cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 148 Documents
Pengaruh Pengetahuan Dan Dukungan Suami Terhadap Pemeriksaan IVA Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Puskesmas Pulau Kupang Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas Tahun 2022 Patimah, Siti; Meldawati; Ulfa, Ika Mardiatul
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.290

Abstract

Pendahuluan: Menurut Global Bunder Cancer (GLOBOCAN) pada tahun 2020, angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 36.333 (17,2%) kasus dengan angka kematian mencapai 21.003 (9,0%) serta masih menjadi urutan tertinggi angka ketiga. Salah satu penyebab tingginya kejadian kanker serviks adalah rendahnya deteksi dini. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui pemeriksaan IVA. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan dan Dukungan Suami Terhadap Pemeriksaan IVA pada WUS di Puskesmas Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas Tahun 2022. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 responden. Pengambilan sampel diambil dengan menggunakan Teknik Accidental Sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil uji F menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan terhadap pemeriksaan IVA dengan nilai signifikan (OR=4,335; p= 0,046) dan tidak ada pengaruh dukungan suami terhadap pemeriksaan IVA dengan nilai signifikan (OR=0,104;p= 0,749). Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan terhadap  pemeriksaan IVA dan tidak ada pengaruh dukungan suami terhadap pemeriksaan IVA. Disarankan bagi tenaga Kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan bagi Wanita Usia Subur (WUS) maupun suami tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Kontrasepsi Suntik Sebagai Kb Pasca Salin Di Puskesmas Terminal Banjarmasin Pratama Putri, Nanda; Nur Lathifah; Fadhiyah Noor Anisa
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.253

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 57,4%. Berdasarkan distribusi provinsi, angka prevalensi pemakaian KB tertinggi adalah Kalimantan selatan yaitu sebesar 67,9%. Berbagai macam faktor yang mempengaruhi ibu pasca salin dalam memilih kontrasepsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Tujuan: Menganalisis dan mengidentifikasi faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan Kontrasepsi Suntik sebagai KB Pasca Salin di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Cross Sectional. Dengan menggunakan teknik simple random sampling dalam pengambilan sampel didapatkan jumlah sampel 224 orang ibu pasca salin. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Didapatkan hasil penelitian yang memilih KB Suntik jauh lebih banyak yaitu 198 orang (88,39 %) dibandingkan yang memilih KB Non Suntik yaitu 26 orang (11,61 %). Hasil uji chi square terhadap umur yaitu didapatkan ada 25 % sel yang nilai expected < 5 sehingga, yang digunakan uji fisher exact dengan p-value 0,279. Hasil uji chi square terhadap pendidikan didapatkan p-value dengan nilai 0,615. Dan Hasil uji chi square terhadap paritas didapatkan p-value dengan nilai 0,005. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara paritas dengan pemilihan kontrasepsi suntik sebagai KB Pasca salin, sedangkan faktor lain seperti umur dan pendidikan tidak terdapat hubungan dengan pemilihan kontrasepsi suntik sebagai KB Pasca Salin di Puskesmas Terminal Banjarmasin.
ABCD No NiNi: Metode Emotional Demonstration Inovatif Berbasis Budaya Lokal Sebagai Solusi Pencegahan Pernikahan Dini Hidayah, Nurul; Fawwaz, Nur Aisha; Ekawati, Norliana
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.278

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan atau salah satu pasangan yang masih dikategorikan sebagai anak-anak atau remaja yang berusia di bawah usia 19 tahun dengan berbagai risiko yang ditimbulkan. Tujuan: Kajian terkait potensi metode inovatif ABCD No NiNi sebagai solusi alternatif pemecahan masalah pernikahan dini. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode literature review, yaitu sebuah pencarian literatur dari berbagai referensi, seperti jurnal penelitian, review jurnal, buku, dan data-data yang berkaitan dengan upaya yang sudah dilakukan dalam pencegahan pernikahan dini yang ada di Indonesia dan efektifitas metode emotional demontration dalam perubahan perilaku. Hasil: Literature Review menunjukkan bahwa beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa salah satu metode hasil pengembangan A Behavioural Centred Design yang terbukti efektif dalam perubahan perilaku adalah metode Emo-Demo. Kesimpulan: ABCD No NiNi merupakan metode inovatif yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan pernikahan dini, memuat beberapa permainan menggunakan metode Emo-Demo secara inovatif.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Persepsi Penggunaan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur (Wus) di Wilayah Kerja Puskesmas Bakau Kabupaten Kotabaru Masturoh, Masturoh; Lathifah , Nur; Yuliantie, Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.301

Abstract

Pendahuluan: Rendahnya cakupan penggunaan IUD khususnya Puskesmas Bakau disebabkan adanya berbagai persepsi masyarakat. Sebagian besar responden tidak mau menggunakan alat kontrasepsi IUD karena takut menggunakannya karena takut terjadi pendarahan, bisa hamil, tidak nyaman digunakan, dan biaya yang mahal. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Persepsi Penggunaan Kontrasepsi IUD pada wanita usia subur (WUS). Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 30. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikasi sebesar 5% (α=0,05). Hasil: Sebagian besar umur tidak beresiko (20-35 tahun) sebanyak 19 orang (63,3%), berpengetahuan baik sebanyak 18 orang (60%), mendapat dukungan suami sebanyak 21 orang (70,0%), memiliki persepsi baik penggunaan kontrasepsi IUD sebanyak 17 orang (56,7%). Ada hubungan umur WUS, pengetahuan WUS dan dukungan suami dengan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD (p.value <0,05). Kesimpulan: Umur, pengetahuan dan dukungan suami berhubungan dengan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur (WUS).
Pengaruh Faktor Kejadian Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Tabuk 2 Rahhim, Anisya Aulia; Zulliati, Zulliati; Sarkiah, Sarkiah
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.304

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil  Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)  tahun 2021 prevalensi stunting di Kabupaten Banjar sebesar 40,2 % dan 2022 sebesar 26,4 % atau menurun sebesar 13,8 %, Puskesmas Sungai Tabuk 2 Memiliki presentase paling tinggi yaitu 236 anak stunting dari 1082 anak dengan presentase 33,2% sehingga diperlukan upaya dalam penurunan angka stunting. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor terhadap kejadian stunting pada 1000 hari pertama kelahiran. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional peneliti menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95% atau α=0,05. Hasil:  Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa asupan gizi yang di dapatkan kurang  dengan p=0,52, Status Ekonomi dengan p=0,038 Tingkat Pendidikan dengan hasil nilai p=0,024. Simpulan: Asupan gizi yang di peroleh anak masih banyak dalam cakupan kurang di Puskesmas Sungai Tabuk. Adanya pengaruh status ekonomi yang signifikan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Sungai Tabuk 2. Adanya pengaruh tingkat pendidkan yang berpengaruh dengan kejadian stunting di Puskesmas Sungai tabuk 2
Evaluasi Program Intervensi Gizi Spesifik Pada Stunting Dengan Pendekatan Model Context-Input-Process-Product (CIPP) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Tabuk 2 Febria, Cindy; Dona, Sismeri; Yantie, Lisdha
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.305

Abstract

Latar Belakang: Menurut Survei Status Gizi Indonesia prevalensi balita stunting di Kabupaten Banjar pada tahun 2022 mencapai 26,4 turun dari angka 40,2 pada tahun 2021, menurun sebesar 13,8%, Puskesmas Sungai Tabuk 2 memiliki persentase paling tinggi yaitu 236 anak stunting dari 1082 anak dengan persentase 33,62% sehingga diperlukan upaya dalam menurunkan prevalensi stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan program yang dinilai menggunakan pendekatan context, input, process dan product (CIPP) di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Tabuk 2. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan dianalisis dengan kriteria keberhasilan. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa evaluasi program intervensi gizi spesifik pada stunting dengan pendekatn model context dengan rata-rata 3,50, input dengan rata-rata 3,30, process dengan rata-rata 3,29 dan product dengan rata-rata 3,33 (CIPP) sehingga masuk dalam kategori kriteria keberhasilan sangat baik. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Evaluasi Program Intervensi Gizi Spesifik Pada Stunting Dengan Pendekatan Context-Input-Process- Product Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Tabuk 2 yang sudah berjalan secara keseluruhan masuk dalam kategori kriteria keberhasilan sangat baik dengan rata-rata 3,35. Namun, masih terdapat hasil dengan kategori baik yaitu prosedur pengadaan barang yang termasuk dalam indikator input sehingga sangat diharapkan pemangku kebijakan untuk lebih memperhatikan terkait pengadaan barang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Pengguna KB MKJP Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Aulia, Rizka; Iswandari, Novita Dewi; Zulfadhilah, Muhammad; Maolinda, Winda
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.306

Abstract

Latar Belakang: MKJP adalah metode kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama, lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan penggunaan, menunda kelahiran lebih dari tiga tahun atau mengakhiri kehamilan pada pasangan yang sudah tidak ingin untuk memiliki anak lagi. Jenis metode yang termasuk dalam kelompok ini adalah metode kontrasepsi mantap (pria dan wanita), implan, dan Intra Uterine Device (IUD). Akseptor KB MKJP di Kabupaten Banjar masih tergolong rendah sehingga perlu diteliti. Tujuan: Mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Pengguna KB MKJP Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional, sampel penelitian sebanyak 38 orang menggunakan teknik Accidental Sampling, instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner, analisa data dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Fisher Exact. asil: Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun (tidak beresiko) sebanyak 60,5% dengan responden berpendidikan rendah 86,8%. Sebanyak 92,1% responden tidak berminat menggunakan MKJP dan 7,9% responden berminat menggunakan MKJP. Hasil pengetahuan responden menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh p=0,008 < α=0,05 artinya terdapat hubungan pengetahuan dengan minat MKJP. Hasil dukungan suami responden meggunakan uji Fisher Exact diperoleh p=0,000 < α=0,05 artinya terdapat hubungan dukungan suami dengan minat MKJP. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan minat pengguna KB MKJP. Untuk meningkatkan minat perlunya KIE bagi PUS mengenai MKJP yang sesuai dengan kondisi PUS.
Hubungan Perilaku Pantang Makanan Dengan Lama Penyembuhan Luka Perenium Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin Lestari, Ayu; Anisa, Fadhiyah Noor; Hakim, Ali Rakhman
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.307

Abstract

Pendahuluan: Robekan perineum terjadi hampir pada semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Penyembuhan luka perenium dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu lingkungan, pengetahuan, sosial ekonomi, penanganan petugas, kondisi ibu, gizi dan pantang makanan. Namun masih terdapat 53% ibu nifas yang masih melakukan pantang mengkonsumsi makanan tertentu dikarenakan pengaruh dari budaya orang tua. Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perenium pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ibu nifas dengan luka perenium yang berada diwilayah kerja puskesmas pekauman Banjarmasin. sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil: Hubungan perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perenium pada ibu nifas diperoleh bahwa sebanyak 17 (42,5%) ibu berperilaku buruk (Pantang) dengan penyembuhan luka lambat 14 (35,0%) dan normal 3 (7,5%), sedangkan 23 (57,5%) ibu yang berperilaku baik (Tidak pantang) dengan penyembuhan luka lambat 1 (2,5%), normal 10 (25,0%) dan cepat 12 (30,0%). Hasil uji chi-square, diperoleh p-value 0,000, (p<0,05) yaitu Ha diterima, ada hubungan antara perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas diwilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dari 40 responden dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perenium pada ibu nifas diwilayah kerja Puskesmas Pekuaman Banjarmasin.
Nugget Kalakai (Stenochlaena palutris) Untuk Perbaikan Gizi Balita Underweight Wilayah Puskesmas Bentot Kabupaten Barito Timur Natal, Ari; Yuliana, Fitri; Anisa, Fadhiyah Noor
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.308

Abstract

Pendahuluan: Ekspresi dari keseimbangan zat gizi dengan kebutuhan tubuh adalah status gizi. Ketidakseimbangan antara zat gizi dengan kebutuhan tubuh akan menyebabkan underweight pada balita. Berdasarkan Riskesdas 2021 balita stunting  di Kalimantan Tengah sebesar 27,67 %. Perbaikan gizi pada balita underweight dapat dilakukan dengan inovasi berupa nugget kalakai (Stenochlaena Palutris). Tujuan: dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh nugget kalakai sebagai perbaikan gizi pada balita underweight di wilayah kerja Puskesmas Bentot. Metode: Jenis Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan pretest dan  posttest control one grup design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil: Mayoritas balita yang mengalami underweight berjenis kelamin laki-laki sebesar 65% dengan usia 1-2 tahun sebesar 56%. Balita dengan underweight sebelum pemberian nugget kalakai rata-rata sebesar 8.56. Balita dengan underweight sesudah pemberian nugget kalakai rata-rata sebesar 8.72. Analisis data menggunakan uji wilxocon. Hasil uji normalitas dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.002 < 0.05. Hasil uji wilcoxon dengan nilai signifikansi 0.000<0.05 (p < 0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang bermakna antara pemberian Nugget Kalakai pada balita underweight. Pemberian nugget kalakai efektif untuk menambah berat badan pada balita underweight di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bentot Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang bermakna antara pemberian Nugget Kalakai pada balita underweight.
Analisis Strategi Manajemen Pemasaran Apotex “X” Di Banjarmasin Melviani, Melviani; Priadi, Ota; Muttaharah, Siti
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.309

Abstract

Latar Belakang: Apotek adalah sarana pelayanan jasa berupa praktek kefarmasian serta penyaluran perbekalan farmasi oleh apoteker kepada masyarakat. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah apotek yang tersedia pada tahun 2018 adalah sebanyak 24.874 unit. Jumlah apotek yang semakin banyak akan menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Maka dari pada itu setiap apotek harus memiliki strategi yang baik agar dapat meningkatkan kepuasan konsumen sehingga dapat munculnya minat dari konsumen untuk membeli ataupun menggunakan jasa dari sebuah apotek. Tujuan: BPenelitian ini bertujuan menganalisa strategi pemasaran di apotek X dan atribut yang digunakan untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriftif observasional dengan melihat hasil wawancara dengan apoteker penangung jawab apotek X. Hasil: Hasil dari penelitian ini apoteker menjawab sangat setuju bahwa produk yang lengkap, harga yang terjangkau, serta tempat yang strategis dapat meningkatkan kepuasan konsumen sehingga penjualan produk menjadi meningkat. Simpulan: Kesimpulanya atribut yang memiliki kepuasan tertinggi terdapat pada tempat yang strategis, kelengkapan produk, fasilitas yang nyaman serta pelayanan yang ramah.

Page 7 of 15 | Total Record : 148