cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Etanol Daun Paku Sisik Naga sebagai Pelembab Yohana Catarina Purba; Syarifah Nadia; Sudewi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1341

Abstract

Daun paku sisik naga (Pyrrosia piloselloides) merupakan tanaman epifit yang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun paku sisik naga ke dalam sediaan krim pelembab serta mengevaluasi mutu fisik, efektivitas kelembaban, dan aktivitas antioksidannya. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diformulasikan menjadi krim pelembab konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3%. Evaluasi meliputi uji mutu fisik, uji iritasi, uji kesukaan, uji efektivitas kelembaban menggunakan skin analyzer, serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil: Ekstrak etanol daun paku sisik naga menghasilkan rendemen 13,6% dan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Seluruh sediaan krim homogen, stabil, memiliki pH 5,5-6,3, tipe emulsi M/A, dan tidak mengiritasi kulit. Sediaan konsentrasi 3% memberikan kelembaban tertinggi (40,52; kategori normal) dengan persen pemulihan 55,28%. Nilai IC50 ekstrak sebesar 125,13 µg/mL dan sediaan krim 3% sebesar 148,26 µg/mL (kategori antioksidan sedang). Kesimpulan: Ekstrak etanol daun paku sisik naga dapat diformulasikan menjadi krim pelembab yang memenuhi syarat mutu fisik. Sediaan konsentrasi 3% merupakan formula terbaik dengan kemampuan melembabkan kategori normal dan aktivitas antioksidan sedang, serta aman digunakan.
Formulasi dan Karakterisasi Fisikokimia Gel Ekstrak Etanol Daun Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) sebagai Antibakteri Topikal terhadap Staphylococcus aureus Syarifah Nadia; Siti Muliani Julianty; Dilla Salsabila
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1342

Abstract

Infeksi kulit oleh Staphylococcus aureus memerlukan alternatif bahan antibakteri yang efektif dan dapat diformulasikan untuk penggunaan topikal. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) menjadi gel, mengevaluasi mutu fisiknya, dan menguji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Serbuk simplisia sebanyak 500 g dimaserasi menggunakan etanol pro analysis dan menghasilkan 35 g ekstrak kental dengan rendemen 7%. Gel dibuat dalam empat formula, yaitu F0 tanpa ekstrak, F1 1%, F2 1,5%, dan F3 2%. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas enam siklus selama 12 hari, iritasi, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid. Seluruh formula homogen, mempunyai pH 4,80–6,06, daya sebar 5,5–6,8 cm, daya lekat 11,15–21,72 detik, dan viskositas 19.720–19.980 mPa·s. Tidak ditemukan perubahan organoleptik bermakna setelah cycling test dan tidak tampak iritasi pada 12 sukarelawan. Diameter zona hambat F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 15,80 ± 0,56; 16,63 ± 0,51; dan 17,83 ± 0,68 mm, sedangkan F0 tidak menghasilkan zona hambat. Formula F3 menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar dan memenuhi parameter mutu fisik yang dievaluasi.
The Effectiveness of Education in Improving Knowledge and Preventive Behaviors Regarding Toxoplasmosis among Non-Health Female Students at the University of Bengkulu Dessy Triana; Octavia Puspitha Sari; Meisa Nazthasia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1343

Abstract

Toxoplasma gondii is a parasite responsible for toxoplasmosis, which demonstrates a high prevalence among women of reproductive age. Limited awareness places female students outside health sciences at an elevated risk of infection. While educational interventions have the potential to enhance both knowledge and preventive behaviors, the relationship between these factors in this population remains insufficiently studied. This research sought to determine the association between knowledge levels and toxoplasmosis prevention behaviors following an educational intervention. Utilizing a quasi-experimental one-group pre–posttest design, 153 participants were involved. Data collection was conducted via questionnaires, with analysis performed using the Wilcoxon test to compare pre- and post-intervention results and the Spearman Rank test to assess the correlation between knowledge and preventive behaviors after the intervention. Findings revealed a significant improvement in knowledge scores, rising from 10.63±3.665 to 16.89±2.456 (p < 0.001), as well as in preventive behavior scores, which increased from 36.39±6.560 to 48.80±4.756 (p < 0.001). A significant, albeit very weak, positive correlation between knowledge and preventive behaviors was observed (r = 0.256; p = 0.002). The educational intervention effectively enhanced both knowledge and toxoplasmosis prevention behaviors among non-health sciences female students at the University of Bengkulu, with a notable positive association identified between these variables post-intervention.
Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Tersedak Terhadap Keterampilan Keluarga Dalam Menangani Tersedak Pada Anak Di TK Setia Kawan Panjang Bandar Lampung Tahun 2026 Chicha Bella Ayuni; Rilyani Rilyani; Linawati Novikasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1344

Abstract

Pendahuluan: Tersedak menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat cedera tidak sengaja pada anak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 100.000 kematian anak setiap tahunnya terjadi akibat aspirasi benda asing di saluran pernapasan. Di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung, kejadian tersedak menjadi masalah yang cukup signifikan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sekitar 8,1% anak usia 1-4 tahun pernah mengalami cedera rumah tangga, dengan tersedak sebagai salah satu penyebab utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh edukasi pertolongan pertama tersedak terhadap keterampilan keluarga dalam menangani tersedak pada anak di TK Setia Kawan Panjang Kota Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan pre- eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 40 ibu yang memiliki anak usia TK di TK Setia Kawan Panjang, Bandar Lampung, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis SOP untuk mengukur keterampilan ibu dalam memberikan pertolongan pertama tersedak. Hasil: Sebagian besar responden berusia 31-40 tahun (78%) dan memiliki latar belakang pendidikan SMA (58%). Sebelum edukasi, seluruh ibu tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan yang memadai dalam menangani tersedak. Setelah diberikan edukasi, rata- rata skor keterampilan meningkat secara signifikan. Skor rata-rata keterampilan sebelum edukasi adalah 6.15 (SD 1.406), sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 19.45 (SD 3.929). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dalam keterampilan ibu (Z = -5.515, p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi pertolongan pertama tersedak terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan keterampilan keluarga, khususnya ibu, dengan hasil uji Wilcoxon p-value = 0,000 < 0,05.
Pengaruh Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Zat Besi dengan Perilaku Pencegahan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Bengkulu Utara Hera Olani Jaya Ningsih; Dessy Triana; Suci Rahmawati; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1345

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, serta kematian ibu dan janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai tablet zat besi berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi dengan perilaku pencegahan anemia di wilayah kerja Puskesmas Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 120 ibu hamil yang mendapatkan tablet zat besi, dengan sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner perilaku pencegahan anemia, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (73,9%), berpendidikan SMA/SMK (53,3%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (45,7%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 57 responden (62,0%), sedangkan perilaku pencegahan anemia sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 70 responden (76,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan anemia. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki ibu hamil mengenai manfaat, cara konsumsi, dan pentingnya tablet zat besi, maka semakin baik pula perilaku yang dilakukan dalam upaya pencegahan anemia selama kehamilan. Namun demikian, perilaku pencegahan anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi, peran tenaga kesehatan, dan pola makan sehari-hari.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Kemangi (Ocimum sanctum L. ) Berlianty Rahmahdini; Rose Intan Perma Sari; Evi Maryanti; Oky Hermansyah; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1347

Abstract

Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan farmasi topikal. Salah satu bentuk sediaan yang dapat dikembangkan adalah emulgel, yaitu kombinasi emulsi dan gel yang memiliki kemampuan penyebaran yang baik, mudah diaplikasikan, serta memberikan kenyamanan pada saat penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun kemangi ke dalam sediaan emulgel serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu Formula 0 (tanpa ekstrak), Formula 1 (ekstrak 1%), Formula 2 (ekstrak 2%), dan Formula 3 (ekstrak 3%). Evaluasi karakteristik sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, tipe emulsi, dan uji hedonik. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan emulgel dengan bentuk semi padat dan homogen serta memiliki tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Nilai pH yang diperoleh berada pada rentang 5,20–6,03 sehingga memenuhi persyaratan pH sediaan topikal, sedangkan nilai viskositas berkisar antara 6.583–9.280 cPs dan masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil uji daya sebar menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki kemampuan penyebaran yang baik, sementara hasil uji hedonik menunjukkan bahwa Formula 1 memperoleh tingkat penerimaan panelis tertinggi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ekstrak etanol 96% daun kemangi berhasil diformulasikan menjadi sediaan emulgel dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan mutu sediaan topikal. Kata kunci: Daun Kemangi, Emulgel, Ekstrak Etanol, Evaluasi Fisik, Formulasi.
Characteristics Of Anemia In Child Patients Aged 1-10 Years With Symptoms Of Respiratory Tract Infection At Puskesmas Dompu Barat Uswatun Hasanah; Eti Sumiati; Ni Nyoman Santi Tri Ulandari; Maria Yosevina Agatha
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1348

Abstract

Pendahuluan: Infeksi saluran pernapasan masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia. Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan pada anak-anak di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini ditandai oleh penurunan kadar hemoglobin sehingga kapasitas darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh menjadi berkurang. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kadar haemoglobin pada anak umur 1-10 tahun dengan infeksi saluran pernapasan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan subjek penelitian secara sistematis, factual, dan akurat dengan sampel sebanyak 166 anak. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin dengan kategori anemia ringan yaitu sebanyak 96 anak (57,83%). Simpulan: Hubungan dua arah ini membentuk suatu siklus yang meningkatkan risiko penyakit, keparahan klinis, komplikasi, dan mortalitas. Pencegahan dan penatalaksanaan anemia harus menjadi bagian integral dalam strategi pengendalian infeksi saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan anak-anak.
Pengaruh Pemberian Terapi Musik Instrumental Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Cuci Darah Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Jovanka Trinita Saragih; Rika Yulendasari; Triyoso Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1353

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit menahun yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal sehingga pasien memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisa. Pasien hemodialisa sering mengalami kecemasan yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan kualitas hidup. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi musik instrumental karena memberikan efek relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi musik instrumental terhadap tingkat kecemasan pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Mayoritas responden berusia 56–60 tahun (46,7%) dan berjenis kelamin laki-laki (53,3%). Rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok intervensi menurun dari 3,13 menjadi 2,33 setelah diberikan terapi musik instrumental. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Terapi musik instrumental berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien GGK yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, sehingga dapat diterapkan sebagai terapi pendamping nonfarmakologis untuk membantu pasien lebih relaks, nyaman, dan mengurangi kecemasan selama menjalani hemodialisa.
Asap Cair Sebagai Pengawet Alami Pangan: Tinjauan Literatur Mengenai Aktivitas Antimikroba, Keamanan, Dan Implikasi Kesehatan Nurmala Sari; Supran Hidayat Sihotang; Fanny Rizky Sembiring; Mariany Razalu; Rika Silvany; Pravil Mistriyanto Tambunan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1354

Abstract

Kontaminasi mikroorganisme patogen pada produk pangan mendorong meningkatnya minat terhadap pengawet alami berbasis biomassa, salah satunya asap cair (liquid smoke) yang dihasilkan melalui pirolisis bahan lignoselulosa seperti tempurung kelapa, sekam padi, dan serbuk gergaji kayu. Kajian ini bertujuan menganalisis efektivitas antimikroba, profil keamanan, serta implikasi kesehatan penggunaan asap cair sebagai pengganti pengawet sintetis pada produk pangan. Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) diterapkan dengan menelusuri basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan protokol PRISMA 2020, mencakup publikasi tahun 2021–2025, sehingga diperoleh 10 artikel yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan fenol, asam organik, dan karbonil dalam asap cair bekerja secara sinergis menghambat pertumbuhan bakteri maupun jamur patogen pangan. Kelompok bakteri Gram-positive seperti Staphylococcus aureus dan Listeria monocytogenes terbukti lebih rentan dibandingkan Gram-negative akibat perbedaan arsitektur dinding sel. Kapasitas antioksidan turut memperkuat peran asap cair sebagai pengawet alami. Meskipun demikian, keberadaan senyawa polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) serta belum terpenuhinya sejumlah standar mutu pada produk tertentu mengindikasikan bahwa optimasi konsentrasi aplikasi berbasis kategori produk masih sangat diperlukan. Kajian ini menegaskan urgensi penyusunan regulasi batas penggunaan asap cair yang spesifik per kategori produk pangan guna menjamin keseimbangan antara efektivitas preservasi dan perlindungan kesehatan konsumen.
Hubungan Efek Samping Obat Antituberkulosis Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Lingkar Timur Meka Yolanda; Sylvia Rianissa Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1355

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan TB yang berlangsung lama dapat menimbulkan efek samping obat antituberkulosis (OAT) yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner efek samping OAT dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden mengalami efek samping kategori sedikit sebanyak 29 responden (82,9%), sedangkan 6 responden (17,1%) mengalami efek samping kategori banyak. Tingkat kepatuhan menunjukkan 19 responden (54,3%) patuh dan 16 responden (45,7%) tidak patuh. Hasil uji Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Semakin banyak efek samping yang dialami, semakin rendah tingkat kepatuhan pengobatan pasien.