cover
Contact Name
Darah Ifalahma
Contact Email
darah_ifa@udb.ac.id
Phone
+6282223455008
Journal Mail Official
sikesnas@udb.ac.id
Editorial Address
JL. KH. SAMANHUDI NO. 93 SONDAKAN LAWEYAN SURAKARTA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional
ISSN : -     EISSN : 2964674X     DOI : https://doi.org/10.47701/sikenas.vi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas) adalah prosiding ilmiah di Bidang Kesehatan yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa surakarta. Prosiding ini digunakan sebagai media bagi para akademisi dan peneliti untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya serta menjadi sumber referensi bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan bidang kesehatan. Prosiding ini terbit satu kali dalam setahun, memuat artikel hasil penelitian, review article/ literature review, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 306 Documents
FORMULASI HAIR TONIC EKSTRAK DAUN TEH-TEHAN (ACALYPHA SIAMENSIS) DAN UJI EFEKTIVITAS PERTUMBUHAN RAMBUT HEWAN KELINCI NEW ZEALAND JANTAN Firnila, Shafa Ayu; Permata, Bangkit Rizka; Wahyu, Rizka
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/c3t28r65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah daun teh-tehan dapat dijadikan sediaan hair tonic serta mengetahui evaluasi fisik sediaan hair tonic. Formulasi sediaan hair tonic yang dibuat yaitu menggunakan bahan alam daun teh-tehan dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental, meliputi : pengumpulan bahan, standarisasi simplisia, pembuatan ekstrak, standarisasi ekstrak, skrinning fitokimia, dan pembuatan sediaan. Pengujian yang dilakukan pada evaluasi fisik sediaan hair tonic yang dilakukan antara lain pemeriksaan uji organoleptis, uji pH, uji iritasi, uji viskositas, uji hedonic, dan uji daya sebar. Hasil pengujian organoleptis, uji pH, uji iritasi, uji viskositas, uji hedonic, dan uji daya sebar menunjukkan seluruh formula baik. Pada hasil pH menunjukkan angka antara 5-6 yang menyatakan bahwa hair tonic aman digunakan pada kulit kepala. Pada uji viskositas rata-rata yang didapatkan 2-3 cPs yang menunjukkan nilai viskositas telah sesuai dan mudah diaplikasikan. Pada hasil uji hedonic sediaan hair tonic menunjukkan bahwa rata-rata paling disukai bentuk dari hair tonic. Pada hasil uji daya sebar didapatkan angka antara 5-6 yang menunjukkan bahwa daya sebar sediaan hair tonic daun teh-tehan penyebarannya baik. Hasil pertumbuhan rambut kelinci selama 28 hari dari ketiga formulasi didapatkan formulasi 1 (10%) dengan panjang rata-rata 1,3 cm, formulasi 2 (20%) rata-rata panjang rambut 1,4cm, dan formulasi 3 (30%) didapatkan rata-rata Panjang rambut 1,6cm. Dari ketiga formulasi yang paling efektif sebagai pertumbuhan rambut adalah di perlakuan formulasi 3 dengan konsentrasi ekstrak 30% yaitu 1,6 cm.
PENGARUH EDUKASI FEEDING RULES PADA ANAK DENGAN MASALAH GIZI Risnawati, Hani; Ermawati, Muzaroah; Lestari, Dwi; Wahyudi, Totok; Deviana, Alamsya
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/yak4cp34

Abstract

Latar Belakang: Kesulitan makan merupakan masalah pada anak yang perlu diperhatikan oleh kedua orang tua dan praktisi kesehatan karena kesulitan makan pada anak dapat berdampak buruk pada tahap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Aturan dasar pemberian makan merupakan pedoman atau aturan dasar praktik pemberian makan dengan tujuan untuk mengembangkan jadwal pemberian makan yang terstruktur dan membantu anak melatih pengaturan makan internalnya. Tujuan: untuk mengeksplorasi pengaruh basic feeding rules pada anak dengan masalah gizi Metode: studi tinjauan pustaka dengan pencarian sistematis studi relevan dari database seperti google scholar, wiley dan pubmed, yang diterbitkan dari tahun 2021 hingga 2025 Hasil: Pendidikan kesehatan yang diberikan secara konsisten dan melalui berbagai metode berdampak positif pada pedoman pemberian makanan dan praktik pemberian makanan pada bayi. Penerapan aturan pemberian makanan yang tepat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil pertumbuhan dan perkembangan anak. Lebih jauh, faktor-faktor yang berkaitan dengan keluarga terutama pendapatan rumah tangga dan tingkat pendidikan orang tua menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kepatuhan terhadap pedoman pemberian makanan dasar pada anak. Temuan ini menggarisbawahi peran penting keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Kesimpulan: Pendidikan aturan makan dasar dapat meningkatkan pertumbuhan anak, sebagaimana diukur berdasarkan antropometri.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK CITRA MEDIKA SRAGEN Savitri, Dessy Nourma Siska; Marni, Marni; Prakoso, Adi Buyu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/jrsmyk88

Abstract

Nyeri haid atau dismenore adalah rasa sakit yang muncul sebelum atau selama menstruasi, sering kali pada hari pertama. Penyebabnya bisa termasuk pola makan buruk, seperti konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dan frekuensi makan yang tidak teratur, serta kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik penting untuk meningkatkan pengeluaran energi dan membakar kalori.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian dismenore pada remaja putri di SMK Citra Medika Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf dengan desain penelitian deskriptif correlational. Sampel pada penelitian ini yaitu 78 responden dipilih dengan cara purposive sampling. Metode pengambilan sampel menggunakan kuesioner pola makan, GPAQ (Global Physical Activity Questionaire), dan WaLIDD (Working, Ability, Intensity, Days Of Pain, Dysmenorrhea). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswi memiliki pola makan sehat, tingkat aktivitas fisik rendah, dan tingkat dismenore sedang. Berdasarkan hasil hasil uji spearman rank antara pola makan dengan kejadian dismenore memiliki nilai signifikan 0,133 sedangkan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore memiliki nilai signikan 0,004. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMK Citra Medika Sragen dan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMK Citra Medika Sragen.
KAJIAN EVALUATIF PENGADAAN OBAT DI RSUD X KOTA SURAKARTA TAHUN 2025 Insani, Fitri Nur; Rahmatillah, Annie; Rohmana, Vivin Marwiyati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/9r1pf493

Abstract

Pengadaan obat menjadi salah satu tahap penting dalam proses pengelolaan obat di rumah sakit. Pengadaan obat merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan sesuai jenis dan jumlahnya untuk menunjang pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi proses pengadaan obat di RSUD X Kota Surakarta Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental. Teknik pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menggunakan data pengadaan obat tahun 2024 dari bulan Januari-Desember. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase dana yang tersedia dengan keseluruhan dana yang dibutuhkan sebesar 113%, persentase pengadaan yang sesuai dengan kenyataan pakai adalah 101%, frekuensi pengadaan tiap item obat pertahun sebanyak 24 kali, dan persentase kesalahan faktur adalah 0,7%. Dari hasil parameter-parameter tersebut, menunjukkan bahwa pengadaan obat di RSUD X Kota Surakarta Tahun 2025 belum optimal, sehingga diperlukan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas pengadaan obat yang lebih baik.
ANKLE PUMP EXERCISE DENGAN ELEVASI KAKI 30 DERAJAT MAMPU MENURUNKAN DERAJAT EDEMA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Rahmasari, Ikrima; Kartiko, Endrat; Irawan, Ady; Dyan, Dyan; Sulistyaningsih, Sulistyaningsih
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/rc836h24

Abstract

Ginjal Kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD), dikenal sebagai penyakit ginjal adalah suatu kondisi yang mempengaruhi ginjal yang telah mengalami kerusakan, gangguan fungsional, atau bahkan masalah struktural. Masalah yang paling sering ditemui pada CKD yaitu kelebihan volume cairan atau hipervolemia yang akan menyebabkan pasien mengalami edema dibagian anggota tubuh. Edema pada pasien CKD terjadi karena kadar albumin yang lebih rendah yang dapat meningkatkan tekanan osmotik pada jaringan sekitar kapiler. Hal ini menyebabkan kapiler dan air masuk ke jaringan dan mengakibatkan pembengkakan pada kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ankle pump exercise dengan elevasi 30 derajat terhadap edema pada pasien gagal ginjal kronik. Metode yang digunakan Pre Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Instrument yang digunakan adalah lembar monitoring derajat edema dan Standar Operasional Proseduran (SOP) melakukan terapi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30 derajat. Intervensi diberikan selama 3 hari dengan waktu 8 menit (3 menit elevasi kaki, 2 menit istirahat, dan 3 menit elevasi kaki kembali). Hasil penelitian terhadap 28 pasien gagal ginjal kronik mengalami penurunan derajat edema kaki sebelum dan setelah dilakukan ankle pump exercise dengan elevasi 30 derajat, ditunjukkan nilai p-value 0,000 yang berarti hipotesa dalam penelitian ini (Ha) diterima karena p-value < 0,05, artinya ada pengaruh intervensi ankle pump exercise dengan elevasi kaki 30 derajat pada pasien GGK dengan edema kaki.
EFEKTIVITAS PENERAPAN HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS Witriyani, Witriyani; Hikmah, Nur; Kaori, Megumi Sekar
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/v066z419

Abstract

Penuaan merupakan suatu proses alami dimana sel, jaringan dan organ tubuh mengalami penurunan fungsi secara bertahap seiring dengan berjalannya waktu. Lansia merupakan tahap akhir perkembangan dalam siklus hidup manusia yang ditandai dengan penurunan kemampuan fisik dan mental, serta meningkatnya kerentanan terhadap penyakit. Adanya peningkatan jumlah lansia memunculkan berbagai permasalahan salah satunya kecemasan. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis yaitu dengan penerapan hidroterapi rendam kaki air hangat yang memberikan efek relaksasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penerapan hidroterapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-eksperiment dengan desain penelitian adalah One Group Pretest-Postest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner geriatric Anxiety Scale (GAS) dan SOP Hidroterapi rendam kaki air hangat. Analisis data menggunakan uji statistik T-Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah penerapan hidroterapi. Hasil uji T-Test diperoleh nilai p value = 0,000 (p<0,05) dimana hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan hidroterapi dengan metode rendam kaki air hangat efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita Rheumatoid Arthritis.
PENGARUH PERBEDAAN PELARUT PADA UJI MUTU FISIK SEDIAAN LIPCREAM EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (BIANCAEA SAPPAN (L.) TOD.) Qurniawati, Eka; Rahmatillah, Annie; Hidayat, Rahmat
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/btmfjw26

Abstract

Lipcream merupakan sediaan kosmetik dekoratif yang berbentuk semi padat yang dapat mempertahankan kelembapan bibir dalam jangka waktu yang lebih lama, tidak membuat bibir terasa kaku, menghasilkan warna lebih merata dan mudah diaplikasikan. Salah satu contoh bahan alam yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami adalah kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.). Kayu secang mengandung senyawa flavonoid, khususnya brazilin, yang diketahui memiliki aktivitas sebagai pewarna merah alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pelarut terhadap mutu fisik sediaan lipcream ekstrak etanol kayu secang. Metode Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol konsentrasi 50%, 70%, dan 96%. Masing-masing ekstrak diformulasikan ke dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak yaitu F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi mutu fisik meliputi pengujian pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan stabilitas, serta dilakukan uji hedonik dan uji iritasi pada panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pelarut etanol 96% menghasilkan sediaan lipcream dengan karakteristik fisik yang baik diantara variasi pelarut lainnya. Seluruh sediaan menunjukkan homogenitas yang baik dan tidak menimbulkan reaksi iritasi pada kulit panelis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada mutu fisik sediaan lipcream dan sediaan lipcream etanol 96% merupakan pelarut yang paling optimal untuk menghasilkan sediaan dengan mutu fisik yang baik.
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP IBU HAMIL YANG MENGALAMI BABY BLUES SELAMA MASA POST PARTUM Probowati, Rovica; Sari, Fitriana Yuni Permana; Nurlaili, Taniza Devita Putri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/hhzbdz94

Abstract

Baby blues syndrome merupakan masa transisi bagi ibu pasca melahirkan. Setelah melahirkan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang diikuti perubahan mood serta gejala baby blues syndrome lainnya. Perubahan hormon disertai beratnya proses kehamilan dan persalinan membuat seorang ibu mengalami perasaan yang tidak menentu. Metode pada penelitian ini berfokus pada kesehatan mental ibu hamil dengan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasinal pendekatan cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini dilakukan pada ibu postpartum yang melakukan control setelah melahirkan di hari ke 5-14, jumlah populasi 75 responden. hasil identifikasi terjadinya post partum bluse pada ibu yang mengalami baby bluse mayoritas di usia ibu diantara 23-25 tahun. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari total responden 75 responden yang terjadi babybluse dengan factor tanpa dukungan suami sebanyak 57 (76%) responden dan yang tidak terjadi baby bluse dengan adanya dukungan suami sebanyak 18 (24%) responden.Ibu postpartum yang kurang mendapatkan dukungan dari suami rata-rata mengalami postpartum blues. Faktor-faktor risiko mempunyai pengaruh terhadap kejadian postpartum blues pada ibu postpartum yaitu dukungan suami. Dukungan suami mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian postpartum blues pada ibu postpartum
PENGARUH HASIL PEMERIKSAAN HBSAG DENGAN MENGGUNAKAN SPESIMEN DARAH LENGKAP, SERUM DAN PLASMA Pramonodjati, Fredericus; Arini, Liss Dyah Dewi; Juwitasari, Karina Sella
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/f5bxmq19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat hubungan yang signifikan antara jenis sampel (darah lengkap, serum, dan plasma) dan hasil pemeriksaan HBsAg (positif atau negatif). Sebanyak 90 sampel darah dikumpulkan, dengan masing-masing 30 sampel untuk setiap jenis (darah lengkap, serum, dan plasma). Desain Penelitian ini observasional dengan desain cross-sectional, data hasil dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square (?2). Hasil analisis menunjukkan nilai ?2 hitung sebesar 1.3636 dengan derajat kebebasan (df) 2. Pada tingkat signifikansi 0.05, nilai ?2 kritis adalah 5.991. Karena nilai ?2 hitung (1.3636) lebih kecil dari nilai ?2 kritis (5.991), hipotesis nol tidak dapat ditolak. Ini mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan signifikan secara statistik antara jenis sampel yang digunakan dan hasil tes HBsAg. Meskipun data observasi menunjukkan sedikit variasi dalam jumlah kasus positif (darah lengkap: 24, serum: 22, plasma: 20), perbedaan ini dianggap sebagai fluktuasi acak dan tidak cukup besar untuk menunjukkan pengaruh nyata dari jenis sampel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketiga jenis sampel tersebut memberikan hasil yang konsisten untuk deteksi HBsAg dalam konteks penelitian ini.
IDENTIFIKASI SENYAWA FITOKIMIA EKSTRAK DAUN MIANA (COLEUS ATROPURPUREUS L. BENTH) Nurrahman, Alfina; Amalia, Annora Rizky
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/vdhxvf11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia dari ekstrak etanol daun miana dengan pengujian organoleptis, kadar air, bebas alkohol, serta uji fitokimia kualitatif. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak memiliki karakteristik organoleptis berwarna ungu tua, berbau khas aromatik, dan berbentuk kental. Kadar air ekstrak menunjukkan nilai 7,48 %, uji bebas alkohol menunjukkan hasil negatif, serta hasil uji fitokimia kualitatif menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun miana mengandung senyawa bioaktif yang potensial untuk dikembangkan dalam pengobatan herbal.