cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
SI GESIT (Sinergikan Gerakan Sehat Anti Hipertensi) pada Penderita Hipertensi di Desa Nyatnyono Suwanti; Abdul Wakhid; Vidya Vigi Astuti; Nashofa Fahid
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3550

Abstract

Non-communicable or degenerative diseases are a public health problem due to high levels of morbidity and mortality globally, one of which is hypertension. This type of disease develops slowly and occurs over a long period of time. Non-communicable diseases cause high death rates every year and can affect individuals of various ages and countries throughout the world. Hypertension is a serious medical condition that significantly increases the risk of heart, brain, kidney and other diseases. Hypertension is the main cause of premature death worldwide. Therefore, efforts to control or manage blood pressure and modify risk factors that can be changed are crucial things to do. Modifiable risk factors include smoking, obesity, monotonous lifestyle and stress. Objectives of activities of the SI GESIT program (Synergize Healthy Anti-Hypertension Program), the activities such as: 1) elderly health screening, 2) discussion about the dangers of hypertension, 3) hypertension diet education, 4) hypertension exercise, and 5) throwing ring games. Method used Community based project with nursing process approach.  The total number of hypertensive elderly were 22 elderly in Dusun Blanten, Nyatnyono Village. In this activity 18 elderly people with hypertension actively participated in the series of activities. A combination of 5 activities increases the enthusiasm of the elderly in efforts to control blood pressure in the elderly in Dusun Blanten , Candirejo Village. ABSTRAK Penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global, salah satunya adalah hipertensi. Jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit tidak menular menimbulkan angka kematian yang tinggi tiap tahunnya dan dapat menjangkiti individu di berbagai usia maupun negara di seluruh dunia. Hipertensi adalah kondisi medis serius yang secara signifikan meningkatkan risiko jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Oleh karena itu upaya untuk mengontrol atau mengendalikan  tekanan darah  dan memodifikasi faktor resiko yang dapat diubah adalah hal krusial untuk dilakukan. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain merokok, obesitas, gaya hidup monoton, dan  stres. Tujuan melakukan kegiatan pengabdian gerakan SI GESIT (Sinergikan Gerakan Sehat Anti Hipertensi) pada penderita hipertensi dengan kegiatan: 1) skrining kesehatan lansia, 2)diskusi tentang bahaya hipertensi, 3) edukasi diit hipertensi, 4) senam hipertensi, serta 5) throw ring game. Metode yang digunakan adalah Community based project dengan pendekatan proses keperawatan. Total penderita hipertensi di Dusun Blanten Desa Nyatnyono sebanyak 22 lansia. Pada series kegiatan tersebut 18 lansia dengan hipertensi berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan. Kombinasi 5 kegiatan meningkatkan antusiasme lansia dalam upaya mengontrol tekanan darah pada lansia di Dusun Blanten Desa Candirejo.  
Skrining Risiko dan Edukasi Perilaku Pencegahan Penyakit Jantung di Lingkungan Gedang Asri Kelurahan Gedang Anak Widodo, Gipta Galih; Sukarno; Yudanari, Yunita Galih; Atuzahra, Arvanilla Fitri; Sari , Nala Sasmita; Kusumaningrum, Aprilia Dwi Wahyu; Rafitri, Desvia Cinta
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3619

Abstract

Heart disease is still the main cause of morbidity and mortality in Indonesia. Community-based prevention efforts are very important to reduce the incidence of this disease. This community service program aims to increase community awareness and ability to recognize risk factors and implement preventive behavior for heart disease. The activity was carried out in the Gedang Asri  RT 06 RW 08 Gedang Anak District of Semarang involving 16 participants. The program consists of heart disease risk screening, such as measuring blood pressure and body mass index. Followed by education on heart disease prevention behavior using the SEMAR smartphone application (Screening, education and monitoring of atherothrombosis). Education carried out interactively through lectures and discussions increases participants' knowledge. The results of the activity showed differences in knowledge about heart disease and its prevention with a p value of 0.001. Participants also showed increased motivation to adopt healthy lifestyle behaviors. The screening results show that the average blood pressure of people in the Gedang Asri neighborhood is 140.25 mmHg or in the pre-hypertension category and the average BMI is 25.55 kg/m2, which means that people in the Gedang Asri neighborhood are included in the overweight category. In conclusion, this program is effective in increasing public awareness of the risk of heart disease and encouraging preventive behavior changes.   ABSTRAK Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Upaya pencegahan berbasis masyarakat sangat penting untuk menekan angka kejadian penyakit ini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengenali faktor risiko serta menerapkan perilaku pencegahan penyakit jantung. Kegiatan dilaksanakan di Lingkungan Gedang Asri RT 06 RW 08 Kelurahan Gedang Anak Kabupaten Semarang  dengan melibatkan 16 peserta. Program terdiri dari skrining risiko penyakit jantung, seperti pengukuran tekanan darah dan indeks massa tubuh. Dilanjutkan dengan edukasi perilaku pencegahan penyakit jantung dengan menggunakan aplikasi smarthphone SEMAR (Skrining, edukasi dan monitoring atherotrombosis). Edukasi yang dilakukan secara interaktif melalui ceramah dan diskusi meningkatkan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan perbedaan pengetahuan tentang penyakit jantung dan pencegahannya dengan nilai p : 0,001. Peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi dalam mengadopsi perilaku hidup sehat. Hasil skrining menunjukkan bahwa rata – rata tekanan darah masyarakat di Lingkungan Gedang Asri adalah 140,25 mmHg atau dalam katagori pre hipertensi dan rata – rata IMT 25,55 kg/m2 yang artinya masyarakat di Lingkungan Gedang Asri termasuk dalam katagori berat badan berlebih. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit jantung dan mendorong perubahan perilaku preventif.
Pengelolaan Obat bagi Pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus Kampung Untoro Kecamatan Trimurejo Kabupaten Lampung Tengah Isnenia; Yulyuswarni; Mugiati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3716

Abstract

Patients with hypertension and diabetes mellitus must take medication regularly and for a long period of time. These patients sometimes suffer from other symptoms or diseases so that large amounts of medication are used. The main problem in the use of chronic disease medications is compliance. The aim of this activity is to provide education regarding medication management and involve patients in filling out aids to remember medication use. This activity is carried out using lecture, discussion and simulation methods. This activity will be carried out in August-December 2024. The target of this activity is patients with hypertension and diabetes mellitus. The results obtained were that 62% of participants' patient knowledge increased and 38% did not increase regarding medication management for hypertension and diabetes mellitus. The biggest improvement is knowledge about kidney damage caused by continuous drug use and how to dispose of insulin. Participants stated that there were benefits from active involvement in filling out the checklist table in controlling medication adherence. The conclusion from this activity is that providing education plays a role in increasing knowledge and providing tools helps patients to remember taking medication.   ABSTRAK Pasien hipertensi dan diabetes mellitus harus meminum obat secara rutin dan dalam jangka waktu yang panjang. Pasien tersebut memiliki kemungkinan menderita gejala atau penyakit lain sehingga obat yang digunakan dalam jumlah banyak. Masalah yang utama dalam penggunaan obat penyakit kronis adalah kepatuhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai pengelolaan obat dan mengikutsertakan pasien dalam pengisian alat bantu mengingat penggunaan obat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan simulasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2024. Sasaran kegiatan ini adalah pasien dengan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus. Hasil yang diperoleh bahwa 62% peserta pengetahuan pasien meningkat dan 38% tidak meningkat mengenai pengelolaan obat hipertensi dan diabetes mellitus. Peningkatan paling besar adalah pengetahuan mengenai kerusakan ginjal akibat penggunaan obat terus-menerus dan cara membuang insulin. Peserta menyatakan adanya manfaat dari keterlibatan aktif dalam pengisian tabel ceklist dalam mengontrol kepatuhan minum obat. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa pemberian edukasi berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan alat bantu pengingat minum obat berperan bagi pasien untuk mengingat meminum obat.
Edukasi Diabetes pada Peserta Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan di Apotek Siaga Bandar Lampung Endah Ratnasari Mulatasih; Sembiring, Elma Viorentina; Yulyuswarni
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3723

Abstract

The increasing prevalence of diabetes in various countries reflects the negative impact of lifestyle changes, particularly low physical activity levels and unhealthy fast food consumption patterns. Diabetes mellitus is a metabolic condition marked by an increase in blood glucose levels, which is above 110 mg/dL when fasting and greater than 200 mg/dL after meals. Unhealthy lifestyles, lack of information, and low public awareness regarding the dangers, prevention, and management of diabetes mellitus are the main factors contributing to the rise in the prevalence of this disease. Recognizing the importance of lifestyle in the modern era, the participants of the community service event at Apotek Siaga expressed their desire to receive education regarding type 2 diabetes mellitus and healthy carbohydrate foods. This event aimed to provide participants with an opportunity to engage in productive activities that could enrich their knowledge. The event took place at Apotek Siaga, Jalan Dua Jalur BKP Kemiling, Bandar Lampung, on October 20, 2024, at 07:30 AM. This community service activity was conducted for 24 participants of the health check-up social service at Apotek Siaga. The educational method used was direct lecturing. To evaluate the increase in knowledge regarding type 2 diabetes mellitus and proper carbohydrate consumption, pretests were conducted before and posttests after the educational session. The results of the activity showed that 95.83% of participants' knowledge about type 2 diabetes mellitus and appropriate carbohydrate consumption improved after the education.   ABSTRAK Peningkatan prevalensi diabetes di berbagai negara mencerminkan dampak negatif perubahan gaya hidup, terutama rendahnya tingkat aktivitas fisik dan pola konsumsi makanan cepat saji yang tidak sehat. Diabetes mellitus adalah suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah, yakni lebih dari 110 mg/dL saat berpuasa dan melebihi 200 mg/dL setelah makan. Gaya hidup tidak sehat, kurangnya informasi, dan rendahnya kesadaran masyarakat terkait bahaya, pencegahan, serta pengelolaan diabetes mellitus menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi penyakit ini. Sadar akan pola hidup di era modern membuat para peserta bakti sosial di Apotek Siaga menyampaikan keinginan mereka agar dapat diberikan edukasi terkait diabetes melitus tipe 2 dan pangan karbohidrat yang baik.  Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat dalam aktivitas produktif yang dapat memperkaya pengetahuan mereka. Kegiatan dilaksanakan di Apotek Siaga, Jalan Dua Jalur BKP Kemiling, Bandar Lampung pada tanggal 20 Oktober 2024 pukul 07.30 WIB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk 24 peserta bakti sosial pemeriksaan kesehatan di Apotek Siaga. Metode edukasi yang diterapkan adalah ceramah langsung. Untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan terkait diabetes melitus tipe 2 dan konsumsi karbohidrat yang tepat, dilakukan pretest sebelum dan posttest setelah sesi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan 95,83% peserta terkait diabetes melitus tipe 2 dan konsumsi karbohidrat yang tepat terdapat peningkatan setelah edukasi.
Optimalisasi Self Efficacy dan Edukasi Pemanfaatan Pil Cantik sebagai Langkah Cegah Stunting (LAJANG GENTING) Mawardika, Tina; Umi Aniroh; Fiktina Vifri Ismiriyam; Khilvy Salsabila Az-Zahra; Alivia Desi Rahmawati; Dinda Hapsari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3730

Abstract

An Nur Junior High School is located in Gogik Village, East Ungaran District, Semarang Regency. According to a survey we conducted, adolescent girls—our primary focus group—have not previously received information regarding self-awareness (self-efficacy) in stunting prevention, nor have they been educated on the use of iron supplements, commonly referred to as “beautiful pills,” as a preventive measure. These young women have yet to be exposed to educational efforts aimed at utilizing beautiful pills to reduce the risk of stunting.Adolescent girls were chosen as the main target group because they represent future mothers who will bear the next generation, making it crucial that they are equipped with the knowledge and understanding necessary to prevent stunting. Community involvement is essential to effectively implement and promote the use of beautiful pills among this demographic.This initiative was carried out through an educational approach involving 35 female students from An Nur Junior High School. Prior to the educational session, an assessment of participants' understanding showed that 35.47% had low awareness, 28.54% had a moderate level of understanding, 30.12% demonstrated good understanding, and only 5.87% fell into the very good category. After the educational intervention, there was a marked improvement: 40.14% of participants reached the excellent category, 52.01% showed good understanding, 5.33% were categorized as sufficient, and only 2.62% remained with low understanding. Based on the post-education questionnaire, overall comprehension of the material increased by 97.48%.   ABSTRAK SMP An Nur merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang berlokasi di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Berdasarkan survei yang telah kami lakukan terhadap mitra sasaran, yaitu remaja putri, diketahui bahwa mereka belum pernah memperoleh informasi mengenai kesadaran diri (self-efficacy) dalam mencegah stunting serta pemanfaatan pil tambah darah (dikenal juga sebagai pil cantik) sebagai salah satu langkah pencegahan stunting. Hingga saat ini, edukasi mengenai penggunaan pil cantik sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting belum pernah diberikan kepada mereka. Remaja putri menjadi kelompok sasaran utama karena di masa depan mereka akan berperan sebagai ibu yang melahirkan generasi penerus, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai penyebab serta langkah-langkah pencegahan stunting. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan dari masyarakat dalam mengimplementasikan penggunaan pil cantik secara efektif di kalangan remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode edukasi yang menyasar remaja putri di SMP An Nur Ungaran, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Hasil evaluasi sebelum dilakukan edukasi menunjukkan bahwa pemahaman peserta masih rendah, dengan rincian: 35,47% tergolong kurang paham, 28,54% cukup paham, 30,12% memahami dengan baik, dan hanya 5,87% yang sangat paham. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan signifikan, di mana 40,14% peserta masuk dalam kategori sangat baik, 52,01% baik, 5,33% cukup, dan hanya 2,62% yang masih kurang. Berdasarkan kuesioner evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap materi edukasi sebesar 97,48%.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Praktik Pijat Bayi sebagai Upaya Stimulasi Pertumbuhan Bayi di Wilayah Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Siti Haryani; Adimayanti, Eka; Sari, Kartika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3768

Abstract

Infant growth and development are important indicators in determining the overall level of public health. One simple yet effective method to stimulate infant growth is through baby massage. However, the knowledge and skills of Posyandu (Integrated Health Post) cadres in practicing baby massage remain limited. This community service activity aimed to empower Posyandu cadres in Candirejo Subdistrict, Ungaran Barat District, Semarang Regency by providing training on proper and standardized baby massage practices. The implementation methods included education sessions, demonstrations, and hands-on practice with direct supervision. The results showed an improvement in the cadres’ knowledge and skills in performing baby massage, which is expected to be routinely implemented in Posyandu activities to support infant growth stimulation in the area. This activity demonstrates that empowering cadres through practical training can be an effective strategy to enhance the quality of community-based health services. ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu metode sederhana namun efektif dalam menstimulasi pertumbuhan bayi adalah melalui pijat bayi. Namun, pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam praktik pijat bayi masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang melalui pelatihan praktik pijat bayi yang benar dan sesuai standar. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan 90% peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pijat bayi, yang diharapkan dapat diterapkan secara rutin dalam kegiatan posyandu guna mendukung stimulasi pertumbuhan bayi di wilayah tersebut. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader melalui pelatihan praktis dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Pelatihan Terapi Nonfarmakologi untuk Mengurangi Kecemasan sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Masyarakat Desa Tambakboyo Wulansari; Fiktina Vifri Ismiriyam; Ummu Muntamah; Suwanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3886

Abstract

Training is a learning activity that aims to improve cognitive and psychomotor abilities. This ability improvement aims to be able to apply what has been trained. One of the trainings that can be given to the community is non-pharmacological therapy training. The skills to carry out non-pharmacological therapy can be used to overcome symptoms or handle health problems as an initial nursing action. Several non-pharmacological therapies based on evidence-based practice are widely used to maintain mental health and overcome anxiety. The purpose of this activity is to improve the ability to recognize anxiety problems, carry out several non-pharmacological therapies as a prevention effort that can later be used to overcome mental health problems experienced, especially anxiety, and share the skills possessed with other community members. The method used in this service activity is to start with an in-depth interview, then a participatory method and training. The results obtained from this service activity are the needs of the community related to the problem of maintaining health, especially mental health, community participation in activities and the implementation of training activities with the results of an increase in the level of skills in carrying out good non-pharmacological therapy reaching 85.96% and maximum participation with 100% attendance. The main conclusion of this community service activity is that training activities, especially non-pharmacological training, will improve skills as an effort to maintain community mental health.   ABSTRAK Pelatihan merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pada kognitif sekaligus psikomotor. Peningkatan kemampuan ini memiliki tujuan agar mampu mengaplikasikan apa yang sudah dilatihkan. Salah satu pelatihan yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah pelatihan terapi nonfarmakologi. Keterampilan melakukan terapi nonfarmakologi dapat digunakan untuk mengatasi gejala atau penanganan masalah kesehatan sebagai tindakan keperawatan awal. Beberapa terapi nonfarmakologi berdasarkan evidencebased practice banyak digunakan untuk menjaga kesehatan mental dan mengatasi kecemasan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dalam mengenali masalah kecemasan, melakukan beberapa terapi nonfarmakologi sebagai Upaya pengahan yang nantinya bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang dialami khususnya kecemasan dan membagi ketrampilan yang dimiliki kepada anggota Masyarakat lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabian ini adalah diawali dengan in depth interview selanjutnya metode partisipasif serta pelatihan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah diketahui kebutuhan masyarakat terkait masalah menjaga kesehatan khususnya kesehatan mental, partisipasi masyarakat dalam kegiatan dan terlaksana kegiatan pelatihan dengan hasil peningkatan tingkat ketrampilan melakukan terapi nonfarmakologi yang baik mencapai 85,96% serta partisipasi yang maksimal dengan kehadiran 100%. Kesimpulan utama dari kegiatan pengabian kepada Masyarakat ini adalah kegiatan pelatihan khususnya pelatihan nonfarmakologi akan meningkatkan ketrampilan sebagai Upaya menjaga kesehatan mental Masyarakat.  
Membangun Lingkungan Sekolah yang Bebas dari Bullying untuk Mencegah Gangguan Kesehatan Mental pada Siswa Sekolah Dasar Oktarina, Natalia Devi; Fiki Wijayanti; Zulmi Roestika Rini
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3889

Abstract

Bullying in the school environment has become one of the prominent social problems and has a major impact on the psychological development and mental health of students. Based on statistical data, in 2023, 21,241 children became victims of bullying and the highest bullying rate of 25% occurred in elementary school children. Children who experience bullying are at higher risk of experiencing mental health disorders such as anxiety, depression, social isolation, and decreased academic achievement. In the long term, these negative impacts can persist into adulthood, affecting the quality of life and mental well-being of children. Students who experience bullying at school, whether physical, verbal, or through social media (cyberbullying), often do not have access to psychological support or a safe complaint mechanism. This causes many cases of bullying to go unreported or handled properly. In addition, the involvement of parties in schools, such as teachers, other students, and parents, in preventing and handling bullying cases is often less than optimal. Bullying prevention education needs to be provided to students in elementary schools to prevent bullying in the school environment. The involvement of teachers and parents is needed to prevent bullying in the school environment. The purpose of this community service activity is to increase children's knowledge about anti-bullying and children can prevent bullying by playing games, so that they can prevent mental health disorders in school-age children.   ABSTRAK Bullying di lingkungan sekolah telah menjadi salah satu masalah sosial yang menonjol dan berdampak besar pada perkembangan psikologis serta kesehatan mental siswa. Berdasarkan data statistik, pada tahun 2023, 21241 anak menjadi korban bullying dan angka bullying tertinggi 25% terjadi pada anak sekolah dasar. Anak-anak yang mengalami bullying berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, isolasi sosial, hingga menurunnya prestasi akademik. Dalam jangka panjang, dampak negatif ini dapat bertahan hingga dewasa, memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mental anak. Siswa yang mengalami bullying di sekolah, baik fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyberbullying), sering kali tidak memiliki akses terhadap dukungan psikologis atau mekanisme pengaduan yang aman. Hal ini menyebabkan banyak kasus bullying yang tidak dilaporkan atau ditangani dengan baik. Selain itu, keterlibatan pihak-pihak di sekolah, seperti guru, siswa lain, dan orang tua, dalam pencegahan dan penanganan kasus bullying sering kali kurang optimal. Edukasi pencegahan bullying perlu diberikan kepada siswa di sekolah dasar perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Perlu peran serta antara guru dan orangtua untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang anti bullying dan anak dapat melakukan pencegahan bullying dengan melakukan permainan, sehingga dapat mencegah gangguan kesehatan mental pada anak usia sekolah.  
Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Penanganan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Jatmiko Susilo; Rini Susanti; Kartika Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3891

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) tend to increase every year and the highest number of deaths are cardiovascular disease (CVD), cancer, respiratory disease and diabetes. The prevalence of NCDs is still high in Indonesia due to unhealthy lifestyles, which are actually preventable diseases. This service aims to provide an understanding of NCDs and to reduce prevalence by understanding risk factors through counseling or communication, information and education (CIE) among women at homestead RT01 RW03, Candirejo Village, West Ungaran, Semarang Regency. CIE is carried out using audiovisual aids and holding discussion sessions. To evaluate knowledge, a pre-test and post-test were carried out.  The results of NCDs knowledge showed a significant increase (p= 0,779). Having a discussion is an indication that the participants have high concern. CIE is a communication strategy to encourage sustainable behavior change and is a key component of community development, increasing awareness, and providing a positive impact on knowledge, attitudes and behavior. ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) cenderung meningkat setiap tahunnya dengan jumlah kematian tertinggi merupakan penyakit kardiovaskular (PKV), kanker, penyakit pernapasan, dan diabetes. Prevalensi PTM masih tinggi di Indonesia disebabkan gaya hidup yang tidak sehat, yang sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang PTM dan untuk menurunkan prevalensi dengan memahami faktor resiko melalui penyuluhan atau komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada ibu dasa wisma RT01 RW03 Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kebupaten Semarang. KIE dilakukan menggunakan alat bantu audiovisual dan dilakukan sesi diskusi. Untuk mengevaluasi pemahaman dilakukan pre-test dan post-test. Hasil pemahaman tentang PTM menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p= 0,779). Adanya diskusi merupakan salah satu indikasi bahwa peserta memiliki kepedulian yang tinggi. KIE merupakan strategi komunikasi untuk mendorong perubahan perilaku berkelanjutan dan merupakan komponen kunci pengembangan masyarakat, meningkatkan kesadaran, serta  memberikan dampak positif pada pengetahuan, sikap, dan perilaku.
Edukasi Metode Stimulasi Bicara Flash Card untuk Pencegahan Speech Delay di PAUD Tunas Buana Cahyaningrum; Masruroh
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3897

Abstract

Speech development in early childhood is important because it affects cognitive development. The developmental delay that is often experienced by children is speech development. Speech delay in children is the development of speech ability that is lacking and their ability is below the speech ability of children of the same age which can be seen based on articulation and choice of words to be spoken. Children with speech delays need to be given appropriate stimulus, either from parents, teachers, caregivers, or people around them. Flash cards are one of the media that can be given in the learning process and can be used as a stimulus that can be given to children who experience speech delays. This community service aims to provide education to educators and parents at Tunas Buana PAUD about the speech stimulation method using flash cards, as well as to help detect speech delay early. The methods used are socialization, education and practice. Community service activities entitled Education on Flash Card Speech Stimulation Methods for Preventing Speech Delay at Tunas Buana PAUD have succeeded in increasing the understanding and ability of parents and teachers about stimulating speech ability in children using flash card media.   ABSTRAK Perkembangan bicara pada anak usia dini penting karena mempengaruhi perkembangan kognitifnya.  Keterlambatan perkembangan yang sering  dialami  oleh  anak  adalah  perkembangan  bicara. Keterlambatan   bicara   (speech   delay)   pada   anak   merupakan   perkembangan kemampuan  bicara  yang  kurang  serta  kemampuannya  berada  di  bawah  kemampuan berbicara pada anak seusianya yang dapat dilihat berdasarkan artikulasi dan pemilihan kata yang akan diucapkan. Anak dengan keterlambatan bicara perlu diberikan stimulus yang sesuai baik itu dari orangtua, guru, pengasuh, ataupun orang yang ada di sekitarnya. Flash card merupakan salah satu media yang dapat diberikan dalam proses belajar dan dapat dijadikan sebagai stimulus yang dapat diberikan kepada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pendidik dan orang tua di PAUD Tunas Buana tentang metode stimulasi bicara menggunakan flash card, sekaligus membantu deteksi dini speech delay.Metode yang di guankan adalah sosialaisasi, edukasi dan praktik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Edukasi Metode Stimulasi Bicara Flash Card untuk Pencegahan Speech Delay di PAUD Tunas Buana telah berhasil meningatakn pemahaman dan ekmampuan orang tua dan guru tentang stimulai kemampuan bicara pada anak deengan mengguankan medi flash card.