cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Efektivitas Modifikasi Gaya Hidup dalam Manajemen Diabetes Mellitus: Systematic Literature Review Naurah Tsabitta Kysany; Almirah Faizah Chastine Khoirunnisa; Siti Fadilah; Anindito Anindito; Dessy Triana
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1424

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 adalah masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius dan meningkatkan risiko kematian. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak cukup memproduksi insulin atau tidak mampu menggunakannya secara efektif, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pola makan tinggi kalori yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik merupakan dua faktor utama yang memicu diabetes mellitus tipe 2 dan sindrom metabolik. Pada penelitian ini digunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Proses pencarian artikel dilakukan melalui basis data seperti PubMed, ScienceDirect, dan Springer. Pencarian menggunakan kata kunci berdasarkan formulasi PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) untuk publikasi antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, termasuk peningkatan aktivitas fisik, perbaikan pola konsumsi makanan, pengelolaan stres, serta tidur yang cukup, berkontribusi terhadap perbaikan kontrol glikemik pada penderita diabetes tipe 2. Intervensi tersebut terbukti menurunkan kadar HbA1c, glukosa darah puasa, serta memperbaiki profil lipid dan Body Mass Index (BMI). Namun, beberapa studi memiliki keterbatasan seperti ukuran sampel kecil dan bias laporan diri, yang membatasi generalisasi temuan. Pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari berkaitan dengan risiko diabetes mellitus tipe 2, maka diperlukan adanya modifikasi secara konsisten untuk menjadi manajemen yang efektif dalam menangani penyakit ini.
Potensi Tempe sebagai Prebiotik untuk Meningkatkan Bakteri Asam Laktat pada Intoleransi Laktosa: Studi Literatur Naratif Zenithra Novia Adisty; Ratih Kurniasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1425

Abstract

Intoleransi laktosa merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh rendahnya aktivitas enzim laktase sehingga laktosa tidak dapat dicerna secara optimal dan menimbulkan berbagai gejala gastrointestinal. Tempe sebagai pangan fermentasi tradisional Indonesia berpotensi menjadi alternatif pangan fungsional bagi penderita intoleransi laktosa karena bebas laktosa serta mengandung komponen yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi tempe sebagai sumber prebiotik dalam meningkatkan Bakteri Asam Laktat (BAL) dan mendukung kesehatan pencernaan pada individu dengan intoleransi laktosa. Metode yang digunakan adalah narrative literature review melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, MDPI, dan ResearchGate periode 2015-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa tempe mengandung berbagai genus BAL, seperti Lactobacillus, Enterococcus, Micrococcus, dan Weissella yang berpotensi sebagai kandidat probiotik. Selain itu, komponen hasil fermentasi tempe berpotensi mendukung pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan, memodulasi mikrobiota usus, dan berkontribusi terhadap pembentukan short-chain fatty acids (SCFA) yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Meskipun demikian, bukti klinis mengenai pengaruh konsumsi tempe terhadap gejala intoleransi laktosa masih terbatas. Tempe berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis prebiotik dan probiotik untuk mendukung kesehatan pencernaan penderita intoleransi laktosa.
Uji Kandungan Fitokimia Pada Kantong Semar (Nephentes) di KHDTK Mungku Baru, Kalimantan Tengah Ardiyansyah Purnama; Mariaty Mariaty; Floris Aldo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1426

Abstract

Nepenthes merupakan tumbuhan karnivora dengan keanekaragaman tinggi di Kalimantan dan berpotensi besar untuk diteliti. Tumbuhan ini mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antidiabetes, antikanker, serta bahan pengembangan bioteknologi dan farmasi. Tujuan penelitian ini menganalisis kandungan fitokimia pada beberapa spesies Kantong Semar (Nepenthes) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku Baru, Kalimantan Tengah. Spesies yang diidentifikasi meliputi Nepenthes gracilis, N. ampullaria, N. rafflesiana, dan N. rafflesiana Jack. Sampel dikeringkan dengan metode oven dan kering angin, kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70%. Uji fitokimia kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk mendeteksi flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid. Hasil menunjukkan bahwa keempat spesies Nepenthes ini mengandung beragam metabolit sekunder. Alkaloid dan tanin terdeteksi secara konsisten di sebagian besar sampel. Flavonoid juga teridentifikasi, dengan metode kering angin menunjukkan deteksi yang sedikit lebih baik. Sementara itu, kehadiran saponin sangat dipengaruhi oleh metode pengeringan; semua sampel kering angin positif, sedangkan sampel oven cenderung tidak terdeteksi, mengindikasikan degradasi pada suhu tinggi. Steroid paling jarang terdeteksi. Kandungan fitokimia ini menegaskan potensi Nepenthes sebagai sumber senyawa bioaktif yang bermanfaat, mendukung perannya sebagai tanaman obat dan konservasi keanekaragaman hayati di KHDTK Mungku Baru.
Fisikokimia dan Organoleptik Berbasis Mocaf dan Bekatul pada Produk Mi dan Pasta: Tinjauan Literatur Adiska Satya Farja; Rini Harianti; Fathma Syahbanu
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1429

Abstract

Rendahnya konsumsi serat masyarakat Indonesia mendorong pengembangan mi kering tinggi serat berbasis bahan lokal. Tepung mocaf dan bekatul berpotensi digunakan sebagai substitusi tepung terigu karena kaya serat dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi berbahan mocaf dan bekatul melalui studi literatur. Sebanyak sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung mocaf dapat meningkatkan kandungan serat, daya rehidrasi, dan cooking loss, tetapi menurunkan elastisitas produk karena tidak mengandung gluten. Sementara itu, bekatul mampu meningkatkan kandungan serat, vitamin E, dan senyawa bioaktif, namun penggunaan berlebihan dapat menyebabkan rasa pahit, aroma langu, dan tekstur yang lebih kasar. Secara keseluruhan, kombinasi mocaf dan bekatul berpotensi menghasilkan mi kering tinggi serat dengan nilai gizi yang lebih baik dibandingkan mi konvensional. Formulasi yang tepat diperlukan untuk memperoleh produk dengan mutu fisik dan tingkat penerimaan konsumen yang baik.
Determinasi Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Hygiene terhadap Gejala Infeksi Kulit pada Masyarakat Pesisir Terdampak Pasang Rob: Studi Kasus di Desa Teluk Papal, Bengkalis Linda Hariyani; Herniwanti Herniwanti; Yessi Harnani; Mitra Mitra; M. Kamali Zaman; Iswadi Iswadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1434

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi lingkungan yang tidak memadai dan perilaku higiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir. Tujuan: Menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir Desa Teluk Papal, Kabupaten Bengkalis. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 182 responden dari populasi 1.465 penduduk. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebanyak 65,9% responden mengalami infeksi kulit. Mayoritas responden memiliki sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat serta perilaku higiene yang kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa air bersih (p=0,001; POR=9,181), perilaku mandi (p=0,004; POR=6,789), dan riwayat penyakit (p=0,002; POR=3,926) berhubungan secara independen dengan kejadian infeksi kulit. Nilai Nagelkerke R² sebesar 50,6% menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan kejadian infeksi kulit. Kesimpulan: Air bersih, perilaku mandi, dan riwayat penyakit berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit. Air bersih merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian infeksi kulit.
Analisis Persetujuan Teknis Pengelolaan Limbah Cair di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Sri Hayati; Herniwanti Herniwanti; Oktavia Dewi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1435

Abstract

Persetujuan Teknis (Pertek) pengelolaan limbah cair merupakan instrumen penting untuk menilai kesesuaian antara ketentuan yang berlaku dan implementasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah cair di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau berdasarkan komponen input dan proses. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah cair di UPT telah memiliki dasar pelaksanaan, namun masih memerlukan penguatan pada beberapa aspek. Pada komponen input, diperlukan penguatan pada SOP yang lebih spesifik, kelengkapan sarana pendukung, alokasi anggaran yang lebih terarah, dan dokumen perizinan teknis. Pada komponen proses, penguatan diperlukan pada dokumentasi deskripsi kegiatan, ketersediaan hasil uji baku mutu air limbah yang mutakhir, kelengkapan rancangan pengelolaan dan pemantauan lingkungan, kompetensi SDM, serta sistem manajemen lingkungan yang terdokumentasi. Disimpulkan bahwa pengelolaan limbah cair di UPT telah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan bertahap untuk mendukung pemenuhan Persetujuan Teknis.
Literature Review: Utilization of Carrot Flour in Food Products as an Effort to Increase Fiber and β-carotene Content Dinda Syari’atul Muthi‘ah; Ratih Kurniasari; Rini Harianti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1437

Abstract

Rendahnya konsumsi buah dan sayur di Indonesia berdampak pada kurangnya asupan serat dan vitamin A masyarakat, sehingga diperlukan inovasi produk pangan fungsional sebagai solusi alternatif. Wortel (Daucus carota L.) merupakan komoditas lokal yang kaya β-karoten dan serat pangan dan dapat diolah menjadi tepung untuk memperluas pemanfaatannya sebagai bahan substitusi produk pangan berbasis tepung. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh substitusi tepung wortel terhadap kandungan serat, β-karoten, sifat fisik, dan organoleptik produk pangan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2016–2026 dan diperoleh dari basis data PubMed/NCBI, Science Direct, dan Google Scholar, dengan total 8 studi empiris yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa substitusi tepung wortel secara konsisten meningkatkan kandungan β-karoten, serat, senyawa fenolik, flavonoid, dan aktivitas antioksidan produk secara proporsional sesuai jumlah tepung wortel yang digunakan. Dari sisi organoleptik, substitusi pada proporsi yang tepat mampu mempertahankan bahkan meningkatkan penerimaan konsumen. Disimpulkan bahwa tepung wortel berpotensi besar sebagai bahan substitusi fungsional yang mendukung diversifikasi pangan lokal dan perbaikan status gizi masyarakat Indonesia.
Uji Kompatibilitas dan Stabilitas Lubrikan Gel Aloe Vera pada Manikin Simulator Silikon Neng Mira Atjo; Putri Ramdaniah; Ekasari Kartika Putri Wibowo; Nur Afni; Nurmiati Dewi Syafruddin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1441

Abstract

Penggunaan pelumas berbasis silikon pada manikin simulator praktikum secara berulang berpotensi menyebabkan degradasi material dan menurunkan elastisitas permukaan silikon. Alternatif pelumas alami diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan kompatibilitas material. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kompatibilitas dan stabilitas lubrikan gel Aloe vera pada manikin simulator silikon. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol, yaitu manikin yang diberi pelumas konvensional dan manikin yang diberi gel Aloe vera. Pengamatan dilakukan selama 28 hari pada suhu ruang. Parameter yang diuji meliputi perubahan warna, tekstur, dan elastisitas silikon serta stabilitas sediaan melalui uji organoleptik, homogenitas, dan pH. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil menunjukkan gel Aloe vera memiliki pH stabil dari 5,12±0,03 menjadi 5,18±0,02, persentase perubahan elastisitas silikon sebesar 1,8%, lebih rendah dibandingkan pelumas konvensional (7,6%), tanpa kerusakan permukaan signifikan. Disimpulkan bahwa lubrikan gel Aloe vera memiliki stabilitas fisik yang baik dan kompatibilitas tinggi terhadap material silikon.
Hubungan Pengetahuan dengan Peran Kader Kesehatan dalam Mendukung Kesehatan Mental Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Psikologis Masa Nifas Putri Yuliantie; Frani Mariana; Amelia Kartika; Salwa Auliya Shafa Marwa; Noor Arimby; Aurelya Zhira Ananta Natalya
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1459

Abstract

Latar Belakang: Gangguan kesehatan mental selama kehamilan berpotensi meningkatkan risiko masalah psikologis hingga masa nifas. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kepada ibu hamil, namun efektivitas peran tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan dengan peran kader kesehatan dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis pada masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 15 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan peran kader, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Sebagian besar kader memiliki pengetahuan baik (80,0%) dan peran positif (86,7%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan kader dengan peran kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil (p = 0,029). Simpulan: Pengetahuan kader berhubungan dengan peran kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil. Penguatan kapasitas kader melalui pelatihan kesehatan mental maternal perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan deteksi dini, edukasi, dan pendampingan sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis hingga masa nifas.
Gambaran Kemampuan Ibu Dalam Penanganan Pertama Kejang Demam Di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2026 Yulya Reva; Aryanti Wardiyah; Setiawati Setiawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1461

Abstract

Latar Belakang: Kejang demam merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak dan memerlukan penanganan yang tepat oleh ibu sebagai pengasuh utama. Ketidaktepatan dalam penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gambaran kemampuan ibu dalam menangani kejang demam yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Tujuan: Mengetahui gambaran kemampuan ibu dalam penanganan pertama kejang demam pada anak di Puskesmas Sukaraja, Bandar Lampung, tahun 2026. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain deskriptif, populasi sebanyak 100 ibu yang memiliki balita, dengan sampel 80 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 44 responden (55,0%), sikap kurang sebanyak 41 responden (51,3%), dan keterampilan kurang sebanyak 47 responden (58,8%). Karakteristik responden didominasi oleh ibu dengan usia dewasa muda, tingkat pendidikan SMA, dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Kesimpulan: Kemampuan ibu dalam penanganan pertama kejang demam pada anak di Puskesmas Sukaraja, Kota Bandar Lampung, tahun 2026 masih tergolong rendah, terutama pada aspek keterampilan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan keterampilan melalui metode pelatihan praktik secara langsung agar ibu mampu melakukan penanganan kejang demam secara tepat dan mandiri.