cover
Contact Name
Rofiqoh Firdausi
Contact Email
rofiqoh.firdausi@uniramalang.ac.id
Phone
+62341-399099
Journal Mail Official
ebtida@uniramalang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keislaman, Universitas Islam Raden Rahmat, Malang. Jl. Raya Mojosari No. 02, Kepanjen - Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EBTIDA' : Jurnal Pendidikan Dasar Islam
ISSN : 27988309     EISSN : 27987531     DOI : https://doi.org/10.33379/ebtida.v1i1
Core Subject : Education, Social,
EBTIDA: Journal of Islamic Basic Education is an open peer-reviewed journal published by the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Study Program (PGMI) Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University (UNIRA) Malang. This journal contains scientific manuscripts on Islamic Basic Education studies, both literature studies and field studies published in Indonesian with two abstracts: Indonesian and English. This journal is published twice a year, Juny and December. We invite researchers, lecturers, students, teachers, professionals, and anyone else to share their knowledge in the form of theoretical and empirical research papers on Islamic Basic Education.
Articles 82 Documents
ANALISIS PENAFSIRAN ULAMA TENTANG HADIST PERINTAH SHALAT DAN RELEVANSINYA DENGAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK Mukhamad Averros Azzam Al Islami; Radhita Maharani Ramli; Endang Sulistyowati
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penafsiran para ulama terhadap hadist perintah salat bagi anak usia tujuh hingga sepuluh tahun serta mengaitkannya dengan pandangan psikologi perkembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dilakukan melalui pengumpulan, pembacaan, dan pengkajian literatur hadist, karya ulama, serta teori-teori psikologi yang relevan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama memandang hadist ini sebagai pedoman pendidikan bertahap yang menekankan proses pembiasaan, pendampingan, dan penegasan tanggung jawab keagamaan sesuai tahapan perkembangan anak. Dari perspektif psikologis, hadist ini terbukti selaras dengan prinsip perkembangan kognitif, kebutuhan bimbingan melalui keteladanan, serta pentingnya regulasi perilaku yang muncul secara bertahap. Dengan demikian, hadist perintah salat tidak hanya bernilai normatif, tetapi juga mencerminkan pendekatan pendidikan yang selaras dengan temuan psikologi modern mengenai cara anak belajar dan membangun kebiasaan.
PEMBENTUKAN SIKAP BERKEBINEKAAN GLOBAL MELALUI TRANSFORMASI PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH INDONESIA KUALA LUMPUR Wijayanti, Inggit; Rahmawati, Asri Nurani
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8503

Abstract

Education in the era of globalization requires the formation of a global diversity attitude in students to face multicultural challenges. The Merdeka Curriculum, as an innovation in Indonesian education, emphasizes the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), especially in the dimension of global diversity, which includes cultural awareness, intercultural communication, reflection, and social justice. This study aims to describe and analyze the formation of global diversity attitudes through the transformation of the Merdeka Curriculum at the Indonesian School in Kuala Lumpur (SIKL), one of the Indonesian schools abroad that has implemented this curriculum since the 2022/2023 academic year. The research method used a naturalistic descriptive qualitative approach with data collection techniques of interviews, participant observation, and documentation of four respondents during September – December 2023. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model. The results of the study show that the implementation of the Merdeka Curriculum in SIKL involves P5 project-based learning, discussion, and reflection to foster an attitude of appreciation for the cultural diversity of Indonesia and Malaysia. Various challenges in learning, such as a lack of resources and teacher understanding, can be overcome through quality improvement training and program collaboration. The conclusion of this study is that the transformation of Merdeka Curriculum learning contributes significantly to shaping a global diversity attitude, with recommendations for strengthening environmental support and intensive training for teachers in Indonesian schools abroad. Keywords: Global diversity, Merdeka Curriculum, Pancasila Student Profile, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Multicultural attitude.
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN CIPEDES KANIZYA, KANIZYA ALMEIDA; NASIHUDIN, NASIHUDIN; KAWURYANSIH, KAWURYANSIH WIDOWATI
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8507

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) mengetahui daya ingat siswa sebelum diterapkan metode bernyanyi, (2) mengetahui gambaran penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan daya ingat siswa, (3) Mengetahui daya ingat siswa setelah menerapkan metode bernyanyi, (4) Menyadari bahwa siswa yang menggunakan metode bernyanyi mempunyai kemampuan daya ingat lebih unggul dibandingkan dengan menggunakan metode pembelajaran ceramah. Metode Bernyanyi ini merupakan metode yang memiliki langkah- langkah (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Penilaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bernyanyi dapat meningkatkan antusiasme belajar, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, serta kemampuan mereka dalam mengingat dan memahami materi. Berdasarkan hasil tersebut, metode bernyanyi dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan mampu meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi. Kata kunci: Metode bernyanyi, Daya ingat, Pendidikan Pancasila, siswa SD, Pembelajaran menyenangkan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN METODE BERVARIASI DI SEKOLAH DASAR Amar, Fadilah; Bada, Evri; Handayani, Putri; Nabila; Agustina, Erlinda; Abira, Abrar
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8517

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana berbagai metode pembelajaran mempengaruhi pemahaman dan hasil belajar matematika siswa di tingkat sekolah dasar. Pemahaman matematika memungkinkan siswa untuk menguasai konsep secara mendalam, berpikir logis, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis tujuh artikel yang berkaitan dengan penerapan berbagai metode pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran bervariasi mampu meningkatkan aktivitas belajar, minat belajar, dan pemahaman matematis siswa secara signifikan. Peningkatan tersebut tercermin dari kenaikan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklus, dengan peningkatan keseluruhan sekitar 20% dibandingkan kondisi sebelum penerapan metode. Dengan demikian, metode pembelajaran bervariasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep serta prestasi belajar matematika siswa. Guru disarankan untuk menerapkan metode ini secara konsisten, mengombinasikannya dengan strategi lain yang relevan, serta didukung oleh sarana dan pelatihan yang memadai
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN LITERASI KEUANGAN ANAK USIA DINI DI SEKOLAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTAL LEARNING Fariastuti
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8519

Abstract

The development of financial literacy skills from an early age is one of the strategic steps to increase a country's financial literacy index, this is due to the positive correlation between education level and financial literacy and inclusion. The purpose of this study is to describe and analyze the development of early childhood financial literacy skills through experiential learning. This research was conducted at East Purwokerto State Kindergarten, with the research subjects being classroom teachers and students. This research is a field research using a qualitative approach. Data collection was carried out by interview, observation, and documentation techniques. The data is analyzed by means of data reduction, data presentation, and verification and conclusion drawn. The results of this study show that East Purwokerto State Kindergarten implements seven activities with an experiential learning model to develop integrated financial literacy skills through savings activities, infaq movements, currency introduction, visits to Bank Indonesia, market visits, market days, and outing classes. The forms of skills that develop are understanding the function of money, making simple financial decisions, developing financial numeracy, and forming a wise attitude in the use of money
VARIASI GERAK DASAR DALAM PEMBELAJARAN OLAHRAGA BERBASIS PLOGGING UNTUK MENUMBUHKAN KEBIASAAN PEDULI LINGKUNGAN SISWA MI Alika, Selly; Firdiansyah, Bahtiar
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8533

Abstract

Maraknya kampanye kebersihan lingkungan tidak menjadikan sekolah terlepas dari masalah sampah, karena lingkungan sekolah tetap menjadi salah satu tempat yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar setiap hari. Situasi ini memerlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aktivitas fisik dengan pembentukan karakter. Salah satu alternatif yang relevan adalah plogging , yaitu kegiatan dari Swedia yang berasal dari kata plocka upp (memungut) dan jogging , yang menggabungkan aktivitas lari kecil sambil memungut sampah sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi plogging sebagai variasi gerak dasar dalam pembelajaran olahraga, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, sekaligus menganalisis kontribusinya dalam menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan siswa MI NU Nurul Haq. Penelitian menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman , dan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan plogging dilaksanakan dengan perencanaan terstruktur, kombinasi gerak dasar, serta dukungan sekolah melalui program Adiwiyata. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, kerja sama meningkat, dan perilaku peduli lingkungan membaik. Kesimpulannya, plogging berperan dalam menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan dan menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan di madrasah, sekaligus memberikan gambaran penerapan olahraga sederhana yang membentuk karakter siswa dan menjadi acuan pengembangan kurikulum serta kompetensi siswa PGMI. Kata kunci: Gerak Dasar, Plogging, Pembelajaran Olahraga, Peduli Lingkungan, Madrasah Ibtidaiyah
ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK TUNAGRAHITA KATEGORI MAMPU DIDIK Hardiyati, Mikyal; Nasikhotun Nadiroh; Tria Wahyuningsih
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kognitif anak tunagrahita kategori mampu didik di SLB Negeri Purbalingga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita kategori mampu didik mengalami keterbatasan dalam berpikir abstrak, konsentrasi, dan daya ingat, sehingga pembelajaran dilakukan secara individual dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Guru menerapkan diferensiasi tingkat kesulitan dalam pembelajaran, tugas, serta tes untuk memenuhi kebutuhan siswa secara inklusif dan adaptif. Penggunaan media konkret, pengulangan materi, serta penataan lingkungan belajar menjadi faktor utama yang mendukung perkembangan kognitif anak tunagrahita mampu didik. Kata kunci: Anak Tunagrahita, Kognitif, Mampu Didik
IMPLEMENTASI HIDDEN CURRICULUM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MI ISLAMIYAH PINGGIRSARI NGANTRU TULUNGAGUNG Maulidiya Mutiara Karimah; Komarodin; purwandari, wahyu
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8551

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seiring pembaharuan dan perkembangan zaman, dimana pengetahuan dan keterampilan yang harus dipelajari semakin berkembang dan bertambah kompleks, pendidikan tidak hanya berkembang menjadi sebuah aktivitas yang dilakukan di dalam kelas, tetapi perlu mengarahkannya pada sifat produktif, kreatif, pengembangan kemampuan (skill), integrasi, kepribadian, dan yang terpenting adalah moral dan spiritual siswa. Karakteristik anak yang mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berada disekitar mereka membutuhkan suatu upaya yang bersifat insidental agar karakter anak dapat terbentuk sehingga anak tidak sampai terjerumus arus perkembangan zaman yang menyimpang dari ajaran agama. Penulis ingin mengungkap dan mengorek keterangan lebih lanjut terkait upaya dalam membentuk karakter dalam pribadi anak khususnya karakter religius dengan penerapan hidden curriculum yang ada disekolah melalui pembiasaan-pembiasaan yang bernilai agama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk penerapan hidden curriculum dalam pembentukan karakter religius peserta didik di MI Islamiyah Pinggirsari berupa pembiasaan-pembiasaan yang bernilaikan agama. Metode yang digunakan dalam penerapan hidden curriculum dalam pembentukan karakter religius berupa pemberian keteladanan, menerapkan pembiasaan, pemberian motivasi, pemberian perhatian dari orang tua, pemberian pengh argaan, dan pemberian hukuman. Evaluasi dari penerapan hidden curriculum dalam pembentukan karakter religius secara keseluruhan telah berhasil menciptakan individu dengan karakter religius yang utuh, meliputi pemahaman, praktik, dan perilaku sehari-hari.
MODEL LIFE BASED LEARNING PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR ISLAM DI KEDIRI: TINJAUAN PENERAPAN PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF Marita Lailia Rahman; Diana Nur Sholihah; Farah Diba
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8553

Abstract

Abstract Transformative education emphasizes that the success of learning lies in the opportunity for learners to assess their own learning experiences. Therefore, measuring the quality of education needs to prioritize a more humanistic approach. One form of empowerment is designing a learning model that honors the learners. Life Based Learning is a series of learning activities connected to real-life experiences and provides space for the development of individual skills. This learning is understood as a process of learning from all aspects of life, at any time and from any source. This study aims to describe teachers' perceptions of Life Based Learning, its implementation, and its evaluation process. The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis involves collection, presentation, reduction, and drawing conclusions. The study results show that teachers view Life Based Learning as a model that encourages students to acquire knowledge and skills to understand the essence of life, solve problems, and live harmoniously. The implementation of Life Based Learning at MIN 2 Kediri is integrated into teaching and learning activities under both the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum, including habits before, during, and after learning, as well as activities at home and in the community through six dimensions. Evaluation uses assessments of both the process and outcomes. These findings confirm that Life Based Learning is relevant for enhancing the quality of education in a sustainable and comprehensive manner. Keywords: Life-Based Learning Model, Islamic Primary Education Institutions, Transformative Islamic Education. Abstrak Pendidikan transformatif menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran terletak pada kesempatan bagi peserta didik untuk menilai pengalaman belajarnya sendiri. Pengukuran kualitas pendidikan karenanya perlu mengedepankan pendekatan yang lebih humanis. Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut ialah merancang model pembelajaran yang memuliakan peserta didik. Life Based Learning merupakan rangkaian pembelajaran yang terhubung dengan realitas kehidupan dan memberi ruang bagi pengembangan kemampuan individu. Pembelajaran ini dipahami sebagai proses belajar dari seluruh aspek kehidupan, kapan pun dan dari sumber apa pun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi guru tentang Life Based Learning, pelaksanaannya, serta proses evaluasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan, penyajian, reduksi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang Life Based Learning sebagai model yang mendorong peserta didik memperoleh pengetahuan dan kecakapan untuk memahami hakikat hidup, memecahkan masalah, dan menjalani kehidupan secara harmonis. Pelaksanaan Life Based Learning di MIN 2 Kediri diintegrasikan ke dalam KBM pada kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka, termasuk pembiasaan sebelum, saat, dan setelah KBM, serta aktivitas di rumah dan lingkungan melalui enam dimensi. Evaluasinya menggunakan penilaian proses dan hasil. Temuan ini menegaskan bahwa Life Based Learning relevan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan dan menyeluruh sekolah. Kata Kunci: Model Life Based Learning, Lembaga Pendidikan Dasar Islam, Pendidikan Islam Transformatif.
INTERNALISASI NILAI KEMINANGKABAUAN BAGI PESERTA DIDIK: UPAYA MENUMBUHKAN CINTA BUDAYA DI TENGAH TREN MEDIA SOSIAL Anis Noprianti; Martin Kustati; Gusmirawati
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8717

Abstract

Kegiatan keminangkabauan yang dilaksanakan setiap Selasa pagi di sekolah dasar Islam Khairra Ummah Padang merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya lokal di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini mencakup berbagai praktik budaya seperti tari tradisional, adu pantun, pidato adat, serta pengenalan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau. Di tengah maraknya pengaruh budaya populer modern seperti tren media sosial dan aplikasi hiburan digital (misalnya TikTok), kegiatan ini menjadi media penting dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna kegiatan keminangkabauan bagi siswa sekolah dasar serta menelaah bagaimana kegiatan tersebut berperan dalam menanamkan nilai-nilai cinta budaya di tengah arus globalisasi budaya digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi kegiatan Selasa pagi, wawancara dengan siswa dan guru, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keminangkabauan tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan pembelajaran, tetapi juga menjadi wahana pembentukan identitas budaya siswa. Melalui kegiatan ini, siswa belajar memahami nilai-nilai adat seperti sopan santun, kerja sama, dan rasa bangga terhadap warisan budaya daerahnya. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi strategi efektif sekolah dalam menghadapi tantangan lunturnya budaya lokal akibat dominasi media sosial. Kata kunci: Budaya lokal, keminangkabauan, media sosial, pelestarian budaya.