cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Pemeriksaan Kesehatan, Pemberian Bahan Makanan Bernutrisi pada Lansia dan ODGJ di Wanasara Tabanan Kadek Sri Ariyanti; Cokorda Istri Mita Pemayun; Made Dewi Sariyani; Ni Made Indra Peratiwi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2309

Abstract

Elderly and Mental illness who live in the UPTD Social Services and Protection of Women and Children Wanasara Tabanan are under the auspices of the Tabanan District Social Service. The need for nutritious food for Mental illness and the elderly is quite high, so they need contributions in the form of nutritious food ingredients to meet their nutritional needs. They also do not get regular health checks. This activity was carried out with the aim of conducting health screening and helping to meet the nutritional needs of the elderly and Mental illness. Activities carried out as an effort to solve the problem include checking blood pressure, blood sugar, cholesterol, uric acid and providing nutritious food ingredients to meet the nutritional needs of the elderly and people with mental illness. The targets in this activity are the elderly and Mental illness. There are 8 (eight) elderly people and 16 (sixteen) people with ODGJ. The results of the medical examination showed that blood pressure, blood sugar, uric acid and cholesterol were within normal limits. There are 2 (two) elderly people who have hypertension and have undergone routine treatment. This community service activity has good potential to improve the nutritional status and health status of the elderly and Mental illness. Routine health checks for Mental illness and the elderly are carried out as an effort to detect early chronic diseases that can be suffered by the elderly and Mental illness. Fulfillment of nutrition in the elderly and Mental illness can improve their nutritional status and health status ABSTRAK                  Lansia dan ODGJ yang tinggal di UPTD Pelayanan Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak Wanasara Tabanan berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Tabanan. Kebutuhan makanan bernutrisi ODGJ dan Lansia cukup tinggi, sehingga memerlukan sumbangsih berupa bahan makanan bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Mereka juga tidak mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan skrining kesehatan dan membantu memenuhi kebutuhan gizi Lansia dan ODGJ.  Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya pemecahan masalah antara lain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat dan pemberian bahan makanan bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia dan ODGJ. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Lansia dan ODGJ. Jumlah Lansia ada 8 (delapan) orang dan ODGJ sebanyak 16 (enam belas) orang.  Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol dalam batas normal. Terdapat 2 (dua) orang lansia yang mengalami hipertensi dan sudah menjalani pengobatan rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan status gizi dan derajat kesehatan Lansia dan ODGJ. Pemeriksaan kesehatan secara rutin pada ODGJ dan Lansia dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyakit kronis yang dapat diderita oleh Lansia dan ODGJ.  Pemenuhan nutrisi pada Lansia dan ODGJ dapat meningkatkan status gizi dan derajat kesehatannya.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Penanganan BBLR dengan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Wahyu Dwi Agussafutri; Christiani Bumi Pangesti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2311

Abstract

Low birth weight babies (LBW) often have problems compared to normal birth weight babies. Especially for LBW due to premature birth, the function of the body's organs is still unperfect, so it needs to get special treatment. Problems that are often experienced by LBW include difficulty maintaining body temperature due to: increased heat loss, lack of subcutaneous fat, and a large ratio of skin surface area to body weight. Efforts to manage LBW include incubators and Kangaroo Mother Care (KMC). The use of incubators causes mothers to be separated from their babies, the number is limited, and expensive. Meanwhile, KMC includes skin to skin contact, has the advantage of being able to meet the baby's touch needs as a stimulus for their development. The purpose of this activity is so that in the future pregnant women can do KMC for their babies, especially for LBW babies. Implementation method with health education and demonstrations. The media used are leaflets and KMC props. The activity was carried out in the Pregnant Women Class at the Gambirsari Health Center in Surakarta, with 10 pregnant women participating. The activity was held in two meetings during the pregnancy class, in December 2021 for increasing knowledge and January 2022 for evaluation. Evaluation results around 85% of mothers were able to answer questions about KMC and were able to demonstrate KMC. In conclusion, this activity ran smoothly and received a good response. Mothers know more about alternatives to handling LBW with KMC.   ABSTRAK                 Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) lebih sering bermasalah dibanding dengan berat lahir normal. Terutama untuk BBLR karena kelahiran prematur, fungsi organ-organ tubuh masih belum sempurna, sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus. Masalah yang sering dialami BBLR antara lain kesulitan untuk mempertahankan suhu tubuh karena: peningkatan hilangnya panas, kurangnya lemak subkutan, dan rasio luas permukaan kulit terhadap berat badan yang besar. Upaya penatalaksanaan BBLR antara lain dengan inkubator dan Kangaroo Mother Care (KMC). Penggunaan inkubator menyebabkan ibu terpisah dari bayinya, jumlahnya terbatas, dan memerlukan biaya mahal. Sedangkan, KMC meliputi skin to skin kontak, memiliki kelebihan dapat memenuhi kebutuhan sentuhan pada bayi sebagai stimulus untuk perkembangannya. Tujuan kegiatan ini supaya ibu-ibu hamil kelak dapat melakukan KMC untuk bayinya, terutama untuk bayi BBLR. Metode pelaksanaan dengan pendidikan kesehatan dan demonstrasi. Media yang digunakan yaitu leaflet dan alat peraga KMC. Kegiatan dilaksanakan di Kelas Ibu Hamil Puskesmas Gambirsari Surakarta, dengan jumlah peserta 10 ibu hamil. Kegiatan dilakukan dua kali pertemuan pada saat kelas hamil, yaitu bulan Desember 2021 untuk peningkatan pengetahuan dan Januari 2022 untuk evaluasi. Hasil evaluasi sekitar 85% ibu-ibu mampu menjawab pertanyaan mengenai KMC dan mampu mendemonstrasikan KMC. Kesimpulan, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon baik. Ibu-ibu menjadi lebih tahu alternatif menangani BBLR dengan KMC.
Peningkatan Perilaku SADARI (Periksa Payudara Sendiri) pada Perempuan Terhadap Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Intan Sari; Maria Septiana; Ana Sapitri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2312

Abstract

Breast cancer is a type of cancer with the highest incidence rate in the world. There are 2.3 million women worldwide diagnosed with breast cancer and 685,000 of them will die by 2020. Although the death rate from breast cancer has started to decline in several developed countries, breast cancer is still a serious problem in several developing countries. BSE behavior has an important role as an effort to detect early breast cancer so as to minimize the risk of breast cancer. BSE behavior (Breast Self-Examination) has an important role as an effort to detect early breast cancer so as to minimize the risk of breast cancer. The purpose of implementing this community service is to provide education to the people of Sukajadi, Prabumulih City, about behaviors that can detect breast cancer early. The target for community service is women in the age range of 20 years to 50 years. The method used is by conducting e-counseling to women aged 20 to 50 years in Sukajadi Village, Prabumulih City by showing videos of BSE steps and distributing posters of BSE steps. Based on the results of the pre test, it is known that there are still participants who have sufficient to less understanding, namely 38.67. The percentage of evaluation results after being given education, the participants' understanding increased, namely they were included in the very good category 27.05%, the good category was 58.12% while those belonging to the category of less to sufficient understanding of BSE decreased, namely 14.83%. Thus it is known that after being given education there is an increase in the understanding of counseling participants about BSE behavior. The next community service plan is expected to go directly into the community, especially for women who are at high risk of suffering from breast cancer to minimize the adverse effects of breast cancer. ABSTRAK Kanker payudara termasuk jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di dunia. Terdapat 2,3 juta perempuan di dunia didiagnosa mengalami kanker payudara dan 685.000 diantaranya meninggal dunia pada tahun 2020.  Meskipun angka kematian akibat kanker payudara sudah mulai menurun di beberapa negara maju, namun di beberapa negara berkembang kanker payudara masih menjadi masalah serius. Perilaku SADARI memiliki peranan yang penting sebagai upaya deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kanker payudara. Perilaku SADARI (Periksa Payudara Sendiri ) memiliki peranan yang penting sebagai upaya deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kanker payudara. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat in iadalah memberikan edukasi kepada masyarakat Sukajadi Kota Prabumulih tentang perilaku yang dapat mendeteksi secara dini terjadinya Kanker Payudara. Sasaran pada pengabdian kepada masyarakat ini perempuan pada rentang usia 20 tahun sampai 50 tahun. Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan penyuluhan ekepada perempuan usia 20 sampai 50 tahun di Kelurahan Sukajadi Kota Prabumulih dengan pemutaran video langkah-langkah SADARI serta membagikan poster langkah-langkah SADARI. Berdasarkan hasil pre test diketahui juga masih ada peserta yang memiliki pemahaman yang cukuo hingga kurang yaitu sebesar 38,67. Persentase hasil evaluasi setelah diberikan edukasi, pemahanan peserta mengalami peningkatan yaitu termasuk dalam kategori sangat baik 27,05 %, kategori baik 58,12 % sedangkan yang termasuk kategori kurang hingga cukup pemahaman tentang SADARI mengalami penurunan yaitu 14,83 %. Dengan demikian diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman peserta penyuluhan tentang perilaku SADARI. Rencana pengabdian kepada masyarakat selanjutnya adalah diharapkan dapat terjun langsung ke masyarakat khususnya kepada para perempuan yang beresiko tinggi menderita kanker payudara untuk meminimalisir akibat buruk dari kanker payudara.  
Pelatihan Kader Kelompok Kerja Kesehatan (Pokjakes) dalam Pemantauan Status Gizi Wanita Usia Subur (WUS) Puji Afiatna; Tina Mawardika; Sugeng Maryanto; Indri Mulyasari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2315

Abstract

Nutrition investment on reproductive age women is important for poverty alleviation. Nutritional problems on reproductive age women such as chronic energy deficiency and anemia can continue while they are pregnant until in the 1000 days of life of their babies. It can lead to decrease productivity as adults. Pokjakes in community established to help solve nutritional problems including on reproductive age women. Pokjakes played a role in nutrition screening and report the result to health community center. Based on observation, Pokjakes cadre in RW V Pudakpayung Banyumanik Semarang lack of nutrition screening skills on reproductive age women. This course was conducted using lecture and demonstration method to solve the problem. The course aimed to improve cadre skills and data reported to health community centre more valid. Activity followed by 22 cadres. Skills of cadres increased after training with p<0,05. Course method with lecture and demonstration can improve pokjakes cadres skills on nutrition screening ABSTRAK                 Investasi gizi pada kelompok WUS harus menjadi bagian dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Masalah gizi pada kelompok WUS seperti kekurangan energi kronis dan anemia dapat berlanjut pada masa kehamilan dan berlanjut hingga 1000 hari pertama kehidupan bahkan dapat berdampak pada penurunan produktivitas pada usia dewasa. Pokjakes di masyarakat dibentuk untuk membantu memecahkan masalah gizi termasuk WUS salah satunya adalah membantu penapisan gizi untuk dilaporkan ke Puskesmas. Berdasarkan hasil pengamatan, Kader Pokjakes di RW V Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik Semarang masih kurang keterampilannya dalam melakukan penapisan gizi pada WUS. Kegiatan pelatihan dengan metode ceramah dan demonstrasi dilaksanakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kegiatan dimaksudkan agar keterampilan Kader meningkat dan data yang dilaporkan ke Puskesmas lebih valid. Kegiatan diikuti 22 orang. Keterampilan kader meningkat setelah pelatihan dengan nilai p<0.05. Metode pelatihan dengan ceramah dan demonstrasi dapat meningkatkan keterampilan Kader Pokjakes dalam melakukan penapisan gizi pada WUS.
Penyuluhan Tentang Konsumsi Minuman Jahe sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 9 Kota Semarang Jatmiko Susilo; Rini Susanti; Kartika Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2320

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is painful menstruation and can interfere with a girl's ability to go to school, study, or sleep (Fitria, 2019). Menstrual pain is painful in nature, felt in the lower abdomen, up to the waist and thighs, can be accompanied by nausea and even vomiting, even with headaches (Haryono, 2016). The incidence of dysmenorrhea in adolescents in Asia is 74.5%. In Hispanic adolescent girls the prevalence of dysmenorrhea is 85%, while the incidence rate in Indonesia is 55%. (Setyowati, 2018). Dysmenorrhea or menstrual pain is often experienced by young women of reproductive age and can have an economic impact and decrease the quality of life. Treatment of menstrual pain can use pharmacology and non-pharmacology. Pharmacological treatment includes giving anti-pain drugs including drugs that are classified as analgesics, while non-pharmacological treatment for adolescents who experience menstrual pain includes exercise, muscle stretching exercises, consuming healthy foods, acupressure, and hypnotherapy. (Setyowati, 2018). The advantages of hypnotherapy are that it can overcome physical problems such as reducing excessive pain intensity, and can make the body relax. (Syapudin, 2014). Ginger rhizome, Zingiber officinale R. has traditionally been used to reduce inflammatory symptoms. Treatment of primary dysmenorrhea in female students with ginger for 5 days had a significant effect on reducing the intensity and duration of pain (Rahnama et al, 2012), and research by Chen et al, (2016) that oral ginger can be an effective treatment for menstrual pain. The findings of Lakhan et al, (2015) indicate that Zingiberaceae extract is a clinically effective hypoalgesic agent and exhibits a better safety profile than non-steroidal anti-inflammatory drugs.   ABSTRAK                 Nyeri menstruasi (dismenorea) adalah menstruasi yang menyakitkan dan dapat mengganggu kemampuan seorang gadis untuk bersekolah, belajar, atau tidur (Fitria, 2019). Nyeri menstruasi sifatnya nyeri, terasa di bagian perut bagian bawah, sampai  ke pinggang dan paha, bisa disertai mual bahkan muntah, bahkan sampai dengan nyeri kepala (Haryono, 2016). Angka kejadian dismenorea pada remaja di Asia adalah 74.5%. Pada remaja putri hispanic prevalensi dismenore sebesar 85%, sedangkan angka kejadian di Indonesia adalah 55%. (Setyowati, 2018).  Dismenore atau nyeri menstruasi sering dialami oleh remaja putri usia produktif dan dapat berdampak ekonomi, dan penurunan kualitas hidup. Penanganan nyeri menstruasi dapat menggunakan farmakologi dan nonfarmakologi. Penanganan farmakologi meliputi pemberian obat-obatan anti nyeri meliputi obat yang tergolong analgetik, sedangkan penanganan nonfarmakologi pada remaja yang mengalami nyeri menstruasi meliputi olahraga, latihan peregangan otot, mengkonsumsi makanan sehat, akupresur, dan hipnoterapi. (Setyowati, 2018).  Keunggulan dari hipnoterapi yaitu dapat mengatasi masalah fisik seperti mengurangi intensitas nyeri yang berlebihan, serta dapat membuat tubuh menjadi rileks. (Syaripudin, 2014). Rimpang jahe, Zingiber officinale R. secara tradisional telah digunakan untuk mengurangi gejala inflamasi. Pengobatan dismenore primer pada mahasiswi dengan jahe selama 5 hari berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas dan durasi nyeri (Rahnama et al, 2012), dan  Penelitian Chen et al, (2016) bahwa jahe oral dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk nyeri menstruasi. Temuan Lakhan et al, (2015) menunjukkan bahwa ekstrak Zingiberaceae  merupakan agen hipoalgesik yang efektif secara klinis dan menunjukkan profil keamanan yang lebih baik daripada obat antiinflamasi nonsteroid.
Edukasi Kegawatdaruratan dalam Kehamilan di RSU Budi Kemuliaan fitriaendah fitriaendah; Nurika Rahma; Shinta Fauziah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2321

Abstract

Obstetric and neonatal emergency is conditions that can threaten a person's life, this can occur during pregnancy, during birth and even during pregnancy. There are so many diseases and disorders during pregnancy that can threaten the safety of the mother and the baby to be born. This emergency must be treated immediately, because if it is slow in handling it will cause death in the mother and newborn. The incidence of maternal mortality and morbidity is still a very important health problem faced in developing countries. to increase the knowledge of pregnant women in carrying out early detection of the condition of their pregnancy. carried out with lectures and questions and answers and conducting a post test at the end of the activity, this activity was carried out Tuesday, December 28, 2022 for 2 hours and the venue was at the Budi Kemuliaan General Hospital in the polyclinic section and was attended by 22 pregnant women. Most of the gestational ages were in the second trimester of pregnancy (63%), most of the pregnant women had good knowledge about emergency pregnancies (77%), the education of pregnant women was mostly highly educated, i.e. bachelor degree (90%) and was that the majority of pregnant women could answer each question orally properly   ABSTRAK                 Kegawatdaruratan obstetri dan neonatal merupakan suatu kondisi yang dapat mengancam jiwa seseorang, hal ini dapat terjadi selama kehamilan, ketika kelahiran bahkan saat hamil. Sangat banyak sekali penyakit serta gangguan selama kehamilan yang bisa mengancam keselamatan ibu maupun bayi yang akan dilahirkan. Kegawatan tersebut harus segera ditangani, karena jika lambat dalam menangani akan menyebabkan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. Kejadian kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang sangat penting yang dihadapi di Negara-negara berkembang. meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam melakukan deteksi dini terhadap kondisi kehamilannya. dilakukan dengan ceramah dan tanya jawab dan melakukan post tes di akhir kegiatan. Kegiatan ini dilakukan selasa, 28 Desember 2022 selama 2 jam dan tempat pelaksanaan di RSU Budi Kemuliaan bagian poliklinik serta dihadiri oleh 22 ibu hamil. Usia kehamilan paling banyak pada kehamilan trimester II (63%), Sebagian besar ibu hamil berpengetahuan baik mengenai kegawatdaruratan ada kehamilan (77%), Pendidikan ibu hamil sebagian besar berpendidikan tinggi yaitu sarjana (90%) sebagian besar ibu hamil dapat menjawab setiap pertanyaan secara lisan dengan baik
Pemberdayaan Remaja dalam Penanganan Dismenore melalui Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Heni Hirawati Pranoto; Eny Ruth Sinaga; Ari Andayani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2322

Abstract

Dysmenorrhea is often experienced by adolescents caused by uterine contractions due to prostaglandin stimulation. Adolescents who have dysmenorrhea cannot cope well, allow pain to take place or do improper treatment. This is due to the lack of knowledge of adolescents about dysmenorrhea. Adolescents are agents of change who have the potential ability to realize the degree of reproductive health. Efforts to empower adolescents in overcoming dysmenorrhea can be done through efforts to increase knowledge in adolescents so that they are able to make independent efforts, conduct early detection and ask for health assistance if needed. Efforts to increase knowledge are carried out through health education activities. This community service aims to increase adolescent knowledge about dysmenorrhea. The subjects of this service activity were 36 junior high school students in Banyubiru District. Health education is provided through lectures, learning videos and questions and answers. The evaluation was carried out using questionnaires given before and after health education was given. The evaluation results obtained an average score before being given health education, which was 11.17 and an average score after being given health education of 17.58. Paired T test sig (2-tailed) P less than 0.000 / (0.05) test results were obtained. Thus, it can be concluded that the purpose of community service activities can be achieved well, so that adolescents are expected to have good abilities in preventing and overcoming dysmenorrhea. ABSTRAK Dismenore sering dialami oleh remaja yang disebabkan adanya kontraksi rahim akibat rangsangan prostaglandin. Beberapa remaja putri yang mengalami dismenore tidak dapat mengatasi dengan baik, membiarkan nyeri berlangsung atau melakukan penanganan yang kurang tepat. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan remaja tentang dismenore. Remaja merupakan agen perubahan yang memiliki kemampuan potensial dalam mewujudkan derajat kesehatan reproduksi. Upaya pemberdayaan remaja dalam mengatasi permasalahan dismenore dapat dilakukan melalui upaya peningkatan pengetahuan pada remaja sehingga dirinya mampu melakukan upaya mandiri, melakukan deteksi dini dan meminta bantuan kesehatan jika diperlukan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dilaksanakan memlui kegiatan pendidikan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatakan pengetahuan remaja tentang dismenore. Subyek pada kegiatan pengabdian ini adalah 36 siswi SMP  Islam Sudirman Banyubiru. Pendidikan kesehatan diberikan melalui ceramah, video pembelajaran dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil evaluasi didapatkan nilai rata-rata sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu, 11,17 dan nilai rata rata sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 17,58. Diperoleh hasil uji Paired T test sig (2-tailed) P lebih kecil dari 0,000 / (0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dapat tercapai dengan baik, sehingga diharapkan remaja memiliki kemampuan yang baik dalam mencegah dan mengatasi dismenore.
Edukasi Pijat Bayi sebagai Terapi Commond Cold Eti Salafas; Luvi Dian Afriyani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2325

Abstract

Baby massage is a touch therapy in direct contact with the skin which provides a feeling of security and comfort for the baby. If done regularly, this therapy will increase catecholamine hormons (epinephrine and norepinephrine), increase growth and development as well as being a therapy when babies/toddler are sick. One of them is when you suffer from the common cold, massage therapy can be done independently by the mother. Many mothers don’t know how to massage baby with common cold. This activity was carried out at the Cekelan Mdureso Temanggung, to increase mother’s knowledge abaout baby massage as a therapy for the common cold. Participants were mothers who had babies/toddlers on 15 February 2023 with total of 10 mothers. The activity consists of three stages, namely the target assessment stage, counseling activities and evaluation activities. The methods used are lectures, discussions and demonstrations. The evaluation result show an increase in knowledge from an average of 50 (pre test) to an average of 71 9post test) and skills from 45 to 74. It is expected that mothers practice baby massage when their baies/toddlers experience a commond cold. ABSTRAK Pijat bayi adalah terapi sentuh kontak langsung dengan kulit yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi. Jika dilakukan teratur, terapi ini akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin), peningkatan pertumbuhan dan perkembangan sekaligus dapat menjadi terapi saat bayi/balita sakit. Salah satunya ketika menderita commond cold, terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Cekelan Madureso Temanggung, untuk meningkatkan pengetahun ibu tentang pijat bayi sebagai terapi common cold. Peserta adalah ibu yang mempunyai bayi/balita pada kegiatan posyandu tanggal 15 Februari 2023 sejumlah 10 orang. Kegiatan terdiri tiga tahap yaitu tahap penjajagan target sasaran, kegiatan penyuluhan dan kegiatan evaluasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rerata 50 (pre test) meningkat menjadi rerata 71 (post tes) dan ketrampilan 45 menjadi 74. Diharapkan ibu mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami commond cold.
Deteksi Dini dan Pendampingan Keluarga pada Usia Dua Tahun (BADUTA) Beresiko Stunting di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang Isri Nasifah; Maksum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2326

Abstract

Stunting is one of the problems that hinder human development globally. Currently there are around 162 million children under the age of five experiencing stunting. Presidential Regulation Number 72 of 2021 concerning the Acceleration of Stunting Reduction that is holistic, integrative and of good quality through coordination, synergy and synchronization among stakeholders. Early detection and assistance to families at risk of stunting involves family members and caregivers. The family is taught how to monitor growth and development and manage babies under two years of age (BADUTA) who are at risk of becoming not at risk of stunting. This service is carried out in three stages, namely: assessment, analysis and implementation, monitoring and evaluation. All processes have been carried out well and have a very large meaning in the increase in the community regarding early detection of stunting and a decrease in the number of BADUTA who are at risk of stunting which is marked by an increase in the ability of parents/caregivers to provide, process, serve food ingredients and increase the appetite of BADUTA   ABSTRAK                 Stunting merupakan salah satu masalah yang menghambat perkembangan manusia secara global. Pada saat ini terdapat sekitar 162 juta anak berusia dibawah lima tahun mengalami stunting. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan. Deteksi dini dan pendampingan pada keluarga berisiko stunting melibatan anggota keluarga dan pengasuh. Keluarga tersebut diajarkan cara memantau pertumbuhan dan perkembangan serta mengelola bayi usia di bawah dua tahun (BADUTA) yang beresiko menjadi tidak berisiko stunting. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahap yaiti : pengkajian, analisis dan implementasi, monitoring dan evaluasi. Semua proses telah terlaksana dengan baik serta memberikan arti sangat besar adanya peningkatan masyarakat tentang deteksi dini stunting dan adanya penurunan jumlah BADUTA yang beresiko stunting yang ditandai dengan peningkatan kemampuan orang tua/pengasuh penyediaan, pegolahan, penyajian bahan makanan serta  bertambahnya nafsu makan BADUTA.
Membangun Kemandirian Ekonomi dan Produktivitas Karang Taruna Mekar Arum RW 39 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres Kota Surakarta dalam Pemanfaatan Bunga Telang Menjadi Kombucha Laela Nur Rokhmah; Dimas Tunggul Wardoyo; Sapartina Daliyanti; Reza Mustika Dewi Halim
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2330

Abstract

RW 39 Kelurahan Mojosongo, Jebres District, Surakarta City is an area that has become a TPA (Final Disposal Site) in Surakarta known as Putri Cempo. Because it is a landfill, bad smells and an unhealthy environment are the things that are found there. Butterfly pea flower is a plant that has various benefits besides improving air quality, after harvest it can be used for something useful, namely using the butterfly pea flower as kombcuha. This has become valuable and beneficial for residents in RW 39. The purpose of this activity is to increase the productivity and economic independence of Karang Taruna Mekar Arum through training activities on making telang flower kombucha. The lecture method and the practice of making and calculating economic value are carried out in this training. The results obtained during the training showed that the participants were enthusiastic and had the knowledge and ability to process butterfly pea flowers into kombucha. In addition, the participants succeeded in making telang flower kombucha and produced kombucha that complied with standards, namely having a sour, sour taste, a sparkling fizzy taste sensation and a clear color. ABSTRAK RW 39 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres Kota Surakarta merupakan wilayah yang menjadi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Surakarta yang dikenal dengan nama putri cempo. Karena menjadi TPA sehingga bau yang kurang sedap dan lingkungan yang tidak sehat menjadi hal yang dijumpai di sana. Bunga telang merupakan tanaman yang memiliki beragam manfaat selain memperbaiki kualitas udara juga pasca panennya dapat dimanfaatkan menjadi hal yang bermanfaat yaitu menfaatkan bunga telangnya menjadi kombcuha. Hal ini menjadi berharga dan bermanfaat untuk warga di RW 39. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah meningkatkan produktifitas dan kemandirian ekonomi karang taruna mekar arum melalui kegiatan pelatihan pembuatan kombucha bunga telang. Metode ceramah dan praktik pembuatan serta penghitungan nilai ekonomi dilakukan dalam pelatihan ini. Kemudian setelah kegiatan Hasil yang diperoleh selama pelatihan, para peserta antusias dan memiliki pengetahuan serta kemampuan mengolah bunga telang menjadi kombucha. Selain itu para peserta berhasil membuat kombucha bunga telang dan dihasilkan kombucha yang sesuai dengan standar yaitu memiliki rasa asam, masam, sensasi rasa sparkling bersoda serta berwarna jernih.