cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Studi Retrospektif: Potensi Interaksi Obat Peresepan Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit X Yudha Sukowati; Siti Aisyah; Herty Nur Tanty; Monica Yulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1242

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, dengan Indonesia menempati peringkat kelima terbanyak di dunia. Penggunaan kombinasi obat pada pasien diabetes berpotensi menimbulkan interaksi obat yang dapat mengganggu efektivitas terapi dan menimbulkan efek samping serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit X periode Agustus–Oktober 2024. Metode: Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan resep. Total 372 resep dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com, medscape, dan drugbank untuk mengidentifikasi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan. Hasil: Dari 372 resep, sebanyak 218 resep (58,60%) berpotensi terjadi interaksi, dengan total 515 kejadian interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, ditemukan moderate (89,90%), minor (9,13%), dan major (0,97%). Interaksi paling umum kategori moderate adalah metformin-glimepiride, minor adalah acarbose-metformin, dan major adalah pioglitazone-clopidogrel. Simpulan: Disimpulkan bahwa lebih dari separuh resep berpotensi interaksi dengan tingkat keparahan terbanyak moderate.
Hubungan Perilaku Bullying Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2025 Jelyta Octa Maharani; Rilyani; Riska Wandini
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1243

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan fase transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada periode ini remaja memiliki kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental akibat tuntutan perkembangan dan tekanan lingkungan. Data World Health Organization (WHO) serta laporan nasional menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia mencapai 9,8%, yang menandakan kesehatan mental remaja menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian. Salah satu faktor risiko yang berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja adalah perilaku bullying, yaitu tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan dapat menimbulkan dampak psikologis serius. Data nasional menunjukkan angka kejadian bullying di Indonesia, khususnya pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), mencapai 66,1% dengan bentuk paling dominan berupa kekerasan psikologis. Di Kota Bandar Lampung sendiri tercatat sebanyak 93 kasus bullying pada siswa SMP, yang menunjukkan perlunya analisis lebih mendalam terkait dampaknya terhadap kesehatan mental remaja. Tujuan: Diketahui hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental siswa di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa SMP Negeri 1 Bandar Lampung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara perilaku bullying dan kesehatan mental. Hasil: Hasil analisis Chi-Square menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) < α (0,05), kecemasan (p=0,001) < α (0,05), dan stress (p=0,001) < α (0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) < α (0,05), kecemasan (p=0,001) < α (0,05), dan stress (p=0,001) < α (0,05).
Kajian literatur Gambaran Histori Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis di Provinsi Jawa Timur : Studi Pustaka Lymbran Tina; Muh. Zhaldri; Nur Sisnawati; Ninghayati Ninghayati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1244

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini berpotensi menimbulkan KLB terutama pada daerah dengan kondisi lingkungan seperti banjir dan sanitasi yang buruk. Berdasarkan data kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Timur tahun 2013–2023, CFR menunjukkan tingkat keparahan yang cukup tinggi pada beberapa tahun, terutama tahun 2019 sebesar 15,6% dengan 147 kasus dan 23 kematian. Pada tahun 2013 CFR sebesar 8,41% dan tahun 2021 sebesar 9,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis histori kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Timur selama periode 2013–2023 serta pola CFR. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi pustaka menggunakan data sekunder berupa jumlah kasus dan kematian yang diperoleh dari jurnal ilmiah serta laporan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan total kasus leptospirosis selama periode pengamatan mencapai 2.388 kasus dengan 122 kematian. Jumlah kasus meningkat terutama setelah tahun 2019 hingga mencapai 882 kasus pada tahun 2023, sedangkan CFR cenderung menurun menjadi 1,3%. Kesimpulannya, leptospirosis masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Jawa Timur dan diperlukan penguatan surveilans, deteksi dini, perbaikan sanitasi lingkungan, serta peningkatan edukasi masyarakat untuk menekan angka kejadian dan mencegah KLB.
Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Penerapan Standar Operasional Prosedur Pencegahan Risiko Jatuh Di RSUD Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2026 Miftahul Jannah; M. Ricko Gunawan; Dewi Kusumaningsih
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1245

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan prioritas global karena setiap tahun jutaan pasien mengalami insiden yang dapat dicegah, termasuk kejadian jatuh. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 134 juta kejadian buruk terjadi setiap tahun di layanan kesehatan dan lebih dari 1 juta pasien jatuh setiap tahun di Amerika Serikat. Di Provinsi Lampung tercatat 571 kasus insiden keselamatan pasien pada tahun 2021 dan lebih dari 250 kasus jatuh pada tahun 2023. Data RSUD Pringsewu menunjukkan 2.488 pasien berisiko jatuh pada tahun 2024 dan 1.613 pasien hingga September 2025. Beban kerja perawat yang tinggi berpotensi menurunkan kepatuhan terhadap SOP pencegahan risiko jatuh. Tujuan: Diketahui hubungan beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026. Populasi berjumlah 119 perawat dengan sampel 92 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner 13 item dan penerapan SOP menggunakan 29 item pernyataan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia 28–35 tahun (52,2%), berjenis kelamin perempuan (59,8%), berpendidikan S1 Keperawatan (66,3%), dan memiliki masa kerja 1–10 tahun (71,7%). Beban kerja sedang paling banyak (47,8%), sedangkan kepatuhan terhadap SOP sebesar 53,3%. Kesimpulan: Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh (p=0,001; α<0,05). Perawat dengan beban kerja berat cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang lebih rendah dibandingkan beban kerja ringan dan sedang.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Makmur Heldawati; Frani Mariana; Novalia Widiya Ningrum; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1246

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil sering terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dan meningkatnya kebutuhan fisiologis selama kehamilan. Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab utama anemia pada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Metode: Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II–III sebanyak 35 orang dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Ibu yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 14 orang (40%), sedangkan yang tidak anemia sebanyak 5 orang (14,3%). Pada ibu yang patuh mengonsumsi tablet Fe, sebanyak 12 orang (34,3%) tidak mengalami anemia dan 4 orang (11,4%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,004 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara benar dan teratur.
Efektifitas Metode Demonstrasi Perawatan BBLR Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Di Posyandu Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Manggis Suratmi; Hairiana Kusvitasari; Karmilawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1247

Abstract

Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram yang berisiko mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi jangka panjang. Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR dapat memengaruhi kualitas perawatan bayi di rumah. Tujuan: Mengetahui efektivitas metode demonstrasi perawatan BBLR terhadap tingkat pengetahuan ibu di Posyandu Kuranji wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 10 ibu balita yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi demonstrasi perawatan BBLR yang meliputi kangaroo care, stimulasi oral, dan pijat bayi. Analisis data menggunakan uji t paired sample. Hasil: Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan ibu pada kategori baik sebesar 10%, kategori cukup 30%, dan kategori kurang 60%. Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik 80%, kategori cukup 20%, dan kategori kurang 0%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi. (2-tailed) = 0,000 (<0,05), yang berarti metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR. Simpulan: Metode demonstrasi perawatan BBLR efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan dapat digunakan sebagai strategi edukasi untuk mendukung perawatan optimal bayi BBLR.
Uji Efektivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Biji Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 8739, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans Nesa Romanda Sari; Risky Hadi Wibowo; Oky Hermansyah; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1248

Abstract

Infeksi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan dunia yang signifikan, termasuk di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan lembap, sehingga memperparah pertumbuhan berbagai mikroba berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak etanol 70% biji karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans, serta untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Efek antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram dengan delapan perlakuan dan tiga kali pengulangan pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia dilihat melalui reaksi pengendapan dan perubahan warna yang menunjukkan adanya kandungan alkaloid, triterpenoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan S. aureus dan       E. coli, tetapi tidak dapat menghambat C. albicans. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat terbesar terhadap S. aureus sebesar 1,97 mm (kategori lemah) dan terhadap E. coli sebesar 8,43 mm (kategori sedang). Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis yang menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05), sehingga variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap daya hambat antimikroba. Ekstrak etanol 70% dari biji karet berpotensi dikembangkan sebagai antimikroba alami di masa mendatang.
Analisis Tingkat Kepatuhan Obat Hipertensi Pada Pasien Prolanis Di UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Roslyn Djumala; Kunti Nastiti; Erlina Syamsu; Saftia Aryzki
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1249

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi medis di mana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg secara konsisten. Hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan merupakan upaya promotif dan preventif dalam menangani penyakit kronis seperti hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui analisis tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional pada 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai p = 0,004 (p < 0,05) pada variabel umur. Kemudian pada variabel pekerjaan didapatkan nilai p = 0,008 (p < 0,05). Pada variabel pendidikan didapatkan nilai p = 0,017 (p < 0,05) dan pada variabel jenis kelamin didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dari umur, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan juga jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat. Simpulan: Terdapat hubungan antara umur, pekerjaan, pendidikan, dan jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat dan sebagian besar pasien prolanis memiliki tingkat kepatuhan minum obat pada kategori sedang.
Hubungan Karakteristik Terhadap Persepsi Tentang Manfaat Rebusan Daun Alpukat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Gedung Cahya Kuningan Kabupaten Pesisir Barat Ahmad Nur Fadhlurrahman; Lolita Sary
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1250

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat dan berkontribusi besar terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti pemanfaatan rebusan daun alpukat mulai dikenal sebagai terapi komplementer karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Namun, pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh persepsi yang beragam dari penderita hipertensi. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita hipertensi dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat di Desa Gedung Cahya, Kuningan, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi di Desa Gedung Cahya Kuningan sebanyak 93 orang, jumlah sampel 93 dengan teknik total sampling. Analisis dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ²). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62,4%), berada pada usia produktif (69,9%), berpendidikan tinggi (75,3%), memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga (60,2%), dan memiliki persepsi yang baik tentang manfaat rebusan daun alpukat (51,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan jenis kelamin (p = 0,005), usia (p = 0,021), tingkat pendidikan (p = 0,000), serta riwayat hipertensi keluarga (p = 0,000) dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara karakteristik penderita hipertensi dan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik individu untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan terapi komplementer secara tepat.
Potensi Antikanidiasis dari Ekstrak Etanol Daun dan Bunga jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis Asbedta Anggraini; Risky Hadi Wibowo; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1251

Abstract

Infeksi jamur masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu  jamur pathogen yang sering menyebabkan infeksi adalah Candida albicans dan Candida tropicalis. Penggunaan obat antikandidiasis sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam. Tumbuhan jeruju (A. ilicifolius L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikandidiasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antikandidiasis ekstrak etanol daun dan bunga jeruju terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 75%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserai pelarut etanol 70%. Uji potensi antikandidiasis dilakukan pada 8 perlakuan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan bunga jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak bunga jeruju memiliki potensi antikandidiasis terhadap pertumbuhan C. tropicalis. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  C. tropicalis pada ekstrak bunga jeruju yaitu pada konsentrasi 75% dengan zona hambat  24,13 mm kategori sangat kuat dan pada ekstrak daun jeruju tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. tropicalis dan C. albicans. Pada ekstrak bunga jeruju tidak mempunyai daya hambat dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Uji potensi antikandidiasis ekstrak daun dan bunga jeruju (A. ilicifolius L.) dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji Kruskal-wallis. Hasil uji dari Kruskal-wallis didapatkan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,003 sehingga terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antikandidiasis. Ekstrak bunga jeruju dapat digunakan sebagai sediaan farmasi atau antikandidiasis sintetis dimasa depan.