cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Audio Visual Terhadap Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung Tahun 2026 Anisa Fitriani; Andoko Andoko; Eka Yudha Chrisanto
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1462

Abstract

Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar masih rendah, sehingga meningkatkan risiko penyakit seperti diare, ISPA, dan cacingan. Data menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan metode audio visual yang lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan: Diketahui bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode audio visual terhadap perubahan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test. Populasi berjumlah 175 siswa kelas III, IV, dan V, dengan sampel sebanyak 121 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebanyak 21 item. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 48,62 pada pre-test menjadi 69,85 pada post-test setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode audio visual. Hasil uji t dependen menunjukkan nilai p-value = 0,083 dan 0,200. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan metode audio visual terhadap peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode audio visual terhadap peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung. Metode audio visual efektif digunakan sebagai media pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Biolarvasida Alami Untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Pekon Bulurejo Iis Tri Utami; Krisna Yessa Ulfanni; Debi Istikomah; Arini Hamami Putri; Paul Fauria; Evi Rahayu; Elsa Putria; Andrean Mahendra; Annisa Nabila Inayah; Rico Santri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1490

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak pada genangan air di lingkungan rumah tangga. Upaya pengendalian vektor selama ini masih bergantung pada larvasida kimia yang berpotensi menimbulkan resistensi serta dampak lingkungan. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai biolarvasida alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Bulurejo dalam pemanfaatan daun sirih sebagai biolarvasida alami untuk pencegahan DBD. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan pembuatan larutan daun sirih, praktik aplikasi, dan evaluasi pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD secara mandiri. Pendekatan pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan DBD yang berkelanjutan.
Pengaruh Aroma Terapi Bitter Orange Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post-Op Fraktur Di RSUD. Dr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Andi Prayoga; Eka Yudha Chrisanto; Rika Yulendasari; Dennti Kurniasih
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1492

Abstract

Latar Belakang: Fraktur didefinisikan sebagai hilangnya kontinuitas tulang atau tulang rawan secara keseluruhan atau sebagian. Fraktur yang terjadi lengkap atau tidak akan ditunjukkan oleh kekuatan serta tenaga fisik yang ada pada tulang tersebut dan jaringan lunak di sekitarnya. Penatalaksanaan fraktur sering kali memerlukan tindakan bedah seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dan pemasangan platina untuk memperbaiki posisi tulang, Proses ini menyebabkan pasien mengalami nyeri akut. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat diberikan pada pasien pascaoperasi fraktur adalah aromaterapi bitter orange. Prevalensi fraktur 5,5%, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara yang mengalami kejadian fraktur terbanyak sebesar 1,3 juta setiap tahunnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post-op fraktur di RSUDDr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 249 pasien post op fraktur di RSUD.Dr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung, dengan jumlah sample 15 partisipan. Pengambilan sample menggunakan teknik acidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji independen t-test. Hasil: Distribusi frekuesni usia responden 20-30 tahun (60%), 31-40 tahun (40%), jenis kelamin didapatkan laki-laki (70%), perempuan (30%), pendidikan SMP (10%), SMA (65%), DIII (15%), S1 (10%). Nilai rata-rata intensitas nyeri pre test sebesar 5,70 dengan standar devisiasi 0,470 dan post test sebesar 3,80 dengan standar devisiasi 0,768. p value 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aroma terapi bitter orange sebelum dan sesudah diberikan terhadap intensitas nyeri pada pasien post op fraktur. Saran meningkatkan edukasi dan pelatihan kepada perawat agar intervensi bitter orange dapat diterapkan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.
Efektivitas Terapi Guide Imagery Relaxation Dan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Ringan Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2026 Maharani Puspitasari; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1495

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala ringan merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan yaitu terapi Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing. Kedua terapi tersebut mampu memberikan efek relaksasi, meningkatkan pelepasan hormon endorfin, serta membantu menurunkan persepsi nyeri pada pasien cedera kepala ringan. Tujuan: Diketahui perbedaan efektifitas terapi Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing terhadap penurunan nyeri pada pasien cedera kepala ringan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok terapi guided imagery relaxation, kelompok terapi slow deep breathing, dan kelompok kontrol, masing-masing 10 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS),dengan durasi intervensi selama 15 menit pada kelompok Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Kruskal-Wallis dan uji Post Hoc (Man Whitney). Hasil: Hasil Analisa data bivariat Berdasarkan hasil uji kruskal-wallis diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0,000 (p <0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (GIR, SDB, dan Kontrol), dengan kelompok Slow Deep breathing intervensi yang paling efektif. Kesimpulan: Terapi Guide Imagery relaxation dan Slow Deep Breathing Efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien cedera kepala ringan, dengan efektivitas terbaik ditunjukkan oleh kelompok Slow Deep Breathing.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Tempat Persalinan Pada Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Jorong Tri Eva Mandasari; Istiqamah Istiqamah; Zulliati Zulliati; Adriana Palimbo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1496

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia dan belum mencapai target Sustainable Development Goals(SDGs) tahun 2030. Salah satu upaya penting dalam menurunkan AKI dan AKB adalah memastikan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan tenaga kesehatan terlatih. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ibu hamil yang memilih tempat persalinan di luar fasilitas kesehatan. Keputusan pemilihan tempat persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan ibu, pedapatan keluarga, aksesibilitas fasilitas kesehatan, serta budaya dan kepercayaan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 66 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik (98,5%), pendapatan keluarga kategori cukup (84,8%), aksesibilitas fasilitas kesehatan baik (60,6%), serta budaya dan kepercayaan tradisional kategori kuat (59,1%). Pemilihan tempat persalinan terbanyak adalah Rumah Sakit (51,5%), diikuti Puskesmas (47,0%), dan Bidan Praktik Mandiri (1,5%). Simpulan: Pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendapatan, aksesibilitas, serta budaya dan kepercayaan. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan edukasi kesehatan dan pelayanan yang ramah budaya untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan.
Prevalensi Dan Manifestasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Terapi Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO): A Systematic Literature Review Nanda Sitta N. Astarizky; Anastasya Julia R; Syahrul Tuba
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1524

Abstract

Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) merupakan tantangan signifikan bagi kesehatan global yang memerlukan regimen terapi lini kedua yang kompleks, multiobat, serta berdurasi panjang. Kompleksitas farmakoterapi ini meningkatkan kerentanan pasien terhadap Drug Related Problems (DRPs) yang dapat menghambat keberhasilan klinis dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan manifestasi DRPs pada pasien TB RO melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada tujuh database elektronik meliputi Google Scholar, PubMed, PubMed Central, SpringerLink, ScienceDirect, Wiley Online Library, dan Taylor & Francis Online untuk artikel periode 2016–2026. Hasil analisis terhadap 15 artikel final menunjukkan bahwa prevalensi DRPs pada pasien TB RO berada pada rentang 58,3% hingga 92,4%. Manifestasi DRPs yang dominan mencakup adverse drug reactions (ADR), interaksi obat, ketidaksesuaian dosis, medication non-adherence , untreated indication , dan monitoring failure . Linezolid dan Bedaquiline teridentifikasi sebagai kontributor utama kejadian DRPs, didukung oleh pengaruh obat lain seperti clofazimine dan delamanid. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan pharmaceutical care dan keterlibatan aktif farmasis klinis sangat krusial dalam deteksi dini serta penanganan problem farmakoterapi guna meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah loss to follow up.
Activity Antibacterial Extract Ethanol Duku (Lansium domesticum Corr) to Bacteria Salmonella typhi Afifah Zahra Indahsari Nasir; Reynatha C.A. Pangsibidang
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1525

Abstract

Indonesia is currently among the countries with the highest incidence of typhoid fever, and research suggests that langsat fruit extract may inhibit the spread of Salmonella Typhi. Typhoid fever is a systemic infection caused by the bacterium Salmonella enterica subspecies enterica serovar Typhi (Salmonella Typhi) and is an important cause of illness and death worldwide, with an estimated 10.9 million new infections and 116,800 deaths. Objective: This study aims to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of langsat fruit peel against Salmonella typhi by reviewing related articles. Method: This literature review uses a descriptive approach, examining several studies published in journals and scientific articles on the antibacterial activity of langsat ethanol against Salmonella Typhi. The databases used are Google Scholar and Scopus, with a time span of the last 10 years. Results: In this study, antibacterial activity against Salmonella Typhi was observed at concentrations of 25%, 50%, and 75%. The average diameters of the inhibition zones are 10.22mm, 11.94mm, and 13.63 mm. The concentration with a strong inhibition zone is 75%, which has greater antibacterial activity compared to concentrations of 50% and 25%. This is due to the presence of secondary metabolite compounds, including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids. Conclusion: Experimental research shows that langsat fruit peel extract has potential as a natural solution for inhibiting Salmonella Typhi.
Dissolving Microneedles Untuk Penghantaran Obat Transdermal: Kajian Pustaka Sifat Fisikokimia Dan Desain Geometri Mutmainnah Soleman; Rival Ferdiansyah; Sukmadjaja Asyarie
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1714

Abstract

Penghantaran obat secara transdermal memiliki beberapa keunggulan dibandingkan rute oral, seperti menghindari metabolisme lintas pertama, mencegah degradasi di lambung, dan meminimalkan efek samping gastrointestinal. Namun, stratum korneum sebagai lapisan terluar kulit menjadi hambatan utama bagi permeasi obat secara pasif, sehingga hanya obat dengan sifat fisikokimia tertentu yang sesuai untuk rute ini. Dissolving Microneedle (DMN) adalah sistem penghantaran obat berbasis polimer yang dapat menembus stratum korneum secara fisik, memungkinkan penghantaran berbagai zat aktif, termasuk makromolekul dan molekul hidrofilik, secara efisien dan tanpa rasa sakit. Kajian pustaka ini membahas pengaruh sifat fisikokimia zat aktif dan desain geometri jarum DMN terhadap efisiensi penghantaran obat transdermal. Hasil kajian menunjukkan bahwa parameter fisikokimia seperti berat molekul, log P, dan kelarutan sangat menentukan kesesuaian zat aktif untuk sistem DMN. Selain itu, geometri jarum, meliputi bentuk, tinggi, diameter, dan sudut ujung, berpengaruh terhadap kekuatan mekanik, kemampuan penetrasi kulit, dan profil disolusi DMN. Jarum berbentuk konikal menunjukkan performa terbaik dalam rasio penyisipan kulit dan laju disolusi dibandingkan dengan bentuk lain. Pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara sifat fisikokimia zat aktif dan desain geometri DMN sangat penting untuk mengoptimalkan formulasi dan meningkatkan efikasi terapi transdermal.
Evaluasi Sistem Penghantaran Obat Transdermal Berbasis Microneedle: Tinjauan Karakterisasi, Farmakokinetik, Efikasi, Stabilitas, Dan Keamanan Kiki Kania; Revika Rachmaniar; Sani Nurlaela Fitriansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1715

Abstract

Pendahuluan: Microneedle merupakan sistem penghantaran obat transdermal inovatif yang menggunakan jarum berukuran mikro (150–1500 µm) untuk menembus stratum corneum secara minimal invasif. Meskipun teknologi ini telah berkembang sejak akhir 1990-an, panduan terintegrasi mengenai parameter evaluasi yang harus dilakukan dalam pengembangan microneedle masih terbatas, sehingga menyulitkan standardisasi metode dan komparasi hasil antar studi. Tujuan: Review ini bertujuan menyusun kerangka sistematis parameter evaluasi yang perlu dilakukan dalam karakterisasi dan pengembangan sediaan microneedle, yang mencakup enam domain utama: karakterisasi struktur dan sifat fisik, evaluasi sediaan, profil farmakokinetik, efikasi, stabilitas, dan keamanan. Metode: Penelusuran literatur secara naratif-sistematis dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap publikasi periode 2018–2025 menggunakan kata kunci microneedle yang dikombinasikan dengan operator Boolean AND/OR. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli berbahasa Inggris pada microneedle berbasis polimer yang dimuat zat aktif dan melaporkan minimal satu parameter evaluasi. Hasil: Identifikasi literatur menghasilkan enam domain evaluasi yang harus dilakukan: (1) karakterisasi struktur melalui Scanning Electron Microscopy (SEM), pengukuran kekuatan mekanik (rentang 0,22–32 N), dan ketebalan patch (38 µm–1 mm); (2) evaluasi sediaan melalui insertion test (kedalaman penetrasi 200–600 µm), drug loading (38–99%), uji disolusi (1,5–20 menit), uji difusi Franz cell, dan kadar kelembapan (2,25–3,8%); (3) studi farmakokinetik in vivo yang ditunjukkan pada patch microneedle cannabidiol dengan bioavailabilitas relatif 144,70% dibandingkan injeksi subkutan; (4) evaluasi efikasi yang disesuaikan dengan indikasi terapeutik (antikanker, antidiabetes, antiinflamasi, antihipertensi, antibakterial, dan dermatologi); (5) uji stabilitas mengacu pada pedoman ICH Q1A (R2) dengan kondisi dipercepat, intermediet, dan jangka panjang; serta (6) evaluasi keamanan melalui uji iritasi Draize dengan parameter Primary Irritation Index (PII) yang menunjukkan iritasi ringan dan reversibel. Simpulan: Pengembangan sediaan microneedle yang berkualitas mensyaratkan pelaksanaan keenam domain evaluasi secara terpadu. Kerangka sistematis ini dapat menjadi acuan standar bagi peneliti dan pengembang microneedle di Indonesia, sekaligus mendorong harmonisasi metode evaluasi dengan pedoman internasional untuk memfasilitasi translasi klinis dan registrasi produk domestik.