cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Profil Industri Barang dan Jasa Olahraga dalam Perspektif Gender Kusmiyati Kusmiyati; Soegiyanto Soegiyanto; Soedjatmiko Soedjatmiko; Hari Setijono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian”ini mendeskripsikan serta mengkaji fakta aktual terkait profil industri olahraga dalam perspektif gender. Industri dalam Penelitian di , pulau jawaodan lokasi penelitian meliputi beberapa kota atau kabupaten terpilih di wilayah Jawa. Penentuan wilayahoini “merupakan bentuk sampling area dikembangkan secara purposif sampling” serta mengacu”pada“pertimbangan””memilih”kantung-“kantung” “industri” “olahraga” di wilayah tersebut. Berdasarkan hal itu maka terpilih beberapa kota atau kabupaten dari tiga propinsi tersebut, meliputi : Solo,“Majalengka”, Karanganyar,”Sukoharjo,”Nganjuk”Madiun,“Ponorogo. Industri disurvey meliputi industri peralatan, kostum, dan jasa olahraga yang berjumlah 17. Kesimpulan: (1) Pekerja yang berada dalam sector industry olahraga yaitu: di Jawa Barat meliputi 58% pekerja “laki-laki”dan“42%” pekerja Wanita ; di“Jawa Tengah”, 75% pekerjaolaki-laki dan 25 % pekerja“perempuan;“dan” di“Jawa Timur”, “pekerja” laki-laki “62,7 %” dan“37,3 %”pekerjaoperempuan.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Instansi Pemerintah dalam kegiatan Praktek Magang menggunakan program link and match guna menciptakan SDM Unggul Kusnadi Kusnadi; Marhaeni Astuti; Isti Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu akan keberadaan peserta magang akan efektifitas kegiatan sesuai dengan tujuan dari magang, dimana bahwasanya instansi pemerintahKantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung emas bukan merupakan sebuah tempat Pendidikan baik sarana dan prasarana dan bukan sebagai tempat Pendidikan, sehingga peneliti mencari tahu akan keefektifan dan keberhasilan dari kegiatan tersebut, dan dapat menciptakan sebuah pengetahuan baru buat para peserta magang dalam kegiatannya dengan dibuktikan dengan adanya assessment diawal dan akhir kegiatan tersebut.
Kontribusi dan Kendala Menggunakan Model Self-Directed Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis, Self-Regulated Learning Dan Self-Confidence Lala Nailah Zamnah; Kartono Kartono; Rochmad Rochmad; Emi Pujiastuti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui dan menganalisis kontribusi serta kendala yang dihadapi ketika menggunakan model self-directed learning terhadap kemampuan pemahaman matematis, self-regulated learning dan self-confidence merupakan tujuan dari penelitian. Penelitian dilaksanakan di salah satu universitas di jawa barat pada program studi pendidikan matematika tingkat 1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, angket self-regulated learning dan self-confidence, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Proses pembelajaran self-directed learning berkontribusi pada kemampuan pemahaman matematis, self-regulated learning dan self-confidence siswa. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran self-directed learning ini antara lain masih terdapat mahasiswa yang belum bisa mengikuti proses pembelajaran, belum merencanakan kegiatan dan komponen pembelajaran serta masih ada mahasiswa yang belum mampu mengutarakan pendapat atau idenya selama diskusi.
Penguatan Literasi Digital Melalui Penerapan Model Blended Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Lanlan Muhria; Sri Wuli Fitriati; Suwandi Suwandi; Sri Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan berbagai institusi pendidikan mengadopsi sistem e-learning untuk meningkatkan efektifitas dan fleksibilitas pembelajaran. E-learning untuk akses materi pembelajaran kapan saja, di mana saja. Artikel ini menjelaskan bagaimana menerapkan model pembelajaran campuran pada pembelajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan literasi digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Disrupsi teknologi informasi dan digitalisasi telah sangat mengubah sistem pendidikan di seluruh dunia. Adanya berbagai terobosan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berbasis teknologi digital di era 4.0 akan membuat akses informasi dan pengetahuan menjadi sangat cepat, menghilangkan keterbatasan spasial dan temporal. Penerapan model blended learning dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa, mengingat tidak ada batasan waktu bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran. Melalui model ini, mahasiswa akan belajar bagaimana membuat foto dan video selama proses pembelajaran. Selain itu, tersedianya website pendidikan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran juga mendukung upaya meningkatan literasi digital mahasiswa. Sebagai garda terdepan pendidikan, guru dan dosen memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, semua pendidik perlu terus mengadaptasi dan mengubah strategi pembelajarannya untuk menghasilkan outcome yang berkualitas. Abstract. The rapid development of technology has caused various educational institutions to adopt e-learning systems to increase the effectiveness and flexibility of learning. With e-learning, you can access learning materials anytime, anywhere. This paper describes applying a mixed learning model to English learning to improve digital literacy. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The disruption of information technology and digitization has profoundly changed education systems around the world. Various scientific breakthroughs, skills, and literacy based on digital technology in the 4.0 era make access to information and knowledge very fast and without limitations of space and time. The application of the blended learning model can improve students' digital literacy, considering that there is no time limit for students in the learning process. Through this model, students will learn how to make photos and videos during the learning process. In addition, the availability of educational websites that can be used in the learning process also supports efforts to increase students' digital literacy. As the front line of education, teachers and lecturers are responsible for providing quality learning. Therefore, all educators need to continue to adapt and change their learning strategies to produce quality outcomes.
Pengaruh Animasi Kartun Nussa dan Rara Terhadap Penanaman Nilai Moral dan Agama Anak Usia Dini Lila Hikmawati; Mintarsih Arbarini; Tri Suminar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Film animasi berperan besar pada pendidikan hal ini terlihat dengan adanya pesan moral serta perilaku yg disampaikan oleh animator kepada anak – anak agar melakukan hal yg baik misalnya film animasi kartun Nussa dan Rara. Tujuan penulisan ini ialah untuk mengetahui bagaimana kiprah animasi kartun nussa dan rara terhadap penanaman nilai moral serta kepercayaan anak usia dini. Penulis melakukan tinjauan penelitian kepustakaan atau Systematic Literature Review (SLR) dalam mendekati problem ini. akibat proses pencarian jurnal, terdapat 10 artikel jurnal yg disebut telah mewakili kriteria berkaitan menggunakan topik yang dibahas penulis. Penanaman nilai moral serta kepercayaan anak dapat dilakukan menggunakan banyak hal, salah satunya menggunakan menyampaikan tontonan yang edukatif seperti animasi kartun Nussa dan Rara ini kepada anak. Film Animasi yang cukup terkenal yg anak ketahui, yakni film animasi kartun Nussa dan Rara. berdasarkan yang akan terjadi konklusi penelitian sebelumnya, Film animasi kartun Nussa dan Rara dapat diterapkan buat menanamkan nilai moral dan agama anak.Abstract. Animated films play a major role in education, this can be seen by the moral and behavioral messages conveyed by animators to children to do good things, for example the animated cartoon Nussa and Rara. The purpose of this paper is to find out how the animated cartoons of Nusa and Rara are involved in inculcating moral values and beliefs in early childhood. The author conducts a literature research review or Systematic Literature Review (SLR) in approaching this problem. As a result of the journal search process, there were 10 journal articles that were said to have represented related criteria using the topic discussed by the author. Instilling moral values and beliefs in children can be done using many things, one of which is by delivering educational spectacles such as the animated cartoons of Nussa and Rara to children. Animated films that are quite famous for children to know are the animated cartoon films Nussa and Rara. Based on the conclusions of previous research, the animated cartoon Nussa and Rara can be used to instill moral and religious values in children.
Dinamika Pandemi sebagai Dimensi Pendekat antara Generasi Muda dan Pembelajaran Sastra Digital lilik Herawati; Agus Nuryatin; Teguh Supriyanto; Mukh Doyin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mengingat kebutuhan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari akses internet, didukung oleh situasi yang mengharuskan terlaksananya pembelajaran melalui jarak jauh ini memiliki dinamika yang berubah-ubah. Begitupun dalam dunia sastra, yang mengimprovisasi peningkatan sastra berbentuk digital, sehingga kehadiran Covid-19 memengaruhi aspek pengelolaan sastra berbasis digital beserta kelebihan dan kekurangannya. Maka dari itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan problematika Covid-19 yang berdampak pada pembelajaran sastra Indonesia, konsep perkembangan sastra digital, pemahaman peserta didik melalui penyesuaian sastra digital, dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan kajian pustaka, yakni mendeskripsikan problematika peserta didik dalam sastra digital dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan aspek pendukung dapat berpengaruh terhadap komponen pendidikan. Oleh karena itu, uraian ini dianggap penting dalam menambah referensi pengajar dan menjadi sumber bacaan yang dibutuhkan di masa pandemi. Abstract. Considering that the needs of the Indonesian people cannot be separated from internet access, supported by a situation that requires the implementation of distance learning, it has to change dynamics. Likewise in the world of literature, which is improvising the improvement of digital literature, the presence of Covid-19 affects aspects of digital-based literature management along with its advantages and disadvantages. Therefore, this study focuses on describing the Covid-19 problems that have an impact on learning Indonesian literature, the concept of digital literature development, students' understanding through digital literature adaptation, and so on. This research was conducted using qualitative descriptive methods and literature review, namely describing the problems of students in digital literature from various sources. The results of the study indicate that all supporting aspects can affect the education component. Therefore, this description is considered important in adding teacher references and becoming a needed reading source during the pandemic.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa pada Model PBL dengan Metode Socrates Lukmanul Akhsani; Kartono Kartono; Iwan Junaedi; Tri Sri Noor Asih Asih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Matematika merupakan materi yang penting dan dipelajari dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Salah satu kemampuan yang penting yang perlu dimiliki oleh mahasiswa adalah kemampuan berpikir kreatif. Namun masih banyak kendala dalam pemebelajaran terkait dengan kemampuan tersebut. Tujuan dpenelitian adalah mengetahui pengaruh motivasi belajar mahasiswa terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada model PBL dengan metode Socrates. Penelitian ini dilaksanakan pada matakuliah Metode Numerik. Sampel penelitian yaitu mahasiswa Pendidikan Matemaika Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang mengikuti perkuliahan Metode Numerik. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier dengan variable yang diteliti yaitu motivasi belajar sebagai variable bebas, kemampuan berpikir kreatif sebagai variable terikat. Hasil dari peneltian ini yaitu ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap kamampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian ini dapat menjadi rujukan para pendidik untutk mengatasi permasalah pada kemampuan berpikir kratif mahasiswa.Abstract. Mathematics is an important material and is studied from elementary to college level. One of the important skills that students need to have is the ability to think creatively. However, there are still many obstacles in learning related to these abilities. The purpose of this study is to determine the effect of learning motivation on students' creative thinking skills in the PBL model using the Socratic method. This research was carried out in the Numerical Method course. The research sample is Mathematics Education students at Muhammadiyah University of Purwokerto who take the Numerical Method lecture. The analysis was carried out using a simple regression test with the variables studied, namely learning motivation and creative thinking ability. The result of this research is that there is a positive influence of learning motivation on students' creative thinking abilities. This research can be a reference for educators to overcome problems in students' creative thinking skills.
Pengembangan Literasi Numerasi Siswa Melalui Soal HOTS Maharani Izzatin; Kartono Kartono; Zaenuri Zaenuri; Nuriana Rahmani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Literasi numerasi merupakan bagian dari literasi dasar yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi kemajuan teknologi dan informasi. Kurikulum di Indonesia saat ini memberikan perhatian besar terhadap literasi numerasi, yaitu dengan memasukkan kompetensi tersebut pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Selain literasi numerasi, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sangat penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih mendalam tentang bagaimana mengembangkan literasi numerasi melalui soal HOTS. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka. Numerasi kemampuan seseorang untuk merumuskan, mengidentifikasi, dan mengaplikasikan dasar-dasar matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, serta menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan taksonomi Bloom, soal bertipe HOTS terdiri dari level kognitif menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta yang dapat mendukung kemampuan literasi numerasi peserta didik. Abstract. Numerical literacy is part of the basic literacy needed in dealing with advances in technology and information. The current curriculum in Indonesia pays great attention to numeracy literacy, namely by including these competencies in the Minimum Competency Assessment (AKM). In addition to numeracy literacy, higher order thinking skills (HOTS) are very important in developing critical, logical, and creative thinking skills. The purpose of this study is to examine more deeply about how to develop numeracy literacy through HOTS questions. The research method used is literature review. Numeracyn is a person's ability to formulate, identify, and apply the basics of mathematics to solve everyday problems, and use them as a basis for decision making. Based on Bloom's taxonomy, HOTS type questions consist of cognitive levels of analyzing, evaluating, and creating which can support students' numeracy literacy skills.
Literatur Review: Efektivitas Penerapan Pendidikan Seksual di Sekolah Formal untuk Anak Usia Dini Maisah Kholis; Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan seksual merupakan salah satu upaya untuk menghentikan kejadian pelecehan yang sering terjadi baik di sekolah pendidikan formal, informal maupun di masyarakat. Dengan adanya pendidikan seksual, maka anak didik khususnya anak usia dini akan memperoleh pengetahuan seks dan terlindungi dari pelecehan yang tidak diinginkan. Hal ini sebenarnya bukan hanya diperlukan untuk anak didik normal saja, akan tetapi juga anak berkebutuhan khusus. Tujuan dari artikel ini adalah untuk meriview bagaimana penerapan pendidikan seksual untuk anak usia dini terutama di sekolah formal yang telah berhasil efektif dilaksanakan. Metode yang digunakan pada tulisan ini ialah metode literatur review, dengan 9 artikel yang memiliki macam desain penelitian. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa betapa pentingnya mengedukasi seorang anak tentang pendidikan seksual yang akan berguna untuk masa datang mereka nanti.Abstract. Sexual education is one of the efforts to stop the incidence of harassment that often occurs in formal, informal education schools and in the community. With sexual education, students, especially early childhood, will gain knowledge about sex and be protected from unwanted sexual harassment. This is actually not only needed for normal students, but also for children with special needs. The purpose of this article is to review how the implementation of sexual education for early childhood, especially in formal schools, has been successfully implemented. The method used in this paper is the literature review method, with 9 articles that have various research designs. The results of this study indicate how important it is to educate a child about sexual education that will be useful for their future.
Nail Art : Sejarah, Bentuk, Warna dan Teknik Pembuatannya Maria Krisnawati; Agus Cahyono; Muh Ibnan Syarif; Muh Fakhrihun Naam; Erni Eka Ariyanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Nail art adalah tindakan untuk mempercantik kuku dengan memberi gambar, lukisan atau hiasan baik secara langsung maupun menggunakan kuku palsu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejarah, bentuk, warna dan teknik pembuatannya. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nail art atau seni menghias kuku telah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu dan berkembang hingga sampai saat ini, terdapat bentuk nail art yang dilihat dari kukunya yaitu oval, square, squoval, round dan pointed, dari segi warna tersedia berbagai macam warna namun penggunaannya harus disesuaikan dengan warna kulit. Teknik yang digunakan untuk membuat nail art adalah kuas, stamping, water marble, dan ombre. Hasil penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan nail art yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pendidikan. Abstract. Nail art is an action to beautify nails by giving pictures, painting or decorations either directly or using artificial nails. The purpose of this study is to explain the history, shape, colour and manufacturing techniques. This research method uses literature study. The results show that nail art or nail art has been known for hundreds of years and has developed until now, there are forms of nail art seen from the nails, namely oval, square, squoval, round and pointed, in terms of color, there are various colors available. but its use must be adjusted to the color of the skin. The techniques used to make nail art are brush, stamping, water marble, and ombre. The results of this study are to increase knowledge of nail art that can be utilized by the community and education.