cover
Contact Name
Septian Prawijaya
Contact Email
wijaya@unimed.ac.id
Phone
+6281396906213
Journal Mail Official
jurnalsekolah@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan PPSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr. V, Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JS (Jurnal Sekolah)
ISSN : 25488856     EISSN : 2549127X     DOI : https://doi.org/10.24114/js.v7i2
Core Subject : Education,
JS (Jurnal Sekolah) berisi artikel yang berkaitan dengan pendidikan, yang meliputi pembelajaran, hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. JS (Jurnal Sekolah), dikelola oleh Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan. JS (Jurnal Sekolah) merupakan jurnal yang berisi tulisan Dosen, Guru, dan Mahasiswa. Diterbitkan empat kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik dan cetak oleh prodi PGSD FIP UNIMED. Agenda JS (Jurnal Sekolah) menjadi penting perannya bagi Prodi PGSD FIP UNIMED, dalam mendorong terbangunnya inovasi pendidikan yang dapat memberikan jawaban atas berbagai persoalan daerah, nasional maupun global. Sesuai dengan kapasitasnya dan dilandasi oleh kepentingan nasional, JS (Jurnal Sekolah) diterbitkan sebagai wadah mempermudah masyarakat khususnya dosen Prodi PGSD FIP UNIMED untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdiannya kepada masyarakat. JS (Jurnal Sekolah) pertama kali terbit pada tahun 2016. Ketika itu, JS (Jurnal Sekolah) sudah mempunyai ISSN cetak, namun belum mempunyai ISSN elektronik. Seiring berjalannya waktu, JS (Jurnal Sekolah) terus belajar dan mencoba mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Hingga saat ini, JS (Jurnal Sekolah) sudah mempunyai ISSN cetak dan elektronik. ISSN Cetak: 2548-8856 dan ISSN Elektronik: 2549-127X. Secara perlahan pada 2016, menerbitkan tulisan secara online (electronic journal) yang berbasis OJS (Open Journal System) pada laman: http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/js.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 812 Documents
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Rurun Ma'rifatus Sa'adah; Muh. Sholeh
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/08wyk214

Abstract

Abstract: Geography learning demands active involvement to achieve comprehensive spatial understanding. This study investigates the relationship between learning activities and student learning outcomes at MA Manahijul Huda. A quantitative correlational method was applied to a sample of 53 students. Instruments included a four-point Likert-scale observation sheet and summative assessment documentation. Data analysis utilized the Pearson Product Moment correlation test. Results showed that the classical average of student learning activity was classified as "Very Active". There is a very strong and significant positive relationship (r=0.970; p<0.001) between these two variables. In conclusion, active participation absolutely contributes to improving students' academic achievements. Keyword: Learning Activity, Learning Outcomes, Geography Abstrak: Pembelajaran Geografi menuntut keterlibatan aktif peserta didik untuk mencapai pemahaman keruangan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi hubungan antara aktivitas belajar dengan hasil belajar siswa di MA Manahijul Huda. Metode kuantitatif desain korelasional digunakan pada sampel 53 siswa. Instrumennya meliputi lembar observasi berskala Likert empat poin dan dokumentasi nilai asesmen sumatif. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa secara klasikal tergolong "Sangat Aktif". Terbukti ada hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan (r=0,970; p<0,001) antara kedua variabel tersebut. Kesimpulannya, partisipasi aktif berkontribusi mutlak terhadap peningkatan ketuntasan capaian akademik peserta didik. Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Geografi  
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL BERBANTUAN QR CODE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS V SD N 096757 PANGGUALAN Nabelia Utami Manurung; Samsidar Tanjung; Sugiharto
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rxj6qz38

Abstract

Abstract: This study aims to develop a QR Code-assisted digital comic media that is feasible, practical, and effective in improving the IPAS learning outcomes of fifth-grade students at SD N 096757 Panggualan. This study uses a research and development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were fifth-grade students at SD N 096757 Panggualan. The results showed that the QR Code-assisted digital comic media was deemed feasible based on the assessments of media experts (91%), subject matter experts (95%), and language experts (84%). The developed media was also deemed practical based on the assessment of education practitioners (87%) and student responses in individual tests (87%) and small group tests (84%). The effectiveness of the media was demonstrated by an increase in students' cognitive learning outcomes, with learning completeness increasing from 0% in the pretest to 79.31% in the posttest, with an N-Gain valu of 0.52, which is in the moderate category. Based on these results, it can be concluded that QR Code-assisted digital comic media is feasible, practical, and effective for use in IPAS learning to improve the learning outcomes of fifthgrade primary school students. Keyword: Digital Comic Media, QR Code, and Learning Outcomes Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital berbantuan QR Code yang layak, praktis, dan afektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD N 096757 Panggualan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 096757 Panggualan. Hasil penelitian menunjukan bahwa media komik digital berbantuan QR Code dinyatakan layak berdasarkan penilaian ahli media (91%), ahli materi (95%), dan ahli bahasa (84%). Media yang dikembangkan juga dinyatakan praktis berdasarkan penilaian praktisi pendidikan (87%) serta respon siswa pada uji perorangan (87%) dan uji kelompok kecil (84%). Keefektifan media ditunjukan oleh peningkatan hasil belajar kognitif siswa, ketuntasan hasil belajar dari 0 % pada pretest menjadi 79,31% pada postests dengan nilai N-Gain sebesar 0,52 berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil belajar afektif siswa mencapai persentase 85% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media komik digital berbantuan QR Code layak, praktis, dan afektif digunakan dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar. Kata Kunci: Media Komik Digital, QR Code, dan Hasil Belajar
EFEKTIVITAS PENILAIAN AUTENTIK SEBAGAI INSTRUMEN EVALUASI HASIL BELAJAR EKONOMI SECARA HOLISTIK: TINJAUAN STUDI LITERATUR Putri Alechia Simbolon; Muhammad Bukhori Dalimunthe; Rosianna Dorepa Gultom; Depina Tumangger; Deni Andriani
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/9vsyt644

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of authentic assessment as a holistic evaluation tool in Economics education, while highlighting its relevance to the era of educational digitalization. The research employs a comprehensive literature review approach with content analysis and thematic synthesis, drawing upon nationally accredited journals, internationally recognized publications, classical theoretical works, and official educational policy documents. The findings indicate that authentic assessment plays a significant role in fostering critical thinking, independent learning, positive attitudes, and the relevance of classroom practices to real-world contexts. Moreover, the integration of digital technologies—such as electronic portfolios, digital rubrics, and learning analytics—enhances the flexibility, objectivity, and applicability of authentic assessment in modern education. The novelty of this study lies in its emphasis on the integration of digital technology into authentic assessment, which has not been extensively explored in previous literature. In conclusion, authentic assessment is proven to be effective, holistic, and adaptive, supporting the objectives of the Merdeka Curriculum while strengthening students’ global competitiveness. Keyword: Authentic assessment; Learning evaluation; HOTS; Economics education; Merdeka Curriculum; Educational digitalization Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penilaian autentik sebagai instrumen evaluasi hasil belajar holistik dalam pendidikan ekonomi SMA, dengan menekankan relevansi terhadap era digitalisasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur komprehensif dengan telaah isi dan sintesis tematik, memanfaatkan sumber akademik dari jurnal nasional terakreditasi, publikasi internasional bereputasi, literatur teori klasik, serta dokumen kebijakan pendidikan resmi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penilaian autentik berperan signifikan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemandirian belajar, sikap positif, serta keterkaitan pembelajaran dengan konteks dunia nyata. Selain itu, integrasi teknologi digital melalui portofolio elektronik, rubrik digital, dan learning analytics memperkuat fleksibilitas, objektivitas, dan relevansi penilaian autentik terhadap tuntutan pendidikan modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan integrasi teknologi digital dalam penilaian autentik, yang belum banyak dikaji secara mendalam dalam literatur sebelumnya. Kesimpulannya, penilaian autentik terbukti efektif, holistik, dan adaptif, serta mampu mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka sekaligus meningkatkan daya saing global siswa. Kata kunci ini diperlukan  untuk mempermudah pencarian artikel ini. Kata Kunci: Penilaian autentik; Evaluasi hasil belajar; HOTS; Pendidikan ekonomi; Kurikulum Merdeka; Digitalisasi pendidikan.    
HUBUNGAN PENGALAMAN MEMBACA BUKU CERITA BERGAMBAR BERMUATAN EMPATI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA KELAS V SD Fauzul Muttaqin; Sukartono
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/647tte92

Abstract

Abstract:This research investigates the correlation between the experience of reading empathy-laden picture books and the prosocial behavior of students at SD Negeri 1 Pecekelan. Employing a quantitative ex-post facto design, the study involved 43 fifth-grade students selected via a saturated sampling technique. Data were gathered through a 1–4 Likert scale questionnaire consisting of 20 items per variable,which met the criteria for validity and reliability.  Data analysis included the Kolmogorov-Smirnov normality test, linearity tests, and the Pearson Product-Moment correlation. The findings reveal a strong and significant positive relationship between the two variables.The coefficient of determination (R²) of 0.419 indicates that reading experience accounts for 41.9% of the variance in students' prosocial behavior. Based on the t-test, the obtained t-value (5.435) exceeded the t-table value (2.020), leading to the acceptance of the alternative hypothesis. In conclusion, the intensity of reading empathy-themed picture books is significantly linked to the enhancement of students' prosocial behavior. Keyword: picture books, empathy, prosocial behavior, correlation, elementary school Abstrak:Penelitian ini mengkaji korelasi antara pengalaman membaca buku bergambar bermuatan empati dan perilaku prososial siswa di SD Negeri 1 Pecekelan. Dengan menggunakan desain ex-post facto kuantitatif, penelitian ini melibatkan 43 siswa kelas lima yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang terdiri dari 20 butir per variabel, yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data mencakup uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linieritas, serta korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel tersebut. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,419 mengindikasikan bahwa pengalaman membaca berkontribusi sebesar 41,9% terhadap varians perilaku prososial siswa. Berdasarkan uji-t, nilai t hitung yang diperoleh (5,435) melampaui nilai t tabel (2,020), sehingga hipotesis alternatif diterima. Sebagai kesimpulan, intensitas membaca buku bergambar bertemakan empati memiliki keterkaitan yang signifikan dengan peningkatan perilaku prososial siswa. Kata Kunci: Buku cerita bergambar, empati, perilaku prososial, siswa  sekolah dasar
KEPRIBADIAN BIG FIVE DALAM CERMIN SELERA SENI: STUDI KUALITATIF PREFERENSI MUSIK DAN SENI RUPA PADA GURU DAN SISWA SMK PERGURUAN CIKINI Fitri Nurmala Sari; Indar Sabri; Eko Wahyuni Rahayu
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ybpgcf98

Abstract

Abstract: This study explores the relationship between Big Five personality dimensions and aesthetic preferences specifically in music and visual arts among teachers and students at SMK Perguruan Cikini. Using a qualitative approach with semi-structured interviews involving 18 participants (8 teachers, 10 students) and thematic analysis Braun & Clarke, three main themes emerged: art as emotional regulation, personality expression through aesthetic preference, and the role of aesthetic taste in shaping aesthetic self. Openness to experience was the strongest predictor of aesthetic exploration in late adolescents, while conscientiousness governed art's functional role in adults. These findings contribute to the limited body of qualitative research on personality and aesthetic preference in Indonesian vocational education contexts. Keyword: Big Five Personality, artistic taste, music preference, visual arts Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi relasi antara kepribadian Big Five dan preferensi estetik dalam musik dan seni rupa pada guru dan siswa SMK Perguruan Cikini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 18 informan (8 guru, 10 siswa) dan analisis tematik Braun & Clarke, ditemukan tiga tema utama: seni sebagai regulasi emosi, ekspresi kepribadian melalui preferensi estetik, dan peran selera seni dalam pembentukan aesthetic self. Dimensi openness to experience menjadi prediktor terkuat eksplorasi estetik pada remaja akhir, sementara conscientiousness mendominasi fungsi seni pada kelompok dewasa. Temuan berkontribusi pada minimnya kajian kualitatif tentang kepribadian dan preferensi estetik dalam konteks pendidikan kejuruan di Indonesia. Kata Kunci: Big Five Personality, selera seni, preferensi musik, seni rupa  
PELATIHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN METAKOGNITIF IPAS BERBASIS SMART TECHNOLOGY UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Imelda Free Unita Manurung; Halimatussakdiah; Edizal Hatmi; Nurhairani; Salwa Nazira Maulida; Riti Humaya
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cm258k29

Abstract

Abstract: This community service program was implemented at UPT SPF SD Negeri 101800, Deli Tua Subdistrict, Deli Serdang Regency, with the aim of enhancing teachers’ competence in developing metacognitive assessment instruments in IPAS learning based on Smart Technology. The main problems faced by the partner school included teachers’ difficulties in developing metacognitive instruments, the low quality of assessment instruments, limited skills in item analysis, and the lack of technology utilization in constructing valid and reliable assessment tools.The solutions offered consisted of technology-based training and mentoring, including the use of Google Forms, Magic School AI, Baamboozle, and Anates in the development and analysis of assessment instruments. The implementation method was carried out through four main stages: preparation, implementation, monitoring and evaluation, and follow-up. The training and workshops were conducted using a participatory approach with hands-on practice to enable teachers to develop assessment instruments that meet quality standards.The results of the program indicate an improvement in teachers’ understanding and skills in developing technology-based metacognitive assessment instruments, as well as their ability to analyze the validity and reliability of test items. In addition, teachers demonstrated increased competence in utilizing digital applications as innovative and efficient tools for learning evaluation. Keyword: Digital literacy, pedagogical competence, mentoring, primary school teachers, learning technology   Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di UPT SPF SD Negeri 101800 Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian kemampuan metakognitif pada pembelajaran IPAS berbasis Smart Technology. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi kesulitan guru dalam mengembangkan instrumen metakognitif, rendahnya kualitas instrumen penilaian, keterbatasan kemampuan dalam analisis butir soal, serta minimnya pemanfaatan teknologi dalam penyusunan instrumen yang valid dan reliabel. Solusi yang ditawarkan berupa pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi, meliputi penggunaan aplikasi Google Form, Magic School AI, Baamboozle, dan Anates dalam pengembangan dan analisis instrumen penilaian. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut. Kegiatan pelatihan dan workshop dilaksanakan secara partisipatif dengan pendekatan praktik langsung agar guru mampu menghasilkan instrumen penilaian yang sesuai dengan standar kualitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian metakognitif berbasis teknologi, serta kemampuan dalam melakukan analisis validitas dan reliabilitas butir soal. Selain itu, guru menunjukkan peningkatan dalam pemanfaatan aplikasi digital sebagai media evaluasi pembelajaran yang inovatif dan efisien. Kata Kunci: Literasi digital, kompetensi pedagogik, guru SD, teknologi pembelajaran.    
PERSEPSI GURU TERHADAP SASTRA ANAK DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN LITERASI MEMBACA: STUDI KUALITATIF TENTANG KEBUTUHAN DAN PRAKTIK DI SEKOLAH DASAR Umi Khomsiyatun; Andayani; Sarwiji Suwandi; Atikah Anindyarini
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jvtg3572

Abstract

Abstract: This study aims to explore elementary school teachers' perceptions of the development and utilization of digital children's literature in supporting students' reading literacy. Using a descriptive qualitative approach, this study involved 12 teachers from five elementary schools in Banyumas Regency, Central Java, who were involved in a trial of the use of digital books based on reading literacy. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that teachers are in dire need of digital teaching materials that are interesting, contextual, and appropriate to children's development, to replace the limitations of conventional printed books. In practice, teachers use digital books to increase reading interest, expand vocabulary, and build students' critical thinking skills through multimodal and interactive reading experiences. However, teachers face significant challenges, such as limited digital infrastructure, low technological literacy, and suboptimal pedagogical training in the use of digital media. These findings emphasize the importance of systematic and collaborative support between content developers, policy makers, and teachers in creating a sustainable and inclusive digital literacy ecosystem. Keyword: Teacher Perception, Digital Children's Literature, Reading Literacy, Qualitative Study, Elementary School. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru sekolah dasar terhadap pengembangan dan pemanfaatan sastra anak digital dalam mendukung literasi membaca siswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini melibatkan 12 guru dari lima sekolah dasar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang terlibat dalam uji coba penggunaan buku digital berbasis literasi baca. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat membutuhkan bahan ajar digital yang menarik, kontekstual, dan sesuai perkembangan anak, guna menggantikan keterbatasan buku cetak konvensional. Dalam praktiknya, guru menggunakan buku digital untuk meningkatkan minat baca, memperluas kosakata, dan membangun kemampuan berpikir kritis siswa melalui pengalaman membaca yang multimodal dan interaktif. Namun demikian, guru menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, serta belum optimalnya pelatihan pedagogis dalam penggunaan media digital. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sistematis dan kolaboratif antara pengembang konten, pemangku kebijakan, dan guru dalam menciptakan ekosistem literasi digital yang berkelanjutan dan inklusif. Kata Kunci: Persepsi Guru, Sastra anak Digital, Literasi membaca, Studi Kualitatif, Sekolah Dasar  
AKSIOLOGI PANCASILA: REFLEKSI FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN SISWA SD Apiek Gandamana; Dian Armanto; Wildansyah Lubis
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/n46a7j70

Abstract

Abstract: Pancasila holds an important position as the foundation of the state and a source of values that underlies the implementation of national education in Indonesia. Amid globalization and the rapid development of the digital era, education is expected not only to enhance students’ academic competencies but also to foster citizenship character that reflects the nation's core values. This article aims to analyze the axiology of Pancasila as a reflection of educational philosophy in fostering citizenship character among elementary school students. This study employed a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from various sources, including books, journal articles, and official documents relevant to axiology, educational philosophy, Pancasila, and citizenship character. The findings indicate that the axiology of Pancasila serves as a value foundation in education that guides character formation through the internalization of religious, humanitarian, unity, democratic, and social justice values. The implementation of these values can be carried out through classroom learning, school culture, contextual learning, teacher role modeling, and the involvement of families and communities. In the digital era, the axiology of Pancasila remains relevant as a moral and social foundation that guides students in responding to various social and technological challenges. Therefore, strengthening the axiology of Pancasila in elementary education is a strategic effort to develop students’ citizenship character so that they become responsible, ethical, and nationally minded citizens. Keyword: Pancasila axiology, educational philosophy, citizenship character, elementary education, character education. Abstrak: Pancasila memiliki kedudukan penting sebagai dasar negara sekaligus sumber nilai yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan nasional. Di tengah perkembangan globalisasi dan era digital, pendidikan tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter kewarganegaraan yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis aksiologi Pancasila sebagai refleksi filsafat pendidikan dalam menumbuhkan karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen resmi yang relevan dengan aksiologi, filsafat pendidikan, Pancasila, dan karakter kewarganegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aksiologi Pancasila memiliki peran sebagai landasan nilai dalam pendidikan yang mengarahkan pembentukan karakter peserta didik melalui internalisasi nilai religiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran, budaya sekolah, keteladanan guru, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat. Di era digital, aksiologi Pancasila tetap relevan sebagai fondasi moral dan sosial dalam membimbing peserta didik menghadapi berbagai tantangan perubahan sosial dan teknologi. Dengan demikian, penguatan aksiologi Pancasila dalam pendidikan dasar menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter kewarganegaraan siswa yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Kata Kunci: aksiologi Pancasila, filsafat pendidikan, karakter kewarganegaraan, pendidikan dasar, pendidikan karakter
PENDAMPINGAN GURU SD DI DAERAH RAWAN BENCANA GUNUNG SINABUNG MELALUI KESIAPSIAGAAN BENCANA DAN BUDIDAYA HIDROPONIK BERBASIS INTERACTIVE FLAT PANEL (IFP) Laurensia Masri Perangin-angin; Halimatussakdiah; Imelda Free Unita Manurung; Rani Marisanta Br. Simanjuntak
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tqcxxt09

Abstract

Abstract: The problems identified at SDN 047175 Simacem Bekerah indicate that disaster preparedness has not been systematically integrated into the learning process, teachers’ competence in delivering disaster-related content remains limited, and the utilization of interactive learning technology such as Interactive Flat Panel (IFP) is still suboptimal. This condition is exacerbated by the school’s location in a disaster-prone area of Mount Sinabung and the limited availability of contextual learning resources.To address these issues, a community service program was implemented by integrating disaster preparedness education, hydroponic-based environmental learning, and the use of IFP technology. The implementation method consisted of four stages: preparation, implementation, assessment, and evaluation. The results showed significant improvements in teachers’ knowledge (from approximately 30% to ≥80%), digital skills (≥70% of teachers were able to use IFP effectively), and student engagement in project-based learning (≥75%). In conclusion, this program is effective in enhancing disaster literacy, teachers’ digital competence, and contextual learning practices. It is recommended that the program be sustained and replicated in other disaster-prone schools. Keywords: disaster preparedness, hydroponics, Interactive Flat Panel, elementary school teachers, Mount Sinabung Abstrak: Permasalahan yang ditemukan di SDN 047175 Simacem Bekerah menunjukkan bahwa pembelajaran belum mengintegrasikan kesiapsiagaan bencana secara sistematis, keterampilan guru dalam mengajarkan kebencanaan masih terbatas, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif seperti Interactive Flat Panel (IFP) belum optimal. Kondisi ini diperparah oleh letak geografis wilayah yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Sinabung serta keterbatasan sarana pembelajaran kontekstual. Upaya menyelesaikan permasalahan tersebut, dilakukan program pendampingan berbasis integrasi kesiapsiagaan bencana, pembelajaran hidroponik, dan pemanfaatan IFP. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru (±30% menjadi ≥80%), keterampilan pemanfaatan teknologi (≥70% guru mampu menggunakan IFP), serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis proyek (≥75%). Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan, keterampilan digital, dan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan. Rekomendasi diarahkan pada keberlanjutan program dan replikasi di sekolah rawan bencana lainnya. Kata kunci: kesiapsiagaan bencana, hidroponik, IFP, guru SD, Sinabung  
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PERANCANGAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERINTEGRASI PLATFORM DIGITAL DI UPT SPF SDN 101797 Nurmayani; Yusron Abda’u Ansya; Halimatussakdiah; Hapni Laila Siregar; Nurhairani; Sugianto
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ya1jcm98

Abstract

Abstract: This community service activity is motivated by the still low competence of teachers in designing collaborative learning based on local wisdom integrated with digital platforms, as well as the dominance of conventional teacher-centered learning. The objective of this activity is to enhance teachers' competencies in designing and implementing innovative learning based on technology and local context. The implementation method uses a participatory mentoring approach and learning by doing thru the stages of preparation, implementation, monitoring and evaluation, as well as follow-up. The subjects of the activity are teachers from UPT SPF SDN 101797, conducted within the partner school environment. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, and documentation, while data analysis uses qualitative and quantitative descriptive methods. The results of the activities show an increase in teachers' competencies in collaborative learning from 48% to 87%, integration of local wisdom from 55% to 88%, digital literacy from 40% to 82%, and the use of digital platforms from 40% to 86%. The quality of learning devices improved from 58% to 88% and the effectiveness of learning from 52% to 85%. In conclusion, these activities effectively significantly enhance teachers' competencies and promote a more innovative, collaborative, and sustainably digital-based transformation of learning. Keyword: Collaborative Learning, Local Wisdom, Digital Literacy, Digital Platforms, Teacher Competence Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kompetensi guru dalam merancang pembelajaran kolaboratif berbasis kearifan lokal yang terintegrasi platform digital, serta dominannya pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran inovatif berbasis teknologi dan konteks lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory mentoring dan learning by doing melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut. Subjek kegiatan adalah guru UPT SPF SDN 101797 yang dilaksanakan di lingkungan sekolah mitra. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru pada pembelajaran kolaboratif dari 48% menjadi 87%, integrasi kearifan lokal dari 55% menjadi 88%, literasi digital dari 40% menjadi 82%, serta penggunaan platform digital dari 40% menjadi 86%. Kualitas perangkat pembelajaran meningkat dari 58% menjadi 88% dan efektivitas pembelajaran dari 52% menjadi 85%. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif meningkatkan kompetensi guru secara signifikan dan mendorong transformasi pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berbasis digital secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pembelajaran Kolaboratif, Kearifan Lokal, Literasi Digital, Platform Digital, Kompetensi Guru