cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Daya Terima dan Kandungan Serat Waffle Substitusi Tepung Biji Chia dan Tepung Biji Durian Reyhananda Putri Hardanti; Annis Catur Adi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1363

Abstract

Peningkatan prevalensi obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Salah satu upaya pencegahannya adalah meningkatkan konsumsi serat melalui pengembangan makanan camilan. Waffle merupakan salah satu camilan yang kerap dikonsumsi, namun memiliki kandungan serat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan serat waffle substitusi tepung biji chia dan tepung biji durian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan formula kontrol (F0) dan dua formula modifikasi (F1 dan F2) yang diuji kepada panelis tidak terlatih berusia 16-18 tahun menggunakan uji hedonik 5 skala terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur. Kandungan serat formula terbaik dianalisis melalui uji laboratorium menggunakan meytode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan daya terima yang signifikan antara F1 dan F2 pada atribut warna (p=0,705), aroma (p=0,763), dan tekstur (p=0,847). Terdapat perbedaan yang signifikan pada atribut rasa (p=0,003), namun tidak terdapat perbedaan antara F0 dan F1 (p=0,564). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa kandungan serat formula F1 sebesar 2,5 g/100 g, memenuhi 6,75% kebutuhan serat harian. Dengan demikian, formula F1 merupakan formulasi waffle substitusi tepung biji chia dan tepung biji durian yang paling dapat diterima oleh panelis serta memiliki kandungan serat yang berpotensi mendukung pencegahan obesitas.
Hubungan Sosiodemografi (Usia, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Keikutsertaan dalam Asuransi Kesehatan) dengan Kepatuhan terhadap Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Fanny Metungku; Sholichin; Syahrun
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1365

Abstract

Kemoterapi merupakan modalitas utama yang efektif meningkatkan angka harapan hidup, namun manfaatnya optimal hanya jika pasien patuh terhadap jadwal siklus terapi. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karakteristik sosiodemografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi (usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan asuransi kesehatan) dengan kepatuhan menjalani kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik-korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 pasien kanker payudara rawat jalan yang sedang atau telah menjalani kemoterapi intravena. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner data demografi dan rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 30–49 tahun (65%), berpendidikan dasar (SD/SMP) (47%), tidak bekerja (60%), dan seluruhnya menggunakan asuransi kesehatan BPJS (100%). Sebanyak 61% responden patuh menjalani kemoterapi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,000) dan status pekerjaan (p < 0,25 dengan kepatuhan kemoterapi. Sebaliknya, usia (p = 0,617) dan asuransi kesehatan (nilai p konstan karena homogenitas data 100% BPJS) tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan kemoterapi. Kesimpulan: Karakteristik sosiodemografi berupa tingkat pendidikan dan status pekerjaan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi.
Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Video dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Hipertensi pada Pengunjung Pelayanan Kesehatan Primer Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S; Trilianty Lestarisa; Astri Widiarti; Aprillia Rahmadina; Ezra Eklesia; Fadilla Siti Syafira; Lydia Efilda Talenta Putri; Marta Eldina Larasati; Orsika Anugrahni Bassa
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1376

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena tingginya angka kejadian serta risiko komplikasi yang ditimbulkannya. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi pada pengunjung pelayanan kesehatan primer. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi berbasis video. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 82,67 pada pre-test menjadi 97,00 pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 14,33 poin. Sebanyak 24 responden mengalami peningkatan skor pengetahuan, sedangkan 6 responden tidak mengalami perubahan skor. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Edukasi kesehatan berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi pada pengunjung pelayanan kesehatan primer.
Analisis Implementasi Sistem Penyimpanan dan Pengeluaran Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Salah Satu Apotek di Kota Jakarta Utara Ghina Raudhatul Jannah; Yoppi Iskandar
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1379

Abstract

Pendahuluan: Penyimpanan dan pengeluaran obat merupakan bagian penting dalam pengelolaan sediaan farmasi untuk menjaga mutu, keamanan, dan ketersediaan obat di apotek. Ketidaksesuaian sistem penyimpanan dan pengeluaran obat dapat menyebabkan penurunan mutu obat, kesalahan distribusi, serta peningkatan risiko obat kedaluwarsa. Penerapan sistem yang sesuai standar diperlukan untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian dan mendukung pengelolaan persediaan obat yang efektif serta efisien di apotek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem penyimpanan dan pengeluaran obat berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada salah satu apotek di Kota Jakarta Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan sifat deskriptif-evaluatif dan pendekatan prospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan indikator checklist berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016, Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019 dan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Aspek yang diamati meliputi sistem penyimpanan obat, penerapan FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out), pencatatan stok dan sistem pengeluaran obat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian, namun masih ditemukan ketidaksesuaian pada aspek dokumentasi dan pengendalian stok. Simpulan: Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem penyimpanan dan pengeluaran obat di apotek telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan evaluasi serta pengawasan berkala untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam upaya peningkatan mutu pengelolaan obat di apotek.
Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Pada Mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Syahrida Dian Ardhany; Namira Anjani; Mifta Nurul Khotimah; Susi Novaryatiin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1385

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan salah satu masalah kesehatan global yang dipengaruhi oleh penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa rumpun ilmu kesehatan perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik pada mahasiswa rumpun ilmu kesehatan di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang mencakup aspek informasi, indikasi, dosis, efek samping, penyimpanan, dan pemusnahan antibiotik. Sampel penelitian terdiri atas 178 mahasiswa dari program studi Farmasi, Kedokteran Gigi, Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Gizi, dan Psikologi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan rata-rata 81,74%. Tingkat pengetahuan kategori baik diperoleh mahasiswa Farmasi (92,81%), Kedokteran Gigi (90,43%), dan Teknologi Laboratorium Medik (84,80%), sedangkan mahasiswa program studi Gizi (70,38%) dan Psikologi (68,72%) berada pada kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan antara mahasiswa Farmasi, Gizi, dan Psikologi (Sig. < 0,05), sedangkan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara mahasiswa Farmasi, Kedokteran Gigi dan Teknologi Laboratorium Medik (Sig. > 0,05).
V-Care Initiative : Studi Analisis Vulva Hygiene Sebagai Determinan Fluor Albus Pada Mahasiswi Semester 2 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit 2025 Puspita Sari Pribadi; Nana Maryana; Dhea Puspita
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1392

Abstract

Latar Belakang : Pada masa remaja Vaginal  Hygiene harus lebih ditingkatkan. Vaginal  hygiene adalah komponen perorangan sebagai  peran  penting dalam menentukan status kesehatan seseorang khususnya terhindar dari keputihan yang abnormal pada alat repoduksi wanita, sehingga penting bagi wanita untuk menjaga kebersihan organ  genetalianya  dengan  benar  (Hartoyo  & Susanto, 2021). Tujuan : Mengetahui Hubungan Tindakan Vulva Hygiene Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Mahasiswi Semester 2 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 48 responden dengan teknik sample random sempling. Yang di lakukan pada Mahasiswi Semester 2  Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit Tahun 2025. Hasil:Minoritas Tindakan  Vulva Hygiene berada pada tindakan benar sebanyak 17 responden, dan mayoritas  tindakan salah sebanyak 31 responden. Mainoritas mahasiswi yang mengalami fluor albus patologis sebanyak 16 responden dan mayoritas  mahasiswi yang mengalami fluor albus fisiologis sebanyak 32 responden. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan vulva hygiene dengan kejadian fluor albus pada mahasiswi Semester 2 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit Tahun 2025.
Pengaruh Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Sebagai Risiko Obesitas Terhadap Usia Muda: Systematic Literature Review Daffa Vicky Pratama; Ratih Fathan Asri; Alya Nurul Azkia; Rafid Maulana; Dessy Triana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1398

Abstract

Latar Belakang:  Obesitas pada usia muda mengalami peningkatan signifikan secara global serta menjadi faktor risiko penyakit kronis di masa depan nantinya. Perubahan pola hidup yang dimulai dari konsumsi makanan tinggi kalori serta berkurangnya aktivitas fisik diyakini menjadi penyebab utama dari Obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola makan dan aktivitas fisik terhadap risiko obesitas pada populasi usia muda melalui pendekatan Systematic Literature Review. Metode: Studi ini dilaksanakan dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) berdasarkan panduan dari protokol PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data seperti PubMed, Sciencedirect, dan Springer untuk studi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil: Dari hasil seleksi, diperoleh sejumlah studi yang menunjukkan adanya korelasi kuat antara konsumsi makanan yang kurang sehat serta aktivitas fisik yang berkurang dengan meningkatnya risiko obesitas. Sebaliknya, konsistensi dalam aktivitas fisik dan penerapan pola makan yang seimbang berkaitan terhadap penurunan risiko obesitas. Kesimpulan: Pola makan yang buruk serta aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko signifikan terhadap obesitas yang terjadi di populasi usia muda. Pemahaman gaya hidup yang sehat sejak dini sangat diperlukan untuk dapat mencegah obesitas di masa mendatang.
Pengaruh Media Edukasi Video dan Leaflet terhadap Kesiapsiagaan Bencana pada Mahasiswa Keperawatan di Instituto Ciência de Saúde Dili Francisca Zelia Cardoso Da Silva; Donal Nababan; Johasen Hutajulu
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1399

Abstract

Timor-Leste merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan, dan wabah penyakit menular. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi berupa video dan leaflet terhadap kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan di Instituto Ciência de Saúde Dili serta membandingkan efektivitas kedua media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui rancangan two-group pre-test and post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 122 mahasiswa keperawatan semester 4 yang dibagi menjadi kelompok video sebanyak 59 responden dan kelompok leaflet sebanyak 63 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner kesiapsiagaan bencana yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach Alpha 0,821. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann-Whitney U Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesiapsiagaan setelah edukasi pada kedua kelompok. Pada kelompok video, kategori siap meningkat dari 31 responden (52,5%) menjadi 57 responden (96,6%) dengan nilai p=0,001. Pada kelompok leaflet, kategori siap meningkat dari 45 responden (71,4%) menjadi 48 responden (76,2%) dengan nilai p=0,004. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan efektivitas antara kedua media dengan nilai p = 0,003; kelompok video memiliki mean rank 68,33, sedangkan kelompok leaflet 55,10. Dengan demikian, media video lebih efektif dibandingkan dengan leaflet dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan. Media video dapat digunakan sebagai metode edukasi utama, sedangkan leaflet dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana di institusi pendidikan keperawatan.
Evaluation Of The Effect Of Trastuzumab And Non-Trastuzumab Therapy On Overall Survival And Prognosis Of HER2-Positive Breast Cancer At Fatmawati Hospital Jakarta 2019-2024 Elis Nurlatipah; Dian Ratih L; Ahmad Subhan; Sarwanti Sarwanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1404

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dan kanker payudara merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat 178.393 kasus kanker payudara secara global, termasuk 66.271 kasus (16,2%) di Indonesia. Subtipe HER2-positif diketahui lebih agresif dan memiliki prognosis yang lebih buruk. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh terapi trastuzumab dan non-trastuzumab terhadap kelangsungan hidup (overall survival/OS), mengidentifikasi faktor klinis yang memengaruhi hasil terapi, serta menilai pengaruhnya terhadap prognosis pasien kanker payudara HER2-positif di RSUP Fatmawati Jakarta periode 2019–2024. Metode: Kohort retrospektif dengan data sekunder dari rekam medis Kaplan–Meier, uji log-rank, dan model Cox proportional hazards. Hasil: Dari 178 pasien, sebanyak 31 (17,4%) mengalami event dan 147 (82,6%) tergolong censored. Terapi trastuzumab, terutama bila dikombinasikan dengan terapi hormonal, menunjukkan hasil terbaik dengan rerata OS 1.096 hari tanpa kejadian event, sedangkan kelompok tanpa terapi target memiliki angka kematian tertinggi (55%) dengan rerata OS 855 hari (p = 0,13). Ukuran tumor (p = 0,02) dan lokasi metastasis (p = 0,04) berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup. Kesimpulan: Kelompok risiko rendah, yang sebagian besar menerima trastuzumab, memiliki prognosis terbaik (4,4% kejadian), sedangkan kelompok risiko tinggi menunjukkan penurunan kelangsungan hidup signifikan (40% kejadian; log-rank p < 0,0001; C-index = 0,820).
Pengaruh Media Edukasi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Konsumsi Buah dan Sayur Terhadap Imunitas Tubuh Siswa SMAN 1 Telukjambe Adinda Ajeng Kartika; Ratih Kurniasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1412

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan tentang konsumsi buah dan sayur merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menjaga imunitas tubuh pada remaja. Peningkatan pengetahuan tersebut dapat dilakukan melalui edukasi gizi dengan berbagai media pembelajaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan media infografis, video, dan games random questions terhadap pengetahuan remaja tentang konsumsi buah dan sayur dalam menjaga imunitas tubuh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas X SMAN 1 Telukjambe, Kabupaten Karawang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan secara luring menggunakan kuesioner pengetahuan dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test serta uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa edukasi gizi menggunakan media infografis (p=0,006) dan games random questions (p=0,028) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Sementara itu, media video tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p=0,111). Simpulan: Media infografis dan games random questions efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang konsumsi buah dan sayur untuk mendukung imunitas tubuh.