cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Pencegahan Komplikasi Diabetes Mellitus pada Lansia di Wilayah TPA Putri Cempo Surakarta Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Glukosa Darah Sewaktu Anggraeni Sih Prabandari; Fredericus Pramonodjati; Ajeng Novita Sari; Kori Ayu Lestari; Pradita Yudi Saputro
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2331

Abstract

Public health departement of Surakarta city was noticed high incidence of diabetes mellitus (DM) in Jebres Subdistrict. In 2022, there were 3.392 cases of DM spread out at 11 urban villages, including Mojosongo. This numbers can increase if prevention efforts are not done.   Unfortunately, no data about its prevalence based on age. Field survey showed lots of eldery around of Putri Cempo garbage dump at Mojosongo urban village. Eldery with DM should maintain their blood glucose level to prevent complication. Education and blood level examination regularly are necessary to avoid DM complication. Therefore, we carried out a community service activities for eldery with DM at 39 hamlet, Mojosongo urban village. The results obtained from 25 eldery with DM that most of the participants (84%) has controlled glucose level (<200 mg/dL). It was supported by their behaviour including taking medication regullary, physical activities, and dietary arrangements. Eldery with DM were very enthusiastic about participating in the activity of conducting free blood level checks and posyandu cadres were very active during the activity so that the activities ran smoothly. Education showed an increase in the knowledge of participants about methods to maintain blood glucose level in order to avoid complication. Its proven by increase in questionnaire mean score from 79,3 to 86,6 (8,43%) after got the education. ABSTRAK Data Dinkes Kota Surakarta menunjukkan tingginya kejadian DM di Kecamatan Jebres, yaitu sebesar 3.392 kasus pada tahun 2022 yang tersebar dalam 11 Kelurahan, termasuk Mojosongo. Sayangnya, data ini tidak dilengkapi dengan prevalensi berdasarkan umur. Jumlah ini diperkirakan meningkat jika tidak dilakukan upaya penanganan. Berdasarkan hasil survey, sebagian besar lansia di wilayah TPA Putri Cempo Kelurahan Mojosongo menderita DM. Lansia dengan DM perlu menjaga kadar glukosa darah agar tidak terjadi komplikasi. Edukasi dan pemeriksaan glukosa darah secara berkala merupakan upaya pengendalian kadar glukosa darah untuk mencegah komplikasi DM. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada lansia penderita DM di RW 39 Kelurahan Mojosongo dengan edukasi dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu. Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu pada 25 peserta kegiatan diperoleh sebesar 84% memiliki kadar glukosa darah terkontrol (<200 mg/dL). Hal ini disebabkan oleh perilaku peserta meliputi ketaatan minum obat, aktivitas fisik, dan pengaturan pola makan. Lansia dengan DM sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, utamanya pemeriksaan kadar glukosa darah secara gratis. Kader posyandu sangat aktif dan membantu seluruh kegiatan sehingga dapat berjalan dengan lancar. Edukasi yang dilakukan terbukti meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan tentang manajemen kadar glukosa darah untuk mencegah komplikasi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rerata skor pada lembar kuisioner dari 79,3 menjadi 86,6 (8,43%) setelah mendapatkan edukasi.
Penanaman Nilai – Nilai Anti Korupsi Melalui Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan SMK Wahyu Kristiningrum; Moneca Diah Listiyaningsih; Ika Niilawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2333

Abstract

UU No. 30 of 2002, Article 13, states that the KPK has the authority to organize anti-corruption education programs at every level of education. Efforts to implement an anti-corruption education program were followed up by establishing cooperation between the Ministry of National Education and several educational institutions (elementary, junior high, and high school) and universities. Students will be the next generation of the nation, so they must be introduced to the application of anti-corruption educational values starting from small things: examples of daily habits that turn out to be seeds of committing acts that lead to acts of corruption without them knowing it, for example, cheating during exams, skipping classes, collecting assignments not on time, arriving late to school, and others. To cultivate anti-corruption education among students, good cooperation is needed from all parties, including educators, who must become role models for their students by being anti-corruption. The implementation of the activity was carried out at SMK Perintis 29 Ungaran using the method of implementing socialization about instilling anti-corruption values. The data collection instrument is a questionnaire. Characteristics of adolescents based on gender, mostly women (77.3%) and men (22.7%) Knowledge about instilling anti-corruption values before being given health promotion, namely that most of them are knowledgeable enough (59.09%), and after being given health promotion, most of them experienced an increase in becoming well-informed (65.91%). Instilling anti-corruption values among students is an important thing to do so that they get used to doing the right things, not against anti-corruption values.   ABSTRAK UU No. 30 tahun 2002 pasal 13 menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan anti korupsi pada setiap jenjang pendidikan. Upaya penyelenggaraan program pendidikan anti korupsi ditindaklanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan  (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajar akan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan penerapan nilai-nilai pendidikan anti korupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketika ujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat ke sekolah dan lain lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi di kalangan pelajar, maka diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi.Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMK Perintis 29 Ungaran dengan metode pelaksanaan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan (77,3%) dan laki-laki (22,7 %.) Pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai anti korupsi sebelum diberi promosi kesehatan yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup (59,09%) dan setelah diberikan promosi kesehatan sebagian besar menagalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (65,91%). Penanaman nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Sikumbang (Psikologi,Tumbuh, Kembang) Anak Liyanovitasari; Natalia Devi Oktarina; Swantika Ilham Prahesti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2334

Abstract

Toddler Growth and Development Detection (DTKB) and detection of children's psychological health is very important to be carried out routinely and continuously because developmental abnormalities that are  detected early will get  appropriate interventions so  that it  will increase the  success of  the interventions given. The role of cadres needs to be increased to stimulate early detection and early intervention of developmental deviations. This activity aims to increase the knowledge and skills of cadres in stimulating early detection and intervention (psychological health, growth, and development), so that they are able to find early deviations in child growth and development. This community service activity wascarried out for 1 day on August 3rd 2022 which started with three stages, namely first providing counseling using the lecture method about growth, development and psychological health of children which begins with a pre test. Both simulations of growth measurements (weight, height, head circumference, arm circumference), measurements of children's development using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP), and measurements of children's psychological health. The three stages of evaluation are with a post test and observation of cadre skills. Participants in the activity were 8 Strawberry Cadres at the RW 5 meeting hall in Gedanganak Ungaran Timur Village. The evaluation resultsshowed that 100% of participants' knowledge increased and 75% of participants' abilities increased and allparticipants were very enthusiastic and had high motivation to carry out early detection of children's development and psychology. In addition, the activeness of the participants was seen from their 100% attendance and enthusiasm when the counseling was given. It is hoped that this activity can increase the knowledge of cadres' abilities in carrying out early detection of child growth and development and are ableto know the psychological health of children which so far has received little attention.   ABSTRAK                 Deteksi Tumbuh Kembang Balita (DTKB) dan deteksi kesehatan psikologis anak sangat penting dilakukan secara rutin dan berkelanjutan karena kelainan tumbuh kembang yang dideteksi secara dini akan mendapatkan intervensi yang sesuai sehingga akan meningkatkan keberhasilan intervensi yang diberikan. Peran kader perlu ditingkatkan untuk stimulasi deteksi dini dan intervensi penyimpangan perkembangan secara dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam stimulasi deteksi dini dan intervensi (kesehatan psikologi, tumbuh, kembang), sehingga mampu menemukan penyimpangan dini tumbuh kembang pada anak. Kegiatan pengabdian  masyarakat ini dilakukan selama 1 hari  pada tanggal 3  Agustus 2022 yang  dimulai ini  terdapat tiga tahapan yakni  pertama  pemberian penyuluhan dengan metode ceramah tentang pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan psikologis anak dimana diawali dengan pre test. Kedua  simulasi  pengukuran  pertumbuhan (BB,  TB,  lingkar   kepala, lingkar lengan),  pengukuran  perkembangan  anak  menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), dan pengukuran kesehatan psikologis anak. Ketiga tahapevaluasi dengan post test dan observasi keterampilan  kader. Peserta  kegiatan  adalah  Kader Strawberry berjumlah  8  orang  di  balai pertemuan RW 5 Desa Gedanganak Ungaran Timur. Hasil evaluasi menunjukkan 100% pengetahuan  peserta meningkat dan 75% kemampuan peserta meningkat serta semua peserta sangat antusias dan memiliki motivasi tinggi untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang dan psikologis anak. Selain itu keaktifan dari peserta terlihat dari kehadiran 100% dan antusias saat penyuluhan diberikan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak dan mampu mengetahui kesehatan psikologis anak yang selama ini masih kurang diperhatikan.
Peningkatan Konsentrasi Belajar dengan Yoga Anak Ida Sofiyanti; Heni Setyowati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2340

Abstract

Preschool-age children are children aged 3-6 years where in this period physical growth slows down and psychosocial and cognitive growth will increase. During this period, children can develop their curiosity and be able to speak well. Playing is a tool that children use to develop their social relations with other people in their surroundings, so that at this time it requires concentration in learning. Several studies explain that practicing yoga can help children become calmer and more focused, as well as improve children's ability to plan or concentrate on learning. This service is carried out in 3 stages, namely the first stage is the selection of targets for the application of children's yoga, namely at an early age, the second stage is the application of children's yoga, the third stage is the evaluation of activities by measuring the concentration of learning at an early age. Community service activities are going well and smoothly, there is an expansion of the results of community service with the results of previous research where the level of concentration in children's learning is good. It is hoped that activities like this can take place irrationally so that other preschoolers can feel them.   ABSTRAK             Anak usia prasekolah merupakan anak yang berumur 3-6 tahun dimana pada periode ini terjadi pertumbuhan fisik yang menjadi lambat dan pertumbuhan psikososial dan kognitif akan mengalami kenaikan. Periode ini anak dapat mengembangkan rasa ingin tahunya serta mampu berbicara dengan baik. Bermain merupakan alat yang digunakan anak untuk mengembangkan sosialnya terhadap orang lain di lingkungan sekitarnya, sehingga pada masa ini dibutuhkan konsentrasi dalam belajar. Beberapa studi menjelaskan bahwa latihan yoga dapat membantu anak menjadi lebih tenang dan lebih fokus, dan meningkatkan kemampuan anak dalam melakukan perencanaan atau berkonsentrasi dalam belajar.  Pengabdian ini dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama adalah pemilihan sasaran penerapan yoga anak yaitu pada anak usia dini, Tahap kedua adalah penerapan yoga anak, Tahap ketiga adalah evaluasi kegiatan dengan pengukuran konsetrasi belajar pada anak usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan lancar, terdapat kesesuaian hasil pengabdian dengan hasil-hasil penelitian terdahulu dimana tingkat konsentrasi belajar pada anak menjadi baik. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkesinambungan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh anak prasekolah lainnya.
Penyuluhan DAGUSIBU Obat dan TOGA pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Sembiring, Elma Viorentina; Makhdalena
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.2540

Abstract

Family Medicinal Plants (usually called TOGA) are essential medicinal plants grown in the yards managed by the family. TOGA basically a program for utilizing a piece of land either in the yard, garden or field to cultivate plants that have medicinal properties. Indonesian people are now getting used to various types of drugs. This has had both positive and negative impacts. The Indonesian Pharmacist Association (IAI) as one of the health professional organizations is currently starting to launch outreach activities to the public regarding the proper use of drugs. Pharmacists as health professionals who are concerned about the use of drugs in the community are encouraged to continue to conduct DAGUSIBU counseling anywhere so that people understand about the correct use of drugs so that the goals of treatment can be achieved and not cause environmental damage. The implementation of community service activities is carried out for correctional inmates at the Class IIA Narcotics Penitentiary in Bandar Lampung. Direct lecture with audio visual method was used in this events. In order to achieve the output in the form of increased knowledge about DAGUSIBU Drugs and TOGA, a pretest and posttest were carried out before and after the events. The average pretest score of participants was 68.28 and the average post test score was 85.22. As many as 95% of participants experienced an increase in post test scores compared to the pretest. The increase in post test scores in participants proves that counseling with audio-visual methods can increase participants' knowledge about DAGUSIBU and TOGA.   ABSTRAK                 Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. TOGA atau tanaman obat keluarga pada dasarnya adalah program pemanfaatan sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun, maupun ladang untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat-obatan. Perkembangan tersebut menimbulkan berbagai dampak positif maupun negatif. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai salah satu organisasi profesi kesehatan saat ini mulai mencanangkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. Apoteker sebagai profesi kesehatan yang concern terhadap pemakaian obat-obatan di masyarakat dihimbau untuk terus melakukan penyuluhan DAGUSIBU di manapun agar masyarakat paham mengenai penggunaan obat yang benar sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan kepada para warga binaan permasyarakatan di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah ceramah langsung dengan audio visual. Demi mencapai luaran berupa peningkatan pengetahuan mengenai DAGUSIBU Obat dan TOGA dilakukan pretest dan posttest sebelum dan sesudah penyuluhan. Rerata nilai pretest peserta ialah 68,28 dan rerata nilai postest ialah 85,22. Sebanyak 95% peserta mengalami peningkatan nilai postest dibandingkan dengan pretest. Peningkatan nilai postest pada peserta membuktikan bahwa penyuluhan dengan metode audio visual dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai DAGUSIBU dan TOGA.  
Peningkatan Pemahaman Ibu Mengenai Body Mekanik untuk Mendukung Aktivitas Fisik yang Aman dan Nyaman Eka Widyastuti, Deny; Ernawati; Waluyo, Dewi Kusumawati; Innez Karunia M; Megayana Yessy M; Arista Apriani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2543

Abstract

During pregnancy, women generally experience physical changes that occur, including cessation of menstruation, enlargement of the breasts, enlargement of the uterus, and what often occurs is nausea/vomiting (emesis), frequent urination, sleep disturbances. Meanwhile, psychological changes that occur include panic, fear and anxiety, physical and psychological changes that a mother will experience can cause discomfort, especially in the third trimester, such as dyspnea, frequent urination, pressure and discomfort in the perineum, back pain, constipation. , fatigue, leg cramps, ankle edema, and mood changes, increased anxiety, and insomnia. During pregnancy, most mothers avoid exercising or doing physical activity because many mothers think or worry that it could disrupt the pregnancy, such as feeling tired, having defecation or sleep disturbances. Basically, pregnant women still do activities, but not heavy activities. The aim of carrying out this community service activity is expected to increase mothers' understanding of body mechanics to support safe and comfortable physical activities. This activity was carried out in 3 different activities, namely Activity I measuring mothers' understanding of body mechanics in pregnant women, Activity 2 providing health education to mothers regarding body mechanics in pregnant women and Activity 3 measuring mothers' understanding of body mechanics in pregnant women. The result of carrying out this community service activity is that all mothers know the meaning of body mechanics in pregnant women, all mothers have been able to state the consequences of errors from inappropriate body mechanics in pregnant women, all mothers have been able to practice several appropriate body mechanic movements. ABSTRAK                 Pada masa kehamilan umumnya wanita akan mengalami perubahan mulai dari fisik yang terjadi antara lain seperti  berhentinya menstruasi, membesarnya payudara, membesarnya uterus, dan yang sering terjadi ialah rasa mual/muntah (emesis), sering buang air kecil, gangguan tidur. Sedangkan perubahan psikologis yang terjadi antara lain seperti panik, takut, dan cemas perubahan secara fisik maupun psikologi yang akan dialami oleh seorang ibu dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama di trimester III seperti dispnea, sering buang air kecil, tekanan dan ketidaknyamanan pada perineum, nyeri punggung, konstipasi, mudah lelah, kram kaki, edema pergelangan kaki, dan perubahan mood, peningkatan kecemasan, serta insomnia. Pada saat kehamilan kebanyakan ibu menghindari olahraga atau melakukan aktivitas fisik dikarenakan banyak ibu yang berfikir atau ibu mengkhawatirkan   dapat   mengganggu   kehamilan   seperti   akan   merasa kecapean, lalu gangguan BAB/BAK atau gangguan tidur. Pada dasarnya ibu hamil tetap melakukan aktivitas namun tidak dengan aktivitas yang berat. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan terjadi peningkatan pemahaman ibu mengenai body mekanik untuk mendukung aktifitas fisik yang aman dan nyaman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 kegiatan yang berbeda, yaitu  Kegiatan I melakukan pengukuran pemahaman ibu mengenai Body mekanik pada ibu hamil, Kegiatan 2 memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai Body mekanik pada ibu hamil dan kegiatan 3 melakukan pengukuran pemahaman ibu mengenai body mekanik pada ibu hamil. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh ibu telah mengetahui mengenai pengertian body mekanik pada ibu hamil, seluruh ibu telah dapat menyebutkan akibat kesalahan dari body mekanik yang kurang tepat pada ibu hamil, seluruh ibu telah dapat mempraktekkan beberapa gerakan body mekanik yang tepat.
Peningkatan Pengetahuan Mengenai Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Ibu Hamil Eka Fitriyanti; Eka Widyastuti, Deny; Desy Widyatutik; Arista Apriani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2544

Abstract

Infant Mortality Rate is the death rate that occurs after birth until the baby is exactly one year old. The Infant Mortality Rate (IMR) is an important indicator in reflecting the state of public health because it can describe the general health of the population. IMR is a health indicator which is included in one of the SDG's targets which is a continuation of the MDGS program which ended in 2015. The causes of low birth weight babies can come from various factors such as maternal, fetal, placental and environmental factors. Perinatal mortality in low birth weight babies babies is eight times greater than in normal babies. Low birth weight babies can cause both short and long term problems. The aim of carrying out this activity is that it is hoped that there will be an increase in knowledge regarding the factors that influence the incidence of low birth weight babies in pregnant women. This community service activity is carried out in 3 different activities, namely Activity I measuring mothers' knowledge regarding the factors that influence the incidence of low birth weight babies, Activity 2 providing health education to mothers regarding the factors that influence the incidence of low birth weight babies and activity 3 measuring knowledge regarding factors that influence the incidence of low birth weight babies. The results of this community service activity were obtained after being given education using posters, all pregnant women were able to explain the meaning and factors that cause low birth weight babies.   ABSTRAK                 Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) adalah kematian yang terjadi saat setelah lahir sampai bayi berusia tepat satu tahun. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam mencerminkan keadaan derajat kesehatan masyarakat karena dapat menggambarkan kesehatan penduduk secara umum. AKB merupakan indikator kesehatan yang termasuk didalam salah satu target SDG’s yang merupakan kelanjutan dari program MDGS yang telah berakhir di tahun 2015. Penyebab BBLR dapat berasal dari berbagai faktor seperti faktor ibu, janin, plasenta dan lingkungan. Kematian perinatal pada bayi BBLR delapan kali lebih besar dibandingkan dengan bayi normal. BBLR dapat menyebabkan masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah diharapkan terjadi Peningkatan Pengetahuan mengenai Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kejadian BBLR pada Ibu Hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam 3 kegiatan yang berbeda, yaitu  Kegiatan I melakukan pengukuran pengetahuan ibu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR, Kegiatan 2 memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR dan kegiatan 3 melakukan pengukuran pengetahuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan setelah diberikan edukasi menggunakan poster seluruh ibu hamil sudah dapat menjelaskan mengenai pengertian dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya BBLR
Skrinning Status Gizi Remaja dan Upaya Pencegahan Anemia di SMK Perintis 29 Widyaningsih, Ari; Isfaizah; Moneca Diah Listiyaningsih; Yulia Nur Khayati; Wahyu Kristiningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2564

Abstract

Iron deficiency anemia is estimated to be the single largest cause of morbidity and mortality in adolescents. Anemia that occurs can cause decreased reproductive health, motoric and mental development, hampered intelligence, decreased learning achievement, decreased fitness levels and not achieving maximum height. The results of interviews with the school principal and guidance and counseling teachers at SMK Perintis 29 showed that the problem currently faced by partners is that cases of anemia in adolescent girls have not been identified because Hb screening examinations have never been carried out which are known to be effective in identifying the incidence of anemia in adolescent girls. The solution to the problem is Hemoglobin screening to increase adolescent awareness about the importance of anemia and the factors that influence it. The anemia screening activity began with registration of 30 young female screen participants, followed by TB and BB checks, Hb and blood pressure checks. The results of the activity showed that all teenage girls in grades X and The next community service activity focuses on empowering students with adolescent anemia to increase adolescent diet knowledge and skills.   ABSTRAK                 Anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi satu-satunya penyebab terbesar kesakitan dan kematian pada remaja. Anemia yang terjadi dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran menurun dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal. Hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru BK di SMK Perintis 29 didapatkan data bahwa masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah belum teridentifikasinya kasus anemia pada remaja putri karena belum pernah dilakukan pemeriksaan skrinning Hb yang diketahui efektif mengidentifikasi kejadian anemia remaja putri. Solusi permasalahan yang dilakukan adalah skrinning Hemoglobin untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya anemia serta faktor yang mempengaruhinya. Kegiatan skrinning anemia dimulai dengan registrasi peserta skrinnin sebanyak 30 remaja putri, dilanjutkan dengan pemeriksaan TB dan BB, Pemeriksaan Hb dan tekanan darah. Hasil kegiatan didapatkan bahwa semua remaja putri kelas X dan XI (100 %) di SMK Perintis 29 mengikuti kegiatan screening, 8 diantaranya mengalami anemia dan sebanyak 10 remaja berstatus gizi kurus. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya berfokus pada pemberdayaan siswa dengan anemia remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diet remaja.
Peningkatan Skill Pelaku Usaha Kopi di Sukoharjo dengan Pelatihan Uji Sensori dan Teknik Seduhan Kopi Laela Nur Rokhmah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2566

Abstract

Sensory Skill is a skill that must be owned by a barista or coffee brewer. Sensory Skills are skills for analyzing and characterizing coffee that involve the senses of taste, sight and smell. This skill is important because a barista is required to be able to brew and serve coffee with a distinctive taste and according to the wishes of the customer. Various characters and flavors of coffee that can be produced. The same coffee will produce different flavor characters with different brewing techniques. That is the uniqueness of coffee. So that the skill of brewing coffee is as important as the skill of testing the taste of coffee. In this activity, the 2 activities were combined in the form of a competition. So that the participants can immediately put into practice the exercises they have acquired. A total of 32 participants took part in the coffee brewing competition which is a form of practicing coffee brewing techniques. A total of 52 participants took part in the training activities. The brewing results were then tested and assessed based on preference involving 3 trainees and 2 trained panelists. As a result of this activity, the participants not only knew but also practiced coffee brewing techniques as well as coffee sensory skills. In addition, the 3 best participants in terms of brewing coffee were obtained.   ABSTRAK                 Skill Sensori merupakan salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang barista atau penyeduh kopi. Skill Sensori yaitu skill untuk menganalisis, mengkarakterisasi kopi yang melibatkan indra perasa, penglihatan dan penciuman. Skill tersebut penting karena seorang barista dituntut mampu untuk menyeduh dan menyajikan kopi dengan citarasa khas dan sesuai dengan keinginan customer. Beragam karakter dan citara kopi yang dapat dihasilkan. Satu kopi yang sama akan menghasilkan karakter citarasa berbeda dengan teknik seduhan yang berbeda. Itulah keunikan dari kopi. Sehingga skill menyeduh kopi sama pentingnya dengan skill menguji citarasa kopi. Pada kegiatan ini dikombinasikan 2 kegiatan tadi dalam bentuk lomba. Sehingga para peserta bisa langsung mempraktekkan latihan yang sudah diperolehnya. Sebanyak 32 peserta ikut dalam lomba menyeduh kopi yag merupakan bentuk dari praktek teknik menyeduh kopi. Total peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan sebanyak 52 peserta. Hasil seduhan kemudian diuji dan dinilai berdasarkan kesukaan yang melibatkan 3 peserta pelatihan dan 2 orang panelis terlatih. Hasil kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengetahui sekaligus juga mempraktekkan teknik seduhan kopi juga skill sensori kopi. Selain itu, diperoleh 3 peserta terbaik dalam hal menyeduh kopi.
Penyuluhan (DAGUSIBU) Obat sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Siswa Kelas XII di SMA Negeri 2 Demak Mardiyanti, Devi; Fuadatus Zurroh, Al Hajar
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2617

Abstract

DAGUSIBU (Can, Use, Save, Discard) is one of the efforts to improve health for the community which is held through health service activities by pharmacists. This activity is an educational program launched by the Indonesian Pharmacist Association (IAI) in the form of proper and correct use and storage of drugs, especially in self-medication. The prevalence of errors in self-medication associated with DAGUSIBU ranges from 45-95% at the adolescent level. In general, this is not dangerous, but will have an impact on the success rate of therapy. The purpose of this research is to minimize the occurrence of medication errors (medication errors) related to information about how to get the drug correctly, use the drug properly, store the drug properly and dispose of the drug properly. The data collection method in this service was carried out using the pre and posttest method with a total of 40 participants. The results obtained in this service were that there was an influence on the level of knowledge before and after the DAGUSIBU socialization, where the average respondent experienced an increase of 82.22% after being given knowledge about DAGUSIBU.   ABSTRAK                 DAGUSIBU (DApat, GUnakan, SImpan, BUang) merupakan salah satu upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Kegiatan ini merupakan program edukasi yang dicanangkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang berupa penggunaan dan penyimpanan obat yang baik dan benar terutama dalam swamedikasi. Prevalensi kesalahan dalam swamedikasi terkait dengan DAGUSIBU berkisar antara 45-95% di tingkat remaja. Pada umunya hal ini tidak berbahaya, namun akan berdampak pada tingkat keberhasilan terapi. Tujuan dari pengabdian ini adalah meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pengobatan (medication error) terkait informasi mengenai cara mendapatkan obat dengan benar, menggunakan obat dengan benar, menyimpan obat dengan benar dan membuang obat dengan benar. Metode pengambilan data dalam pengabdian ini dilakukan dengan metode pre dan postest dengan total peserta sebanyak 40 orang. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini bahwa ada pengaruh pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi DAGUSIBU, dimana rata-rata responden mengalami peningkatan sebesar 82,22% setelah diberikan pengetahuan tentang DAGUSIBU.