukan pada seluruh fase penggunaan obat. Pada fase prescribing, kesalahan dominan berupa ketidaklengkapan informasi resep seperti berat badan, dosis, dan rute pemberian. Pada fase transcribing ditemukan kesalahan penyalinan dan dokumentasi terapi. Fase dispensing didominasi oleh kesalahan penyiapan obat, pelabelan, serta rekonstitusi sediaan steril, sedangkan pada fase administration sering ditemukan ketidakpatuhan terhadap standar prosedur operasional pemberian obat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa medication error masih menjadi masalah dalam pelayanan pediatri sehingga diperlukan peningkatan sistem verifikasi obat, penerapan prosedur keselamatan pasien, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Dari Niat hingga Pemanfaatan: Model-Model Teoretis yang Menjelaskan Perilaku Konsumen dalam Penggunaan Layanan Kesehatan Muhammad Zaini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1270

Abstract

Keputusan masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, apotek, dan klinik tidak bersifat spontan, melainkan melewati serangkaian proses pertimbangan kognitif yang melibatkan persepsi risiko, kepercayaan, norma sosial, dan ketersediaan sumber daya. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan model-model teoretis yang paling banyak digunakan dalam penelitian tentang niat dan perilaku konsumen dalam penggunaan layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel-artikel penelitian dari database Scopus, PubMed, dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2024, dengan kriteria inklusi artikel berindeks, berbahasa Inggris atau Indonesia, yang membahas model atau teori terkait niat dan perilaku penggunaan layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan terdapat lima model yang dominan digunakan, yaitu: (1) Theory of Reasoned Action (TRA), (2) Theory of Planned Behavior (TPB), (3) Health Belief Model (HBM), (4) Technology Acceptance Model (TAM), dan (5) Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT/UTAUT2). Setiap model memiliki konstruk utama, kekuatan, dan keterbatasan yang berbeda dalam menjelaskan perilaku penggunaan layanan kesehatan. Pemilihan model perlu disesuaikan dengan konteks penelitian, populasi, dan jenis layanan kesehatan yang dikaji. Perkembangan terbaru menunjukkan kecenderungan penggunaan model terintegrasi dengan penambahan faktor kontekstual seperti kepercayaan dan kualitas layanan untuk meningkatkan daya prediksi perilaku penggunaan layanan kesehatan digital.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Ibu Premenopause Di Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung I Wayan Dedi Mulyadi; Umi Romayati; Rudi Winarno; Eka Trismiyana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1272

Abstract

Pendahuluan: Premenopause merupakan fase transisi pada wanita yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen yang dapat menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya gangguan kualitas tidur. Gangguan tidur pada ibu premenopause dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengonsumsi susu kedelai yang mengandung isoflavon sebagai fitoestrogen. Tujuan: Diketahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan kualitas tidur ibu premenopause di Kelurahan Bumi Waras wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung tahun 2026. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest–posttest. Dengan populasi ibu premenopause di Kelurahan Bumi Waras Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung sebanyak 84 responden, dan Sampel penelitian berjumlah 18 ibu premenopause yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas tidur sebelum intervensi sebesar 10,89 dan setelah intervensi menurun menjadi 6,78 dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan kualitas tidur ibu premenopause. Sehingga dapat di katakan bahwasanya susu kedelai dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur pada ibu premenopause, serta bagi tenaga Kesehatan dapat mensosialisasikan mengenai manfaat konsumsi susu kedelai untuk menggurangi gejala premenopause terutama terkait dengan kualitas tidur.
Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Semangka (Citrullus Lanatus) Dan Penentuan Nilai SPF Fadhilla Amelia Putri Sundaidi; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia; Oky Hermansyah; Tika Hardini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1273

Abstract

Paparan radiasi ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit sehingga diperlukan pengembangan produk tabir surya berbahan alami. Daun semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak etanol daun semangka serta mengevaluasi sifat fisik sediaan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi F0 (kontrol), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin dalam ekstrak. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 5,30–6,34, daya sebar 5,60–6,69 cm, dan viskositas 33.238,33–48.543,33 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 1,9065 ± 0,0340. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun semangka memiliki potensi sebagai bahan aktif pendukung (photoprotective enhancer) dalam formulasi tabir surya berbasis bahan alam, meskipun masih diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi UV.
Praktik Pemberian MP-ASI Dini: Perspektif Sikap dan Budaya Ibu Dian Ardyanti; Joko Sapto Pramono; Nina Mardiana; Indah Wardatul Jannah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1275

Abstract

Pendahuluan: Ketika MP-ASI diberikan pada usia dibawah 6 bulan, usus belum cukup berkembang untuk dapat menguraikan sisa dari makanan. jika hal ini terjadi terus menerus, maka akan lebih cepatnya terjadi kerusakan pada sistem cerna, sebab pada usia 0-6 bulan sistem cerna masih dalam tahap perkembangan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara sikap dan budaya ibu dengan praktik pemberian MP-ASI dini pada bayi usia di bawah 6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan. Dengan total sampel sebanyak 5 orang ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan dan kader kesehatan. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan. Hasil: Rata-rata latar belakang pendidikan ibu yaitu SMA/Sederajat. Sebagian besar pekerjaan ibu adalah ibu rumah tanga. Ibu sudah mengetahui dengan cukup baik mengenai pengetahuan tentang ASI dan MP-ASI. Susu formula merupakan makanan tambahan selain ASI yang diberikan ibu pada bayi. Kesimpulan: Para informan pada dasarnya memiliki pengatahuan yang memadai mengenai ASI dan MP-ASI, akan tetapi dalam pelaksanaannya pemberian makanan pendamping ASI masih kerap dilakukan menggunakan susu formula. Hal ini dipengaruhi oleh sebagian ibu yang memiliki bayi berusia di bawah 6 bulan. Saran: Bagi ibu diharapkan untuk dapat meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta penerapan MP-ASI yang tepat dan benar.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di Desa Klaten Rini Wahyuni; Siti Rohani; Elsy Juni Andri Kariny
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1276

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang umum terjadi pada masa kehamilan. Kehamilan Trimester III merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan perubahan peran menjadi orang tua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi, sebagian besar wanita hamil dalam keadaan cemas. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Desa Klaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan metode cross sectional . Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner , Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III berjumlah 31 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji chi square diketahui bahwa usia dengan nilai P Value 0,027, pendidikan dengan nilai P Value 0,038 dan dukungan Suami dengan nilai P Value 0,043. Jadi dapat disimpulkan bahwa usia, Pendidikan dan  dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Saran bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan frekuensi dan kualitas programnya seperti pembuatan Vidio dalam memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai kecemasan ibu hamil Trimester III dan dapat melibatkan kehadiran dan dukungan keluarga dalam semua hal dari kehamilan sampai proses persalinan untuk mengurangi tingkat kecemasan selama kehamilan.
Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Dari Ekstrak Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan Penentuan Nilai SPF Renti Rusita; Tri Danang Kurniawan; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1277

Abstract

Daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan senyawa fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta kemampuan menyerap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun mahkota dewa dalam bentuk gel tabir surya serta mengevaluasi karakteristik fisik dan nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan dalam empat formula, yaitu F0, F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki rendemen sebesar 20,69% serta mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik dengan bentuk semi solid, homogen, nilai pH 4,9–5,6, daya sebar 5,55–5,98 cm dan viskositas 30.912 – 44.766 cPs. Nilai SPF meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 3,02 ± 0,16. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif tabir surya alami dalam sediaan gel, meskipun masih diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi ultraviolet.
Potensi Berbagai Sumber Protein dalam Pengembangan Sup Krim Labu Kuning Instan sebagai Pangan Darurat: Tinjauan Literatur Raysha Tazkia; Rini Harianti; Fathma Syahbanu
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1278

Abstract

Pendahuluan: Bencana dan keadaan darurat dapat mengganggu akses terhadap pangan bergizi sehingga diperlukan pangan darurat yang praktis, bergizi, dan memiliki daya simpan baik. Sup krim instan berbasis labu kuning berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pangan darurat, namun kandungan proteinnya relatif rendah. Tujuan: Mengkaji karakteristik fisikokimia, kandungan gizi, mutu sensori, dan potensi sumber protein pada pengembangan sup krim instan berbasis labu kuning. Metode: Narrative literature review terhadap delapan penelitian yang dipublikasikan tahun 2015-2025 dan diperoleh melalui Google Scholar serta sumber ilmiah daring lainnya. Hasil: Sup krim instan berbasis labu kuning memiliki kadar air 4,9–6,31%, viskositas 1.080–2.190 cP, daya rehidrasi 4,43–6,47 mL/g, dan umur simpan hingga 433 hari. Kandungan protein alami sebesar 2,2%, sedangkan penambahan berbagai sumber protein meningkatkan kandungan protein menjadi 12,19–21,42%. Simpulan: Sup krim instan berbasis labu kuning berpotensi dikembangkan sebagai pangan darurat yang praktis, bergizi, dan memiliki karakteristik penyimpanan yang baik.