cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Edukasi Penyakit Tidak Menular pada Siswa: Upaya Preventif Kesehatan di SMA PGRI Temanggung Alfan Afandi; Sugiarto, Heri; Kartika Dian Pertiwi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3500

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are one of the main public health challenges in Indonesia and globally. The risk of NCDs among adolescents is often overlooked because it is assumed that NCDs are more related to old age. In Temanggung Regency, the high risk of NCDs among adolescents has prompted the need for interventions that can increase their awareness and understanding of NCD prevention. This community service activity was carried out at SMA PGRI Temanggung, focusing on education about NCDs among students. The main objective of this study was to improve students' knowledge about NCDs. The method used in this activity is participatory education. The activity began with interactive counseling covering material on risk factors, symptoms, and prevention of NCDs. The results obtained showed a significant increase in students' knowledge about NCDs. Before the activity, 20 out of 33 students had good knowledge, while 13 students were classified as poor. After the activity, 32 students showed good knowledge, while only 1 student was still in the poor category. The main conclusion of this activity is that an interactive and participatory educational approach is effective in improving students' knowledge about NCDs. This improvement not only increases health awareness among students but also provides a strong foundation for adopting a healthy lifestyle in the future. With these results, it is hoped that similar activities can be implemented in other schools to support adolescent health more widely.   ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia dan secara global. Risiko PTM di kalangan remaja sering kali diabaikan karena anggapan bahwa PTM lebih berkaitan dengan usia lanjut. Di Kabupaten Temanggung, tingginya risiko PTM pada kalangan remaja mendorong perlunya intervensi yang dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka mengenai pencegahan PTM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMA PGRI Temanggung, dengan fokus pada edukasi Penyakit Tidak Menular (PTM) di kalangan siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PTM.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi partisipatif. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan interaktif yang meliputi materi tentang faktor risiko, gejala, dan pencegahan PTM. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswa tentang PTM. Sebelum kegiatan, 20 dari 33 siswa memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 13 siswa tergolong kurang baik. Setelah kegiatan, 32 siswa menunjukkan pengetahuan yang baik, sementara hanya 1 siswa yang masih berada dalam kategori kurang baik. Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan edukasi yang interaktif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PTM. Peningkatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan siswa tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk mengadopsi gaya hidup sehat di masa depan. Dengan hasil ini, diharapkan kegiatan serupa dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk mendukung kesehatan remaja secara lebih luas.
Pembuatan Gummy Jahe untuk Menurunkan Gula Darah pada Lansia dengan Diabetes Melitus di Desa Nyatnyono Dusun Branggah Kab Semarang Setyoningrum, Umi; Elvi Damayanti; Wulan Guritno; Sukarno; Puji Purwaningsih; Puji Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3516

Abstract

Nyatnyono Village, particularly in Dusun Branggah RW 08, faces significant health challenges among the pre-elderly group, especially concerning the risk of degenerative diseases such as Diabetes Mellitus (DM). With low awareness of the importance of regular health check-ups and unhealthy lifestyles, such as high sugar consumption and lack of physical activity, effective interventions are urgently needed. This program aims to raise health awareness and provide practical solutions through the production of Ginger Gummies as a supplement to lower blood sugar levels. The implementation methods include education about DM and the benefits of ginger, training on how to make Ginger Gummies, and surveys to measure knowledge and health behavior. The results of the program indicate an increase in pre-elderly participation in posyandu activities and blood sugar testing, as well as an increase in Ginger Gummies consumption. This program successfully built awareness of the importance of healthy living and diabetes management among the elderly and strengthened community involvement in health efforts. ABSTRAK Desa Nyatnyono, khususnya Dusun Branggah RW 08, menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan pada kelompok pra-lansia, terutama terkait risiko penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM). Dengan rendahnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik, intervensi yang efektif sangat diperlukan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan dan memberikan solusi praktis melalui pembuatan Gummy Jahe sebagai suplemen untuk menurunkan kadar gula darah. Metode pelaksanaan mencakup edukasi tentang DM dan manfaat jahe, pelatihan pembuatan Gummy Jahe, serta survei untuk mengukur pengetahuan dan perilaku kesehatan. Hasil program menunjukkan peningkatan partisipasi pra-lansia dalam kegiatan posyandu dan pemeriksaan gula darah, serta peningkatan konsumsi Gummy Jahe. Program ini berhasil membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pengelolaan diabetes di kalangan lansia, serta memperkuat keterlibatan komunitas dalam upaya kesehatan.
Pemberdayaan Keluarga Melalui Family Centered Maternity Care Tentang Kepatuhan Remaja dalam Konsumsi Tablet Fe di Smp N 18 Surakarta Desy Widyastutik; Retno Wulandari; Deny Eka Widyastuti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3526

Abstract

Adolescence is a period of rapid growth both physically, psychologically and intellectually. In the world, it is estimated that teenagers number 1.2 billion or 18% of the world population. Based on data from the Indonesian Demographic and Health Survey, the number of female teenagers aged 15-19 years is around 68%, and male teenagers are 61% of the total population in Indonesia. Based on WHO data, the largest composition of the world's population is teenagers. The striking physical and psychological changes in adolescents as they go through the stages of puberty that every individual naturally goes through will affect the nutritional status and health status of adolescents, so that if not handled properly it can cause health problems that can cause anemia. . This community service is carried out with the aim of increasing awareness among teenagers about consuming Fe tablets. The method used in this community service is using lecture and independent methods. After being given education about the importance of FE tablets. This community service activity helps mothers to find out the level of compliance and provides knowledge to teenagers about the importance of consuming FE tablets in young women so that it is hoped that young women can anticipate this.   ABSTRAK Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan yang pesat baik secara fisik, psikologis, maupun intelektual. Di dunia diperkirakan kelompok remaja berjumlah 1,2 milyar atau 18% dari jumlah penduduk dunia. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia jumlah remaja wanita usia 15-19 tahun sekitar 68%, dan remaja laki-laki sebesar 61% dari jumlah penduduk di Indonesia. Berdasarkan data WHO komposisi jumlah penduduk di dunia terbesar adalah remaja. Perubahan fisik dan psikis yang mencolok pada remaja dalam melalui tahapan masa pubertas yang secara alami akan dilalui oleh setiap individu akan berpengaruh terhadap status gizi dan status kesehatan remaja, sehingga jika tidak tertangani dengan baik maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan anemia. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja untuk mengkonsumsi tablet Fe. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan mandiri. Setelah diberikan penyuluhan pentingnya tablet FE. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membantu ibu untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan memberikan pengetahuan kepada remaja mengenai pentingnya mengkonsumsi tablet FE pada remaja putri sehingga diharapkan remaja putri dapat mengantisipasinya.
Video Edukasi Apa Nyamil (Aku Paham Ketidaknyamanan Kehamilan) Meningkatkan Pemahaman Ibu Hamil Tentang Ketidaknyamanan Kehamilan Eka Widyastuti, Deny; Ernawati; Megayana Yessy M; Hutari Puji A; Desy Widyastutik
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3527

Abstract

Pregnancy is often a life-changing experience for a woman where she experiences so many different ‘feelings’, both physically and psychologically. Most primigravidas will experience ‘aches and aches’ during pregnancy. For some, these aches and pains will be numerous, varied and may interfere with bodily functions. Perhaps because of these factors, and because pregnancy and birth are ‘unknown’ experiences, the so-called ‘mild ailments’ of pregnancy can be considered very important to the woman herself. Much of this discomfort can be directly related to the physical changes that occur during pregnancy and the biomechanical effects that these have on functional movement. The enlarging uterus and its contents can give rise to experiences of discomfort or pain such as ‘pulling, pressing and pushing’. Some women describe ‘sharp stabbing pains’ or a feeling of ‘falling’. Understanding the physical and biomechanical changes that occur is an important part of a ‘coping strategy’. Often, a clear explanation, and a consistent understanding, of the reasons behind the symptoms will in most cases be enough to allow the expectant mother to ‘manage’ and cope with them. This community service was carried out with the aim of increasing mothers’ awareness of discomfort in pregnant women through the educational video APA NYAMIL (I Understand Pregnancy Discomfort). The method used in this community service was the lecture and independent methods. Before and after the educational video was given, the respondents’ level of knowledge regarding discomfort in pregnancy was measured. This community service activity helped mothers to know their level of knowledge regarding discomfort and provided knowledge to mothers regarding discomfort in pregnancy so that it was hoped that mothers could cope with it well.   ABSTRAK Kehamilan sering kali menjadi pengalaman pertama kali dalam hidup seorang wanita Dimana Wanita tersebut mengalami begitu banyak ‘perasaan’ yang berbeda, baik secara fisik maupun psikologis. Sebagian besar primigravida akan mengalami ‘rasa sakit dan nyeri’ selama kehamilan. Bagi sebagian orang, rasa sakit dan nyeri ini akan sangat banyak, bervariasi, dan mungkin mengganggu fungsi tubuh. Mungkin karena faktor-faktor ini, dan karena kehamilan dan kelahiran adalah pengalaman yang ‘tidak diketahui’, apa yang disebut ‘penyakit ringan’ kehamilan dapat dianggap sangat penting bagi wanita itu sendiri. Sebagian besar ketidaknyamanan ini dapat secara langsung terkait dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan dan efek biomekanik yang diakibatkannya pada gerakan fungsional. Rahim yang membesar dan isinya dapat menimbulkan pengalaman ketidaknyamanan atau rasa sakit seperti ‘ditarik, ditekan, dan didorong’. Beberapa wanita menggambarkan ‘rasa sakit yang menusuk tajam’ atau perasaan ‘jatuh’. Pemahaman tentang perubahan fisik dan biomekanik yang terjadi merupakan bagian penting dari ‘strategi penanggulangan’. Sering kali, penjelasan yang jelas, dan pemahaman yang konsekuen, tentang alasan di balik gejala-gejala tersebut dalam sebagian besar kasus akan cukup untuk memungkinkan calon ibu untuk ‘mengelola’ dan mengatasinya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang ketidaknyamanan pada ibu hamil video edukasi APA NYAMIL (Aku Paham Ketidaknyamanan Kehamilan). Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan mandiri. Sebelum dan sesudah diberikan video edukasi responden dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan ibu mengenai ketidaknyamanan pada kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membantu ibu untuk mengetahui tingkat pengetahuannya mengenai ketidaknyamanan dan memberikan pengetahuan kepada ibu mengenai ketidaknyamanan pada kehamilan sehingga diharapkan ibu dapat mengatasinya dengan baik.
Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah di Sogo Kabupaten Semarang Purwaningsih, Puji; Chaerijah, Zumrotul; Suwanti; Nurvina Khasanah; Nurlita Makhyasari; Gipta Galih Widodo; Abdul Wakhid
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3539

Abstract

Socialization of dengue fever prevention is a process of learning to recognize and adapt to the environment that causes dengue hemorrhagic fever transmission. Problems found from the results of interviews with leaders obtained data for the last 2 months (May 2024) there were 4 residents who suffered from DHF The head of the RT said that in Sogo Hamlet there was only 1 active cadre, community leaders said that JUMANTIK monitoring had been carried out by cadres from Sigade hamlet RT 06 but the activity had not been running since 1 year ago, Puskesmas officers said there were several residents who did not report to the Puskesmas when exposed to DHF. The purpose of the activity is to increase changes in the aspects of behavior, attitudes, and behavior of the community as a prevention of DHF. The method used begins with observation and giving questionnaires to be filled in regarding questions about dengue hemorrhagic fever, after the data is found, a nursing diagnosis is formulated which is followed by network implementation activities with the Lerep Health Center. Analysis of pre post knowledge using the Wilcoxon test obtained data p value (0.001) shows that there is an increase in knowledge between before and after socialization.   ABSTRAK Sosialisasi pencegahan demam berdarah merupakan suatu proses belajar mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungan penyebab penularan demam berdarah dengue. Permasalan yang ditemukan dari hasil wawancara tokoh didapatkan data 2 bulan terakhir (Mei 2024) terdapat 4 warga yang menderita DBD Ketua RT mengatakan di Dusun Sogo hanya terdapat 1 Kader aktif ,tokoh masyarakat mengatakan untuk sudah pernah dilakukan pemantauan JUMANTIK oleh Kader dari  dusun Sigade RT 06 tetapi kegiatan tersebut sudah tidak berjalan sejak 1 tahun yang lalu, petugas Puskesmas mengatakan terdapat beberapa warga yang tidak lapor ke pihak Puskesmas ketika terkena DBD. Tujuan kegiatan untuk menambah merubah aspek perilaku, sikap, perilaku masyarakat sebagai pencegahan DBD. Metode yang digunakan diawali dengan observasi dan pemberian angket untuk diisi berkaitan pertanyaan-pertanyaan seputar demam berdarah dengue, setelah ditemukan data kemudian dirumuskan suatu diagnosis keperawatan yang diikuti dengan kegiatan implementasi jejaring dengan Puskesmas lerep. Analisis pre post pengetahuan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan data p value (0,001) menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah sosialisasi.   
Pendidikan Kesehatan pada Ibu Hamil sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Gangguan Psikologi Masa Nifas Suryatim pratiwi, Yopi; Sri Handayani; Yesvi Zulfiana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3543

Abstract

The postpartum period or postpartum is a transitional period that can cause a life crisis in some mothers, because many mothers experience physical and psychological changes. This period is a period that is very vulnerable to various psychological disorders such as postpartum blues, postpartum depression, and postpartum psychosis. The problem in Jempong Baru Village, Mataram City is that many pregnant women still do not understand the psychological disorders that usually occur during the postpartum period. Health education activities on postpartum psychological disorders were carried out on November 9, 2024 in Jempong Baru Village, Sekarbela District, Mataram City. The method used in this community service activity uses the lecture method, and the media uses power point and leaflets. The posttest results obtained by pregnant women showed an increase in knowledge after being given health education on postpartum psychological disorders. After the community service activity, pregnant women are expected to be able to independently identify the symptoms of psychological disorders experienced during the postpartum period, so that more serious disorders do not occur.   ABSTRAK Masa postpartum atau nifas merupakan masa peralihan yang dapat menimbulkan krisis kehidupan pada sebagian ibu, karena ibu banyak mengalami perubahan fisik dan psikis. Masa ini merupakan masa yang sangat rentan terhadap berbagai gangguan psikologi seperti postpartum blues, depresi postpartum, dan psikosis postpartum. Permasalahan di Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram masih banyak ibu hamil yang belum memahami terkait gangguan psikologi yang biasanya terjadi selama masa nifas. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang gangguan psikologi masa nifas dilaksanakan pada tanggal 9 November 2024 di Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, dan untuk media yaitu menggunakan power point dan leaflet. Hasil posttest didapatkan ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang gangguan psikologi masa nifas. Setelah kegiatan pengabdian ibu hamil diharapkan dapat mengidentifikasi secara mandiri terhadap gejala gangguan psikologi yang dialami selama masa nifas, sehingga tidak terjadi gangguan yang lebih serius.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengendalian Hipertensi: Program Edukasi dan Intervensi Kesehatan Yudanari, Yunita Galih; Putri Dewi Siti Aisyah; Ahmad Ali Rohman
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3551

Abstract

Hypertension is one of the most common health issues encountered in society and can affect all age groups, from teenagers to the elderly. The community service activity titled "Enhancing Community Knowledge Capacity in Hypertension Control" aims to provide better information and understanding to the public regarding hypertension, risk factors, prevention and the hypertension management. Hypertension is a significant public health issue, with a prevalence that continues to rise across various demographics. This activity involves a series of health education sessions engaging local communities, village health cadres, lecturers, and students. Through interactive methods such as discussions, demonstrations, and the distribution of educational materials, participants are provided with knowledge on how to measure blood pressure correctly, the importance of a healthy lifestyle, and an introduction to the symptoms and complications of hypertension. The results indicate a significant increase in participants' knowledge after attending this activity. It is hoped that with this increase in knowledge, the community can be more vigilant and proactive in maintaining their health, thereby minimizing the incidence of hypertension and its complications. This activity is expected to be a first step in building awareness and promoting healthy behavior in the community.   ABSTRAK Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemui di masyarakat dan dapat dialami oleh semua kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul "Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam pengendalian  Hipertensi" bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai hipertensi, faktor risikonya, serta cara pencegahan dan pengelolaannya. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi yang terus meningkat di berbagai kalangan. Dalam kegiatan ini, dilakukan serangkaian penyuluhan kesehatan yang melibatkan masyarakat setempat, kader kesehatan desa, dosen dan mahasiswa. Melalui metode interaktif seperti diskusi, demonstrasi, dan pembagian materi edukasi, peserta diberikan pengetahuan mengenai pengukuran tekanan darah yang benar, pentingnya gaya hidup sehat, serta pengenalan terhadap gejala dan komplikasi hipertensi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah mengikuti kegiatan ini. Diharapkan, dengan adanya peningkatan pengetahuan ini, masyarakat dapat lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan mereka, sehingga angka kejadian hipertensi dan komplikasinya dapat diminimalisir. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan perilaku sehat di masyarakat.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja melalui SIDUNA (Edukasi pada Duta Anti Narkoba) di Kabupaten Jepara Eka Adimayanti; Ana Puji Astuti; Siti Haryani; Ahmad Kholid; Eko Susilo; Galeh Septiar Pontang
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3560

Abstract

Teenagers as the next generation of the nation have a responsibility to protect themselves and their peers from the dangers of drugs. Teenagers can play an active role in educating and disseminating information about the dangers of drugs and helping friends who are caught in drug use to get out of the circle. The Anti-Drug Student Ambassador is a program initiated by the DPD BANN Jepara, Jepara Regency Government, BNN Central Java Province and Kesbangpol. Central Java Province. This annual activity aims to recruit students and students as examples in society with the status of drug-free youth. Active roles and high awareness, with the hope that teenagers can become agents of change in eradicating drugs and creating a better future for future generations. Efforts to increase adolescent health knowledge aim to prepare teenagers to become healthy, intelligent, quality, and productive adults and play a role in maintaining, preserving and improving their health.   ABSTRAK Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri mereka sendiri dan teman-teman sebaya dari bahaya narkoba. Remaja dapat memainkan peran aktif dalam mengedukasi dan menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba serta membantu teman-teman yang terjerat dalam penggunaan narkoba untuk keluar dari lingkaran tersebut. Duta Pelajar Anti Narkoba merupakan program yang diinisiasi oleh DPD BANN Jepara, Pemkab. Jepara, BNN Provinsi Jawa Tengah dan Kesbangpol. Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan Tahunan ini bertujuan untuk menjaring pelajar maupun mahasiswa sebagai contoh di masyarakat dengan status pemuda yang bebas narkoba. Peran aktif dan kesadaran yang tinggi, dengan harapan remaja dapat menjadi agen perubahan dalam memberantas narkoba dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Upaya peningkatan pengetahuan kesehatan remaja memiliki tujuan untuk mempersiapkan remaja menjadi orang dewasa yang sehat, cerdas, berkualitas, dan produktif dan berperan serta dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dirinya.
Penyuluhan Psikoedukasi Manajemen Stress Akademik pada Siswa di SMK Islam Sudirman, Kabupaten Semarang Mardiyanti, Devi; Kurniawati , Indah; Timur, Willi Wahyu
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3564

Abstract

Academic stress can arise when someone experiences pressure, sudden changes, or a threat to their body. In the last year, as many as 52% of the total 110 students experienced a decline in academic scores. Academic stress experienced by vocational school students can be caused by task demands, skills and behavior. Factors such as pressure to move up a grade, duration of study, test anxiety, poor grades, complicated bureaucracy, decisions about majors and careers, and time management are sources of academic stress. Students often lose the ability to cope with problems, lack knowledge, experience, and social support in stress management for their psychological needs. Stress management is a great way to help students deal with academic stress. This will teach them to recognize and stress and its symptoms. The risk of depression can be reduced by treating stress early. Community service activities aim to increase students' knowledge and abilities in handling stressful situations in the school world. Sudirman Islamic Vocational School students participated in this activity. Pre-test and post-test are carried out before counseling and practice to measure students' knowledge and skills in dealing with stress. Demonstrations and question and answer lectures are used in psychoeducation. The results of the evaluation of the implementation of stress management education at Sudirman Islamic Vocational School showed that students and girls had a good percentage before the education was carried out at 28.2%, and a good percentage after the education was carried out at 57.6%. This shows that implementing stress management can improve students' knowledge and skills. Further service can improve stress management skills with more interactive techniques.   ABSTRAK Stres akademik dapat timbul saat seseorang mengalami tekanan, perubahan secara mendadak, atau suatu ancaman yang mereka alami dalam tubuh. Dalam 1 tahun terakhir, sebanyak 52% dari total 110 siswa mengalami penurunan nilai akademik. Stres akademik yang dialami siswa SMK dapat ditimbulkan karena tuntutan tugas, keterampilan, dan perilaku. Faktor-faktor seperti tekanan untuk naik kelas, durasi belajar, kecemasan menghadapi ujian, nilai yang buruk, birokrasi yang rumit, keputusan tentang jurusan dan karir, dan manajemen waktu adalah sumber stres akademik. Siswa sering kehilangan kemampuan untuk mengatasi masalah, kurangnya pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial dalam manajemen stres untuk kebutuhan psikologis mereka. Manajemen stres adalah cara yang bagus untuk membantu siswa mengatasi stres akademik. Hal tersebut akan mengajarkan mereka untuk mengenali dan stres dan gejalanya. Resiko depresi dapat dikurangi dengan mengatasi stres sejak awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam menangani situasi stres di dunia sekolah. Siswa SMK Islam Sudirman berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pre-test dan post-test dilakukan sebelum penyuluhan dan praktek untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menangani stres. Demonstrasi dan ceramah tanya jawab digunakan dalam psikoedukasi. Hasil evaluasi pelaksanaan edukasi manajemen stres di SMK Islam Sudirman menunjukkan bahwa siswa dan siswi memiliki persentase yang baik sebelum dilakukan edukasi sebesar 28,2%, dan persentase yang baik setelah dilakukan edukasi sebesar 57,6%. Ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen stress dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pengabdian selanjutnya dapat meningkatkan keterampilan manajemen stres dengan teknik yang lebih interaktif.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Media Flash Card Wulandari, Retno; Desy Widyastutik; Wijayanti; Deny Eka W
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3529

Abstract

Breast cancer (carcinoma mammae) or in English breast cancer is a condition when body cells have lost control and their normal mechanisms, causing abnormal, rapid and uncontrolled growth of breast tissue. Breast cancer is the most common type of cancer experienced by women with an estimated 2.089 million new cases and 627,000 deaths reported in 2018. Based on these figures, around 15% of all cancer deaths in women. The rate of breast cancer diagnosis in developed countries is higher and continues to increase. While in developing countries breast cancer is also one of the largest contributors to death in women In Indonesia, the highest incidence of cancer for women is breast cancer with a prevalence of 42.1 per 100,000 population with an average death rate of 17 per 100,000 population followed by cervical cancer of 23.4 per 100,000 population with an average death rate of 13.9 per 100,000 population. The purpose of this Community Service activity is that teenagers can implement early detection through breast self-examination with Flash Card Media in Bulusari Village, Sidomulyo, Ampel, Boyolali. The methods used are Lectures, Demonstrations and Q&A. Counseling was carried out to 19 teenage girls in Bulusari Village, Sidomulyo, Ampel, Boyolali. The results showed that 100% of teenage girls were able to perform BSE themselves.   ABSTRAK Kanker payudara (carcinoma mammae) atau dalam bahasa Inggris breast cancer merupakan kondisi saat sel tubuh telah kehilangan kendali dan mekanisme normalnya, sehingga menyebabkan terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker terbanyak yang dialami oleh wanita dengan perkiraan 2,089 juta kasus baru dan 627.000 kematian dilaporkan pada tahun 2018. Berdasarkan angka tersebut sekitar 15% dari semua kematian akibat kanker pada wanita. Tingkat diagnosis kanker payudara di negara maju lebih tinggi dan terus meningkat. Sementara negara berkembang kanker payudara juga merupakan salah satu penyumbang kematian paling banyak  pada wanitaDi Indonesia, angka kejadian kanker untuk wanita yang tertinggi adalah kanker payudara dengan prevalensi sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kasus kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Remaja dapat menerapkan deteksi dini melalui periksa payudara sendiri dengan Media flash Card di Desa Bulusari Sidomulyo Ampel Boyolali Metode yang digunakan adalah Ceramah, Demonstrasi dam tanya jawab. Penyuluhan dilakukan kepada Remaja Putri di Desa Bulusari Sidomulyo Ampel Boyolali  sebanyak 19  Remaja Putri didapatkan hasil bahwa  100 % Remaja Putri sudah dapat melakukan SADARI sendiri.