cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Hubungan Posisi Persalinan Upright dengan Luaran Ibu dan Bayi Baru Lahir: Studi Kasus-Kontrol Retrospektif Mega Rahmawati; Ria Muji Rahayu
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1325

Abstract

Latar Belakang: Posisi persalinan merupakan faktor yang dapat dimodifikasi bidan dan berpengaruh terhadap luaran ibu bersalin dan neonatus. Di TPMB wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Nuban, Kabupaten Lampung Timur, posisi litotomi masih mendominasi praktik persalinan dan angka episiotomi tercatat masih tinggi berdasarkan rekam medis tahun 2025. Tujuan: Menganalisis hubungan posisi persalinan upright (non-supine) dibandingkan posisi supine/litotomi dengan kejadian episiotomi dan luaran maternal-neonatal berdasarkan rekam medis persalinan di TPMB wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Nuban tahun 2025. Metode: Studi case-control retrospektif murni berbasis rekam medis periode Januari–Desember 2025. Kasus adalah ibu bersalin yang mengalami episiotomi; kontrol adalah ibu bersalin tanpa episiotomi, di-matching 1:1 berdasarkan paritas dan kelompok usia. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Schlesselman dengan α=0,05, power 80%, estimasi OR=3,0 dan proporsi paparan kontrol 35%, diperoleh minimal 44 per kelompok (total 88 rekam medis). Analisis data dilakukan pada tahun 2026 menggunakan uji Chi-Square, Odds Ratio (OR) dengan 95%CI, dan regresi logistik multivariat. Hasil: Diperoleh 44 kasus dan 44 kontrol yang memenuhi kriteria. Posisi supine/litotomi ditemukan pada 31 kasus (70,5%) dan 16 kontrol (36,4%), dengan perbedaan bermakna (p<0,001). Posisi supine secara bermakna berhubungan dengan peningkatan risiko episiotomi (OR=4,17; 95%CI: 1,76–9,87; p=0,001) dan durasi kala II memanjang (OR=3,12; 95%CI: 1,21–8,07; p=0,019). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada luaran neonatal (p>0,05). Setelah dikontrol variabel confounding, posisi supine tetap sebagai faktor risiko independen episiotomi (AOR=3,89; 95%CI: 1,58–9,57; p=0,003). Kesimpulan: Posisi supine/litotomi berhubungan bermakna dengan peningkatan risiko episiotomi pada persalinan di TPMB wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Nuban. Optimalisasi fasilitasi posisi upright oleh bidan diperlukan sebagai bagian dari asuhan persalinan berbasis bukti.
Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Mie Basah Yang Di Jual Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Syahbananda Zulyan Palse; Putri Mulia; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Suci Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1326

Abstract

Mie basah merupakan salah satu pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena praktis dan ekonomis. Namun, masih ditemukan penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada mie basah, formalin dilarang digunakan dalam pangan karena berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyalahgunaan formalin pada mie basah yang dijual di Pasar Tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel sebanyak 12 mie basah  yang diambil dari Pasar Tradisional di Kota Bengkulu. Uji kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Schiff, KMnO₄, dan asam kromatofat. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dari 12 sampel mie basah, terdapat 4 sampel positif mengandung formalin, yaitu sampel B1, B2, C1, dan C4.  Pada uji kuantitatif  menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Kurva kalibrasi yang diperoleh memiliki persamaan regresi y = 0,0775x + 0,0957 nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 menunjukkan hubungan linear yang baik antara konsentrasi dan absorbansi. Hasil uji kuantitatif kadar formalin pada sampel B1 sebesar 0,00319 mg/g, sampel B2 sebesar 0,005655 mg/g, sampel C1 sebesar 0,005036 mg/g, dan sampel C4 sebesar 0,003642 mg/g. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa masih terdapat formalin pada mie basah yang dijual di pasar tradisional Kota Bengkulu.
Potensi Tepung Tempe dan Tepung Ikan Teri Nasi dalam Pengembangan Bubur Instan MP-ASI: Tinjauan Literatur Umi Dwi Sumiyanah; Fathma Syahbanu; Rini Harianti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1327

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang banyak ditemukan pada bayi dan balita di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang memiliki kandungan protein dan mikronutrien yang memadai. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji potensi tepung tempe dan tepung ikan teri nasi dalam pengembangan bubur instan MP-ASI bagi bayi usia 6-11 bulan. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review melalui pencarian artikel pada basis data Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2016-2026. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria dan digunakan dalam sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung tempe berpotensi meningkatkan kandungan protein serta memperbaiki karakteristik fisik bubur instan, sedangkan tepung ikan teri nasi merupakan sumber protein hewani, kalsium, zat besi, seng, DHA, dan EPA yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kombinasi kedua bahan tersebut berpotensi menghasilkan bubur instan MP-ASI dengan kualitas protein yang lebih baik, kandungan mikronutrien yang lebih lengkap, serta karakteristik fisik yang sesuai. Oleh karena itu, tepung tempe dan tepung ikan teri nasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku bubur instan MP-ASI berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.
Pengaruh Edukasi Self-Care Management Berbasis Video terhadap Tingkat Pengetahuan pada Pasien Hipertensi Karina Tariwoba; Erwin Purwanto; Nanang Paramata
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1328

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui penerapan self-care management. Tingkat pengetahuan yang rendah dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah serta meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan pasien adalah melalui edukasi kesehatan berbasis video. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi self-care management berbasis video terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dialokasikan ke dalam kelompok kontrol (n=50) dan kelompok intervensi (n=50) berdasarkan waktu dan tempat pelaksanaan penelitian untuk meminimalkan kontaminasi informasi antar kelompok. Kelompok kontrol diberikan edukasi kesehatan tanpa media video, sedangkan kelompok intervensi diberikan edukasi self-care management berbasis video. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi mayoritas responden pada kedua kelompok memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang. Setelah intervensi, mayoritas kelompok intervensi berada pada kategori baik sebanyak 29 responden (58%), sedangkan kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 28 responden (56%). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga edukasi self-care management berbasis video efektif meningkatkan tingkat pengetahuan pasien hipertensi.
Hubungan Toxic Relationship Dengan Resiko Kekerasan Psikologis Pada Remaja Di SMK Budi Karya Natar Tahun 2026 Sela Puja Wati; Aryanti Wardiyah; Triyoso Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1329

Abstract

Pendahuluan: Toxic relationship menjadi perhatian di kalangan remaja karena sering melibatkan pola hubungan yang tidak sehat dan dapat memicu terjadinya kekerasan psikologis. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara toxic relationship dengan risiko kekerasan psikologis pada remaja di SMK Budi Karya Natar tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 155 responden dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Spearman Rank (rho). Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori toxic relationship sedang (71,0%) dan mengalami kekerasan psikologis tingkat sedang (60,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara toxic relationship dengan kekerasan psikologis (p-value < 0,001; p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara toxic relationship dengan risiko kekerasan psikologis pada remaja. Semakin tinggi tingkat toxic relationship, semakin besar risiko terjadinya kekerasan psikologis. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi hubungan sehat, penguatan pengelolaan emosi, serta dukungan keluarga dan sekolah.
Efektivitas Buerger Allen Exercise Terhadap Peningkatan Nilai Ankle Brachial Index Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Diva Agustya Mahardika; Sugiharto
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1332

Abstract

Pendahuluan : Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan gangguan perfusi perifer dan meningkatkan risiko komplikasi pada ekstremitas bawah. Ankle Brachial Index (ABI) digunakan untuk menilai sirkulasi perifer. Buerger Allen Exercise merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan aliran darah perifer. Tujuan: mengetahui pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap Ankle Brachial Index pada klien diabetes melitus tipe 2 . Metode : penelitian ini menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan satu pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami gangguan perfusi perifer dengan nilai ABI awal sebesar 0,51. Pengukuran ABI dilakukan menggunakan Doppler vaskular dan sphygmomanometer sebelum dan sesudah intervensi. Latihan Buerger Allen diberikan selama 15 menit  dalam sehari selama tiga hari berturut-turut. Latihan tersebut terdiri dari elevasi ekstremitas bawah pada sudut 45°, posisi menggantung, gerakan dorsifleksi dan plantar fleksi, serta istirahat dalam posisi terlentang. Hasil:  menunjukkan peningkatan nilai ABI dari 0,51 sebelum intervensi menjadi 0,98 setelah tiga hari latihan. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian Buerger Allen Exercise terhadap peningkatan nilai ABI pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Dengan hasil tersebut, disarankan perawat bisa mengajarkan dan memotivasi pasien pemberian BAE.
Hubungan Perilaku Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Tingkat Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri Di Jakarta Utara Nur Fadilah Arfah; Veronica Yeni Rahmawati; Jehan Puspasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1333

Abstract

Dismenore, atau nyeri saat menstruasi merupakan salah satu keluhan umum yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada terganggunya aktivitas harian. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap timbulnya dismenore adalah kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. makanan jenis ini umunya mengandung kadar lemak jenuh dan kalori yang tinggi, serta zar aditif yang berpotensi meningkatkan produksi prostaglandin, sehingga memicu kontraksi otot rahim dan menimbulkan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan tingkat nyeri menstruasi pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 siswi SMP Negeri 53 Jakata yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling Instrumen yang digunakan meliputi Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri menstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman-Rank. hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dan tingkat nyeri menstruasi (p=0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi makanan cepat saji maka semakin tinggi tingkat nyeri menstruasi yang dirasakan, begitu juga sebaliknya.
Kajian Partisipasi Remaja dan Lansia Pada Posyandu Integrasi Layanan Primer di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran Firda Dini Maulida; Laili Firmayanti; Agisca Ramadhani; Fadhila Mayasya Fani; Salsa Diva Az Zahra; Yulis Indriyani; Teguh Irawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1336

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui posyandu siklus hidup bertujuan memperluas jangkauan layanan dasar, namun tingkat kunjungan kelompok remaja dan lanjut usia (lansia) terpantau masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dinamika serta akar penyebab rendahnya partisipasi aktif kelompok remaja dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Buaran menggunakan perspektif Teori Tangga Partisipasi Arnstein. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-komparatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap informan remaja, lansia, kader, serta petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakselarasan (mismatch) antara manajemen operasional posyandu dengan karakteristik kebutuhan khas kedua kelompok sasaran. Rendahnya keterlibatan remaja didominasi oleh hambatan struktural berupa benturan jadwal sekolah, ketiadaan dukungan kelompok sebaya, dan minimnya jaminan kerahasiaan privat dalam ruang pelayanan harian. Di sisi lain, suboptimalnya kunjungan lansia sangat dipengaruhi oleh kemunduran kapasitas fisik biologis yang diperparah oleh hambatan jarak geografis ke lokasi pelayanan, buruknya saluran komunikasi publik, serta keterbatasan logistik obat-obatan dan stik tes laboratorium lengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program transformasi kesehatan primer ini sangat bergantung pada rekonstruksi tata kelola pelayanan publik yang inklusif melalui desentralisasi pos pelayanan bagi lansia serta penyediaan ruang privat dan optimalisasi promosi digital bagi kelompok remaja.
Hubungan Lama Menderita dengan Tingkat Pengetahuan Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila Nurzia Delasfebrila Marukai; Ita Sulistiani; Sitti Fatimah M. Arsad
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1338

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya ulkus kaki diabetikum. Pencegahan komplikasi tersebut dapat dilakukan melalui perawatan kaki yang tepat, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawatan kaki yang disesuaikan dari Munali (2019). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki. Responden yang menderita DM tipe 2 selama ≥ 5 tahun cenderung memiliki tingkat pengetahuan perawatan kaki yang lebih baik dibandingkan responden yang menderita DM tipe 2 selama ≤ 5 tahun. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama menderita dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila.
Kepatuhan Apotek Komunitas terhadap Regulasi Pelayanan Antibiotik Tanpa Resep: Studi Mystery Shopper Dina Fakhriya; Satrio Dwi Ramadhan; Rodhi Anshari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1340

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa resep merupakan salah satu faktor yang berkontribusi meningkatkan terjadinya resistensi antimikroba, yang saat ini menjadi permasalahan kesehatan global. Apotek memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional. Namun, informasi mengenai kepatuhan apotek terhadap regulasi pelayanan antibiotik tanpa resep masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan apotek terhadap regulasi tersebut menggunakan pendekatan mystery shopper. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan menggunakan metode mystery shopper pada 96 apotek di wilayah Kabupaten Kudus dan Jepara yang dipilih secara acak. Mystery shopper berperan sebagai pasien dewasa yang mengalami keluhan batuk pilek selama dua hari dan meminta antibiotik tanpa membawa resep dokter. Data yang dikumpulkan meliputi pemberian antibiotik tanpa resep, jenis antibiotik yang diberikan, keberadaan apoteker dan edukasi penggunaan obat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Dari 96 apotek yang dikunjungi, sebanyak 73 apotek (76,04%) memberikan antibiotik tanpa resep dokter, sedangkan 23 apotek (23,96%) menolak permintaan tersebut. Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering diberikan (75,34%), diikuti cefadroksil (20,55%) dan azitromisin (4,11%). Hanya sekitar 35 (36,46%) apotek yang memberikan edukasi dan kehadiran apoteker ditemukan lebih sering pada apotek yang patuh terhadap regulasi. Oleh karena itu masih diperlukan optimalisasi peran apoteker untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional.