cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Determinan Capaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi Nur Hikma; Sudirman Sudirman; Munawir H. Usman
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1279

Abstract

Pendahuluan: Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Sigi mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024, di mana wilayah kerja Puskesmas Kinovaro mencatat capaian terendah sebesar 35%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan capaian imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro, Kabupaten Sigi. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 12–24 bulan sebanyak 236 orang, dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,003), keyakinan (p=0,000), dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (p=0,037) terhadap capaian IDL. Sebaliknya, dukungan petugas kesehatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p=0,356). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa sikap ibu merupakan variabel determinan yang paling kuat dan dominan memengaruhi capaian IDL (skor statistik = 125,324). Capaian IDL di Puskesmas Kinovaro secara dominan dikendalikan oleh faktor sikap ibu. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk mengoptimalkan strategi komunikasi kesehatan yang berfokus pada ranah afektif dan konseling interpersonal guna mengubah sikap negatif ibu menjadi patuh terhadap imunisasi.
Perbandingan Natrium Serum Pre dan Post Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUD Kotamobagu saiful muttaqin; Rochmad Krissanjaya; Dita Apriana Dwi Astuti; Alfittrisno Munir; Syntia Tanu Juwita
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1281

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan progresif dan irreversibel yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk natrium serum. Ketidakseimbangan natrium pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga pemantauan kadar natrium perlu dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar natrium serum sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 29 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan natrium serum dilakukan dengan metode Ion Selective Electrode (ISE) pada autoanalyzer, kemudian data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum hemodialisis, 89,66% pasien memiliki kadar natrium normal dan 10,34% rendah. Setelah hemodialisis, kadar natrium normal meningkat menjadi 93,10%, sedangkan kadar rendah menurun menjadi 6,90%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,277, sehingga tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar natrium serum sebelum dan sesudah hemodialisis. Dengan demikian, hemodialisis belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap kadar natrium serum, meskipun terjadi perbaikan proporsi kadar natrium normal.
Determinan Edukasi Kesehatan Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Sikap Pencegahan Penularan Tuberkulosis Di Wilayah Kotamobagu Moh. Rasyid Kuna; Echa Effendi Siswanto Amir
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1282

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Cara penularan penyakit tuberkulosis melalui udara terjadi pada saat pasien tuberkulosis batuk,  bersin, atau berbicara. Secara keseluruhan, diperkirakan 2–3 miliar orang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Menurut WHO, di Indonesia tahun 2019 terdapat 442.000 kasus TB, dengan perkiraan 2,4% kasus baru dan 13% pasien TB yang diobati sebelumnya. Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi kesehatan pada pasien Tuberkulosis terhadap sikap pencegahan penularan Tuberkulosis di Wilayah Kotamobagu. Metode Penelitian Desain penelitian yang digunakan metode quasi experimental design menggunakan dua kelompok pretest-posttest design, Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling hasil penelitian Adanya pengaruh Seminar kesehatan & Video Edukasi dengan metode edukasi perawat & leaflet terhadap pengetahuan pesien TB di Puskesmas Gogagoman masing masing berdasarkan uji statistik nilai 0,000 dan nilai p = 0,035, berarti pada alpha 5% maka dapat disimpulkan ada per bedaan yang mencolok antara pada saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
Analisis Penerapan Yoga dalam Meningkatkan Konsentrasi dan Perkembangan Motorik Anak pada Usia Prasekolah Prisma Linda; Dea Pebrianti; Stefanus Aditya; Endy Safadilla
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1283

Abstract

Usia prasekolah (3–6 tahun) merupakan masa kritis dalam perkembangan motorik dan kognitif anak. Kekurangan stimulasi pada masa ini dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, perkembangan motorik yang terhambat, serta masalah perilaku jangka panjang. Yoga anak merupakan intervensi integratif yang menggabungkan gerakan fisik, pernapasan, dan relaksasi. Artikel ini bertujuan menganalisis dan menyintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan yoga dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan perkembangan motorik anak usia prasekolah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, GARUDA, ScienceDirect, dan DOAJ menggunakan kata kunci terstruktur. Sebanyak 22 artikel jurnal yang diterbitkan dalam rentang 2018–2023 dipilih melalui seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan melalui sintesis tematik. Hasil menunjukkan bahwa yoga anak secara signifikan meningkatkan motorik kasar dan halus, keseimbangan, koordinasi bilateral, konsentrasi belajar, kecerdasan emosional, regulasi diri, dan kecerdasan spiritual. Program yoga dengan durasi 8–12 minggu dan frekuensi 2–3 kali per minggu memberikan dampak paling optimal. Yoga anak layak diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai stimulasi tumbuh kembang yang holistik dan berbasis bukti.
Efektivitas Fisioterapi Dada Terhadap Tingkat SpO2 Dan Rr Pada Anak Dengan Pneumonia Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2026 Ferdika Agustianysah; Setiawati Setiawati; Linawati Novikasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1285

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama di bawah usia lima tahun. Kondisi ini menyebabkan gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen (SpO₂) dan peningkatan  respiratory  rate (RR). Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah fisioterapi dada yang bertujuan membantu pengeluaran sekret dan meningkatkan fungsi pernapasan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas fisioterapi dada terhadap peningkatan saturasi oksigen (SpO₂) dan penurunan respiratory rate (RR) pada anak dengan pneumonia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest -posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 15 anak dengan pneumonia di Ruang Alamanda yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi fisioterapi dada menggunakan pulse oximeter untuk SpO₂ dan pengukuran RR menggunakan  ari timer. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil: Rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi 94,20% (hipoksia ringan) meningkat menjadi 97,07% (normal) setelah intervensi. Rata-rata nilai respiratory rate menurun dari 24,13x/menit (takipnea) menjadi 22,73 x/menit (mendekati normal). Uji statistik menunjukkan p-value =0,000 untuk saturasi oksigen, dan p-value = 0,017 untuk respiratory rate (p<0,05). Kesimpulan: fisioterapi dada efektif secara signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen dan penurunan respiratory rate pada anak dengan pneumonia. Disarankan tenaga kesehatan dapat menjadikan fisioterapi dada sebagai salah satu intervensi pendukung dalam penatalaksanaan pneumonia pada anak.
Analisis Kesesuaian Sarana Penyimpanan Obat terhadap Standar CDOB di Pedagang Besar Farmasi X Kota Makassar Moh. Rasyid Kuna; Siti Alfanda Makmur; Erika Sani; Fenina Asia Mantiri; Rahmatia Abdulah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1286

Abstract

Sarana penyimpanan obat di Pedagang Besar Farmasi (PBF) memegang peranan kritis dalam menjaga mutu obat selama proses distribusi. Ketidaksesuaian terhadap standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dapat menyebabkan degradasi obat, kegagalan terapi, dan membahayakan bagi pasien. PBF X di Kota Makassar yang berada di wilayah tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam memenuhi ketentuan CDOB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian sarana penyimpanan obat di PBF X Kota Makassar terhadap standar CDOB, khususnya pada aspek bangunan dan peralatan serta aspek penyimpanan dan pemisahan obat atau bahan obat. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan dokumen lembar checklist yang mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025, kemudian melakukan wawancara apoteker penanggung jawab, serta telaah dokumen. Hasil: Aspek bangunan dan peralatan memperoleh persentase kesesuaian 75% (9 dari 12 item sesuai) dengan tiga ketidaksesuaian: kebersihan dan kerapian bangunan yang tidak konsisten, alat pemantau suhu (thermohygrometer) yang belum dikalibrasi ulang, serta tidak adanya sistem pengendalian hama yang terdokumentasi. Sementara itu, aspek penyimpanan dan pemisahan obat telah  mencapai kesesuaian 100% (7 dari 7 item sesuai) yang mencakup pencatatan stok mampu telusur, penerapan FIFO/FEFO, pemisahan obat dari komoditi lain, serta prosedur penanganan obat rusak/kadaluwarsa. Kesimpulan: PBF X berada pada kategori baik secara umum, namun perbaikan pada kebersihan, kalibrasi alat, dan pengendalian hama sangat diperlukan untuk mencapai standar penuh. Rekomendasi prioritas meliputi kalibrasi ulang thermohygrometer, penyusunan jadwal pembersihan rutin, serta implementasi program pest control terdokumentasi.
Estrogen-Mitochondrial Interactions in Cellular Resilience: Biological Implications for Female Military Personnel Cecilia Miranda; Syahrul Tuba; Leonardo Daniel Palmaro; Nadya Theresia Sibarani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1289

Abstract

Military operations expose personnel to intense physiological and psychological stressors that can increase allostatic load and impair mitochondrial function. Estrogen, particularly 17β-estradiol, plays a crucial role in maintaining cellular homeostasis through the regulation of mitochondrial activity. This systematic narrative review aimed to examine estrogen–mitochondrial interactions as a biological basis for female cellular resilience under operational stress. A literature search was conducted using PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases for publications from 2004 to 2024. A total of 44 eligible articles were qualitatively analysed. The findings indicate that estrogen modulates mitochondrial function through ERα, ERβ, and GPER signalling pathways. Estrogen promotes mitochondrial biogenesis via the PGC-1α/NRF-1/TFAM pathway, supports mitochondrial dynamics through MFN2 and OPA1 proteins, enhances antioxidant defence by increasing MnSOD and catalase activity, and suppresses apoptotic processes. In addition, recent evidence suggests that estrogen contributes to the regulation of mitophagy and the maintenance of mitochondrial DNA (mtDNA) stability. In conclusion, estrogen–mitochondrial interactions play a critical role in supporting metabolic and neurocognitive resilience in women. These findings provide a scientific foundation for the development of gender-specific health strategies aimed at optimising female performance and adaptability in demanding military environments.
Effectiveness Of Robot-Assisted Gait Training (RAGT) In Improving Motor Function In Children With Cerebral Palsy: A Systematic Review Oktaviani Fitriyah; Sabrina Jauza Yonasha; Tasya Alunna Nissaussholihah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1290

Abstract

Cerebral Palsy (CP) merupakan sekolompok kondisi yang ditandai dengan cedera otak non-progresif pada masa bayi yang menyebabkan kondisi terbatasnya aktivitas serta dampak yang menetap pada perkembangan motorik pusat dan postur tubuh. Tujuan utama RAGT adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran motorik melalui stimulasi berjalan yang dilakukan berulang kali disertai dengan umpan balik audio-visual. RAGT menawarkan program rehabilitasi yang lebih canggih dan bisa diubah sesuai kebutuhan. RAGT telah diperkenalkan selama 15 tahun terakhir dan menggabungkan perangkat ortosis robot bilateral. Pemilihan artikel dalam penelitian ini menggunakan metode systematic review. Pemilihan artikel dilakukan pada bulan Juli tahun 2025 oleh penulis pertama yang selanjutnya kembali dipilih 8 artikel berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Berdasarkan hasil pencarian dan pemilihan artikel yang telah dilakukan oleh penulis pertama, didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Studi systematic review yang peneliti lakukan berisi artikel mengenai fisioterapi pada cerebral palsy dengan terapi modalitas menggunakan Robot-Assisted Gait Training (RAGT) yang menyatakan bahwa semua kasus menunjukkan peningkatan sudut ekstensi sendi panggul dan lutut saat fase stance, Aktivitas otot gluteus maximus meningkat selama stance phase, Peningkatan skor Canadian Occupational Performance Measure (COPM) baik dalam performa maupun kepuasan. Maka dapat disimpulkan bahwa RAGT merupakan salah satu metode rehabilitasi yang potensial dalam meningkatkan fungsi motorik kasar, keseimbangan postural, serta parameter gaya berjalan seperti panjang langkah, kecepatan, dan efisiensi energi.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Keluarga Dalam Memberikan Perawatan Kepada Pasien Stroke Yang Dirawat Di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2026 Nova Liana; Eka Yudha Chrisanto; Rika Yulendasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1291

Abstract

Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung, dengan sekitar 12 juta kasus baru setiap tahunnya dan lebih dari 6,5 juta kematian..Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026, Secara keseluruhan, dari total 67 responden, sebagian besar memiliki perilaku keluarga kurang baik yaitu sebanyak 39 responden (58,2%), sedangkan yang memiliki perilaku baik sebanyak 28 orang (41,8%). Dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 44 responden (65,7%) sedangkan yang memiliki pengetahuan keluarga baik sebanyak 23 responden (34,3%).Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan keluarga merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku dalam merawat pasien stroke. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 202 orang dengan sampel 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke dengan Nilai nilai p-value < 0,005 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar (0,50–0,29). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam merawat pasien stroke. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga guna memperbaiki kualitas perawatan pasien stroke.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Booklet Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun 2026 Melta Susanti; Eka Trismiyana; Rilyani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1292

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami lansia dan menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. World Health Organization (WHO) tahun 2024 menyebutkan sekitar 1,28 miliar orang menderita hipertensi,. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berdasarkan data Riskesdas tahun 2022 mencapai 34,11%, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok usia ≥60 tahun. Kemenkes RI juga melaporkan bahwa sekitar 32,3% penderita hipertensi masih kurang patuh dalam menjalani pengobatan. Rendahnya kepatuhan minum obat pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media booklet yang mudah dipahami oleh lansia. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. Metode : Penelitian ini merupakan Jenis kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan kuesioner pengetahuan. Serta Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepatuhan sebelum intervensi sebesar 4,23 (tidak patuh) dan setelah di intervensi meningkat menjadi 6,63 (patuh). Dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat. Kesimpulan : edukasi menggunakan media booklet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengetahuan pada lansia penderita hipertensi.