cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Systematic Review: Asesmen Metakognisi dalam Pembelajaran Sains Didi Nur Jamaludin; Ani Rusilowati; Wiyanto Wiyanto; Endang Susilaningsih; Sigit Saptono; Aditya Marianti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metakognisi merupakan keterampilan berfikir yang penting untuk pengembangan profesionalisme calon guru dan guru pada era 5.0. Tujuan penelitian untuk mengetahui berbagai jenis asesmen metakognisi melalui systematic review. Metode penelitian menggunakan proses seleksi mengikuti panduan Preferred Reporting of Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA) dengan menggunakan scientific databases atau search engine. Berbagai penggunaan instrumen penilaian metakognitif seperti menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI), Metacognitive Awareness Inventory for Teachers (MAIT), Metacognition Learning Inventory-Science (SEMLI-S), dan Metacognitive Problem Solving Skill. Instrumen penilaian lain menggunakan interview dan tes. Sampel penelitian dalam jumlah banyak biasanya untuk mengukur kesadaran metakognitif, sementara itu sampel paling sedikit untuk melakukan wawancara tentang metakognitif. Keterampilan metakognisi tersebut diperlukan oleh guru dan siswa untuk pembelajaran yang lebih mudah, efektif dan efisien dengan menguatkan kegiatan reflektif, pengaturan diri, pengaturan kognisi, dan strategi yang tepat. Guru yang memiliki kesadaran metakognitif dan kemampuan metakognitif akan menguntungkan dalam pembelajaran. Siswa belajar dengan menggunakan strategi metakognitif efektif untuk pencapaian akademik dan membuat pilihan terbaik.
Esensi Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran Untuk Pengajaran Bahasa Inggris Edy Waloyo; Rudi Hartono; Sri Wahyuni; Henrikus Joko Yulianto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi saat ini berdampak pada sumber daya manusia yang dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam dunia pendidikan, guru adalah sumber daya manusia yang diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengajaran di dalam kelas. Guru bahasa inggris saat ini diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi khususnya aplikasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk media pengajaran dan pembelajaran siswa. Penelitian ini memaparkan informasi mengenai applikasi yang dapat digunakan dalam pengajaran bahasa inggris dan mencoba menjelaskan tentang manfaatnya. Penulis menggunakan kajian pustaka dalam menggali informasi dan melalukan pencarian artikel yang dipublikasikan dari 2017-2022 dengan google scholar dengan kata kunci aplikasi dalam pengajaran bahasa inggris. Hasil kajian pustaka menunjukkan YouTube, Podcast, Vodcasts, Duolingo, Tik Tok, WhatsApp, Englishgame-based Mobile Application (EBMA), U-Dictionary, Quizizz, canva, grammarly, facebook, telegram, dan Instagram dapat dijadikan rujukan oleh guru dalam memilih aplikasi yang sesuai dalam pembelajaran bahasa inggris. Apliaksi tersebut memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bahasa inggris siswa.
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris pada Post Pandemic: Studi Kasus di SMA Kab. Majalengka Eka Nurhidayat; Januarius Mujiyanto; Issy Yuliasri; Rudi Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Implementasi pemakaian Teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas (SMA) sepanjang masa transisi akibat Pandemi COVID- 19 berakibat signifikan dalam proses pembelajran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru tentang dampak dan faktor-faktor dalam mengintegrasikan teknologi pada pembelajaran Bahasa Inggris sepanjang periode pembelajaran jarak jauh. 10 Guru Bahasa Inggris SMA di Kab. Majalengka diseleksi selaku sampel dalam penelitian ini.  Metode: Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menguji pengalaman guru Bahasa Inggris mengintegrasikan Teknologi ke dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pengumpulan informasi meliputi angket serta wawancara. Penelitian ini diharapkan bisa membagikan cerminan tentang akibat integrasi Teknologi sepanjang periode pembelajaran jarak jauh.  Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dampak integrasi teknologi adalah untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan dalam kelas bahasa, meningkatkan pembelajaran mandiri dan keterpusatan peserta didik, dan meningkatkan interaksi dan komunikasi.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Calon Guru Ditinjau dari Metakognitif pada Materi Kalkulus Diferensial Eko Andy Purnomo; YL Sukestiyarno; Iwan Junaedi; Arief Agoestanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan dalam pemecahan masalah disebabkan oleh mahasiswa tidak memaksimalkan kemampuan metakognitif. Jika seseorang memiliki kemampuan metakognitif yang baik, maka akan lebih mudah dan tepat dalam pemecahan masalah. Berdasarkan observasi dilapangan ditemukan banyak mahasiswa mengalami kegagalan dalam menyelesaikan masalah. Pada penelitian ini bertujuan mendeskrepsikan kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari metakognitif. Sampel penelitian diambil mahasiswa prodi pendidikan matematika FMIPA UNIMUS yang terdiri dari mahasiswa kemampua tinggi, sedang dan rendah. Proses metakognitif pada penelitian ini terdiri 3 tahap diantaranya planning, monitoring, dan checking. Pengumpulan data dengan triangulasi data yaitu tes evaluasi, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data terdiri dari reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa berkemampuan tinggi dapat melakukan semua proses metakognitif, mahasiswa berkemampuan sedang dapat melakukan sebagian besar proses kognitif dan mahasiswa kemampuan rendah hanya mampu melakukan sedikit proses kognitif. Proses metakognitif yang tidak dilakukan pada memilih strategi yang tepat dalam menyelesaikan masalah (I4) dan memilih strategi perbaikan yang tepat (I7). Berdasarkan penelitian diharapkan mahasiswa dapat mengoptimalkan metakognitif dalam pemecahan masalah. Penelitian selanjutnya bagaimana mengoptimalkan metakognitif dalam pemecahan masalah.
Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Kompleks Eko Juliyanto; Wiyanto Wiyanto; Sunyoto Eko Nugroho; Budi Naini Mindyarto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang perlu dikuasai oleh peserta didik pada abad XXI. Kemampuan CPS perlu dikembangkan sejak usia sekolah. Model atau strategi atau pendekatan pembelajaran yang paling tepat untuk mengajarkan kemampuan pemecahan masalah kompleks menjadi pertanyaan yang belum terjawab? Artikel ini bertujuan untuk memberikan pertimbangan tentang pembelajaran seperti apa yang dapat digunakan oleh pendidik untuk dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah kompleks. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah, berbasis kasus dan berbasis proyek berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah kompleks jika dipadukan dengan pembelajaran digital dan game edukasi. Namun demikian, hingga saat ini pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan pembelajaran digital dan game edukasi yang banyak digunakan untuk pengembangan kemampuan pemecahan masalah kompleks. Bagi peneliti yang akan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah kompleks, artikel dapat dijadikan refernsi dalam memilih model pembelajaran.   
Pengelolaan Objek Wisata Desa Kemuning sebagai Media Rekreasi Masyarakat Eko Sudarmanto; Bambang Budi Raharjo; Sulaiman Sulaiman; Agus Kristiyanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obek wisata desa Kemuning merupakan salah satu desa tempat wisata di kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terkenal dengan potensi wisata kebun teh, komunitas jeep, arum jeram, dan olahraga paralayang Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen pengelolaan objek wisata desa kemuning sebagai media rekreasi masyarakat. Pupulasi dan sampel dalam penelitia ini adalah pengelola, pengunjuk, dan masyarakat sekitar berjumlah 30 orang dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpuan data menggunakan angket dan wawancara sedangkan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan mereduksi analisis interaktif Mils dan Huberman. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa manajemen pengelolaan objek wisata desa kemuning sebagai media rekreasi masyarakat dalam kategori baik hal ini dibuktikan dari analisis data secara kuantitatif terdiri dari strategi perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, dan evaluasi sebesar 75%. Namun demikian, perlunya penelitian lebih lanjut terkait dengan dampak sosial, ekonomi, budaya dan yang terkait dengan pengembangan desa wisata desa kemuning.
Ketidaksantunan Berbahasa dalam Isu Rasisme pada Film “Two Distant Stangers” Eko Suwignyo; Dwi Rukmini; Rudi Hartono; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan dan ketidaksantunan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika seseorang memberikan penilaian tidak santun maka sesungguhnya orang tersebut juga memiliki pengetahuan tentang kesantunan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidaksantunan dalam film “Two Distant Strangers”. Data penelitian ini diambil dari film tersebut dan dianalisis menggunakan taksonomi Culpeper. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dalam film ini paling sering menggunakan strategi ketidaksantunan positive impoliteness. Selain itu, mereka juga menggunakan strategi lain seperti negative impoliteness, mock politeness, dan bald on record impoliteness. Melalui hasil ini, para penyusun materi ajar, guru bahasa, dan para siswa diharapkan bisa memilah dan memilih bentuk-bentuk ujaran yang santun dan tidak santun dalam berkomunikasi.
Korelasi antara Peer Review Online dengan Gaya Belajar Siswa di Kelas Academic Writing Emilia Ninik Aydawati; Dwi Rukmini; Januarius Mujiyanto; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan pembelajaran di era digital ini adalah sangat penting demi memajukan anak didik. Salah satu peningkatan pembelajaran dapat dilakukan di dalam mengajar  Academic Writing. Di dalam mengajar menulis secara akademik ini, mahasiswa bila melakukan kegiatan online peer review.   Kegiatan ini telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan menulis akademik siswa. Namun, materi untuk melatih mereka untuk melakukan kegiatan peer review tidak tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji korelasi kemampuan menulis akademik siswa dan gaya belajar mereka. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 50 siswa Academic Writing Class. Peserta melakukan praktik peer review sebelum mereka melakukan peer review menggunakan  Google Docs. Kegiatan peer review online ini bisa dilakukan secara synchronous (serentak bersamaan)  atau asynchronous (tidak bersamaan). Metode untuk pengumpulan data dengan menggunakan pre-test dan post-test berupa esai. Sedangkan data tentang gaya belajar dikumpulkan melalui angket yang telah ditulis oleh Grasha (1996). Grasha telah membagi gaya belajar menjadi enam gaya: kompetitif, kolaboratif, penghindaran, peserta, tergantung, dan mandiri.Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam nilai menulis mereka. Siswa yang diklasifikasikan sebagai partisipatif, dependen, kolaboratif tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sedangkan untuk siswa independen synchronous peer review cocok untuk mereka karena nilai korelasi lebih tinggi, dan lebih baik bagi siswa yang kompetitif dan avoidant untuk melakukan peer review online dengan cara synchronous.
Kemampuan Calon Guru Matematika dalam Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi pada Pembelajaran Matematika Kelas IX Enika Wulandari; YL Sukestiyarno; Scolastika Mariani; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan calon guru matematika dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi akan mendukung kualitas Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP yang berkualitas diharapkan dapat menjadi pendukung keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan calon guru dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi (IPK) dari kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai pada pembelajaran matematika kelas IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 6 Program Studi Tadris Matematika IAIN Salatiga tahun akademik 2021/2022. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen RPP yang telah disusun oleh subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan dokumentasi. Data rumusan indikator pencapaian kompetensi diambil dari dokumen RPP lalu ditelaah menggunakan kriteria perumusan indikator pencapaian kompetensi. Data hasil analisis disajikan secara deskriptif mengacu pada kriteria kata kerja operasional yang digunakan dan cakupan materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek 1 mampu memilih kata kerja operasional yang sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun dari segi cakupan materi, terdapat indikator yang belum mencakup materi, terdapat rumusan IPK yang kurang bermakna karena ketidaktepatan penggunaan istilah; Subjek 2 belum mampu memilih kata kerja operasional yang sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun dari segi cakupan materi, IPK dari KD pengetahuan sudah mencakup materi, akan tetapi IPK pada kompetensi keterampilan belum mencantumkan materi secara spesifik. Rumusan IPK perlu ditingkatkan kebermaknaannya karena masih terdapat pencantuman 2 kata kerja dan belum ada muatan kontekstual sesuai KD.; Subjek 3 mampu memilih kata kerja operasional yang sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun dari segi cakupan materi, subjek 3 belum secara konsisten mencantumkan cakupan secara spesifik. Rumusan IPK perlu ditingkatkan kebermaknaannya karena belum ada muatan kontekstual sesuai KD, adanya ketidaktepatan esensi rumusan IPK jika dikaitkan dengan KD, dan adanya ketidaktepatan pemilihan kata.
Profil Kesadaran Sustainability Akibat Praktik Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada Calon Guru Biologi Eny Hartadiyati Wasikin Haryanti; Wiyanto Wiyanto; Ani Rusilowati; Sri Ngabekti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran keberlanjutan sangat penting dimiliki oleh semua orang dan semua umur, perlu dimunculkan dan ditingkatkan. Kesadaran keberlanjutan akan berdampak luas dan panjang bagi kesejahteraan dan keberlangsungan kehidupan manusia. Demikian pula calon guru Biologi harus memiliki kesadaran keberlanjutan, untuk itu praktik harus diupayakan melalui program yang tepat yaitu melalui pembelajaran di Sekolah dengan melakukan praktik Pembelajaran Bermuatan Keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kesadaran keberlanjutan akibat praktik Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada calon guru Biologi. Partisipan sebanyak 9 yang diperoleh dengan purposive sampling, mereka adalah mahaisiswa pendidikan Biologi semester 7 yang mengikuti program Praktik Pembelajaran di Sekolah (Magang 3). Selama di Sekolah mereka merencanakan, membuat dan melakukan Pembelajaran Bermuatan Sustainability. Selanjutnya di akhir Program, keterampilan Pembelajaran Bermuatan Sustainability diukur menggunakan rubrik, dan kesadaran sustainability diukur menggunakan tes survey. Diperoleh data bahwa keterampilan Pembelajaran Bermuatan Sustainability pada level Growing dan Maturing. Skor kesadaran sustainability kedua kelompok termasuk kategori tinggi. Kelompok Growing diperoleh rata-rata sebesar 0,7 dan kelompok Maturing diperelah rata-rata sebesar 0,9. Sebagian (40%) preferensi mahasiswa calon guru Biologi merujuk pada konsepsi sustainability yang terpisah-pisah aspeknya dengan dominan pada konsepsi aspek environmental sustainability, sisanya (60%) merujuk pada konsepsi sustainability secara terpadu (environmental, economic and social). Dengan demikian dapat memberikan pemahaman bahwa kesadaran sustainability yang maksimal terlihat dari pengetahuan sustainability yang baik, selanjutnya akan terlihat pada sikap kemudian tindakan.