cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 1,531 Documents
Batasan Nilai-Nilai Pribadi Konselor dalam Menangani Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Studi Pustaka Berdasarkan Pendekatan Person-Centered dan Realitas Nurlatifah Intan Azura; Zulamri Zulamri; Wildania Wildania
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14002

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan kompleks yang membutuhkan layanan konseling dengan tetap memperhatikan kondisi psikologis korban, keberagaman nilai, serta hak klien dalam menentukan kehidupannya. Dalam proses konseling, nilai pribadi konselor dapat memengaruhi cara memahami permasalahan dan memberikan respons apabila tidak disadari dan dikelola secara profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batasan nilai-nilai pribadi konselor dalam menangani kasus KDRT berdasarkan pendekatan person-centered dan realitas serta mengidentifikasi prinsip yang dapat digunakan untuk menjaga praktik konseling tetap berorientasi pada kebutuhan dan kemandirian klien. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran dan telaah terhadap artikel jurnal, buku akademik, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan konseling KDRT, etika profesional, pendekatan person-centered, dan pendekatan realitas. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahap identifikasi sumber, seleksi literatur, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa batasan nilai pribadi konselor dapat dijaga melalui kesadaran diri, kemampuan membedakan empati dengan keterlibatan emosional, netralitas dalam membantu pengambilan keputusan, serta penerapan etika profesional. Pendekatan person-centered memberikan landasan melalui empati, penerimaan, dan penghargaan terhadap otonomi klien, sedangkan pendekatan realitas menekankan pilihan dan tanggung jawab klien. Perspektif Islam memperkuat prinsip tersebut melalui nilai muhasabah, keadilan, amanah, pengendalian diri, dan komunikasi yang baik. Dengan demikian, pengelolaan nilai pribadi menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalitas konselor ketika menangani kasus KDRT.
Dari Tradisional ke Digital: Transformasi dan Adaptasi Ekonomi di Desa Popodu Pasca-Krisis Febriana Eka Putri Rahmat; Tonny Iskandar Mondong; Renol Hasan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14007

Abstract

Krisis moneter nasional tahun 1998 memberikan dampak kelumpuhan yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, termasuk menyasar masyarakat pedesaan yang rentan. Desa Popodu di Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, merupakan potret nyata komunitas pedesaan dengan karakteristik agraris dan maritim yang harus berhadapan dengan hantaman tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Desa Popodu pasca-krisis serta memetakan proses adaptasi ekonomi dari pola tradisional menuju pemanfaatan teknologi digital. Metode: Penelitian ini menggunakan metode sejarah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka (literatur relevan) dan wawancara semi-terstruktur dengan para pelaku ekonomi lokal (petani, nelayan, dan pedagang) di Desa Popodu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa awal pasca-krisis, masyarakat Desa Popodu membangun ketahanan ekonomi lewat optimalisasi sektor mata pencaharian tradisional, dengan dominasi peralihan ke sektor perdagangan lokal akibat hambatan geografis wilayah maritim. Memasuki era modern, lanskap ekonomi desa bertransformasi melalui akselerasi digital. Pelaku usaha mulai mengadopsi peralatan modern, memanfaatkan media sosial sebagai media distribusi eksternal, hingga menerapkan teknologi keuangan (FinTech/payment gateway) untuk efisiensi transaksi. Kesimpulan: Meskipun pemerataan teknologi masih menghadapi kendala aksesibilitas infrastruktur lokal, transformasi ekonomi dari pola tradisional ke digital ini terbukti mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas adaptasi ekonomi desa terhadap guncangan makroekonomi di masa depan.
Studi Sosio-Ekonomi Komunitas Nelayan di Tolondadu II (2006-2020) Ainun Lala Todilo; Sutrisno Mohamad; Andris K. Malae
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan di Desa Tolondadu II pada periode 2006–2020 serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial dan ekonomi masyarakat nelayan selama periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, arsip desa, serta berbagai literatur yang relevan dengan kajian penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat nelayan Desa Tolondadu II ditandai dengan hubungan sosial yang erat, budaya gotong royong yang masih kuat, serta adanya solidaritas antarnelayan dalam kehidupan sehari-hari. Dari aspek ekonomi, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor perikanan dan pertanian. Kehidupan ekonomi nelayan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, musim, serta hasil tangkapan ikan yang menyebabkan pendapatan masyarakat cenderung tidak stabil. Namun demikian, sejak tahun 2010 mulai terjadi perkembangan ekonomi yang ditandai dengan penggunaan teknologi penangkapan ikan yang lebih modern, penggunaan kendaraan bermotor untuk distribusi hasil tangkapan, serta pembangunan infrastruktur desa seperti akses jalan menuju muara. Selain itu, perubahan sosial dan ekonomi masyarakat juga dipengaruhi oleh perkembangan pendidikan, teknologi informasi, kebijakan pemerintah, bantuan sosial, serta modernisasi yang mendorong perubahan pola pikir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat nelayan Desa Tolondadu II mengalami perkembangan sosial dan ekonomi secara bertahap selama periode 2006–2020. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, masyarakat mampu beradaptasi terhadap perubahan melalui penguatan kerja sama sosial, pemanfaatan teknologi, serta dukungan pembangunan dari pemerintah.
Rancang Bangun Sistem IoT Berbasis Bylnk pada Media Tanam Lokal Mandai pada Tanaman Stevia Ronaldo Dwi Aurianto; Erick Depthios; Sudianto Lande
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14009

Abstract

Stevia (Stevia rebaudiana.) merupakan tanaman herbal yang tergolong mudah untuk dibudidayakan Namun, keberhasilan budidaya stevia sangat bergantung pada pengendalian parameter lingkungan seperti suhu, kelembaban, pH air, dan pH tanah. Pengelolaan parameter tersebut secara manual sering kurang optimal dan berpotensi menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat serta penurunan hasil panen, sehingga diperlukan sistem pemantauan dan pengendalian lingkungan yang lebih efektif dan otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem budidaya stevia berbasis IoT yang mampu melakukan pemantauan dan pengendalian parameter lingkungan secara otomatis dan real-time. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali, serta dilengkapi sensor pH air, sensor pH tanah, sensor DHT11, sensor kelembapan tanah. Data sensor ditampilkan melalui LCD dan aplikasi Blynk sebagai media monitoring dan kontrol jarak jauh. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black box testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua fungsi sistem berjalan dengan baik, termasuk pengaktifan aktuator berdasarkan kondisi sensor seperti saat sensor DHT11 mendeteksi suhu udara > 25°C maka kipas dan chiller uap akan menyala otomatis hingga suhu udara < 25°C. Saat sensor DHT11 mendeteksi kelembaban < 60% maka chiller uap akan menyala hingga kelembaban udara > 60%. Saat sensor pH air < 7.0 maka pompa pH Up akan menyala hingga nilai pH air = 7.0, dan saat sensor mendeteksi nilai pH air > 7.0 maka pompa pH down akan menyala hingga nilai pH = 7.0. Saat sensor pH tanah < 7.0 maka pompa utama akan menyala hingga nilai pH tanah = 7.0. Saat sensor kelembapan tanah < 60% maka pompa utama akan menyala hingga nilai kelembapan tanah ≥ 60% Selain itu sistem kontrol pada mode manual juga dapat beroperasi dengan baik melalui aplikasi Blynk.
Transformasi Digital Administrasi Keuangan melalui Implementasi Sistem Digitalisasi Dokumen dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja Pegawai Eko Parias Saputra; Dwi Hardoyo; Churniati Churniati; Eka Travilta Oktaria
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14011

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi digital administrasi keuangan melalui implementasi Sistem Digitalisasi Dokumen Pertanggungjawaban Keuangan dan Dashboard SAKAI serta kontribusinya terhadap efektivitas kerja pegawai di Balai Bahasa Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling dan terdiri atas pimpinan, pengelola administrasi dan keuangan, operator Dashboard SAKAI, serta pegawai pengguna sistem. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari materi sosialisasi, dokumen aksi perubahan, dokumentasi implementasi, dan literatur relevan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAKAI mengubah administrasi keuangan dari pengelolaan dokumen yang manual, berbasis fisik, tersebar, dan sulit ditelusuri menjadi lebih terstruktur, terpusat, dan mudah diakses. Digitalisasi mempercepat pencarian, pemeriksaan, verifikasi, monitoring, dan penyelesaian pekerjaan administratif serta mendukung koordinasi pegawai. Penerimaan teknologi relatif positif karena sistem dinilai bermanfaat dan mudah digunakan setelah adaptasi awal. Namun, masih terdapat kendala berupa dokumen yang belum diperbarui atau diunggah, kualitas hasil digitalisasi, proses unggah manual, pemeliharaan formula, dan kebutuhan kapasitas penyimpanan. Temuan menegaskan bahwa efektivitas SAKAI bergantung pada kualitas data, konsistensi penggunaan, kompetensi digital, serta pengembangan sistem secara berkelanjutan. Sistem memperkuat transparansi dan keterlacakan administrasi melalui informasi terpusat. Temuan ini mendukung penguatan tata kelola administrasi.
Parameter Hukum “Alasan Lain” sebagai Dasar Pemberhentian Menteri oleh Presiden dalam Perspektif Negara Hukum Annisa Annisa
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14012

Abstract

Kewenangan Presiden untuk mengangkat dan memberhentikan Menteri merupakan karakter penting dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia. Pasal 17 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan kewenangan tersebut kepada Presiden, sedangkan pengaturannya terdapat dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024. Persoalan muncul pada Pasal 24 ayat (2) huruf e yang memungkinkan Presiden memberhentikan Menteri karena "alasan lain yang ditetapkan oleh Presiden". Berbeda dengan beberapa alasan pemberhentian sebelumnya yang memiliki ukuran relatif konkret, frasa tersebut tidak disertai parameter normatif mengenai substansi alasan. Kondisi demikian menimbulkan persoalan mengenai batas kewenangan Presiden dalam menentukan alasan pemberhentian Menteri. Penelitian ini bertujuan menemukan parameter hukum terhadap "alasan lain" dalam perspektif negara hukum. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Presiden dalam pemberhentian Menteri memang merupakan kewenangan konstitusional dan memiliki karakter prerogatif, tetapi tidak dapat dimaknai sebagai kewenangan yang berada di luar pembatasan hukum. Frasa "alasan lain" merupakan norma terbuka yang diperlukan untuk memberikan ruang fleksibilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, tetapi ruang tersebut harus dibatasi oleh sumber kewenangan, tujuan pemberian kewenangan, relevansi alasan dengan jabatan Menteri, rasionalitas, larangan penyalahgunaan kewenangan, dan prinsip kepastian hukum. Dengan demikian, alasan yang ditentukan Presiden tidak serta-merta menjadi alasan yang sah hanya karena berasal dari Presiden. Diperlukan hubungan yang dapat dipertanggungjawabkan antara alasan pemberhentian, kedudukan Menteri, dan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan. Penelitian ini menawarkan konstruksi parameter hukum agar fleksibilitas kewenangan Presiden tetap dapat dipertahankan tanpa mengubah norma terbuka menjadi kewenangan tanpa batas.
Implementasi Metode SAW-TOPSIS pada Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lulusan Terbaik M Satrio Setia Budi; Bambang Wisnu Widagdo
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14013

Abstract

Proses pemilihan lulusan terbaik di Yayasan Jauharotul Mualimin sekarang masih dilakukan secara konvensional dan hanya memperhatikan satu ukuran yaitu nilai akademik, sehingga rentan terpengaruh oleh pendapat pribadi dan kurang transparan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pendukung keputusan berbasis situs web yang menggunakan dua metode yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk memberikan hasil penilaian yang menyeluruh dan tidak memihak. Metode pengembangan sistem menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan tahapan model waterfall. Kriteria penilaian yang digunakan meliputi nilai akhir, kehadiran, sikap, dan prestasi ekstrakurikuler sebagai atribut benefit, serta keterlambatan sebagai atribut cost. Dalam sistem tersebut, metode SAW diaplikasikan untuk proses normalisasi matriks dan penentuan bobot awal kriteria, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk proses pengurutan dengan menghitung jarak terhadap solusi ideal positif dan negatif. Nilai dari kedua metode tersebut kemudian diagregasi untuk mendapatkan skor hibrida akhir. Hasil pengujian black-box menunjukkan bahwa semua fitur sistem berjalan dengan lancar sesuai dengan rekayasa kebutuhan. Pengujian white-box membuktikan bahwa struktur logika algoritma telah valid dengan nilai kompleksitas siklomatik sebesar V(G)=4 serta mampu memproteksi kesalahan komputasi sistem. Pengujian penerimaan pengguna menunjukkan persentase kelayakan sebesar sembilan puluh dua persen. Dengan demikian, penerapan sistem pendukung keputusan menggunakan metode gabungan SAW dan TOPSIS terbukti mampu mempermudah, mempercepat, serta meningkatkan akuntabilitas dalam proses penentuan calon lulusan terbaik.
Pengaruh Social Media Marketing dan Electronic Word of Mouth (e-WOM) terhadap Keputusan Pembelian Produk Thrifting pada Marketplace TikTok Shop di Jakarta Barat Sielmi Khaffa
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14015

Abstract

Perkembangan social commerce mengubah cara konsumen mencari informasi dan melakukan transaksi, termasuk dalam pembelian produk thrifting melalui TikTok Shop. Pada konteks produk bekas, konsumen menghadapi ketidakpastian kondisi fisik barang sehingga informasi promosi dan pengalaman pembeli lain menjadi pertimbangan penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Social Media Marketing dan Electronic Word of Mouth (e-WOM) terhadap Keputusan Pembelian produk thrifting pada TikTok Shop di Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria berdomisili di Jakarta Barat, berusia 18–30 tahun, memiliki akun TikTok, pernah menggunakan TikTok Shop, dan pernah membeli produk thrifting melalui TikTok Shop. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 26 melalui uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan Social Media Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dengan t hitung 5,207 dan signifikansi 0,000. e-WOM juga berpengaruh positif dan signifikan dengan t hitung 2,839 dan signifikansi 0,006. Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 31,407 dan signifikansi 0,000. Nilai R² sebesar 0,393 menunjukkan bahwa 39,3% variasi Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh Social Media Marketing dan e-WOM, sedangkan 60,7% dijelaskan faktor lain di luar model.
Analisis Yuridis Efektivitas Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak Rahma Nabila Putri; Skar Mutia; Ferlanda Ferlanda; Rafiqa Sari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14019

Abstract

Perkawinan anak merupakan persoalan hukum dan sosial yang berdampak terhadap pemenuhan hak anak, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Sebagai upaya pencegahan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2019 tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Namun, masih ditemukannya praktik perkawinan anak menunjukkan perlunya evaluasi terhadap efektivitas implementasi peraturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2019 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Fokus kajian diarahkan pada pelaksanaan kebijakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Aspek yang dianalisis meliputi pelaksanaan program pencegahan, koordinasi antarinstansi, sosialisasi kepada masyarakat, ketersediaan sumber daya, partisipasi keluarga, serta pengaruh faktor sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran mengenai efektivitas kebijakan dan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hasil kajian diharapkan menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan strategi pencegahan perkawinan anak yang lebih terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan implementasi kebijakan perlindungan anak dan peningkatan efektivitas instrumen hukum daerah dalam menekan angka perkawinan anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak
Pengaruh Online Customer Review dan Online Customer Rating terhadap Minat Beli Produk Fashion di Tiktok Shop (Studi Kasus pada Konsumen di Kecamatan Silinda) Dea Ramadani Purba; Ida Royani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh online customer review dan online customer rating terhadap minat beli produk fashion di TikTok Shop pada konsumen di Kecamatan Silinda, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Silinda dengan jumlah penduduk sebanyak 9.683 jiwa. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 99 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa online customer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dengan nilai thitung sebesar 4,279 dan signifikansi 0,034. Online customer rating juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dengan nilai thitung sebesar 3,871 dan signifikansi 0,022. Secara simultan, online customer review dan online customer rating berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dengan nilai Fhitung sebesar 6,042 dan signifikansi 0,01. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,714 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas mampu menjelaskan variasi minat beli sebesar 71%, sedangkan sisanya sebesar 29% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha fashion di TikTok Shop dalam meningkatkan kualitas ulasan dan rating guna mendorong minat beli konsumen, khususnya di wilayah semi-urban seperti Kecamatan Silinda.