cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 1,531 Documents
Pengaruh Estetika Desain, Nilai Hedonis, dan Pengalaman Digital terhadap Kepuasan Pelanggan Café B.aru Surabaya (Studi pada Generasi Z) Sephia Indah Maharani; Ririn Andriana; Sri Rahayu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh estetika desain, nilai hedonis, dan pengalaman digital terhadap kepuasan pelanggan Generasi Z di Café B.aru Surabaya. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan menggunakan SPSS versi 22 dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel serta memenuhi uji asumsi klasik sehingga layak digunakan dalam analisis. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa Estetika Desain berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (sig. 0,018; t hitung 2,413), Nilai Hedonis berpengaruh positif dan signifikan (sig. 0,031; t hitung 2,191), dan Pengalaman Digital berpengaruh positif dan signifikan (sig. 0,000; t hitung 5,050) serta menjadi variabel yang paling dominan. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa Estetika Desain, Nilai Hedonis, dan Pengalaman Digital secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai F hitung sebesar 36,895 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,546 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 54,6% variasi Kepuasan Pelanggan, sedangkan 45,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan estetika desain, nilai hedonis, dan pengalaman digital dapat meningkatkan kepuasan pelanggan Generasi Z di Café B.aru Surabaya.
Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPAS Siswa Menggunakan Model Learning Cycle 5E di Kelas V SDN 106/II Sungai Binjai Muhammad Fajri Marta
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14065

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN 106/II Sungai Binjai, di mana hanya 35% peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar. Pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dan kurang termotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Learning Cycle 5E dalam meningkatkan proses, motivasi, dan hasil belajar IPAS peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik kelas V SDN 106/II Sungai Binjai. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket motivasi belajar, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan penelitian adalah aktivitas peserta didik minimal kategori "Baik", motivasi belajar minimal kategori "Tinggi", dan ketuntasan belajar klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E berhasil meningkatkan proses, motivasi, dan hasil belajar IPAS peserta didik. Aktivitas peserta didik meningkat dari 72,8% pada Siklus I menjadi 88% pada Siklus II. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari ketuntasan awal sebesar 35% menjadi 70% pada Siklus I dan 90% pada Siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle 5E mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN 106/II Sungai Binjai serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan bermakna.
Akselerasi Kinerja UMKM di Sumatera Utara: Menguji Peran Krusial Pemasaran Digital dan Literasi Keuangan Khairani Alawiyah Matondang; Tiara Anggrini Siregar; Clarissya Shatala Revi; Nabila Lubis
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14066

Abstract

Kinerja UMKM di Sumatera Utara belum sepenuhnya seiring dengan peningkatan jumlah usaha, karena banyak pelaku masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan teknologi digital, memperluas jangkauan pasar, dan mengelola keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemasaran digital dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal. Data primer dikumpulkan secara online melalui kuesioner dengan skala Likert 1–5 kepada 43 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian validitas (korelasi Bivariate Pearson) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha) dilakukan menggunakan SPSS, sedangkan analisis regresi linear berganda serta pengujian asumsi klasik, dilaksanakan dengan EViews. Hasil estimasi menunjukkan bahwa pemasaran digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan koefisien sebesar 0,4445 dan probabilitas 0,0065. Selain itu, literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,2960 dan probabilitas 0,0127. Jika dilihat secara bersamaan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan dengan probabilitas F-statistic sebesar 0,004047. Nilai R-squared yang mencapai 0,240803 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut dapat menjelaskan 24,08% variasi kinerja UMKM, sementara 75,92% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kinerja UMKM, diperlukan pemanfaatan saluran digital yang disertai dengan pengelolaan keuangan yang baik, sehingga pelatihan mengenai pemasaran digital dan literasi keuangan sebaiknya diberikan secara terintegrasi. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang kecil serta data yang bersifat cross-sectional. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih besar, data longitudinal, dan variabel tambahan seperti inovasi produk, akses pembiayaan, dan orientasi pasar.
Creativity and Innovation at Kahwa Home: A Qualitative Case Study Afifah Aprianty Syamhar; Sultan Baa; Muhammad Ferdiyan S; Nurfadhilah Nurfadhilah; Rizki Amalia; Wahyudi Wahyudi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14069

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana kreativitas dan inovasi berperan dalam perkembangan Kahwa Home, sebuah usaha kecil pemanggangan dan pemasokan biji kopi di Makassar, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal kualitatif. Data dikumpulkan pada Agustus 2026 melalui wawancara terstruktur dengan pemilik usaha, observasi langsung menggunakan lembar observasi yang diadaptasi dari kerangka EntreComp dan Oslo Manual 2018, serta dokumentasi pendukung. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui enam tema utama, yaitu operasional bisnis, profitabilitas, kreativitas dan inovasi, tantangan, strategi, serta pembelajaran kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kahwa Home berkembang dari kebiasaan pemilik dalam bersosialisasi menjadi usaha pemanggangan kopi yang melayani pelanggan individu maupun bisnis. Kreativitas dan inovasi muncul terutama melalui pengalaman pemilik dalam mengikuti kegiatan kopi nasional dan internasional, perbaikan produk dan kemasan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar. Usaha ini masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsistensi kualitas, menghadapi persaingan harga, memperoleh bahan baku dari petani, dan mengembangkan pemasaran. Untuk merespons hal tersebut, pemilik menerapkan adaptasi cepat, evaluasi mingguan, dan umpan balik pelanggan. Penelitian menyimpulkan bahwa inovasi pada usaha kopi yang dikelola pemilik berkembang secara bertahap melalui pengalaman, pembelajaran berkelanjutan, evaluasi, dan adaptasi, bukan hanya melalui produk yang sepenuhnya baru, dan bahwa konsistensi menjadi pelajaran penting bagi pelaku usaha kecil.
Creativity and Innovation in the Wedding Organizer Business: A Case Study of Lumena Project Nurul Dwi Pratiwi; Sultan Baa; Anggun Dwi Setia Iswadi; Humairah Noor Azizah; Uswatun Hasanah Hafid
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14070

Abstract

Kewirausahaan di industri jasa membutuhkan kreativitas dan inovasi untuk merespons kebutuhan pelanggan yang terus berubah serta persaingan pasar. Penelitian ini mengkaji penerapan kreativitas dan inovasi di Lumena Project, sebuah perusahaan penyelenggara dan perencana pernikahan di Makassar, Sulawesi Selatan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa kreativitas tercermin dalam konsep pernikahan yang disesuaikan, papan suasana (mood board), layanan yang dipersonalisasi, dan konten promosi. Inovasi ditunjukkan melalui integrasi perencanaan pernikahan, penyelenggaraan pernikahan, fotografi, dan videografi, yang didukung oleh pemasaran digital, prosedur operasional yang terstruktur, serta manajemen tenaga kerja yang fleksibel. Bisnis ini menangani sekitar empat hingga dua belas klien per bulan dan menggunakan pekerja lepas untuk menyesuaikan kapasitas operasional selama periode sibuk. Beberapa tantangan, termasuk perubahan acara yang tidak terduga, keterlambatan vendor, alokasi kru, persaingan, dan pemasaran digital, diatasi melalui komunikasi langsung, penjadwalan yang fleksibel, pemantauan vendor, pemberian wewenang pengambilan keputusan, serta evaluasi pasca-acara. Kasus ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi tidak hanya terbatas pada penciptaan ide, tetapi juga mencakup penerapan solusi praktis untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan mendukung pengembangan bisnis. Temuan ini juga menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi, komunikasi yang efektif, manajemen waktu, dan perbaikan berkelanjutan dalam menjaga kualitas layanan serta merespons secara efektif tuntutan operasional dan kebutuhan pelanggan yang terus berubah.
Consistency in Price, Portion, and Service: A Qualitative Case Study of Business Innovation and Resilience in a Family-Run Food Stall in Makassar, Indonesia Muh. Rivaldi; Sultan Baa; Putri Rasilia Ali; Nurfadila Bakri; Rina Mariana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14071

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana sebuah warung makan keluarga berskala kecil di Makassar, Indonesia, mampu bertahan beroperasi selama lebih dari satu dekade, terutama melalui konsistensi harga, porsi, dan pelayanan, bukan melalui perubahan yang sering dilakukan. Dengan menggunakan desain studi kasus tunggal yang bersifat kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha, observasi langsung, dan dokumentasi fotografis, kemudian dianalisis secara deduktif melalui analisis tematik enam tahap terhadap tujuh tema yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu profil usaha, struktur operasional, gambaran keuangan, inovasi, tantangan, strategi pemecahan masalah, dan pelajaran yang dipetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Mbak Luluk, yang didirikan sekitar tahun 2013 oleh seorang pengusaha migran asal Jawa, berkembang dari lokasi yang awalnya sepi pengunjung menjadi usaha yang stabil dan, menurut perkiraan pemilik, menghasilkan omzet harian sekitar Rp700.000-800.000 dan laba bersih bulanan sekitar Rp6-9 juta, tanpa menerapkan pemasaran digital, platform pengantaran, maupun sistem kasir (point-of-sale). Pemilik usaha menilai bahwa keberlangsungan usahanya lebih ditentukan oleh konsistensi pada tingkat operasional sehari-hari dibandingkan inovasi produk, yaitu harga dan porsi yang tetap meskipun biaya bahan baku berfluktuasi, staf yang terlatih lintas tugas, serta kualitas pelayanan yang diutamakan dibandingkan variasi menu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi pada usaha mikro informal dapat bersifat bertahap (incremental) dan berpusat pada pelayanan, bukan pada teknologi, serta bahwa kesabaran dan kedisiplinan, sebagaimana disampaikan oleh pemilik usaha, tetap menjadi kunci utama keberlangsungan usaha dalam sektor kuliner informal yang kompetitif. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis bagi program pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK) serta bagi pendidikan kewirausahaan yang membutuhkan materi kasus yang autentik dan kontekstual.
Exploring The Business Environment: Discovering Creativity and Innovation at Niels Coffee Fitrah Al Amir; Sultan Baa; Immi Maulidyah; Egie Rizkiani; Sitti Nurul Muthmainnah Al Bashir
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14072

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kreativitas dan inovasi berkontribusi terhadap perkembangan Niels Coffee, serta bagaimana bisnis tersebut merespons peluang dan tantangan dalam lingkungan bisnisnya. Niels Coffee, yang didirikan di Makassar pada tahun 2020, beroperasi dalam industri kedai kopi yang kompetitif, di mana perubahan preferensi pelanggan, persaingan, perkembangan teknologi, dan kondisi pasar menuntut adaptasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan pemilik Niels Coffee, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi diterapkan dalam berbagai aspek bisnis, meliputi pengembangan produk, pemasaran digital, layanan yang berorientasi pada pelanggan, manajemen operasional, dan adaptasi bisnis. Inovasi produk mencakup Bakmie Ayam, Kopi Kalcer, dan Oriental Chicken Porridge, sementara pemasaran digital melibatkan konten media sosial, kolaborasi dengan KOL, Instagram Ads, dan promosi interaktif. Penelitian ini juga menemukan bahwa Niels Coffee menghadapi tantangan terkait pandemi COVID-19, lokasi, kepercayaan pelanggan, kompetensi sumber daya manusia, persaingan, serta pola pelanggan yang bersifat musiman. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, bisnis ini menerapkan berbagai strategi, seperti beroperasi melalui gerai sementara (pop-up store), menjaga kualitas produk, mengganti pemasok bila diperlukan, meningkatkan sistem rekrutmen dan operasional, memperbarui produk dan konten media sosial, serta memperluas aktivitas pemasaran digital. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi memainkan peran penting dalam memungkinkan Niels Coffee beradaptasi dengan tantangan bisnis, merespons perubahan kebutuhan pelanggan, mempertahankan daya saing, dan menciptakan nilai bagi para pelanggannya.
Pengaruh Variasi Suhu Pencelupan Menggunakan Ekstrak Kulit Kayu Mangrove (Rhizophora mucronata) terhadap Hasil Pewarnaan pada Kain Rayon Fadhilla Husna; Samuel Martin Pradana; Adriani Adriani; Rima Agustia Utami
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14073

Abstract

Pewarna alami merupakan salah satu alternatif pewarna tekstil yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis. Kulit kayu mangrove (Rhizophora mucronata) berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pewarna alami karena mengandung senyawa yang dapat menghasilkan warna pada bahan tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nama warna (hue) dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian pada kain rayon yang dicelup menggunakan ekstrak kulit kayu mangrove (Rhizophora mucronata) dengan variasi suhu pencelupan 30°C, 60°C, dan 90°C. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Identifikasi nama warna dilakukan menggunakan aplikasi Color Blind Assistant dan penilaian oleh 15 panelis, sedangkan ketahanan luntur warna terhadap pencucian diuji berdasarkan SNI ISO 105-C06:2020 dengan penilaian perubahan warna menggunakan Grey Scale dan penodaan warna menggunakan Staining Scale. Data Grey Scale dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 30°C menghasilkan warna dominan Wheat Light Brown dengan nilai Grey Scale 1, sedangkan suhu 60°C menghasilkan Raw Sienna dan suhu 90°C menghasilkan Golden Sundance, masing-masing dengan nilai Grey Scale 2. Penilaian Staining Scale pada seluruh variasi suhu menghasilkan nilai 4 pada serat kapas dan 4–5 pada serat poliester. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,333 > 0,05, sehingga variasi suhu pencelupan tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap ketahanan luntur warna berdasarkan Grey Scale. Secara deskriptif, suhu 60°C dan 90°C menunjukkan perubahan warna yang lebih kecil setelah pencucian dibandingkan suhu 30°C, tetapi belum dapat ditentukan satu suhu yang paling optimal karena keduanya memperoleh nilai Grey Scale yang sama.
Pengaruh Berbagi Informasi dan Koordinasi Rantai Pasok terhadap Kinerja Rantai Pasok Kopra di Desa Tolombukan Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Virgin I. M. Lumbu; Arrazi Bn. H. Jan; Christy N. Rondonuwu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14074

Abstract

Kopra menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat Desa Tolombukan, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara, namun pengelolaan rantai pasoknya masih terhambat oleh keterlambatan informasi harga dan permintaan pasar serta koordinasi antara petani dan pedagang pengumpul yang belum berjalan optimal. Kondisi ini menyebabkan efisiensi distribusi kopra belum berjalan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagi informasi dan koordinasi rantai pasok terhadap kinerja rantai pasok kopra, baik secara simultan maupun parsial. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60 petani kopra yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 144 petani di Desa Tolombukan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagi informasi dan koordinasi rantai pasok secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasok, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,528. Secara parsial, koordinasi rantai pasok terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sementara berbagi informasi belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja rantai pasok. Temuan ini mengindikasikan bahwa koordinasi rantai pasok merupakan faktor yang lebih dominan dalam mendorong kinerja rantai pasok kopra dibandingkan sekadar pertukaran informasi. Oleh karena itu, penguatan mekanisme koordinasi antarpelaku rantai pasok menjadi prioritas penting bagi pengembangan usaha kopra di Desa Tolombukan pada masa mendatang.
Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 2010–2025 Wahyu Agung Santoso; Yolanda Fardianti; Elviani Elviani; Ansarullah Ansarullah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode 2010–2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan mengolah data sekunder runtut waktu (time series) tahunan sebanyak 16 observasi. Dalam model analisis, pertumbuhan ekonomi ditempatkan sebagai variabel dependen, sedangkan PMA berperan sebagai variabel independen utama dan inflasi dimasukkan sebagai variabel kontrol makroekonomi untuk menghindari bias spesifikasi model. Analisis estimasi dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yang dilengkapi dengan uji stasioneritas Augmented Dickey-Fuller (ADF) serta serangkaian uji asumsi klasik model. Hasil estimasi secara parsial menunjukkan bahwa variabel PMA memiliki koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,0234, tetapi berpengaruh tidak signifikan secara statistik (P=0,5903$). Variabel inflasi juga menghasilkan koefisien positif sebesar 0,3969 dan tidak memiliki pengaruh signifikan (P =0,1154$). Secara simultan melalui uji F, kombinasi PMA dan inflasi belum mampu menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi secara signifikan (P =0,2757$) dengan koefisien determinasi (R ^2$) sebesar 17,98 persen. Pengujian asumsi residual mengungkapkan bahwa data belum berdistribusi normal akibat guncangan ekonomi eksternal pada pandemi COVID-19 tahun 2020, sehingga analisis inferensial diinterpretasikan secara berhati-hati. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai PMA secara nominal tidak secara otomatis membuktikan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama. Ke depan, kebijakan pemerintah hendaknya lebih memfokuskan perhatian pada perbaikan kualitas investasi, kapasitas penyerapan teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta penguatan sektor industri lokal daripada sekadar mengejar target nilai nominal modal asing.